Barukh

Agustus 31, 2010 pukul 8:16 am | Ditulis dalam Apologet | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

Di dalam Alkitab ada paling tidak orang bernama Barukh.
Barukh anak Neria, Barukh anak Labai dan Barukh anak Kolhoze.
Barukh artinya diberkati, terberkati. Dalam bahasa modern sekarang jelas seikat dengan kata “barakh”.

Barukh yang sedang kita bahas adalah Barukh anak Neria. Neria adalah anak Mahseya. Yang jika demikian menjadi saudara kandung dari Seraya. Seraya adalah seorang petinggi kerajaan, ia adalah seorang kepala perlengkapan, kepala pasukan pengawal. Seraya bisa diartikan “Tentara Tuhan”, atau “ADONAI hath prevailed”…
Seraya terbuang ke Babilonia bersama Raja Zedekiah. Ia benar-benar seorang pegawai yang setia kepada rajanya bahkan sampai mati, dibantai oleh perintah Nebukadnezar. Sementara Barukh saudaranya terbuang ke Mesir, bersama Yeremia, seorang yang setia juga kepada pelayanannya. Kematiannya dan selanjutnya kehidupannya setelah terbuang ke Mesir tidak diketahui dengan jelas.

Barukh bisa dikatakan sebagai sekretaris Yeremia. Barukh menjadi perantara, menjadi jiwa dari segala Firman yang disampaikan oleh TUHAN kepada Yehuda oleh perantaraan Nabi Yeremia.
Kerajaan Yehuda pada saat itu sudah amat sangat bobrok, sekitar tahun 630SM. Yeremia menjadi Nabi pada 3 era kerajaan Yehuda. Dan hampir semua raja itu gagal di mata TUHAN, melenceng jauh dari garis Raja Daud, sangat berdosa sekali, rohnya telah kalah oleh dagingnya. Oleh melencengnya Yehuda itu, TUHAN peringatkan akan konsekuensi dari melabrak janji dengan TUHAN. Hukuman akan sedang terjadi, melalui tulisan Barukh yang diucapkan oleh TUHAN kepada Yeremia, dikumandangkanlah Firman TUHAN, nubuat tentang kejatuhan Yehuda oleh Babel, dan nubuat tentang penangkapan warga dan raja, dibuang ke Babel. Yeremia menubuatkan supaya setiap warga tidak melakukan perlawanan, sebaiknya menyerahkan diri saja kepada Nebukadnezar, sebab Tangan TUHAN sedang teracung kepada segala kejahatan Yehuda.
Tetapi kekerasan hati lebih dominan, pilihan manusia lebih ke logis yang badaniah, melihat yang fana, menimbang hal-hal yang terlihat saja,…. maka tidak dapat dipikirkan oleh orang yang mengaku mengenal TUHAN, sebab orang Yehuda akhirnya melawan TUHAN, mereka banyak yang dibantai, tetapi tidak semua, sebab ada sisa-sisa, yang menyerah pada akhirnya selamat sampai di Babel, sedang sisa yang lain, yang tidak berdaya dibiarkan hidup apa adanya di reruntuhan Yehuda.
Barukh oleh karena Yeremia, oleh karena pertolongan TUHAN mendapat hak untuk menentukan pilihan, mau ikut ke Babel atau tinggal di Yehuda. Mereka memilih untuk tetap tingga di Yehuda.

Barukh mengajari kita tentang hal kesetian. Biar segala hal terjadi, apa yang kita lihat menghimpit kita, tetapi jika roh kita kuat dan begitu kokoh di dalam pengenalan akan ALLAH, akan kehendak ALLAH yang menyertai, maka segala hal yang terlihat dan tidak terpikirkan oleh manusia tidak akan sanggup mengubahkan karakter dan pendirian kita. Biarlah kesetiaan kita hanya kepada DIA Yang Setia, bukan seperti Seraya, saudara Barukh, yang mati oleh kesetiaan yang salah. Kesetian mereka sama, tetapi pondasinya yang berbeda, jika kita tahu sesuatu sudah salah, sudah kacau, sudah penuh kegelapan, maka jangan tambatkan kesetian kepada itu semua, berarti tubuh Anda telah tergoda kepopuleran jika mengikutinya…segera tangkap maksud TUHAN.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: