Ia tidak mengancam

Juli 5, 2010 pukul 12:43 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

(1Petrus 2:23 [ITB])
Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

(Lukas 23:34) Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.

Contoh kita ambil saja dari film-film laga, biar sedikit ada gambaran…

Pertama:
Jika sang pemeran utama yang dalam hal ini “sang pembela” kebenaran mengalami penderitaan dari tokoh antagonisnya, maka pada saat ia diikat misalnya atau sedang berada di balik jeruji, ia akan berteriak, “Awas kau nanti, akan kubunuh kau!!!”… dengan geram terkesan bengis…biasanya tokoh antagonis kalau mendengar itu akan tertawa puas….

Kedua:
Jika tokoh antagonis sekarang yang mengalami penderitaan, ia dipenjarakan misalnya oleh tokoh “kebenaran”, ternyata ia juga digambarkan akan menyebar ancaman, “Awas nanti setelah bosku datang, akan kubunuh kau”, ancamnya.

lucu juga ngebayanginnya hehehe…

Nah, jangan lupa peran-peran ini terkadang kita juga melakukannya dan kita ucapkan,… kita bisa saja melihat hal-hal yang tidak sesuai dengan nurani atau mungkin ajaran agama kita, lalu berucap, “Allah maha adil, kebenaran akan terungkap, yang jahat pasti mati, kamu pasti dikutuk….”, mengerikan bukan?…bahkan ucapan itu bisa ucapkan kala membaca berita, kala menonton tv, d.l.s.

Kutipan dari Lukas di atas menjelaskan tentang “perlawanan” atas keadaan rusak di atas. Melawan arah, tidak sesuai keadaan dunia yang ingin memuaskan “emosi” yang fana, melampaui itu….

Lalu kenapa Yesus bisa mengucapkan kata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” ?

Karena Ia mengenal maksud dan tujuanNYA, dan Ia mengenal Siapa DiriNya sendiri….
Maksud dan tujuan Yesus sampai menjadi manusia adalah untuk menjalankan misi yang Roh Kristus nubuatkan dengan perantaraan nabi-nabi, atau orang-orang kudus TUHAN di masa lampau, dan untuk misi itulah IA, Firman ALLAH menjadi manusia…dan di dalam keadaanNYA sebagai manusia itu, IA bukan seperti manusia yang di dunia, yang walau IA benar, IA tidak serta merta menghakimi, IA sabar di dalam penderitaan itu, karena IA sedang “mempertontonkan” KASIH , ALLAH adalah Kasih,…Yochana..

dan kita tentu tahu di dalam keadaan menunggu, menunggu adalah pekerjaan yang amat sangat melelahkan, butuh tenaga eksta dan kesabaran ekstra untuk itu… TUHAN YESUS sekarang menunggu sampai kesudahannya kelak, sebab IA tidak datang sebagai HAKIM waktu datang di dalam keadaan manusia, tetapi kelak ketika segala sesuatu sudah genap waktunya, TUHAN, YESUS akan turun di dalam keadaanNYA Yang sebenarnya, sebagai HAKIM…. dan karena maksud dan tujuan di sini adalah sebagai HAKIM, maka persiapkanlah tubuh dan roh dan jiwa kita untuk itu…

Kita memang tidak bisa menolong dunia, tetapi kita bisa mengoreksi diri kita sendiri…dan karena TUHAN mengenal siapa diriNYA, maka kita juga sekiranya dapat mengenal diri kita, TUHAN tidak sedang berkata :”Tunggu saja nanti setelah engkau mati, Aku akan mengirim engkau ke neraka”,… Tidak, bagaimana kita tahu? karena rancangan TUHAN adalah rancangan damai sejahtera, IA telah menyediakan begitu banyak kesaksian-kesaksian yang kasat mata kita dapatkan di setiap kehidupan kita, apakah kita sadar?….. apakah kesabaran TUHAN kita labrak, apakah kemerdekaan yang TUHAN berikan menjadikan kita sombong? tetapi selalu ada pilihan yang salah, Yudas Iskariot menjadi contoh kepada kita, ia seorang pencuri, bendahara yang korup, ultra nasionalis yang tidak membuka mata atas masalah-masalah rohaniah, padalah betapa rindunya nabi-nabi dan orang-orang kudus TUHAN yang bahkan para malaikat ingin menyaksikan ALLAH yang di dalam manusia, ingin menyaksikan YESUS di dunia,… Yudas yang setiap hari mendapat wejangan dari Guru tidak berubah, bahkan ketika dosanya menumpuk maka mautpun sudah dekat, ia binasa… tetapi bukan TUHAN namaNYA kalau tidak dapat merekakan “kedegilan” menjadi kebaikan, kekerasan hati Israel telah menjadikan kita mendapat anugerah mengenal TUHAN, kekerasan hati Yudas telah diubahkan menjadi berkat buat kita… darah tebusan tertumpah…Artinya TUHAN sabar menunggu sampai ada hari atau waktu bagi kita mau mengenal berkat anugerahNYA, tetapi ketika hati kita ada kecenderungan untuk bebal dan keras dengan segala dalihnya, dosa kita menumpuk, membubung sampai ke langit, maka TUHAN akan menunjukkan wajahNYA,… IA akan menghukum sebab IA adalah KUDUS, sebab IA MAHA ESA, dan karena kita sudah dibatasi waktunya, kita tidak dapat hidup sepanjang jaman, kita pasti mati, maka hidup kita di dunia adalah waktu yang diberikan TUHAN sebagai batas kesabaranNYA kepada kita masing-masing. Dalam hal ini, berbahagialah mereka yang mendapat hajaran dan hukuman di dunia ini, mereka jauh lebih berbahagia ketimbang TUHAN menghukum mereka pada saat Pengadilan Besar kelak.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: