Akibat potensi kesalahan, berkata: “TUHAN BENAR”

September 30, 2010 pukul 8:12 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Terakhir-terakhir ini saya baru pulang dari Paris, menaiki maskapai penerbangan yang baik tentunya. Beberapa jam setelah lepas landas dari CDG (terminal penerbangan Internasional di Paris), maka beberapa goncangan akibat turbulance (buka Turbulence) membuat beberapa penumpang shock, termasuk saya tentunya. Hampir 12 jam penerbangan itu nyaris atau tergolong aman dan menyenangkan kecuali peristiwa turbulance yang kemudian terulang kembali pada beberapa menit setelah menuju Changi (terminal penerbangan Internasional di Singapura).

Setelah mendarat dengan selamat di Changi, saya berdoa, bersyukur buat segalanya, biasanya cukup mengucapkan: “Haleluya”. Itupun karena saya mengingat beberapa orang Nigeria, begitu mereka mendarat di Lagos, penerbangan dari Dubai,…sontak beberapa wanita dan pria akan bersorak sambil melambaikan tangan, dengan kencang mengucapkan, mungkin kesannya berteriak: “Hallleeeluyahhh”, itu membuat saya tersenyum sambil kaget.

Itulah pesawat,…. memang teknologi yang satu ini telah memberikan kemudahan dan kesenangan dan kecepatan bagi khalayak ramai. Manusia yang membuatnya pasti sangat bangga.

Tetapi….(seperti kata Swindoll, kata “tetapi” itu selalu menghentakkan, dan siap-siap untuk paradoks atau wacana baru mungkin..”

Yah tetapi, teknologi semacam itu ada potensi kesalahan, dan akibat dari potensi kesalahan itu bukan cerita yang tidak umum di masa-masa yang sekarang ini…kita cukup mengerti itu bukan.

Potensi kesalahan dari teknologi yang semakin tinggi biasanya jika terjadi mengakibatkan kerusakan yang fatal.
Beberapa bulan yang lalu handphone saya, yang lumayan ‘canggih’, terendam di ember cucian istri saya,…
beberapa tahun yang lalu handphone saya, pernah berenang juga, tidak terjadi apa-apa, cukup kibaskan sedikit, …kipasin … nyala lagi,… tetapi yang satu ini, si canggih ini, pet… benar-benar pet, ngga bisa sms-an lagi…Potensi kerusakannya fatal.

Ciptaan teknologi itu sempurna dan baik, dan karena di dalam keadaan itulah maka ciptaan-ciptaan itu bisa berguna bagi kita, kita menikmati itu.

Mengingat itu semua kita akan teringat akan ciptaan maha dasyat dari TUHAN, manusia. Manusia bukanlah pesawat besar yang dikendalikan seorang pilot, bukan pula handphone super canggih, tidak… manusia adalah teknolgi mutakhir yang tiada bandingnya, ia memiliki moral, ia bisa merasa, bukan pula mesin logika,…ia bisa menangis dan marah…
Semuanya itu baik dan sempurna…dan teknologinya sangat tinggi. Ketika kuliah robotika, untuk mendesain sebuah lengan robot saja, kita harus mendalami matematika yang bukan tingkat rendahan, minimal matrix ordo 6 harus dikuasai, belum lagi calculusnya, vektornya, pemrograman, dan lain sebagainya (terimakasih buat ‘otakku’ yang semakin lama semakin melupakan itu), nah bandingkan dengan manusia ini. Robot belum bisa melompat dengan satu kaki lalu jika terpeleset sedikit bisa menyeimbangkan diri sendiri, robot tidak bisa itu, tetapi manusia bisa. Robot tidak berkeringat, tetapi oleh keringat seoarang wanita bisa tergoda kepada seorang pria,… dan sebagainya dan sebagainya,…

Semakin canggih ciptaan, potensi kesalahannya jika terjadi akibat yang disebabkannya semakin fatal.
Dan itulah yang terjadi di Taman Eden. Kebebasan yang diberikan kepada manusia pertama itu, dipergunakan untuk melawan TUHAN, dan kita menanggungnya sampai sekarang, sebab kita juga bisa memilih sama seperti ADAM dan HAWA, dan pilihan kita itu memiliki potensi salah juga sama seperti mereka berdua,.. dan akibatnya itu selalu fatal. Percaya 95 persen sama saja dengan kesalahan 100 persen.

Sampai disini benar dan sangat benar kenapa YESUS sampai menjadi manusia, karena akibat dosa itu adalah efek dari potensi kesalahan yang telah dilakukan manusia. Besar akibatnya, maut, kematian kekal. Hebat betul.
Sehingga harus Yang di atas yang hebat, di atas maut (yang mampu mengalahkan maut), yang kekal, hanya DIA Yang bisa menyelesaikan masalahnya. TUHAN menceritakan itu di Alkitab sepanjang 66 kitab itu.

Timbul pertanyaan, kenapa TUHAN meletakkan “potensi kesalahan” pada manusia?
Kesalahan berpikir sering terjadi. Sama seperti pesawat canggih tadi, di dalam knop-knop atau tombol-tombol pesawat itu tentu tidak ada tersedia suatu knop atau suatu tombol yang mengakibatkan pesawat itu menjadikan “potensi kesalahannya” kenyataan.
Atau tidak ada handphone tercanggih yang diciptakan untuk melakukan self distruction. Semua “potensi kesalahan”, yang disebut di sini adalah sebuah akibat dari kesalahan penggunaan. Kenapa bisa begitu?, karena ciptaan-ciptaan itu sudah layak pakai, sudah dipasarkan, sudah di dalam keadaan sempurna, baik, berguna…Versi Beta mungkin dikeluarkan demi kebutuhan pasar, tetapi tidak lama lagi Full Versionnya akan di-release,… santai saja menunggu. Jangan terlalu jauh melihat evolusi, perkembangan teknologinya semacam, dari hp 12 tombol jadi qwety (azerty), dan lama-lama jadi touch screen… tetapi mari memandang kepada titik terpuncak dari teknologi itu sampai dikatakan layak dipakai, dipasarkan dan dipergunakan dengan aman.

Semua ciptaan baik, diciptakan oleh TUHAN.
Tetapi yang tercanggih dari semua itu adalah manusia.
Dan potensi kesalahan dari manusia sangat fatal.
Dan akibat yang diakibatkannya mengerikan…. sehingga, akibat yang disebabkannya dapat menjelaskan kepada kita bahwa: “TUHAN BENAR”.
JIka kita dapat berpikir dengan benar, kita dapat menemukan kebenaran. Dan kebenaran adalah YESUS, sebab DIA berkata: “AKU-lah kebenaran dan hidup”.
Seorang doktor psikologi, sekaligus seorang pendeta di sebuah gereja berkata: “Jika Anda disuruh memilih antara kebenaran dan YESUS, maka pilihlah kebenaran”, alasannya? “karena kebenaran akan membawa Anda kepada YESUS”.
Sebab kita bisa memilah yang benar dan yang salah dalam pikiran kita, tetapi kita tidak bisa memikirkan sepenuhnya tentang YESUS, otak kita tidak sanggup sampai kesana, jadi apa yang kita punyai dan apa yang sanggup kita pikirkan, jika tracknya sudah benar maka akan bisa kaya di dalam kebenaran TUHAN kita Yang Mulia itu. Itulah persembahan terharum yang dapat dilakukan oleh pikiran kepada TUHAN kita, berpikir benar, dan mengambil keputusan yang benar.

Shalom alenu

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: