Filemon, ini aku kembalikan budakmu

Juli 24, 2010 pukul 12:51 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , , ,

Paulus menyuruh, baik Onesimus maupun Titikus, untuk membawa 3 surat penggembalaan sekaligus, yaitu ke Kolose, Efesus dan Filemon. Dua buah surat penggembalaan ke jemaat yaitu Kolose dan Efesus, dan satu sangat pribadi. Yang pribadi itu adalah surat Paulus kepada Filemon, yang kita sebut sekarang Kitab Filemon.

Kitab Filemon ini kesan pertama memang agak pribadi, dan singkat. Tetapi jika kita telusuri makna di dalamnya, makna yang Roh Kudus sembunyikan, maka kita akan tahu dan bangga memiliki Kitab ini…

Dari Paulus, seorang hukuman karena Kristus Yesus dan dari Timotius saudara kita, kepada Filemon yang kekasih, teman sekerja kami
(Filemon 1:1)….

Yup, surat ini ditujukan kepada Filemon, seorang yang telah menjadi Kristen oleh pelayanan Rasul Paulus.
Paulus sendiri sedang dipenjara di Roma ketika menulis surat ini. Filemon ini adalah seorang warga Kolose.

….
….
….
tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari padamu. Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus, mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus –dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. Dia kusuruh kembali kepadamu–dia, yaitu buah hatiku–.
(Filemon 1:9-12)
…..
….
….
bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan. Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri.
(Filemon 1:16-17)

Paulus sedang meminta, diplomasi ala persaudaraan, memohon kepada Filemon perihal “kebebasan” Onesimus.
Onesimus, sebelum menjadi Kristen di Roma oleh Paulus, suatu waktu pernah menjadi budak di rumahnya Filemon, tetapi ia melarikan diri ke Roma karena ia telah menipu Filemon, ia telah menjadi budak yang jahat bagi Filemon tentunya. Jadi Onesimus telah melarikan diri dari Kolose, dari rumah Filemon, ke kota besar Roma. Disanalah ia bertemu dengan Paulus, bertobat, dan menjadi Kristen,… bukan sembarangan Kristen, tetapi telah menjadi pekerja yang giat bagi pekabaran Injil. Oleh tangan dan tenaga Onesimus, beberapa surat-surat Alkitab Perjanjian Baru bisa sampai pada kita sampai sekarang, haleuluya.

Paulus berkata, “Hai Filemon, sebagai saudara, aku tahu kamu pasti membebaskan Onesimus”.
…. lalu ditutup dengan,…..

Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus menyertai roh kamu!
(Filemon 1:25)

Lalu apa rahasianya?
Ini dia,….

1. kehidupan sehari-hari yang berkebenaran di dalam tebusan Kristus;
2. kehidupan persaudaraan sesama Kristen yang telah dimenangkan oleh Kristus;
3. tatakrama sesama Kristen;
4. dan tentang hukum kasih sesama manusia

kita pecahkan yang nomor 4 ini saja
Kita tahu Romawi dengan segala jajahannya adalah daerah-daerah yang melek pengetahuan, dan pada masa itu tentu pengetahuan filsafat adalah pengetahuan umum, awam dan mumpuni. Aristoteles memberi jawaban mengenai perbudakan katanya,….”Mayoritas manusia telah diciptakan oleh Pencipta menjadi budak”. Ada kesan, kalau Anda sudah terlahir menjadi budak ya terima sajalah. Pada hukum-hukum Romawi malah dikatakan bahwa budak bukanlah manusia, tidak memiliki hak, hanya bergantung kepada tuannya, ini perkara bergantung seluruhnya, apa yang tuannya lakukan itu sah menurut hukum….atau mungkin masih berlaku di beberapa negara yang menggunakan jasa “pembantu” dari negara tercinta ini, tetapi melalui surat ini Kristus mau mengajak kita supaya lebih mengerti tentang Kasih Kristus, yaitu tentang kasih persaudaraan, terutama sesama seiman , dan jika mampu menggali anugerah Kristus bisa berkembang kepada sesama manusia, bahwa tidak ada namanya kesenjangan, semua sama, semua saudara, karena satu iman di dalam Kristus Yesus.

“Jadi Filemon ini dia yang dahulu adalah budakmu, bahkan yang dulu telak menipu engkau, tetapi oleh karena Kristus, sekarang ia menjadi saudaramu, sama seperti kamu memanggil aku, Paulus, saudara”.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: