Apa yang kamu minta?

September 20, 2010 pukul 7:58 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Suatu waktu TUHAN bertanya kepada Salomo, “Apa yang kamu minta”.
Salomo meminta kebijaksanaan untuk menimbang hukum. .. singkatnya begitu.

Setiap hari kita memang diperhadapkan pada pilihan-pilihan. Yang radikal di dalam memilih menyebut dirinya “gelombang peragu”, berbau agnostik.. sejurus saja sudah menjadi ateis. Beberapa akan memberi contoh, tetapi peragu akan berkata kenapa contoh itu seperti itu, itu ngga rasional. Bahkan ketika kita menyuguhkan secangkir teh ia akan bertanya, “Apakah benar ini teh, atau…teh macam apa ini?”. Yang ragu melangkahkan kakinya pada jembatan yang dihajar dari belakang oleh segerombolan orang yang ingin menyeberang akan dihantam, sebab ia bertanya: “Apakah benar ini jembatan?, apakah benar jembatan ini sanggup menahan beban berat badanku?”.

Apa yang kita miliki memang amat sangat berpotensi untuk memberi ujung dua pilihan, hanya dua pilihan, bergerak atau tidak sama sekali. Dan karena disadari begitulah, maka Salomo meminta kebijaksanaan, untuk dapat memilah, memilih dan memutuskan.

Doa Nabi Musa yang terkenal antara lain, “Berilah kami hati yang bijaksana untuk dapat menghitung hari-hari kami”. Orang ini sedang meminta kebijaksanaan. Di 40 tahun pertama, Musa berjalan berputar-putar di gurun, panas terik, terkadang haus dan lapar, belum lagi umatnya yang memiliki keraguan selangit, Musa memohon kebijaksanaan, untuk dapat memilah, memilih dan memutuskan. Pernah ia memutuskan sendiri maka TUHAN menghantar dia hanya sebatas memandang dari sebuah gunung jauh atas tanah perjanjian itu.

Keraguan itu tidak menjadi masalah, dan itu lumrah… sebab memang kita sudah diperhadapkan kepada pengetahuan yang baik dan yang jahat, “Thanks to Adam and Eve for that”, hahaha…
yang menjadi masalah adalah ketika kita sudah diam di tempat, tidak berani menaiki tingginnya gunung Sinai, tidak berani beranjak, tidak berani melangkah, … dan lebih parah tidak berani memundak resiko.
Begitu banyak film-film laga menggambarkan beberapa peragu dengan akurat, peragu yang cenderung takut kepada apa yang belum ia lihat dan alami, sampai-sampai seseorang yang bisa saja disebut nekat, tetapi memiliki kepastian, mendorong si peragu, dan …yaaap, itu dia… mereka berdua akan tertawa bahagia, pada akhirnya mereka selamat. Mereka telah meloncat air terjun yang curam.

Iman berkata: “Bukti yang akan aku berikan kepadamu itu memang belum ada sekarang dan belum terlihat, tetapi itu akan terjadi dan pasti terjadi”.
Peragu berkata: “Karena bukti yang kamu sebut itu belum terlihat dan sepertinya tidak akan ada maka lebih baik aku ragu”.

Pikiran itu adalah pemberian, harta. Dan karena itulah Salomo meminta sesuatu yang dapat mengolahnya. Dan dari apa yang dapat disebutkan kita hanya dapat mengakui dia bijaksana, bukti untuk itu dapat dilihat dan dirasakan…ia belum melihatnya, tetapi ia memilikinya sebagai suatu yang pasti dan terbukti ia dapat memperlihatkannya kelak ketika ujian-ujian datang…
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibrani 11:1)

Jika kita ragu untuk mengalami kematianpun kita tidak dapat mengubah arah, bahwa kita tetap akan mati.
Itu hanya sebuah contoh radikal yang akan ditolak, sebab ada kaki-kaki yang sudah tertancap dalam di alam kematian rohaniah, hati yang dikeraskan.

Bagi yang beriman akan berani berkata: “Selamat datang keraguan, sebab oleh itu aku dapat menimbang hari-hariku dan dapat memperlihatkan kebijaksaan yang dari Kristus”.
Sebab Hikmat Kristus melebihi hikmat Salomo, sebab DIA yang memberikannya kepada Salomo.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: