Loh Hatimu

Agustus 30, 2010 pukul 7:49 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

“Dosa Yehuda telah tertulis dengan pena besi, yang matanya dari intan, terukir pada loh hati mereka dan pada tanduk-tanduk mezbah mereka sebagai peringatan terhadap mereka! –Mezbah-mezbah mereka dan tiang-tiang berhala mereka memang ada di samping pohon yang rimbun di atas bukit yang tinggi, yakni pegunungan di padang. –Harta kekayaanmu dan segala barang perbendaharaanmu akan Kuberikan dirampas sebagai ganjaran atas dosamu di segenap daerahmu. Engkau terpaksa lepas tangan dari milik pusakamu yang telah Kuberikan kepadamu, dan Aku akan membuat engkau menjadi budak musuhmu di negeri yang tidak kaukenal, sebab dalam murka-Ku api telah mencetus yang akan menyala untuk selama-lamanya.” Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
(Jeremia 17:1-5)

Musa, diberikan ALLAH 2 loh batu untuk diukirkan dengan jari tangan TUHAN sendiri, perihal Taurat.
Sekarang dengarkanlah kalimat TUHAN di atas yang diberikan kepada Yeremia, bahwa dosa Yehuda telah terukir di loh hati orang Yehuda, bahkan tertulis dengan pena besi. Ini menggambarkan tentang hati, karakter, jiwa yang sudah tidak bisa mempertimbangkan, bahkan tidak ada kuasa untuk membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Semuanya sudah kejahatan semata. TUHAN mengutuk Yehuda, dihukum sampai terbuang ke negeri yang sangat jauh, Babel (sekitar daerah Iraq sekarang).

Di dalam keadaan ini kita bisa melihat bagaimana karakter pengendara sepeda motor di Jakarta masa kini. Motor akan berkendara di sembarang trotoar yang seharusnya dipergunakan oleh pedestrian. Bunyi klakson akan meraung-raung sebagai sarana untuk mengungkapkan hati yang kesal dan amarah yang meluap karena jalan kendaraannya dihalangi oleh pengendara yang lain. Dan semua berkendara dengan semrawut. Yang menjadi masalah adalah semua itu seolah sudah menjadi karakter yang menjadi kebenaran, bahwa pengendara motor sudah layak dan tepat berjalan di trotoar karena jalan utamanya sudah sesak. Seorang polisi sudah selayaknya menerima suapan dua puluh ribu, atau sepuluh ribu karena gajinya tidak mencukupi kebutuhan sehari-harinya yang setiap hari melambung tinggi… dan seterusnya dan seoarang pemimpin layak korupsi dan menjadi kebenaran karena alasan-alasan yang dibenarkan…. inilah yang disebut kejahatan, dosa, yang sudah terukir dengan pena besi di loh hatinya… sudah menjadi karakter… dan sadar atau tidak Indonesia sudah menuju kebinasaan, jika terus memupuk kebenaran-kebenaran yang demikian ini.

Indonesia, bagaimana kedua loh hatimu?

Karakter dibentuk oleh roh dan tubuh kita. Roh yang dari TUHAN kiranya memampukan kita membentuk kepribadian yang berkemenangan, tetapi jika tubuh, yang badaniah ini telah kuat dan keras merongrong, maka jangan salah kalau sampai kita lebih tepat mengandalkan apa yang manusia inginkan. Siapa banyak itu menang, kata demokrasi, atau mungkin vox populi vox dei, tetapi jika keinginan manusia yang ternyata mayoritas?, jika karakter atau loh hatinya terukir dengan dosa?,… itulah jalan KUTUK mengalir ke pribadi, organisasi, negara…. dan siap-siaplah, itu sedang akan pasti ada…Jika kita menyadarinya, yaitu ketika kita menyaradi kekuatan roh kita, maka disebutlah itu pertobatan, mengingat peristiwa pertobatan massal, kita teringat Niniwe, atau peristiwa kotbah rasul Petrus, dan peristiwa ini dapat mengalirkan damai sejahtera, mengalirkan rancangan TUHAN terdahulu, yang kekal, selamanya…

Loh hatimu, jagalah itu!, sebab itulah pusaka setiap manusia yang telah TUHAN berikan RohNya, sebagai kekuatan untuk mematahkan segala keinginan daging dan yang menyertainya…

Shalom alenu.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: