Ngga mau ah, malas…

September 23, 2010 pukul 8:02 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: ,

“Tetapi apakah pendapatmu tentang ini:
Seorang mempunyai dua anak laki-laki.
Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi.
Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga.
Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga.
(Matius 21:28-30)

Anak sulung ini suatu saat adalah orang-orang Israel pada masa Yesus,
dan anak sulung ini pada masa setelahnya adalah leluhur-leluhur kita,
dan anak sulung ini pada masa yang lain adalah kita sendiri,
dan pada masa yang lain adalah anak cucu kita….
Israel, leluhur, kita dan keturunan kita, sangat sering mengetahui sesuatu yang benar…
dan …. akan tetapi….”Ngga mau ah, malas”….pertama itu bergejolak di dalam hati, tetapi mulutnya berkata manis…”Ok, segera”…

Anak sulung ini, siapapun mereka yang kita sebut di atas, banyak hal kebenaran yang dapat ditemukan secara teoritis,… tetapi kita akan tercengang dengan perilaku sok berkuasa, sok hebat dan lain-lain,… bahkan jika berkata-kata ia bagaikan batu yang tidak bisa mendengarkan… ia bagaikan puncak gunung yang tidak ‘ngeh’ dengan keadaan di lembah…maka jangan terpikat dan terpaku dan terjerambab oleh kelakuannya, tetapi…

Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.
(Matius 23:3)

Anak sulung, siapapun mereka sama seperti si anak bungsu, siapapun mereka, adalah sama, sama-sama menerima anugerah dari TUHAN, kita diberikan ‘garam’ yang sama, tetapi ….

Karena setiap orang akan digarami dengan api. Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.”
(Markus 9:49-50)

Si anak sulung, siapapun mereka, bisa jadi sama, dan memang sama, sama seperti si anak bungsu mendengar segala hal,… mendengar, melihat, dan mengerti… sama-sama memiliki kemauan, sama-sama memiliki kedagingan lengkap dengan atribut nafsunya, tetapi…

Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
(Matius 7:26)

Ada orang sulung, siapapun mereka ini, yang bangga mengetahui tentang TUHAN, cukup baginya mengetahui tentang TUHAN, tetapi ia tidak menyentuhNya sama sekali, ia seperti mengecap asam di pagi hari, dan bisa jadi dia mengejar terus “defenisi” tentang TUHAN,… tetapi ketika ia mengetahui sedikit ia tidak mau menyentuh…

Tetapi Ia menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.”
(Lukas 8:21)

Pengetahuan defenisi bisa saja tidak lengkap, karena TUHAN bukan Sosok yang berdiam di dalam Rumah TUHAN, IA bukan Sosok yang statis…maka lihatlah apa yang terjadi, bulatkan kejujuran, jangan berusaha mempertahankan apa yang menguntungkan dirimu sendiri…dan jangan takut …

Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”
(Yohanes 10:37-38)

Anak sulung, siapapun mereka, boleh kamu berkata “Ngga mau ah, malas..”, …tetapi semoga hanya dimulut, dan semoga ‘garam’ yang kamu terima memampukan kamu mengungkapkan kedalam hatimu yang memampukan berkata :”Ok segera”.

Iklan

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ kita memang bangga menjadi Bangsa Indonesia ini.., ganya ada cerita anekdot yg menggelitik ttg posting lae di atas..

    Pernah diadakan “Lomba Malas Sedunia” di Jakarta , dimana ada 24 negara ikut
    ambil bagian dalam lomba ini. Kemudian Tersaring tinggal 3 negara yang
    berhasil masuk final, Laos,
    Kamerun dan Indonesia. Saat diadakan tes dan pengujian akhir, peserta dari Indonesia meraih
    juara pertama.
    Plok…plok riuh penonton bertepuk tangan (gaya si Lovepasword ).
    .
    .
    Juri : “Juara kali ini peserta dari Indonesia” Silakan anda kami persilahkan
    tampil di panggung untuk mengambil hadiahnya
    Sang Juara : ” Malas ah Pak! “

    • hahaahahaha

      sai na adong do ateh hahahaha


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: