Tidak akan dipermalukan

September 24, 2010 pukul 7:29 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 3 Komentar
Tag: , , , , ,

Di dalam persidangan, terdakwa sering menyampaikan pledoi. Tentu itu disebabkan karena ada dasar untuk menyatakan dialah yang benar, dan apa yang ia perbuat layak dianggap benar.
Upaya ini bisa disebut sebagai upaya untuk “mengubah” hakim. Dan jika dia jauh lebih baik, artinya sebenarnya dia mengaku salah, maka pledoi akan ia sebutkan sebagai upaya untuk memperingan dakwaan.

Sayangnya tidak ada neraka tingkat tinggi dan tingkat rendah…
Sehingga orang yang bisa jadi berbuat sesuatu demi mendapat yang bukan dinilai dari perbuatannya akan mendapat malu… mungkin salah satu ucapannya adalah..”Kan aku sudah berjuang demi Engkau?”,..”Ingatkan waktu aku berani berkata bahwa Engkau adalah ESA?”…atau ada lagi: “Aku kan memanggil Engkau TUHAN dan bahkan bisa membuat beberapa mukjijat”…. Bicara mukjijat kita harus hati-hati, sebab sekarang ini seekor ayam bertelor dan di telornya bertuliskan: “ALLAH MAHA ESA”, bisa disebut mukjijat…dan bisa jadi telor itu disimpan sedemikian rupa, akhirnya itu hanya mukjijat yang terbungkus untuk dijadikan ilah-ilah, berhala…

Mungkin terdengar kasar, tetapi inilah kenyataan yang harus dihadapi setiap orang yang mengaku masih bernafas, bahwa ia akan meletakkan nafasnya ditempatnya… dan lalu… sudah selesai… mission accomplished (mirip suara seorang perempuan di sebuah game perang yang diucapkan ketika misi perang sudah selesai)….

Dan pada saatnya penghakiman akan diberikan…diperhadapkan…
dan….

Banyak yang akan mendapat malu, sebab ia bersandar kepada pemikiran, bersandar kepada akal, dan bersandar kepada apa yang fana…ada juga yang bersandar kepada sesuatu yang melangit, tetapi siapakah dasar yang paling kuat jika bukan TUHAN?…

Malu yang paling besar tentu orang yang beragama…. agama kan begini dan begono…,….
tetapi?… ya hanya berupa ahli-ahli filsafat, tentu tidak semuanya, yang melambung tanpa berani mengambil keputusan…

(Roma 10:11 [ITB])
Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.”

(Yesaya 28:16 [ITB])
sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: “Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!

(Efesus 2:19-20 [ITB])
Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

Nah jika sudah mengaku percaya, maka kerjakanlah apa yang dikerjakan oleh ROH yang telah dianugerahkan kepadamu…dan oleh percaya yang bekerja itu maka kita akan beroleh makanan, dan makanan yang menghidupkan adalah makanan yang datang dari Mulut TUHAN, yaitu Firman yang dihembuskan kepada kita.
Oleh kareana ROH inilah kita tidak mendapat malu dihadapan para pendakwa…karena ROH adalah Yang Benar.
Jika kita sudah tahu dunia penuh salah, akhirnya hikmad ALLAH bekerja, kebijaksanaan dilahirkannya dan akibat dari perbedaan itu bisa saja melahirkan peperangan rohani yang hebat, tetapi sekiranya peperangan itu bisa mematikan tubuh, raga kita, maka ada saatnya kita tidak dipermalukan,… sekiranya kekerasan hati masih ada dan kita kalahkan dengan kelemahlembutan ada saatnya kita tidak akan malu…

sebab kita tidak akan dipermalukan, dan itu dimampukan oleh DIA, HAKIM YANG BENAR.

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Ke istimewaan mereka yg percaya kpd Kristus adalah hak untuk disebut sebagai ANAK-ANAK Allah YANG MAHA TINGGI. Karena setiap anak maka dia otomatis sudah pasti menjadi pewaris kerajaan Allah itu. Karena mereka adalah pewaris maka merekalah yg akan menghakimin malaikat-malaikat yg jatuh dan menjadi rekan Allah dalam penghakiman akhir jaman. Itulah hak istimewa bagi siapa yg hidup menderita dan berjalan dalam nama Yesus Kristus saat DIA telah dimuliakan , sekarang dan sampai kesudahan jaman nanti.
    Mereka yg percaya kpd keselamatan Anaka Allah itu tidak akan dipermalukan lagi sebagaimana mereka yg akan mengalami penistaan di akhir jaman bagi yg menolak Yesus Kristus. Itu adalah keyakinan iman yg berkobar-kobar bagi setiap anak-anak Allah di dalam nama Yesus Kristus. Mereka telah di satukan oleh hal yg tidak masuk akal manusia karena kelahiran oleh Roh Kudus itu . Amen
    Salam Kasih ma laeku…

  2. Sayangnya tidak ada neraka tingkat tinggi dan tingkat rendah… ===> Pernyataanmu ini rada menarik, sehingga aku tiba-tiba kepikiran mengecek ini dari berbagai sumber lain. Boleh iya ? ^_^

    Wikipedia misalnya menulis gini :

    Dalam agama Kristen, Neraka terbagi dalam 3 tingkat, yaitu:

    * Syeol/Hades

    Adalah tempat atau bagian dari neraka yang paling atas atau sama dengan tempat penantian. namun di dalam tempat penantian itupun banyak jiwa yang tidak luput dari pandangan para utusan neraka.

    * Gehenna/Neraka

    Adalah tempat atau bagian tengah dari neraka. Siksaan di bagian ini lebih kejam daripada di hades.

    * Jurang tak berdasar.

    Adalah bagian neraka yang paling dalam. Di tempat ini terdapat lautan api dan belerang dimana para jiwa yang berdosa direndam dalam lautan itu. Di tempat itu pula Allah memenjarakan Sang Naga atau Iblis yang akan dilepaskan pada masa tujuh tahun penderitaan.
    ===============================

    kalo misalnya wiki dianggap terlalu bebas diedit, Dalam beberapa sumber lain biasanya ngomong bahwa tingkatan itu memang ada walaupun itu tersirat.

    Kamu bisa mengecek itu dengan mengecek di google dengan kalimat kunci :

    Are there different levels of hell

    http://www.google.co.id/#hl=id&biw=1280&bih=577&q=Are+there+different+levels+of+hell+&aq=&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=&fp=f6df00c24422336f

    • @lovepassword

      orang yang taat akibat menerima KRISTUS akan mati juga sama seperti orang yang tidak taat akibat menolak Kristus…dua2nya mati secara fisik..

      dua-duanya akan berada di “penantian” sampai Kristus datang kembali…(penantian ini sering disebut neraka, walau sebenarnya tidak terlalu tepat jika diartikan secara literal, HADES-Yunani atau Sheol-Ibrani sama diartikan sebagai kuburan, sebab orang mati dikirim ke kuburan…)
      sampai Kristus datang kembali maka mereka akan dibangkitkan…
      Hades-Sheol bisa diartikan di dalam keadaan mati raga dan menanti kebangkitan, sama seperti KRISTUS mati raga dan menanti untuk bangkit….

      sayangnya yang satu dibawa ke Sorga, yang satunya lagi untuk dihukum, dimana hukumannya?
      di neraka kekal…

      di neraka inilah yang saya maksud sudah tidak ada lagi kelasnya…sebab mereka bangkit untuk dihukum semata…

      jadi kalau kita tidak mau dipermalukan, jangan sampai mati sebelum menanti (di hades/sheol) untuk dibangkitkan (untuk dihukum), tetapi setelah dibangkitkan dan diadili oleh HAKIM, ternyata malu dan dijebloskan ke neraka kekal…

      salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: