DIA Baik

Agustus 24, 2010 pukul 10:11 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 5 Komentar
Tag: , , , ,

Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.” Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: “Ia menghujat Allah.” Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” –lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu–:”Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itupun bangun lalu pulang.
(Matius 9:2-7)

Ada beberapa point yang dapat diucapkan di sini (yang nyatanya mungkin lebih dari beberapa point di bawah ini),
1. seorang yang lumpuh.
2. Yesus menyelesaikan masalah.
3. Kesembuhan spiritual dan fisik.
4. Konsekuensi “Kehendak Bapa jadilah”.

Mari kita lihat satu persatu, secara menyeluruh tentunya..
Seorang yang lumpuh ini mewakili “penderitaan”. Kita tidak usah berteori panjang lebar tentang penderitaan dan kenyataan yang diakibatkannya, sekali kita membuka mata, penderitaan begitu menggerogoti hidup manusia. Penderitaan mengingatkan kita akan kebahagiaan yang dapat dihasilkannya, seperti emas dipeleburan tentunya, walau ada orang yang memandangnya secara terbalik, yaitu penderitaan ada karena hukuman Allah atas dosa-dosa, nyatanya dosa itu adalah penderitaan juga, jadi Allah tidak menjadi caused atau tidak menjadi reaktor atas dosa yang kita perbuat lalu melahirkan penderitaan. Karena penderitaan berdiri diambang pintu setiap hidup manusia, maka Yesus memberi contoh yang akurat bagaimana cara memenangkan penderitaan. Bukan memenangkan penderitaan dengan kepura-puraan atau dengan “cerita kepahlawanan serba bisa”, atau superhero-superhero dengan segala keahlian yang di luar kekuatan biasa, tetapi dengan cara memberi patokan bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya, atau melainkan mengajarkan bahwa kematian adalah awal dari memasuki kekekalan bersama ALLAH di sorga. Memang tidak semua mengalami kematian akibat penderitaan, sebab nyata ada juga oleh karena kemurahan TUHAN mendapat kesembuhan-kesembuhan, karunia-karunia, berkat-berkat, tetapi semisalpun TUHAN berkehendak lain, ingatlah Kristus, ANAK ALLAH bahkan mati, tetapi oleh kebangkitanNYA karena iman kita beroleh kebangkitan juga, oleh NamaNYA.

Jadi orang yang lumpuh ini sudah mengerti, bahwa YESUS sanggup dan berkuasa, ia memiliki iman, bahwa apa yang belum ia lihat akan ia dapatkan, dan… memang mendekatlah kepada YESUS, DIA yang baik, akan menyelesaikan masalahmu, penderitaanmu… itu sudah langkah yang tepat dari si lumpuh ini.

Terkadang memang keadaan fisik bisa membutakan. Orang bisa saja kelihatan dari luar di dalam keadaan sehat-sehat saja. Ia bisa tertawa dan ia bisa melakukan aktifitas yang membutuhkan raga yang bugar, sehat, atau katakanlah tidak di dalam keadaan sakit, tetapi rohaninya amburadul, jiwanya meraung. Rohnya menderita, sakit.
Si lumpuh di atas memiliki penyakit itu juga. Bukan fisiknya saja, tetapi berikut juga rohnya menderita. Mungkin saja beliau ini telah sekian lama lumpuh,…. dan kita bisa paham dari tindakan mengasihani diri sendiri. Jika oleh penderitaan mata kita fokus kepada diri sendiri, maka akibat yang lebih buruk akan terjadi. Ia terkadang menanti, dan ketika memuncak maka derita demi derita akan saling menopang di pundak kita. Kita kelelahan oleh pikiran kita sendiri, dan roh kita semakin lelah… Dan apa yang terjadi di dunia rohaniah akan nyata dari semua gerak gerik kita jika sudah menumpuk dan memberatkan.

Yesus berkata: “Dosamu sudah diampuni”.
Beruntung sekali kita diberi pengajaran yang kokoh ini. Bukan hanya si lumpuh yang mendengar, tetapi berikut juga ahli Taurat. Dan mereka tahu betul arti dari kata ini. “Dosamu sudah diampuni”. Dosa memang tidak terlihat, dan kita bisa beranggapan bahwa kata-kata itu hanya retorika, seperti yang biasa diucapkan oleh si mulut besar, tokoh-tokoh populer,… tetapi ini bukan kata yang bermanis mulut. Yesus sedang tidak di posisi mengejar popularitas. Sebab DIA tahu betul akibat dari perkataan itu, yaitu menghujat ALLAH. Sebab hanya ALLAH yang bisa menghapus dosa, nyatanya ahli Taurat tahu betul akan hal itu…dan menghujat ALLAH adalah “mati”. Mati, bagi orang popular adalah ujung dari segala sesuatu, maka jika ada kematian orang popular menjauh dari itu semua. Yesus menghujat atau DIA adalah ALLAH?, ahli taurat tahu betul, Kristen tahu betul topik ini, akibat “Dosamu sudah dihapuskan” kematian yang kehendak Bapa menjadi nyata, dosa dihapuskan didalam kebangkitanNYA.

Setelah Yesus menyelesaikan masalah si lumpuh dibagian rohaniahnya, lalu Yesus masih bertindak lebih jauh lagi, IA menyembuhkan apa yang bisa dilihat oleh orang. Fisiknya sembuh. Bagi manusia biasa kesembuhan fisik itu adalah tanda kuasa yang lebih wah, tetapi tidak bagi ahli Taurat. Dan juga tidak bagi kita yang mengenal arti terdalam dari penderitaan, dan tidak bagi Kristen. Kesembuhan spiritual yang pertama itulah yang utama dan terpenting. Yang fisik juga penting tetapi jangan sampai terpaku di sana.

Oleh kesembuhan itu, maka kita dapat mengerti bahwa penderitaan bukan oleh karena hukuman Allah atas dosa-dosa kita, tetapi supaya nyata akan kuasa dan kemuliaan ALLAH di bumi. Sebab DIA baik.

Kesembuhan rohaniah memampukan kita melihat dengan iman. Yaitu menyadari kata “Kehendak Bapa jadilah”, atau “Biarlah kehendaMU jadi”…seperti yang Yesus ucapkan di Getsemani.
Kata iman bisa menjelaskan banyak hal, tetapi iman Kristen adalah iman yang melandaskan kepada sesuatu yang tidak kelihatan oleh mata, tidak populer… sebab iman Kristen adalah bukan perkara kita mengejar ALLAH, tetapi perkata membiarkan ALLAH, Yang tidak terlihat itu mengejar kita. Itu pokok utamanya. Sama seperti si Lumpuh, membiarkan YESUS berkarya kepada kesembuhan dirinya sendiri…Dan oleh iman ini, maka kita mampu mendekat kepada DIA… oleh iman orang berani membawa si lumpuh ini mendekat kepada YESUS. Oleh iman kita mengerti, dan jangan dibalik karena kita mengerti kita memiliki iman, hanya menunggu waktu saja, oleh sedikit trigger penderitaan ia akan beralih dari Janji Setia kepada ALLAH. Peristiwa salib menjelaskan banyak hal di dalam keadaan “menjauh” dari Yesus akibat dari penyelesaiaan penderitaan yang tidak disetujui.

Iklan

5 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ Lae Parhobas

    DIA baik karena Dia adalah sumber kebaikan. Karena Allah itu adalah Kasih maka di dalam Dia tidak akan pernah ada ketidak baikan. Kristus berkata hanya ada satu-satunya yg disebut BAIK .., yaitu Bapa . Dari Bapa lah sumber yg mengilhami apapun setiap kebaikan yg diperbuat anak-anak Allah. Apa yg ditunjukkan Kristus dgn mati menebus dosa manusia itulah bukti otentik KEBAIKAN ALLAH Bapa bagi setiap manusia yg menerima kasih karunia Allah. Tetapi saya tidak habis pikir mengapa manusia lain sangat mengandalkan tenaga dan pikirannya dalam melakukan kebaikan semunya di hadapan Allah yg MAHA BAIK. ?

    • @lae Sihotang

      Tetapi saya tidak habis pikir mengapa manusia lain sangat mengandalkan tenaga dan pikirannya dalam melakukan kebaikan semunya di hadapan Allah yg MAHA BAIK. ?

      Adam dan Hawa dan segala ciptaan lainnya diciptakan sempurna dan baik.
      walau pada akhirnya “berani” melanggar Hukum Kasih Allah.
      Tetapi oleh karena “keberanian” itu kita dapat mengetahui bahwa meski manusia salah pilih TUHAN Yang adalah Maha Kuasa sanggup merekakan “kejahatan” manusia itu kepada kebaikan, sebab memang IA adalah BAIK.
      dan karena “kejahatan” lahir kemudian, maka kita tahu bahwa ketika ada pengajaran yang terbalik dari Ajaran Kristus kita sadar bahwa memang nubuat akan anti Kristus sudah nyata dan sudah akan sedang nyata sepanjang kehidupan ini…
      Semuanya itu dipersilahkan TUHAN terjadi di dunia ini supaya menunjukkan bahwa memang IA adalah KASIH Yang sesungguhnya, yang tidak memaksa dan tidak memihak. Dan pada akhirnya Allah Yang ADIL akan melihat keputusan-keputusan yang kita ambil sendiri di dalam NamaNya Hakim Yang Adil… Sebab TUHAN adalah Esa…

      Jadi kita yang dipilih oleh ROH ALLAH semakin mengerti dan semakin diberi pemahaman bahwa Firman ALLAH, ALKITAB, adalah benar dan semakin dinyatakan secara terbuka kepada kita…salah satunya adalah..”penyesatan akan selalu ada, bahkan yang percaya kepada TUHAN-pun akan ada yang murtad”…

      salam kasih lae,

      note:
      tadi malam saya nonton TVRI Nasional, ada lomba “Talenta Batak Nusantara”, juara satunya boru Sihotang, mantap kali nyanyibah…merinding mendengar suaranya…

  2. Boru Sihotang teman kita ini atau Boru Sihotang yang lain ?

    • ?????

      • Ada yang aneh ya dari pertanyaanku ? 😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: