Azazel pada Salib Kristus

September 17, 2010 pukul 8:04 am | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Dan tentang hal itu Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kita, sebab setelah Ia berfirman:
“Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu,”
Ia berfirman pula: “Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka.”
Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa.
Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.
(Ibrani 10:15-21)

Korban Penghapusan Dosa dan Pendamaian,
Prosesi penghapusan dosa dan pendamaian yang diberikan oleh TUHAN kepada Imam Harun melalui abdi Allah Musa adalah sebagai berikut:
Setelah Harun menyelesaikan prosesi penghapusan dosanya sendiri maka …
Ia harus mengambil kedua ekor kambing jantan itu dan menempatkannya di hadapan TUHAN di depan pintu Kemah Pertemuan, dan harus membuang undi atas kedua kambing jantan itu, sebuah undi bagi TUHAN dan sebuah bagi Azazel. Lalu Harun harus mempersembahkan kambing jantan yang kena undi bagi TUHAN itu dan mengolahnya sebagai korban penghapus dosa. Tetapi kambing jantan yang kena undi bagi Azazel haruslah ditempatkan hidup-hidup di hadapan TUHAN untuk mengadakan pendamaian, lalu dilepaskan bagi Azazel ke padang gurun. Harun harus mempersembahkan lembu jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa baginya sendiri dan mengadakan pendamaian baginya dan bagi keluarganya; ia harus menyembelih lembu jantan itu. (Imamat 16:7-11)

Azazel sebagai perlambang akan hadirat TUHAN yang tidak menyukai dosa. Dan dosa-dosa itu harus diperhadapkan kepada TUHAN, TUHAN mengampuninya, memberikan pendamaian, tetapi dosa itu sendiri diusir jauh-jauh dari hadapan TUHAN.
Sementara korban kambing yang satu lagi yaitu untuk penghapusan dosa dibakar sebagai korban untuk TUHAN, dan itu menyenangkan hati TUHAN, artinya sampai ke HadiratNYA.
Itulah prosesi berulang yang harus dilakukan setiap imam Israel untuk mengingatkan mereka akan suatu prosesi di masa yang akan datang yang akan dilaukan oleh Kristus.

Itulah yang terjadi pada prosesi Salib, yang telah dijelaskan Musa kepada Israel. Ketika Kristus disalib, IA mempersembahkan tubuhNYA sebagai persembahan yang harum di hadapan TUHAN, dan pada akhirnya IA sampai ke hadirat ALLAH, IA bangkit dari kematian… dan DOSA yang IA bawa pada tubuhNYA IA usir jauh-jauh, ke Azazel, ke padang gurun tak bertuan, sehingga kita mendapat pendamaian di hadapan TUHAN, sehingga kita dapat berkata: ” Ya Bapa, ya Abba”, kepada DIA yang menyediakan segala korban oleh Imam Agung kita, YESUS KRISTUS…Imam Agung yang mengurbankan diriNya sendiri, sebab IA sempurna adaNYA, IA adalah Firman ALLAH Yang menjadi manusia. Oleh korban YESUS kita dapat berhadapan dengan TUHAN, dan semuanya itu diperoleh dengan peneguhan ROH ALLAH, ROH KUDUS yang rela menjamah roh kita.

Jadi semua kita, siapapun, dosa yang dulu, dosa yang sekarang dan dosa yang akan datang, dosa kita telah diangkut dan diusir jauh-jauh, telah dikalahkan oleh YESUS, dan YESUS oleh Kuasa Roh Kudus memampukan kita dapat selalu berhubugan dengan TUHAN YANG ESA, di dalam roh. Semuanya memang belum jelas kita lihat, belum nyata kita saksikan, tetapi jika kita menerima pengampunan TUHAN itu di dalam iman percaya, maka kelak ketika TUHAN datang kembali, semua akan jelas. Kita belum melihat dan menggenggamnya, tetapi kita percaya semuanya itu akan terjadi, itulah iman, adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Kita tidak melihat YESUS dikorbankan, tetapi kita percaya itu terjadi.
Kita tidak melihat ROH KUDUS mengukuhkan kesaksian Kristus, tetapi oleh roh kita menggenggamnya kokoh.
Kita tidak dapat melihat roh kita, tetapi oleh jiwa yang tunduk kita dapat membuahkan buah-buah roh sebagai kesaksian di muka bumi yang sanggup melihat hal-hal yang fana saja.
Sehingga oleh tubuh yang dapat terlihat ini kita memancarkan pelita kehidupan, kita dapat berkata selamat tinggal dosa.

Haleluya TUHAN…

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: