Melihat dengan salah membuat kecewa

September 27, 2010 pukul 7:46 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 4 Komentar
Tag:

Seseorang yang menyenangi ‘kejutan’ akan sangat mengerti perasaan ini. Jika harapan yang terlalu tinggi dipasang, dan ternyata ketika ia membuka mata, hmm yang di dapat hanya hadiah berupa tulisan-tulisan kebijaksanaan, ia kecewa. Keberadaan hadiah itu telah menjadi sesuatu yang mengecewakan. Ia mengharapkan sebuah telepon genggam keluaran terbaru…. kecewa. Kenapa kecewa? karena ia memasang standard dirinya sendiri kepada sesuatu yang tidak dapat ia lihat… ia memasang egonya…

Itu hanya sebuah contoh yang sederhana,…

Contoh yang rumit dan akan menemani peradaban adalah masalah agama…
Ketika umat tertentu memasang standardnya sendiri, membungkus TUHAN pada sebuah peraturan dan hukum, maka ada kalanya ia akan kecewa, … sebab ternyata TUHAN tidak seperti yang ia bungkus…
Gerakan yang tidak tiba-tiba muncul di abad terakhir ini adalah gerakan yang mendengungkan ‘ketiadaan’ TUHAN, dan hebatnya mereka ini hanya beranggapan bahwa satu-satunya TUHAN yang harus ditentang kebedaanNYA adalah TUHANnya ALKITAB…Ya memang begitu, dari sekian tokoh kesohor atheis, hampir semuanya hanya menentang keberadaanNya TUHAN ALKITAB.

Alasan bisa ditabulasikan dengan baik…dan satu alasan yang paling kentara adalah… umat yang seharusnya ‘kasih’ malah ‘non kasih’,…. orang bisa kecewa, dan banyak yang kecewa.
“Kasihilah musuhmu”, kata YESUS, tetapi umatNYA berkata: “Pipi kita hanya ada kiri dan kanan, sehingga kalau sudah ditampar kiri dan kanan, mari kita balas, kesabaran ada batasnya, batas kesabaran hanya dua kali serangan”,….Sekiranya Yesus mengajarkan: “Seranglah orang yang menyerang kamu, dan bunuhlah orang yang membenci kamu dengan cara apapun”, maka memang ada alasan untuk kecewa kepada YESUS,… tetapi orang terlalu memasang standardnya, egonya kepada sesamanya, yang sama-sama memiliki daging dan keinginan daging, sehingga ia kecewa…
Pengetahuan yang semakin tinggi juga bisa sebagai kekuatan yang baru untuk menolak keberadaan TUHAN…
seorang penulis berkata: “Pengetahuan bisa menjelaskan bagaimana sesuatu menjadi dari titik menuju nol”,..dilanjutkan lagi…”, tetapi Alkitab menceritakan bagaimana sesuatu menjadi dari titik nol, dari ketiadaan”.
Ketidaksanggupan mencari titik nol membuat orang kecewa, meski tanah yang ia injak itu adalah tanah dari DIA yang ia tolak, tanah yang berasal dari titik nol, bukan dari titik menuju nol,… dan parahnya.. dia kecewa…
Anak-anak sekolah menengah banyak yang seperti itu, karena ia tidak dapat menyelesaikan PR matematikanya, dan ia merasa bahwa PRnya terlalu berat, diutak-atik tetap tidak bisa, maka ia kecewa, bahkan sering nyletuk begini: “Ah.. ini pasti salah soal”… tuh.. gurunya malah disalahin akibat kekecewaannya..

Penderitaan juga bisa membuat orang kecewa.
Ketika kita melihat orang-orang yang seiman, dan ia telah melakukan banyak hal untuk kemajuan sesamanya, tiba-tiba ia harus sakit stroke,..lumpuh,.. d.l.s, nah orang yang beranggapan bahwa perbuatan linier dengan segala kehadiran TUHAN di dalam berkat jelas akan kecewa. Ia telah memasang keharusan bagi TUHAN untuk turun langsung menghadapi setiap detik masalah yang bahkan kita sendiri ternyata melangkah menentang TUHAN. Kecewa. Banyak orang yang akan semakin kecewa jika melihat penderitaan yang tidak akan pernah berujung bahkan di dunia modern ini. Orang akan lebih sangat sulit kecewa terhadap dokter yang salah membedah pasien, ketimbang kekecewaan orang kepada TUHAN jika dipandang dari keberadaanNYA kepada penderitaan….
Semua akan mempertanyakan keberadaan TUHAN, bahkan yang mengaku percaya kepada DIA sekalipun, jika ia merasakan himpitan hidup, keinginan-keinginan yang belum kesampaian, ia sering, atau bahkan kita sering, karena saya masih sering juga terhimpit dengan masalah yang sama, ia, atau kita, akan sering mempertanyakan keberadaan TUHAN….kecewa..

Memang TUHAN memperkenalkan NamaNYA sebagai Yang Ada,…YANG ESA, Yang tidak ada apapun yang berada yang sama dengan keber-ADA-anNYA DIA,… tetapi ternyata ke-ADA-an TUHAN bukanlah masalah yang sering membuat orang kecewa.

Yakobus 2:19 Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

Camkanlah itu hai jiwaku….

Setanpun percaya bahwa hanya ada Satu Yang Berada seperti Adanya ALLAH ISRAEL, ALLAH YANG ESA itu, ALLAH Yang hadir di dalam Nama YESUS KRISTUS…
Bahkan agama-agamapun banyak yang mengaku bahwa ADA-Nya TUHAN bukan sesuatu yang perlu dipertanyakan,….TUHAN ADA… agama percaya itu,… yang bahkan setanpun percaya…

Jadi masalahnya bukan di-ADA-nya TUHAN,… itu bukan masalah utama…
lalu dimana masalah utamanya, yang membuat manusia kecewa?…
kenapa manusia bisa salah melihat sehingga kecewa?

Masalah utama ada dihatinya….bukan di ujung kelamin pria (khatan)… makanya sunatlah hatimu, sehingga kamu, kita semua, bisa melihat dan tidak kecewa…ADAM dan HAWA bukannya tidak tahu TUHAN ADA, jelas mereka tahu, mereka adalah hasil jamahan pertama TUHAN,… tetapi ada dihatinya yang membuat dia tidak patuh… dan ketidakpatuhan mereka itu membuat kecewa,…dan iblislah yang memicunya… Oh betapa senangnya si Iblis ini melihat orang-orang yang kecewa, pertama ia akan memberi keraguan.. dan jika pikirannya sudah semakin rancu, tidak bisa melihat lagi dengan jelas… tussss…. ia akan kecewa…

Yesus berkata:
Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”
(Matius 11:6)

terjemahan lain lebih tegas lagi, sbb:
Matius 11:6 Berbahagialah orang yang tidak ada alasan untuk menolak Aku

Bagaimana kita supaya tidak kecewa?, ya itu tadi, lihatlah YESUS, pandang DIA sebagaimana IA ADA…
bagaimana ADA-NYA YESUS?,… ADA-NYA YESUS adalah bukan saja TEGAS menyatakan IA ADA, tetapi juga bekerja dan bekerja dan bekerja… membuktikan bahwa IA ADA…
IA seperti sinar mentari dan embun di pagi hari, IA memberikan anugerah kepada siapa saja, sama,… tidak memandang bulu, dan bagi kita yang mengaku percaya dan mau percaya kepada Rencana TUHAN, maka mari kita sama seperti Kristus hidup… yaitu berani berkorban, dan menghadapi dunia dengan ketegaran yang kokoh. Meski tubuh kita menderita, tetapi tidak akan dikecewakan, sebab Kristus ternyata bangkit dari mati, dan Esa dengan DIA Yang mengutusNYA, Bapa kita.

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Gerakan yang tidak tiba-tiba muncul di abad terakhir ini adalah gerakan yang mendengungkan ‘ketiadaan’ TUHAN, dan hebatnya mereka ini hanya beranggapan bahwa satu-satunya TUHAN yang harus ditentang kebedaanNYA adalah TUHANnya ALKITAB…Ya memang begitu, dari sekian tokoh kesohor atheis, hampir semuanya hanya menentang keberadaanNya TUHAN ALKITAB.

    ===> Kalo ini mah tergantung wilayahnya. Ateis cenderung mengkritisi agama mayoritas di daerahnya atau agama yang paling dia kenal. Jadi di Amrik jelas Kristen titik tembaknya. Di Indonesia serangan terhadap Islam lebih keras.
    Kayaknya gitu.

    • @lovepassword

      Dalam sebuah dialog agama, seorang penatua agama I berkata: “kita tidak usah ragu dengan ateis, tidak usah ini dan itu, karena ateis itu adalah anti TUHANnya Kristen bukan allahnya I”…

      saya seh tersenyum saja mendengarnya…

  2. Enggak juga tuh,,, klo di Indo, atheis lebih sering mengkritisi agama Islam… (sekali2 main ke KAI lahh,,). Sedangkan di India, orang atheis (Charvaka) umumnya mengkritisi ajaran2 Veda…^^

    • @Herwitz

      tolong dibaca lagi artikelnya, biar ngga asal bunyi kali yah…

      note:
      menerapkan proof by contradiction, TUHAN yang benar memang TUHAN yang berwahyu di ALKITAB…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: