Bukalah kacamatamu!!!

Agustus 6, 2010 pukul 12:18 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
(Mateus 1:1)

Ini bukan judul lagu sekitar tahun 80-an….
Kata “melihat dengan kacamata” sedikit menjelaskan tentang bagaimana cara pandang seseorang terhadap sesuatu hal.
Ketika banyak hal tidak dapat dijelaskan dengan gamblang, maka ada hal yang harus kita lakukan, yaitu membuka kacamata kita, merombak cara pandang kita. Jangan sampai segala sesuatu berujung kepada kebodohan hanya oleh ketidakmampuan kita membuka kacamata.

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
(Mateus 1:1)

Yesus Kristus,…Kristus, adalah Mesias, adalah Raja Penyelamat, adalah inkarnasi ALLAH,….
Dikatakan IA di dalam keadaanNYA sebagai manusia adalah anak Daud, anak Abraham, baca,

Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu., ……

Dan tidak berhenti di situ ayatnya, dan dilanjutkan lagi,…

… Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!
(Roma 9:5)

Kita memang tidak sanggup menjelaskan bagaimana ALLAH bisa melakukan itu, sebagai kita tidak sanggup menjelaskan segala sesuatu, tetapi TUHAN tidak mau menjelaskan segala sesuatu dengan bertele-tele, IA menjelaskan dengan perbuatan, GOD of acts,.. IA bekerja, kita menyelaminya, dan olehnya kita bisa hidup….
Nah ketidaksanggupan kita bukan menjadi palang pintu yang menutup rapat masuknya pewahyuan, TUHAN jelas berwahyu. IA adalah MAHA, dan kita tidak, sehingga apa yang harus dibukakan dari kita untuk dapat menerima Yang Maha ini…. Ya kita harus membuka kacamata kita, melihat apa yang terjadi, yaitu melihat KASIH TUHAN dan KEKUDUSAN TUHAN. Dengan melihat dari kaca mata KASIH dan dengan kaca mata KEKUDUSAN TUHAN-lah kita dapat mengerti bagaimana ALLAH mau dan rela dan bisa menjadi KRISTUS anak Daud, anak Abraham, menjadi manusia….
Sehingga tidak mubajir dan tidak salah bahwa YESUS berkata sembari mengulang hukum tertua di Eden dan setelahnya yaitu : “Hukum KASIH, kasihi TUHAN dan kasihi sesama”. Kasih itu paralel dengan relationship,… dan hubungan inilah yang dipatahkan, kasih inilah yang didobrak iblis di Eden, dan sayangnya manusia pertama, nenek moyang kita setuju dengan itu.
Patahnya hubungan itu sekaligus menempatkan kacamata yang tebal di mata rohani kita, kita menjadi bijaksana, bijaksana ala iblis tentunya, dan olehnya kita susah melepasnya, melepas kacamata yang bisa melihat jelas itu, jelas di dalam hal kekeliruan tentunya… nah kalau kita berani melepas kacamata ini, dan menerima kacamata Kebenaran di dalam ROH, maka kita akan diajar di dalam KASIH mula-mula, kasih terhadap TUHAN dan sesama…

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: