Menerima Pujian

Juli 3, 2010 pukul 12:12 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: ,

(1Petrus 2:20 [ITB])
Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

di dalam terjemahan bahasa Indonesia sehari-hari disebut

(1Petrus 2:20 [ISH])
Sebab apakah istimewanya kalau kalian sabar menderita hukuman yang seharusnya kalian tanggung karena bersalah? Tetapi kalau kalian dengan sabar menanggung penderitaan yang menimpamu karena berbuat yang benar, maka Allah akan memberkatimu.

Dunia memang bertolak belakang dengan sorga, dan karena Roh Allah ada pada kita, dan Roh Allah yang adalah Roh Kemuliaan di dalam Nama Kristus memanggil kita senantiasa berlaku benar, karena Kristus adalah Benar.

Satu hal, kita percaya dunia akan berkesudahan, kiamat namanya, tetapi sorga akan kekal, tentu kita tidak dikehendaki mati konyol, TUHAN berkehendak bahwa ciptaanNYA jangan sampai binasa, dan supaya jangan binasa maka mahluk di dunia itu diberi Cahaya Kemuliaan Kristus melalui darah tebusanNYA yang dikerjakan Roh Allah di dalam kita.

Sekarang kita tahu bahwa dunia berlawanan dengan ALLAH, dunia berbeda karena iblis, raja dusta telah berkuasa di dunia ini, ia di buang di sini sampai menunggu kesudahannya kelak. Ia yang dahulu adalah penghulu malaikat tentu tidak tinggal diam atas segala “merajalelanya” kekudusan. Ia sangat tidak menyukai itu.

Pekerjaan-pekerjaan iblis terkadang kita setujui di dalam berperilaku, di dalam berbicara, di dalam bertingkah laku setiap hari. Perbuatan-perbuatan dosa. Bisa saja kita kenak tampar atas kelancangan kita, bisa saja kita tergilas angkot saking ugal-ugalan naik motor, atau bisa saja kita gila karena terlalu memikirkan hal-hal yang tidak realistis…kenak tampar adalah penderitaan, kecelakaan adalah penderitaan, kegilaan adalah penderitaan, banyak bentuk penderitaan yang dapat kita rasakan,.. tetapi pertanyaannya, bukankah penderitaan itu layak kita terima? Kenapa? karena semua kehidupan dan tatacara itu kita lakukan berlawanan dengan kemauan sorga, kita menyimpang dari sasaran…. dan jangan ucapkan itu sebagai kehendak ALLAH,…

Ada juga yang terisak-isak karena dipenjara akibat pembunuhan, ada yang sakit parah karena divonis korupsi, banyak hal….semua itu menghasilkan penderitaan,…dan ada hal yang agak unik, seorang yang menderita tetapi tidak mengakui keberdosaannya malah sering mengundang simpati dari masyarakat, sambil berkata: “Doakan saya supaya tabah menjalani cobaan ini”,…. padahal ada dosa tersembunyi yang tidak ia akui, …
hal-hal seperti ini adalah bentuk ketidakpercayaan kepada ALLAH, … dengan mulut mungkin ia bisa mengaku beragama, tetapi kelakuannya jauh dari itu, ia tidak sadar bahwa malaikat-malaikat TUHAN bagaikan awan-awan mengelilingi kita, menyaksikan apa saja perbuatan kita…

Dan ada penderitaan yang lebih parah, seseorang mengajarkan tentang firman Allah, tetapi dirinya sendiri berjuang keras untuk dapat mengalahkan nafsunya sendiri….penderitaan yang sangat menyakitkan…

Ohhh penderitaan-penderitaan di atas memang layak kita tanggung, dan tidak ada satupun yang mendapat pujian dari TUHAN atas penderitaan itu semua…semua itu persis seperti kecelakaan akibat membawa motor dengan ugal-ugalan…salah kaprah, salah arah…. beda tujuan.

Ada penderitaan yang dapat pujian TUHAN,…yang mana?
Kita sudah percaya bahwa Roh Allah ada pada kita, nah karena Roh Allah adalah TERANG, maka kita wajib membuktikan bahwa ada TERANG di dalam kita, maka bercahayalah…Dan kita tahu bahwa tubuh kita juga mempunyai keinginan, dan itu selalu ingin dimenangkan,… mendapat uang adalah keinginan, untuk dapat hidup lebih layak di ibukota misalnya, tetapi karena ROH ALLAH Yang ada di dalam kita bukan ROH YANG mau disuap dan bukan roh dunia maka kita harus melawan suap tadi, dan konsekuensi dari tidak menerima suap itu adalah kita menjadi tidak cukup hidup layak di ibu kota.. itu adalah penderitaan karena menyetujui Roh ALLAH memimpin atas nafsu duniawi kita…..

Mencari pasangan sering juga begitu, kita terkadang membuat kotak-kotak sendiri, terkadang kita berdoa kepada TUHAN supaya TUHAN memberikan pasangan, dan tidak sesekali TUHAN memperkenalkan lawan jenis, tetapi karena keinginan kita lebih menonjol kita sering menolak sodoran TUHAN, “ah kurang cantik”, “ah kurang pintar”, “ah tidak pakai kaca mata”, “ah tidak putih”, dan ah ah yang lain, apa yang terjadi setelah usia lewat? ia berkata ahhh sudahlah mungkin memang TUHAN tidak menghendaki aku menikah? UPSSSSS ingat ADAM dilengkapi dengan HAWA, jadi jagalah kata-katamu, penderitaan menunggu pasangan itu layak Anda terima karena Anda selalu menolak sodoran TUHAN,…itu tidak akan mendapat pujian…. itu seperti mendapat kecelakaan karena membawa motor dengan ugal-ugalan. Tetapi jika kita bisa membaca kehendak TUHAN, maka kita akan mudah menentukan pasangan itu, dan kitapun akan diberkati olehnya,…

Banyak contoh, dan terlalu sempit ruang ini…sebab Kasih Setia TUHAN begitu indah dan luar biasa…
yang tidak memahaminya akan menderita juga, dan tidak ada waktu dan kesempatan untuk mengasihani diri sendiri, sebab penderitaannya disebabkan oleh pilihannya sendiri yang tidak mau tunduk kepada ROH ALLAH….

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ Parhobas
    Tidak semua dapat memahami mengapa harus ada penderitaan krn mengikutin Kristus . Karena semua memang harus teruji baik di dalam perkataan dan perbuatan hingga dalam roh .

    Salam kasih lae ku,

    Shalom ves Aleluja

    • @lae sihotang

      sangat tepat lae, semoga kita bisa semakin dalam dan semakin dalam mengenal akan Kristus dengan segala jalan yang IA sediakan dan contohkan…

      salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: