Dua pahala yang berlawanan

Agustus 25, 2010 pukul 8:28 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag:

Hanya sederhana saja, begini…
awalnya kita buat dari satu konteks,
a1. Dua orang, A dan B, membayar tiket Kereta Listrik dari stasiun X menuju Y.
a2. Harga tiket A dan B sama.
b1. Pada saat Kereta datang, A dan B masuk.
b2. Kereta telah penuh sesak, A dan B tidak mendapat tempat duduk yang layak lagi.

Kita tidak usah terlalu jauh mendelami di dalam keadaan mana Kereta Listrik ini, kita menset saja bahwa pelayannya lumayan, cuman memang penumpangnya suka membludak.

Pahala A.
a. A sudah membayar tiket sebesar S
b. Orang lain juga membayar tiket sebesar S
c. Jika orang lain dan A membayar tiket yang sama, maka seharusnya pelayanan dan fasilitas yang didapatkan juga harus sama
d. Nyatanya A berdiri dari X sampai Y. A pegal dan penat, serta kesal
e. Jika menyangkut pahala, maka apa yang telah diberikan seharusnya didapatkan sebesar itu juga.
Pemikiran seperti ini hanya sebatas rambut untuk menuntut harga tiket yang seharusnya dibedakan antara penumpang kereta yang duduk dan penumpang yang berdiri, atau seterusnya dan selebihnya…yang ujungnya hanya melahirkan keadilan-keadilan oportunis, merusak sistem dan cenderung berujung kepada kekacauan, pertama dimulai dari diri sendiri dan seterusnya berakibat kepada lingkungan sekitarnya. Karena ada kencenderungan orang seperti A akan mengomel, menggerutu dan dengan omelan dan gerutunya itu bisa mendemoralized sekitarnya.

Pahala B.
a. B sudah membayar tiket sebesar S
b. Orang lain juga membayar tiket sebesar S
c. Jika orang lain dan B membayar tiket yang sama, maka seharusnya pelayanan dan fasilitas yang didapatkan juga harus sama
d. Nyatanya B berdiri dari X sampai Y. B pegal dan penat, serta kesal
e. Jika menyangkut pahala, maka apa yang telah diberikan seharusnya didapatkan sebesar itu juga tidak lagi dipikirkannya, melainkan melangkah jauh ke depan, melangkah dari keadaan yang tidak dapat B rubah itu ke bagaimana di dalam keadaan berdiri itu keadaan sekitarnya dapat berkendara dengan aman sampai tujuan Y, dan jika keadaan aman maka pahala yang didapat adalah sampai ditujuan dengan damai sejahtera meski fisiknya lelah.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: