Membalas kejahatan dengan berkat

Juli 9, 2010 pukul 12:25 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

(1 Petrus 3:9 [ISH])
Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki; sebaliknya balaslah dengan memohonkan berkat dari Allah. Sebab Allah memanggil kalian justru supaya kalian menerima berkat daripada-Nya.

Memang kita akan selalu mendapat kejahatan, atau tidak selalu menjadi objek dari kejahatan, tetapi ada kalanya akan berdiri di sisi itu, menjadi korban, mungkin fitnahan, caci maki dan lain sebagainya….

Kita bisa saja memang memasang kuda-kuda rasionalisasi dan berkata wah saya wajar koq membalas kejahatan dia, dia bersalah, dan lain sebagainya dan seterusnya,… tetapi mungkin film-film kung fu bisa memeberi gambaran kepada kita bahwa pembalasan dendam tidak akan pernah menyelesaikan masalah, itu hanya film, kenyataannya jauh lebih ribet dari situ….mungkin kita bisa mendengar kata seorang kepala suku di daerah timur Indonesia, kalau yang mati belum seimbang maka perang suku akan dilanjutkan….atau ada orang yang tidak akan merasa puas melihat tetangganya menangis meraung karena penderitaan yang ia pikir layak ia terima, ada juga orang di daerah barat Indonesia yang tidak puas kalau tidak menendang orang yang dituduh memelihara setan-setan, begu ganjang, ia harus dibinasakan, dilumat dan sebagainya,…. atau ada orang yang berpikir untuk membunuh satu warga negara tertentu karena presidennya sedang mencanangkan perang di daerah yang memiliki ikatan emosional dengan dia… banyak hal yang bisa diajukan untuk menjelaskan itu semua.

kenapa itu bisa timbul?
Rasul Paulus, dengan hikmat yang diinspirasi oleh Roh Kudus menulis,…
(1 Korintus 6:7 [ITB])
Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?

Yah itu dia akar masalahnya, karena orang tidak lebih suka menderita ketidakadilan, tidak lebih suka dirugikan?
Kenapa bisa begitu? karena tidak menerima Roh Kristus, tidak lahir baru, kenapa dengan Kristus? karena IA lebih suka menderita untuk menyelesaikan masalah….terbukti ampuh, kematian kekal oleh dosa manusia, terselesaikan dengan akurat oleh hanya karena kerelaan menderita oleh Kristus di dunia….

Memang ada perkara kecil-kecil yang bisa diselesaikan, mudah dipecahkan, tidak ada perlunya dituliskan kalau semua adalah masalah hanya kecil dan mudah, yang menjadi point utama adalah jika hal-hal kecil atau yang dianggap mudah itu ternyata juga diselesaikan dengan tanpa iman, maka apa jadinya dengan masalah besar? ingat juga, hal dosa yang menumpuk akan membuahkan kebinasaan….

Orang jika menimbang untung rugi dengan menggunakan referensi diri sendiri, siap-siaplah untuk melahirkan rumus caci di balas caci, kejahatan dibalas kejahatan… tetapi kalau kita meletakkan cara penyelesaian yang rohaniah, maka kedua pihak akan mendapat berkat, karena Kristus yang lebih rela menderita juga telah melahirkan berkat, menyediakan berkat, berkat Darah Tebusan, berkat Keselamatan, nah demikian juga, jika ada pihak yang merendah turun ke bawah untuk sementara saja agar tidak membalas segala caci atau kejahatan, maka bersiaplah atas konsekuensi berkat, tetapi semisalpun harus tidak menerima ‘berkat’ oleh karena ternyata pihak yang satu tidak terbuka mata rohanianya, maka sadarlah, sebab untuk itulah kita dipanggil….untuk beroleh berkat bukan dari dunia, tetapi dari ALLAH…

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: