Nabal, si Bodoh

September 2, 2010 pukul 8:16 am | Ditulis dalam Apologet, Saya melihat | 36 Komentar
Tag: ,

Nabal diperlihatkan kepada kita oleh TUHAN di dalam Alkitab sebagai perlambang sebuah pelajaran atas kebodohan.

Nabal sendiri artinya adalah bodoh (Kamus Smith), dan menurut kamus ISBE diartikan lemah. Secara rohani orang yang tergantung kepada segala jasmaniahnya disebut orang lemah.

Nabal adalah orang yang kaya raya, pada masa itu kekayaan seseorang ditakar dari ternak yang dia miliki. Tiga ribu ekor domba dan seribu ekor kambing, sebagai ukuran kekayaan Nabal, dimana untuk ukuran orang Indonesia saja itu sudah kaya raya di jaman sekarang. Contohlah kita ambil rata-rata dari semua ternak itu, 4000 totalnya, dengan harga perekor Rp 400.000,00 maka si Nabal ini memiliki aset, hanya ternak, sebesar Rp 1.6 Milyar. Sangat terbayang berapa luas ladang rumput terhempas bagi makanan ternak buat dia, sangat luas. Si Nabal adalah orang yang sangat kaya.

Nabal seorang pengusaha di daerah Maon (sekarang disebut Main), hanya berjarak sekitar 8 km dari Hebron ke arah tenggaranya. Ia adalah keturunan dari Kaleb, Kaleb adalah salah satu mata-mata Israel di jaman Yosua.

Dan pada masa itu orang-orang Filistin sering menggangu orang Ibrani, orang Israel, sering ada perampok-perampok dari orang-orang Arab. Untuk memberi gambaran bagaimana kondisi perampok, kita bisa melihat berita-berita sekarang ini, betapa sering terjadi perampokan, bank di rampok, toko emas dirampok, bahkan mini market dirampok, …. spion modil saja disikat…dan itu adalah horor bagi pengusaha, horor bagi orang yang berada…
Di dalam keadaan begitu, Daud, atau David, telah sering melakukan perlawanan-perlawanan kepada orang-orang Filistin atau Amalek, atau apapun itu yang mengganggu Israel. Di dalam hal ini ia telah tidak secara tidak langsung turut memberi kedamaian kepada jalannya usaha Nabal.

Tibalah acara pengguntingan bulu domba, suatu kebiasaan yang diperlihara oleh orang Ibrani sejak dahulu, bahwa pada masa itu orang kaya harus “memberkati” orang tidak berada. Terlebih orang kaya harus bersyukur atas segala harta yang ia miliki, sebab TUHAN telah menolong dan memberi.
Nabal memiliki istri bernama Abigail, dalam bahasa Ibrani bisa diartikan dia adalah seorang yang memiliki visi yang brilian, KJV sendiri menerjemahkannya sebagai seorang yang memiliki pengertian yang baik, NIV menerjemahkan intelijensia yang baik dan terjemahan lain sebagai cerdas. Abigail cantik dan memiliki mata rohani yang tajam, kira-kira begitu bahasa saya.
Nah, jika ternyata Nabal memiliki mata hati seperti istrinya, Abigail, maka bukan perkara membagi hartanya yang menjadikan datangnya berkat dari TUHAN dan yang memberi kelimpahan harta kepada dia, tetapi perkara melakukan pembagian harga itu karena ia sewajarnya mencintai TUHAN, dimana TUHAN selalu mencintai manusia. Jadi mata rohaniah berkata: “Bagikan karena kasih yang dari TUHAN”, sementara mata jasmaniah berkata: “Bagikan supaya TUHAN membalaskan perbuatan baik saya yang kemudian adil bagi TUHAN untuk memberkati saya lebih besar lagi”…. dua hal yang jauh berbeda, sorgawi dan duniawi. Pengikut Kristus dan bukan bengikut Kristus. Kebenaran dan pembenaran semata.

Nabal tidak memiliki itu semua, sama sepeti namanya, ia tidak memiliki mata rohani yang baik, itulah dasar disebut namanya si bodoh alias si lemah.
Daud mengirim utusan kepada Nabal supaya ia berkenan memberi bantuan kepada DAUD, sebagaimana lajimnya adat istiadat pada hari raya, hari menggunting bulu domba. Ingat pada masa itu siapa yang tidak mengenal DAUD, ia telah mengalahkan Goliat, ia bahkan adalah suami dari anak perempuan Raja Saul, ia sudah sering memenangkan perang melawan Filistin maupun para perampok-perampok, bahkan secara khusus DAUD sudah mengamankan usahanya Nabal…
tetapi apa kata Nabal?, yaitu,

Tetapi Nabal menjawab anak buah Daud itu, katanya: “Siapakah Daud? Siapakah anak Isai itu? Pada waktu sekarang ini ada banyak hamba-hamba yang lari dari tuannya. Masakan aku mengambil rotiku, air minumku dan hewan bantaian yang kubantai bagi orang-orang pengguntingku untuk memberikannya kepada orang-orang yang aku tidak tahu dari mana mereka datang?”
(1Samuel 25:10-11)

Ia sangat sombong, keras kepala…pertama ia telah menghina DAUD, yang masih satu suku dengan dia, masih keturunan YEHUDA, kedua ia telah menghina DAUD dengan mengakatan tidak setia kepada Raja Saul.
Di dalam kesombongannya ternyata ia suka juga berpesta pora, sampai mabuk-mabukan.
Dan ketika pesta karena hasil ternaknya melimpah selesai, istrinya, pada pagi hari memberitakan kepada Nabal perihal siapa DAUD…. tiba-tiba dia kejang-kejang,… membatu… dan beberapa hari kemudian TUHAN mencabut nyawanya.

Pesan buat kita?… buka mata rohani, itu akan membuat Anda perkasa di bumi…karena oleh mata rohani kita bisa melihat ROH ALLAH Yang berkenan melahirkan roh yang baharu kepada kita semua yang percaya kepada DIA. Berita Gembira, Injil yang sangat mulia bahwa TUHAN berkenan melahirkan roh bagi kita, kita adalah anak-anak ALLAH, karena ROH melahirkan roh…dan kita memiliki roh yang disapa TUHAN.

Iklan

36 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ Parhobas

    Di sinilah kita terkadang tidak sadar ya lae ..
    Bahwa Allah berkuasa atas segala hidup manusia. Di suatu waktu Dia membuat Firaun menjadi contoh manusia yg sombong dan sengaja dikeraskan Allah untk menunjukkan Allah yg akan menumpas kesombongan manusia itu.
    Di lain waktu Dia membuat Nebukadnezar seorang Raja terbesar saat itu dgn meninggikan hatinya dan merendahkannya spt ternak di padang gurun.
    Di lain waktu Dia membuat si bebal Nabal itu mengeraskan hatinya utk kemudian di bunuh Allah krn menghina hambaNYa Daud.

    Karena itulah kita tetap mengucap syukur kpd Allah yg memilih kita menjadi anak-anakNya bukan krn kebaikan dan usaha kita tetapi krn kasih karuniaNya saja .

    Salam kasih ma laeku …

    • @lae Sihotang

      Amin lae…
      semoga mata rohani kita semakin jelas dan semakin jelas melihat kasih kemurahan TUHAN

  2. @Om Parhobass
    Tetapi Nabal menjawab anak buah Daud itu, katanya: “Siapakah Daud? Siapakah anak Isai itu? Pada waktu sekarang ini ada banyak hamba-hamba yang lari dari tuannya. Masakan aku mengambil rotiku, air minumku dan hewan bantaian yang kubantai bagi orang-orang pengguntingku untuk memberikannya kepada orang-orang yang aku tidak tahu dari mana mereka datang?”
    (1Samuel 25:10-11)
    :
    :
    :
    Nice post!! inspiring…
    Pesan lainnya mungkin, ……..kenalilah dirimu, sesamamu, bangsamu, tanah airmu, karunia Tuhanmu dan juga Tuhanmu……

    Sayangnya, manusia nampaknya lebih cenderung menggali (mengenali) hanya “kelebihan” dirinya dan berbagai “kekurangan” diluar dirinya a.l. kekurangan sesamanya, bangsanya, tanah airnya, karunia Tuhannya, bahkan tanpa disadari juga …..Tuhannya.

    Salam

  3. Si Nabal ini, pasti yakin bhw dirinya tidak bodoh, bahkan sangat cerdas, atau mungkin jenius…….
    Nampaknya, indikator paling mendasar dari kebodohan total adalah……. merasa diri tahu! sebaliknya indikator cerdas adalah….tahu diri!

    Salam

    • @fanya

      perbandingan antara bodoh dan cerdas itu secara tersirat dijelaskan diayat kutipan (jika dibaca lengkap perihal Nabal dan istrinya Abigail)…
      Nabal dan Abigail secara bahasa Ibrani adalah Bodoh vs cerdas..
      sedangkan secara perlakuan adalah tidak menerima ROH ALLAH vs mengenal ROH ALLAH…

      jika Nabal mengenal ROH ALLAH maka ia pasti tahu bahwa Daud sudah dipilih TUHAN, bandingkan dengan Abigail istrinya yang sudah mengenal bahkan berani mengajukan damai dengan DAUD…

      salam

  4. @RAS : Di lain waktu Dia membuat si bebal Nabal itu mengeraskan hatinya utk kemudian di bunuh Allah krn menghina hambaNYa Daud.

    ==> Yang kamu omongkan ini soal Predestinasi atau Kehendak Bebas ? ^_^

    • @lovepassword

      TUHAN tidak menghendaki Anda “menderita” di api kekal,…
      tetapi jangan salahkah TUHAN jika hatimu selalu cenderung berseberangan dengan TUHAN…

      di dalam keadaan cenderung berseberangan itu yang nyatanya bisa juga berhasil, bisa membuat kamu mengambil kesimpulan-kesimpulan,… kesuksesan mu itu bisa mengeraskan hatimu dan membuat engkau jauh dari TUHAN…

      Jadi predestinasinya adalah… ANDA DICIPTAKAN untuk BAIK dan bersekutu dengan TUHAN…
      tetapi jangan pergunakan KEHENDAK yang ada padamu untuk memupuk hatimu menjadi sedemikian keras…

      salam

  5. sebagai calon pendeta kamu kan kayaknya seneng betul sama apologetika. Saya kan tidak ngomongin soal saya. Tetapi ngomongin soal si Nabal.

    Apakah memang menurutmu Allah mengeraskan hati si Nabal , untuk dibunuh Allah sendiri ?

    Apakah memang ada menerutmu semenjak awal manusia yang diciptakan untuk jadi penghuni neraka, untuk jadi tokoh antagonis, dsb ? Gimana menurutmu ?

    Atau seperti biasanya kamu sekedar ngomong Ya Ya Ya, karena melihat siapa yang sedang berbicara? Karena yang ngomong RAS, maka YA Ya Ya, tetapi ketika yang ngomong aku Tidak Tidak Tidak…
    Sekedar taklid buta melihat siapa yang sedang bicara…

    Apa Kamu sudah berubah pikiran sekarang, Par ?

    Saya bukan SBY yang senengnya curhat soal diri sendiri, saya menanggapi artikelmu dan jawaban RAS soal si Nabal itu. ^_^

    SALAM Par

    • @lovepassword

      untuk menjawab predestinasi dan free will saya langsung bertanya pada dirimu sendiri saja, perhatikan paragraf berikut,

      SATU.
      TUHAN menghendaki semua ciptaanNYA damai sejahtera, IMANUEL..

      KONDISI,
      coba Anda tanya pada dirimu sendiri, kenapa Anda susah percaya kepada YESUS?,
      apakah YESUS membuat Anda begitu atau Anda lebih cenderung memercayai logikamu sendiri?
      keadaan hatimu sampai ajalmupun YESUS sudah tahu, makanya ketika kamu diajak menerima YESUS itu sudah tidak bisa, dan bukan perkara terjadi dalam satu dua tida detik atau satu dua tiga tahun, tetapi ada hal-hal yang membuat Anda susah menerima YESUS,… dan hal-hal yang belum kamu lihat itu sudah lebih dulu dilihat oleh TUHAN, maka keadaan seperti itu dikatakanlah “TUHAN MENGERASKAN hatimu”, dan hukuman untuk itu sudah ada, yaitu mati kekal…
      makanya perlu bersyukur untuk melihat maksud TUHAN dari segala keberhasilan kita, jangan sampai kayak Firaun karena berhasil dalam hidupnya akhirnya sombong dan mengkalim sebagai allah…
      pertanyaan, TUHAN kan bisa mengubah hati seseorang dengan hanya berfirman?, jawabnya, TUHAN tidak menciptakan robot, tetapi manusia dengan potensi tertinggi akan kasih di dalam kemampuan untuk memilih…

      NABAL,
      TUHAN di dalam iman orang Israel masa itu akan memberi kekayaan dan kuasa jika dekat dengan TUHAN,
      tetapi NABAL nanyatanya kaya raya dan sukses tanpa mengenal TUHAN,.. keadaan hati ini berlangsung lama, keberhasilan2nya dia itu dijadikan pembenaran bahwa TUHAN itu tidak ada… itulah yang berlangsung terus, dan sampai keadaan yang tidak dapat Nabal lihatpun TUHAN sudah tahu, maka disebutlah kalimatnya TUHAN mengeraskan hati NABAL…
      dan ketidakpengenalan Nabal ini digunakan ALLAH untuk kemuliaan Daud, karena memang meski kita bebas memilih jalan hidup kita, TUHAN dapat menggunakan itu demi orang pilihanNYA, karena IA MAHA KUASA…

      jadi coba tanya dirimu sendiri
      TUHAN yang menjadikan Anda tidak mengerti tentang YESUS
      atau
      Anda sendiri yang susah menerima kenyataan bahwa YESUS mengasihi Anda?

      sekarang pilih mana, Anda diberi TUHAN untuk memilih bukan?
      pilihan sudah ada, tetapi pilihan mana yang cenderung Anda lakukan?
      kekita pilihan2 yang salah menumpuk maka Anda akan buta, lalu menolak TUHAN…

      sekali lagi
      jadi coba tanya dirimu sendiri
      TUHAN yang menjadikan Anda tidak mengerti tentang YESUS
      atau
      Anda sendiri yang susah menerima kenyataan bahwa YESUS mengasihi Anda?
      \
      salam

  6. Jadi dalam bahasa yang lebih langsung, tidak mbulet berputar-putar ala diplomat, tegas, jelas dan tidak terkesan mengalihkan persoalan : Bagaimana semestinya Kamu mengartikan kalimat : Tuhan mengeraskan hati Nabal ?

    SALAM

    • @lovepassword

      cara paling ampuh sudah saya kasih ke Anda,
      selidiki hati Anda…
      dengan cara mendalami dua term ini
      1. TUHAN memiliki rancangan damai sejahtera
      2. Tanyakan kepada diri Anda sendiri, kenapa susah menerima YESUS..

      selamat merenung dan menyelidiki hatimu, jika ANda dapat menjawab, maka ANda dapat dengan mudah mengetahui kenapa TUHAN mengeraskan hati Nabal…

      salam

  7. Oke deh..Hak seseorang untuk menjawab atau tidak menjawab.

    SALAM

    • @lovepassword

      saya sudah jawab di atas.. ada proses panjang, dan TUHAN bisa melihat jauh ke depan,… tetapikan Anda susah mengambil point itu dari kalimat2 saya… entah kenapa…

      so tanyalah dirimu sendiri…
      dan Anda juga berhak menolak YESUS, sama seperti NABAL menolak TUHAN…
      kalau Anda tidak berani bertanya, itu namanya pengecut, orang lemah…

      salam

  8. Menurutmu saya harus bertanya soal apa lagi dan bagaimana cara saya harus bertanya kepadamu ?

    Kalo pertanyaan saya memang masih kurang, dikau memang begitu merindukan pertanyaan2ku, nggak usah pake pengecut juga aku tetap senang ngobrol denganmu ^_^

    SALAM

    • @lovepassword

      coba Anda bertanya pada dirimu sendiri, karena ini menyangkut dirimu sendiri bukan diri saya..

      pertanyaannya adalah..
      “Kenapa Anda susah menerima YESUS”…
      kalau sudah terjawab maka Anda akan dapat mengerti kenapa Nabal dikeraskan hatinya oleh TUHAN…

      salam

  9. lho pertanyaannya jangan kamu putar putar lagi ke yang lain . “Mengapa Anda susah menerima jawaban saya ?” Lha itu baru pertanyaan yang adil satu lawan satu ^_^

    Jawabannya : Ya karena menurutku kamu tidak menjawab secara tegas dan jelas. Setiap ada pertanyaan rada sulit sedikit, kamu mengalihkannya ke hal-hal lain.Tidak menjawab pertanyaan itu sendiri secara langsung, tegas, dan jelas. Saya rasa itu bukan cara menjawab yang baik, bukan teknik apologetika yang bisa rada mengesankan ^_^… Karena kamu selalu mengalihkan pertanyaan yang sifatnya sebenarnya universal dan layak kamu jawab, menjadi seakan masalah pribadi saya.

    SALAM

    • @lovepassword

      menurutmu ajah itu sulit…
      sudah saya sebut di atas jawabannya,…
      dan sudah saya singkat dijawaban berikutnya…

      tetapi jawaban itu akan semakin klob dan benar jika Anda mengujinya pada diri Anda sendiri…

      jadi… “kenapa Anda susah menerima YESUS?”…

      kalau ANda susah menjawabnya, maka jawabannya sama seperti jawaban ke Nabal di atas…
      yaitu, ada proses panjang kenapa bisa demikian, dan TUHAN bisa melihat jauh ke depan atas segala hidupmu, dan dikatakan TUHAN telah mengeraskan hatimu wahai lovepassword…

      berani ngga membuktikan saya salah?
      tetapi untuk membuktikan saya salah, Anda harus menerima YESUS, kan gitu…

      salam

  10. He he he…Itulah makanya saya katakan kamu lebih jenius daripada Marti Natalegawa…^_^

    SALAM Par

    • @lovepassword

      bukan masalah jenius atau tidak
      tetapi masalah .. hati

      sekiranya setiap orang mau menyelidiki hatinya masing-masing
      tentu pertanyaan2 itu akan mudah dijawab sendiri…

      masalahnya berani apa tidak?
      bukan jenius apa tidak…

      • kalo segalanya bisa selesai dengan bertanya kepada diri sendiri, lalu apa gunanya ada buku agama, apa gunanya ada pendeta, tokoh-tokoh agama segala macam ? Tentu saja tidak bisa diartikan sedemikian sederhana.
        Konsep manisnya emang gitu, tetapi Yang terjadi adalah ribuan aliran kan ? Semua orang merasa punya hati merasa hatinya memberitahunya soal kebenaran tetapi endingnya bertolak belakang malahan. itulah makanya ada saran jangan mendirikan pondasi di atas pinggir laut yang berpasir. ^_^

        SALAM

      • @lovepassword

        kalau anda bisa bertanya pada diri sendiri dengan TUHAN kan ngga berguna lagi yang lain2,
        tetapi selalu ada yang tidak bs bertemu dengan TUHAN langsung, ada yang dengan membaca tanpa bertemu langsung bisa percaya, ada yang dengan cara melihat orang lain bisa percaya…
        banyak cara,…

        tetapi ada yang merasa alias rasa-rasanya saja,…semua diijinkan,… masalahnya Anda dimana? melihat contoh yang benar apa yang salah? Anda terbentur dengan perbedaan atau melihahat gambaran yang besarnya?

        semua semua masalah di hati, membaca sebanyakpun, mengetahui sebanyakpun kalau hatinya tidak berubah kan sama saja…

        jadi cek hatimu,… hanya itu saya kira..

        salam

  11. Orang ini gaya bicaranya seperti Parhobas: http://perhatikanlah.wordpress.com/2010/08/24/19-dalam-al-quran/#comment-263

    • @Anak Adam

      bisa jadi sama di dalam roh…
      karena Anda bisa jadi telah sering memerhatikan Roh,,,

      hati2lah, kalau Anda ternyata menolak ROH, Anda bisa terkutuk dan dikeraskan hatinya…

      salam

      • Oww,,, berarti roh seneng mengutuk dan mengeraskan hati,,, hehehe

      • @herwitz

        1. roh apa ROH maksud Anda?
        2. Jika Anda hanya bisa melihat apa yang sanggup dilihat mata kepala Anda, dan karena TUHAN bisa melihat jauh ke depan atas segala hidupmu, maka ROH bisa mengeraskan hati Anda sekarang…
        3. Selidikilah roh Anda sendiri, apa memang sudah dikeraskan atau belum…(caranya adalah bertanya kepada diri Anda kenapa susah menerima YESUS?, kalau memang tidak bisa menerima berarti hati Anda sudah dikeraskan)..

        salam

      • Jika anda hanya bisa melihat dgn mata fisik anda, dan karena “Anjing Super Cerdas” (katanya) bisa melihat jauh ke depan, maka roh bisa mengeraskan hati anda sekarang,,, Bisa dikatakan, keberadaan “Anjing Super Cerdas” secara tidak langsung menyebabkan hatiku bisa dikeraskan,,, Bagaimana caranya agar hatiku tidak dapat dikeraskan??? Bunuhlah “Anjing Super Cerdas” itu… ^_^

        Kalau anda tidak bisa menerima keberadaan “Anjing Super Cerdas”, berarti hati anda juga sudah dikeraskan… hehehe,,, Ternyata hati kita sama-sama dikeraskan…
        Tos dulu… PLOK…!!! ^^

      • @herwitz

        dua kalimat kita bisa sama
        tetapi satu konteks rohaniah satu lagi konteks jasmaniah

        mari menyelidiki hati masing-masing saja bro…
        kalau ternyata Anda sudah tahu hati Anda dikeraskan, Anda semestinya sadar betul akibat dari perbuatan yang sudah tahu salah tetapi secara sadar dilakukan…

        salam

  12. Saya tidak tau apakah diskusi panjang diatas bermanfaat bagi masing-masing, atau orang lain.
    Kalau dirasakan tak ada gunanya, kenapa harus diteruskan bertanya dan menjawab.

  13. @ Togar Silaban

    Saya juga tidak mengerti mengapa lae berpikiran begitu ? Yang saya tahu hanya org sakit yg membutuhkan TABIB. Selagi ada waktu mari kita saling memberitahu penuh kasih ttg kebenaran itu. Kita tidak tahu apakah di antara yg datang berkunjung ke blog ini telah ditentukan Tuhan untuk bertanya ttg KEBENARAN itu. Salam kasih

  14. Maaf nih agak OOT.

    Semuanya berangkat dari titik dan basis yang berbeda, ya mana pernah ketemu. Yang Kristen dasarnya ini, yang Islam dasarnya itu, yang ateis dasarnya inu, ya nggak ketemulah. Ibaratnya orang mengerjakan persoalan aritmatika yang satu pakai basis desimal, yang satu pakai basis heksadesimal, yang satu pakai basis oktal, dsb., ya pasti nggak akan pernah ketemu.

    Tapi ya nggak apa2, diskusi semacam ini bisa saja menjadi perdebatan yang sehat, as long as it does not turn out a slanging match.

    • @Yari NK

      itulah salah satu guna blog ini mas, menginformasikan basis/dasar ALKITAB,
      biar orang bisa tahu basis pemikiran ALLAH di dalam ALKITAB… sehingga orang lain melandaskan basisnya/posisinya di titik lain mengerti dan paham…
      sekiranya mengerti dan paham tidak ada alasan untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan paling tidak moral yang tertanam pada diri masing-masing…

      tetapi basis-basis yang Anda sebut itu bukan lagi dipandang sebagai basis-basis yang berwarna dan sebagainya, di dalam TUHAN hanya ada BENAR dan SALAH…HITAM dan PUTIH… YA dan TIDAK
      itupun akan susah diterima bagi pemikiran yang abu-abu… tetapi di atas segalanya ada PILIHAN yang harus dilakukan…
      informasi yang kita terima hanya memberikan kita dua jalan (seperti yang dijelaskan lae Sihotang di atas), dua jalan yang membawa kita kepada HIDUP atau MATI…

      jika dipandang dari HIDUP dan MATI, semua akan jelas, jadi perbedaan yang mas sebut itu masih pada turunan kesekian dari pilihan MATI dan HIDUP… pondasinya harus dtetapkan kepada kedua point ini…

      salam

      • @Parhobas yang keren : Darimana kamu tahu Tuhan cuma tahu Hitam dan Putih, lalu yang menciptakan merah hijau kuning biru meletus balon hijau dor , siapa dong ?

        Salam Par….Nice to meet yu lg deh…

      • @lovepassword

        baca alinea pertama dari koment sebelumnya

      • komenmu padaku atau komenmu pada yang lain ?

        Nopo Niki Par : dua kalimat kita bisa sama
        tetapi satu konteks rohaniah satu lagi konteks jasmaniah ?

      • @lovepassword

        kalimat endi sing podo ?

    • @Yari NK : Memahami itu bagaimanapun lebih baik daripada tidak memahami. Meskipun memahami tidak selalu identik dengan setuju.

      Tetapi kalo tidak paham lebih kacau lagi. Kayaknya gitu sih…
      Diskusi Internet itu bagus , meskipun memang juga semrawut, sok heroik dsb. Tetapi lama2 sok heroik kan melelahkan..hi hi hi…Jadi yah …masing2 pihak yang sering diskusi lama2 jadi kalem kalem sendiri. : Tidak gumunan, galak ya galak tetapi ya mulai bosen kalo galak galak… Menurutku gitu sih.

      Jadi yah berantem di internet itu juga masih bagus…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: