Dari pakaiannya seh sepertinya orang kaya tuh

Agustus 13, 2010 pukul 9:33 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: , ,

Sering kita menilai dari cover, sering kita menghakimi di dalam hati, setelah melihat cara berpakaiannya, dan terkadang kita diajari begitu, bahwa kepribadian seseorang dilihat dari cara dia berpakaian.
Kita terpaku dengan mind set yang murahan, yang sesaat, yang tidak mendalami arti hidup sosial yang sehat. Bagaimana bisa sehat, jika kita berpikir bahwa kulit seseorang kasar, maka kita anggap dia tidak cocok berbicara dengan kita yang kulitnya halus,… padahal belum tentu kulitnya menjelaskan tentang keadaan hatinya, dan oleh klaim di pikiran itu akhirnya kita menghindar interaksi-interaksi lanjutan…, bagaimana begini menjadi disebut di dalam keadaan kasih?
Mungkin ini hanya contoh yang sederhana, tetapi jangan salah sangka keadaan ini juga mengalir di segala kehidupan bertuhan… begitu banyak orang cenderung melihat apa yang dapat dilihat.
Jika ada kayu bertentuk silang dipajang di ruang tengah, kita berkata, “wah orang ini pasti Kristen”.
Atau ada huruf-huruf dari timur tengah sana, kita berbisik di dalam hati, “Hebat, orang ini pasti saleh”…
Atau ini orang disunat lho, pasti orang taat beragama…. Eh dia itu sering ke gereja, beribadah, pasti hidupnya sejahtera… banyak sekali….
Kita ambil saja sunat. Topiknya kan hangat neh, dan sedap sekali diambil sebagai contoh bahasan.
Yang mind set melihat cover akan langsung terbang melesat menemukan Perjanjian Sunat di Alkitab,

Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.”
(Kejadian 17:10-14)

Sebelum ayat ini ada permulaannya, masih dari pasal yang sama dari Kejadian 17 di atas, yaitu:
– Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. (dari ayat 4)
– Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak (ayaht 6)
– banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja. (ayat 6)
– Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing (ayat 8 )
– Aku akan menjadi Allah mereka (ayat 8 )

Nah untuk mengingatkan semua perjanjian di atas, dibuatlah perjanjian sebagai tanda sebagai pengingat, yaitu perjanjian sunat, jadi kalau disunat maka ingatlah bahwa ada perjanjian utama yang menyertainya.
Jadi itu tidak terpisah, itu satu, bukan karena sunat maka menjadi bangsa yang besar, menjadi beranak cucu, menjadi bangsa-bangsa, menjadi dapat memanggil ALLAH Tuan,…tetapi karena janji-janji inilah maka diberi tanda sunat, perjanjian sunat.

Nah mind set bahwa apa yang terlihat, cover, di atas akan mengira, bahwa sunat lahiriah itulah yang bisa menjelaskan akan janji-janji lain. Dan dari apa yang dilihat, apa yang terlihat, apa yang gampang dilihat ini seorang bisa merasa mewarisi perjanjian-perjanjian sebelumnya, legalisasi terlahir. Terbalik dan sangat terbalik bukan, oleh perjanjian-perjanjian di atas itulah, oleh mengingat itulah maka lakukanlah sunatmu, tanda, bukti bahwa Anda telah mewarisi perjanjian itu. Oleh sunat lahiriah itu maka anugerah janji-janji sebelumnya otomatis datang?, TIDAK. Anugerah janji-janji itu ditandai dengan perjanjian sunat. TEPAT.

Tetapi di dalam keadaan mendapat perjanjian bukannya TUHAN tidak membuat hukum, IA membuat hukum supaya jika sekiranya ada yang tidak patuh kepada perjanjian itu maka sedemikian kutuk juga akan datang,…. Kita tahu keturunan Abraham sudah mewarisi itu semua, berkat dan kutuk mengalir kepada semua keturunan Abraham, berkat bagi mereka yang berpegang terus di dalam DIA, dan kutuk kepada yang melawanNYA… hancurnya Israel dari 12 suku menjadi tidak jelas pada suatu masa tertentu sudah menjelaskannya, dan kita harus selalu teringat istilah ini, “hanya dengan jumlah yang sedikit saja sisa dari Israel yang memegang perjanjian TUHAN sampai datang DIA yang datang di dalam Nama TUHAN, Mesias…”

Apa itu hukumNYA?,
“Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.” (dari pasal yang sama dari Kejadian 17, ayat 1 b)

Nah inilah landasan terdalam dari semua perjanjian di atas, hiduplah dengan tidak bercela di hadapan TUHAN, inilah sunat hati yang dimaksud, sunat yang melandaskan semua perjanjian TUHAN, sunat yang tidak dapat dipandang, sunat yang bukan cover, sunat rohaniah,…. Sunat yang ini yang tidak kelihatan ini memampukan kita melihat perjanjian-perjanjian setelahnya….

Jadi jangan dibalik, bereskan yang di dalam dulu, yang rohaniahnya dulu, terima ROH ALLAH, baru terlihat yang di luarnya, baru terangnya bercahaya,…

Perjanjian yang dilanggar oleh Israel itu disempurnakan dan diluruskan oleh Darah Kristus,… sehingga olehNYA kita dimampukan menerima ROH ALLAH, yang oleh ROH ALLAH kita mewarisi iman percaya, dan memasuki hukum tadi, yaitu hidup tidak bercela.

Oleh Darah Kristus yang dasyat itu, kita beroleh kemampuan untuk hidup tidak bercela, karena Kristus tidak bercela, memampukan kita melepaskan diri dari cara pandang yang melihat cover, yang menolak berinteraksi lanjutan, karena padaNYA ada kasih persaudaraan, dan kasih itu tidak memandang cover, ia menembus jauh ke dalam, berbicara rohaniah.

Bahkan akan semakin nyata bagi kita, bukanlah semua sanak saudara, anak-anak Abraham, hamba-hambanya di sunat?, ya semua disunat, bahkan Abraham pada masa tuanya disunat,… tetapi bukan di sunat itu, bukan yang terlihat itu janji itu diikatkan, sebab TUHAN berjanji juga-sebagai- mungkin yang terakhir, kepada Abraham dan Sara, seorang anak yang akan dilahirkan bagi mereka pada masa tuanya, yaitu bahwa Perjanjian itu akan diikatkan kepada anak itu…. Yang kemudian harus diberi nama Ishak,… dan setelah Ishak bukan kepada setiap anak Ishak, meski keduanya melakukan sunat, melainkan TUHAN memilih Yakub… dan seterusnya dan selanjutnya….

(Kejadian 17:21 [TB])
Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga.”

(Mazmur 135:4 [TS])
Mazmur 135:4 Ia memilih Yakub bagi diri-Nya, umat Israel dijadikan milik-Nya

Iklan

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. setuju amang. saya juga melihat bahwasanya ada yang lebih penting dari sekedar sunat, yaitu kondisi rohani seseorang di dalam. tentu tidak ada gunanya khan, bersunat secara fisik tetapi menentang Tuhan di kemudian hari.

    oiya tambahan, saya pernah dengar kalau sunat juga dilakukan oleh krn alasan tertentu, selain alasan agama. Dahulu di Timur tengah sangat sulit dijumpai air bersih, yang ada hanya pasir tandus. untuk menjaga kebersihan organ genital setelah berkemih, maka org timur tengah mengerat kulit khatannya alias sirkumsisi alias sunat. agar sisa2 urine tidak melekat di organ genital tsb.
    tapi sekarang khan, di negara kita tersedia air, jadi setelah berkemih bisa langsung dibasuh untuk menjaga kebersihan. sunat jika dilakukan tidak ada manfaatnya lagi bagi kesehatan.
    he he he
    😆

    • @amang Rodry

      info yang menarik


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: