Kekang Kuda

September 22, 2010 pukul 7:49 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
(Yakobus 3:3)

Tubuh kita ibarat kuda itu, dan kekang itu ibarat roh kita.
Sehingga roh kitalah yang perlu diperbaharui, di dalam roh kitalah segala sesuatu pusat kendali yang diperlukan untuk membuahkan segala yang disebut sebagai kebaikan, kelemahlembutan, pengendalian diri, kasih , d.l.s.
Dan karena TUHAN menjamah kita di dalam roh, disebut sebagai lahir baru, dan jelas itu tidak terlihat, sehingga apa yang tidak terlihat itu perlu dinyatakan kepada dunia, kita perlu membaur kepada masakan-masakan tertentu dan “meresapkan” diri akibat hawa panas yang membuat kita meleburkan diri sehingga ada sebuah kata: “Wah.. makanan ini enak, garamnya paaasssss”. Dan seruan itu hanya didapat di atas penderitaan sang garam, dan kita memang dipanggil menjadi Garam Dunia. Bukan berkata dimana penderitaan maka kita menceburkan diri kesana, tetapi ketika kita bertindak seperti Kristus dunia tidak memandangnya sebagai sesuatu yang menguntungkan, tetapi karena TUHAN memandang hati dan karena IA adil, dan terlebih karena roh kita dilahirkan dari DIA, maka IA memandang ROH yang dianugerahkan kepada kita, IA adalah Benar sehingga apa yang kita lakukan itu meski tidak disetujui oleh dunia, tetapi TUHAN melihatnya benar. Ia melihat benar karena di dalam kita ADA Yang BENAR. TUHAN melihat roh kita, dan persembahan paling harum bagi DIA adalah “terbakarnya” semua keinginan tubuh kita oleh keinginan ROH yang ada pada kita.

Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”
(Yohanes 3:3)

Roh kita harus dilahirkan kembali, menjadi seperti bayi yang baru lahir, yang selamanya akan bergantung kepada DIA yang melahirkan kita di dalam ROH, dan oleh karena ROH melahirkan roh maka kita dimampukan memanggil DIA sebagai BAPA… kita adalah anak-anak ALLAH, dan YESUS adalah Yang tersulung, yang memulai sebab IA adalah JALAN dan HIDUP… dan dengan demikian kita akan terus bertumbuh dan bertumbuh ke arah kedewasaan yang berkarakter Kristus.

TUHAN sudah mencurahkan dan akan selalu mencurahkan ROHnya kepada teruna-teruna, kepada semua umat pilihanNYA, yang olehNYA dapat mengekang semua keinginan-keinginan daging yang membinasakan.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: