Rasul

Juli 17, 2010 pukul 3:04 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 37 Komentar
Tag:

Apostle, Apostolos, Rasul….sama saja, hanya berbeda bahasa, dan kemungkinan adanya kata jamak yang dianggap sama penulisannya di dalam bahasa Indonesia.

Asal katanya dari bahasa Yunani, apo- + stellein, artinya mengirim.
secara umum artinya adalah…seseorang yang dikirim, pembawa kabar, duta, utusan.

Kata ini pertama kali disematkan kepada Yesus Kristus, Dia Yang diutus oleh Bapa,
(Ibrani 3:1) Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus,…
(Yohanes 20:21) Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”

Dan tanpa berpikir panjang, mendengar kata rasul orang akan segera memikirkan tentang murid-murid Yesus, 12 orang. di Kitab Injil tertulis 3 kali mengucapkan 12 rasul ini, sedang di Kitab Kisah Para Rasul, sudah ada pergantian dari Yudas Iskariot yang mati bunuh diri, sehingga jumlahnya tetap 12 orang.

Tetapi mungkin kita akan sedikit berpikir, ada tuh Rasul Paulus,… atau ada tuh Rasul Orang Batak, Ompu i DR IL Nommensen, apakah layak disebut rasul?

Ada tanda yang mengikuti seseorang disebut rasul, perhatikan point-point berikut ini,
1. (Lukas 6:13) Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul

Yesuslah yang memberi gelar, dan Yesuslah yang mengutus, dan itulah arti rasul itu, yaitu diutus langsung oleh Yesus…di utus langsung oleh Bapa, …diutus langsung oleh Roh Allah…untuk sebagai pemberita maksud dan kehendak ALLAH Yang Esa itu….

dan Paulus memberi kesaksian,
(Galatia 1:1) Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,….

Jadi jelas, yang menetapkan dan yang memilih rasul adalah TUHAN itu sendiri, langsung, karena rasul adalah orang yang diutus TUHAN untuk mengabarkan tentang maksud dan kehendak TUHAN…

2. Mereka telah dan sudah seharusnya diurapi oleh Roh Kudus, Roh Allah, sehingga terhindar dari pengajaran sesat, palsu dan akhirnya tidak menyatakan atau mengabarkan maksud dan kehendak ALLAH Yang Esa,
(Yohanes 14:25-26) Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
Ini bukan perkara perasaan atau rasa-rasanya, tetapi ini perkara benar-benar telah melihat kemuliaan ALLAH di dalam Nama Yesus Kristus… dan tentu rasul bukanlah gelar turun temurun, karena itu bukan gelar hunjukan manusia,….

3. Bagaimana kita tahu seseorang yang dianggap rasul telah benar-benar dipenuhi oleh Roh Allah?
Caranya adalah adanya kuasa-kuasa ilahi yang menyertai, bisa jadi mujizat bisa jadi yang lain. Nommensen misalkan, ketika dia pernah mau dibunuh untuk menjadi tumbal di gunung persembahan Siatas Barita, tiba-tiba guntur menggelegar memecahkan kerumunan orang yang hendak membunuh dia, dan tentu tidak usah dituliskan begitu banyak mujizat yang dilakukan TUHAN oleh tangan-tangan Petrus, Paulus, dan orang-orang lain yang diangkat Yesus sebagai rasulNya..Dan ingat ketika kata rasul disematkan hanya kepada 12 orang yang di Kitab Kisah Para Rasul, maka dengan cara bekerja di dalam mukzijatlah Paulus menjelaskan betapa ia juga telah mejadi orang yang diutus langsung oleh Tuhan Yesus Kristus.

jadi layak tidaknya seseorang disebut rasul, TUHAN YESUS yang mengerti, karena Ia yang memilih dan menentukan…

(Kisah Para Rasul 2:43) Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.

yap itulah rasul-rasul jaman itu…luar biasa…
Kita, di dalam konteks ini, memang tidak semua bisa menjadi rasul, tetapi kita semua menerima anugerah Roh Yang sama, sehingga ingatlah pesan ini,


(1Korintus 12:8-11) Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.
Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.
Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.
Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

dalam konteks menjelaskan kepada dunia bahwa Injil harus diberitakan, maka kita semua terpanggil dan terpilih menjadi rasul,…. pemberita Kabar Gembira, sekiranya tidak dengan gelar, tetapi yang terpenting adalah mengatakan kepada dunia, bahwa kita telah dipilih oleh Kristus untuk menjadi terang dan garam dunia, itu semua kita pancarkan di dalam kehidupan kita sehari-hari.

(Yohanes 15:16) Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Jadi rasul adalah pilihan Yesus langsung, untuk mengabarkan tentang kasih Kristus dengan segala anugerah yang menyertainya. Haleluya.

Iklan

37 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. horas amang parhobass
    kalau kita merujuk kepada Amanat agung Tuhan Yesus, yang tersurat dalam Injil Matius 28 : 19-20 tentang perintah memuridkan, apakah dengan melaksanakan Amanat tersebut (yaitu dengan memberitakan kabar baik dan keselamatan ttg Tuhan Yesus kepada mereka yang belum percaya dan menerima Dia, mulai dari lingkungan sekitar kita), kita bisa disebut sebagai rasul/apostle ‘kecil’?
    syalom
    😆

    • @amang Rodry

      yup, tepat sekali….

      itulah yang saya sebut di dalam paragraf di atas,

      dalam konteks menjelaskan kepada dunia bahwa Injil harus diberitakan, maka kita semua terpanggil dan terpilih menjadi rasul,…. pemberita Kabar Gembira, sekiranya tidak dengan gelar, tetapi yang terpenting adalah mengatakan kepada dunia, bahwa kita telah dipilih oleh Kristus untuk menjadi terang dan garam dunia, itu semua kita pancarkan di dalam kehidupan kita sehari-hari….

      dan selanjutnya di

      Jadi rasul adalah pilihan Yesus langsung, untuk mengabarkan tentang kasih Kristus dengan segala anugerah yang menyertainya. Haleluya.

      karena kalau kita percaya, maka kita sadar, bahwa pada hakekatnya kita dipanggil dan dipilih langsung oleh Yesus, TUHAN Yang Mulia….
      kalau kita renungkan bagaimana orang Batak umumnya menjadi Kristen itu sudah menjelaskan banyak hal…

      salam

  2. @ Bang Rodry Mikhael L. Tobing

    :kita bisa disebut sebagai rasul/apostle ‘kecil’?

    @ Om Parhobass

    :yup, tepat sekali…..; ….maka kita semua terpanggil dan terpilih menjadi rasul,….

    ======

    hehehe… kayaknya hobby bgt gunakan istilah bhs Indonesia (?) yg ga ada rujukannya dlm kamus BI….

    rasul kecil….??? …..???

    menurut batasan/definisi KBBI :

    ra·sul n 1 orang yg menerima wahyu Tuhan untuk disampaikan kpd manusia;
    2 murid nabi Isa yg mula-mula menyiarkan agama Kristen;

    rasul kecil><rasul besar?….. apakah definisi/batasan keduanya ada dlm Alkitab?

    salam

    • @fanya
      rasul kecil….???

      rasul kecil… atau…rasul ‘kecil’ ? sebelum komentar kamu harus membaca dulu dgn teliti 😆

      apakah definisi/batasan keduanya ada dlm Alkitab?

      tidak ada. itu cuma istilah saya.

      • @amang Rodry

        sudah sejak lama saya peringatkan saudara/i fanya ini, untuk sedikit lebih memperhatikan tanda2 baca, dan supaya lebih membaca pelan2 baru komentar…

        @fanya

        Anda seorang Kristen kan?

        salam

      • @Bang Rodry,

        fanya pertanyakan hal tsb justru karena yg pakai tanda petik adalah kata “kecil” –> bukan pd kata “Rasul” ….. karena seingat fanya, berdasarkan pelajaran bahasa di SMP adalah indikasi penggunaan makna khusus pd kata “kecil”- bukan pd kata “Rasul”, sehingga arti kata rasul should be refered to what it does mean according to KBBI….

        “Rasul” (pake tanda petik) = could be seen/refered as ” not real Rasul” or Rasul in special terminology…..

        “kecil” (pake tanda petik) = tidak merujuk kecil dlm arti yg sesungguhnya atau tidak mengikuti makna pd umumnya.

        Kalau saja pertanyaan Bang Rodry tertulis : …..kita bisa disebut sebagai “rasul/apostle” kecil?—– (tanda kutip pd kata rasul/apostle), pasti fanya ga akan komen apa2…..

        salam

    • @fanya

      1. apa keberatan fanya dengan istilah itu?
      2. Tidak semua makna literal kamus KBBI bisa dipakai ke Alkitab, termasuk diantaranya kata “Rasul”, meski masih bisa masuk, tetapi akan kurang tepat jika hanya menggunakan kamus KBBI…
      3. peringatan amang rodry perlu diperhatikan, untuk membaca lebih hati-hati..dan jangan asal comot lalu mencari-cari masalah….
      4. KBBI memang ada, tetapi ada juga kamus Alkitab…menurut kamus Alkitab, maka
      Rasul (Yunani: apostolos) Artinya: utusan Allah. Khususnya kedua belas murid Yesus yang diutus-Nya untuk turut melakukan pekerjaan-Nya (Mat. 10-.1-2), tetapi juga orang-orang lain yang dipanggil untuk memberitakan Injil (Rm. 16:7), teristimewa Paulus, rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi (Rm. 11-13).

      nah dari dua yang diblod itu coba cari cross reference di artikel di atas, termasuk paling utama yang saya quote ke amang Rodry…

      salam

      • @Om Parhobass,

        hehehe….
        makanya fanya tanya apakah ada definisi/batasannya dlm Alkitab, karena dlm KBBI ya cuma 2 itu makna Rasul……

        mengapa fanya memandang penting utk menanyakan makna kata Rasul tsb? karena menurut hemat fanya perbedaan pemahaman thdp kata “Rasul” antara orang yg memaknai kata Rasul berdasarkan definisi Alkitab dgn orang yg memaknainya berdasarkan definisi KBBI, dikhawatirkan dpt menimbulkan pertentangan sosial.

        Dapat dibayangkan apa jadinya jika ada pengabar Injil di sekitar kita mengatakan: “Saya Rasul Allah” …… dihadapan orang2 yg hanya paham makna Rasul berdasarkan batasan KBBI…….. bisa2 senasib dgn Mosadeqh atau Lia Eden…

        Kalau menurut fanya sih, sekedar saran…….guna menghindari kesalahpahaman yg tdk perlu terjadi, seyogianya pemakaian kata-kata dlm tulisan/percakapan bahasa Indonesia digunakan sesuai makna kata yg secara yuridis formal didefinisikan dlm KBBI selaku kamus formal BI.

        salam

      • @fanya

        hehehe….
        makanya fanya tanya apakah ada definisi/batasannya dlm Alkitab, karena dlm KBBI ya cuma 2 itu makna Rasul……
        bacalah artikelnya pelan2, semoga dapat..atau Anda hanya membaca komennya amang Rodry? tanpa membaca artikel?.

        mengapa fanya memandang penting utk menanyakan makna kata Rasul tsb? karena menurut hemat fanya perbedaan pemahaman thdp kata “Rasul” antara orang yg memaknai kata Rasul berdasarkan definisi Alkitab dgn orang yg memaknainya berdasarkan definisi KBBI, dikhawatirkan dpt menimbulkan pertentangan sosial.
        kalau Anda memakai KBBI, tidak ada masalahnya, saya katakan masih bisa masuk,…cuman butuh penekanan siapa ALLAH yang memberi wahyu?

        Dapat dibayangkan apa jadinya jika ada pengabar Injil di sekitar kita mengatakan: “Saya Rasul Allah” …… dihadapan orang2 yg hanya paham makna Rasul berdasarkan batasan KBBI…….. bisa2 senasib dgn Mosadeqh atau Lia Eden…
        jika ada orang yang mengaku sebagai rasul, maka perhatikan 3 point utama di atas, saya semakin yakin, Anda belum baca artikelnya sudah main komentar, itu kebiasaaan yang buruk sekali…

        Kalau menurut fanya sih, sekedar saran…….guna menghindari kesalahpahaman yg tdk perlu terjadi, seyogianya pemakaian kata-kata dlm tulisan/percakapan bahasa Indonesia digunakan sesuai makna kata yg secara yuridis formal didefinisikan dlm KBBI selaku kamus formal BI.
        pertanyaan,
        1.kesalahan pahaman apa yang Anda maksudkan, tolong kasih penjelasan, ada sesuatu yang Anda sembunyikan…
        2. Siapa orang yang paham 100 persen KBBI sehingga kita harus melandaskan bahasa Indonesia kt dengan kamus tersebut?
        3. apakah fanya mengetahui salah satu bahasa daerah? kalau ya, bs minta tolong, bahasa apa saja yang Anda bisa?

  3. @Om Parhobass yg lagi “sensitif”…..

    jika ada orang yang mengaku sebagai rasul, maka perhatikan 3 point utama di atas,….

    ======

    justru itulah yg mendasari komentar/pertanyaan fanya kpd Bang Rodry, karena gelar/status RASUL yg fanya ketahui maupun menurut artikel “Rasul” diatas, harus memenuhi 3 point utama sebagaimana dikemukakan Om Par yaitu:

    1. …diutus langsung oleh Roh Allah…untuk sebagai pemberita maksud dan kehendak ALLAH Yang Esa itu…. (pembawa wahyu)
    2. … rasul bukanlah gelar turun temurun, karena itu bukan gelar hunjukan manusia,….

    3. ……. adanya kuasa-kuasa ilahi yang menyertai, bisa jadi mujizat bisa jadi yang lain.

    Maka dari itu, siapapun yg hanya mengantongi 1 (satu) pont saja, menurut hemat fanya tidak patut disebut atau menyebut dirinya RASUL karena tidak memenuhi tiga kriteria pokok sebagaimana dipersyaratkan oleh Alkitab …..

    Meski Om Par mungkin sangat layak menyandang sebutan “Rasul” kecil (kata “Rasul” di dalam tanda petik), namun tanpa “credential” yg diberikan langsung oleh Tuhan dlm bentuk wahyu dan atau mukjizat……… jelas tak memenuhi kriteria RASUL sebagaimana dimaksud Alkitab, sehingga label kerasulan tsb mungkin adalah “Rasul” dlm tanda kutip, yaitu orang biasa yg perilaku sehari-harinya tidak saja penuh dgn Kasih Tuhan, tak henti menyebarluaskan ajaran2-Nya, serta selalu menjadikan dirinya sebagai pengayom masyarakat disekelilingnya.

    Penggunaan tanda kutip pd kata yg merepresentasikan gelar fungsional oleh pihak yg secara yuridis formal tidak eligible menyandang gelar tsb menjadi sangat penting agar tidak menimbulkan interpretasi keliru.

    Contoh :
    Mantri kesehatan = sering disebut “dokter” kecil —-> bukan dokter “kecil”.
    TKI/TKW di luar negeri = kerap disebut “Duta” bangsa, —-> bukan Duta “bangsa”.
    fanya = “princess” of Java ….. hihihi, and for sure, I am not a princess at all!

    salam

    • @fanya

      hohoho, point ke dua salah…

      Anda masih belum membaca artikelnya dengak baik, kalau Anda membacanya dengan baik; maka status rasul bisa jg disematkan kepada siapapun, asal ada kriteria 3 itu…

      hati2lah membaca, itu nasehat bukan karena saya sensitif, tetapi perlu buat kesehatan dialog, karena saya perhatikan dialog berkepanngan dan ribet ujung2nya kesimpulannya hanya disitu2 saja, ….

      baca, baca, baca…

      nomor 2

      penting ini,
      masalah berbahasa Indonesia ala KBBI, jadi berhentilah menggunakan bahasa Inggrismu itu, saya tidak butuh itu…
      waktunya bahasa Indonesia mendunia, cara pertama, mari berbahasa Indonesia, gitu ngga? eheheheh
      iseng ajah

      salam

  4. Atau bagaimana kalo istilahnya gini : “rasul kecil”

    He he he …

    SALAM deh semuanya……

    See You

    • @ lovepassword

      rasul saja cukup,

      yang mana kalau secara gelar tidak semua bisa disebut rasul, tetapi secara penugasan bisa disebut, nah secara penugasan itulah yang amang Rodry bilang rasul “kecil”

      kenapa yang ditandakutip kecilnya? karena memang tugas kerasulannya sama, yaitu memberitakan Injil, yang beda adalah bahwa kita bisa saja tidak full timer sebagai pemberita Injil…

      salam

  5. @fanya
    justru itulah yg mendasari komentar/pertanyaan fanya kpd Bang Rodry, karena gelar/status RASUL itu blah blah blah cuih

    sebelum saya menjawab soal rasul “kecil”
    apa yang kamu ketahui tentang rasul? siapa dia dan apa tugasnya?
    mengapa dalam Paulus disebut Rasul? begitu juga dengan Petrus?
    karena mereka menjalankan tugasnya dalam Pekabaran Injil dan sudah membawa banyak orang kepada Kristus. sesuai dengan perintah/amanat agung Yesus yang tercantum dalam Injil Matius 2:19-20
    pertanyaan saya, apa saja yang harus dipenuhi utk bisa menjadi seorang Rasul?
    Parhobass sudah menuliskannya dalam tiga point penting di atas:
    1. diutus langsung oleh Yesus (ya tentu saja. mereka akan menceritakan Yesus kepada orang2 yang belum mengenal dan percaya)
    2. diurapi oleh Roh Kudus sehingga terhindar dari pengajaran sesat (dengan kata lain, terhindar dari ajaran2 yang tidak sesuai dengan keKristenan)
    3. dipenuhi oleh Roh Allah (kalau tidak dipenuhi Roh Allah, sekuat apapun seorang rasul berkhotbah niscaya 150 % akan gagal)
    .
    .
    .
    nah sekarang,
    Anda kenal dengan John Weasley pendiri gereja Methodist yang sudah membawa banyak sekali orang kepada Kristus? Atau IL Nommensen, penginjil asal Jerman yang sudah membawa orang Batak kepada Kekristenan?
    Mereka berdua juga pantas disebut sebagai rasul! mereka berhasil mengabarkan Injil karena memenuhi ketiga syarat di atas.
    kalau saya menyebut John Weasley atau Nommensen sebagai rasul “kecil” , apa masalahnya? mereka adalah rasul. saya sebut kecil, karena secara subyektif saya membandingkannya dengan Paulus yang namanya jauh lebih kesohor.
    kalau misalnya Parhobass menyebut mereka sebagai rasul “besar”, saya juga tidak berhak menyalahkannya. yang jelas mereka rasul, titik. mungkin Parhobass menyebut mereka rasul besar karena karya mereka yang tidak ternilai harganya, terutama bagi orang Batak. paham sampai di sini?
    .
    .
    .
    jadi kalau saya juga melakukan hal yg sama seperti mereka, menginjili orang hingga percaya kepada Kristus, kembali lagi kepada tiga point di atas, maka saya juga adalah seorang rasul. Sebab saya membawa berita Injil kepada orang yang belum mengenal dan percaya kepada Yesus, menjadi percaya kepadaNya. kenapa rasul “kecil”? itu tergantung penilaian orang thd saya. nggak masalah
    jadi, yang benar adalah rasul “kecil”. bukan “rasul” kecil. (“rasul” kecil lebih cocok diartikan rasul gadungan, rasul yang datang tapi tidak mengabarkan Injil dan membawa orang kepada Yesus…you know who is he? 😆 )

    Mantri kesehatan = sering disebut “dokter” kecil —-> bukan dokter “kecil”.
    TKI/TKW di luar negeri = kerap disebut “Duta” bangsa, —-> bukan Duta “bangsa”.
    fanya = “princess” of Java ….. hihihi, and for sure, I am not a princess at all!

    logika ngawur. menggeneralisasikan semua tata bahasa hanya berdasarkan contoh2 sempit.
    nih
    I am a third year medical student, and I’m used to treat people inspite of have no license yet…which title is suitable for me: “dokter” kecil atau dokter “kecil” ? Apakah saya dokter bohong2an (“dokter”), atau hanya sekedar dokter yang belum dapat license..? kalau mantri kesehatan ya pantas disebut “dokter” kecil karena sampai mati pun dia tetap mantri bukan dokter, coba suruh dia baca Roentgen pasti nggak akan ngerti.
    begitu juga Fanya=”princess” Java, karena sampai mati pun kamu memang tidak akan jadi princess beneran.

    • @Bang Rodry

      :jadi kalau saya juga melakukan hal yg sama seperti mereka, menginjili orang hingga percaya kepada Kristus, kembali lagi kepada tiga point di atas, maka saya juga adalah seorang rasul.

      ———-
      hmm… kalau patokannya hanya ditentukan oleh “pekerjaan” atau “hasil kerja” seseorang utk dikategorikan sbg rasul (lupakan ada tidaknya penunjukan langsung oleh Tuhan; abaikan ada atau tidaknya wahyu; abaikan punya tidaknya mukjizat; dll) …. yaa,…. fanya sepakat, memang siapapun bisa menjadi rasul.

      Namun hal itu berarti kita harus abaikan pernyataan Om Par bhw :

      Yesuslah yang memberi gelar, dan Yesuslah yang mengutus, dan itulah arti rasul itu, yaitu diutus langsung oleh Yesus…di utus langsung oleh Bapa, …diutus langsung oleh Roh Allah…untuk sebagai pemberita maksud dan kehendak ALLAH Yang Esa itu….

      kita juga harus lupakan kutipan:

      <b(Galatia 1:1) Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,…….

      begitu pula pernyataan Om Parhobass yg maknanya sgt dalam dan mantap bhw:

      ….jadi layak tidaknya seseorang disebut rasul, TUHAN YESUS yang mengerti, karena Ia yang memilih dan menentukan…

      ——–

      ah…. kiranya mohon dimaklumi kalo fanya sulit mengamini pernyataan siapapun yg hidup di zaman sekarang bhw “kita semua adalah rasul” , karena sbgmn Om Par, fanya juga berpendapat bhw: …layak tidaknya seseorang utk disebut rasul hanya TUHAN yg mengerti, karena Dia yg memilih dan menentukan…..;
      dan fanya……………. bukan Tuhan….!!

      salam

      • @fanya

        fanya-fanya apa yang ada di benakmu sebenarnya?…

        TUHAN Yesus telah memilih kita,saya, amang Rodry, dan mungkin Anda, kita semua telah dipilih….

        Saya sebut di atas ada ompu i DR. IL. Nommensen, perjuangan dia memperkenalkan Yesus Kristus ke tanah batak tidaklah mudah, dan keberhasilan dia kita pandang sebagai cara Yesus Kristus, pilihan Kristus, dan memang TUHAN beserta dia, ia kita sebut rasul orang batak, kita percaya di dalam iman Yesus telah memilih dia sebagai rasulNYA…karena memang dari buahnyalah kita bs melihat, dari pekerjaannya…

        nah demikianlah kita yang sekarang juga, bahwa YESUS memiliki amanat agung berlaku bagi semua orang yang dipilihNya, yaitu memberitakan Injil dimana saja, kapan saja, dan bagaimanapun saja,…. nah itulah tugas utama rasul-rasul awal, dan juga semua orang yang tlah dipilihNya…kita percaya di dalam iman, Yesus telah memilih kita, bagaimana bisa? kalau fanya bisa melihat bagaimana orang batak sekarang, banyak yang kasar-kasar dan “liar”, maka bayangkan pada jaman dulu, jaman dimana orang masih dimakan oleh orang batak…bayangkan itu, orang yang “sangar” begitulah yang sekarang telah menjadi pemuja Kristus, ditengah himpitan orang Minang, Aceh dan lainnya yang sudah lebih dulu mengenal allah lain….tetapi dari pedalaman tanah batak, pusat “setan”, pemakan manusia, inilah dia parhobass ada….amang rodry ada… lae sihotang ada, dan semua orang batak lainnya ada….oleh Pilihan Kristus dari himpitan dunia, himpitan nafsu dari keberingasan, dari kegilaan… dan sebagainya…. inilah yang dapat kita maknai dipilih langsung oleh KRISTUS… dan karena dipilih kita adalah rasul…..di dalam kamus amang rodry rasul “kecil”…

        lalu apakah kita melakukan mujijat?, memang tidak semua dapat, tetapi ada sesuatu yang lebih besar dari itu, yaitu KASIH,….itulah yang dikejar oleh semua Kristen, bukan mujijatnya, bukan lainnya, itu semua ditambahkan tepat pada waktunya,, tetapi KASIH selalumenyertai dimana saja….

        Ketika kita sudah percaya dipilih oleh YESUS, apakah kita menceritakan tentang kemuliaan KRISTUS, sekiranya perbuatan kami ada salah, mari belajar untuk saling membangun, dan mari memaafkan orang yang berbuat salah kepada kita, itu juga KASIH,…tetapi didalam keadaan salahpun dipandang orang, kita harus tetap menceritakan Kristus, bukan untuk membuktika DIA benar, tetapi untuk menunjukkan kepada Anda, kepada dunia, bahwa DIA adalah BENAR, dan bahwa BENAR ADA….

        apakah fanya bisa menemukannya di artikel di atas? bacalah sekali lagi…pelan dan damai….
        dan saya yakin itu jugalah yang sedang dikemukakan oleh amang rodry di atas, dengan gaya bahasanya…

        pertanyaan awal saya, apa keberatan fanya atas itu semua?

        salam

      • (Sahali on, mar”mother tongue” ma jo au Bapa Tua).
        Aduhhh,, taringot au tentang perdebatan “Yesus Bukan Isa Almasih.” Mangihuthon KBBI na di jabunami, Yesus adalah Isa Almasih. Boha muse do i?? 🙄

        @Bapa Tua Parhobass
        Dan saya setuju dengan ungkapan Bapa Tua tentang:
        Siapa orang yang paham 100 persen KBBI sehingga kita harus melandaskan bahasa Indonesia kt dengan kamus tersebut?

      • @inang borusasada..
        heheheh sai na segar do molo manjaha komen ni inang bah….

        balik ke laptop:
        kita bukan memusuhi atau antipati atau gimanalah dengan KBBI,
        tetapi ada masalah besar terjadi jika KBBI dibawa untuk menjelaskan kata-kata di ALKITAB,…

        supaya tidak terjadi masalah besar itulah maka Alkitab, dari berbagai bahasa malah bukan cuman Indonesia, selalu melengkapi suatu versi terjemahan dengan Kamusnya, supaya lebih detail, yang mana dalam hal ini KBBI kurang detail.

        saya masih menunggu fanya, apa sebenarnya yang ia sedang sumbunyikan dari semua geliat-geliat komennya yang carut marut itu….

        dari bahasa dia mungkin beliau itu wanita, jadi mungkin lebih cocok berdialog dengan inang bah hehehe…

        salam, horas

    • @ Bang Rodry

      …..logika ngawur. menggeneralisasikan semua tata bahasa hanya berdasarkan contoh2 sempit.

      ========

      Logika ngawur?…. ah masak sih hihihi ??
      Menurut fanya contoh dan analogi tsb sangat relevan dan tidak ngawur, bahkan sejalan dgn ketentuan Alkitab bhw yakni untuk memperoleh gelar dan status prestisius (dhi. Rasul) hrs memenuhi 3 (tiga) kriteria, yaitu : 1. Ada penetapan/pengangkatan; 2. Punya kompetensi/kepatutan; dan 3. Bermanfaat bagi masyarakat luas;

      Dalam kehidupan sehari-hari, yg paling mendasar dalam prosesi pemberian gelar adalah:

      1. Adanya penetapan berdasarkan hasil ujian dan persidangan yg kemudian diberikan dlm upacara formal coronation, inauguration pemberian credentials, certification/brevet, ijazah dll, yg legalitasnya hanya diakui apabila gelar tsb dikeluarkan/ditetapkan oleh institusi formal pemberi gelar terkait. (perhatikan proses pemberian gelar terkait profesi, honorary maupun nobility/ kebangsawanan).
      2. Gelar diberikan manakala ketiga syarat dasar terpenuhi, bukan hanya 1 (satu) syarat . (3 in 1; bukan 1 of 3).

      Dalam contoh 1 (gelar dokter)

      fanya mengangkat masalah pemberian gelar akademik profesi dokter dikaitkan dgn status, pekerjaan dan kompetensi Mantri Kesehatan yang kerap mendapat sebutan ”dokter” dari komunitas sekelilingnya. (baca artikel DetikNews Kamis, 06/05/2010 22:37 WIB, yakni kasus Mantri Kesehatan Misran di Kutai Kartanegara yg dipidana akibat menempatkan diri sebagai “dokter”). Dalam kasus Misran, sebetulnya dia memenuhi sedikitnya 2 (dua) syarat dasar utk memperoleh gelar dokter, namun tetap dia tidak berhak menyandang gelar/status dokter.

      – TIDAK memiliki brevet/sertifikasi dokter dari instansi berwenang.
      + Telah bertugas resmi sbg pejabat medis selama beberapa tahun.
      + Memiliki knowledge dan kompetensi di bidangnya.
      + Ada pengakuan masyarakat bahwa ia adalah seorang dokter.

      “Mantri Desa Tolong Warga Dipidana di Kutai Kartanegara”.

      Hakim menjatuhkan hukuman berdasarkan UU 36/ 2009 tentang Kesehatan pasal 82 (1) huruf D jo Pasal 63 (1) UU No 32/1992 tentang Kesehatan yang menyatakan Misran tak punya kewenangan memberikan pertolongan layaknya dokter.

      “Ini kan namanya jeruk makan jeruk. yang mengobati polisi Misran. Tapi yang menangkap misran ya polisi. Terlebih kalau malam-malam sakit, yang bisa dipanggil ke rumah ya mantri. Tak ada sejarahnya dokter mau dipanggil ke rumah tengah malam,” kata anggota DPRD Kutai Kartanegara Trisno Widodo di depan 8 hakim konstitusi dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis, (6/5/2010).

      Dalam contoh 2 (gelar Duta)

      “Duta” adalah gelar kehormatan yang diberikan Pemerintah yang diakui dunia internasional melalui Viena Convention 1963 atas dasar (sekurang-kurangnya) 3 prasyarat:

      1. Ditetapkan secara formal oleh Presiden dan atau Menteri Luar Negeri berdasarkan UU no. 1 thn 1982 dan Konvensi Wina 1963.
      2. WNRI yg memiliki knowledge, kecakapan dan kompetensi dibidang diplomasi melalui hasil test.
      3. Melaksanakan tugasnya di luar negeri atau di Organisasi Internasional.
      4. Memiliki moralitas terpuji dan senantiasa menjaga nama baik bangsa.
      5. dll…

      TKI/RKW di luar negeri adalah WNRI yg bekerja di luar negeri yg membawa identitas dan citra bangsa, dan memberi manfaat kepada masyarakat luas a.l. berkat devisa yg dibawanya ke tanah air, sehingga meskipun mereka jelas bukan dan tidak eligible atas gelar Duta, banyak kalangan menyebut TKI/TKW di luar negeri sbg “Duta” bangsa.

      Dalam contoh 3 (gelar kebangsawanan/nobility).

      fanya, berdasarkan silsilah keluarga, memiliki garis darah (bloodline) raja-raja Jawa dan fanya cukup lekat dengan budaya jawa (ehm.., ga sombong nih…..). Namun faktanya, fanya bukan dan tidak pernah secara formal diangkat/dideklarasikan sebagai Princess atau Putri Kerajaan Jawa tuh…..

      Rasul, adalah status dan Gelar Ilahiah yg SANGAT MULIA dalam aspek profesional, moral maupun sosial, melebihi gelar-gelar apapun di dunia yg kesemuanya mempersyaratkan 3 in 1.

      Nah, dari penjelasan fanya diatas, fanya ingin tanya apa dasar bang Rodry mengatakan bahwa contoh2 yg fanya kemukakan berikut logika dan dasar hukum yg jelas, sbg “logika ngawur” dan contoh2 “sempit”??

      salam

      • @fanya

        iseng saja;

        jadi karena ada garis turunan dari raja-raja jawalah maka avatar Anda bergambarkan puteri lengkap dengan asosorinya*,

        benar tidak?

        sekali lagi iseng saja,

        * dengan logat ala Sincan heheheh

      • @ Om Parhobass

        Ah itu sih kebetulan aja….. lagian itu kan pakaian adat Palembang…hihihi.
        iiih… sebetulnya fanya lagi sebel sama “rasul” Rodry.

        salam

      • Menarik…menarik…. . 😀

      • @fanya

        ok, jadi ada dua darah mengalir, palembang dan jawa, benarkah?,

        sriwijaya + majapahit
        atau
        sriwijaya + mataram

        kalau mataram, yogyakarta atau surakarta?

        atau malah lebih tua lagi dari kerajaan di atas?

        iseng nanya saja,

        yahh kesel seh kesal, tetapi kan kutipan Anda di artikel sebelah adalah, Jangan sampai lewat matahari amarah dibawa2 ehheheh…

        memaafkan itu sepaket dengan melupakan… ini bagian yang paling susah dari perbuatan memaafkan.. dan itu dilatih dengan cara seperti kutipan itu…

        salam

      • Om Parhobass,

        Hm… percampuran darah dari mana ya?…. pokoknya ada…adza!! yang pasti kalo fanya terluka darahnya ya merah, nggak biru tuuh……! hihihi
        Hiihh susah deh kalo ketemu pakar sejarah, sukanya main selidik sampe ke sisik melik…., udah ah, mending biarkan ini sembunyi bagai misteri… hihihi..gubraak!!

        Salam

      • seperti kata AZ di OVJ

        “Okelah kalau begitu…”

    • @Ito Rodry
      Itokuuuuu,, ada yg lagi sebel tuh amamu.. 😆

  6. Gak usah esmosi semuanya…Kalem aja… 😉

  7. Ehh. .mbak Fanya kok ngga pernah cerita kalau masih keturunan Raja?

    • @ Kak Fitri,

      Sssttt …… jangan nyaring2 bapandir, kena kada nyaman kadangaran urang…

      (soalnya sejak 17/8/45 kan Indonesia sudah jadi Republik …..hihihi).

      Salam hormat ya

    • @Mbak Fanya
      Lah . . . .kok tau bahasa Banjar? 😀 Kada bepandiran nih, jangan – jangan mbak Fanya nih masih ada campuran Banjar jua.
      Kerajaan Banjar dah kada ada lagi, semua hancur. Bahkan budaya-nya jua banyak yang hilang. Sejak di serang Belanda, semua kejayaan dan kekuasaan bangsa Kesultanan Banjar telah musnah.

      • @Kak Fitri

        hihihi. . . . sewaktu di sma ulun punya sahabat urang banjar nang ngajarin fa bahasa banjar biar teman lain kada ngerti kalu kami ngomong rahasia hihihi. . .

        memang sayang betul kalu sampai budaya banjar terpinggirkan karena budaya adalah asset bangsa yg tak ternilai haraganya. Tapi untung ulun itih ada blog kerajaan banjar virtual nang dikelola oleh seorang keturunan pangeran hidayatullah sebagai upaya melestarikan budaya banjar sekaligus sarana silaturahim dan pemersatu bubuhan banjar nang tersebar di serata tempat, bagus banar.

        Salam

      • @Mbak Fanya
        😳 kalau itu aku sudah tau ada blog kerajaanbanjar, malahan ada jua facebooknya. Dah lawas aku bekawalan ama inya. 😈 😆

  8. @Om Par
    Apa betul dulu suku Batak makan orang juga sebelum agama Kristen masuk?

    Kalau ya, ya. .berarti sama dengan suku Dayak yang dulu juga gemar memakan orang sebelum Kristen masuk. Sementara saat itu Islam juga lebih dulu masuk.

    • @fitri

      yap; ada korban missionaris sebelum Nommensen masuk, ketika missionaris ini martir, pada saat yang sama Nommensen lahir di Jerman, mereka adalah Munson dan Lyman

      ada ada kesamaan dengan suku dayak, suku dayak banyak juga yang Kristen…

  9. He he iya Om, suku Dayak banyak yang kristen. Tapi ada juga beberapa suku Dayak yang masuk Islam lalu mengubah status menjadi suku Banjar atau Kutai, saat kerajaan Banjar dan Kutai masih eksis. Sama seperti Malaysia, semua yang beragama Islam menjadi Melayu.

  10. […] yang dipanggil menjadi rasul…a called apostle untuk penjelasan mengenai rasul bisa dilihat di Rasul […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: