Penderitaan yang dilihat dengan hati

September 16, 2010 pukul 8:37 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag:

Setelah manusia jatuh ke dalam dosa maka akibat yang menyertainya adalah adanya penderitaan.
Kita bisa merumuskan dan mengumbar berbagai macam teori untuk menjelaskan bagaimana menyelesaikan penderitaan. Tetapi Yesus berkata bahwa penderitaan tidak melulu sebagai hukuman, tetapi juga sebagai cara untuk menunjukkan kemulianNYA. Oleh penderitaan yang dilihat dengan hati, mata hati, maka akan berjalan di jalan yang disebut pertobatan, oleh pertobatan kita bisa melihat kuat Kuasa TUHAN. Penderitaan hanya bisa diselesaikan dengan cara berkorban. Jika kita tidak mau berkorban dengan menggunakan mata hati kita dan membiarkan rengekan demi rengekan, membiarkan jasmaniah kita melangit, maka selamanya kegelapan menaungi kita, kita tidak bisa melihat kemuliaan TUHAN, dan jika YESUS tidak berkorban maka sia-sialah kita hidup selamanya, kemuliaan Juruselamat dapat kita lihat semakin nyata dari kerelaan Kristus menderita, IA menjawab bagaimana menyelesaikan penderitaan itu sendiri.

Suatu masa Yehuda dikuasai oleh seorang raja yang sangat jahat. Raja Manasye namanya, arti namanya adalah “membuat lupa”, dan kita akan mengerti arti namanya itu dari kisah hidupnya berikut.
Raja Manasye memerintah dimulai pada usia yang sangat belia, usia 12 tahun. Ia adalah anak dari Raja Hizkia, Alkitab mencatat bahwa Raja Hizkia menyenangkan TUHAN, tentu di dalam pandangan TUHAN. Pada masa itu TUHAN sudah terlalu sering menggerakkan kerajaan-kerajaan di sekitar Yehuda untuk menghancurkan seluruh Israel Raya. Kitab Raja-Raja dan Tawarikh sangat kuat menggambarkan bagaimana posisi Israel seperti di atas tanduk, dan sangat rapuh jika tidak bergantung kepada TUHAN. Memang di waktu Keluaran TUHAN berjanji melalui Musa bahwa jika mereka tidak taat maka mereka akan diusir dari tanah perjanjian itu, mereka akan sangat menderita, bukti pertama adalah kerajaan Israel Utara sudah musnah, sekarang menunggu kerajaan Yehuda, mereka masih bisa bertahan karena raja mereka sebagai simbol dari seluruh rakyatnya masih ada yang mau melihat dengan hati mereka.

Kejahatan Manasye dijelaskan di Alkitab antara lain sebagai berikut:
1. Ia mengikuti kebiasan jahat dari penduduk lokal, Kanaan yang diperlihatkan dengan mendirikan kembali mezbah-mezbah dewa yang telah dihancurkan oleh bapaknya Raja Hizkia.
2. Ia melakukan penyembahan-penyembahan kepada Baal, Dewi Asyera bahkan bintang-bintang
3. Ia bahkan mengurbankan anaknya sendiri untuk kurban kepada dewa-dewa.
4. Ia melakukan praktek-praktek perdukunan, pemanggilan roh-roh, ilmu-ilmu gaib, dan praktek-praktek olkultisme lainnya.
5. Bahkan tidak sampai di situ, ia berani menaruh patung berhala di dalam Bait Suci. Sesuatu yang lebih lancang telah dilakukan. Bait Suci sebagai simbol kehadiran TUHAN, sebagai simbol TUHAN mendengar umatNYA telah dikotori dengan patung berhala, buatan manusia dan menghina TUHAN sebagai patung yang tidak bisa mendengar, merasakan, dan turut hadir dalam semua penderitaan umatNYA. Lancang, hanya itu yang bisa menggambarkannya.
6. Ia tidak mendengarkan teguran TUHAN. Kita tahu pada masa itu cukup banyak nabi-nabi digerakkan TUHAN, dan tak satupun teriakan mereka itu yang ia hiraukan.

Hingga pada suatu masa….
Hukum tabur tuai juga berlaku, sebab Perjanjian dengan TUHAN itu adalah BERKAT dan KUTUK, tinggal pilih, dan entah bagaimana terkadang manusia memilih salah, dan kitapun sering demikian, kita cenderung mengikuti apa yang dapat ditangkap mata kepala kita, padahal itu sangat bertentangan dengan mata rohani. Dan itu jugalah yang terjadi pada Manasye, sekitar 6 kesalahan yang dapat disebut di atas telah menyebabkan TUHAN memilih cara lain… yaitu PENDERITAAN.
TUHAN dengan hikmadNYA berkuasa menggerakkan penguasa di muka bumi ini untuk menjalankan rancanganNYA. IA menggerakkan Raja Asyur, untuk membuat kehancuran di Yehuda, sebab Yehuda telah memilih KUTUK, maka oleh pilihan itu mereka menuai PENDERITAAN.
Raja Manasye ditangkap dan diangkut ke Babel, ia terbuang dan terasing. Seorang yang memerintah sebagai raja dan terbiasa dengan kemewahan sekarang telah menjadi tawanan, tahanan dan budak. Bagi seoarang raja itu adalah penderitaan yang amat sangat. Seorang pejabat kaya yang korupsi kata pejabat anu di Indonesia sangat adil jika hanya ditahan 1 atau 2 tahun saja, bandingkan dengan maling ayam yang bisa divonis 5 atau 6 tahun penjara.
Raja Manasye menderita, dan di dalam penderitaannya tangan TUHAN bekerja, ia bertobat, ia melihat dengan mata hatinya, ROH TUHAN menyentuh rohnya dia. Bukan TUHAN memang kalau tidak mampu merekakan segala kejahatan yang kita pilih menjadi berjalan ke arah rancangan awalNYA DIA, yaitu rancangan damai sejahtera. IA sanggup menjangkau segala pilihan kita dan Nama YANG IA tunjukkan lagi adalah bahwa IA tidak memandang didalam keadaan apa kita, jika IA memandang kejahatan Raja Manasye maka IA tidak akan menghiraukan dia, tetapi TUHAN memiliki rancangan, dan rancangan itu harus terjadi, akan terjadi, maka IA dengan NamaNYA sanggup dan berkuasa menangani segala apa yang kita pilih. Pemrograman terkadang di-nested dengan error-error trap, supaya jika ada error maka eksekusi akan menjalankan logik yang lain, tetapi cara TUHAN lebih jauh lagi, IA mengijinkan error itu, menanganinya, dan mengubahkannya menjadi baharu.
Dan berhasil Raja Manasye bertobat,… bicara bertobat berarti TUHAN melupakan keadaan kita sebenarnya, IA memberikan apa yang ada padaNYA kepada kita yang tidak memiliki itu sebelumnya, dan dengan demikian ketika kita melihat pemberian TUHAN itu, yaitu ROHNYA, maka kita bisa melihat kemuliaan TUHAN.
Ketika TUHAN menyembuhkan si buta itu, maka ia bisa melihat kuasa kemuliaan KRISTUS, itulah pemberian Kristus kepada si buta, dan bukan hanya itu IA bahkan memberikan penghapusan dosa.

Jika ada yang merasa menderita secara nyata, maka bukalah mata hati, dan terima ROH KUDUS, ROH Yang sanggup melihat kemuliaan TUHAN.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Tetapi Yesus berkata bahwa penderitaan tidak melulu sebagai hukuman, tetapi juga sebagai cara untuk menunjukkan kemulianNYA. Oleh penderitaan yang dilihat dengan hati, mata hati, maka akan berjalan di jalan yang disebut pertobatan, oleh pertobatan kita bisa melihat kuat

    .
    .

    Saya jadi ingat lae akan kenikmatan memakan ikan Bandeng Presto. Ikan tsb sangat lezat dan enak. Hanya sayang krn ikan tsb memiliki duri dan tulang pd seluruh dagingnya maka memakannyapun jadi sangat sulit dan terganggu. Tetapi ada suatu oven yg di buat oleh org Jepang dimana sistem kerjanya adalah bekerja dgn sistem tekanan (presure) tertentu. Pada suhu dan tekanan yg telah ditentukan maka seluruh tulang dan duri di dalam daging ikan bandeng itu telah menjadi lunak tanpa menghancurkan daging ikan tsb. Hasilnya semua daging ikan tsb dapat kita makan tanpa takut kena duri. Demikianlah juga kehidupan kita yg telah ditentukan Allah bg kita. Jujur lae.., kita semua memiliki duri dan tulang yg sangat mengganggu pandangan Allah kita itu. Tetapi DIA telah meletakkan kita pd suatu oven yg akan menghancurkan tulang dan duri dalam diri kita tanpa menghancurkan kehidupan kita sendiri. Dia telah mengetahui akan batas dan daya tahan kita dalam menghadapin segala penderitaan yg sangat menyakitkan hati ini. Tetapi Dia adalah Allah yg mengetahui bhw itu semua Dia perbuat utk kebaikan kita sendiri sebagaimana apa yg Dia kehendakin dalam hubungan antara Bapa dan Anak.

    Salam kasih ma laeku …

    • @lae sihotang

      mancai mantap do kesaksian ni lae bah, mangona di roha…

      mauliate lae bah…

      horasma


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: