Penutup, dari Petrus

Juli 20, 2010 pukul 3:06 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: , , , , ,


2Petrus 3:14-18
(14) Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.

(15) Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.

(16) Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.

(17) Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.

(18) Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Saya hanya tertarik, di artikel ini, untuk sedikit membagikan perihal ayat 15 dan 16.
Petrus memanggil Paulus dengan saudara yang terkasih, yang mana demikianlah bapa-bapa iman itu memanggil sesama yang percaya pada masa itu. Mereka adalah saudara, karena Satu Bapa sumber segala berkat, Satu ROH sumber segala kebenaran, satu Darah Tebusan Keselamatan Yesus Kristus, ALLAH Yang Esa…

Petrus sebagai “pengganti” YESUS sebagai “kepala” para murid, dari kutipan di atas, seolah sedang meneguhkan tentang status Paulus. Petrus meneguhkan bahwa Paulus adalah orang yang diberkati dan dipenuhi oleh Roh Allah, dan semua tulisannya adalah berasal atau diinspirasikan oleh anugerah Allah.

Dan dikesempatan ini, Petrus sedang menasehati semua umat ALLAH untuk berhati-hati di dalam membaca Surat Paulus khususnya, dan umumnya Alkitab, karena surat-surat yang ada pada Alkitab bukan oleh hikmad manusia, tetapi oleh hikmad yang dianugerahkan oleh TUHAN. Inspirasi oleh Roh ALLAH, dan sangat kasihan sekali orang-orang yang seenaknya mengutip Alkitab dan mengartikannya sesuai keinginannya, padahal tidak semestinya begitu, kecerobohan akan membawa kepada kebinasaan sendiri, sebab Roh ALLAH beracara di dalam hal penulisan, dan oleh Roh ALLAH kita dapat mengerti. Kita memang tidak akan dapat mengerti seratus persen, tetapi ROH ALLAH tidak sia-sia memberi pengertian, IA tidak kurang hikmad untuk membuat beberapa yang kita mengerti menjadi kesegaran buat roh dan jiwa kita yang olehnya kita beroleh kekuatan.

Roh Yang sama yang mengispirasi Petrus di dalam menulis surat penggembalaan adalah Roh yang sama juga yang menginspirasi Paulus. Kita tahu Petrus bukanlah orang terpelajar, baca: Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. (Kisah Para Rasul 4:13), sedang Paulus adalah “profesor” Perjanjian Lama baca: “Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini. (Kisah Para Rasul 22:3), tetapi mari kita bandingkan beberapa tulisan penggembalaan yang TUHAN berikan kepada mereka berdua ini, text merah dari Kitab Petrus, dan text biru Kitab tulisan Paulus

1.
(1Petrus 1:3 [ITB])
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,
untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.

(Efesus 1:3 [ITB])
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.

2.
(1Petrus 2:1 [ITB])
Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.

(Kolose 3:8 [ITB])
Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.

3.
(1Petrus 3:1 [ITB])
Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya,

(Eph 5:22 [ITB])
Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,

4.
(1Petrus 5:5 [ITB])
Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

(Efesus 5:21 [ITB])
dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

5.
(1Petrus 5:8 [ITB])
Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

(1Thessalonika 5:6 [ITB])
Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.

6.
(1Petrus 5:14 [ITB])
Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. Damai sejahtera menyertai kamu sekalian yang berada dalam Kristus. Amin.

(1Korintus 16:20 [ITB])
Salam kepadamu dari saudara-saudara semuanya. Sampaikanlah salam seorang kepada yang lain dengan cium kudus.

7.
(1Petrus 5:1 [ITB])
Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak.

(Roma 8:18 [ITB])
Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

8.
(1Petrus 1:21 [ITB])
Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah..

(Roma 4:24 [ITB])
tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kitapun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati,

9.
(1Petrus 2:13-14 [ITB])
Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik.

(Roma 13:1-4 [ITB])
Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.
Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.
Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya.
Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.

10.
(1Petrus 3:3 [ITB])
Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,..

(1Timotius 2:9 [ITB])
Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal,

11.
(1Petrus 3:5 [ITB])
Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,

(1Timotius 5:5 [ITB])
Sedangkan seorang janda yang benar-benar janda, yang ditinggalkan seorang diri, menaruh harapannya kepada Allah dan bertekun dalam permohonan dan doa siang malam.

mereka benar-benar saudara, oleh karena Kasih Kristus.

Iklan

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Laekku terkasih

    Semua orang dapat dipakai Allah untuk melakukan apa pun yg diinginkanNya . Hanya org yg terdahulu dapat menjadi belakangan dan org yg belakangan dapat menjadi terdahulu. Hanya hrs kita ingat orang-orang tersebut tidak sadar tetap menyuarakan satu suara yg sama
    Yang menjadi masalah adalah ada org yg mengaku-ngaku dia berasal dari Allah tetapi setiap yg diucapkan dan diajarkannya tidak memiliki hubungan yg saling harmonis meneguhkan ucapan ilahi dari Roh yg sama.
    Saya kira lae mengerti dgn itu …

    Salam kasih ma da laeku

    • @lae sihotang

      hehehe, mengertilah dan kita simpanlah semuanya itu di dalam hati,

      songon na nidok ni Bukkui, taringot tu si Maria, dipahusor-husor di bagasan rohana…

      sepertinya memang tidak ada bahasa Indonesia yang tepat dengan kata “dipahusor-husor”

      salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: