Abangan

September 28, 2010 pukul 2:23 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

Kata abangan itu biasanya disematkan kepada orang-orang yang tidak terlalu “mendalami” sesuatu. Bisa juga disebut so-so, atau setengah-setengah, easy going, … atau “terserahlah yang penting saya nyaman”…

Moralistic therapeutic deism
, atau MTD adalah sebuah kata umum yang diperkenalkan oleh seoarang penulis, Christian Smith. Isinya perihal kepercayaan dari anak-anak muda relijius di Amerika di saat-saat ini. Kepercayaan itu biasanya sudah menjurus ke bentuk agama, dan yang ini memang bukan seperti agama resmi, melainkan suatu cara hidup yang dipraktekkan tanpa ada embel-embel agama tertentu. Dari 3000 respondansnya ia menyimpulkan 5 point;
1. A god exists who created and ordered the world and watches over human life on earth.
2. God wants people to be good, nice, and fair to each other, as taught in the Bible and by most world religions.
3. The central goal of life is to be happy and to feel good about oneself.
4. God does not need to be particularly involved in one’s life except when God is needed to resolve a problem.
5. Good people go to heaven when they die.
(dapat diakses di http://en.wikipedia.org/wiki/Moralistic_therapeutic_deism)

Terjemahan bebas dalam bahasa sehari-hari kira-kira:
1. Tuhan ada, Dia menciptakan dan mengatur alam semesta dan mengawasi manusia di bumi
2. Tuhan ingin manusia menjadi baik, manusiawi dan adil terhadap sesamanya (seperti yang diajarkan oleh Alkitab dan pada umumnya semua agama)
3. Pusat dari hidup adalah menjadi bahagia dan merasa damai terhadap sesama
4. Tuhan tidak mesti turut mencampuri urusan seseorang secara khusus kecuali jika Tuhan ingin menyelesaikan masalah
5. Orang baik pergi ke sorga setelah kematian

Ini banyak memang diajarkan dan terkadang dipaktekkan secara menyeluruh oleh gereja-gereja, atau agama-agama yang lain, siapa yang tidak tergoda dengan kesenangan bukan?, atau tidak tergodakah suatu golongan dengan penerapan suatu ideologi di suatu negara? ….dan ideologi macam ini sepertinya terpatri oleh pemikiran filsuf ala Helenis, Plato, dan sering didapati dalam praktek-praktek oleh agama-agama populer di Indonesia…diajarkan dan dijalankan dan diimani…

Seorang psikolog, John Ortberg menulis demikian (bisa diakses di http://johnortberg.com, dan Anda bisa membuka The most popular religion in America beliau mengulas tentang MTD di sana):
“Ini adalah praktek yang jauh dari kenyamanan, individualis dan mencari kesenangan semata”.

Kenapa?
Salah satunya adalah karena jelas praktek relijius seperti ini tidak memandang jauh tentang bagaimana TUHAN sampai rela mewahyukan tentang DIRINYA, dan secara tersirat menolak tentang TUHAN yang mau menciptakan Alam semesta itu sendiri. Sebab jika TUHAN individualis maka IA akan bersenang-senang sendiri pada DiriNYA sendiri, tetapi ternyata tidak, IA MENCIPTA alam semesta. Sebab ada KASIH padaNYA. KASIH adalah roh yang diberikan kepada manusia, dan kasih itu bukan lagi bicara individualisme. Praktek individualisme yang pertama adalah menghasilkan oportunis. Dan praktek oportunis dapat kita saksikan dari keadaan kota Jakarta pada pagi hari dan pada sore hari sepulang kerja, kendaraan bermotor semrawut dan sering teriak “marah” dengan klaksonnya, ia selalu ingin di depan dan tidak ingin memberi kesempatan kepada orang lain.

Jadi jangan katakan agamamu ini dan itu, jika ternyata itu hanya simbol dan status….abangan.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: