Kelihatannya doang bijaksana

Agustus 4, 2010 pukul 1:00 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat, Uncategorized | 3 Komentar
Tag: , , ,

Kolose 2:23
Memang kelihatannya hal itu bijaksana, dengan anjurannya supaya orang menyembah malaikat, merendahkan diri dan menyiksa diri; tetapi semuanya itu tidak berguna untuk mengendalikan nafsu manusia.

Hanya oleh hidup di dalam Kristus kita dapat mengalahkan nafsu, hidup di sini berarti teguh dan setia. Terkadang bukan perkara begitu menerima, maka langsung terhilang dari nafsu, langsung perkasa, langsung dan langsung yang lain… iman butuh pertumbuhan, dan tentu pertumbuhan yang sehat.

Tata cara, atau cara-cara tertentu tidak akan dapat mengendalikan nafsu, cara-cara tertentu itu seharusnya dilandasi kepada pengenalan akan Kristus. Seorang bisa merendah, tetapi hatinya kacaubalau, seseorang terkadang pergi bertapa ketempat-tempat sepi, tetapi setelah pulang dari situ ia menemukan dirinya masih kosong dan hampa, bahkan ada orang yang rajin ke Gereja, kebaktian, mendengar kotbah, tetapi setelah keluar dari pintu Gereja, dunia menjerat dia, masih terhilang juga… nafsu masih lebih wah, kenapa? Karena tidak ada ROH di dalamnya, atau ia memadamkan ROH yang bergerak di dalam rohnya dia….

Jadi jangan lupakan pondasinya, dan pondasi yang benar adalah KRISTUS.

Perhatikan contoh kebijaksanaan oleh hasil pikiran Petrus berikut.

Mat 16:21-22
Mulai dari saat itu, Yesus berkata terus terang kepada pengikut-pengikut-bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan mengalami banyak penderitaan dari pemimpin-pemimpin, imam-imam kepala dan guru-guru agama. Ia akan dibunuh, tetapi pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan kembali.
Lalu Petrus menarik Yesus ke samping dan menegur Dia, katanya, “Mudah-mudahan Allah menjauhkan hal itu, Tuhan! Jangan sampai hal itu terjadi pada Tuhan!”

Di dalam kutipan ini Yesus sedang menjelaskan tentang maksud dan keadaan apa yang harus dihadapi oleh Kritus, sebab TUHAN sedang akan menjalankan “SEJARAH” terhebat sepanjang jaman. Penebusan manusia oleh darah Kristus.
Tetapi Petrus berkata: “Jangan sampai terjadi semua rencana TUHAN itu”. Kira-kira begitu dengan bahasa tegasnya.
Yesus menjawab Petrus demikian, Mat 16:23 Yesus menoleh lalu berkata kepada Petrus, “Pergi dari sini, Penggoda! Engkau menghalang-halangi Aku. Pikiranmu itu pikiran manusia; bukan pikiran Allah!”

Coba perhatikan si Petrus ini, perhatikan omongannya dari segi orang yang tidak mengenal TUHAN. Petrus bijaksana bukan? Mulia sekali dia ini, kagum kita melihat murid yang tidak tega jika Gurunya mengalami penderitaan,….. sounds familiar?,…. Ya sangat banyak kita temukan yang begini ini….Terlihat bijaksana dengan segala pikiran yang keluar….

Pemikiran yang terlihat bijaksana itu semuanya hanya sia-sia jika kita tidak dapat melihat maksud TUHAN, tidak melihat hal-hal yang rohaniah.
Ketika Petrus berusaha mengucapkan berbagai pemikiran itu tentu itu landasannya terhadap kekuatan apa yang ia punyai, kesanggupan apa yang mereka miliki untuk melawan penderitaan-penderitaan, tetapi ketika ia tidak bisa melihat maksud TUHAN, maka hampa juga hasilnya… SEJARAH tidak akan mencatat jika kebjikasanaan Petrus dilaksanakan, bahkan Alkitab tidak akan tergenapi sekaligus….

Petrus ini menjadi contoh buat kita tentang arti belajar bertumbuh, biarpun terkadang kalah dan jatuh tetapi ia tetap memilih untuk bangkit. Dan kita akan selalu mengenang beliau ini sebagai pemenang, warrior, pejuang iman. Semua kekuatan dia tidak ia dapatkan dengan instan, dan juga tidak ia dapatkan dengan berpura-pura, dengan menyiksa dirinya, dengan bertapa, alias mengatakan dengan lembut: “semua adalah hampa”, kesannya dalam banget, tetapi dengan bergaul semakin erat dengan Kristus…dan……….. yup dia berhasil.

Ketika kita dipanggil untuk hidup di dalam Kristus, maka tugas kita adalah memancarkan sinar itu, hidup dengan sehat di dalam pertumbuhan iman di dalam DIA, bukan malah pergi ke gunung-gunung atau tempat-tempat sepi, mengurung diri, menjauh dari keramaian dunia,…
Tetapi biarlah pikiran TUHAN yang terlaksana dan bukan oleh pikiran-pikiran yang terlihat bijaksana tetapi melawan kehendak TUHAN.

Iklan

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Iman butuh pertumbuhan. Dia tdk berkembang jikalau kita tdk mengalami hal2 yg menyakitkan dlm hidup yg terus menerus. Iman tdk pernah muncul tiba2 tetapi dia lahir atas dasar kasih karunia ALLAH di dlm nama YESUS Tuhan.
    Saya melihat itu lae dlm diri dn keluarga sahabat saya seorang pendeta Pentakosta. Melalui doanya dn pelayanannya dia telah memohonkan kesembuhan ratusan org2 sakit parah dn ringan kpd dirinya. Semua mukjizat itu berlangsung di dpn matanya sendiri. Dan dgn itu dia telah memuliakan ALLAH di Surga. Hanya saja , ada yg membuat dia bersedih yakni istrinya mengalami penyakit yg begitu menyita energi dn keuangannya. Dia telah bertahun2 berdoa kpd Tuhan tetapi sp thn ke 5 , istrinya malah semakin parah. Teman sy itu sering menangis dn mengurung diri di kamar. Akhirnya lama kelamaan teman sy itu melupakan doa kpd istrinya dn bersikap pasrah dn percaya kpd DIA. Pd thn ke 7 , tanpa ada apa2 istrinya sembuh total , dimana suaminya tdk pnh lg berdoa bg dia. Pendeta itu heran dn mendapat jwb dlm mimpi tidurnya. Tuhan berkata, saat kau berdoa utk istrimu maka AKU perlu bukti imanmu kpdKU. Tetapi saat kau berdoa tuk kesembuhan org lain maka Mukjizat perlu Ku lakukan agar org2 yg tdk beriman itu dapat segera datang dan melihat bhw AKU lah ALLAH yg benar.
    Shalom ma laeku

    • @lae Sihotang

      ah sai namarsisir do imbulukku molo manjaha angka kesaksian-kesaksian iman sian lae bah….

      mauliatema lae…

      • wow mantap kesaksiannya tulang
        semoga melalui hal tsb semakin banyak orang yang datang kepada Kristus
        😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: