Dimana hatimu?

September 6, 2010 pukul 7:59 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: ,

(1Tawarikh 29:7-8 [IBIS])
Lalu mereka pun memberikan yang berikut ini untuk pembangunan Rumah TUHAN itu: emas 170 ton lebih, perak 340 ton lebih, perunggu hampir 620 ton, dan besi 3.400 ton lebih.
Orang-orang yang memiliki batu-batu permata menyerahkannya kepada Yehiel untuk dimasukkan ke dalam kas Rumah TUHAN. (Yehiel adalah seorang Lewi dari kaum Gerson.)

Sebelum Raja Salomo memulai pembangunan Bait Suci, atau disebut juga Rumah Tuhan, ternyata bapaknya, Raja Daud, sudah terlebih dahulu mengumpulkan segala sesuatu yang diperlukan untuk pembangunan itu.
Salah satu dari sekian potret yang ditekankan oleh Kitab Suci adalah peristiwa sumbangan sukarela para punggawa-punggawa Raja Daud.
Perhatikan jumlah emas di atas, 170 ton emas, bicara uang Indonesia masa kini, dimana per gram emas kita katakan saja tiga ratus ribu rupiah maka, dari emas ini para punggawa menyumbangkan emas senilai R.p. 51.000.000.000.000.000,00 …. WHAT? ya memang segitulah harga emas yang disumbangkan dalam konversi masa kini. Jumlah yang wah.

Itu baru para punggawanya, yang katakanlah berjumlah satu juta orang (inipun jumlah yang terlalu banyak, bisa jadi hanya berkisar puluhan ribu orang saja), maka perorang menyumbangkan emas seharga 51 milyard rupiah, itu baru emas, belum benda-benda logam lainnya.

Ada tiga point yang dapat kita lihat di sini:
PERTAMA
Kanaan memang tanah yang disebut TUHAN sebagai tanah yang melimpah susu dan madu, sebagai gambaran akan daerah yang begitu menjanjikan. Ingat harta yang disebut di atas adalah sebagian dari harta rampasan dari penduduk lokal, dari daerah-daerah Kanaan, penduduk sebelum Israel menempati wilayah itu, sebab ribuan tahun sebelumnya Abraham telah diberi janji untuk menempati tanah itu.
Bicara bangsa Kanaan, maka kita akan melompat jauh ke jaman Nuh, dimana pada suatu masa leluhur Kanaan tidak menggunakan hati nuraninya dikala Nuh “tergelepar” mabuk, leluhur Kanaan kala itu malah mempermainkan Nuh, sehingga ia dikutuk. Leluhur kanaan adalah bangsa yang dikutuk menjadi budak bagi leluhur Shem. Dan jalan hidup yang dilakukanpun memang menjadi didalam keadaan yang amat sangat menyedihkan, dan sangat terbukti sekali bahwa kutuk itu bukan main-main diberikan, sebab TUHAN bisa melihat jauh ke depan. Keadaan hari leluhur orang Kanaan, telah membawa kutuk kepadanya, dan kutuk itu terus mengalir sampai generasi-generasi berikutnya. Walau ada beberapa yang bertobat, tetapi keadaan hati mereka lebih ke tiadaan nurani. Leluhur Kanaan mewariskan sampai seribu tahun kedepan, sampai mereka bertemu kembali dengan generasi Abraham, Israel. Dan semua sudah didalam keadaan terlambat, hukuman sudah datang, mengetok di ambang pintu. Tanah yang subur ini telah ribuan tahun ditempati oleh orang-orang yang bahkan rela mengorbankan anaknya sendiri, anak bayi, dibakar, “disembeleh” demi persembahan kepada dewa-dewa, kepada allah-allah yang diharapkan dapat memelihara kesejateraan, dapat memberikan kelimpahan. Dan ingat bukan perkara allah-allah itu tidak dapat memberi kelimpahan, di dalam keadaan pikiran relijius, siapa saja dapat melakukan sesuatu dengan sedikit setting bahwa allahnyalah yang melalukan, meski pada hakekatnya tidak, bahwa nyatanya memang tanah itu telah diberkati jauh sebelum segala manusia serakah itu hidup di sana. Dagon, Molokh, Baal, Asytoret, adalah sekian dari dewa-dewa perkasa yang disembah oleh orang lokal, orang Kanaan, yang dipercaya dapat memelihara hidup. Dewa-dewa inipulalah dipukul kalah, sampai bertelut lutut oleh Tangan TUHAN Yang Perkasa.
Hati orang Kanaan yang melekat kepada apa yang dilihat mata malah telah membutakan mereka kepada pengenalan akan TUHAN alam semesta. Penduduk Kanaan yang relijius, tetapi menolak TUHAN, pada akhirnya harus dirampas dari apa yang ia miliki, karena ia mendapatkannya dengan penyembahan kepada dewa-dewa kesia-siaan.

KEDUA.
(1 Tawarik 29:12 [IBIS])
Semua kekayaan dan kemakmuran berasal daripada-Mu; segala sesuatu Engkau kuasai dengan kekuatan dan kedaulatan-Mu; Engkau berkuasa membuat siapa saja menjadi orang besar dan kuat.

TUHAN memiliki segala sesuatu, dan tidak ada bentuk apapun yang dapat kita jumlahkah kepada MILIK TUHAN sehingga itu disebut bertambah. Pemberian apa yang layak diberikan kepada orang yang sangat kaya?, dan TUHAN memiliki segala sesuatu, sehingga tidak ada suatu benda berhargamanapun yang bisa mengakumulasi kekayaan TUHAN, tidak ada. Lalu kenapa kita memberikan persembahan? Kenapa punggawa-punggawa itu rela menyumbangkan emas seharga 51 Milyard?,….Karena TUHAN menyelidiki hati. IA melihat didalam keadaan terikat kemana hati itu. Jika harta yan dipercayakan kepada kita telah membutakan, telah mengikat, telah meracuni, maka hubungan dengan TUHAN lambat laun akan kabur dan membawa kutuk, membawa kebinasaan.
Si Budak yang dibentuk ratusan tahun itu sekarang telah memiliki harga yang melimpah, jika mengingat keadilan penderitaannya maka suatu kepatutan baginya untuk menahan hartanya itu, rasionalisasi yang melihat TUHAN secara kabur terkadang akan berkata: “Harta ini adalah pemberian TUHAN, dan TUHAN sudah melihat penderitaan kami selama 40 tahunan di gurun, bahkan 400 tahun diperbudakan, maka TUHAN telah melimpahkan harta ini sebagai ganti penderitaan ini”….logika-logika yang pada hakekatnya masih fana, masih bergantung kepada harta itu, logika yang ditimbulkan oleh nafsu. Dan kita melihat logika itu tidak didapati di dalam hati para punggawa-punggawa Daud. Mereka mengerti kedaulatan TUHAN. Kita juga adalah punggawa-punggawa Iman, jadi mari berjuang mengejar pengenalan akan kedaulatan TUHAN.

KETIGA.
Antara orang Kanaan dan orang Israel jika ditilik dari pemberian kepada sesembahannya masing-masing bisa dikatakan sama tarafnya. Bahkan orang Kanaan bisa disebut lebih gila, bayangkan anak mereka sendiri, bayi-bayi mereka sendiri sangat direlakan dibunuh (dibakar), demi menyenangkan hati allah-allahnya. Jika orang mengerti emas perak tidaklah ada apa-apanya dibanding kepemilikan atas anak bukan? Orang Kanaan itu jauh lebih mengikuti allahnya, …. lalu apa yang membedakan?, yang membedakan adalah bukan didalam keadaan mana hati seseorang tunduk, bukan perkara peraturan mana seseorang “terpenjara”, bukan perkara di dalam keadaan mana seseorang berbakti dan beribadah, bukan perkara pikiran siapa lebih luas, bukan semua perkara apa yang kita miliki dan berikan/sumbangkan, bukan prosesi, dan bukan semua yang fana itu, tetapi perkara siapa yang dikenal oleh TUHAN, siapa yang dipilih oleh TUHAN, perkara TUHAN membela siapa… perkara TUHAN memilih siapa, perkara siapa yang mengenal TUHAN, SATU-SATUNYA dan TIDAK ADA tuhan lain lebih selain daripada ALLAH yang memilih Israel menjadi umatNYA, perkara TUHAN YANG BENAR… EL SHADDAY…dan akhirnya adalah perkara TUHAN yang kita sembah itu apakah di dalam ROH DAN KEBENARAN?

Jadi sekarang dimana hati kita?
Rasa-rasanya telah mengenal TUHAN? atau sebenarnya TUHAN telah berbicara kepada kita?
Sepertinya, logis seh TUHAN begini atau di dalam iman kita berkata: “TUHAN aku semakin mengerti” ?
Jadi sekarang dimana hati kita?

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Untuk semua teman : Mohon Maaf Lahir dan Batin ya ….

  2. Yup… sama-sama,

    Mohon maaf lahir batin, and …..
    be success for everyone ………..

    Salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: