Apa yang dapat dilihat sering menipu

September 15, 2010 pukul 8:25 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: , , , ,

Pada jaman raja-raja banyak nabi di Israel. Jika kita ingat Elia, maka kita akan mengingat ratusan nabi yang diselamatkan TUHAN dari Izebel. Jika kita ingat Elisa maka kita akan ingat ada beberapa nabi yang dididik langsung oleh dia,… dari ratusan nabi itu hanya beberapa nabi yang tampil namanya di Alkitab, dan sering tidak mencolok. Ada nabi yang bahkan namanya dan apa yang ia pesankan kepada kita tidak dapat kita telusuri.
Nabi-nabi ini menjadi tolak ukur dari setiap kebenaran yang diucapkan, sebab jika satu bersaksi tentang firman TUHAN maka nabi-nabi yang lain akan mengaminkan, sebab asalnya sama, dari TUHAN. Jika ada satu yang melenceng maka yang lain akan meredam dan mengingatkan, jika ada satu nubuatan maka yang lain bisa sebagai tempat untuk meng-crosscheck. Jika kita ingat perihal pertobatan Paulus, maka bukan dia saja yang dapat ditanya tentang kebenaran itu ada saksi-saksi yang mampu melihat di dalam roh, Ananias contohnya, ia telah dipesankan oleh ROH Yang sama yang datang kepada Paulus tentang segala perkara yang menimpa Paulus. Jika masih ingin dipuaskan kehausan informasinya maka kita akan teringat akan rasul-rasul, Yohanes, Petrus, Yakobus, d.l.l, mereka meski banyak tetapi memberitakan dan saling menguatkan akan Wahyu dari TUHAN Yang Esa, Yang Tunggal, Yang Satu.

Mari melihat peristiwa 2 nabi berikut, sekali lagi nama mereka ini bahkan tidak diberitahu oleh TUHAN kepada kita.
Israel telah terpecah menjadi dua bagian, Israel Utara atau Israel saja, dan Israel Selatan atau Yehuda, atau Yudea. Pada saat perpecahan itu Yerobeam anak Nebat (salah seorang pekerja Raja Salomo) menjadi raja atas Israel sementara Yudea dipimpin oleh Raja Rehabeam.
Raja Yerobeam jelas bukan keturunan raja, tetapi itu semua telah dinubuatkan melalui Salomo, sebab Salomo telah berbuat jahat di mata TUHAN dengan menyembah dewa-dewa kesia-siaan. Sementara orang Israel terpisah secara pemerintahan secara tradisi jelas tidak, terbukti mereka masih sering melakukan ritual kepercayaan mereka, tentu pusatnya harus ke Yerusalem, dan Yerusalem adalah ibu kota Yudea. Raja Yerobeam-pun takut kalau-kalau rakyatnya akan tergoda sehingga meninggalkan Israel dan bergabung dengan Yudea. Ia lalu mendirikan bait-bait dewa untuk disembah dan berkata: “Inilah TUHAN yang mengeluarkan leluhur kita dari Mesir”. Jahat sekali, TUHAN disamakan dengan lembu emas buatannya. Salah satu lembu emas buatannya itu ditempatkan di Bethel. Ingat Bethel artinya adalah Beth – EL, Bait ALLAH, atau RUMAH TUHAN.

Yerusalem


Bethel berjarak sekitar 25 km dari Bethlehem (Rumah Roti), dan sekitar 17 km ke Yerusalem.

Untuk memperingatkan Raja yang sesat dan jahat inilah seorang nabi diutus TUHAN.
Nabi ini memberikan 3 hal, bukti ia diutus TUHAN, nubuat dari TUHAN dan integritas seorang nabi.
Bukti bahwa ia diutus TUHAN dijelaskan melalui runtuhnya bait dewa yang di Bethel itu, pada saat itu juga. Bahkan tangan Yerobeam yang mau mencelakai dia langsung kejang dan mengeras pada saat nabi ini mengucapkan keruntuhan mezbah dewa itu.
Nubuat yang ia ucapkan adalah bahwa akan bangkit seorang raja dari Yehuda, namanya sangat jelas disebut, Yosia namanya, dan ia akan melakukan hal yang amat sangat mengerikan kepada para pengikut dewa-dewa, roh-roh jahat, dan setan-setan, baik yang sudah mati, yang tinggal tulang dan bahkan yang masih hidup (nubuat ini sendiri tergenapi ketika Israel sudah diangkut dan diluluhlantahkan oleh kerajaan Asyur).
Sementara integritasnya sebagai seorang yang diutus TUHAN, nabi, adalah, salah satunya, ia tidak akan memakan makanan di daerah kerajaan Yerobeam. Ketika tangan Yerobeam mengeras ia memohon doa melalui nabi ini kepada TUHAN supaya tangannya itu sembuh. TUHAN mengabulkan doa nabi ini. Sehingga Yerobeam mengajaknya ke istananya dan berjanji akan memberikan hadiah. Perhatikan kata nabi ini:
Tetapi abdi Allah itu berkata kepada raja: “Sekalipun setengah dari istanamu kauberikan kepadaku, aku tidak mau singgah kepadamu; juga aku tidak mau makan roti atau minum air di tempat ini. Sebab beginilah diperintahkan kepadaku atas firman TUHAN: Jangan makan roti atau minum air dan jangan kembali melalui jalan yang telah kautempuh itu.”
(1 Raja-raja 13:8-9)

Ingat kata dia itu, firman TUHAN: Jangan makan roti atau minum air dan jangan kembali melalui jalan yang telah kautempuh itu.
Raja Yerobeam sanggup ia tolak, integritas yang hebat. Tetapi perhatikan jika seorang yang seprofesi dengan dia berusaha “menguji” integritasnya.
Yah segera setelah kejadian itu tentu berita-berita akan menyebar cepat, sampai seorang nabi tua mendengar perihal itu dari anaknya. Nabi tua inipun bergegas mengejar si nabi tadi. Ia berhasil menemuinya.
Dan apa yang terjadi? setelah mereka bertemu maka dialog-dialog yang panjang terjadi dan si nabi tua berusaha meyakinkan si nabi ini. Si nabi tua berkata:
Lalu jawabnya kepadanya: “Akupun seorang nabi juga seperti engkau, dan atas perintah TUHAN seorang malaikat telah berkata kepadaku: Bawa dia pulang bersama-sama engkau ke rumahmu, supaya ia makan roti dan minum air.” Tetapi ia berbohong kepadanya.
(1 Raja-raja 13:18)

… apa yang ia lihat, apa yang ia dengar… mulai menggoyahkan dia, terlebih dengan pengakuan bahwa ia juga adalah seorang nabi,… dan ada pula kata beliau ini, atas perintah TUHAN seorang malaikat telah berkata kepadaku

Sampai di sini kita akan teringat akan peringatan keras oleh Perjanjian Baru mengenai “injil lain”, bahwa meskipun ada malaikat dari sorga yang memberitakan suatu injil selain daripada Injil Kasih Kristus, maka terkutuklah ia (baca Galatia 1)…karena pasti itu adalah berita bohong…

Yah si nabi ini telah mengikuti apa yang ia lihat, ia mengikuti si nabi tua lalu makan bersama dia. Pada akhirnya ia dihukum oleh TUHAN, ia mati mengenaskan, diterkam singa di tengah jalan. Ia tidak taat kepada TUHAN, ia lebih taat kepada apa yang dilihat, didengar dan dipikirkan kemudian.

Jelas kejadian-kejadian nyata seperti ini tidak selalu terjadi untuk dapat kita lihat secara fisik, tetapi kejadian-kejadian ini akan sering kita alami secara rohaniah, dan semoga ketika kita tidak dihukum secara langsung baik secara fisik atau roh kita dapat memandang itu sebagai pengampunan dari TUHAN.

Iklan

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Apa yg dapat kita simpulkan posting lae adalah spy kita dapat belajar mendengar Firman Tuhan dan menaatinnya . Karena dari mendengar dan menaatinnya maka itulah ritual ibadah tersempurna yg memberi keselamatan di dunia sekarang dan di dunia yg akan datang …

    Salam kasih ma laeku

    • @lae sihotang

      tepat lae… belajar lebih dekat kepada TUHAN…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: