Ketika kita dibawa pulang

Juli 8, 2010 pukul 12:44 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: ,

(1Petrus 2:25 [ISH])
Dahulu kalian seperti domba yang tersesat, tetapi sekarang kalian sudah dibawa kembali untuk mengikuti Gembala dan Pemelihara jiwamu.

Alkitab memberi gambaran yang sangat jelas akan Ada-nya TUHAN. Apa yang terjadi pada orang-orang, tokoh-tokoh Alkitab adalah sebagai bukti kepada kita bahwa TUHAN juga akan menjawab doa-doa kita di masa kini, bagi doa-doa orang sepanjang jaman. ALLAH adalah kasih, Yochana, dan karena setiap manusia berbeda dan unik dan TUHAN adalah Maha, maka terkadang orang bisa salah mengerti bagaimana caranya DIA menangani masing-masing individu, yang bisa dipandang kontradiksi oleh orang yang tidak memiliki kasih. Kasat mata, tanpa rohaniah, ALLAH yang menolong Ayub bisa dikatakan “lain” dari ALLAH yang menolong Yunus, ALLAH yang menjawab doa Petrus bisa dianggap “lain” dari ALLAH yang melihat dosa Ananias dan istrinya Safira, dan sebagainya dan seterusnya, tetapi Shema telah kuat dan kokoh, bahwa TUHAN Allah kita adalah Esa.

Jika Nuh dapat pertolongan, maka Abraham beriman juga bahwa ia akan mendapat pertolongan seperti Nuh, jika Abraham mendapat pertolongan, maka Ishak mengimani hal yang sama bahwa ia akan mendapat pertolongan seperti Nuh dan seperti Abraham, Yakub, …Israel… dan seterusnya, ya semua mereka memiliki iman.

Iman bukan meletakkan tubuh,roh dan jiwa pada kalkulasi, kepada kebijaksanaan, kepada apapun produk dunia ini,… apa yang dihasilkan manusia memang bisa menjawab segala pertanyaan, tetapi hanya sementara saja, akan timbul pertanyaan baru… dan seterusnya dan sebaliknya, tetapi iman memberi landasan yang kuat yaitu DIA YANG KEKAL adalah jawaban segala sesuatu, karena IA MAHA TAHU maka IA bisa menjawab segala sesuatu, kita memang terkadang tidak bisa melihat jawaban TUHAN, tetapi oleh iman kita percaya itu ada, dan bisa jadi baru dinyatakan jauh setelah kita meninggalkan dunia ini… itulah yang dimiliki Abraham, iman,… itulah yang dimiliki Ishak, iman… itulah yang dimiliki Yakub, iman…. itulah yang seharusnya kita warisi… iman, yaitu berani memandang ke sesuatu yang tidak terlihat, yang TUHAN sediakan,…. kita bisa langsung meluncur ke (Ibrani 11:1) Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Landasan kita adalah iman, kenapa? karena iman mengatakan kepada kita untuk selalu berkomunikasi dengan TUHAN, bukan memerangi logika kita dengan logika sendiri, bukan mengadukan perasaan dengan ratio, bukan memperlebar catatan-catatan mengenai kalkulasi rugi dan untung, bukan perkara banyak menyimpan akan kaya, bukan kalkulasi itu, bukan air menjadi teh, bukan itu semua, bukan perkara seberapa pengetahuan kita mengenai Kitab Suci, seberapa lama kita berkecimpung di dunia relijiusitas, bukan perkara banyaknya pengetahuan tentang ALLAH, bukan soal agama, tetapi perkara kita meletakkan segalanya kepada DIA Yang adalah PENCIPTA,.. jika kita percaya IA SANGGUP menjadikan matahari dari ketiadaan matahari, apa susahnya bagi DIA untuk menyelesaikan pertanyan-pertanyaan yang membuat engkau gundah? apa susahnya bagi DIA menolong masalah keuangan? apa susahnya bagi DIA menolong masalah keluarga? dan sebagainya, IA PENCIPTA,… IA JUGA PENYEDIA, IA bukan allah yang buta yang tidak bergerak, IA ALLAH YANG mau bekerja, IA ALLAH YANG berfirman tetapi juga turut serta merasakan keadaan kita…. Itulah ALLAH KITA,…. tempat kita menyandarkan tubuh, roh, dan jiwa kita,…. itulah iman,… sebab ALLAH tidak terlihat, tetapi dengan iman kita bisa melihat kegemilangan yang IA sediakan buat kita….

Alkitab telah mencatat itu semua, karena ALLAH adalah kasih, maka Alkitab menuliskan banyak perjalanan hidup dari orang-orang yang berbagai tipe, dari rakyat jelata sampai penguasa-penguasa kerajaan… bukti begitu banyak, jadi jangan ragu untuk memalingkan wajahmu kepada KASIH Yang IA sediakan sejak kekal ke kekal…

Dan karena kita bukan anak gampangan, maka TUHAN juga mempunyai cara untuk mendewasakan kita…kalau manusia telah melawan, TUHAN memiliki cara untuk menyelesaikannya…
IA memilih satu bangsa untuk menyelamatkan DUNIA,… ISRAEL…yang daripadanya MESIAS dilahirkan, IA adalah Gembala untuk suku-suku bangsa yang telah sejak dahulu kalau “merantau” dari damai sejahtera ALLAH, yang berjuang untuk hidup demi alasan-alasan fana, demi menyambung nafas hidup di dunia, …. sedemikian lama Israel memiliki iman seperti itu, saking jelasnya mereka melihat Masa Kristus yang akan datang itu, mereka rindu berada satu masa denganNYA,… mereka merana karena rindu…iman yang luar biasa…

Sekarang semua sudah ada, semua sudah tersedia, kita tidak melihat apa yang terjadi, tetapi oleh iman, kita memiliki dasar yang kuat, bahwa apa yang terjadi di masa yang lampau, kita juga akan beroleh hal yang sama….dan apa yang dijanjikan kelak kita dapat memilikinya, kita tidak melihatnya, tetapi kita memegangnya sebagai pengharapan yang hidup,… ya jiwa kita merana akan rindu bertemu dengan YESUS yang duduk di Singgasana KerajaanNYA, SORGA KEKAL….

sehingga kita pun bisa mengurangi gundah kita, apa gunanya kita mengerti semua jawaban-jawaban dari segala pertanyaan-pertanyaan fana kalau ternyata tidak ada iman, apa gunanya kita merangkul begitu banyak pengetahuan kalau ternyata tidak ada iman…karena Sang Penjawab adalah TUHAN, maka berhubunganlah denganNYA….Karena dulu kamu, bahkan kita, tersesat, bukankah Israel anak Ishak, bukankah Yakub anak Ishak anak Abraham, tetapi oleh persatuan iman, oleh kesatuan roh yang dilahirkan dari ROH YANG SATU, maka kita menjadi Israel baru, Israel sejati, anak Abraham….dan kitapun menjadi anak-anak ALLAH, anak-anak yang menjadi satu di dalam Penggembalaan Sang Gembala. Dan karena kita adalah anak-anak ALLAH, maka itulah yang disebut dengan dibawa pulang, sama seperti Adam dahulu disebut anak Allah,… ketika ia berdosa, ia “merantau” ke gunung pasir kegersangan rohani,… dan setelah itu TUHAN kembalikan kehausan itu kepada kepuasan minuman rohaniah….maka marilah memiliki iman, karena iman mengajari kita untuk selalu berhubungan dengan ROH ALLAH, bukan dengan dunia……dan kitapun disebut sebagai orang yang dibawa pulang… jika kita berani percaya kepada sesuatu yang tidak dapat kita lihat itu…

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: