Contoh Pemimpin

September 8, 2010 pukul 2:16 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Tokoh-tokoh di Alkitab sering disebutkan namanya. Dan harus kita akui tokoh-tokoh tersebut amat sangat berhubungan dengan di dalam keadaan apa dia hidup. Nabal sudah kita sebut, artinya bodoh, dan dia memang bodoh, lemah. Abigail sebagai cerdas. Dan lain sebagainya, dan tentu Nama Yang paling mulia adalah YESUS, diambil dari nama YEHOSHUA (bentuk panjangnya), atau YESHUA (bentuk pendeknya)… artinya sederhananya adalah TUHAN adalah Penyelamat.

Sekarang kita akan melihat nama Nehemiah dan bagaimana Nehemia hidup.
Nehemia hidup di dalam pembuangan.
Ketika bangsanya Yehuda sudah diangkut oleh penjajah, jauh ke negeri seberang, hampir berjarak 1500 km, ada penghiburan bahwa mereka bisa kembali ke kampung halamannya. Waktu itu orang masih berjalan kaki, maka ketika bangsanya kembali dari daerah pembuangan itu mereka menempuhnya selama 5 bulan (lihat kitab Ezra).
Saya pernah berjalan sejauh hampir 60 km non stop, itu sangat melelahkan, sebulan badan pegal, lelah. Bahkan ada teman-teman saya yang mabok, bayangkan itu, berjalan kaki saja bisa muntah-muntah.
Bukan hanya disitu saja, setelah mereka dipulangkan, bahkan penjajah itu memberikan perintah untuk membangun kembali Bait Suci yang telah diluluhlantakkan oleh Babel, di bawah tangan Nebukadnezar.
Bait Suci adalah simbol kehadiran Nama TUHAN atas Israel, atas Yehuda, atas Yudea, atas Yahudi.
Bahkan ada satu lagi, raja penjajah itu, yaitu raja yang mengalahkan kerajaan Babel, Persia, sangat mengerti akan ALLAH Israel. Sungguh penghiburan yang indah.
Dan bahkan pada masa-masa itu biarpun bangsanya dipembuangan mereka sering menjadi anak-anak kesayangan pemerintah,… bandingkan dengan Daniel cs, Ratu Ester, d.l.l

Dan itulah nama Nehemiah, artinya dia yang dihibur TUHAN, atau bisa juga dia yang mendapat penghiburan dari TUHAN, atau bisa juga dia yang dibuat senang oleh TUHAN. Pada jaman dialah segala penghiburan di atas terjadi atas Yehuda, pada saat itu orang-orang sudah menyebut mereka sebagai Yahudi.

Nehemia adalah seorang dari suku Yehuda. Ia seoarang yang sangat dekat dengan pemerintahan di ibukota penjajah, di Susan, ibu kota Persia. Ketika Yahudi disuruh pulang ke Yerusalem, maka Nehemialah yang ditugaskan sebagai “mandor” di daerah itu, dia diangkat sebagai Gubernur atas Yudea. Dan raja Persia waktu itu telah digerakkan oleh TUHAN untuk membangun Bait Suci, terlebih kepada Nehemia TUHAN telah memberi nubuat yang harus segera dilakukan, penglihatan yang harus digenapi, yaitu membangun kembali Bait Allah.

Pada masa pembangunan itulah Nehemia memimpin pemerintahan Yudea. Ia bahkan memimpin pembangunan itu atas kuasa penuh dari raja Persia.
Sebagai pemimpin ia memiliki diplomasi yang hebat atas semua atasannya.
Sebagai pemimpin ia didengar oleh kolega-koleganya.
Sebagai pemerintah ia bisa menjadi panutan bagi rakyatnya.
Sebagai pemimpin ia berpegang kepada doa dan permohonan kepada TUHAN menyangkut musuh-musuhnya.
Dan sebagai pemimpin ia memiliki iman yang bekerja di dalam hidupnya.

Oleh iman inilah ia mempunyai kekuatan-kekuatan, mempunyai kesanggupan untuk membuahkan beberapa buah kehidupannya yang dapat dicontoh oleh setiap pemimpin:

1. Ketika ada peluang “pemberian” dari atasannya, ia berdoa, memohon petunjuk kepada Allahnya,
(Nehemia 2:4-5 [IBIS])
Raja bertanya, “Jadi, apa yang kauinginkan?” Dalam hati aku berdoa kepada Allah penguasa di surga,
lalu aku berkata kepada raja, “Kalau Baginda berkenan dan mau mengabulkan permintaan hamba, utuslah hamba ke tanah Yehuda untuk membangun kembali kota tempat kuburan nenek moyang hamba.”

2. Ketika usaha dia untuk membangun Bait Suci dihalangi musuhnya, apa yang ia lakukan? ia berdoa, menyerahkan segala perkara keadilan kepada TUHANnya, Hakim semesta alam.
(Nehemia 4:3-4 [IBIS])
Lalu Tobia yang berdiri di sampingnya berkata juga, “Lihat tembok yang mereka bangun! Anjing hutan pun bisa merobohkannya!”. Maka berdoalah aku, “Ya Allah, dengarlah bagaimana kami dihina! Timpakanlah penghinaan itu ke atas kepala mereka sendiri. Biarlah segala milik mereka dirampok dan mereka sendiri diangkut sebagai tawanan ke negeri asing.

dan…
(Nehemia 4:9 [IBIS])
Karena itu kami berdoa kepada Allah kami dan menjaga kota itu siang dan malam.

3. Ia bekerja siang dan malam, ia berani bekerja seperti itu karena ia mempunya program kerja yang jelas. Schedule yang jelas. Dan visioner.

Bekerja keras,
(Nehemia 4:23 [IBIS])
Aku sendiri, rekan-rekanku, anak buahku dan pengawal-pengawalku selalu berpakaian kerja, baik siang maupun malam. Kami terus-menerus dalam keadaan siap siaga, dengan senjata di tangan.

Schedule jelas,
(Nehemia 2:6 [IBIS])
Lalu raja yang sedang duduk didampingi Sri Ratu, mengabulkan permohonanku. Ia bertanya berapa lama aku akan tinggal di sana dan kapan kembali, maka kuberitahukan kepadanya tanggal yang telah kutentukan.

Pekerjaannya jelas, demi rakyat, karena TUHANnya,
(Nehemia 2:5 [IBIS])
lalu aku berkata kepada raja, “Kalau Baginda berkenan dan mau mengabulkan permintaan hamba, utuslah hamba ke tanah Yehuda untuk membangun kembali kota tempat kuburan nenek moyang hamba.

Visioner dan tahu duduk perkara,
(Nehemia 2:7 [IBIS])
Kemudian aku minta surat untuk para gubernur di provinsi Efrat Barat, supaya mereka memudahkan perjalananku sampai ke Yehuda.

kutipan ini sedikit menjelaskan bagaimana menyiapkan segala sesuatunya, artinya memang dia sangat mengerti masalah dan bagaimana menuju penyelesaian masalah…

4. Ketika rakyatnya menderita dan sengsara, ia tidak mau menerima “gajinya”, bahkan menggunakan harta miliknya demi kemajuan rakyatnya.
(Nehemia 5:10 [IBIS])
Aku sendiri, saudara-saudaraku dan rekan-rekanku telah meminjamkan uang dan gandum kepada rakyat. Kami tidak akan memintanya kembali.

(Nehemia 5:14 [IBIS])
Aku sudah menjadi gubernur Yehuda dua belas tahun lamanya, yaitu mulai dari tahun kedua puluh sampai tahun ketiga puluh dua pemerintahan Raja Artahsasta. Selama waktu itu aku dan saudara-saudaraku tidak pernah mengambil tunjanganku sebagai gubernur.

(Nehemia 5:16 [IBIS])
Segala tenagaku kucurahkan kepada pembangunan tembok dan aku tidak mendapat tanah sedikit pun sebagai imbalan, walaupun semua pembantuku ikut bekerja pada pembangunan itu.

5. Ia disegani dan dipahami oleh sesamanya
(Nehemia 5:7 [IBIS])
…. Lalu kutegur para pemuka dan pemimpin rakyat. Kataku, “Kamu menindas saudara-saudaramu sendiri!” Kemudian aku mengadakan rapat umum untuk menangani masalah itu,

(Nehemia 5:12 [IBIS])
Para pemimpin itu menjawab, “Nasihat itu akan kami turuti. Kami akan mengembalikan semua dan tidak akan menuntut pembayaran apa-apa dari mereka.” Lalu kupanggil para imam dan kusuruh pemimpin-pemimpin tadi bersumpah di depan imam-imam itu, bahwa apa yang telah mereka ucapkan itu, betul-betul akan mereka laksanakan.

6. Ia memiliki solusi
(Nehemia 5:9 [IBIS])
Lalu kataku lagi, “Perbuatanmu itu tidak baik! Seharusnya kamu hidup dengan rasa takut kepada Allah. Dengan demikian musuh kita yang tidak bertuhan itu tidak kamu beri kesempatan untuk menghina kita.

Ayat ini solusi terhadap masalah rakyat Yehuda yang sedang membangun Bait Suci, tetapi rakyat tidak cukup tenaga dan moral untuk melanjutkannya.

Dan sebuah kutipan yang hebat..

(Nehemia 5:15 [IBIS])
Gubernur-gubernur sebelum aku, telah menjadi beban bagi rakyat sebab mereka menuntut 40 uang perak sehari untuk makanan dan anggur. Bahkan, pegawai-pegawai mereka juga menindas rakyat. Tetapi aku tidak mau berbuat begitu karena aku takut kepada Allah.

dan yang menjadi nomor 7
7. Ia tampil beda karena ia takut kepada ALLAH.

Di dalam konteks judul artike ini “Contoh Pemimpin”, itulah yang bisa saya sajikan.
Nehemia setelah tugasnya selesai ia kembali ke Persia, dan tidak ada lagi berita yang dapat kita tahu setelah itu. Tetapi melalui “dia yang mendapat penghiburan dari TUHAN”, Nehemia, Bait Suci dapat berdiri kembali, di bangun di atas iman yang kuat untuk dapat menjadi penghiburan bagi umat ALLAH yang mau berbakti kepada Allah di Yerusalem.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: