Lahir baru itu seperti apa seh kang?

September 28, 2010 pukul 9:58 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: , ,

lahir baru

lahir baru

Gambar A
Kita adalah ibarat “seonggok” busa, dan darah Tebusan Kristus ibarat penawaran pencelupan warna di ember A.

Gambar B
Yang memiliki keinginan untuk percaya maka ada konsekuensi yang diterima dari kepercayaan penawan di gambar A, yaitu ketika ia mencelupkan diri maka warna dari Darah Tebusan itu akan meresap kepada “seonggok” busa.

Gambar C
Ketika “seonggok” busa itu keluar kepada kehidupan kesehariaanya maka bukan lagi warna yang dulu yang harus dia pancarkan melainkan warna yang telah ia setujui, warna yang telah ia percayai, yaitu warna dari Darah Tebusan Kristus…

Lalu bagaimana kang dengan segala keinginan daging dari akibat menerima lahir baru tersebut?

lahir baru

lahir baru

Seperti kita memasuki pernikahan.
Dulu sebelum menikah kita adalah oknum yang independen, kita bebas menentukan kemauan kita sendiri, kita berhak mencintai seseorang, dan kita juga harus sabar jika ditolak oleh seseorang.
Sampai suatu masa kita merasa ada sinyal-sinyal cinta, (jadi teringat peristiwa jatuh cintanya saya sama istri tersayang hehehe)…, lalu kita memutuskan untuk menikahi yang kita cintai itu.
Sampai di sini kita sedang sudah berada di tahap gambar B di atas.
Nah ketika kita memutuskan menikah, maka melalui Sakramen Kudus Pernikahan maka kita disahkan dan disatukan rohnya, “Yang dua menjadi satu”, itulah ayat kutipan paling banyak untuk menjelaskan itu.
Nah tibalah kita pada tahap C, yaitu ketika kita hidup di dalam lingkungan yang sebelumnya mengenal kita sebagai “single”, maka sekarang sudah mengenal kita sebagai orang yang sudah menikah.
Keinginan untuk berperilaku seperti sedia kala, yaitu bebas dan lain sebagainya jelas ada,… tetapi itu sudah seharusnya dilawan, itu sudah menjadi sesuatu yang harus dihindari, sebab kita telah memutuskan untuk satu roh dengan pasangan kita. Selamat tinggal “kebebesan”.
Itulah “keinginan” di dalam lahir baru. Sehingga kalau kita sudah “menikah” dengan Kristus, maka berperilakulah sebagai seoarang mempelai, jangan melirik lagi pekerjaan lama, keinginan-keinginan iblis… sebab itulah yang sering diceritakan oleh Perjanjian Lama, yaitu melakukan zinah, Dan zinah paling parah adalah memperilah yang bukan TUHAN. Dan itupulalah dasarnya bahwa ilah itu belum tentu melulu sebagai patung-patung, dan belum tentu yang dapat dilihat mata, tetapi apa yang dinginkan di dalam sini. Yesus menekankan arti taurat ini: “Jika hatimu menginginkan.. maka engkau sudah bersalah meski belum digerakkan oleh badan”,.dan lagi…:”Bukan yang masuk ke mulut yang menajiskan, tetapi yang keluar darinya”….

Jadi, menceburkan diri ke air pasti basah, kira-kira begitu bahasa sederhananya kang.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. […] membaca Lahir baru itu seperti apa seh kang terlebih dahulu supaya bisa lebih jelas makna artikel […]

  2. […] sudah membicarakan tentang lahir baru dua kali, bisa dilihat di link berikut: 1. Lahir baru seperti apa seh kang 2. Relijius alias […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: