Simon Petrus

Juli 2, 2010 pukul 12:13 am | Ditulis dalam Apologet | 138 Komentar
Tag: , ,

(1Petrus 1:1) Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia,

(2Petrus 1:1) Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Petrus adalah Simon anak Yunus, saudara Andreas, murid Yesus Kristus. Yesus memilih dia menjadi pemimpin dari murid-murid awal, sejarah gereja berkata bahwa Petrus adalah Paus pertama ketika pusat pelayanan kekristenan berada di Anthiokia. Simon adalah nama Yahudinya, yang artinya Tuhan telah mendengar atau pendengar. Simon adalah nelayan, kelahiran Betsaida. Lokasi yang tepat tentunya untuk seorang nelayan, dekat pantai.

Suatu ketika saudaranya Andreas mendengar gurunya Yohanes Pembaptis berkata kepada Yesus :” Lihatlah Anak domba Allah”. Andreas langsung mengikut Yesus dan ia menjadi muridNYA,… berikutnya tidak lama setelah itu Andreas berlari ke rumahnya, mencari Simon saudara kandungnya dan berteriak: “Kami telah menemukan Mesias”. Mesias adalah Anak Domba Allah adalah Kristus…adalah Firman Allah yang menjadi manusia…Yesus namaNYA.
Simon langsung menurut kata Andreas saudaranya, karena memang mereka sudah tahu bahwa itulah masa-masa akan datangnya Mesias. Mereka berangkat dan bertemu Yesus…

Pada perjumpaan pertama dengan Yesus yang kemudian menjadi Gurunya, Yesus memberi nama baru kepadanya, yaitu Kephas, dari bahasa Aramaik Chepas, yang artinya Petros (Yunani) atau Petra atau Petrus, yang artinya gunung batu atau batu saja.

Jadi Simon si pendengar, mendengar suara saudaranya Andreas bahwa TUHAN telah datang di dalam nama YESUS Kristus, dan oleh proses selanjutnya YESUS mengubahkan si pendengar itu menjadi Chepas, Petros, Petrus, si batu yang kuat.

Petrus menjadi bukti dan pegangan, ya sebab dia adalah batu karang yang kuat yang dijadikan batu karang oleh Gurunya, bukan tanpa alasan ia disebut gunung batu atau batu…
sebab sekarang ia adalah rasul dari Yesus Kristus, ia menjadi saksi dari nubuat Yesus atas turunnya ROH KUDUS, ia menjadi saksi atas nubuatan Yohanes Pembaptis bahwa Yohanes membaptis dengan air tetapi Yesus akan membaptis dengan Roh KUDUS,… ia menjadi saksi kebangkitan, ia menjadi saksi kenaikan, ia jadi saksi bahwa YESUS menyertai mereka senantiasa… ia menjadi salah satu pengisi kabar gembira bahwa oleh memanggil Nama YESUS KRISTUS, Petrus bisa membangkitkan orang mati, bahkan oleh bayangan Petrus saja orang bisa sembuh dari penyakit,… sungguh nubuat dan janji YESUS nyata oleh saksi mata yang satu ini, si batu karang, si gunung batu ini,… dan karena ia adalah saksi yang akurat dan kesaksiannya sangat diperlukan maka namanya batu sungguh sangat tepat, ia kokoh dan bertenaga.

Di dalam kutipan 2 Petrus 1:1 di atas Petrus menulis lengkap atributnya dia dan bagaimana posisinya di hadapan Kristus, yaitu dia adalah si Simon yang diubahkan Yesus menjadi si Chepas, yang walaupun ia adalah saksi dan batu yang kuat, tetapi sadar betul akan posisinya di hadapan Gurunya, yaitu hamba. Ia tahu ia hanya hamba, dan seorang dikatakan hamba karena ada tuan, dan tuan yang benar adalah TUHAN, YESUS KRISTUS NamaNya. Walaupun ia dapat bermegah secara lahiriah sebab matanya menyaksikan kekayaan KRISTUS bahkan menjadi rasul, bahkan pemimpin di antara penatua gereja awal, ia sadar betul di hadapan YESUS ia hanyalah seorang hamba.

Petrus adalah contoh yang luar biasa kepada kita, ia mengajari kita tentang keberanian, ia mengajari kita tentang keteguhan hati dan ia memberi kita jenis pilihan yang tepat. Sebuah nasehat dari pengkotbah, masa lalu kita bisa saja hancur dan tidak jelas, bahkan lebur tak berarah, tetapi ketika kita berani memilih TUHAN, maka kita yakin kita akan memilih akhir yang tidak hancur, akhir yang berarah, akhir yang tidak lebur…sebab TUHAN mampu dan sanggup menciptakan roh yang hancur menjadi roh yang kokoh bak batu karang, bak gunung batu, persis seperti Petrus yang walau mengaku gagah berani tetapi keok di pagi hari penyaliban, tetapi kekalahan dia itu tidak menghancurkan dia, ia menjadi teguh seteguh namanya karena ia memilih pilihan yang bijaksana, ia bertobat dari kekalahannya,….

Dan Petrus oleh keteguhan hatinya yang sudah diubahkan oleh tuannya, TUHAN YESUS KRISTUS, ia berani mati martir. Ia pada akhirnya mati demi mempertahankan imannya, ia disalib terbalik. Pada masa kekristenan awal salib terbalik mengingatkan saudara-saudara seiman akan kemartiran Petrus. Bukti ketaatan seorang hamba kepada tuannya.

Iklan

138 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ Parhobas

    Di kalangan sdr kita muslim yg namanya Rasul Simon Petrus kurang begitu dikenal . Mereka justru sangat membenci rasul Paulus dgn menuduh telah menyelewengkan ajaran Kristus. Padahal Simon Petrus lah yg menjadi dasar batu karang gereja Kristen sekarang. Padahal dari kedua tokoh itu Rasul Simon Petruslah yg menjadi soko guru keKristenan dgn menyampaikan ajaran-2 yg masih natural dari adat Yahudi. Kekurangan mengertian dari pihak mereka saja ya lae …

    Salam kasih laeku …

    • @lae Sihotang

      mungkin panjang ceritanya itu lae…
      kalau menurut saya dari pembacaan Alkitab, Rasul Paulus memang seorang yang visioner dan gigih, dia seorang Rasul kepada bangsa-bangsa non Yahudi, meski ia selalu mengawali penginjilannya dari orang Yahudi yang ada di daerah-daerah perantauan Yahudi,…. tetapi memang non Yahudi “dikristenisasi” oleh Paulus itu adalah kenyataan,…hampir seluruh daratan timur tengah (dari Israel, Libanon, Suriah, Mesir, d.l.l dulu adalah daerah Kristen) menjadi Kristen oleh “buah karya” Paulus…. jadi kita bisa memahami mereka-mereka yang sangat anti dengan Kristenisasi.

      padahal kalau kita membaca Alkitab, “Kristenisasi” yang dilakukan Paulus, bukanlah suatu usaha untuk membentuk “agama”, melainkan supaya orang-orang bs mengenal TUHAN mereka yang telah “bekerja” demi mereka…dan usaha Paulus itu adalah inisiatif TUHAN, jika TUHAN tidak membuka jalan maka para penginjil tidak ada satupun yang akan keluar dari Israel…nyatanya Lidia adalah buah karya pertama dari penginjilan yang keluar dari Israel… tetapi memang Nubuat atau Firman Yesus harus terlaksana, yaitu: “Kamu (penginjil) akan dibenci,..”…
      jadi saya kira kebencian kepada Paulus adalah kebencian turun temurun dari orang-orang yang menolak Kristus dari abad pertama sampai sekarang dan mungkin akan terus sampai maranatha…dan kita harus tahu, yang membenci Paulus sangat banyak, termasuk orang Yahudi yang menolak Injil juga…
      bahkan orang yang mengaku beragama Kristen juga banyak yang membecinya, karena begitu banyak surat yang nasehatnya sangat pedas ia tuliskan kepada Jemaat-jemaat, dan kita tahu jika seorang yang hanya berada pada status Kristen dan bukan memiliki hubungan yang baik dengan TUHAN, maka oleh nasehat ia bisa marah dan benci, sifat aslinya akan keluar, ia akan memenangkan tubuhnya ketimbang bertobat ….orang-orang yang murtad jadinya,…. dan orang murtad biasanya akan berpindah agama…membentuk allah baru… hehehehe

      salam lae..

    • saya juga heran kenapa Paulus sedemikian dibencinya oleh para antiKristus, dituduh menyelewengkan ajaran Yesus padahal Paulus hanya menyebarkan Injil dan ajaran Yesus bukan membuat satu aliran baru. mereka tidak tahu kalau Paulus dulunya adalah seorang pembunuh yang suka menyiksa orang2 Kristen namun setelah dibutakan oleh cahaya ia justru berubah menjadi salah satu rasul Kristen misioner terbesar , ini menunjukkan bahwa ia bukan orang sembarangan melainkan memang dipilih secara istimewa oleh Tuhan (karena kalau dipikir2 secara logika, mana mungkin seorang pembunuh sadis tiba2 bisa berubah jadi seorang hamba Tuhan kalau bukan karena campur tangan Tuhan sendiri?)
      menurut saya, andaikata untuk sesaat kita memisahkan surat2 Paulus dari keempat kitab Injil, kita tetap masih bisa melihat ajaran Kekristenan yang ada pada kita saat ini, yaitu yang dibawakan oleh Yesus sendiri. Jadi Paulus bukanlah orang yang membuat/menyelewengkan ajaran Yesus, melainkan hanyalah salah satu rasul utusan Tuhan untuk menyebarkan Injil dari kota-ke-kota dan mengkader para penginjil muda seperti Timotius.

      syalom.

  2. Saya rasa perlu dilihat lebih utuhlah alasan-alasan mengapa Paulus jadi pusat perhatian :

    Alasan Pertama : Petrus adalah murid Langsung Yesus, Paulus tidak . Kalo masalah cahaya dsb tentu verifikasi itu dianggap tidak sekuat Petrus yang jelas2 semua orang tahu dia murid langsung Yesus. Bahkan Gereja Katholik sampai mengaitkan Petrus ini dengan Kepala Gereja yang ditetapkan Yesus. Jadi legitimasi Petrus bisa diterima lebih banyak kelompok dibanding Paulus, karena Paulus dianggap tidak mengenal Yesus selagi Yesus masih hidup : Dianggap tidak cukup tahu ajarannya dsb. Mungkin ngefans, mungkin merasa terinspirasi, tetapi apakah memang cukup tahu ajaran Yesus , itu yang jadi pertanyaan

    Alasan Kedua : Saya rasa memang fokus penekanan murid Yesus pada waktu itu adalah bangsa Yahudi. Lha Paulus boleh dikatakan “menyimpang” dari mainstream itu.
    Teologi Paulus bisa dibilang cukup pragmatis dalam menjangkau baik Yahudi maupun non Yahudi. Kristen Perdana itu saya rasa fokusnya memang Yahudi, lha Paulus berbeda sendiri. Lha dalam beberapa kasus sangat mungkin tindakan Paulus tidak disetujui oleh rasul lain misalnya perpisahannya dengan Barnabas.

    DLL

    ===============================

    mereka tidak tahu kalau Paulus dulunya adalah seorang pembunuh yang suka menyiksa orang2 Kristen ===> Masalahnya tentu saja tidak semudah sekedar tahu atau tidak tahu. Mungkin ada yang tidak tahu tetapi kayaknya sih lebih banyak yang tahu , yang pernah mendengar berita itu. Tetapi sudut pandangnya berbeda.

  3. Saya rasa memang perlu diteliti lagi , bukan sekedar merasa heran dsb – Apakah ada perbedaan antara kehidupan murid Yesus , Kristen yahudi perdana yang bukan murid paulus dibandingkan dengan Paulus dan murid-muridnya.

    Kabarnya Ioanes Rakhmat pernah membuat buku soal itu … tetapi yah saya sendiri juga belum membaca sih… ^_^

    Kalo ada yang tahu sejarah murid2 Yesus perdana sepeninggal Yesus , perkembangannya dsb. Ya silahkan saja memberi masukan. Idep-idep kita melihat sosiologi agama.

    SALAM

    • @lovepassword

      untuk itu Anda bisa mempelajari siapa penulis Injil Markus…

      setelah selesai coba Anda sebutkan intisarinya di sini,

      saya atau teman lain menungggu…

      salam dan menunggu

  4. Saya mempelajarinya dimana Par? Ada link khusus atau pake google sembarang ?

  5. @lovepassword

    ya tunjukkanlah kualitasmu dari sourcemu hehehhe…

    masak harus diajarin, ehhehehe

    • Memangnya menunjukkan kualitas itu perlu ya ? Hi Hi Hi …

      Kalo dari source mah yang tampak kualitas sourcennya… ^_^

      Saya itu aslinya setengah bingung dengan jawabanmu.

      Jadi ya rada kutebak kamu mau ngomong apa ?

      Pertama : Markus kayaknya bukan termasuk murid langsung Yesus jadi juga bukan termasuk 12 rasul murid Yesus. Lha dengan ngomong ini kayaknya kamu bermaksud mengkorelasikan latar belakang Markus dan Paulus yang sama2 bukan murid langsung.

      Bener apa bener ? Setidaknya yah saya rasa 70 persen benerlah. Iya tho???

      Markus oleh banyak sejarahwan modern , banyak yang mengatakan salah satu Injil tertua. Bahkan ada juga yang mengaitkan bahwa sangat mungkin Injil yang lain sedikit banyak mengutip Markus… Jadi yah posisinya bisa dibilang kuatlah… secara sejarah. Kayaknya gicu sih.

      Jadi seakan kamu mau protes : Mengapa Paulus saja yang dilihat padahal Markus juga bukan murid langsung Yesus ???

      Oke deh, yang saya omongken kan kemungkinan alasan, kemungkinan penyebab. Mungkin bagi banyak orang, cara bercerita Markus yang seakan selalu sedang berhadapan muka dengan Yesus sendiri, menyebabkan banyak yang tidak terlalu sadar kalo Markus aslinya bukan Murid Yesus secara langsung…Mungkin saja gitu

      Tetapi sisi bahwa sangat mungkin ada perbedaan sosiologis antara Yahudi murid Yesus perdana dengan murid2 Paulus juga masih cukup menarik untuk diperhatikan.

      SALAM

      • @lovepassword

        sayang sekali, analisa Anda jauh dari pikiran dan topik yang saya harapkan…

        walau ulasan Anda di atas masih bisa diterima, tetapi kalau diteliti itu bisa disebut fallacy nanti,…. siapa saja sah untuk menceritakan Injil, alasannya kan gitu…

        digali lagi…

        waiting…

  6. Masalah fallacy ya bisa disebutkan fallacynya. Yang aku omongkan kan menjawab keheranan sebagian teman-teman. ^_^

    Digali lagi ? Sampai dalem jadi sumur gicu ?

    Masalahnya kamu gak menyebutkan sisi apa yang perlu digali. Kalo yang kita omongkan sebuah nama , ya tentu ada banyak aspek yang bisa diomongkan.

    Bagaimana kalo kamu berikan sedikit gambaran, sisi apa yang mau kamu diskusikan dari Paulus serta Markus ? ^_^ …

    Jadi saya mudeng arah pertanyaanmu gicu lho..

    SALAM Par

    See You

    • @lovepassword

      duhhhh jadi sedih aku karena “rengekanmu” itu hahahaha

      hayolah… Anda sering ngaku pintarkan?

      ….waiting….

      • Hi Hi Hi, bahwa aku pinter itu emang kadang2 pinter 😀 …Tapi kamu juga samalah : kadang-kadang juga pinter ^_^

        tetapi aku kan bukan MBah Dukun atau istrimu yang bisa mereka-reka isi hatimu dengan mudah…. 😀

        Agar diskusi ini bisa langsung pada sasaran yang kamu inginkan, menurutku sih bagusnya kamu berikan dulu batasan sisi apa dari Markus atau Paulus yang ingin kita diskusikan bersama.
        Menurutku gicu sih…

        Hi Hi Hi

        Salam Parhobass

        See You

      • @lovepassword

        saya sabar koq menunggu

        ….ngga usah tertekan….

        nb.
        -fallacy yang sering diperankan oleh lovepassword adalah,… mengusahakan alur berjalan setelah itu hanya mengkomentari hasil alur itu, nasehat saya, itu “jahat”….
        -msih menunggu

      • Lha wong gak ada yang nekan lho… Hiks…

        Ini bukan soal tertekan, masalahnya adalah soalnya clue mu itu terlampau pelit… Emangnya kita sedang main detektif cilik ngejar layangan ya ???

        Tambahin dikit dong … Jangan pelit pelit …

        Nebak isi hatimu ternyata gak kalah sulit ketimbang nebak hati wanita lho… Penuh misteri gicu lho….

        Misteri bulan Juli…

        ===============================
        fallacy yang sering diperankan oleh lovepassword adalah,… mengusahakan alur berjalan setelah itu hanya mengkomentari hasil alur itu, nasehat saya, itu “jahat”….
        -msih menunggu
        ===> Contoh kesalahan menarik kesimpulan ya seperti ini .

        Aku ini nggak membuat alur tertentu. Aku cuma melihat ada pertanyaan ada keheranan, lha kucoba menjawab berdasarkan apa yang aku tahu. Intinya kan cuma itu.
        Lha ya gak ada hubungannya sama fallacy makan terasi dong. Lha wong aku sekedar menanggapi komentar bingung rekan2 lain di sini. Gicu lho ceritanya Kanjeng Tumenggung Parhobass…

        SALAM Deh….

        See You

      • @lovepassword

        … Anda tinggal menjelaskan apa yang Anda ketahui dari penulis Injil Markus….kepada siapa,oleh siapa dan “pembimbingnya” siapa…

        ngga usah terlalu jauh2lah….

        saya tunggu….

      • @Bapa Tua Parhobass & Amangboru lovepassword

        Lagi bahas apa nehh?? 🙄

        Mau dibuatkan kopi ga? Biar makin seru diskusinya.. 😉

      • @inang borusasada;

        ini.. si amangboru seperti biasalah, ada pernyataan2 yang mengatakan perlu menyelidiki apakah Petrus dan Paulus, lebih menekankan Paulus, ada perbeadaan apa tidak.. baik ajaran dan cara hidup dan sebagainya…

        yang di dalam hal ini saudara muslim seperti biasa menekankan bahwa kristen itu adalah Paulus sementara Petrus dan Yesus bukan; malah ada yang menyebut Nasrani,… agak aneh dan rancu hehehe;

        nah untuk menjawab “keraguan” dan keinginan tahu amangborumi ini, saya suruh dia menceritakan perihal siapa penulis Injil Markus,

        itulah yang saya tunggu sampai sekarang…
        nah karena inang menawarkan kopi, saya boleh minta teh ngga, saya ngga terlalu suka kopi, tetapi kalau hanya kopi yang ada di dapur ngga apa2lah… masaklah inang airnya…

        menunggu amangboru dan menunggu teh hangat…

        salam

      • Kalo aku bagaimana kalo kopinya ada capucinonya sama dikasih cream…Hi Hi hi….

        kalo ada sama pisang goreng atau bakso juga doyan….^_^

      • yang di dalam hal ini saudara muslim seperti biasa menekankan bahwa kristen itu adalah Paulus sementara Petrus dan Yesus bukan; malah ada yang menyebut Nasrani,… agak aneh dan rancu hehehe;

        ===>Gini Ya Om Parhobas….. Masalah rancu dan aneh, emang bisa saja rancu tetapi bisa saja tidak rancu.

        yang namanya perbedaan cara berpikir cara menafsirkan kan biasa itu. Ada yang melihat dari sisi X, dari Y dsb. Itu masih baik2 saja aslinya sih.

        Yang gak baik itu yang seperti apa ? ya kalo Kitab Suci , agama dsb diniatkan cuma sebagai bemper meninggikan diri plus untuk menyerang pihak yang lain.

        Misalnya tak kasih contoh ya :

        Ada pendapat Kristen tertentu yang mengatakan bahwa Islam bukan berasal dari keturunan Ibrahim . Itu pendapat kan. Lha terlepas setuju atau tidak , itu adalah pendapat.

        Lha kalo memang konsisten berpikir seperti itu, aslinya sungguh geblek kan kalo misalnya ada pengeboman dsb kemudian di kaitkan bahwa keturunan Ismael dipanggil sebagai keledai liar, kemudian keledai liar diidentikkan senang berkelahi.

        Itu logika goblok itu, asal nyamber. Saking gebleknya kan gak sadar kalo dua logika itu bertabrakan keras satu sama lain…Kalo dianggap bukan keturunan Ibrahim lalu mengapa ayat soal Ismael dihubung-hubungkan. Geblek apa geblek coba ??? Tentu ada juga tafsir yang jauh lebih positip misalnya di Sarapan Pagi.

        Tetapi yang namanya geblek memang manusiawi, lha itu bisa terjadi dalam agama manapun.

        Dalam Islam misalnya sedikit menjawab keherananmu soal Nasrani dan Kristen kubahas juga sedikit.

        Memang ada perbedaan pendapat : Ada yang menganggap Kristen identik dengan Nasrani, ada juga yang menganggap Kristen ya Kristen, Nasrani ya Nasrani, ada yang menganggap Nasrani sudah tidak ada lagi dsb.

        Konsekuensinya biasanya gini : Nasrani itu dianggap bagian dari ahlul kitab kan? Lha itu punya keistimewaan tersendiri termasuk kemungkinan menikah dsb.

        Lha kalo tidak dianggap ahli kitab tentu keistimewaan semacam itu tidak ada.

        Itu namanya beda tafsir masih okelah…

        yang nggak oke yang bagaimana ?

        Yang gak oke ya kalo tafsir sekedar diarahkan asal nyamber.

        Misalnya gini : Begitu ada ayat2 yang bermakna pujian terhadap Nasrani, dengan semangat 45 berkata : Kristen itu bukan Nasrani. Jadi pujian di AlQuran itu bukan untuk Kristen kan ??? Lha wong Kristen bukan Nasrani.

        Misalnya : Yang terbaik persahabatannya dengan kaum beriman adalah umat nasrani .
        Ayat itu bukan untuk kristen lha wong Kristen tidak sama dengan Nasrani.

        Dengan semangat 45 ada yang ngomong Nasrani bukan Kristen. Itu masih oke kalo cuma itu.

        Tetapi anehnya kalo ada ayat2 yang bernada teguran atau negatif terhadap Nasrani, tiba2 anginnya berubah : yang dimaksud Nasrani itu ya Kristen.

        Misalnya : Nasrani tidak akan suka sebelum kamu mengikuti millah mereka.

        Yang dimaksud Nasrani adalah Kristen. mayoritas penafsir mengatakan Nasrani adalah Kristen.

        Lha kok bisa menafsirkan bisa gonta ganti seenak-enaknya gicu ya …?

        Kalo menafsirkannya saling nabrak-nabrak seenak udel semacam itu cuma demi menabrak pihak lain, tentu saja itu cara menafirkan yang sebenarnya tidak sehat.

        Lha penyalahgunaan agama itu terjadi dalam Islam juga ada, dalam Kristen ya juga ada.

        Misalnya dalam Kristen : Logikanya kan ya gak waras, kalo memang dianggap bukan keturunan Ibrahim lalu bagaimana bisa ketika ada peristiwa kekerasan ayat mengenai keturunan Ismael bisa ditafsirkan seaneh itu…

        ============================

        Jadi kalo masalah rancu atau tidak rancu . Itu termasuk dalam perbedaan-perbedaan pendapat.
        Lha yang namanya menafsirkan kadangkala itu tergantung niat, lha kadang ada yang asal nyamber saja , seenak udel menafsirkan agama sendiri apalagi agama lain, pokoknya ada yang kesamber….tetapi ada pula yang walaupun berbeda pendapat tapi konsisten.

        SALAM

      • @lovepassword

        saya ngga tau apa yang sedang Anda omongkan,..penafsiran bisa berbeda karena memang ada SENSE, atau thema atau penekanan konteks di point tertentu, tetapi coba perhatikan argument saya,

        perhatikan kata “Kristen” dan “Nasrani”, yang dianggap kebanyakan apologist muslim sbb,…

        murid Paulus dan pengikutnya dikatakan Kristen
        dan murid Petrus dan Yesus disebut Nasrani,…

        supaya tidak ada “kesan-kesan” yang bisa melanjutkan perbantahan dan diskusi yang panjang tak karuan, saya menyarankan kepada Anda, untuk dapat sekali lagi, saya momohon sebenarnya, supaya Anda mempelajari, apa itu Kristen dan apa itu Nasrani…

        kalau berkenan….
        tetapi kalau Anda ngotot dengan “metode” beda penafsiran, ya tidak apa2, tetapi saya katakan, tafsir tanpa Roh Allah adalah tafsir dari kemauan manusia, dan itu terlihat dari “Kristen vs Nasrani” ala teman2 yang tidak memahaminya,….

        salam

      • supaya tidak ada “kesan-kesan” yang bisa melanjutkan perbantahan dan diskusi yang panjang tak karuan, saya menyarankan kepada Anda, untuk dapat sekali lagi, saya momohon sebenarnya, supaya Anda mempelajari, apa itu Kristen dan apa itu Nasrani…

        ===> Yang kamu bicarakan itu kan perspektif Islam terhadap Kristen kan? Terutama terkait point itu. Ya kalo masalahnya rancu atau tidak rancu , logikanya gak tepat selalu gitu.

        Ada yang mengartikan Kristen = Nasrani
        Ada juga yang mengartikan Kristen tidak sama dengan Nasrani.

        Jadi bisa saja rancu , tetapi tidak selalu bisa dianggap rancu karena memang bisa saja pendapat masing2 penafsir berbeda-beda. Intinya cuma itu.

        Lha itu tidak perlu heran banget2. Lha wong perbedaan pendapat biasa saja itu…

        SALAM

      • @lovepassword

        perbedaan pendapat itu bukan sesuatu yang wajar, tetapi itu akan selalu terjadi makanya hukum terutama adalah kasihilah sesamamu…..
        karena berbeda maka, oleh kasih perbedaan itu menjadi warna yang indah, mungkin itu yang sedang Anda gambarkan,…

        tetepi ada perbedaan yang kontras, “hitam” dan “putih”, Jahat dan Baik, Hidup dan Mati….

        jadi kalau ada yang berkata Kristen adalah murid2 Paulus dan Nasrani murid2 Yesus atau Petrus itu sudah ibarat tidak apa2lah hitam demi putih atau putih demi hitam, Jahat demi baik, baik demi jahat, hidup demi mati, mati demi hidup, alias tepu-tepu alias bukan dari Roh Allah melainkan dari si jahat…

        semoga bisa direnunglan akan dampak dari salah tafsir, akibat tafsir tanpa Roh Allah…

      • Duh Par…Par…Yang kita bicarakan itu kan perspektif. Masalah apa pendapatmu mengenai Kristen dan Nasrani ya silahkan kamu kemukakan saja.

        Lha kalo kamu heran terhadap rekan2 muslim kan sudah kujelaskan bahwa masalah ini memang bisa beda2 pendapat, termasuk ya antara lain yang kamu protes.

        Lha bahkan dalam Kristen pun ya sama saja .

        Tidak semua Kristen seneng disamakan dengan Nasrani. Kan selalu ada manusia yang perlu mengaktualisasikan dirinya….

        Lha fakta sosiologis psikologis manusianya memang gitu kan. Itu bagian dari aktualisasi diri

        Kalo kamu ngomong historisnya ya : kata Nasrani itu asalnya kan pasti dari kata Nasaret, maksudnya pengikut Yesus dari Nasaret.

        Lha Kristen sendiri kan istilahnya baru ada di Antiokia. Kayaknya gicu kan. Paulus juga ngakunya pengikut Yesus. Karena itulah ada yang tidak mempermasalahkan, tetapi ya ada juga yang mempermasalahkan.

        Jadi kalo kamu mau protes yang kamu protes itu sesuatu yang kompleks baik dari sisi Islam maupun Kristen.

        Islam ya ada yang menganggap Nasrani = Kristen, ada yang tidak setuju.

        Kristen ya sama saja, ada yang pro dan kontra dengan istilah2 itu.

        Kalo masalah Yesus dan Paulus…, kata Nasrani sendiri ya jelas diperuntukkan untuk pengikut Yesus. lha karena ada pemikiran soal sesuatu yang berbeda antara Paulus dan yesus , maka pemikiran Nasrani vs Kristen ini timbul

        Lha sebaliknya dari sisi Kristen, sebagian tidak sreg juga dengan istilah Nasrani. Malah ada yang berpikir nggak sreg karena mereka merasa istilah itu dari Kitab Suci agama lain. Jadi yah silahkan saja lah kalo kamu mau berpendapat menurutmu mestinya gimana.

        Tetapi dari sisi persppektif antar agama, ya di internal masing2 ada yang setuju Nasrani = Kristen, ada juga yang nggak setuju – dengan beragam alasan masing2…
        Biasa saja itu.

        SALAM

      • @lovepassword…

        ada lagi kata Anda nasrani dari kitab suci agama lain, baca Kitab Kisah Para Rasul…. maka Anda akan tahu apa itu Kristen dan apa itu Nasrani..

        kalau Anda sudah menemukannya, lalu apa kesimpulan Anda?
        kalau Anda masih berkutat di masalah sosiologis bla bla bla…. itu namanya tepu-tepu….

        eeehhhheeemmmm, ada ya kristen yang tidak suka disebut nasrani?
        melucu atau ada data? saya asli baru mendengar masalahnya….

        salam

      • Lho ketika kamu atau RAS misalnya ngomong curhat : Mengapa ya kok ada pendapat si A si B si C. Ya jawabannya kan terkait perspektif si A si B si C itu.

        Lha kalo kamu tanya mengapa menurut Islam begini begini begini ? Ya memang ada sudut pandang gitu. Tetapi yang namanya penafsiran kaitannya dengan hal itu kan tidak satu buah.

        Memang ada yang mengidentikkan Nasrani dengan Hawariyyun pengikut Isa mula-mula terutama kaitannya dengan 12 murid dan pengikutnya, Ada yang ngomong : Nasrani ditujukan kepada jemaat Kristen pertama di Yerusalem yang pada umumnya terdiri atas orang Yahudi, sedangkan Kristen digunakan pertama kali di jemaat Antiokhia, yang terdiri atas orang non-Yahudi.

        ada yang mengidentikkan Nasrani dengan Kristen, ada yang menganggap Nasrani sudah musnah, dsb

        Banyak pendapatlah : Ada yang ngomong seperti yang kamu omongkan, ada yang ngomong Kristen = Nasrani ada yang ngomong Kristen bukan Nasrani.

        Dalam Kristen sendiri ya samalah RAS, ada yang menganggap Nasrani dan Kristen identik. Ada yang menggerutu kalo dipanggil Nasrani. Alasannya ya mungkin terkait aktualisasi dirilah. Hi Hi Hi.

        Apakah aku sedang bergurau atau punya data ? Kalo data nggak tahu punya apa ndak ya ? Tetapi bagaimanapun aku kan ngobrol dengan manusia lintas agama lintas kelompok. Jadi tahulah fenomena itu. Bahwa ada kelompok Islam yang tidak setuju Kristen = Nasrani itu memang benar ada. Tetapi dalam kelompok Kristen sendiri ya bisa dijumpai fenomena yang sama.

        Mengapa ? Sebagian ya memang terkait cara menafsirkan, sebagian lain mungkin kaitannya dengan ego aktualisasi tadi , eksklusifitas kelompok dan sebagainya. Tidak suka kalo dianggap memakai istilah dari agama lain.

        Biasanya keberatannya kan terkait pemanggilan atau penyebutan yang bagi sebagian Kristen/Nasrani dianggap dipaksakan termnya , dianggap oleh mereka ada pemaksaan term Islami kepada Kristiani. Lha mereka sebagian gak suka itu. Tentu tidak semua tetapi jelas ada.

        Misalnya istilah Nasrani ya ada yang nggak seneng.
        Istilah Isa Almasih ya sama, ada yang merasa dipaksa. Hi Hi hi .. Tentu mungkin ada setuju tidak mempermasalahkan kayak kamu, tetapi juga pasti ada yang tidak setuju.

        Bahwa ada penjelasan : Nasrani asal katanya dari Nazaret kemudian Nazarene dsb lalu Nasrani , terkait pelafalan bahasa – tetap tidak membuat senang karena sebagian ada yang merasa seakan ada infiltasi istilah Islam dalam Kekristenan. Sebagian lagi malah sibuk memperdebatkan apakah Yesus dari Nazaret itu berdasar apa nggak ?

        Lha umat Islam sendiri juga ada perdebatan pendapat apakah kata Nasrani itu asal muasalnya dari nama tempat Nasaret itu atau justru dari istilah lain misalnya dari kata Nashara yang identik dengan kemenangan karena Allah, jadi bukan sebuah nama tempat/daerah tertentu.

        Sekali lagi dalam masing2 kelompok termasuk dalam antar agama maupun internal : Ya tentu tidak semuanya keberatan , ada yang setuju kayak kamu.

        Tetapi ada juga yang tidak setuju.
        yah anggap saja itu biasalah.

        Sepanjang niatnya bukan asal nyamber.

        Lha yang paling repot itu kalo asal nyamber.
        Misalnya : Setiap ada ayat yang memuji Nasrani di AlQuran , ngomong Nasrani itu bukan Kristen dengan serangkaian alasan.
        Tetapi giliran ada ayat yang mengkritik Nasrani, omongannya berubah : Nasrani itu Kristen. Alasannya mayoritas penafsir bilang gitu… Ya kalo menafsirkannya berubah-ubah gini kan ya repot semuanya. Penafsirkan gitu kan tidak konsisten dan cuma bertendensi menyerang pihak2 lain. Lha contoh cara menafsirkan yang asal menyerang, yang gak bagus yang kayak gitu.

        Sama seperti tafsir Kristen soal keledai liar Ismael itu, ya antik itu. Seenaknya ngomong Islam bukan berasal dari garis keturunan Ibrahim, tetapi giliran ada peristiwa kekerasan yang pelakunya kebetulan muslim, ayat2 yang katanya nubuat soal Ismael dibawa2. Logiaknya tabrakan sendiri tapi nggak nyadar. Lha itu juga contoh cara menafsirkan yang asal njeplak. Gak bagus, karena niatnya cuma asal nyamber agama lain.

        Ngomong agama tanpa ngomong sosiologis itu rada susah karena selalu ada kaitannya dengan sifat sosial, psikologis manusia, sebagian pengin tampil beda, dsb . Itu semua kadang bisa muncul , selain sisi kebiasaan , lingkungan dsb. Mungkin karena Kristen Indonesia asalnya dari Eropa jadi asing dengan istilah Nasrani. Mungkin tahu tetapi tidak familiar,, dsb dsb… Ada banyaklah Par, kalo kamu mau nyari latar belakangnya.

        Lha itu bisa saja terkait tafsir, tetapi yang namanya tafsir kadang dipengaruhi oleh latar belakang, lingkungan penafsirnya. Kadang bisa begitu

        http://agama.kompasiana.com/2010/06/26/agamamu-nasrani/

      • http://en.wikipedia.org/wiki/Nazarene_(sect)

      • @lovepassword

        sebelum era Islam, kata Nasrani itu sudah ada, jadi ngga usah bawa2 diskusi tentang Islam di sini, ok….saya ngga mau tahu tentang itu, yang saya sebut dengan mengatakan murid Paulus Kristen dan murid Yesus dan murid Petrus nasrani itu sudah tepu-tepu, mau tafsir apapun dipakai kalau terjadi tepu-tepu sudah jelas itu tafsir adalah dasarnya kemauan manusia…..

        sampai sekarang saya masih belum bisa nangkap keruwetan argument Anda….sekali lagi, tafsir bisa beda jika ada konteks yang sedang ditekankan, tetapi makna umumnya harus sama,… nah perkara tafsir Nasrani/Kristen itu sudah blunder, tepu-tepu..ok!!

        saya sarankan kepada Anda, untuk menguatkan argumen saya, bacalah dengan seksama Kitab Kisah Para Rasul, maka Anda akan tahu dan akan bisa mengajari orang timur (dari kutipan kompas Anda) yang tidak tahu nasrani itu….untung dijelaska di kutipan Anda itu bahwa memang ia sangat buta tentang imannya sendiri….parah itu…

        salam…

      • Tak kasih contoh ya : Tulisan ini ada dalam sebuah forum diskusi agama kompasiana yang ditulis oleh orang Kristen bernama Benyamin Manuhutu :

        bung freely: saya setuju dengan pernyataanya: “tidak bisa dihubung-hubngkan”.

        Kerena itu nasrani seharusnya bukan kristen dan isa almasih seharusnya bukan Yesus Kristus.

        Mereka yang menghubung2kan justru tidak memahami konsep: “Bagimu agamu, dan bagiku agamaku”

        Saya kira kita sependapat. soal ini

        =============================================

        Kalo ada yang menyebut saya nasrani, saya gak akan marah orang tersebut, tapi hanya mengurangi respek saya terhadap orang tersebut. Karena secara psikologis saya cenderung menganggap orang tersebut melihat saya dari kaca mata dia, bukan saya apa adanya.

        ===> Kamu bisa lihat kan Par, bahkan diantara Kristen sendiri ada juga yang menganggap Nasrani dan Kristen itu dua hal yang berbeda. Mereka ada yang nggak sreg dengan istilah Nasrani.

        Jadi sekali lagi ini adalah keanekaragaman pendapat baik antar agama maupun internal agama baik dalam Islam maupun Kristen.

        Lha masalah kamu punya pendapat sendiri, merasa pendapatmu benar ya silahkan saja. Tetapi kalo yang kamu tanyakan adalah persepsi pihak2 lain, ya jawabanku giitu..

        Masalah kamu misalnya ngomong Kristen dan Nasrani ya sama saja dsb dsb , sekali lagi silahkan, tetapi perlu juga kamu lihat bahwa perdebatan mengenai Nasareth itu juga ada dalam Kristen sendiri.

        Jadi jangan melulu melihatnya sebelah saja : Mengapa kok ya agama lain melihatnya begitu. Sementara bahkan kau tak tahu perbedaan semacam itu juga ada dalam Kristen sendiri.

        Lha pikiran dikau itu lama2 jadi stereotip : Menurutmu tahumu cuma pendapat tokoh A misalnya kau angggap ya pendapat Islam pasti begitu seperti kata2 tokoh A, padahal itu mungkin cuma sebagian pendapat yang memang masih bisa diterima dalam Islam, tetapi tidak bisa dianggap sebagai satunya tafsir Islam. Karena itu masuk perbedaan pendapat yang diijinkan . Karena ada juga pendapat B, C, dsb …

        Sementara dalam Kristen ya sama saja. Kau pikir pendapat Kristen itu ya pendapatmu seorang padahal kalo kau mau keluar sebentar kan ya ketemu aneka pendapat.

        Tidak semuanya sreg bila Kristen diidentikkan dengan Nasrani. Memang ada yang tidak mempermasalahkan, tetapi ada yang mempermasalahkan bahkan menolak , plus ngedumel pula.

        sebagian memperdebatkan sisi teknis semacam hubungan Yesus dengan Nasaret yang ada yang menganggap tidak cukup kuat. Ada yang menanggapi dari sisi sentimen keagamaan : menganggap istilah Nasrani cuma ikut2an latah mengikuti istilah agama lain , dsb dsb.

        Ya bagusnya kalo semua itu dilihat secara lebih menyeluruh komprehensip. Bukan cuma sebelah sisi saja saat melihat Islam maupun saat melihat Kristen, saya rasa gitu sih…

        SALAM

        SALAM

      • @lovepassword

        kutipan kompasmu itu sangat menjelaskan banyak kenapa sampai ia tidak tahu tentang nasrani….

        salam

      • Kamu itu terlalu maksa Parhobas tercinta…

        Sekali lagi Par ini bukan sekedar soal kekurangan iman atau kelebihan iman. Ini soal perbedaan pendapat, soal cara menafsirkan baik di dalam Islam maupun Kristen sendiri.

        Kau yang protes bahwa menurutmu tanggapan Islam begini soal Nasrani , kau katakan rancu dan sebagainya – dijawab mengenai Islam kamu protes , katanya gak usah ngomongin Islam.

        Lha kau yang tanya=tanya sendiri, ngedumel sendiri, eh dijawab malah protes.
        Kalo yang kau tanya sisi Islam, ya ada macem2 soal Nasrani atau Kristen tadi. Begitu juga masalah yang sama juga ada dalam Kristen.

        Masalah kisah para rasul itu saya tahu. Lha pendapatmu kan juga merupakan salah satu pendapat. Tetapi juga bukan satu-satunya pendapat bahkan dalam internal Kristen sekalipun .

        Lha kamu hobinya menutup mata. Dengan mudah melemparkan masalah , mereduksi masalah dengan jawaban : Kurang Iman … Hmmmm ( geleng -geleng)

        Kalo misalnya saudara Benyamin itu menurutmu kekurangan iman karena dia nggak sreg istilah Nasrani = Kristen ? Ya itu pendapatmu yang aduhai dangkal yang menggampangkan persoalan, menutup mata terhadap kenyataan yang terjadi dalam masyarakat atau kamu hidup dalam sangkar emasmu sendiri.

        Misalnya kamu bisa baca juga pendapatnya Sarapan pagi :

        http://www.sarapanpagi.org/kristen-vt325.html

        Kamu lihat ada aneka pendapat soal ini yang tidak bisa seenak-enaknya direduksi sekedar Mister Benyamin kurang iman.

        Kaitannya sebagian memang pada ekslusifitas kelompok, sok tampil beda. Aku juga tahu itu. tetapi sebagian yang lain juga karena perbedaan cara menafsirkan.

        SALAM Parhobass…

        Semoga kamu bisa melihat lebih jernihlah…

        Saranku sih gicu…

        Salam lagi deh….

        See You

      • @lovepassword

        daripada berlarut2,
        Nasrani itu apa?
        Kristen itu apa?

        saya tunggu…

      • @lovepassword

        daripada berlarut2,
        Nasrani itu apa?
        Kristen itu apa?

        saya tunggu…

        ===> Kalo kau tanya pendapat pribadiku ya Nasrani itu gampangannya ya samalah dengan Kristen. Mau protes ?

        Yang saya omongkan kan pointnya bukan di situ. Saya tidak menyalahkan kamu dari sisi itu kan ?

        Masalahnya adalah : Kamu mereduksi masalah perbedaan pendapat yang ada dalam Islam dan juga bahkan internal Kristen menjadi seakan-akan Kesalahan Islam dalam memandang Kristen.

        Itu bukan logika yang benar dan komprehensip.

        Padahal posisinya lebih aduhai kompleks dari itu . Karena menyangkut apakah Nasrani = Kristen atau tidak, dalam internal Islam ada banyak pendapat. Serta dalam internal Kristen juga ada banyak pendapat. Yang tentu saja tidak bisa sedemikian gampang direduksi dengan pola pikir : Karena orang itu berbeda pendapat maka dianggap kekurangan iman. Lha itu logika koboy Texas ala mantan Presiden Bush itu.

        Selama ini kalo kau keliling di berbagai blog yang aku kunjungi kan kamu bisa membaca saya tidak pernah meributkan istilah Nasrani dengan Kristen, Isa dengan Yesus, atau istilah Allah dengan YHWH, kata “Allah” hanya boleh dipakai Islam saja dan sebagainya.

        Sekali lagi yang ngomong yang meributkan masalah itu bukan cuma muslim saja, Lha wong Kristen yang tidak setuju dengan itu juga banyak. Misalnya ribut kata Allah yang dilarang di Malaysia itu juga dipopulerkan oleh aliran Kristen Mesianik Indonesia.

        Lha terkait dengan hal-hal semacam itu harus dilihat secara utuh dalam dua sisi, menurut Islam apa saja pendapat yang ada. Menurut Kristen juga tidak bisa semata-mata dilihat hanya dari satu pendapat saja.

        Terus kamu melihat dengan aneh : Pandangan Islam terhadap Kristen kok begini begitu ?

        Misalnya contoh ya : Terkait soal kata Nasrani , ya kan ada protes apa korelasi antara Yesus dengan Nasaret. Protes itu lebih terkait perbedaan pendapat Kristen aslinya , lha kau jelaskanlah itu mengapa Yesus bisa dikorelasikan dengan Nasaret. Itu ada sisi tafsirnya selain memang bisa saja ada sisi sok tampil beda. Tidak ingin disamakan dengan agama lain dan sebagainya.

        Lha kalo dalam Islam kan juga ada perbedaan pendapat menyangkut kata Nasrani itu . Ada yang mengartikan dari nama kota , ada juga yang mengartikan sebagai pendukung agama Allah, kemenangan Allah, dan sebagainya. Jadi lihatlah itu semua, sebelum mengambil kesimpulan.

        Saya rasa pendapat saya cukup jelas dan tegas.

        SALAM

        Selamat atas Spanyol walaupun saya lebih suka Belanda yang menang… Hi Hi Hi

        See You Par

      • @lovepassword

        saya ulang sekali lagi,

        nasrani itu apa?
        kristen itu apa?

        kalau Anda cepat menjawab, diskusi selesai mengenai itu….

      • Secara sederhana : Nasrani itu sebutan untuk pengikut Yesus. Kristen mengklaim bahwa mereka pengikut Yesus.

        Kata Nasrani bisa saja berasal dari kata Nashara atau Nasaret , itu masalah penafsiran dari sisi bahasa , tetapi masalah itu tidak mengubah substansi bahwa Nasrani adalah penyebutan untuk pengikut Yesus/Isa.

        Pendapat Pribadi saya :

        Yesus = Isa
        Allah di Alkitab = Allah di AlQuran
        Nasrani = Kristen

        Ini pendapat pribadi saya.
        Tetapi walaupun saya berpendapat begitu – tidak bisa perbedaan pendapat terkait dalam masalah ini bisa direduksi dengan aduhai berani mati : Kurang iman atau kelebihan iman. Hi Hi Hi.

        Apalagi sampai dikaitkan memecah belah segala. Tanpa saya ada disini perbedaan pendapat soal itu di antara internal Islam maupun internal Kristen jelas sudah ada.

        Lha saya cuma memaparkan itu. Kalo menampilkan fakta yang jelas sudah ada dianggap memecah belah ya rada aneh logikanya.

        Masalah perbedaan pendapat soal Nasrani atau Kristen baik dari sisi Islam maupun Kristen itu ada, sudah ada . Lha masalah kamu nggak tahu , itu lain urusannya. Kalo kamu gak tahu ya belajarlah mencari tahu.

        Di dalam Islam dan juga Kristen, ada banyak variasi pendapat terkait hal itu.

        Misalnya Katholik sepakat Islam dan Kristen menyembah Allah yang sama yang diimani Ibrahim. Aliran Kristen Protestan tertentu terutama Mesianik yang dipengaruhi Yahudi tidak sepakat.

        Ada orang Kristen yang sepakat dengan istilah Nasrani. Ada juga yang malah merasa terhina. Seperti yang kupaparkan dalam contohku di forum agama kompas.

        Dari sisi Islam ya sama saja . Ada yang menganggap Yesus = Isa , ada yang tidak. Ada yang menganggap Nasrani = Kristen, ada yang tidak.

        Perbedaan pendapat soal ini ada. Memang ada.

        Setelah mempelajari aneka data , aneka pendapat , maka aku lebih sreg dengan jawabanku sendiri. Terlepas dari perbedaan persepsi yang ada. Saya yakin bahwa itu lebih mengarah pada figur yang sama.

        Artinya apa ? Saya tahu ada perbedaan misalnya soal Allah, dsb, tetapi perbedaan itu saya kira tidak menyentuh substansi pemikiran, sejarah, sosiologis, dsb bahwa aslinya umat kedua agama ini menyembah Tuhan yang sama yang diimani Ibrahim.

        Saya bukan burung beo yang patuh pada satu pemikiran yang dijejalkan pada saya. Saya memperhatikan aneka pendapat sebelum memikirkan pendapat saya sendiri.

        Bisa saja pada satu kasus saya setuju pada A, pada kasus lain setuju pada B.

        SALAM

      • @lovepassword

        saya menghargai jawaban dan posisi Anda, salut

        yang menjadi pertanyaan selanjutnya, adalah… (semoga dijawab),
        apakah pendapat Anda itu sesuai fakta? atau hanya win win solution? intinya apa dasarnya Anda berpendapat begitu…

        saya tunggu,
        karena kalau saya perhatikan itu bukan fakta….(mau terima apa ngga, memang itu kenyataannya)…

        note:
        kalau ada yang salah, ngga usah diambil sebagai sampel, saya kira itu yang tepat, termasuk contohnya dari forum kompas yang Anda kutip di sini, dari argement beliau sangat menjelaskan bahwa memang ia jarang membaca literatur kekristenan….(saya tidak dalam posisi menyalahkah dia, itu harus dicatat, karena Kristen bukan perkara pengetahuan, tetapi perkara relasi dengan TUHAN)

        salam

      • note:
        kalau ada yang salah, ngga usah diambil sebagai sampel, saya kira itu yang tepat, termasuk contohnya dari forum kompas yang Anda kutip di sini, dari argement beliau sangat menjelaskan bahwa memang ia jarang membaca literatur kekristenan….(saya tidak dalam posisi menyalahkah dia, itu harus dicatat, karena Kristen bukan perkara pengetahuan, tetapi perkara relasi dengan TUHAN)

        ===> Kamu baca kan tulisanku ya? Kita berdiskusi soal kata Nasrani dan Kristen, karena tulisanku adalah jawaban atas keluhanmu terhadap Islam , maka saya membahas dua sisi yaitu Islam dan Kristen.

        Saya katakan ada banyak tafsir soal ini terkait dua kata itu, baik dari sisi Islam maupun Kristen. Saya juga menjelaskan dinamika tafsir yang terjadi termasuk alasan sosiologis psikologis yang mungkin ada.

        Contoh dalam forum Kompas itu , adalah contoh ketika saya memaparkan alasan sosiologis , misalnya karena ingin tampil beda, tidak suka dianggap mirip agama lain, mungkin dianggap infiltrasi agama lain, ada yang menganggap seakan term Islam dipaksakan ke Kristen, latar belakang lain karena Kristen Indonesia dipengaruhi budaya Eropa dimana kata Kristen(christian) lebih terkenal sehingga asing dengan kata Nasrani.

        Itu paparan sosiologis psikologis yang erat kaitannya dengan culture seseorang .

        Tetapi kamu harus ingat bahwa saya tidak mengatakan bahwa perbedaan pendapat yang ada, baik dalam internal Islam maupun Kristen semata2 ada cuma karena alasan sosiologis manusianya saja.

        Sebagian penafsir yang lebih serius tentu juga punya dasar alasan yang cukup kuat ketika mereka mengatakan Kristen = Nasrani atau menolak Kristen = Nasrani. Karena itu juga saya memberikan link soal aneka tafsir ini dari sarapan pagi. http://www.sarapanpagi.org/kristen-vt325.html

        Jadi saya rasa persoalannya tidak bisa disederhanakan misalnya seperti katamu : Parah, saudara benyamin tidak mengenal imannya sendiri..^_^… Karena itu bukan perkara satu dua orang yang kamu anggap tidak tahu. Masalahnya bukan semata tahu atau tidak tahu tetapi ada juga sisi perbedaan pendapat yang beralasan. Saudara BP dari sarapan pagi rasanya tidak bisa dianggap terlalu geblek tidak tahu tafsir.

        Maka penyebutan yang umum kita dengar ‘Nasrani’ bagi kaum Kristiani sebenarnya ‘kurang tepat’. Sumber : Sarapan Pagi.

        Itu salah satu contoh sudut pandang yang lain.
        Jadi sekali lagi Ini masalah keanekaragaman menafsirkan, bukan sesederhana pendapatmu.

        ==============================

        yang menjadi pertanyaan selanjutnya, adalah… (semoga dijawab),
        apakah pendapat Anda itu sesuai fakta? atau hanya win win solution? intinya apa dasarnya Anda berpendapat begitu…

        saya tunggu,
        karena kalau saya perhatikan itu bukan fakta….(mau terima apa ngga, memang itu kenyataannya)…

        ==> Hmm, kalo bukan fakta ya silahkan ditunjukkan saja apa yang menurutmu fakta kan …^_^

        Kalo kamu tanya pendapat saya fakta atau nggak ya mana saya tahu. Menurutku ya fakta , itu kan persepsiku terhadap sesuatu yang kuanggap fakta.

        atau hanya win win solution? Saya memang seneng win win solution tetapi aku juga tidak memaksakan itu. Benar atau salah kan tidak ditentukan apakah orang lain bahagia atau tidak.

        Jadi kalo kau dongkol pun aslinya aku gak perduli sepanjang hal yang kusampaikan substansial. Tetapi tentu saja bukan berarti membuat jengkel orang lain dijadikan tujuan.

        Cara mengecek apakah pendapatku semata2 mengejar win-win solution atau nggak itu gampang ==> Kamu cross check saja dengan semua pendapatku di blog-blog atu forum lain, pendapatku konsisten apa nggak.

        Menyenangkan semua orang gak mungkin Par, karena topik ini sangat bervariasi penafsirannya. Ketika saya ngomong A, kan berarti saya berbeda dengan B, C, D.

        intinya apa dasarnya Anda berpendapat begitu…
        ===> Dasarnya sederhana saja : Terlepas dari perbedaan tafsir dari sisi asal muasal kata , kata Nasrani itu kan identik dengan pengikut Yesus.

        Lha kata Kristen yang lebih populer sekarang adalah pengakuan yang merefer bahwa mereka pengikut Yesus. Apapun penafsiran pengikut Yesus terhadap ajaran Yesus, mau dianggap bener mau nggak , mau dikaitkan dengan Paulus mau nggak, mau Yahudi atau nggak , mau Yunani atau Romawi ya faktanya mereka mengklaim sebagai pengikut Yesus kan…

        Kalo ada perbedaan pendapat mengenai apa yang dianggap ajaran Yesus atau nggak dsb dsb. Tidak merubah substansi bahwa Kristen itu memang mengikut Yesus. Yang dilakukan Paulus kan menafsirkan Yesus, lha masalah tafsir Paulus dianggap menyimpang atau nggak menyimpang itu lain urusannya, tetapi yang jelas Paulus itu menafsirkan Yesus. Paulus juga berinteraksi dengan murid2 Yesus.

        Jadi perbedaan pendapat terkait ajaran Yesus atau bukan, perbedaan pendapat terkait bagaimana menafsirkan ajaran Yesus, saya rasa tidak bisa merubah fakta bahwa Kristen merasa mengikuti ajaran Yesus. Kalo urusan perbedaan pendapat dsb itu kan kaitannya dengan bagaimana masing umat/kelompok menafsirkan apa yang dianggap ajaran Yesus itu.

        Jadi saya juga tidak sependapat dengan misalnya BP yang mengarahkan kata Nasrani berasal dari sekte Yahudi pra Kristen. Kemudian atas dasar itu kata Nasrani harus ditolak, atau dia tidak sreg dengan itu. Mungkin saja benar argumentasi BP mengenai ada sekte Yahudi yang ada bahkan sebelum Yesus ada. Tetapi tidak bisa penolakan dilakukan atas dasar itu. Karena itu dua point yang berbeda. Yang disebut Nasrani kan tidak menjadi identik dengan sebuah sekte yang sudah ada sebelum Yesus ada. Itu dua entitas yang berbeda

        Terlepas dari saya setuju denganmu dalam point menurutku Kristen = Nasrani, saya rasa kamu tidak bisa mereduksi perbedaan pendapat soal ini sekedar tahu atau tidak tahu. Karena sisi tafsir yang serius juga tetap ada, dan juga perlu dilihat.

        SALAM

      • @lovepassword

        Nasrani awalnya sebagai sebutan penghinaan oleh orang Yahudi kepada orang-orang yang mempercayai Yesus adalah Mesias yang dinantikan itu, dan Yesus adalah Anak Allah. jauh sebelum Kristen ada.

        Kristen adalah sebutan hinaan oleh non Yahudi, gentiles, orang-orang romawin kepada orang-orang yang mengikuti cara hidup Kristus…

        dua-duanya adalah orang-orang yang sama,…
        si Paulus atau Pretrus dan sebagainya orang-orang Yahudi kalau pulang kampung akan dipanggil sebagai Nasrani, hinaan oleh pemuka-pemuka agama Yahudi

        tetapi kalau Paulus dan Petrus dan sebagainya akan dipanggil oleh hinaan Kristen oleh orang-orang yang tidak ada hubungannya dengan orang Yahudi yang pada waktu itu berpusat di Yerusalem.

        Bahwa ada sekte lain di luar Farisi, Saduki, d.l.l, itu karena agak mirip yaitu mempercayi Yesus, selalu dihina oleh pemuka agama Yahudi sebagai Nasrani, alias pembuat kekacauan…

        itulah penjelasan yang saya harapkan dari Anda…

        nah sekarang kenapa ada orang, dari dulu sampai sekarang, yang tidak suka disebut Nasrani?
        karena Nasrani itu identik sebagai hinaan atas sekte sesat oleh Yahudi…
        sedang Kristen meski juga adalah hinaan, tetapi hinaannya itu adalah sebagai bentuk jalan hidup, yaitu kristus-kristus kecil, atau orang-orang yang mengikui cara Kristus hidup…
        tetapi nyatanya orang-orangnya sama….

        jadi tidak ada hubungannya dengan Islam dengan Al Qurannya, yang saya yakin ngga sama juga maknanya,…

        dan tidak semua juga tahu bahwa nasrani dan kristen awalna adalah kata-kata hinaan…

        salam

      • @Parhobass :

        nah sekarang kenapa ada orang, dari dulu sampai sekarang, yang tidak suka disebut Nasrani?

        karena Nasrani itu identik sebagai hinaan atas sekte sesat oleh Yahudi…
        sedang Kristen meski juga adalah hinaan, tetapi hinaannya itu adalah sebagai bentuk jalan hidup, yaitu kristus-kristus kecil, atau orang-orang yang mengikui cara Kristus hidup…
        tetapi nyatanya orang-orangnya sama….

        jadi tidak ada hubungannya dengan Islam dengan Al Qurannya, yang saya yakin ngga sama juga maknanya,…

        dan tidak semua juga tahu bahwa nasrani dan kristen awalna adalah kata-kata hinaan…

        ===>

        Hmmmm, saya menghargai pendapatmu Par , tetapi saya rasa ada beberapa hal yang tidak saya setujui.

        Mengenai asal muasal Nasrani dan Kristen adalah hinaan , itu kamu benar, tetapi apakah itu yang menjadi penolakan sebagian kelompok atas kata Nasrani ?

        Saya rasa nggak. Jelas bukan itu.

        Pertama : Manusia yang tahu tafsir semacam BP , manusia yang rajin belajar kayak aku ..he he he – pasti pernah mendengarlah soal hinaan segala macam. Tetapi itu saya rasa tidak pernah dijadikan alasan menyetujui maupun menolak kata Nasrani = kristen atau nggak.
        Kamu baca tulisan BP alasannya lain kan. Jadi jelas alasan karena hinaan itu tidak bisa dibilang kuat.

        Dari sisi penafsir yang kebetulan tidak setuju Nasrani adalah Kristen, mereka punya alasan sendiri yang cukup berdasar bagi mereka , meskipun mereka tidak berada dalam pendapat yang sama dengan kita. Dan nyatanya alasannya bukan karena hinaan pada masa lalu.

        Kedua : Kalo alasannya dua-duanya hinaan itu cukup membingungkan, kalo keduanya hinaan kenapa kata yaang satu dibanggakan sementara kata yang lain malah ditolak , oleh pihak2 yang tidak sepakat Kristen = Nasrani

        Ketiga : Yang atas itu hubungannya dengan perbedaan cara menafsirkan. Artinya pakar2 tafsir, manusia yang cukup belajar tafsir bisa saja punya pendapat sendiri-sendiri. Dan sekali lagi saya ingatkan : Itu blasss nggak ada hubungannya sama kekurangan atau kelebihan iman. Sekarang saya ngomong soal yang lebih luas , bukan pendapat pakar2 tafsir tetapi pendapat masyarakat luas, masyarakat Kristen yang lebih awam.

        Kamu jelas salah jika mengatakan Kristen = Nasrani atau nggak – sama sekali tidak berhubungan dengan Islam , itu bukan pengamatan yang bagus.

        Masalah beda arti dsb bisa saja beda arti bisa nggak, kan tergantung sekali lagi masing2 penafsir baik dari Islam dan Kristen, tetapi masalahnya juga bukan masalah beda arti .

        Menurut saya begini : Secara masyarakat Kristen awam ya , mengapa ada ( saya katakan ada bukan semuanya ) yang menolak Kristen disamakan dengan Nasrani. Alasannya sederhana saja :

        Karena dari kacamata mereka seakan kata “Nasrani” itu term Islam. Mereka seakan merasa dipaksa oleh situasi, seakan dipaksa oleh pemerintah secara tidak langsung memakai term Islam di dalam Kekristenan.

        Kamu harus ingat bahwa Kristen di Indonesia sedekit banyak terkait kultur Eropa Yunani dimana kata Kristen(Christian) memang lebih ngetop ketimbang kata Nasrani. Mereka asing dengan kata “Nasrani” sementara mereka melihat kata Nasrani adalah penyebutan atas diri mereka oleh agama lain.

        Tidak semua kelompok Islam sepakat Nasrani = Kristen, tetapi gaungnya di Indonesia yang menafsirkan Nasrani = Kristen kan juga cukup banyak.

        Orang2 Kristen tertentu melihat itu seakan mereka merasa sedang diatur2 oleh agama lain, ada pemaksaan istilah Islam terhadap Kristen, dan sejenisnya.

        Endingnya mereka merasa tidak sreg dengan itu, sebagian malah merasa seakan dihina atau setidaknya merasa tidak dianggap. Merasa sudut pandang eksistensi mereka tidak dihargai. Padahal secara netral penyebutan kata Nasrani tidak bertensi menghina karena kata Nasrani dalam Islam pun juga selain ada sisi kritikan juga ada pujiannya . Itu penyebutan netral.

        Tetapi inti penolakannya ya itu tadi : Orang2 Kristen Indonesia yang dipengaruhi culture Eropa asing dengan “kata Nasrani” , mereka malah melihat kata itu identik dengan istilah dari Islam, kemudian mereka menolak,

        Seakan mereka hendak ngomong : Ini gaya gw, ini agama gw, gw gak mau pake punyamu, elo jangan paksa gw dong”

        Ini sosiologis agama , ini psikologis manusia, itulah makanya aku berkali-kali ngomong padamu. Perhatikanlah aspek sosiologis juga saat mengamati agama.

        Jadi perkara istilah Nasrani dan Kristen dulunya kata hinaan itu mau diketahui masyarakat awam atau penafsir atau sama sekali nggak diketahui – saya rasa gaung pengaruhnya sedikit sekali.

        Yang banyak pengaruhnya kalo dari sisi sosiologis agama ya itu tadi, karena sebagian orang Kristen menganggap bahwa seakan ada pemaksaan istilah Islam kepada orang Kristen. Ini dari sudut pandang kesan Kristen awam kan.
        Kalo kamu nggak percaya mulai sekarang kamu keluar sebentar dari lingkungan yang senada denganmu , keluar dari menara gadingmu , amati lebih seksama . Tentu yang kamu amati ya orang2 Kristen yang tidak sependapat denganmu dalam hal ini. Lha kalo kamu mengamati yang sependapat ya sampai kapanpun kamu gak nyadar2 kalo ini memang beneran ada.

        Jadi kalo kamu mau membahas ini : Karena akar masalahnya karena sok gaya sok tampil beda tidak mau memakai gelar/istilah yang dianggap berasal dari agama lain , maka mau tidak mau ya sisi itu perlu dilihat oleh pihak yang mungkin mau mencoba “meluruskan” kayak kamu.

        Lha kalo kamu menutup mata atas fakta sosiologis manusia ya kamu sampai kapanpun tidak menyentuh akar masalahnya. Akar masalahnya kalo dari sisi awam ya jelas sok tampil beda itu tadi. Tidak mau memakai istilah yang dianggap dipaksakan oleh agama lain.

        Lha kalo dari sisi penafsir yang lebih serius ya tentu sekali lagi punya alasan sendiri, Dan itu juga punya dasar argumentasi meskipun sudut pandangnya mungkin beda denganmu dan saya. Mereka sekali lagi merasa punya dasar.

        Alasannya juga jelas bukan karena kata Nasrani itu kata penghinaan dari Yahudi perdana lalu ditolak, lha kalo alasannya memang itu kan logikanya dua2nya ditolak , nyatanya kan yang kita bicarakan adalah ada yang menolak istilah yang satu disamakan dengan istilah yang lain.

        Jadi kamu harus memetakan masalah dalam dua point : Ada point psikologis sosiologis agama karena tidak mau seakan dipaksa memakai istilah dari agama lain karena tidak biasa dengan istilah tersebut, tetapi pada point yang lain : memang ada juga beda tafsir yang lebih serius jika yang kita bicarakan adalah orang2 yang bolehlah kita anggap cukup belajar mengenai hal itu.

        Saya rasa demikian Par

        SALAM

      • @lovepassword

        argument saya atas
        kasus pertama Anda:
        itu tidak lain disebabkan masyarakat awam modern sudah lebih dahulu tahu term itu berasal dari Islam lebih daripada term yang berasal dari diri sendiri.. contohnya adalah orang yang Anda bawa dari artikel di forum kompas, karena ia lebih dulu tahu term itu dibanding dari literatur2 kekristenan,…. argument saya tetap seperti awal, bahwa pd dasarnya dan seahrusnya jika mengetahui term itu tidak akan ada hubungannya sama sekali dengan Islam, dan saya masih yakin, penggagas Al Quran yang mungkin allahnya Al Quran tidak bermaksud yang sama atas makna Nasrani itu sendiri…

        Argument point ke dua:
        jelas berbeda….coba Anda selami sedikit perbandingannya…
        Nasrani sebagai hinaan sekte artinya sesat, sedang kristen sebagai hinaan pengikut Kristus…
        dimana bedanya? jelas berbeda…
        karena sejak awal sebutan buat pengikut Kristus adalah pengikut Jalan Kebenaran aau Jalan Tuhan atau Jalan Lurus, dan maknanya seorang menjadi pengikut Kristus adalah serupa seperti Kristus,….bahkan sampai sekarang semua pengikut Kristus berlomba agar serupa seperti Kristus karena Yesus mengamanatkan itu,… jadi kalau ada hinaan :”kristus kecil loe”, atau “dasar serupa dengan Kristus loe”, tentu itu lebih disenangi, berarti target untuk menjadi pengikut Kristus sudah tercapai. Alasan kedua kenapa lebih banyak dipakai, karena Yahudi hanya bersarang di Yerusalem, sementara penginjilan sudah tersebar ke ujung-ujung daerah non Yahudi, karena hinaan Kristen adalah di luar Yerusalem,maka hinaan Kristen lebih mendunia… dan lebih membanggakan….

        argument point tiga.
        yah masalah modern sekarang adalah bahwa term itu lebih umum dikenal orang awam berasal dari islam ketimbang sumber Kristen sendiri… itu sangat dipahami karena sangat jarang dibahas di literatur-literatur kekristenan…tetapi kembali ke awal argument saya, bahwa artinya itu sendiri bisa jadi allahnya al quran tidak sepaham dengan makna asalnya, dan kalau dipahami makna awalnya tentu akan sdar bahwa Nasrani adalah pelaku yang sama dengan orang Kristen, walau secara makna tidak sama, sebab yang satu hinaan atas sekte yang termnya bisa disamakan sebagai sesat atau pengacau, sedang yang satunya hinaan atas kemiripan seperti Kristus…

      • Perdebatan mengenai arti kata Nasrani mula2 termasuk asal muasal katanya itu memang aduhai bervariasi : Ada yang seperti pendapatmu: Sebutan hinaan Yahudi kepada pengikut Yesus perdana. Ada yang mengatakan sekte Yahudi yang sudah ada sebelum Yesus ada, ada yang mengatakan berasal dari kata penjaga Taurat, ada yang mengatakan artinya penjaga agama, menyerahkah hidup untuk Allah, berasal dari nama kota Nasaret, dsb dsb . Sebagian rada bertabrakan apakah penyebutan kata Nasrani mula2 artinya positif atau tadinya sebenarnya hinaan.

        Tetapi point intinya bagi saya , terlepas dari perbedaan soal itu, rasanya jelas bahwa yang disebut sebagai Nasrani adalah pengikut Yesus. Lha pengikut Yesus itu mau dipandang positif atau negatif oleh yahudi atau pihak2 lain pada waktu itu ya tetap saja tidak merubah bahwa itu nama pengikut Yesus.

        Karena itu mau hinaan mau nggak, mau diartikan apapun Nasrani artinya ya pengikut Yesus. Terlepas dari asal muasal katanya tendensinya bagaimana. Atau asalnya berasal dari istilah apa.

        Penolakan kata Nasrani oleh sebagian Kristen , kecil kemungkinan kalo alasannya karena dianggap hinaan. Karena yah sebutan hinaan yang lain semacam Kristen kan juga diterima. Jadi alasannya lebih masuk akal karena suasana psikologis sosiologis yang ada sekarang, karena asing dengan istilah itu, jarang dipakai dsb…

        SALAM

      • @lovepassword

        Perdebatan mengenai arti kata Nasrani mula2 termasuk asal muasal katanya itu memang aduhai bervariasi : Ada yang seperti pendapatmu: Sebutan hinaan Yahudi kepada pengikut Yesus perdana. Ada yang mengatakan sekte Yahudi yang sudah ada sebelum Yesus ada, ada yang mengatakan berasal dari kata penjaga Taurat, ada yang mengatakan artinya penjaga agama, menyerahkah hidup untuk Allah, berasal dari nama kota Nasaret, dsb dsb . Sebagian rada bertabrakan apakah penyebutan kata Nasrani mula2 artinya positif atau tadinya sebenarnya hinaan.

        jangan terkungkung oleh kesulitan itu, perkara ada beberapa orang atau kelompok berbeda bisa saja benar, yang pasti otoritas Yahudi pada masa itu menamai mereka sebagai pengacau, atau disebut sebagai nasrani saja. itu di dunia modern sekarang seperti memandang denominasi sekarang ini ada yang HKBP ada yang HKI ada GKI, d.l.l, tetapi mereka ini cukup disebut sebagai Kristen saja ya tho, ngga perduli gerejanya tetapi sebutannya sama Kristen. jadi sama seperti otoritas Yahudi itu, ngga perlu dia kelompok yang mana yang golongan orang asli nazaret, yang golongan murid Yohanes pembaptis, yang golongan2 “tahir”, apapun itu otoritas Yahudi menghina mereka sebagai Pengacau, atau Nasrani, Sekte sesat…selesai.

        Tetapi point intinya bagi saya , terlepas dari perbedaan soal itu, rasanya jelas bahwa yang disebut sebagai Nasrani adalah pengikut Yesus. Lha pengikut Yesus itu mau dipandang positif atau negatif oleh yahudi atau pihak2 lain pada waktu itu ya tetap saja tidak merubah bahwa itu nama pengikut Yesus.

        Karena itu mau hinaan mau nggak, mau diartikan apapun Nasrani artinya ya pengikut Yesus. Terlepas dari asal muasal katanya tendensinya bagaimana. Atau asalnya berasal dari istilah apa.

        ya sejak awal memang begitu, orang nasrani awal adalah orang Yahudi yang percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah yang dinantikan itu. Karena otoritas tidak mempercayai itu maka mereka diejek sebagai sekte sesat, pengacau…

        Penolakan kata Nasrani oleh sebagian Kristen , kecil kemungkinan kalo alasannya karena dianggap hinaan. Karena yah sebutan hinaan yang lain semacam Kristen kan juga diterima. Jadi alasannya lebih masuk akal karena suasana psikologis sosiologis yang ada sekarang, karena asing dengan istilah itu, jarang dipakai dsb…

        SALAM
        kalau di dunia modern sekarang, sangat wajar karena orang lebih dulu tahu term itu berasal dari Islam ketimbang sumber sendiri, kalau sebelum pra Islam, nyatanya ada yang suka ada yang tidak suka umumnya karena makna dasarnya itu sendiri… orang lebih suka disebut kristus kecil karena tujuan menjadi Kristen adalah menjadi serupa seperti Kristus, ketimbang hanya hinaan sekte sesat…

      • lebih dahulu tahu term itu berasal dari Islam lebih daripada term yang berasal dari diri sendiri..

        ===> Ada orang Kristen menganggap kata Nasrani sangat Islami ^_^ sehingga merasa gak enak ati . Mengapa bisa gitu ? Ya karena culture dan sosiologis tadi. kata Nasrani itu asing karena tidak dipopulerkan oleh Kristen sendiri.Lebih2 di Indonesia kan ?

        dan saya masih yakin, penggagas Al Quran yang mungkin allahnya Al Quran tidak bermaksud yang sama atas makna Nasrani itu sendiri… ===> Saya tidak perlu ngomongin Allah di sini kan , karena perdebatannya jadi aneh, bagaimana kita bisa tahu apa kata Nasrani menurut Allah. Itu berandai-andai.

        Intinya kalo yang dibicarakan adalah penafsiran : Kata Nasrani itu sendiri asal katanya diperdebatkan. Lha pendapat kamu itu dan saya tentu, hanyalah salah satu dari sekian banyak pendapat. Lha lihatah itu semua. Dalam kristen pun ya sama saja ada banyak perbedaan pendapat terkait kata Nasrani.

        ================================
        Alasan kedua kenapa lebih banyak dipakai, karena Yahudi hanya bersarang di Yerusalem, sementara penginjilan sudah tersebar ke ujung-ujung daerah non Yahudi, sesuatu hinaan Kristen adalah di luar Yerusalem,maka hinaan Kristen lebih mendunia… dan lebih membanggakan….

        ===> Itulah makanya sebaiknya kita semua belajar mengapa ada perbedaan culture ini.

        Kan aku sudah bilang : Ada sisi yang berbeda antara Kristen Yahudi dan Yunani. Saya tidak mengatakan sepenuhnya berbeda, tetapi ketika kita membandingkan dua hal ya pasti ada sisi yang sama dan ada yang beda. Lha mengapa selama ini tidak mau mengakui bahwa memang ada perbedaan ?

        Sekarang kamu menyebut Kristen Yerusalem dan non Yerusalem. Kata Nasrani itu kemungkinan besar akrab oleh orang2 Kristen yang dekat dengan culture Yahudi , sementara dianggap asing oleh orang2 Kristen yang jauh dari culture Yahudi .

        Mau diartikan hinaan mau nggak, kata itu sering di dengar oleh Kristen Yahudi jadi ketika mereka mendengar itu, mereka tidak mengaitkan dengan paksaan istilah dari Islam , karena mereka asosiasinya justru dengan Yahudi.

        Lha ini berbeda dengan Kristen Eropa yang jarang mendengar kata Nasrani itu. Ketika mereka bergaul dengan Islam, mereka merasa itu term Islam. Mereka seakan dipaksa oleh Islam memakai terminologi Islam. Itulah masalahnya mengapa kita harus melihat culture.
        ===============================
        yah masalah modern sekarang adalah bahwa term itu lebih umum dikenal orang awam berasal dari islam ketimbang sumber Kristen sendiri… itu sangat dipahami karena sangat jarang dibahas di literatur-literatur kekristenan

        ===> Lha memang itulah tepatnya masalahnya.

        Tetapi lagi2 kembalinya ya ke culture.

        Mengapa jarang dibahas oleh literatur Kristen ???
        Ya karena yang membuat literatur saja tidak akrab dengan istilah itu karena mereka mungkin jauh dengan tradisi Yahudi. Mereka mungkin tahu tetapi tidak dekat.

        Lha ini berbeda dengan Kristen Yahudi , ketika mereka mendengar kata Nasrani mereka tidak terpengaruh, tidak melihatnya sebagai infiltasi Islam terhadap Kristen karena mereka sudah akrab juga dengan istilah itu.

        Lha saya membahas Kristen Yahudi dan Non Yahudi itu agar kalo ada masalah2 kayak gini ya bisa dilihat bahwa asal muasal, culture, budaya, sosiologis, dsb terbukti ada pengaruhnya ketika seseorang menafsirkan Kitab Suci …

        Kamu sebaiknya ya melihat itu juga. Sehingga akar masalahnya kelihatan

        SALAM

  7. watching and following……..

  8. @fanya,

    kalau ternyata fanya memiliki masalah juga tentang “kualitas” Paulus ketimbang Simon Petrus, bisa juga nimbrung…

    kata kuncinya adalah… “penulis Injil Markus”….

    kalau berkenan dan Anda memiliki masalah yang sama, saya sabar juga untuk menunggu argument Anda

    salam

  9. @ Parhobas .

    Hehehehe…. sebenarnya lae, pertanyaan yg lae berikan kpd si Love itu sangat berat. Karena banyak juga org Kristen yg suam-suam kuku tidak mengetahui siapa penulis Injil Markus itu. Tetapi saya sudah tahu akan ke arah mana lae mengiring opini dan pendapat si Love itu dgn maksud agar dia jgn asal memberi pendapat ttg penjelasan Petrus dan Paulus. Salut buat lae…
    .
    .

    Halo Lovepasword … gimana nih pendapatmu ..?

  10. Jika berat ya dinaikkan pake loader atau excavator kan bisa ..hi hi hi

    Sebelum ngomong yang lain, kita sepakati dulu Siapa Penulis Injil Markus….

    => Ada banyak teori , lha saya mengambil dari sumber paling gampang saja yaitu Wikipedia, kalo yang paling bawah itu dari Colombia Ensiklopedia :

    The Gospel of Mark was composed by an anonymous author,[2]

    traditionally believed to be Mark the Evangelist (also known as John

    Mark), a cousin of Barnabas.[7] There is external evidence that the

    Gospel of Mark may have been based on the preaching of a disciple of

    Peter. However, this is an area of ongoing debate.[1][8] (See also the

    Augustinian hypothesis)

    ==============================================================

    Mark the Evangelist (Coptic: Ⲙⲁⲣⲕⲟⲥ; Latin: Marcus; Hebrew: מרקוס‎;

    Greek: Μᾶρκος) is the traditional author of the Gospel of Mark. He is

    also the founder of the Church of Alexandria, one of the original four

    main sees of Christianity.

    Tradition identifies him with John Mark mentioned as a companion of

    Saint Paul in Acts, who later is said to have become a companion of

    Saint Peter.[3][4] About 10 to 20 years after the ascension of Christ,

    Saint Mark traveled to Alexandria and founded the Church of Alexandria,

    which today is split into the Coptic Orthodox Church and the Greek

    Orthodox Patriarchate of Alexandria and All Africa. Aspects of the

    Coptic liturgy can be traced back to Saint Mark himself. He became the

    first bishop of Alexandria and he is honored as the founder of

    Christianity in Africa.[5] He died in the eighth year of Nero and was

    buried there, Annianus succeeding him.[4][6][7][8][9]

    His feast day is celebrated on April 25, and his symbol is the lion

    ================================================================

    Mark, Saint [Lat. Marcus], Christian apostle, traditional author of the

    2d Gospel (see Mark, Gospel according to). His full name was John Mark.

    His mother, named Mary, had a house in Jerusalem, which the Christians

    used as a meeting place. Mark accompanied St. Paul and St. Barnabas,

    who was his cousin or uncle, on their mission to Cyprus, but he left

    them at Perga and returned to Jerusalem. Paul refused to take Mark on

    his second trip, thus creating a breach with Barnabas. Tradition

    identifies Mark with the young man who “fled from them naked” at

    Gethsemane. Tradition also makes him an associate of St. Peter, who is

    thought to have furnished many of the evangelist’s facts. The

    Alexandrian church claims Mark as its founder-the liturgy of that

    church is called the Liturgy of St. Mark. St. Mark is the patron of

    Venice and of its famous cathedral, where his relics are shown. His

    symbol as an evangelist is a lion. Feast: Apr. 25.

    ===============================

    Apakah kamu sepakat bahwa Markus yang beserta dengan Paulus dan Barnabas atau yang dikenal juga dengan nama Yohannes Markus adalah penulis Injil Markus ???

    Kita perlu membicarakan ini dulu sebab bisa saja kita malah ngomongin orang yang berbeda….

    Silahkan dijawab dulu para teman…

    SALAM

    • @lovepassword

      jangan mengalihkan pertanyaan ke saya dulu, saya menunggu apa yang sudah dapat Anda sarikan, jika And langsung bertanya artinya kan Anda belum bisa menentukan siapa penulisnya, yang mana itu saya tanyakan kepada Anda…. nah kembali ke awal, saya tunggu apa yang dapat Anda sarikan dari pencarian Anda,

      yaitu Injil Markus….kepada siapa,oleh siapa dan “pembimbingnya” siapa…

      ngga usah terlalu ribet-ribet, sederhana saja koq jawabannya…

      salam…

      • Lho kan sudah tak jawab : Penulis Injil Markus adalah Markus …

        Lha karena kamu pengin kita berdiskusi terhadap satu figur ya kamu putuskan dulu apakah benar bahwa memang Markus yang kamu maksud.

        Atau kamu pengin kita ngomongin tokoh anonim yang tidak jelas siapa…

        Markus itu pembimbingnya ya Barnabas lah, sempat belajar juga sama Petrus…

        Terus yang kamu permasalahkan apanya ? Mengapa Markus diusir sama Paulus ??? Karena ada preseden kejadian Markus pulang.

        Mengapa Markus pulang ???? Tidak ada data yang cukup kuat yang bisa menjelaskan itu.

        Konflik Paulus – Barnabas terkait Markus, tetapi apa yang terjadi sebelumnya Tidak ada yang tahu.

        Mengapa Paulus membuang Markus, mengapa Barnabas tetap mempertahankan Markus – tentu ada kaitannya dengan peristiwa sebelumnya. Lha alasan kepulangan Markus adalah misteri sejarah .

        Sudah cukup? Atau masih kurang ?

        SALAM

      • @lovepassword

        koq semua “sari pelajaran” Anda pada tanda tanya semua yah?
        saya sedang tidak menunggu pendapat yang kamu utarakan di sini sama dengan pendapat saya, yang saya minta, sekali lagi,… coba Anda sarikan di sini

        yaitu Injil Markus….kepada siapa,oleh siapa dan “pembimbingnya” siapa…

        kalau menurutmu menurutapa yang kamu sarikan Injil Markus ditulis oleh Yohanes Markus, ya sudah yakin saja di situ, ngga usah tanya saya…. kalau sudah yakin penulisnya Markus Yohanes, trus lanjut lagi, kepada siapa Injil itu ditulis, dan siapa “pembimbing”nya?

        sederhana koq….

      • Oleh Markus sudah tak jawab gicu lho… Hi Hi Hi… Kamu mau ngomong setuju saja kebanyakan malu2 kucing lho …Kalo setuju ya bilang setuju biar jelas gicu lho…

        Pembimbing sudah tak tulis : Markus berinteraksi dengan Barnabas, Paulus dan Petrus… Setidaknya itu…

        kepada siapa Injil itu ditulis??? Gak tahu maksudmu, maksudnya diberikan untuk siapa gicu ??? Gak tahu aku.

      • @lovepassword

        kalau Anda belum tahu kepada siapa Injil itu ditulis berarti kan pencarian Anda belum selesai,…

        saya masih sabar menunggu..

        simpulkanlah semua apa yang telah Anda pelajari, baru berkomentar lagi ok bung, daripada nyicil2 ….

        salam

      • Kalo menurutku sih pencarian itu memang nggak bakal pernah selesai… Hi Hi Hi…

        Lha wong aku nulis lirik lagu : Ajar kami mencari tahu, tanpa harus merasa tahu. ^_^

        Sampai kapanpun ya masih ada kemungkinan aku salah dalam berpendapat, berpikir, dsb…

        Kalo merasa sudah tahu kan takutnya jadi sok tahu Par, kalo kebangeten sok tahu itu bisa mempertuhankan diri sendiri lama-lama…

        Kalo kamu mau berpendapat boleh kok Par. Aku kan sudah ngomong, kalo misalnya ada sisi yang menurutmu salah ya silahkan dibantah saja. Kalo ada yang kurang ya ditambahi, kalo ada yang tambah ya dikurangi…

        Kalo kamu menunggu di haltebus kayak gicu ya kapan kita melangkah ke pembicaraan step berikutnya… ^_^

        Silahkan saja dijelaskan apa yang menurutmu perlu dijelaskan. Biar kudengarkan omonganmu.Lha masalah setuju atau tidak setuju kan itu bisa kita omongken lagi

        SALAM

      • @lovepassword

        itu artinya kamu menyerah, dan saran saya ngga usah berkomentar banyak tentang Alkitab, di blog ini juga sy harap demikian, kalau hal-hal seperti itu saja tidak dapat Anda tuntaskan….

        salam….

      • Saya gak nyerah, jangan kuatir soal itu. Aku cuma meraba-raba maksud pertanyaanmu karena kau begitu pelitnya dalam memberikan clue… Maksudnya sisi yang mau kamu bahas itu apanya gicu lho…

        Tetapi kalo kamu pengin aku ngomong sesukaku terus baru sesudahnya kamu ngomong Ya Tidak ya itu aslinya membuat diskusi jadi melebar. Tetapi karena ada sesuatu yang mungkin mau kau sampaikan buatku atau mungkin buat semua pembacamu. Okelah… Nggak masalah itu.

        Kucoba menjawab sesuai persepsiku saja :

        Kaitannya Markus, Petrus, Paulus :

        Banyak pakar yang menilai bahwa suara Markus atau tulisan Markus bisa dianggap sebagai representasi dari tulisan Petrus , karena Markus bolehlah jika dikatakan wakil atau semacam sekretarisnya Petruslah.

        ===============================

        Apa Kata Bapa-Bapa Gereja tentang Injil Markus?
        Papias, mengatakan bahwa Markus adalah penafsir Petrus yang menuliskan dengan hati-hati semua yang ia coba ingat kembali.

        Clement dari Alexandria mengatakan bahwa Markus menuliskan wacana Petrus.

        Irenaeus, Tertulianus dan Jerome cenderung mengatakan bahwa Markus adalah “penafsir Petrus.”

        Tertulianus mengatakan bahwa Injil diterbitkan oleh Markus dapat diperhitungkan sebagai kepunyaan Petrus.

        Origenes juga mengatakan hal serupa bahwa Markus menulis Injilnya berdasarkan kaidah-kaidah Petrus.” Demikian pula Athanasius.

        Dengan kata lain, semua kesaksian atau pernyataan Bapa-Bapa Gereja intinya mengatakan bahwa Markus bergantung pada Petrus dalam penulisan injilnya.

        ===============================

        KAITANNya dengan PERTANYAAN terakhir, walaupun aku rada ragu tepatnya maksudmu, kujawab saja, entah bener yang kau maksud atau nggak :

        Kalo Kepada Siapa ? Itu kamu maksudkan figur tertentu yang dekat dengan dia, maka jawabannya kemungkinan besar kepada Petrus.

        Lha kalo maksudmu itu mungkin segmen pembaca atau artikel surat tersebut diperuntukkan untuk kalangan2 mana saja , banyak pakar Alkitab menyatakan kemungkinan segmennya adalah orang2 Grika atau kelompok lain yang mungkin tidak terlalu tahu adat istiadat Yahudi.

        Kalo dua jawaban ini masih gak nyambung dengan apa maumu ya apa boleh dikata , mengingat kepelitanmu ya bingung juga aku memahami isi pikiranmu…

        SALAM

      • @lovepassword

        kalau ngga nyerah, oklah sarikan apa yang Anda ketahui, pertanyaannya sangat sederhana dan itu telah membuat rame, apalagi masalah2 rohaniah kan agak rancu jadinya diskusi dengan orang yag hanya mengandalkan pikran, sebab diskusi Alkitab tidak semata di pikiran tetapi ada yang lebih besar dari itu yaitu iman….

        menurutku seh begitu, Anda takut salah, saya sebut sebagai pengecut, hehehhe….

        jawabanmu semua di atas bukan jawaban orang beriman, itu saja intinya saya kira…

        ingat pernyataan pertama Anda adalah bahwa antara murid Paulus dan murid Petrus ada kemungkinan perbedaan, sehingga perlu diselidiki…
        nah dari pernyataan Anda ini kemungkinan besar dapat saya ketahui Anda bukan orang beriman, kalau Anda beriman tidak mungkin ada pernyataan/pertanyaan begitu…. itu pernyataan/pertanyaan pemecah belah, saya harap iblis sedang tidak menguasai logika-logika penyelesaian Anda…

        jadi saya masih sabar Anda menyarikan perihal penulis Injil Markus,…. dan Anda ingat, Anda harus menghubungkannya antara “murid Paulus” dan “murid Petrus” di pernyataan pertama Anda….

        salam, menunggu dengan sabar.

      • sebab diskusi Alkitab tidak semata di pikiran tetapi ada yang lebih besar dari itu yaitu iman….

        ===> Iman itu ya kaitannya dengan pikiran. Itu kan bagian lain dari pikiran. Ada bagian pikiran yang terkait pembuktian ada juga yang tidak. Tidak perlu selalu hobi ditabrak-tabrakkan.

        menurutku seh begitu, Anda takut salah, saya sebut sebagai pengecut, hehehhe…. ===> Tidak banyak manusia di dunia ini yang menyebut aku pengecut. hi hi hi, baguslah. Setidaknya aku bisa belajar keberanianmu. ^_^

        Silahkan saja kita diskusi di sini dengan lebih gagah berani. Saling bertanya dan menjawab. Bukan satu pihak tanya terus yang satu menjawab terus kan..He he he..Lagian keren juga kan kalo bisa ngedumel sama pakar apologetika gagah berani kayak kamu.

        ================================
        jawabanmu semua di atas bukan jawaban orang beriman,

        itu saja intinya saya kira…itu pernyataan/pertanyaan pemecah belah, saya harap iblis sedang tidak menguasai logika-logika penyelesaian Anda… ===>

        Yah ..gicu ya ? ….dulu Copernicus, Galileo serta ilmuwan2 kan ya kadang dianggap tukang sihir, kadang dianggap sesat, kadang dianggap dipengaruhi iblis. Biasalah kalo agamawan mengambil sisi stereotip kayak gicu. Itu kan cara menjelaskan paling mudah tanpa harus susah payah berpikir. 😦

        Masalah apa akibat pernyataan saya, memecah belah atau memecah duren, itu tergantung persepsi yang melihat. Saya cuma menjelaskan sosiologis agama.

        Menunjukkan perbedaan tidak identik dengan memecah belah aslinya. Justru kalian itu harus belajar tidak terlalu alergi dengan perbedaan. Sehingga dengan gampang ketika kuberikan sejumlah data yang berbeda , kamu dengan indahnya ngomong : Oh itu pendapat orang Kristen yang tidak beriman. Ya amplop…. Tidak ada yang perlu dipecah belah karena kalo mau pecah ya pecah saja selalu ada jalannya , kalo bersatu ya bersatu saja …

        Hmmm atau jangan2 karena alasan itu Karena kamu takut pernyataanku membuat bingung pembaca blogmu , mungkin karena itulah kamu agak gimana gicu ya ?

        He he he… Mister Parhobas tercinta…

        Lha memangnya sebagai pakar apologetika masak kamu dengan mudah menyerah begitu saja ???

        Aku kan malah memberi kesempatan padamu untuk ngedumel untuk ngomong lebih banyak. Itu bagus , sangat bagus kan sehingga pembaca blogmu tahu pikiranmu. Bener apa bener coba ?

        Lha sudut pandangmu malah aduhai lemah gemulai, tidak melihat itu sebagai kesempatan menjelaskan tetapi melihat Lovepassword itu rada membahayakan bisa memecah belah… He he he …

        Tidak perlu seektrim gitu, itu kan kesempatan emas padamu untuk berbicara, lebih mendalam lebih tereksplorasi dsb…Kuberikan umpan ya kau samberlah dengan keras. Kalo gak kena malah kejedot ya berarti keahlianmu perlu ditingkatkan. Gicu saja kok repot kan…

        Masalah Petrus dan Paulus, kamu bisa baca jawaban Ras kan ? Kesan yang timbul ya kurang lebih begitulah.

        Tetapi tentu pelan-pelan walaupun kamu rada irit bicara, mudah-mudahan aku bisa menangkap maksudmu sedikit demi sedikit.

        Oke kutebak maksudmu, apakah emang kamu mau ngomong gini : ( kalo salah , silahkan kamu ngomong : )

        Oke inilah Tebakan gurita si Paul atas isi pikiran Parhobass :

        Pertama : Markus adalah murid Petrus, boleh dikatakan semacam sekretaris pribadi gampangannya gicu. Petrus adalah murid langsung Yesus.

        Kedua : Injil Markus berisi banyak penjelasan mengenai term2 Yahudi seakan ingin menjelaskan term Yahudi kepada pihak lain. Jadi diperkirakan segmen pasar atau target Injil Markus adalah non Yahudi. Karena rasanya tidak perlu menjelaskan istilah yahudi kepada orang yahudi sendiri.

        Dari sisi ini kamu mungkin mau mengatakan : Bahwa sejak semula Petrus pun juga menyasar target orang non Yahudi, karena Markus bisa dianggap identik dengan pemikiran Petrus.
        Bila dikorelasikan dengan Paulus yang lebih terkenal dengan segmen Yunaninya , maka mungkin kamu mau ngomong : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara Petrus dan Paulus dalam hal tersebut.

        Oke, itu penafsiran ku terhadap apa yang tersembunyi di pikiranmu. Sangat mungkin kamu aslinya mau ngomong gicu tapi malu-malu kucing kan. Atau mungkin pikiranmu justru bukan itu.

        Aku bisa saja salah menerka salah menebak maksud atau idemu. Kalo salah silahkan kamu jelaskan. Atau kamu mau ngomong apa silahkan agar diskusi ini berlangsung dua arah.

        Salam Parhobass

        Kuberikan mendoan padamu deh.

      • @lovepassword

        jadi apa yang sudah dapat Anda sarikan?
        di mana posisi Anda?

        semua yang ada pada argument Anda malah berisi pertanyaan,

        itulah yang saya tunggu dari Anda yaitu keberanian, sudah terlalu banyak pertanyaan Anda yang saya jawab selama ini, tetapi pertanyaan saya ngga pernah tuntas dijawab…

        kecuali kalau Anda sudah menyerah ditandai dari “rengekanmu itu”, saya akan menjawab…

        salam

  11. @ Lovepasword

    Baiklah wahai Lovepasword …
    Kita mulai dulu inti pertanyaan lae Parhobas itu. Pertanyaan yg pertama siapakah penulis kitab Injil Markus itu ??
    .
    .
    Kau belum sedikitpun menjawabnya dgn tepat ..?
    .
    .
    Kau hanya mengetahui bhw Johanes Markus adalah penulis kitab Markus itu. Itu memang benar. Hanya ketahuilah kawan bhw dia sekalipun tidak pernah melihat Tuhan Yesus dgn mata sendiri. Sekalipun dia memberitakan injil bersama-sama dgn Paulus dan Barnabas tetapi dia tetap hanya sbg pendengar dari cerita yg disampaikan Paulus dan Barnabas. Padahal Paulus dan Barnabas pun juga tidak pernah melihat Yesus Kristus semasa hidup dlm pelayanannya di bumi . Dapatkah kau mengerti mengapa Markus dapat menceritakan karya Yesus Kristus dlm satu kitab tanpa melihat hidupNYA langsung ?? Nah kesitulah kau harus mengerti bobot pertanyaan lae saya Parhobas ?? Dari mana Markus mendapatkan sumber itu sehingga kitab yg ditulisnya itu diakui sbg Injil ??
    .
    .
    Perlu kau camkan .., Paulus tidak pernah menulis suatu kitab narasi karya hidup Kristus dlm suatu Injil . Dia hanya menuliskan surat-surat untuk meneguhkan ajaran-ajaran dari Kristus dan Roh Kudus dan meletakkan dasar ajaran keKristenan yg dia dapat dari para Rasul-rasul murid Yesus dan perjumpaannya dgn Tuhan Yesus setelah Yesus naik ke Surga.

    • Dapatkah kau mengerti mengapa Markus dapat menceritakan karya Yesus Kristus dlm satu kitab tanpa melihat hidupNYA langsung ??

      ===> RAS RAS, lha emangnya kamu sebelum semangat 45 , apakah dikau sudah membaca jawabanku di atasnya pa belum ya ?

      Aku itu secara garis besar sudah ngomong gitu sama Parhobass : APa mungkin kamu mau ngomong bahwa sama seperti Paulus, Markus juga bukan murid langsung Yesus , Par ????

      Dia bilang penekanannya bukan itu.

      Hi Hi hi…

      Lha sekarang kau tanya saja Parhobass penekanannya di sebelah mana…

  12. @ Lovepasword

    Aku itu secara garis besar sudah ngomong gitu sama Parhobass : APa mungkin kamu mau ngomong bahwa sama seperti Paulus, Markus juga bukan murid langsung Yesus , Par ????

    Dia bilang penekanannya bukan itu.
    .
    .
    Apa yg kau tulis di atas malah tidak mengena kpd pertanyaan sdr Parhobas ? Menurutmu siapakah Markus itu ? Dan siapa yg ada di balik penulisan Injil Markus itu ..? Baru kemudian engkau akan mengetahui bahwa Paulus dan Rasul Petrus itu adalah pribadi-2 yg sebenarnya sangat berbeda tetapi disatu samakan oleh Roh dalam rencana Allah pd misi penginjilan. Kan saya buka pd koment pertama krn heran mengapa Paulus sangat dibenci kaum Muslimin padahal Rasul Simon Petrus adalah soko guru orang Kristen pertama . Sedangkan Paulus yg menjadi Rasul bagi kaum bangsa lain hanya menuliskan surat-2 diaken bagi jemaat-2 yg telah didirikannya. Harusnya kau jawab dulu itu tanpa lari kesana kemari…??
    .
    .
    Kenapa pula kau suruh saya bertanya kpd sdr Parhobas ?? Jangan malu-2 kalau tidak mengerti ttg sesuatu pendalaman Firman Tuhan itu.

    • Kalo masalah Petrus atau Paulus kan dah tak jawab :
      Petrus itu murid langsung Yesus, Paulus tidak.

  13. Nggak pernah dijawab tuntas apanya ? Kau bertanya dengan cara aduhai tidak jelas. Cuma memberikan clue yang samar-samar. Sehingga aku harus menebak-nebak apa sesungguhnya yang mau kamu katakan.

    Aku ngomong apakah maksudmu A, kamu cuma ngomong bukan itu penekanan maksudmu. Aku ngomong apa mungkin maksudmu B? Kamu malah tidak menjawab secara jelas apa maksudmu.

    Dalam jawabanku kupikir sudah ada korelasinya antara Paulus, Petrus, Markus, dsb . Kau minta jawaban yang seperti apa sebenarnya?? Kalo memang salah ya ditunjukkan saja pikiranmu bagaimana. Lama2 bingung juga aku.

    Sekarang kau katakan aku merengek-rengek pula.. Hi Hi Hi…

    Kalo kau jawab jelas bahwa maksudmu B atau C atau D, jadi aku kan bisa memahami masalah setuju atau tidak setujunya di sebelah mana. Dan aku bisa menanggapi itu.

    Lha kalo kau berdiskusi ala dukun ramal dengan cuma memberikan clue : Ada bebek menari di langit jingga

    Yah kau bisa saja selalu terkesan benar, karena andaikata kau salahpun , bisa saja aku yang dianggap salah tafsir terhadap clue-mu itu kan. Apakah itu yang kamu maksud diskusi yang gagah berani ?

    Sudahlah. Katakan saja apa pendapatmu , sehingga aku tidak perlu menebak-nebak. Setelah tahu pendapatmu bukan sekedar dugaanku atas pikiranmu, kan aku bisa menanggapi secara lebih spesifik . Bukan aku kau suruh main tebak-tebakan.

    Aneh juga engkau…Par

    SALAM Iya

    See You

    • @lovepassword

      Sebelum saya jawab, bisa ngga Anda membuat kesimpulan atas semua pertanyaan saya, kesimpulan dari jawaban Anda…

      Injil Markus,
      kepada siapa,oleh siapa dan “pembimbingnya” siapa…

      Note:
      saya bingung melihat Anda, apa perlu clue untuk pertanyaan saya di atas?

    • Sudah kujawab, eh kamu terus saja mengulangi pertanyaan. Kalo memang kamu anggap salah, memang bukan seperti yang kau pikirkan ya dijelaskan saja salahnya . Kalo kamu tidak mau berpendapat cuma minta agar aku menebak pikiranmu ya repot. Jadinya saya cuma menanggapi asumsiku atas apa yang kuanggap idemu. Lha sementara memang benar idemu gicu atau nggak, kamu malah nggak mau menyampaikan.

      Injil Markus,
      kepada siapa,oleh siapa dan “pembimbingnya” siapa…

      Kamu sampaikan saja pendapatmu biar kutanggapi. Ide kamu terkait clue ini sebenarnya apa ? Apa yang ingin kamu katakan dengan itu.

      SALAM

      • @lovepassword

        untuk menjawab pernyataan Anda bahwa pengikut Paulus sangat besar kemungkinannya berbeda denan pengikut Petrus atau Yesus,…

        kuncinya adalah Penulis Injil Markus,
        siapa penulisnya?
        jawabnya Markus.

        Markus siapa?, tidak jelas
        apakah Alkitab memberi jawaban?
        kalau Alkitab dibaca, maka kemungkinan besar adalah Markus atau yang disebut juga Yohanes. Markus adalah nama Gentilesnya sedang Yohanes adalah nama Yahudinya.

        Siapa Markus Yohanes? dia adalah kemenakan Barnabas, yang ikut serta mengabarkan tentang Yesus adalah Mesias bersama Paulus jauh sebelum ada jemaah besar Kristen.

        Perselisihan terjadi, Markus mengikuti Barnabas, Paulus bersama Silas.
        Karena pekabaran Injil Paulus semakin luas, dan jemaah juga semakin banyak, maka dibutuhkanlah surat-surat peneguhan dan penggembalaan, lalu Paulus mengutus utusan ke pusat kekristenan, bisa jadi Yerusalem, bisa jadi Anthiokia, dan pada waktu itu Petrus adalah Soko gurunya,…

        Markus menjadi juru tulis Petrus, menulis Injil kepada kaum percaya di semua daerah pelayanan Paulus, yang kemudian disebut Injil Markus.

        Jadi Injil Markus adalah Berita Gembira yang awalnya ditujukan kepada jemaat Kristen di daerah2 penjajahan Romawi, Kristen di luar daerah Yahudi, karena Injil untuk wilayah Yahudi sudah ada yaitu Injil Matius.
        itulah sebabnya Injil Markus ini sangat sederhana, dan tidak mencantumkan berbagai hukum-hukum Yahudi, berbeda dengan Injil Matius, yang menceritakan tentang nubuatan dan penggenapan Perjanjian Lama…

        siapa pembimbingnya?
        Petrus pernah mengaku untuk menulis Injil tidak ada kelayakan bagi dia, di dalam arti manusia memang tidak berhak mengucapkan apa-apa atau kehendak Allah,
        kenapa bisa?
        karena Yesus berkata, “Jika Roh Kudus datang, maka Ia-lah yang akan mengingatkan kamu akan semua apa yang pernah Aku lakukan”,.. dan terlebih Petrus juga menulis di kitab Petrus “Oleh dorongan Roh Allah manusia mengucapkan dan menuliskan Alkitab, bukan oleh kemauan manusia”…
        jadi pembimbingnya adalah ALLAH Yang ESA.

        salam.

      • Bahwa pengikut Paulus pada beberapa sisi berbeda dengan pengikut Petrus , setidaknya kamu ya sudah melihat efeknya termasuk nuansa-nuansa yang terjadi sekarang, terkait kata Nasrani, term2 Yahudi, dsb.

        Selalu ada yang sama, selalu ada yang berbeda.

        Jawabanmu itu ya kurang lebih sama terhadap perkiraanku. Setidaknya tebakannya 90 persen benar.

        Tepuk Tangan untuk lovepassword. hi hi hi

        Oke itu jawabanmu ya miriplah dengan perkiraanku, sekarang kutanggapi :

        Kamu mau ngomong bahwa Markus murid utama atau sekretaris Petrus, sementara segmen Injil Markus adalah Yunani juga miriplah sama Paulus. Ini bisa dibuktikan dengan pemilihan bahasa dan penjelasan term2 yahudi . Kalo segmennya Yahudi kan nggak perlu seakan ada penjelasan dsb. Lha tulisannya ya gak terlalu detail seputar nubutan yahudi seperti matius karena mungkin dianggap ya itu malah asinglah kalo yang membaca Yunani. Ntar malah bingung.

        Saya rasa ada sisi dimana kamu benar. Tetapi ada juga sisi lain yang juga perlu dilihat bahwa Kristen Yahudi dan Yunani memang tidak bisa dianggap sama persis.

        Penekanan Petrus , kalo Markus kita anggap representasi pikiran Petrus , kalo menurut saya tetap kental nuansa adat Yahudinya. Injil Markus justru bisa dianggap upaya pembelajaran adat Yahudi atau simplikasi adat Yahudi untuk diajarkan kepada pihak luar atau dalam hal ini Yunani.

        Jadi kesannya adalah Petrus bermaksud mengajarkan Yahudi kepada pihak luar. Injil Markus juga bisa dianggap terkesan seperti itu. Di antaranya dengan pengajaran/pengartian istilah2 Yahudi2 agar bisa dipahami pihak luar.

        Sementara di sisi lain Paulus , penekanannya kesannya lain. Paulus terkesan tidak perduli mengenai Yahudi atau Yunani. Tidak ada uoaya mengajarkan Yahudi kepada Yunani. Paulus memilih bersikap jika kamu Yunani ya nikmatilah adatmu jika Yahudi ya silahkan kamu ikuti adatmu.

        Lha salah satu bedanya terkait Kristen Yahudi dan Kristen Yunani , saya rasa berawal dari situ.

        SALAM

      • @lovepassword

        Anda tidak menangkap esensi kebenarannya,…

        Anda pertama ragu apakah jalan hidup murid Paulus sama dengan murid Petrus,… sehingga dari penjelasan Injil Markus di atas bisa dijelaskan, bahwa umat Kristen awalnya digembalakan oleh Petrus bukan Paulus, meski umat Kristen itu adalah hasil buah karya Paulus…artinya ada kesatuan penggembalaan, sebab Kristus hanya Satu. dan satu informasi tambahan kepada Anda, bahwa “paus” pertama di Roma adalah Petrus dan bukan Paulus, meski Pauluslah yang pertama menginjili di Roma… itu sudah memberikan fakta besar atas keraguan Anda “Petrus vs Paulus”

        Anda tidak usah terpaku Yunani dan Yahudinya wong nyatanya memang orang Yahudi berbeda dengan orang Yunani,….kalau Anda ngotot di perbedaan itu, berarti esensi pertanyaan/pernyataan Anda sendiri tidak paham….

  14. @lovepassword

    lebih dahulu tahu term itu berasal dari Islam lebih daripada term yang berasal dari diri sendiri..

    ===> Ada orang Kristen menganggap kata Nasrani sangat Islami ^_^ sehingga merasa gak enak ati . Mengapa bisa gitu ? Ya karena culture dan sosiologis tadi. kata Nasrani itu asing karena tidak dipopulerkan oleh Kristen sendiri.Lebih2 di Indonesia kan ?
    saya tidak tahu kenapa tidak dipopulerkan dan jarang di literatur kekristenan, tetapi nyatanya Kristen lebih umum karena landasan historisnya tertulis di Alkitab….

    dan saya masih yakin, penggagas Al Quran yang mungkin allahnya Al Quran tidak bermaksud yang sama atas makna Nasrani itu sendiri… ===> Saya tidak perlu ngomongin Allah di sini kan , karena perdebatannya jadi aneh, bagaimana kita bisa tahu apa kata Nasrani menurut Allah. Itu berandai-andai.

    Intinya kalo yang dibicarakan adalah penafsiran : Kata Nasrani itu sendiri asal katanya diperdebatkan. Lha pendapat kamu itu dan saya tentu, hanyalah salah satu dari sekian banyak pendapat. Lha lihatah itu semua. Dalam kristen pun ya sama saja ada banyak perbedaan pendapat terkait kata Nasrani.
    itulah yang saya sebut, bahkan allah al quran bisa jadi, dan saya sebut sangat sangat besar kemungkinan keliru atas makna dasar awalnya….perkara pendapat saya Anda sebut salah satunya, coba Anda cek argument saya kembali, memang itulah maknannya, saya ulang sekali lagi…. ada beberapa kelompok sebenarnya dari mereka yang dihina pengacau atau nasrani itu, tetapi otoritas Yahudi mengelompokkan mereka sebagai satu kelompok, yaitu sekte sesat narsani, pengacau, tidak perdulu dengan berapa kelompok yang pasti disebut pengacau selesai. mengenai hubunganya dengan Petrus atau paulus disebut sebagai nasrani sudah jelas, yaitu karena ajran mereka berasal dari Yesus yang asalNya dari Nazaret.

    ================================
    Alasan kedua kenapa lebih banyak dipakai, karena Yahudi hanya bersarang di Yerusalem, sementara penginjilan sudah tersebar ke ujung-ujung daerah non Yahudi, sesuatu hinaan Kristen adalah di luar Yerusalem,maka hinaan Kristen lebih mendunia… dan lebih membanggakan….

    ===> Itulah makanya sebaiknya kita semua belajar mengapa ada perbedaan culture ini.

    Kan aku sudah bilang : Ada sisi yang berbeda antara Kristen Yahudi dan Yunani. Saya tidak mengatakan sepenuhnya berbeda, tetapi ketika kita membandingkan dua hal ya pasti ada sisi yang sama dan ada yang beda. Lha mengapa selama ini tidak mau mengakui bahwa memang ada perbedaan ?

    Sekarang kamu menyebut Kristen Yerusalem dan non Yerusalem. Kata Nasrani itu kemungkinan besar akrab oleh orang2 Kristen yang dekat dengan culture Yahudi , sementara dianggap asing oleh orang2 Kristen yang jauh dari culture Yahudi .

    Mau diartikan hinaan mau nggak, kata itu sering di dengar oleh Kristen Yahudi jadi ketika mereka mendengar itu, mereka tidak mengaitkan dengan paksaan istilah dari Islam , karena mereka asosiasinya justru dengan Yahudi.
    makanya saya sebut allahnya al quran dan semua pengikut allahnya al quran kemungkinan besar tidak paham arti nasrani itu sendiri… sebab jauh sebelum al quran kelompok dan kata itu sudah ada

    Lha ini berbeda dengan Kristen Eropa yang jarang mendengar kata Nasrani itu. Ketika mereka bergaul dengan Islam, mereka merasa itu term Islam. Mereka seakan dipaksa oleh Islam memakai terminologi Islam. Itulah masalahnya mengapa kita harus melihat culture.

    jangan ngaco….Anda belum mengenal John Gill, Adam Clarke dan banyak pakar theologi dari daratan Eropa….
    ===============================

    yah masalah modern sekarang adalah bahwa term itu lebih umum dikenal orang awam berasal dari islam ketimbang sumber Kristen sendiri… itu sangat dipahami karena sangat jarang dibahas di literatur-literatur kekristenan

    ===> Lha memang itulah tepatnya masalahnya.

    Tetapi lagi2 kembalinya ya ke culture.

    Mengapa jarang dibahas oleh literatur Kristen ???
    Ya karena yang membuat literatur saja tidak akrab dengan istilah itu karena mereka mungkin jauh dengan tradisi Yahudi. Mereka mungkin tahu tetapi tidak dekat.
    sudah saya jelaskan di atas, itu karena non Yahudi lebih banyak yang jadi Kristen ketimbang Yahudinya, dan hinaan Kristen tentu lebih sering didengar ketimbang Nasrani, dan histori kata Kristen itu sendiri tercatat di Alkitab…itu sama dengan masalah Mesias dan Kristus, orang lebih sering mendengar Kristus ketimbang Mesias walau maknana sama….karena non Yahudi lebih paham kata Kristus ketimbang kata Mesias

    Lha ini berbeda dengan Kristen Yahudi , ketika mereka mendengar kata Nasrani mereka tidak terpengaruh, tidak melihatnya sebagai infiltasi Islam terhadap Kristen karena mereka sudah akrab juga dengan istilah itu.
    koq bawa2 islam lg, Kristen dan nasrani sudah ada 600 tahun sebelum Islam, jadi sudah saya katakan argument saya basisnya selalu di situ, Anda yang selalu membawa2 sesudahnya di dalam arti dasarnya, tetapi kalau Anda bawa ke dunia modern sekarang, maka masalahnya sudah jelas, bahwa term itu lebih umum didengar lebih awal dari Islam, dan bukan literatur Kristen sendiri, lebih tahu dari orang Islam ketimbang Alkitab sendiri, karena Alkitab mencatat kata Nasrani sekali saja….

    Lha saya membahas Kristen Yahudi dan Non Yahudi itu agar kalo ada masalah2 kayak gini ya bisa dilihat bahwa asal muasal, culture, budaya, sosiologis, dsb terbukti ada pengaruhnya ketika seseorang menafsirkan Kitab Suci …
    biar ngga melulu masalah tafsir, jadi saya tanya, allahnya al quran itu penafsirannya berdasar mana?

    Kamu sebaiknya ya melihat itu juga. Sehingga akar masalahnya kelihatan

    SALAM
    koq nyuruh saya melihat itu yah?, bukankah landasan argument saya di situ?… satu hal Anda sepertinya tidak memisahkan durasi makna kata itu pra dan pasca islam, sehingga kacau…

    saya katakan sekali lagi
    kata nasrani jauh sebelum Islam ada sudah exist oleh hinaan otoritas yahudi atas suatu sekte yang mempercayai bahwa Yesus adalah Mesias, bahwa Yesus adalah Anak Allah…pertanyaan, apakah allahnya la quran memandang sebagai begitu? saya jamin kemungkinan besar tidak.

    • @Parhobass : saya tidak tahu kenapa tidak dipopulerkan dan jarang di literatur kekristenan, tetapi nyatanya Kristen lebih umum karena landasan historisnya tertulis di Alkitab…

      ===> Yah kalo kamu nggak tahu kan sudah kuberitahu. ^_^

      Sebagian Kristen di Indonesia itu kan dipengaruhi gaya Eropa gaya Yunani. Lha kata Nasrani tidak populer . Lha wong aslinya sedehana kok masalahnya. Ini jika kita ngomongin sosiologis ya??? kalo soal tafsir2 yang mendalam ya sama saja Para pakar ya berbeda-beda pendapatnya..

      ===============================================

      itulah yang saya sebut, bahkan allah al quran bisa jadi, dan saya sebut sangat sangat besar kemungkinan keliru atas makna dasar awalnya….perkara pendapat saya Anda sebut salah satunya, coba Anda cek argument saya kembali, memang itulah maknannya, saya ulang sekali lagi…. ada beberapa kelompok sebenarnya dari mereka yang dihina pengacau atau nasrani itu, tetapi otoritas Yahudi mengelompokkan mereka sebagai satu kelompok, yaitu sekte sesat narsani, pengacau, tidak perdulu dengan berapa kelompok yang pasti disebut pengacau selesai. mengenai hubunganya dengan Petrus atau paulus disebut sebagai nasrani sudah jelas, yaitu karena ajran mereka berasal dari Yesus yang asalNya dari Nazaret.

      ===> Lha kamu itu ya aneh-aneh lagi.
      Sudah dibilangi pendapat soal ini berbeda-beda tafsirnya baik di dalam Islam maupun Kristen masih maksa saja.

      Gini ya Par, di AlQuran tidak ada kata Kristen, jadi kalo kamu tanya apakah Kristen = Nasrani menurut AlQuran ???

      ya jawabannya tidak bisa langsung, tetapi tafsir demi tafsir .
      Lha kalo ada masalah penafsir Islam yang sama atau berbeda dengan penafsir Kristen mengenai Nasrani = Kristen ya lagi2 alasannya bervariasi. Bisa saja sama alasannya bisa saja nggak, bisa juga nggak nyambung memang. Lha wong cara melihatnya kan bisa dari sudut berbeda atau yang sama.

      Tetapi masalahnya juga tidak sesederhana : Nasrani itu sebutan penghinaan dari Yahudi TITIK. Lha titik apanya wong dalam Kristen sendiri itu masih KOMA. Perdebatan asal kata NASRANI itu bervariasi baik dari sisi Islam maupun Kristen.
      ===============================================
      makanya saya sebut allahnya al quran dan semua pengikut allahnya al quran kemungkinan besar tidak paham arti nasrani itu sendiri… sebab jauh sebelum al quran kelompok dan kata itu sudah ada ===> Hubungannya apa Par ? Apa AlQuran pernah mengklaim bahwa istilah Nasrani itu adalah istilah baru . Kan ya nggak.

      ===============================================
      Jangan ngaco….Anda belum mengenal John Gill, Adam Clarke dan banyak pakar theologi dari daratan Eropa….

      ===> Kamu paham maksudku nggak iya??? Mau John Gill segala macem cs itu dari daratan Eropa, lalu apa urusannya ?

      Ketika saya mengatakan Kristen Eropa atau Kristen Yunani adalah Kristen yang dipengaruhi oleh culture Yunani. Lha itu bukan soal kamu ada dimana atau Paijo rumahnya di Ethiopia atau di Jakarta tetapi bicara soal culture.

      Begitu juga sebaliknya ketika saya ngomong soal Kristen Yahudi ya Kristen yang dipengaruhi culture Yahudi. Lha bisa itu ada di mana saja, di Indonesia, di Eropa, di Prancis, di Tanah Batak, di mana saja deh pokoknya. Jadi saya nggak ngomongin soal daratan atau lautan di sini, saya ngomong soal culture. Mau tinggalnya di Eropa bisa saja stylenya adalah gaya Kristen Yahudi begitu juga sebaliknya.Intinya itu soal gaya, soal culture bukan soal tempat tinggal.

      ===============================================

      sudah saya jelaskan di atas, itu karena non Yahudi lebih banyak yang jadi Kristen ketimbang Yahudinya, dan hinaan Kristen tentu lebih sering didengar ketimbang Nasrani, dan histori kata Kristen itu sendiri tercatat di Alkitab…itu sama dengan masalah Mesias dan Kristus, orang lebih sering mendengar Kristus ketimbang Mesias walau maknana sama….karena non Yahudi lebih paham kata Kristus ketimbang kata Mesias

      ===> Lha itulah makanya saya katakan perhatikan latar belakangnya, sosiologisnya, budayanya. Sejak kemarin kan aku sudah ngomongin ini. Sejak kamu nggak sadar bahwa ternyata : Ada Kristen yang menolak kata Nasrani.

      Lha sekarang kan setidaknya kamu tahu bahwa omonganku ada dasarnya kan. Memang ada Kristen yang menolak istilah Nasrani.

      Jadi terlepas apa pendapatmu ya kamu tidak bisa mengingkari fakta itu memang ada. Dan juga masalahnya jelas bukan karena mereka geblek( memang ada yang geblek) atau kurang iman, karena sebagian juga punya dasar argumentasi sendiri. Walaupun bisa saja dasar itu dipengaruhi culture mereka.

      ==============================================
      koq bawa2 islam lg, Kristen dan nasrani sudah ada 600 tahun sebelum Islam, jadi sudah saya katakan argument saya basisnya selalu di situ, Anda yang selalu membawa2 sesudahnya di dalam arti dasarnya, tetapi kalau Anda bawa ke dunia modern sekarang, maka masalahnya sudah jelas, bahwa term itu lebih umum didengar lebih awal dari Islam, dan bukan literatur Kristen sendiri, lebih tahu dari orang Islam ketimbang Alkitab sendiri, karena Alkitab mencatat kata Nasrani sekali saja….

      ===> Masalah itu ada sekarang, lha masalah yang ada sekarang ya dipikirkan apa akar masalahnya sekarang. Kalopun ada misalnya hinaan masa lalu, dsb terkait kata Nasrani, itu ada pengaruhnya apa nggak terhadap perspektif Kristen sekarang? Intinya gini Par :

      Ada DATA , ada Argumentasi yang didasarkan atas data. Korelasi antara Data dan Argumentasi, korelasi antara data dan Kesimpulanmu kuat nggak ? Saya kira tidak.

      Bahwa ada pendapat ala kamu soal hinaan Nasrani oleh yahudi – saya cukup yakin bahwa bukan itu yang menjadi alasan pihak2 Kristen yang menolak kata Nasrani. Alasan yang lebih masuk akal kecenderungannya saya rasa memang karena masalah sosial seperti yang aku sebutkan : Terkesan tidak nyaman dengan kata itu karena tidak terbiasa, karena kecenderunganya culture Yunani yang asing dengan itu. Sementara di sisi lain mereka melihatnya sebagai cara Islam mempengaruhi Kristen.

      Jadi AKAR MASALAHnya adalah Persepsi Kristen “TERTENTU” terhadap pendapat Islam “Tertentu”

      Mengapa ada kata tertentu ? Karena tidak semua Kristen menolak kata Nasrani, begitu juga tidak setiap kelompok Islam sepakat bahwa Nasrani = Kristen.

      Selain masalah asal muasal kata, saya rasa itu cukup besar pengaruhnya.

      ===============================================

      biar ngga melulu masalah tafsir, jadi saya tanya, allahnya al quran itu penafsirannya berdasar mana?
      ===> Nggak ada penafsirannya, la wong yang ada itu kata “Nasrani” . Lha bagaimana menafsirkan itu ya urusan penafsir. Sama seperti kata “Nasrani” diartikan berbeda-beda oleh pakar2 Kristen.

      =================================================
      koq nyuruh saya melihat itu yah?, bukankah landasan argument saya di situ?… satu hal Anda sepertinya tidak memisahkan durasi makna kata itu pra dan pasca islam, sehingga kacau…

      ===> Saya memisahkan, tetapi saya mempertimbangkan bobot pengaruhnya terhadap penolakan atau penerimaan kata itu sekarang. Kita kan hidupnya sekarang.

      Seberapa jauh sekarang ini orang yang menolak kata Nasrani menyandarkan alasannya seperti jawaban kamu ? Kecil jawabannya, karena alasan sosiologis budaya lebih dominan. Lha karena masalahnya terkait culture. Cara pandang diri sendiri yang dipengaruhi budaya orang tersebut saat memandang sebagian cara pandang pihak2 yang lain. Maka ya kalo ingin masalahnya dilihat secara utuh ya justru semuanya tetap harus dilihat.

      Lha terus ditimbang mana yang bobot pengaruhnya paling besar. Saya rasa demikian.

      ==============================================

      saya katakan sekali lagi
      kata nasrani jauh sebelum Islam ada sudah exist oleh hinaan otoritas yahudi atas suatu sekte yang mempercayai bahwa Yesus adalah Mesias, bahwa Yesus adalah Anak Allah…pertanyaan, apakah allahnya la quran memandang sebagai begitu? saya jamin kemungkinan besar tidak.
      ===> Sekali lagi yang kamu katakan itu SATU Pendapat diantara banyak pendapat yang ada di dalam kristen sendiri.
      Mengenai asal muasal kata Nasrani kan ada banyak pendapat.
      Bagaimana AlQuran mengartikan kata Nasrani ? Ya Alquran menyebutkan kata Nasrani tetapi tidak pernah mendefinikan kata Nasrani. Lha urusan definisi itu ya urusannya sama penafsir. Dalam Kristen pun ya demikian. Kata Nasrani itu diartikan bagaimana asal muasalnya ya itu argumentasi dari penafsir-penafsir. Lha emangnya ALQuran atau Alkitab itu sejenis kamus yang berisi definisi definisi ??? Kan ya tidak. kalo ada kata tertentu, yang tidak ada penjelasannya dalam Kitab Suci, tugas penafsirlah berdasarkan ilmu mereka misalnya bahasa, sejarah, sosial, dsb untuk mengartikan itu. Lha dalam upaya itu bisa saja para ahli tafsir berbeda pendapat.

      SALAM

      • @lovepassword;

        di Indonesia banyak denominasi, beberapa contoh, HKI, HKBP, GKPI, GKI,…. tetapi bagi orang yang tidak memahami cukup dikatakan Kristen..

        demikianlah cara pendekatan kata hinaan Nasrani oleh otoritas Yahudi masa itu.

        bahwa ada golongan Yesus beserta muridNya, ada golongan Yohanes, dan golongan-golongan tahir lainnya, mereka disebut dengan sekte Nasrani saja alias pengacau (pengacau ajaran), kenapa?

        karena secara umum mereka mepercayai bahwa, Yesus adalah Mesias yang dijanjikan di Kitab Suci mereka, dan Yesus adalah Anak Allah..perkara kebiasaan mereka itu ibarat saksi yehova dengan denominasi lainnya, artinya sama2 mengaku Kristen, tetapi nyatanya pengajaran di dalamnya sudah jauh berbeda…
        tetapi pengajaran utamanya sama, yaitu Yesus adalah Mesias atau Yesus adalah Anak Allah…

        jadi orang yang mempercayai Yesus adalah Mesias atau Yesus adalah Anak Allah pada masa itu di hina sebagai sekte agama Yahudi….
        ingat sekte agama..

        nah kalau Anda membaca Kitab Kisah Para Rasul; atau perjanjian baru secara umum; Kristen itu bukanlah agama, Kristen adalah hubungan dan cara hidup seperti Kristus,…dan karena orang Kristen nyatanya lebih banyak di laur Yahudi, dan bapa-bapa gereja awal telah terbiasa menggunakan kata Kristen, maka itulah yang selanjuttnya digunakan, alasan utamanya ya tadi itu,… karena umat Allah dituntut untuk hidup seperti Kristus, jadi kalau ada hinaan Kristen atau kristus-kristus kecil, ohh betapa senangnya, berarti tujuan menjadi umat Allah sudah tergenapi…

        pertama Anda mengatakan Kristen di Eropa tidak mengenal istilah Nasrani, saya katakan Anda ngaco…makanya saya menyebut beberapa pakar Theologia…

        kalau Anda bicara culture, nyatanya orang yang dihina Nasrani tadi adalah orang yang sama yang dihina Kristen itu…

        bedanya dimana?
        orang yang dihina Nasrani itu adalah orang yang masih dianggap agama Yahudi (bandingkan dengan Saksi Yehova yang masih mengaku Kristen), tetapi mempercayai Yesus…. jadi Nasrani adalah dianggap sekte agama Yahudi,

        padahal orang yang sama di luar Yerusalem, juga dihina Kristen, bukan sekte dan bukan agama, tetapi cara hidup, gaya hidup,….cara dan gaya hidup seperti Kristus…

        dan yang lebih parah lagi, di daerah2 assyria, turki, dan beberapa di mesir, mereka dihina dengan kata chrestean, artinya diperbudak Kristus…

        jadi sesuai argument Anda, bahwa tidak semua islam beranggapan Nasrani=Kristen begitu juga dengan sesama Kristen, pertanyaan saya, jika allahnya Al Quran berkata Nasrani, artinya itu apa?
        apakah sama sebagai hinaan sekte agama Yahudi? atau hinaan cara hidup?

        salam

    • Kalo kamu katakan soal hinaan Yahudi terhadap pengikut Yesus, dsb – saya rasa tidak ada perkembangan dari argumentasimu.

      Masalah tafsir asal muasal kata Nasrani itu banyak . Lha pendapatmu adalah salah satu pendapat . Oke itu oke-oke saja. Meskipun ada banyak pendapat yang lain, misalnya saja ada yang mengatakan bahwa kata Nasrani sudah ada sebelum Yesus seperti data BP …atau di wikipedia :
      http://id.wikipedia.org/wiki/Nasrani_(sekte)

      Sekte Nasrani (ἡ τῶν Ναζωραίων αἵρεσις) dari bahasa Ibrani נזרים), digunakan dalam Kis. 24:5. Kata “Nasrani” tidak mengarah kepada pengikut Yesus Kristus, sebab sebelumnya pengikut Yesus disebut dengan nama “Kristen” (χριστιανος – khristianos, Kis. 11:26). Dan sebenarnya “Sekte Nasrani” telah ada sebelum kelahiran Yesus. Namun adanya kata yang mirip antara “Nasrani” dan “Nazaret” menjadikan seringnya terjadi salah-pengertian dengan adanya kaitan nama Yesus dengan kota asalnya Nazaret.

      Sekte Nasrani adalah sekte Yahudi pra-Kristen yang menganut mistik gnostik orang Mandaean. Sekte ini disebut dalam Epiphanus Panar.I,Haer. 29,6 & Tafsiran Jerome (Yesaya 11:1).

      Dalam Talmud (Ta’an.27b); Tertulianus: Marcion IV.3; Tafsiran Jerome (Yesaya 5:18 ), sekte ini jelas menunjukkan ciri sebuah sekte Yahudi yang kemudian bersinkretisasi juga dengan kekristenan (Yohanes Pembaptis) tetapi berbeda dengan pengikut Yesus, bahkan dalam Epiphanes (Panar.I, Haer.18 ) dengan jelas dibedakan antara “sekte Nasrani” Mandaean dengan “umat Kristen.”

      ==============================

      Okelah, kalo toh pendapatmu bisa dianggap beralasan, meskipun bukan satu2nya.
      Tetapi sekali lagi dapatkah kamu temukan korelasinya :

      Bahkan jika pendapat kamu diasumsikan benar. .. apakah memang ada korelasi kuat penolakan sebagian Kristen sekarang terhadap kata Nasrani dengan pendapatmu bahwa Nasrani adalah sebutan hinaan dari Yahudi?

      Saya tidak yakin ada hubungannya. Artinya bahkan andaikata datamu dianggap benarpun kamu tidak akan mendapatkan korelasi penolakan sebagian Kristen sekarang dengan pendapatmu.

      Lha dari alasan inilah makanya kusarankan kamu melihat secara lebih real lebih faktual, menanyakan menganalisa Mengapa sebagian Kristen sekarang tidak sreg dianggap sama dengan Nasrani ? Jawabannya ya lagi2 karena hubungan Islam Kristen , karena Kristen tersebut tidak familiar dengan istilah Nasrani yang dianggapnya identik dengan istilah dalam agama Islam. Realitasnya kan memang salah satu alasannya ya ini.

      Di satu sisi tidak akrab dengan istilah Nasrani
      Di sisi lain merasa istilah itu berbau agama lain.
      Masalah sosial psikologisnya kan ini.

      Jadi gini ya : Kamu boleh merasa punya data, kamu boleh punya argumentasi tetapi lihatlah fakta kejadian sebenarnya, masalahnya sebenarnya ada dimana ? Masalahnya adalah ketidakakraban istilah Nasrani itu sendiri.

      Lha mengapa ada sebagian Kristen yang tidak akrab dengan istilah Nasrani ? Ya kaupikirkanlah itu. Kalo kamu tidak sependapat dengan analisaku ya coba saja kau jawab :

      Mengapa sebagian Kristen merasa tidak akrab dengan kata Nasrani?

      Kan sudah kupaparkan analisaku bahwa itu karena beda culture sehingga tidak terbiasa. Ya kalo kau punya pendapat lain silahkan dipaparkan

      ================================

      pertama Anda mengatakan Kristen di Eropa tidak mengenal istilah Nasrani, saya katakan Anda ngaco…makanya saya menyebut beberapa pakar Theologia…

      ===>

      Saya tidak mengatakan 100 persen tidak tahu istilah itu. Tahu bisa saja tahu tetapi jelas tidak familiar, tidak akrab terdengar di kuping Kristen gaya Eropa. Sehingga rasanya terkesan asing.

      Lha mengapanya kan kamu tidak tahu ? Kalo kamu tidak tahu ya sudah kuberi tahu.

      Kamu tidak menolak istilah Nasrani karena secara psikologis sebagai Kristen yang relatif dekat dengan gaya Yahudi, kamu memang tidak asing dengan culture itu.

      Kamu jagoan Perjanjian Lama dibanding Perjanjian Baru, lebih jago bahasa Ibrani ketimbang Yunani. Dari sisi analisaku kamu jelas lebih akrab dengan culture Yahudi. Sehingga rasanya cukup wajar jika kamu akrab dengan istilah Nasrani. Sehingga kamu malah rada dongkol ketika tahu ada Kristen yang menolak kata Nasrani, sampai2 sempat kau katakan Mister Benyamin kurang Iman.

      ===============================
      jadi sesuai argument Anda, bahwa tidak semua islam beranggapan Nasrani=Kristen begitu juga dengan sesama Kristen, pertanyaan saya, jika allahnya Al Quran berkata Nasrani, artinya itu apa?
      apakah sama sebagai hinaan sekte agama Yahudi? atau hinaan cara hidup?

      ===> Saya sudah mengatakan berkali-kali kan : Di dalam AlQuran tidak ada definisi apa kata Nasrani . Jika ada pendapat tertentu itu tafsiran para penafsir AlQuran sesuai dengan kaidah keilmuwan mereka. Sama juga dalam Alkitab ya rasanya tidak pernah didefinisikan apa itu Nasrani .

      Artinya apa ? Yang kita baca adalah tafsir . Lha kaitannya tafsir terkait kata Nasrani termasuk asal katanya , ada banyak perbedaan pendapat dalam internal Kristen termasuk juga dalam Islam

      Sebelum kamu tanya bahkan saya sudah ngomong, Kalo dalam Kristen ada perbedaan pendapat, dalam Islam ya ada beberapa pendapat, misalnya ada yang mengaitkan dengan nama tempat Naashirah atau Nasaret , ada juga yang mengaitkan dengan kata Anshar karena Nabi Isa dan para sahabatnya saling tolong menolong, ada yang mengaitkan dengan penolong atau pembela agama Allah, dsb dsb. Jadi pertanyaanmu apa arti kata Nasrani menurut Allah dalam Alquran ? ya pertanyaanmu itu tidak ada jawabannya, karena memang di dalam Alquran tidak ada definisi Nasrani. Ada istilah-istilah yang dekat itu yang kemudian ditafsirkan penafsir terkait dengan istilah Nasrani.

      Tafsir2 semacam berasal dari nama tempat, artinya pembela agama, dsb dsb juga aslinya kalo kamu baca pendapat2 Kristen ya masih termasuk dalam salah satu pendapat juga mengenai asal muasal kata Nasrani.

      Bahwa pendapatmu lain ya silahkan saja. Kamu setuju Nasrani identik dengan Kristen dengan alasan tertentu , ya itu juga ada alasannya. Tetapi sekali lagi bukan satiu2nya alasan. bahkan yang menolak ya punya alasan.

      SALAM

      • @lovepassword

        sepertinya argumentasi saya belum mengena ke Anda,

        kata Nasrani memang tidak tahu dari mana asalnya, itu yang saya ucapkan kepada Anda dari awal; tetapi jangan terpaku dengan asal kata itu, sebab akan mentok, nyatanya kata itu sudah ada jauh sebelum allahnya Al Quran mengucapkan itu…. itu pondasi pertama.

        kedua,
        di kalangan Yahudi ada berbagai macam sekte, yang umumnya diterima adalah Farisi, Saduki, d.l.l, nah di antara bagian2 yang diterima ini ada bagian yang tidak diterima, disebut sekte sesat, pengacau, atau cukup Nasrani…

        ketiga,
        Kelompok yang disebut sekte Nasrani itu sendiri di dalamnya bisa jadi ada golongan2, antara lain, golongan tahir, golongan pengikut Yohanes pembaptis, atau golongan2 Petrus atau Paulus,… nah tanpa memandang golongan apapun itu, otoritas Yahudi menamai mereka sebagai sesat, atau pengacau atau nasrani…

        keempat,
        dari semua keadaan di atas, sepertinya allahnya al guran dan semua pengikutnya tidak ada yang mengartikannya demikian…

        kelima,
        hubungannya dengan kenapa kata Kristen lebih diterima ketimbang Nasrani, … adalah karena Anda tidak bisa menerima penjelasan secara akarnya, dan lebih ke aspek sosialnya , begini, saya bagi atas set waktu, yaitu:
        jaman Kisah Para Rasul
        sekali lagi, jika disebut Nasrani (lihat pandangan tentang nasrani di atas), maka itu adalah sebuah golongan agama, ingat berarti mereka masih tergolong Yahudi, cuman disebut sesat, sekte Nasrani, padahal Kristen itu bukan agama tetapi cara hidup, gaya hidup, itulah sebabnya para bapa-bapa iman macam Petrus, Paulus, Yakobus dan Yohanes lebih umum menggunakan kata “Kristen”… tetapi semisalpun mereka dihina Nasrani atau Kristen, jalan hidup mereka tetap sama, karena memang orang-orangnya sama, artinya, culture penghina itulah yang berbeda bukan object dari hinaan itu,….karena sekali lagi nyatanya orang-orangnya sama, Petrus yang dihina Nasrani adalah orang yanng sama dengan Petrus yang dihina Kristen… yang membedakan adalah Nasrani hinaan Yahudi, Kristen hinaan non Yahudi…

        jaman pasca Islam;
        khususnya di Indonesia, atau mungkin negara yang mayoritas Islam kata nasrani memang umumnya digunakan untuk menyatakan Kristen, yang sekali lagi saya katakan, sangat besar kemungkinannya tidak tau apa itu nasrani pada masa Kisah Para Rasul di atas,…
        tetapi Nasrani disamakan dengan Kristen karena memang pandangannya sama, yaitu Yesus adalah Mesias, Yesus adalah Anak Allah… nah di Indonesia, Kristen lebih banyak dikenal, karena memang itulah target utama sesuai makna Kristen itu sendiri, yaitu pengikut Kristus, jadi penginjil dimanapun akan memberitakan hal yang sama, yaitu menjadi serupa seperti Kristus, intinya tidak membawa agama, bahwa agama Kristen menjadi motor untuk menjelaskan gaya hidup ala Kristus itu, itu cerita lain…
        nah sesuai kutipan Anda dari forum kompas itu, saya katakan dia sampel yang salah, dan sampel yang salah jangan dibawa sebagai penguat atau pelemah argument,… terbukti dia mengaku bahwa ia jarang membaca literatur kekristenan, dan di Indonesia literatur begitu memang jarang sekali, tetapi beda dengan di luar Indonesia, saya sudah kasih ke Anda pakar2 Theologia dari Eropa, atau Anda bisa menambahkan pakar2 lain dari Amerika, banyak itu….Torrey, Mathew, team Webser d.l.l…

        keenam;
        Analisa Anda tentang pengetahuan saya di dalam Ibrani ketimbang
        Yunani tidak berasalan, itu pengandaian yang tidak bagus sebab nyatanya saya lebih suka dipanggil Kristen…
        Golongan yang dicap sesat oleh otoritas Yahudi Nasrani, bagi Kristen maknanya … orang-orang yang percaya kepada Yesus orang Nazaret,
        sementara di beberapa daerah yang saya sebut Asiria, Turki dan beberapa daerah di Mesir, malah disebut Chrestean (bhs Yunani), atau budaknya Kristus…

        tujuh,
        mengenai perbedaan pendapat,…segala perbedaan pendapat bs diselesaikan dengan mudah jika sampel yang salah jangan dibawa-bawa…

        contoh jika nyatanya allahnya Al Alquran hanya memiliki salah satu makna dari sekian makna dari Nasrani, so kenapa umatnya sendiri bisa melahirkan pandangan2 dari sisi lain? apakah bisa diartikan bahwa allahnya Al Quran sendiri tidak memandang demikian?

        salam

      • Membaca jawabanmu uraianmu yang detail dan sistematis di atas , aku malah bingung kamu itu sebenarnya paham maksudku atau aslinya gak paham.

        ================================
        kata Nasrani memang tidak tahu dari mana asalnya, itu yang saya ucapkan kepada Anda dari awal; tetapi jangan terpaku dengan asal kata itu, sebab akan mentok, nyatanya kata itu sudah ada jauh sebelum allahnya Al Quran mengucapkan itu…. itu pondasi pertama.

        ===> Kalo memang tidak tahu asal muasalnya kan emang berarti normal saja ada banyak pendapat. Lha sudut pandangmu sendiri juga aslinya tidak bisa dibilang mengakar karena Kamu memotong Time Frame bahwa ada satu mana bahwa Nasrani disebutkan sebagai hinaan.

        Artinya adalah Entitas Nasrani ini dalam Time Frame yang berbeda-beda artinya sama atau berbeda. Bisa saja ada salah tafsir, tetapi bisa saja memang entitasnya berbeda-beda misalnya ada yang terkait penyebutan sekte gnostik segala macam. Atau dalam time frame yang berbeda memang pengertiannya berbeda …

        Lha kamu menyebutkan time frame tertentu ketika ada suatu masa menurutmu Nasrani adalah sebutan hinaan dari Yahudi.

        Lha yang saya katakan , yang dikeluhkan rekan2 Kristen kan jelas masalah yang terjadi dalam Time Frame sekarang, yang sudut pandangnya tidak bisa dianggap sama dengan sudut pandang Time Frame yang kamu ambil.
        =============================
        dari semua keadaan di atas, sepertinya allahnya al guran dan semua pengikutnya tidak ada yang mengartikannya demikian ===> Saya rasa saya sudah ngomong berulang-ulang.

        Di AlQuran maupun di Alkitab ada kata Nasrani atau kata yang dekat dengan Nasrani. Tetapi Kitab Suci itu bukan buku yang berisi definisi ala Kamus. Jadi yah walaupun kata itu ada, tidak ada penjelasan definisinya.

        Lha baru kemudian penafsirlah dengan ilmu mereka yang mencoba menganalisa dan mendefiniskan kata itu, menurut pemahaman mereka dari sisi bahasa, pengetahuan ayat, nuansa saat ayat itu ada, dan sebagainya.

        Jadi itu amat sangat jelas jwabannya plus sudah kujawab ketiga kalinya pula.

        ================================

        hubungannya dengan kenapa kata Kristen lebih diterima ketimbang Nasrani, … adalah karena Anda tidak bisa menerima penjelasan secara akarnya, dan lebih ke aspek sosialnya

        ===> Kita berhadapan dengan masalah faktual sekarang kan iya , bukan masalah pada masa lalu. Kalo masalah pada masa lalu itu memang bisa membantu mengatasi masalah sekarang ya itu layak dilihat. Tetapi jika faktanya penyebab masalah yang ada sekarang ternyata tidak terlalu nyambung dengan apa yang kamu asumsikan sebagai “akar masalah ” tadi , ya perhatikanlah yang bobot penyebab masalahnya paling besar. Itu harus diprioritaskan.

        Kamu mengatakan “akar masalah”, tetapi sama sekali bahkan tidak terlihat kalo permasalahan sebagian Kristen yang menolak kata Nasrani alasannya adalah apa yang kamu kemukakan.

        Kamu bahkan aslinnya cuma mengambil satu time frame tertentu yang aslinya nuansa penolakan kata Nasraninya jelas nggak nyambung dengan kondisi sekarang.

        ===============================

        nah sesuai kutipan Anda dari forum kompas itu, saya katakan dia sampel yang salah, dan sampel yang salah jangan dibawa sebagai penguat atau pelemah argument,… terbukti dia mengaku bahwa ia jarang membaca literatur kekristenan,

        ===> Saya juga sudah menjawab ini.

        Saya menyebutkan dua aspek mengapa ada Kristen yang menolak kata Nasrani :
        Pertama : Sosiologis
        Kedua : Memang ada perbedaan tafsir sejak semula antara Kristen yang satu dan Kristen yang lain.

        Forum Kompas itu kutunjukkan untuk menjelaskan Point pertama bahwa sisi psikologis sosiologis memang ada.

        Lha terkait dengan perbedaan tafsir saya juga sudah memberikan link Sarapan Pagi.
        Saya rasa itu juga harus kamu lihat.
        ================================
        saya sudah kasih ke Anda pakar2 Theologia dari Eropa, atau Anda bisa menambahkan pakar2 lain dari Amerika, banyak itu….Torrey, Mathew, team Webser d.l.l…
        —> Yang disebutkan BP di sarapan pagi kan juga salah satu pendapat dalam Kekristenan. Jadi intinya sederhana : Selain alasan sosiologis, memang dari sisi tafsirpun ada alasan bagi Kristen tertentu untuk menolak kata Nasrani.

        Tetapi aku sendiri berpikir, bisa saja tafsir itu juga dipengaruhi aspek sosiologis psikologis penafsir juga.

        =============================

        Analisa Anda tentang pengetahuan saya di dalam Ibrani ketimbang
        Yunani tidak berasalan, itu pengandaian yang tidak bagus sebab nyatanya saya lebih suka dipanggil Kristen…
        Golongan yang dicap sesat oleh otoritas Yahudi Nasrani, bagi Kristen maknanya … orang-orang yang percaya kepada Yesus orang Nazaret,
        sementara di beberapa daerah yang saya sebut Asiria, Turki dan beberapa daerah di Mesir, malah disebut Chrestean (bhs Yunani), atau budaknya Kristus…

        ===> Masalahnya kan bukan masalah kamu suka dipanggil apa, tetapi memang ada perbedaan pendapat sebagian Kristen dan sebagian yang lain terkait apakah : Nasrani identik dengan Kristen

        ===============================

        tujuh,
        mengenai perbedaan pendapat,…segala perbedaan pendapat bs diselesaikan dengan mudah jika sampel yang salah jangan dibawa-bawa…

        contoh jika nyatanya allahnya Al Alquran hanya memiliki salah satu makna dari sekian makna dari Nasrani, so kenapa umatnya sendiri bisa melahirkan pandangan2 dari sisi lain? apakah bisa diartikan bahwa allahnya Al Quran sendiri tidak memandang demikian?

        ===> Saya rasa sudah kujawab di atas. forum kompas itu data yang kuberikan terkait psikologis sosiologis, karena kamu bahkan nggak tahu atau nggak nyadar kalo ada Kristen yang menolak kata Nasrani. Tetapi selain sisi psikologis manusia atau sisi sosiologis, kan juga sudah kusebutkan bahwa ada juga alasan perbedaan tafsir , misalnya seperti yang disebutkan di Sarapan Pagi.
        Kamu sebaiknya melihat keduanya.

        Lha yang kamu lakukan itu gak komprehensip dan pengabaikan fakta aslinya :

        Pertama : Kamu mengabaikan sisi sosiologis ketika menghadapi masalah2 dalam hubungan intern atau antar agama. Padahal ini juga penting .

        Kedua : Kamu menutup mata bahwa sebenarnya memang ada juga sisi perbedaan tafsir dalam kristen sendiri apakah Kristen = Nasrani atau tidak. Seakan semua Kristen sependapat denganmu. Ini juga nggak bagus. Karena mengabaikan fakta . Bahwa kamu berhak punya pendapat yang berbeda itu oke. Tetapi kan tidak bisa seakan kamu melihatnya bahwa sudut pandang Kristen terkait ini adalah sudut pandangmu seorang.

        Jika dua hal yaitu Keanekaragaman tafsir dan pengaruh sosiologis keagamaan kamu abaikan begitu saja, yah justru akar masalah-masalahnya tidak akan kamu temukan.

        Cari masalahnya lalu pilah2 mana yang timbangan beratnya paling berat. Itu prioritas yang paling harus diperhatikan.

        ===============================

        contoh jika nyatanya allahnya Al Alquran hanya memiliki salah satu makna dari sekian makna dari Nasrani, so kenapa umatnya sendiri bisa melahirkan pandangan2 dari sisi lain? apakah bisa diartikan bahwa allahnya Al Quran sendiri tidak memandang demikian?

        ===> Sampai berapa kali aku harus mengulang jawaban. Di AlQuran maupun Alkitab tidak ada definisi apa itu Nasrani. Ada kata itu atau kata yang dianggap mirip atau punya korelasi dengan itu. Tetapu definisi Nasrani itu apa , nggak ada. Karena memang Kitab Suci kan bukan Kamus , atau buku definisi. Lha penafsirlah yang mencoba mengartikan kata itu berdasarkan ilmu mereka, berdasarkan nuansa ayat yang ada, hubungan antar ayat, bahasa, dsb dsb dsb.

        Lha kalo ada perbedaan pendapat ya urusannya di penafsir , karena baik di AlQuran maupun Alkitab jelas tidak ada definisi jelas terang benderang, tekstual mutlak : bagaimana mengartikan kata Nasrani.

        Ada kata tertentu yang dianggap berhubungan tetapi Tidak ada definisi langsung apa itu Nasrani.

        Saya rasa itu jelas.

        SALAM

      • @lovepassword

        pertama,
        nasrani… bukan perkara sah menafsir ini dan itu,
        contohnya sudah jelas, tetapi belum juga mengena,
        saya ambil contoh lain…dari bahasa kita sendiri kata “jangkrik”
        tau ngga itu asal katanya dari mana? pembicaraan dan argument Anda melulu di karena jangkrik ini dan itu maka sah saya bilang bahwa jangkrik itu ini dan itu, bla bla bla…
        saya katakan kata “jangkrik”, tidak ada yang tau asalnya dari mana, tetapi telah digunakan untuk menamai binatang kecil, sejenis serangga yang meloncat-loncat…. kapan? tidak tahu, dimana? biasanya di daerah jawa timur,.. d.l.l…

        nah kalau ada orang yang menemukan ciri binatang kecil sejenis serangga yang meloncat2 maka orang akan berteriak “jangkrik”, dia ngga perduli itu jangkrik beneran atau tidak, jenis jangkriknya pun dia tidak perduli; asal panggil saja jangkrik… dan bahkan kalau kesal dengan seseorang, orang jawa timur akan berkata :”Jangkrik”…

        nah gantilah kata jangkrik itu dengan Nasrani,…
        kalau otoritas yahudi ketemu dengan orang-orang yang mengaku bahwa Yesus adalah Mesias, bahwa Yesus adalah Anak Allah, maka mereka akan teriak : “jankrik loe”, atau “Nasrani loe”….

        paham kah?

        kedua,
        apakah allahnya Al Quran memiliki pemahaman yang sama dengan kata jangrik/nasrani itu?, saya yakin tidak.

        ketiga,
        kembali ke laptop ….
        time frame itu sangat menjelaskan saya kira, ternyata tidak juga hahaha
        time frame pra Islam itu, kata Kristen telah lebih mendunia karena orang yang percaya Yesus lebih suka dan lebih tepat disebut Kristen karena sesuai dengan jalan hidupnya, sesuai dengan makna pengikut Kristus itu sendiri, karena Kristen bukan agama, tetapi cara, gaya, jalan hidup yang ingin seperti Kristus… sedang Nasrani adalah agama Yahudi dengan sekte yang dianggap menyimpang….kenapa dianggap menyimpang? karena percaya Yesus adalah Mesias…karena percaya Yesus adalah Anak Allah….nah karena Kristen pada akhirnya juga telah menjadi agama, maka jadilah disebut agama Kristen, bukan agama Yahudi sekte Nasrani; Kalau Anda mendengar Farisi, di otak langsung terngiang, ohh agama Yahudi, demikian juga kalau mendengar Nasrani,.. langsung terngiang ohhh agama Yahudi…nyatanya agama Yahudi menolak YESUS, otomatis Nasrani harus terpisah dari Yahudi, orang yang sama yang disebut Kristen dikemudian hari…dan keterpisahan itu lebih jelas ketika perang Bar Kochba, dengan pembumi hangusan Yahudi oleh Romawi ditandai dengan runtuhnya Bait Suci Allah…Nasrani yang tadinya ibadah di Sinagoga, ditempat yang sama Yahudi beribadah akhirnya harus memisahkan diri … dan lebih kuatlah arti Kristen itu… jadi kalau Anda baca Kitab Petrus, Kristen itu sudah dipakai olehnya…dan kutipan2 lain…

        bisa dikatakan karena Kristen telah mendunia, maka Nasrani terlupakan….

        nah frame pasca Islam, kembali kata ini diungkap oleh allahnya Al Quran, pertanyaan,… makna apa yang dibawa oleh kata itu? apakah makna yang sama seperti makna awal? saya yakin tidak…
        dan lucunya, di Indonesia, kata itu lebih dulu diketahui oleh orang Kristen sendiri dari orang Islam ketimbang dari Alkitabnya sendiri, sebab di Kitab Kisah Para Rasul ada kata itu…

        jadi frame nya itu saling mengikat…
        saya pecah supaya Anda tahu dan supaya menjawap pertanyaan Anda yang mengatakan kenapa Kristen lebih umum dipakai ketimbang Nasrani,…

        jadi sekali lagi, culture orang yang menghinalah yang berbeda, bukan object dari hinaan itu, mau dibilang Nasrani mau dibilang Kristen, sama saja…sedemikian dengan orang indonesia, culturenya lah yang berbeda sehingga kata Nasrani lebih umum digunakan oleh orang islam untuk menyebut Kristen, nyatanya mau disebut Kristen mau disebut Nasrani, dari segi percaya kepada Yesus adalah sama saja; tidak ada perubahan..

        jadi kalau Anda katakan ada perbedaan tafsir, itu ngaco bin ngawur,… yang berbeda adalah… asal usul kata itu sendiri, bukan penggunaan kata itu, lihat penjelasan “jangkrik” di atas.

        ketiga;
        kalau allah Anda tidak menjelaskan apa itu Nasrani, so darimana pendapat Anda? apakah sama seperti allah Anda? hanya mengambil kosakata2 di Alkitab lalu memutar balikkan makna atau membuat makna baru?

        keempat;
        jika orang Kristen macam Petrus, Paulus, d.l.l dihina Nasrani, itu menjelaskan tentang pengikut Yesus yang adalah Orang Nazaret.

        kelima;
        mungkin sense hinaan itu ngga terlalu mengena ke Anda sehingga ngga dapat menerimanya;
        contoh,
        1.pada jaman Reformasi dulu, bahkan mungkin sampai sekarang, kalau ada pejabat yang rada2 nyeleneh, maka serta merta para aktifis akan teriak: “Dasar orang ORBA loe”… itu contoh hinaan yang tidak memandang bulu, hanya dengan kebiasaan tertentu yang mirip dengan orang tertentu langsung dihina orang ORBA;
        2. kalau ada orang yang bercakap2 di pasar misalnya, trus logatnya agak kasar dan keras dan kencang, maka orang bisa ajak nyletuk di dalam hati : “Huhhh kayaknya orang batak tuh, kasanya bukan main”. itu hinaan tanpa memandang bulu juga, padahal belum tentu si ribut itu orang batak.

        3. banyak lagi contoh…

        salam

        tujuh
        kata Anda, saya mengabaikan sisi sosiologis dan bla bla, dan Anda memasukkan kata bisa jadi karena masalah sosioal bla bla bla…
        yang saya bingung argument saya di atas adalah masalah sosiologis atau apa? ini adalah masalah sosial sesama Yahudi dimana Yahudi yang merasa benar menghina Yahudi yang dianggap sesat, yaitu perkara YESUS adalah Mesias…,

        kekacauan dialog ini adalah Anda selalu membenturkan antara apa yang terjadi di jaman Kisah Para Rasul dengan apa yang terjadi di Indonesia sekarang pada umumnya…

        sengaja ke enam di sini;
        Anda membawa BP dengan sarapan paginya, baca jugalah sekali lagi, saudara BP perihal Nasrani menjelaskan kemungkinan2 asal kata, asal kelompok, d.l.l, yang untuk ini saya katakan, tidak tahu. karena memang tidak ada yang jelas, tidak ada sumber, bisa jadi muridnya Yohanes pembaptis, bisa jadi golongan Tahir, bisa jadi hanya golongannya Petrus cs, saya katakan, lepas dari tafsir itu, sekali lagi saya tidak mengambil salah satu, tetapi saya mengambil maknya langsung, yaitu nasrani adalah golongan yang memiliki persamaan di Yesus adalah Mesias, perkara ada perbedaan lain pasti ada.., dan yang kedua, kata itu digunakan oleh otorita Yahudi untuk menghina siapa saja yang mempercayai Yesus adalah Mesias….

        parahnya Anda berkata bahwa pakar thelogia juga membuat pernyataan atau tafsir tidak lepas dari masalah aspek sosiologis psikologis,… ngga usah Anda, semua juga orang langsung bisa menerimanya,…
        masalahnya adalah… aspek siapa yang benar? bukankah aspek yang benar-benar terjadi? aspek yang tidak benar bisa hanya sebatas teori dan pertimbangan, tetapi jika ngotot menggunakan pertimbangan yang salah itu namanya keras kepala…..

        salam

      • sedang Nasrani adalah agama Yahudi dengan sekte yang dianggap menyimpang….kenapa dianggap menyimpang? karena percaya Yesus adalah Mesias…karena percaya Yesus adalah Anak Allah….

        ==> Itulah mengapa saya katakan kamu memotong Time Frame.

        AsalMuasal kata Nasrani apa ? Gak tahu pasti kan? Semua pendapat pakar ya dugaan.

        Mulai ada kata itu kapan? Bahkan sebelum Yesus ada sudah ada kata Nasrani. Ada juga pendapat begitu kan.

        Lha kalo kamu menjawab : Nasrani adalah agama Yahudi dengan sekte yang dianggap menyimpang karena percaya Yesus, ya kamu juga mengambil salah satu Time Frame saja, karena sebelum itupun istilah Nasrani juga sudah ada kan? Dan asal muasal istilah itu juga susah dipastikan.

        Jadi yang terjadi mau tak mau kita ngomong entitas Nasrani ini dalam jamannya masing2.

        Misalnya saja Ada masa istilah Nasrani mungkin adalah sebutan sekte gnostik

        Ada masa juga istilah Nasrani adalah hinaan Yahudi
        Ada masa istilah Nasrani dipakai sebagai kebanggaan/pujian
        Ada masa istilah Nasrani lebih dipandang sebagai istilah berasal dari Islam oleh sebagian kelompok Kristen.

        Jadi ada banyak timeframe belum lagi tidak bisa dipastikan apakah entitas “Nasrani” itu memang cuma ada satu macam dalam satu waktu. Itu lebih rumit lagi sudut pandangnya.

        Lha kalo masalah yang terjadi sekarang jelas bukan hinaan Yahudi itu seperti yang kamu jadikan alasannya.

        Dsb dsb…

        =============================

        di Indonesia, kata itu lebih dulu diketahui oleh orang Kristen sendiri dari orang Islam ketimbang dari Alkitabnya sendiri, sebab di Kitab Kisah Para Rasul ada kata itu…

        ==> Aku kan sudah bilang di Alkitab dan di AlQuran ada, tetapi tidak ada definisinya. Lha Tugas penafsirlah yang mengartikan itu dengan ilmu mereka. Lha kalo sudut pandangnya Alkitab memangnya ada berapa buah kata Nasrani di Alkitab ? Lha itu kan ya perlu kamu hubungkan mengapa kata Nasrani lebih populer di Islam dibandingkan dengan Kristen.

        ==============================

        jadi kalau Anda katakan ada perbedaan tafsir, itu ngaco bin ngawur,… yang berbeda adalah… asal usul kata itu sendiri, bukan penggunaan kata itu, lihat penjelasan “jangkrik” di atas.

        ==> Ya nggak bisa dong. Yang namanya tafsir itu ya terkait asal usul kata juga. Termasuk kapan mulai penggunaannya segala macem.

        Jelas Tetap ada perbedaan tafsir terkait Time Frame tadi. Penggunaan kata itu dalam Time Frame yang berbeda kan tidak selalu mengarah pada entitas yang sama.

        Misalnya Kamu katakan Nasrani identik dengan pengikut Yesus, ya itu timeframenya setelah ada Yesus. Tetapi sebelumnya ada juga kata Nasrani. Penggunaannya juga tidak ada hubungannya dengan percaya Yesus lha wong Yesus belum lahir. Itulah makanya saya katakan dlam masalah penggunaan ya kaitannya dengan Time Frame juga.

        ==============================

        kalau allah Anda tidak menjelaskan apa itu Nasrani, so darimana pendapat Anda? apakah sama seperti allah Anda? hanya mengambil kosakata2 di Alkitab lalu memutar balikkan makna atau membuat makna baru?

        ==> Pendapatku sedemikian gamblang : Nasrani = Kristen. Sejak kemarin sudah kutulis itu kan. Lha emangnya apa aku protes padamu soal itu. Nggak. Lha wong aku cuma menunjukkan padamu aneka sisi supaya kamu melihat masalahnya lebih menyeluruh. Kamu itu sering mengabaikan fakta, kenyataan yang aslinya bisa kamu amati.

        ==============================
        mungkin sense hinaan itu ngga terlalu mengena ke Anda sehingga ngga dapat menerimanya;==> Sense hinaan itu aku tahu, tetapi tidak sepakat kalo itu cukup penting sehingga dianggap menentukan .

        ==============================

        kekacauan dialog ini adalah Anda selalu membenturkan antara apa yang terjadi di jaman Kisah Para Rasul dengan apa yang terjadi di Indonesia sekarang pada umumnya…

        ==> Bukan membenturkan, lha wong memang penyebab masalahnya beda kok.

        ===============================
        kata itu digunakan oleh otorita Yahudi untuk menghina siapa saja yang mempercayai Yesus adalah Mesias….
        ….

        ===> Apakah hinaan Yahudi itu dijadikan alasan penolakan sebagian Kristen terhadap kata Nasrani ??? Saya yakin tidak.

        SALAM

      • @lovepassword

        PERTAMA, ASAL KATA,
        saya ngga tau lagi mau ngomong apa kepada Anda,…
        susah jadinya…

        saya ulangi lagi, dengan sesuatu yang sepertinya Anda belum tahu, dari awal saya kira Anda tahu, ….

        kalau kita bicara asal muasal kata nasrani, maka akan mentok,karena tidak ada yang tahu pasti,..

        tetapi dari yang tidak pasti itu, pilihan hanya ada dua saja, yaitu
        1. orang Yahudi yang berhubugan dengan orang yang berasal suatu daerah Nasaret, dan atau
        2. orang Yahudi yang berhubungan dengan suatu kelompok yang disebut orang-orang Tahir, yang di dalam bhs Ibraninya akar katanya sama dengan Nasrani..

        (pertanyaan awal kepada Anda,apakah allahnya Al Quran berpandangan yang sama?, saya yakin tidak)

        Argument saya adalah, dua muara kelompok ini sama di dalam konteks mempercayai bahwa Yesus adalah Mesias yang dinantikan oleh Kitab Suci…oleh karena keyakinan inilah mereka dicap sesat, pengacau, di dalam masa itu timbullah kata hinaan: “Nasrani”, yang mana untuk orang kristen itu masuk ke point pertama di atas, yaitu orang-orang yang mempercayai Orang Yang berasal dari Nazaret, siapalagi kalaubukan Yesus Orang Nazaret, ya toh…
        di dalam konktes sekarang di Indonesia, kalau ada orang mengajarkan Alkitab door to door, bawa payung dan gemar menghina Yesus, maka orang yang mengerti akan “menghina” mereka dengan kata:”Ah dasar saksi Yehova loe”,… itulah yang terjadi masa itu, orang yang percaya Yesus adalah Mesias, langsung dicap, dihina Nasrani…
        (pertanyaan awal adalah, apakah allahnya Al Quran memiliki pandangan yang sama dengan ini?)

        nah apalagi membawa2 gnostik, mereka inikan mencampurburkan semua agama, ada miripnyalah dengan Anda,…jadi mereka akan sangat mudah menerma Yesus, sebab mereka melihat KUASA Yesus, pada jaman itu,… akhirnya mereka juga masuk golongan hinaan nasrani, karena percaya Yesus adalah Mesias….

        di dalam arena debat misalnya, ada kata ;”dasar Kristen tolol loe”, itu artinya dipenghina itu telah mengatai semua Kristen tolol, tanpa pandang bulu, nyatanya ada Kristen yang professor ya toh?, itulah yang terjadi dengan hinaan kata nasrani….

        kalau masih belum mudeng di sini,saya nyerah….

        KEDUA, ADA APA dengan allahnya Al Quran yang menggunakan kata Nasrani?,
        di Alkitab memang cuman sekali ditemukan kata Nasrani, saya ngga tau di Al Quran berapa kali,… pertanyaan awal adalah… dari dua point di atas banget, yang mana yang dipakai allahnya Al Quran? saya yakin bukan yang dua itu…dan saya juga ngga yakin karena masalah hinaan oleh otoritas Yahudi kepada orang Yahudi yang mempercayai Yesus adalah Mesias…

        KETIGA, PENDAPAT ANDA YANG MENGATAKAN NASRANI=KRISTEN
        saya sudah mengagumi pendapat Anda di awal, tetapi dari penjelasan2nya nyatanya Anda tidak mengerti asal muasal kenapa sama dan aplikasi dari kesamaan itu,…
        frame Kisah Para Rasul,
        secara agama, itu jelas berbeda, yang satu Yahudi yang satunya Kristen,
        frame orang-orang Kristen sendiri, seperti Petrus, Paulus d.l.l,
        secara ajaran, sama, sebab dua-duanya adalah orang yang sama, yang dihina Nasrani adalh orang yang sama yang dihina Kristen…
        frame orang yang tidak tahu asal muasal
        dikiranya Nasrani adalah kosa kata Al Quran, itu yang salah… dan yang salah ngga usah diambil sebagai sample itu penekanan saya dari awal…

        KEEMPAT, Apakah hinaan Yahudi itu dijadikan alasan penolakan sebagian Kristen terhadap kata Nasrani ??? Saya yakin tidak.

        bacalah sekali lagi argument di atas….
        kesimpulannya, TIDAK ADA YANG MENOLAK, yang menolak adalah orang yang tidak tahu…dan orang yang tidak tahu tidak usah menjadi sample…
        yang menjadi point utama adalah banyak orang menjadi tidak tahu karena Nasrani itu sudah tidak lajim digunakan, Kristen sudah mendunia, alasannya di atas banget….

      • Kata Nasrani memang ada sejak lama, bahkan banyak yang mengatakan sudah ada sebelum jaman Yesus.

        Ini artinya apa ? Apa yang kamu sebut sebagai akar masalah itu ya tidak akan bisa diketahui, karena ada banyak variasi terhadap asal muasal kata Nasrani plus kapan kata itu ada. Karena memang ada banyak kata yang mirip yang bisa diasumsikan menjadi asal kata Nasrani.

        Kata Nasrani menjadi kata hinaan pada suatu masa, ya itu kan juga ada masanya. Itu ada time framenya. Belum lagi jika kita ngomong soal entitas belum tentu apa yang dimaksud Nasrani itu cuma satu entitas yang identik dalam rentang waktu tertentu.

        Misalnya sebagai contoh : Nasrani adalah aliran keagamaan , sekte Yahudi pra Yesus, jadi ini tidak bisa diasosiasikan dengan Kristen karena bahwa Yesus saja belum ada

        Nasrani adalah aliran keagamaan yang diidentikkan sebagai pengikut Yesus pada jaman Yesus.

        Nasrani adalah aliran atau sekte Kristen Protestan tertentu .Ini lebih spesifik lagi.

        Artinya apa : Sangat mungkin kata Nasrani itu dalam rentang waktu yang lebar, artinya memang tidak persis sama. Ini jika kita ngomong definisi praktis belum lagi kalo dibedah asal katanya.

        Ketika seseorang menerima/menolak kata Nasrani ya sangat mungkin berhubungan dengan cara mendefinisikan atau cara melihat fakta dalam time frame yang berbeda ini.

        Misalnya kamu ngomong soal hinaan dsb, ya itu kan terkait masa tertentu juga

        Kalo menurut analisaku ya… kamu boleh setuju boleh tidak. Asal muasal kata Nasrani itu kemungkinan besar positif , jadi asalnya bukan hinaan. Lha tetapi memang mungkin saja pada satu masa tertentu, kata Nasrani itu menjadi kata olok-olok. Tetapi asalnya kemungkinan ketika kata itu ada pertama-tama maksudnya positip.

        Saya cek di banyak referensi apa yang dianggap asal kata Nasrani oleh banyak pakar Kristen juga umumnya positif, misalnya Penjaga Taurat, bunga, persahabatan tolong menolong dsb.

        Kalo sejak semula dimaksudkan sebagai itu hinaan ya gak masuklah. Mungkin itu menjadi sindiran pada jaman tertentu. Itu bisa saja, tetapi dari asal kata yang lebih mendasar justru kecil kemungkinan kalo kata itu sejak semula dibuat sebagai kata hinaan.

        Jadi kamu bisa benar dimana dalam satu waktu kata itu dijadikan bahan olok-olok. Tetapi itu kan dalam satu time frame tertentu dan kata itu sendiri juga aslinya baik-baik saja.

        Jadi Kemungkinan Besar : Makna Asli kata Nasrani itu POSITIP , lha masalah ada sindiran memakai kata itu itu ada yang pada suatu masa tertentu . Sehingga dalam masa itu asosiasi kata itu malah jadi buruk.

        Gambaran mudahnya misalnya gini : Ada kata preman.
        Asal muasalnya dari sisi arti Preman itu artinya orang merdeka, manusia bebas. Lha tetapi sekarang ini kata preman asosiasinya negatip karena preman diidentikkan diasosiasikan dengan pemalak, pemeras, dsb di jalan.

        ===============================================

        yang mana yang dipakai allahnya Al Quran? saya yakin bukan yang dua itu… ===> Yang dua yang mana, lha wong arti kata Nasrani itu di Kristen saja malah gak cuma dua.

        Kalo Nasrani dianggap berasal dari kata Nasareth itu bahkan masih termasuk dalam tafsir yang diakui.
        Kalo diartikan sebagai penjaga agama, atau tolong menolong menjaga agama, dsb – itu juga tidak bisa dibilang salah dalam tafsir Kristen sekalipun.

        Lha yang maksa itu kamu, karena kamu mengaitkan asal muasal kata Nasrani dengan hinaan.

        Bahwa ada fenomena hinaan itu gak ada hubungannya dengan asal muasal kata . Kemungkinan kata itu bermakna positip lebih besar ketimbang diasumsikan bahwa sejak awal kata itu dimaksudkan sebagai hinaan.

        Paling banter itu sindirian, misalnya :

        “Pinter ya kamu”, padahal maksudnya nyindir.

        tetapi kata pinter sendiri arti harafiahnya ya positip, tetapi bisa saja kata poisitip itu dalam satu kondisi tertentu dipakai menyindir. Itu memang bisa saja, tetapi tidak bisa kamu kaitkan dengan asal muasal kata itu.

        ===============================================

        bacalah sekali lagi argument di atas….
        kesimpulannya, TIDAK ADA YANG MENOLAK, yang menolak adalah orang yang tidak tahu…dan orang yang tidak tahu tidak usah menjadi sample…

        ===> Fakta nya adalah Memang ada yang menolak. Dan yang menolak itu tidak semuanya bisa dianggap tidak tahu, karena sebagian diantaranya punya reputasi dalam memahami tafsir.

        Saya kan sudah bilang, memang ada masalah sosiologis tetapi itu juga bukan satu2nya masalah, karena perbedaan tafsir juga ada.

        SALAM

      • @lovepassword

        weleeh masih berkutat di asal kata toh,

        kalau kamu mendasarkan pendapatmu terhadap adanya golongan TAHIR pra YESUS, maka kamupun sudah larut di dalam ketidakjelasan, karena golongan itu juga baru dugaan….dan saya tidak mau larut di dalam hal itu…dugaan itu adalah mereka ini adalah murid-murid Yohanes Pembaptis, dan kalau Anda terlalu jauh berangan-angan saya cut di… bahwa Yohanes Pembaptis itu sejaman dengan Yesus Kristus….

        dugaan makna TAHIR malah kalau didekatkan ke makna dasarnya adalah YESUS itu sendiri,karena IA adalah Manusia Yang TAHIR, baik roh jiwa dan raga…

        tetapi lepas dari makna TAHIR yang akar katanya sama denga NASRANI, golongan ini mempercayai bahwa YESUS adalah MESIAS.

        lalu apa hubunganya dengan agama YAHUDI?karena golongan ini adalah masih bagian dari agama YAHUDI, tetapi sangat berbeda dari mazhab yang diakui waktu itu yaitu FARISI, SADUKI , ESSENE, maka mereka melabelin golongan ini golongan sesat, pengacau atau cukup dengan kata Nasrani, dengan makna negatif,…terutama karena mereka percaya bahwa YESUS adalah Mesias, dan otoritas Yahudi masa itu tidak menerima malah menolak ….

        saya sudah kasih contoh kepada Anda, saya kasih satu lagi,…
        batak itu kata yang siapapun sepertinya tidak ada yang tahu asal usulnya, bisa dibilang perantau, bisa dibilang penunggang kuda perang, bisa dibilang si gagah perkasa, atau orang minang bilang bukan orang pintar/buta huruf (dibalik dari katab, bhs arab), tetapi ada implikasi dari hal tertentu yang bisa membuat orang batak dikenal, yaitu suara yang keras….nah ketika pada kerumunan tertentu ada suara yang terlalu keras
        orang bs nyletuk ;” Dasar orang batak loe”,.. itu bhs negatif yang mengidentikkan semua orang batak suaranya keras, padahal belum tentu… demikianlah otoritas yahudi memandang semua orang yang menganggap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Mesias, langsung dikatai: “dasar nasrani loe”….kenapa? karena Nasrani itu mempercayai Yesus adalah Mesias,

        kalau masih ngotot, saya kasih pakar-pakar theologia di sini
        Adam Clarke, Albert Barnes, gabungan pakar di Robertson World Pictures, gabungan pakar di Tressary of Scriptural Knowledge, John Gill, Mathew Henry (ini paling terkenal).
        karena Anda selalu membawa2 landasan pikiran Anda dari “ada Kristen” lain, saya minta kepada Anda, siapa pakar atau orang yang menganggap itu positif?

        kekacaaun dialog ini Anda selalu memandang dari sisi2 yang campur aduk,
        saya katakan,
        jika memandang Petrus, Paulus dan orang Kristen awal,maka kata itu adalah hinaan oleh Otoritas Yahudi karena percaya Yesus adalah Mesias
        jika memandang makna kata itu sendiri, memang tidak ada yang protes, sebab makna dasarnya hanya dua, yaitu orang Yahudi yang berasal dari nazaret, atau orang Yahudi yang tahir..

        kalau kita lepas dari golongan, maka asal kata Nasrani itu bisa diambil 1400 tahun sebelum Yesus, yaitu dari kitab Musa, di Bilangan 6, coba Anda baca di sana….nah kalau diterapkan ini, maka Yesuslah Nazar, Nazir, Tahir itu…tetapi sekali lagi belum tentu dasar kata ini yang dipakai oleh suatu golongan di jaman Yesus, sebab secara akar kata, bisa juga maknanya “terpisah”, dan untuk mengungkapkan keterpisahan inilah Yahudi mengatai siapaun yang percaya Yesus adlah Mesias…terpisah dr Farisi, terpisah dari Saduki, terpisah dari Essen..kalau bicara dugaan, karena otoritas yahudi menggunakan bahasa Ibrani, maka bisa jadi mereka hanya berteriak: “Ahh dasar orang terpisah loe”,yang di dalam bhs diskusi kita menjadi: ” Ah dasar Nasrani loe”…

        jadi saya tidak mengatakan asal muasal kata itu hinaan, tetapi telah dipakai untuk menyatakan hinaan,…. lihat contoh kata jangkrik saya di atas,…. asal kata jangkrik ngga ada yang tahu, jangkrik itu adalah binatang sejenis serangga yang meloncat-loncat, tetapi kata ini juga telah dipakai untuk mengucapkan kekesalan atau hinaan kepada orang….itulah Nasrani….dipakai untuk menghina perbedaan pemahaman oleh sesama Yahudi perihal YESUS….

      • Kalo substansi pendapatmu adalah ini :

        1> jika memandang makna kata itu sendiri, memang tidak ada yang protes, sebab makna dasarnya hanya dua, yaitu orang Yahudi yang berasal dari nazaret, atau orang Yahudi yang tahir..

        2> Jadi saya tidak mengatakan asal muasal kata itu hinaan, tetapi telah dipakai untuk menyatakan hinaan,

        ===> Saya rasa pendapat itu cukup masuk akal untuk diterima. Itu bisa saya terima.

        Tetapi jika sudut pandangmu memang begitu, tentu saja menjadi kurang nyambung jika seolah-olah mengaitkan pendapatmu dengan akar masalah segala macam.

        Karena kalo kamu ngomongin akar yang benar2 akar ya kita terpaksa ngobrol lagi soal asal muasal katanya. Kalo kamu bicara soal pengaruh penyebab penolakan sebagian Kristen sekarang terhadap kata Nasrani itu pendapatmu juga kurang substansial.

        Sebenarnya inti yang kuomongkan itu disitu .

        Penyebab sebagian Kristen menolak kata Nasrani itu apa ? Jangan bilang karena mereka tidak tahu, karena yang kita bahas itu anggap saja yang tahu-tahu. Bahwa memang ada yang tidak tahu , ya memang ada, tetapi kan ada juga yang berbeda pendapat bukan cuma karena tidak tahu.

        Lha apakah perlu perbedaan itu dikorelasikan dengan hinaan yang time frame dan nuansanya sebenarnya lain dengan kondisi sekarang ?

        Artinya apa ? Sekali lagi kita ngomongin TIME FRAME : Ada suatu masa di mana kata Nasrani ditafsirkan adalah hinaan Yahudi terhadap pengikut Yesus.

        Apakah dalam Time Frame yang berbeda nuansanya masih sama ??? Tidak selalu sama. Bener kan? Lha kalo tidak selalu sama, ya harus kita perhatikan sisi yang memberikan pengaruh paling besar pada masa sekarang.

        Kedua : Kalo kamu memang tidak sedang meributkan soal definisi soal asal muasal kata, ya hentikanlah bertanya dengan gaya aneh kamu itu : Allah di Alquran menafsirkan apa, sama atau lain?

        Ya gimana bisa dianggap sama atau dianggap lain lah wong definisi itu dalam AlQuran dan dalam Alkitab sama-sama gak ada. Jadi itu tidak perlu dan tidak bisa kamu tanyakan karena jelas nggak bakal ada jawabannya.
        karena baik di AlQuran maupun Alkitab sama2 nggak ada definisinya. Yang ada adalah kata itu atau kata yang dianggap sangat mungkin menjadi asal muasal kata. Lha itu yang ditafsirkan tetapi bukan definisinya langsung ada.

        Yang kamu katakan kan juga jelas bukan definisi karena kamu menolak memperbincangkan definisi sebab memang ada banyak perbedaan pendapat.

        Yang kamu katakan adalah : Ada satu masa dimana Nasrani berarti hinaan. Itu bukan definisi kata Nasrani kan ???

        Lha berarti kamu ngomongin Time Frame. Apakah sudut pandang Time Frame yang lain nuansanya dipastikan selalu sama. Lagi2 nggak selalu sama.
        Itu mungkin saja kan.

        Artinya apa ??? Kata yang sama itu bisa saja mengacu pada entitas yang tidak persis sama.

        Artinya apa ? Dalam time frame yang berbeda nuansa kata itu bisa saja lain bahkan bertolak belakang.

        Lha kalo kita ngomongin pengaruhnya terhadap jaman kita sekarang, ya bobot yang pengaruhnya besar terhadap penilaian sekarang yang paling harus diperhatikan.

        ===============================

        Jadi intinya : Dua pendapatmu masuk akal . Tetapi yang saya tidak sependapat adalah jika kamu mengaitkan pendapat itu untuk menjelaskan fenomena yang ada sekarang. Itu saja intinya. Karena bagi saya Time Frame nya lain, nuansanya sangat lain, alasannya juga sudah lain, nggak sama lagi dengan alasan masa lalu yang kamu sebut-sebutkan itu.

        ================================

        kalau masih ngotot, saya kasih pakar-pakar theologia di sini
        Adam Clarke, Albert Barnes, gabungan pakar di Robertson World Pictures, gabungan pakar di Tressary of Scriptural Knowledge, John Gill, Mathew Henry (ini paling terkenal).
        karena Anda selalu membawa2 landasan pikiran Anda dari “ada Kristen” lain, saya minta kepada Anda, siapa pakar atau orang yang menganggap itu positif?

        ===> Saya rasa jawabannya mudah, bahkan sudah anda jawab sendiri dalam dua point jawaban anda.

        Asal katanya memang positif seperti ditafsirkan sebagai : dianggap penjaga Taurat, bunga, tolong menolong dalam pekerjaan keagamaan, dsb dsb. atau dianggap sebagai murid orang Nasareth. Semua kata itu kan yang tidak berbau penghinaan. Setidaknya mayoritas bukan kata yang bersifat menghina.

        Lha kalo masalah dalam time frame tertentu kata itu menjadi diarahkan untuk menyindir atau menghina. Ya itu beda lagi urusannya.
        yang saya katakan kan asal muasalnya positip dari sisi makna katanya.

        Dua point jawabanmu ini sudah sangat bagus menjelaskan pertanyaanmu sendiri :

        1> jika memandang makna kata itu sendiri, memang tidak ada yang protes, sebab makna dasarnya hanya dua, yaitu orang Yahudi yang berasal dari nazaret, atau orang Yahudi yang tahir..

        2> Jadi saya tidak mengatakan asal muasal kata itu hinaan, tetapi telah dipakai untuk menyatakan hinaan,

        SALAM

      • @lovepassword

        1. maka oleh karena itu saya tanya dari awal,
        dari yang menolak itu, siapa mereka?, (jangan bawa yang tidak tahu macam orang yang dari forum kompas itu? jangan mengambang, kasih nama, kasih golongan, kasih denominasi mana? kasih pakarnya siapa? itulahyang saya sebut di awal, saya tidak tahu kalau ada orang yg tahu tentang nasrani tetapi menolaknya, nah supaya saya tahu dan bertambah pengetahuannya, kasihlah siapa dia,siapa mereka,…. bisa?

        2. maka oleh karena itu saya tanya dari awal, apa allahnya Al Quran juga bermaksud yang sama atas Nasrani atau apa? any clue?, sepertinya seh saya yakin bukan…. tetapi dari sebagian orang islam yang mengidentikkan Kristen dengan Nasrani kuat dugaan artinya adalah karena Yesus berasal dari Nasareth.

        3. Masih berkutat dipositif,…. sekali lagi itu dugaan, ada dugaan kata yang diucapkan oleh Yahudi untuk menghina pengikut Kristus itu asal katanya dari natzir (tahir), atau nazaret(asal Yesus),…. para pakar theolog lebih cenderung ke asal Yesus, tetapi semisalpun dipakai natzir, tetap masih bisa masuk, karena Yesus adalah Natzir sejati…. sekali lagi itu hanya dugaan, yang pasti adalah kata itu telah dipakai untuk menghina golongan atau orang yang percaya Yesus adalah Mesias…

        salam

      • Essentially, said Epiphanius, “they (Nazarenes) differ from TRUE Christians because they

        fulfill…Jewish rites as the circumcision, Sabbath, and others”. From Epiphanius’ writings,

        it is obvious that,even in the fourth century, Christians and Nazarenes were two separate,

        different groups.

        A 20th century French Catholic professor named Marcel Simon, an expert in first century

        assembly, also notes the separateness of Nazarenes and Christians. He writes “They

        [Nazarenes] are characterized essentially by their tenacious attachment to Jewish

        observances”. He goes on to say that the Nazarenes were direct descendants of the Apostles.

        He and Epiphanus both agree in their belief that the Nazarenes were heretics.

        Christianity and its doctrine gained a strong foothold with the death of the Apostles. Early

        church leaders such as Ignatius, Chrysostom, Justin Martyr, Origen,Tertullian and others

        succeeded in their campaigns to decry anything touching the law [torah] as heretical, thus

        eradicating the true teachings of the Apostle Pau

        Read more at Suite101: Was the Apostle Paul a Christian?

        http://biblestudies.suite101.com/article.cfm/was-the-apostle-paul-a-christian#ixzz0tx7ZDqkf

        SUmber : biblestudies.suite101.com/article.cfm/was-the-apostle-paul-a-christian

        “But these sectarians… did not call themselves Christians-but “Nazarenes,” … However

        they are simply complete Jews. They use not only the New Testament but the Old Testament as

        well, as the Jews do… They have no different ideas, but confess everything exactly as the

        Law proclaims it and in the Jewish fashion– except for their belief in Messiah, if you

        please! For they acknowledge both the resurrection of the dead and the divine creation of

        all things, and declare that G-d is one, and that his son is Y’shua the Messiah. They are

        trained to a nicety in Hebrew. For among them the entire Law, the Prophets, and the…

        Writings… are read in Hebrew, as they surely are by the Jews. They are different from the

        Jews, and different from Christians, only in the following. They disagree with Jews because

        they have come to faith in Messiah; but since they are still fettered by the Law —

        circumcision, the Sabbath, and the rest– they are not in accord with Christians…they are

        nothing but Jews…They have the Good News according to Matthew in its entirety in Hebrew.

        For it is clear that they still preserve this, in the Hebrew alphabet, as it was originally

        written.” (Epiphanius; Panarion 29)

        Sumber hmisrael.net/epiphaniusQuote.htm

        I trust that it should be demonstrably obvious that Christians are not the same as Nazarenes

        (Notzrim).[4] It should be equally apparent that the early talmidim of Yeshua whose lives we

        read about in the apostolic writings were not Christians, but rather Nazarenes (see Were the

        Talmidim Christians?). Therefore, the “one new man” that Paul wrote about in Ephesians 2:15

        must be the Nazarene man. Although this “Messianic Israelite” man continues to worship

        Elohim in the way that Abraham, Isaac, and Jacob did (Acts 24:14), he is a “new” man because

        he compliments that faith with an acceptance and understanding that the way is embodied by

        the living example of the trusting faithfulness of Yeshua the Messiah.

        onlinechurch.com.au/yehoshua-yeshua-the-nazarene

        Epiphanius gives the more detailed, though thoroughly disapproving, description, calling the

        Nazarenes neither more nor less than Jews pure and simple. Dia menyebutkan mereka dalam

        Panarion Nya (xxix. 7) seperti yang ada di Suriah, Dekapolis (Pella) dan Basanitis (Cocabe).

        He mentions them in his Panarion (xxix. 7) as existing in Syria, Decapolis (Pella) and

        Basanitis (Cocabe).

        essene.com/What%20is%20a%20Nazarene.htm

        Maka penyebutan yang umum kita dengar ‘Nasrani’ bagi kaum Kristiani sebenarnya ‘kurang

        tepat’.

        sarapanpagi.org/kristen-vt325.html

        lain2 :
        akupercaya.com/diskusi-general/8344-nasrani.html
        gospel-mysteries.net/nazarenes.html

      • Intinya kalo menurutku penolakan Kristen soal kata Nasrani itu jelas memang ada. Mau diakui mau nggak, lha wong faktanya jelas ada kok. Malah ada yang tersinggung pula. 😦

        Sebagian terkait psikologis, karena kurang akrab dengan istilah itu, sementara istilah itu malah terkesan bagi mereka adalah istilah yang dipaksakan oleh Islam. Ada persepsi yang kurang lebih gitu karena culture sebagian Kristen adalah gaya Yunani yang rada asing dengan kata Nasrani.

        Mereka asing dengan kata Nasrani, sementara mereka menganggap istilah itu adalah gelar yang diberikan oleh agama lain, jadi mereka karena pengin tampil beda ya menolak. Memang ada sisi sosial psikologis semacam itu.

        Pada sisi lain, tetap ada juga penolakan yang terkait dengan tafsir, tentu saja alasannya lain2 tergantung pikiran orang per orang,

        misalnya : Ada yang ngomong kota Nazaret itu gak ada , ada yang ngomong kata Nasrani itu identik kental dengan tradisi Yahudi, sementara dalam persepsi orang itu mestinya yang disebut Kristen harusnya lepas dari belenggu tradisi Yahudi. Karena itu ya mereka ya menolak dikatakan Nasrani.

        Nuansa penolakan yang terjadi justru di situ berdasarkan pengamatanku sih. Bukan karena hinaan, dsb .

        SALAM

      • @lovepassword

        1.weleh kutipan Anda malah menguatkan agument saya, bahwa Nasrani itu adalah bagaian dari Yahudi, artinya jika dikatai Nasrani berarti masih diakui Yahudi tetapi sesat, karena sesat makanya dihina…

        2. sudah saya katakan di atas banget, kalau dipandang secara agama, jelas harus menolak karena ajaran yang terkandung di dalam nasrani, dipandang dari Yesus orang Nazareth, maka orang yang dihina Nasrani yang kemudian disebut Kristen itu jelas bukan agama,… jadi waktu itu kalau disebut agama Yahudi jelas nolak, tetapi kalau dipandang dari penerimaan atas Yesus sebagai Mesias, jelas tidak menolak.

        3. baca sekali lagi dari hmisreal.net itu, itu jelas bahwa mereka adalah Yahudi, cuman sekte karena dianggap menerima Yesus sebagai Mesias…
        saya quote di sini

        They disagree with Jews because
        they have come to faith in Messiah; but since they are still fettered by the Law —
        circumcision, the Sabbath, and the rest– they are not in accord with Christians…they are
        nothing but Jews…They have the Good News according to Matthew in its entirety in Hebrew.
        For it is clear that they still preserve this, in the Hebrew alphabet, as it was originally
        written.” (Epiphanius; Panarion 29)

        4. Hinaan oleh otoritas Yahudi itu semakin jelas bukan dari link2 Anda itu?
        jadi oleh saat tertentu ketika petrus, paulus d.l.l bertemu otoritas Yahudi maka mereka dihina, siapa saja yang percaya Yesus Mesias, dengan kata Nasrani…

        5. timbul masalah baru sepertinya, hehehehe, Anda balik2 lagi ke masalah lampau, yang saya butuh info tentang penolakan nasrani itu bukan yang dulu, karena yang dulu sudah jelas, tetapi yang sekarang…siapa pakar yang sekarang yang sudah tahu tetapi menolak?… kalau yang dulu sudah jela, ditolak karena dipandang sebagai agama, tetapi diterima sepanjang penerimaan atas Yesus adalah Mesias….

      • @Parhobass :

        jadi waktu itu kalau disebut agama Yahudi jelas nolak, tetapi kalau dipandang dari penerimaan atas Yesus sebagai Mesias, jelas tidak menolak.

        ===> Lha intinya kan menerima atau menolak.

        Ada yang menerima karena melihat kasus yang sama dari sisi A, ada yang menolak karena melihat dari sisi B. Itu kan jelas.

        Sekarang pun ya sama saja. Ada yang menolak ada yang menerima. Ada yang karena mengambil data yang berbeda, misalnya asal kata nya X , ada yang percaya Y, dsb dsb. Tetapi ada juga yang mengambil data yang sama tetapi sudut pandangnya lain. Itu tetap masih ada. Kutipan Saudara BP di Sarapan Pagi jelas2 menyebutkan hal itu.

        Bicara tafsir tentu saja tidak ada ikatan tafsir dulu atau sekarang. Lha tafsir dulu itu termasuk yang diakui atau nggak? Pertanyaannya kan gicu. Faktanya kan juga diikuti sebagian Kristen yang nggak sreg dengan kata Nasrani. Bisa saja karena pengaruh sosial psikologis, bisa saja karena mengikuti tafsir tertentu, misalnya gini : Nasrani itu bagi sebagian Kristen identik dengan mengikatkan diri pada tradisi yahudi. Lha bagi sebagian Kristen ala Yunani yang menafsirkan ayat tertentu terkait lepas dari kutuk hukum Taurat. Itu dianggap tidak benar.

        Masalah hinaan itu kan saya sudah bilang itu bisa saja diterima bahwa memang ada hinaan, tetapi jelas kurang kuat korelasinya dengan penolakan sebagian Kristen sekarang terhadap kata Nasrani.

        Berdasarkan pengamatan saya, (sekali lagi ini pengamatan ya jadi bisa saja pengamatanmu lain)

        Ada beberapa point yang bisa kita pikirkan dan juga kita lihat terkait penolakan sebagian Kristen terhadap kata Nasrani :

        Pertama : Alasan sosiologis psikologis. Karena dia nggak akrab dengan istilah itu diagamanya dia sendiri pada satu sisi. Sementara di sisi lain, kata Nasrani malah terkesan sebagai gelar yang diberikan oleh pihak lain, dalam hal ini kesannya kan julukan Islam kepada Kristen. ( tentu dari pihak Islam yang menafsirkan Kristen = Nasrani, karena seperti kataku tidak semua muslim juga menyepakati hal ini)

        Kedua : Bisa saja memang menafsirkannya sudut pandangnya lain-lain. Kemungkinan besar kalo dari sisi tafsir , penolakan ini bisa terkait beberapa hal. Bisa saja karena Nasrani itu menjadi dianggap identik dengan ikatan keagamaan yang menurut mereka mestinya sudah lepas sesuai konsep “lepas dari kutuk hukum Taurat” yang dipopulerkan Paulus. Intinya : Kata Nasrani ini dianggap Yahudi sentris. Lha mereka menolak menjadi Yahudi sentris dengan alasan bebas, merdeka, lepas dari ikatan hukum Taurat dsb.

        Jadi kalo dalam pengamatan saya , itulah yang terjadi.

        SALAM

      • @lovepassword

        argument Anda balik2 lagi ke awal… muter2, untuk menjawabnya baca lagi adeh argument di atas….ok

        salam

  15. @ Lovepasword

    Bagaimana AlQuran mengartikan kata Nasrani ? Ya Alquran menyebutkan kata Nasrani tetapi tidak pernah mendefinikan kata Nasrani. Lha urusan definisi itu ya urusannya sama penafsir. Dalam Kristen pun ya demikian.
    .
    .

    Panjang sekali perdebatan dan dialog itu jikalau kau memang ingin demikian. Hanya intinya saya lihat kau lebih tetap mempertahankan pendapatmu. Kebiasaanmu yg sudah melihat berbagai pendapat orang lain tidak terlampau mempengaruhi isi dan hatimu.
    Adakalanya kitapun harus memahami perbedaan yg sangat nyata itu dkm konteks saling menghormatin. Hanya saja itu tidak baik kalau standart itu mengacu kpd iman yg ada di dalam Kristus. Kau sudah tahukan bhw Rasul Simon Petrus dan Rasul Paulus adalah dua tokoh yg sangat berpengaruh dlm penginjilan itu. Nah, yg kita pahamin adalah walau kedua tokoh itu sangat besar tetapi Rasul Paulus yg sangat dimusuhin para sdr kita muslim .., itulah pokok dialog kita ini Love … dangi amangboru ???

    • @RAS :

      Kebiasaanmu yg sudah melihat berbagai pendapat orang lain tidak terlampau mempengaruhi isi dan hatimu.

      ===> Selama bisa dibuktikan pendapatku salah , ya aku siap merubah pendapat. Bahkan terhadap murid TKku jelasnggak pun, kalo dia menurutku pas benar , ya aku katakan benar.

      Tapi dalam kasus kita ini saya menganggap argumentasi saudara Parhobass kita, tidak cukup kuat.

      Ada beberapa sisi yang perlu ditelaah Mengapa argumentasi hinaan itu lemah.

      Pertama : Ada banyak argumentasi soal ini. Parhobass mengambil sudut pandang kata Nasrani itu hinaan. Tetapi juga ada banyak penafsir Kristen sendiri yang tidak sepakat dengan itu. Itu bagiku wajar. Bisa kita anggap sebagai bagian dari keanekaragaman menafsirkan. tetapi setidaknya kita bisa melihat bahwa argumetasi itu bukan satu2nya yang diakui Kristen. Hanya sebagian diantara sekian banyak argumen.

      Kedua : Alasan kedua yang lebih substansial : Rasanya sedikit sekali korelasi antara apa yang dianggap hinaan itu pada masa lalu, dengan penolakan sebagian Kristen sekarang yang menolak kata Nasrani. Masalahnya kan ada sekarang bukan di masa lalu. Lha akar masalah sekarang terkait dengan apa yang dianggap hinaan itu apa nggak? Saya rasa tidak ada pengaruhnya . Pengaruh yang besar justru berasal dari hubungan antara Islam dan kristen. Karena itu kalo mau masalahnya selesai ya harus dilihat. jangan menutup mata terhadap fakta di depan mata, kan.

      Bahkan saking anehnya, saudara Parhobass malah gak tahu kalo ada Kristen yang menolak kata Nasrani. Mengapa bisa tidak tahu ? Apakah kalian cuma hidup dalam suatu lingkungan yang identik sama tanpa perbedaan sehingga kalian malah terkesan bingung ketika kupaparkan itu.

      ===============================

      Kau sudah tahukan bhw Rasul Simon Petrus dan Rasul Paulus adalah dua tokoh yg sangat berpengaruh dlm penginjilan itu. Nah, yg kita pahamin adalah walau kedua tokoh itu sangat besar tetapi Rasul Paulus yg sangat dimusuhin para sdr kita muslim .., itulah pokok dialog kita ini Love … dangi amangboru ???

      ===> Masalah pendapat keagamaan, pendapat antar agama atau perbedaan pendapat dalam internal suatu agama. Kalo ditelusuri biasanya terkait dua hal :

      Pertama : Cara menafsirkan Kitab Suci baik Kitab Suci agama sendiri dan/atau agama lain. Kalo perbedaan pendapatnya seagama ya bagaimana cara menafsirkan satu ayat dihubungkan dengan ayat yang lain.

      Kedua : Nuansa psikologis, sosiologis, pengalaman, dsb dari masyarakatnya termasuk dari penafsir. Misalnya kalo nuansa perang ya sangat mungkin tafsirnya mendadak jadi galak-galak. Tidak saja satu dua penafsir berbeda pendapat, bahkan satu orang saja bisa berbeda pendapat dengan pendapatnya sendiri ketika dia mendapat pengalaman yang berbeda.

      ===============================

      masalah Petrus dan Paulus, sudah kukatakan secara sederhana : Petrus itu murid langsung Yesus dan Paulus tidak. Perbedaan sederhananya kan di situ. Fokus Petrus memang membawa pihak lain mengenal Yahudi, sedangkan Paulus gak urusan Yahudi non Yahudi. Sederhananya gicu …Ditambah lagi perbandingan tekstual antara ayat2 Injil dan surat2 Paulus bisa jadi menciptakan aneka perbedaan pendapat. Ini dari sisi tafsir ya kan. Ada perbedaan cara menafsirkan .

      Sekarang dari sosiologis psikologis, ini juga mesti dilihat, bahkan ini sebenarnya sangat penting ketika kamu atau Parhobass ngomongin fenomena keagamaan tertentu.

      Ada banyak interaksi antar agama, lha selain ada interaksi yang lumayan baik, kan ada juga interaksi yang bikin panas kuping. Saling ejek, saling hina, dsb.

      Kristen dapat dengan mudah menghina Nabi Muhammad sementara pada sisi lain bagian sebagian umat Islam , Yesus atau Isa adalah salah satu Nabi yang sangat dihargai di dalam Islam. Bahkan Isa dianggap sebagai Nabi yang paling dekat dengan Muhammad.

      Terkait soal Yesus atau Nabi Isa A.S. di dalam Islam ada perbedaan pendapat apakah Yesus identik dengan Nabi Isa.

      Bagi pihak-pihak tertentu yang mengganggap bahwa Yesus identik dengan Nabi Isa. Tentu saja sebagai muslim, tidak mungkin kan mereka menghina Nabi mereka sendiri. Itu kurang ajar plus dosa pula.

      Memang tidak setiap muslim sepakat Yesus = Isa , tetapi pendapat seperti itu kan ada. Dan cukup besar pula.

      Kelompok Islam tertentu merasa bahwa Yesus yang mereka anggap nama lain dari Isa itu Nabi yang mereka hargai sementara sebagian Kristen kok malah bisa seenak-enaknya menghina Nabi Muhammad .
      “Kami menghargai Isa sementara kalian menghina Muhammad” kurang lebih nuansa psikologisnya kan seperti itu.

      Muslim juga tidak mungkin mengejek tokoh2 Alkitab yang lain yang ada juga , yang juga diakui perannya di AlQuran seperti Musa, Dawud, Ibrahim, dsb. Karena itu kan juga dihargai di AlQuran. Menghina Ibrahim atau Musa ya sama saja kan dengan menghina agama sendiri.

      Lha Paulus adalah tokoh yang
      : 1> Ada di Alkitab tetapi Tidak ada peranannya di AlQuran
      2> Paulus juga dianggap punya gap dengan ajaran Yesus. Karena bukan murid langsung dsb
      3> Kalo ada penghinaan terhadap tokoh Islam, Nabi besar Islam , maka pihak yang paling cocok diserang balik ya Paulus ini.

      Karena menghina Yesus bagi kelompok Islam tertentu jelas nggak mungkin, karena mereka percaya bahwa Yesus itu Isa yang merupakan salah satu Nabi yang bahkan sangat dihargai oleh Nabi Muhammad SAW sendiri. Jadi ketika Nabi Muhammad dihina, siapa yang paling pantas jadi target serangan balik ? Ya Paulus.

      Tokoh yang lain mungkin saja bisa, tetapi Paulus tetap menjadi tokoh sentral serangan.

      Jadi sekali lagi saat kita melihat aneka pendapat dalam agama, saya rasa kita tetap harus melihat kedua sisi baik sisi tafsir maupun sisi psikologis manusia-manusianya.

      Kalo kalian mengabaikan itu, maka kalian cuma berdiri di ujung daun. Pemikiran kalian terkesan heroik, tetapi jauh dari fakta yang terjadi.

      Jangan cuma belajar di menara gading para teman, sekali-kali keluarlah . ^_^ Ini bukan soal jalan2 ke luar negeri atau keluar rumah, tetapi melihat keluar , melihat fakta perbedaan yang ada , melihat hal2 yang lain. Jadi ya sedikit banyak tahulah : Kalo ada juga Kristen lain yang pendapatnya lain. Tahu juga kalo dalam Islam ada berbagai pendapat. Tahu alasan2 sosial psikologis manusia-manusia entah agamanya Islam atau kristen atau lainnya – yang mendasari suatu tindakan/sikap atau pernyataan. Dan sebagainya-dan sebagainya. Kalo kalian biasa melihat pake mikroskop itu dalam tapi gak akan luas.

      SALAM

      • plok…plok …. plok….

        another standing ovation!

      • @lovepassword

        a; keraguan Anda tentang Petrus vs Paulus sudah dijawab di atas,
        yaitu dengan mendalami Injil Markus

        b; keraguan Anda perihal apakah Yesus = Isa
        mau dilanjut?
        kalau mau kita persilahkan membahasnya di
        Yeshua haMashiach

        atau
        Sudah datangkah Mesiasmu

        atau

        over-300-prophecies

        ditunggu…
        note:
        saya berharap Anda membaca dulu, kalau sudah saya berharap juga diskusinya kita mulai di bagian yang ketiga saja, yaitu di over-300-prophecies

      • @ Lovepasword
        Pertama : Ada banyak argumentasi soal ini. Parhobass mengambil sudut pandang kata Nasrani itu hinaan. Tetapi juga ada banyak penafsir Kristen sendiri yang tidak sepakat dengan itu. Itu bagiku wajar. Bisa kita anggap sebagai bagian dari keanekaragaman menafsirkan. tetapi setidaknya kita bisa melihat bahwa argumetasi itu bukan satu2nya yang diakui Kristen. Hanya sebagian diantara sekian banyak argumen.
        .
        .
        Dukungan saya ttg pendapat sdr Parhobas bukan di dasarin krn kami sama-2 Kristen wahai Loveyou… Istilah Nasrani itu pertama sekali memang menitik beratkan kpd panggilan org-2 Yahudi sbg suatu ejekan kpd pengikut Kristus yg mengira dgn kematian Guru mereka dari Nasaret itu maka bubar dan hancurlah kepercayaan mereka itu. Tafsiran dari bebagai tafsiran yg termasuk kau anut itu adalah tafsiran dari perkembangan keKristenan itu sendiri. Jadi panggilan ejekan itulah mula pertama sekali menjadi gelar yg dikenakan utk semua yg mengikut GURU AGUNG dari suatu aerah bernama Nasareth. Jadi krn org-2 Yahudi penentang Kristus telah memanggil mereka si kaum Nasrani maka tentara Romawi juga mengambil panggilan itu menjadi panggilan resmi bg pengikut Kristus. Paham awak ??
        .
        .
        @ Lovepasword

        Kedua : Alasan kedua yang lebih substansial : Rasanya sedikit sekali korelasi antara apa yang dianggap hinaan itu pada masa lalu, dengan penolakan sebagian Kristen sekarang yang menolak kata Nasrani. Masalahnya kan ada sekarang bukan di masa lalu. Lha akar masalah sekarang terkait dengan apa yang dianggap hinaan itu apa nggak? Saya rasa tidak ada pengaruhnya . Pengaruh yang besar justru berasal dari hubungan antara Islam dan kristen. Karena itu kalo mau masalahnya selesai ya harus dilihat. jangan menutup mata terhadap fakta di depan mata, kan.
        .
        .

        ” Rasanya ” . Kau memakai bahasa yg cuman dirimu sendiri yg membenarkan pendapatmu . Dimana rupanya kau menggangap ada org Kristen menolak perkataan Nasrani itu utk dilekatkan pd dirinya ?? Dlm hal ini opinimu hanya mengganggap Nasrani bukanlah hinaan. Islam sejak semula hanya mencatat adanya tulisan Nasrani dlm kitab sucinya dan bukan Kristen. Kalau begitu apakah dgn adanya fakta itu kamu mengganggap Kristen itu bukan Nasrani ??
        .
        .
        @ Lovepasword
        Karena menghina Yesus bagi kelompok Islam tertentu jelas nggak mungkin, karena mereka percaya bahwa Yesus itu Isa yang merupakan salah satu Nabi yang bahkan sangat dihargai oleh Nabi Muhammad SAW sendiri. Jadi ketika Nabi Muhammad dihina, siapa yang paling pantas jadi target serangan balik ? Ya Paulus.

        Tokoh yang lain mungkin saja bisa, tetapi Paulus tetap menjadi tokoh sentral serangan.
        .
        .
        Apakah yg membuatmu mengatakan Paulus itu menjadi sentral serangan?
        Mengapa bukan tokoh yg dia beritakan utk diserang ? Dari pendapat itu kamu sudah memiliki dua pendapat yg saling bertolak belakang. Yesus Kristus kau katakan juga dihormatin sebagian Muslim lainnya. Tetapi sebagian lainnya hanya mengenal Isa Almasih . Pemakaian kata demi kata yg sebenarnya menunjukkan korelasi yg kuat dlm diri Sang Juruselamat itu akhirnya yg membuat mata rohanimu jd kabur . Paulus adalah bagian pelayanan pertama dari Rasul Simon Petrus. Dia kemudian dikhususkan Kristus melayanin injil ke bangsa non Yahudi. Sementara Simon Petrus tetap di kaum Yahudi. Itulah intisari dialog kita ini wahai Loveyou

      • Dukungan saya ttg pendapat sdr Parhobas bukan di dasarin krn kami sama-2 Kristen wahai Loveyou… ===> Ya aku kan justru bilang memang ada juga Kristen yang setuju ada juga yang tidak setuju dianggap identik dengan kata Nasrani. Lha “kebetulan” kalian sepakat. tetapi bisa saja karena kalian berasal dari lingkungan sosial keagamaan yang mirip .

        Istilah Nasrani itu pertama sekali memang menitik beratkan kpd panggilan org-2 Yahudi sbg suatu ejekan kpd pengikut Kristus yg mengira dgn kematian Guru mereka dari Nasaret itu maka bubar dan hancurlah kepercayaan mereka itu.
        —> Saya rasa sudah kujawab ya, jawaban itu memang salah satu jawaban tetapi bukan satu-satunya. Saya tidak menganggap itu salah, karena memang ada banyak argumentasi lengkap dengan aneka dinamikanya. Yang saya katakan adalah : Lihat juga sisi2 lain.

        ===============================

        ” Rasanya ” . Kau memakai bahasa yg cuman dirimu sendiri yg membenarkan pendapatmu . Dimana rupanya kau menggangap ada org Kristen menolak perkataan Nasrani itu utk dilekatkan pd dirinya ??

        ===> Kamu kelihatannya rada laper RAS, bagaimana kalo kita makan bakso dulu. Tetapi kau yang traktir. Gimana… ^_^

        Kamu itu gimana sih. Sudah kuberikan link yang jelas2 menunjukkan ada Kristen yang menolak kata Nasrani eh kamu malah bilang “RASA-RASANYA”

        Rasa-rasanya gimana? Rasa Melon atau mendoan coba. Kamu baca lagi deh pelan2 diskusiku dengan Parhobass. Bahwa ada Kristen yang tidak ingin diidentikkan atau dipanggil Nasrani itu fakta. Lha aku menunjukkan alasan sosiologis dan juga alasan perbedaan tafsir yang mungkin ada. Itu semua sudah kutunjukkan lho Pak Robinson…

        ===============================

        Apakah yg membuatmu mengatakan Paulus itu menjadi sentral serangan?
        Mengapa bukan tokoh yg dia beritakan utk diserang
        ===> Mengapanya itu juga ada di penjelasan sebelumnya :

        masalah Petrus dan Paulus, sudah kukatakan secara sederhana : Petrus itu murid langsung Yesus dan Paulus tidak. Perbedaan sederhananya kan di situ. Fokus Petrus memang membawa pihak lain mengenal Yahudi, sedangkan Paulus gak urusan Yahudi non Yahudi. Sederhananya gicu …Ditambah lagi perbandingan tekstual antara ayat2 Injil dan surat2 Paulus bisa jadi menciptakan aneka perbedaan pendapat. Ini dari sisi tafsir ya kan. Ada perbedaan cara menafsirkan .

        Sekarang dari sosiologis psikologis, ini juga mesti dilihat, bahkan ini sebenarnya sangat penting ketika kamu atau Parhobass ngomongin fenomena keagamaan tertentu.

        Ada banyak interaksi antar agama, lha selain ada interaksi yang lumayan baik, kan ada juga interaksi yang bikin panas kuping. Saling ejek, saling hina, dsb.

        Kristen dapat dengan mudah menghina Nabi Muhammad sementara pada sisi lain bagian sebagian umat Islam , Yesus atau Isa adalah salah satu Nabi yang sangat dihargai di dalam Islam. Bahkan Isa dianggap sebagai Nabi yang paling dekat dengan Muhammad.

        Terkait soal Yesus atau Nabi Isa A.S. di dalam Islam ada perbedaan pendapat apakah Yesus identik dengan Nabi Isa.

        Bagi pihak-pihak tertentu yang mengganggap bahwa Yesus identik dengan Nabi Isa. Tentu saja sebagai muslim, tidak mungkin kan mereka menghina Nabi mereka sendiri. Itu kurang ajar plus dosa pula.

        ===============================

        Paulus adalah bagian pelayanan pertama dari Rasul Simon Petrus. Dia kemudian dikhususkan Kristus melayanin injil ke bangsa non Yahudi. Sementara Simon Petrus tetap di kaum Yahudi.

        ===> Terus mengapa kalian protes ketika kusebutkan memang bagaimanapun ada perbedaan antara Petrus dan Paulus ? ^_^

        SALAM RAS

      • @lovepassword

        sebelum lae Sihotang menjawab

        kata lihat juga sisi lain,
        kalau sisi lain itu salah, ngga perlu dipertahankan…

        kata ada Kristen menolak disebut Nasrani…
        saya tekankan, ia bisa jadi menolak karena memang tidak tahu. Buktinnya salahsatu adalah orang yang Anda bawa dari forum kompas, nyatanya dia ngaku tidak terlalu tahu tentang literatur kekristenan, artinya ia awam dengan hal-hal kekristenan… dan saran saya, sample yang salah ngga usah dibawa-bawa karena akan membuat teori-teori yang salah juga..

        masalah Paulus tidak murid langsung Yesus dan Petrus murid langsung,
        seharusnya dengan mendalami Injil Markus, sudah terjawab, ternyata tidak juga….saya resume saja Paulus mengebarkan Injil sampai Roma, dan untuk memberitakan Kristus secara narasi dibuatlah Injil Markus oleh Petrus sang soko Guru. bisa jadi di Yerusalem, bisa jadi di Anthiokia, malah kemungkinan besar di Roma sendiri…

        masalah ada perbedaan Paulus dengan Petrus yang Anda katakan kami protes,….
        tidak ada yang protes jika dipandang sebagai berikut,
        siapapun Kristen pasti meyakini memang mereka berbeda, Petrus menginjili orang Yahudi sedang Paulus menginjili Non Yahudi… dimana lovepassword tidak bs melihat hubungannya antara Yahudi dan Non Yahudi itu dari sisi Injil Markus contohnya… dan harus diingat, yang mensahkan Paulus sebagai Pekabar Injil adalah YESUS sendiri dengan saksi saksi Petrus, Yakbous, Yohanes, Barnabas, Ananias, d.L.l…
        yang diprotes adalah dengan menganggap Kristen oleh petrus berbeda dengan Kristen oleh Paulus… itu sudah ngawur bin kacau

        kata Lae Sihotang bukan Paulusnya sebenarnya yang ditolak saudara2 yang membenci Paulus, melainkan Siapa yang diajarkan Paulus itu, yaitu Kristus, TUHAN Yang mulia, yang mana saya sebut di awal banget, bahwa perkara membenci Paulus adalah perkara masalah turun temurun dari orang-orang yang menolak Kristus….

        salam

      • kata ada Kristen menolak disebut Nasrani…
        saya tekankan, ia bisa jadi menolak karena memang tidak tahu ==> bisa saja memang tidak tahu, karena itu aku mengatakan aspek sosiologis psikologis. Tetapi juga sangat mungkin ada orang lain yang tahu tetapi gak sependapat, karena dari sisi tafsir pun ada banyak pendapat.

        Masalah Markus , Paulus, Petrus, saya malah lagi mikir apakah ada korelasi itu dengan sebagian Kristen menerima Nasrani, sebagian lagi menolak.

        Petrus menginjili orang Yahudi sedang Paulus menginjili Non Yahudi… ==> Lha ada efeknya nggak itu terhadap kasus2 faktual yang pernah serta yang terjadi sekarang?

        SALAM

      • @lovepassword

        wadduh kalau berandai-andai gini memang repot,

        saya sudah ktakan, saya lebih suka disebut agama Kristen ketimbang Nasrani,… meski saya tahu …
        alasannya adalah karena kalau disebut secara agama jelas Nasrani itu adalah agama Yahudi….

        kalau Anda masih berpikiran ada korelasi MArkus, Paulus, dan Petrus terhadap penggunaaan Nasrani vs Kristen, artinya Anda memang belum bisa menerima esensi kebenaran akan “penulis Injil Markus”….

        ingat, Petrus di kitab Petrus 2, yang nota bene, Penginjil kepada Yahudi, telah menggunakan Kristen…..
        saya jamin Anda tidak memiliki dasar sampai kesana, pikiran Anda hanya liar saja tanpa pondasi….

        salam

  16. Panjangnya. . . .komentar mas love. Pusing dah. 😀

    • @ Lovepassword,

      Menurut fanya sih, dari 2 komen awal Om LP yg ujung-ujungnya jadi berbuntut puanjaaaanngg ini jelas terlihat respons positif Om LP melalui masukan yg sangat netral, substansial, komplementer dan bernilai akademik ttg mengapa Paulus lebih menyedot perhatian dibanding Petrus….

      namun tampaknya masukan dan tinjauan yg relatif sangat komprehensif tsb, ditangkap secara beda oleh Om Par…… hingga merembet kemana-mana… hihihi….

      Great! I could easily see and get your points Sir….two thumbs up!

      salam

      • @fanya

        saya kagum dengan Anda, lebih mempercayai buah karya comot sana sini ketimbang esensi kebenarannya,…

        lebih kagum lagi karena Anda lebih mempercayai sumber luar daripada sumber dari dalam itu sendiri…

        1.dimana argument saya yang merempet kemana2?
        2. kekacauan berpendapatlah yang memaksa saya membuat argument2 sistematis, karena saya perhatikan sudah ada praktek fallacy dimana point2 yang dianggap lemah diserang, padahal argument saya seharusnya ditanggapi secara menyeluruh….
        3. Anda sepertinya ada bakat seperti lovepassword, dalam konteks memecahbelah. hehehhehe, kagum deh sama fanya….

        4. dari semua argument saya di atas, dapatkah fanya memecahkan keraguan Anda mengenai Petrus vs Paulus? saya yakin Anda tidak dapat memecahkannya,karena Anda lebih percaya sumber luar ketimbang sumber dalam sendiri…
        salam

      • @ Om Parhobass,

        terimakasih atas compliment-nya….

        fanya tlh membaca, memahami dan menangkap pendapat, fondasi dan alur pemikiran Om Parhobass, semuanya make sense dan sangat reasonable koq…

        Yang fanya tangkap dari diskusi panjang yg fully argumentative tsb, disamping berbagai fakta sbgmana dikemukakan oleh Om Par, apa yg dikemukakan oleh Om Par bhw ada pihak2 lain, baik dari kalangan kristiani maupun non kristiani, yg memiliki pendapat/penilaian lain karena perbedaan faktor yg digunakan sbg tolok ukur, time frame yg berbeda, knowledge maupun sudut pandang dan aspek2 lainnya.

        fanya melihat alih2 menyalahkan pendapat Om Par, Om LP berulang kali mengatakan bhw pendapat Om merupakan salah satu “kebenaran” dari berbagai “kebenaran” yg berkembang diantara para pemikir mengenai masalah yg didiskusikan, namun bukan satu-satunya kebenaran (kebenaran absolut).

        salam

        salam
        saya sama sekali tidak

      • @fanya

        dari dua muara utama berikut, yang mana yang dianggap allahnya Al Quran?

        1. orang Yahudi yang berhubugan dengan orang yang berasal suatu daerah Nasaret, dan atau
        2. orang Yahudi yang berhubungan dengan suatu kelompok yang disebut orang-orang Tahir, yang di dalam bhs Ibraninya akar katanya sama dengan Nasrani..

        salam.

      • @ Om Parhobass,

        dari dua muara utama berikut, yang mana yang dianggap allahnya Al Quran?

        =======

        iiihhh… mana fanya tahu/bisa jawab apa yg ada dlm “benak” Allah?
        jangankan itu, dlm benak fanya aja ga ada tuh khowledge ttg hal tsb…
        jujur aja, fanya lebih concern pd membangun “nilai tambah” atau manfaat fanya bagi oang2 disekitar ………

        ======
        4. dari semua argument saya di atas, dapatkah fanya memecahkan keraguan Anda mengenai Petrus vs Paulus? saya yakin Anda tidak dapat memecahkannya,karena Anda lebih percaya sumber luar ketimbang sumber dalam sendiri…

        =======

        sesungguhnya fanya tidak punya keraguan apapun thdp Petrus maupun Paulus… masalahnya, apa yg fanya yakini atas keduanya belum tentu bersesuaian dengan keyakinan pihak lain …..wajar aja khan? (apalagi di era demokrasi dan kebablasan berpendapat… eh ….kebebasan berpendapat hihihi.. salah lagi deh).

        btw, mengenai “soursces”, fanya pikir tak selamanya “internal sources” dipastikan lebih akurat dibanding “external sources” mengingat adanya berbagai aspek kebersamaan dan keberpihakan. Sebagai contoh, data ttg “kenakalan” maupun “kelebihan” fanya pasti lebih akurat sumber teman2 fanya dibanding pada informasi dari saudara atau kedua orang tua fanya.

        best regards

      • @fanya

        1. baiklah, saya hargai pendapat Anda,
        jika fanya tidak tahu apa makna Nasrani di al Quran, lalu apa menurut Anda Nasrani adalah Kristen? dan dari mana Anda mendapat hal seperti itu?

        2. kekeliruan rasionalisasi adalah adanya kecenderungan mempercayai suatu probabilitas yang entah bagaimanapun caranya itu tidak akan pernah terjadi….. demikian jg halnya “source dalam” atau “source luar”, source luar sudah lebih pasti akan lebih tidak akan lebih akurat menceritakan tentang apapun apa-apa yang ada di dalam ketimbang dari source dalam, … yang untuk itu saya katakan kekaguman saya kepada Anda, yaitu dapat mempercayai source luar ketimbang apa yang ada dari source dalam….itu berimbas kepada Roh ALLAH lebih akurat mengucapkan wahyu-wahyu Allah sendiri ketimbang bukan Roh ALLAH…

        lalu timbul pleidoi, kan Anda bisa saja berpihak kepada source yang dari Anda sendiri karena satu agama, satu ini dan itu,… untuk itulah perlu digunakan pikiran yang murni,….kalau pikiran Anda murni maka Anda tentu akan lebih percaya “saksi” daripada “penonton”, atau “pendengar” ketimbang “si gosip”….oleh karena itulah kita tidak perlu penonton untuk mengatakan Hitam adalah Hitam, Putih adalah Putih,…kita bisa menjadi saksi untuk hal itu…dan tidak perlu keterpihakan dari abu-abu untuk bisa membedakan itu….

        di dalam hal ini, Petrus dan Paulus lebih layak dipercayai di dalam hal menceritakan diri mereka sendiri ketimbang dugaan-dugaan lain…

        serta di dalam hal ini juga Petrus, Paulus, Yohanes, Yakobus, d.l.l lebih layak dipercaya menceritakan tentang Yesus ketimbang orang lain, sebab mereka saksi, pendengar, d.l.l….
        itu semua layak dipercayai kalau kita memiliki pikiran yang murni….

        salam

      • kekeliruan rasionalisasi adalah adanya kecenderungan mempercayai suatu probabilitas yang entah bagaimanapun caranya itu tidak akan pernah terjadi….. demikian jg halnya “source dalam” atau “source luar”, source luar sudah lebih pasti akan lebih tidak akan lebih akurat menceritakan tentang apapun apa-apa yang ada di dalam ketimbang dari source dalam, … yang untuk itu saya katakan kekaguman saya kepada Anda, yaitu dapat mempercayai source luar ketimbang apa yang ada dari source dalam

        ===> Intinya itu gampang aslinya. Kalo memang salah ya ditunjukkan saja salahnya dibuktikan itu salah. Masalah yang salah itu dalam atau luar, ya salah ya tetap salah.

        Kamu itu jelas pakar dalam detail, tetapi seperti kataku Par, kamu kebanyakan melihat pakai mikroskop. Untuk melihat hal2 yang lebih luas, bagaimanapun manusia perlu keluar rumahnya. 🙂
        Untuk melihat pesona detail, kita harus mendekat, tetapi untuk melihat gambaran bangunan keseluruhan ya kita perlu menjauh sedikit. Kalo nggak ya gak kelihatan sebagain besar bangunan. Yang kelihatan cuma kursi makan di dalam rumah saja.
        Jadi mendalam itu bagus, tetapi lebih bagus lagi bila komprehensip gicu lho…

        SALAM Par
        See You

      • @lovepassword

        hampir lima tahun saya keluar kawan (lihat di about me) , itu sudah cukup membuktikan beberapa hal kepada Anda…

        salam

  17. ternyata lagi pada seru-seruan di sini rupanya…
    jadi ceritanya… paulus banyak diserang, salah satunya karena dia tidak pernah bertemu Yesus secara langsung?
    menarik menarik

    mas lovepassword berkata:
    “…Bahkan Isa dianggap sebagai Nabi yang paling dekat dengan Muhammad…”

    💡 hmm…bukankah Muhammad juga tidak pernah bertemu langsung Yesus, sama seperti Paulus?
    malahan Paulus jaraknya lebih dekat dgn Yesus, sekitar 30-40 tahunan..bandingnkan dengan Muhammad yang datangnya 500 tahun setelah Yesus.

    😆

    • @Saudara Rodrymikhael : Saya sedang memaparkan persepsi, sudut pandang A , B , C dan sebagainya dan sebagainya.

      A melihat menafsirkan hubungan B dan C
      C menafsirkan korelasi A dan B. dan sebagainya

      Lha lihatlah itu semua berikut alasan-alasan masing2, terlepas setuju atau tidak setuju, setidaknya masing2 menjadi tahu perasaan serta persepsi pihak-pihak lain secara lebih utuh.

      Memahami itu tidak sama artinya bahwa semua pihak harus saling menyetujui tetapi setidaknya tahu persepsi pihak2 lain, jika saya di posisi itu bagaimana. Persepsinya kira2 gimana. Jika dia di posisi saya perasaannya bagaimana. Dsb … Ada pemahaman.

      Dari sini kita kemudian tahu memang ada sisi sosial dan psikologis manusia bahkan termasuk dalam pendapat-pendapat keagamaan baik antar agama maupun internal agama.

      Belajar sejarah, tafsir atau apapun sih bagus-bagus saja, tetapi kan ya perlu dilihat masalah2 yang ada itu kaitannya dengan sejarah atau aslinya terjadi sekarang : masalah perasaan keagamaan akibat kondisi sosial sekarang, atau masalah tafsir jaman dulu.

      Misalnya saja : Dalam kasus perbedaan pendapat menilai kata Nasrani atau Kristen, saya sama sekali tidak yakin masalah utamanya pada cara menafsirkan pada masa lalu.

      SALAM

  18. Yesus nggak sama dengan Isa.

    Heran deh. . . .kok maksa amat harus sama.

    • k fitri, saya ingin nulis artikel untuk blog kerajaanagama, tapi masih belum tahu harus nulis apa? saya juga masih bingung, tulisan apa lagi yang baik untuk blog saya. kalo ada nanti saya kirim Insya Allah.

    • @fitri

      Yohanes menulis, sembari menguatkan ucapan Yesus sebelumnya

      banyak saudara memang benar, tetapi
      jika ternyata mereka tidak melawan atau bertentangan berarti mereka benar-benar saudara, tetapi kalau mereka ternyata bertentangan, berarti mereka bukan saudara yang sesungguhnya, mereka adalah serigala berbulu domba…

      @Anak Adam,
      Anda ditunjuk menjadi moderator toh di kerajaan.agama,…
      selamatlah,…

  19. @all
    Akhir – akhir ini ada yang sengaja memakai email saya di blognya jephman tapi keluhan saya tidak digubris, yah. .semoga tidak ada yang tersinggung dengan perubahan avatar saya.
    😀

    ini hanya sementara sampai yang bersangkutan tidak memakai email saya lagi.

    • @fitri

      wordpress memang hanya menjaring nama/nick, mail sama link tertentu jadi memang harus hati2 menggunakan itu…,

      saran saya;
      1; tanya saja baik2 ke lae Jeph, melalui email IP addres dari fitri palsu tersebut,
      2; kalau ternyata orang itu adalah salah satu dari orang yang Anda serahkan moderasi dari kerajaan.agama wp, itu agak susah jadinya, karena memang orang yang mendapat moderasi sepertinya akan tahu email Anda…jadi tanyalah mereka satu persatu…

      silahkan ditambahi yang mau kasih saran…

  20. @Om Par

    Sebenarnya sih keluarga saya terutama orang tua saya memang mengatakan Yesus sama dengan Isa. Tapi sebenarnya ada perbedaan antara Isa dan Yesus, dan yang paling sering diperdebatkan adalah masalah KeTuhanan Yesus dan penyalibannya. Kalau orang tua saya memang bukan muslim fanatik, artinya orang tua saya percaya dengan penyaliban tersebut. 😀

    Memang kisah Isa dan Yesus hampir mirip, tapi bukan berarti sama. Kadang ada tokoh yang sebenarnya memang orang yang sama, namun kisahnya kemudian diplesetkan karena salah penafsiran umatnya.

    @anak Adam
    He he 😀 silakan tulis apa saja. Selama ini, Mbak Fanya yang paling banyak tulisannya.

    • @fitri

      supaya lebih jelas pondasi saya mengatakan bahwa Yesus tidak sama dengan Isa adalah…

      bisa jadi memang “Sosok” yang digambarkan itu sama..
      tetapi jika penggabaran itu berbeda maka amat sangat dipastikan salah satu haruslah salah, sehingga ketika menggambarkannya sudah menghasilkan gambaran yang lain…

      kira2 ngerti ngga maksud saya,*

      contoh penjelasan,
      Isa digambarkan sebagai Al Masih tetapi hanya nabi oleh Al Quran
      sementara gambaran Yesus oleh Alkitab adalah Kristus, adalah Mesias, adalah Anak Allah, yang artinya satu esensi dengan ALLAH…

      nyatanya ada kemiripan risalah dari dua “Sosok” ini, banyak kemiripan yang bs kita ambil, contohnya Yesus adalah Isa yang disebut Al Masih, atau Kristus atau Mesias, sebab secara kata Al Masih = Mesias=Kristus

      tetapi Al Masih di dalam penjelasan allahnya Al Quran ternyata bukan Al Masih yang dijelaskan Kitab Suci Alkitab, Al Masih hanya nabi, padahal Alkitab berkata Al MAsih adalah Raja Penyelamat, so artinya Al Masih yang dijelaskan al quran adalah Al Masih yang lain, bukan Al Masih atau Kristus atau Mesias atau Yesus, sebab memang banyak mesias, tetapi hanya Satu Mesias, yaitu Yesus, sebab ALLAH adalah ESA…

      sekarang timbul pledoi,
      sebenarnya Isa dan Yesus adalah sama, katanya, dan berkata lagi tetapi Alkitab telah salah menjelaskan tentang Yesus,

      nah kalau masih bertahan dengan kosa kata ini, maka pertanyaan baliknya adalah… lalu kenapa Isa disebut Isa Al Masih? kalau ngotot hanya nabi lalu kenapa disebut Al Masih, kenapa disebut Mesias, kenapa disebut Kristus? kan gitu…sebab Al Masih artinya Raja Penyelamat dan Penyelamat hanya Allah…sebab Allah adalah Esa…jadi tetap reset ke awal, ada kekeliruan massal akan arti Mesias dipihak yang berkata Yesus hanya nabi, kalau memaksa Yesus adalah Isa…

      salam

      • @Om Par

        😀 yah. . .memang agak aneh tentang arti Messias. Menurut pendapat pribadiku ini di karenakan perbedaan penafsiran, jika memang Isa dan Yesus adalah sama.

      • @fitri

        bukan masalah penafsiran fitri, tetapi masalah penolakan.
        yang berkata Yesus adalah Al Masih, adalah Kristus adalah Mesias, tetapi berkata hanya nabi, berarti menolak arti Al Masih, arti Kristus, arti Mesias….
        itu up side down, Isa Al Masih, tetapi bukan Al Masih hanya nabi, …..ini yang disebut kontradiksi.

        imbasnya apa terhadap penolakan ini?
        yaitu lahirlah ajaran-ajaran penolakan terhadap Kasih Karunia Kristus,
        Kristus mengaruniakan Darah Tebusan untuk jalan menuju Sorga,…tanpa usaha siapapun, kita tinggal terima, tinggal percaya bahwa Jalan Keselamatan itu telah ada buat kita semua, di dalam hidup tugas kita adalah membuktikan bahwa Jalan Keselamatan sudah menjadi bagian kita, bahwa sorga sudah menjadi bagian kita….dan penolakan itu adalah dengan mengatakan bahwa mendapat sorga adalah dengan usaha-usaha manusia, dengan melakukan ini dan itu, ….

        pd akhirnya TUHAN yang ditolak, berarti tuhan yang disembah oleh orang yang menggambarkan Yesus adalah Kristus adalah Al Masih tetapi hanya nabi bukanlah TUHAN, bukanlah ALLAH, itu adalah tuhan lain, allah lain…

        (Mikha 4:5) Biarpun segala bangsa berjalan masing-masing demi nama allahnya, tetapi kita akan berjalan demi nama TUHAN Allah kita untuk selamanya dan seterusnya.

        (1Titus 2:5) Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

        (Jud 1:25) Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

        itulah beberapa pondasi yang dapat diambil dari Alkitab tentang Keesaan ALLAH, Yang disembah oleh umat Allah, yang mengimana bahwa Mesias adalah Raja Penyelamat, adalah Esensi dari ALLAH itu sendiri…

        salam

  21. @Om Par
    Sebenarnya aku sudah tanya ke Jephman mengenai IP fitri palsu itu, tapi dia tak mau memberitahu. Walaupun jephman tau itu bukan saya yang komentar, tapi komentar fitri palsu tetap di loloskan.

    Seingat saya, saya tidak memasang moderasi di blog kerajaanagama. Kecuali spammer yang mempromosikan link p*rno dan uang, pasti akan masuk spam dan langsung saya hapus.

    Tapi saya punya dugaan siapa pelakunya, kemungkinan @Om Fery orangnya. Karena gaya bahasanya, saya hampir kenal.

    • @fitri

      yah akan tetap diloloskan, karena memang fasilitas wordpressnya begitu, kecuali difilter, tetapi Anda juga akan kefilter ya toh…

      kalau saya perhatikan seh, nick fitri itu sudah ada sekitar 3 orang yang berbeda pelakunya, makanya pernah saya sebut si muka seribu…tetapi itu hanya sebatas dugaan, dan dugaan itu tidak bagus sebenarnya hehehe, jadi buktikanlah secara baik2 bahwa fitri yang lain itu adalah bukan fitri Anda…
      caranya, Come as you are (ngambil dari judul lagu Nirvana dari Album Nevermind)…

      salam

      • Orangnya tetap nggak kapok – kapok tuh. 😀

        Email ini rahasia ya Om Par.

      • @fitri

        cara menghentikan “perusak” ada dua
        menghina dia, atau memberkati dia,

        saya yakin kalau Anda memberkati dia, baik dengan ucapan, dengan yang lain, ia akan berhenti sendiri….

        saya perhatikan emosi Anda yang dia manfaatkan….

        salam

  22. tetapi dari yang tidak pasti itu, pilihan hanya ada dua saja, yaitu
    1. orang Yahudi yang berhubugan dengan orang yang berasal suatu daerah Nasaret, dan atau
    2. orang Yahudi yang berhubungan dengan suatu kelompok yang disebut orang-orang Tahir, yang di dalam bhs Ibraninya akar katanya sama dengan Nasrani..

    ===> Kalo kamu tanya tafsir Islam ya kurang lebih miriplah dengan ini . Tetapi yang saya katakan itu tafsir lho ya , bukan jawaban pertanyaanmu : Apa definisi menurut Allah? Definisi menurut Allah gimana? Lha wong gak ada definisinya langsung. Kata itu ada, atau kata yang dianggap mirip ada, tetapi gak ada definisi langsung.

    Mengenai asal usul kata Nasrani , umumnya ada beberapa pendapat.

    Ada yang mengaitkan dengan kata Nasarah atau Nasaret, sebuah nama wilayah

    Ada yang mengaitkan dengan kata Anshar yeng berarti tolong menolong dalam agama Allah.

    Kurang lebih ya gitu itu.

    Jadi sekali lagi kalo yang kamu katakan soal hinaan itu, ya ada atau tidak ada hinaan kan ya nggak pengaruh terhadap makna asalinya, terhadap definisi asal muasalnya . Jadi sekali lagi itu nggak bisa dicampur adukkan aslinya.

    SALAM
    See You

    • @lovepassword

      jangan dibalik kawan, amangboru….
      kalau Yahudi tidak menghina orang yang percaya Yesus adalah Mesias dengan kata Nasrani tentu tidak akan ada kata itu….

      jadi oleh karena ada kata hinaan Nasrani itulah timbul teori2, pendekatan-pendekatan, yang mana bagi Kristen umumnya itu identik dengan salah satu point di atas yaitu asal Yesus dari nazareth, dimana kata Nazareth bisa juda diartikan TUNAS….

      salam

      • kalau Yahudi tidak menghina orang yang percaya Yesus adalah Mesias dengan kata Nasrani tentu tidak akan ada kata itu….

        ===> Ya gak gitu2 amat aslinya sih.

        Pertama : kata Nasrani kan sudah ada sebelum jaman Yesus jadi bukannya gak ada kata itu.

        Kedua : Kalo Nasrani dikaitkan dengan ayat di Matius. Matius 2:23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.

        Maka mau diuber-uber yahudi mau nggak ya sebutannya terkait Nasaret itu.

        Jadi saya nggak membolak-balik. Kata Nasrani itu memang sudah ada duluan.

        SALAM

      • @lovepassword

        Pertama : kata Nasrani kan sudah ada sebelum jaman Yesus jadi bukannya gak ada kata itu.
        daripada mengambang, kapan? dimana?

        Kedua : Kalo Nasrani dikaitkan dengan ayat di Matius. Matius 2:23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.

        Maka mau diuber-uber yahudi mau nggak ya sebutannya terkait Nasaret itu.

        Jadi saya nggak membolak-balik. Kata Nasrani itu memang sudah ada duluan.
        ayat Anda ini semakin menguatkan akan hinaan itu, coba perhatikan, kata: “supaya genaplah apa kata Kitab Suci, IA akan disebut orang Nazareth”, bukan Nasrani lho yah, Nazareth…
        mari kita bahas, karena memang kutipan Anda itu dari Kitab Matius, buat orang Yahudi maka bahaslah dari sense Yahudi…

        Nazaret itu memiliki akar kata yang sama dengan , Tahir dan Tunas….
        yang kemudian berkembang menjadi Nasrani tadi…
        dari kutipan Matius di atas, nubuat yang mana yang dianggap terpenuhi?
        dan apa saja hubungannya?
        perhatikan,

        1. Nazareth dengan akar kata TAHIR/NATZIR
        sudah saya kasih ayatnya dari Bilangan 6, semoga Anda baca
        tambahannya:
        (Yesaya 60:21) Pendudukmu semuanya orang-orang benar, mereka memiliki negeri untuk selama-lamanya; mereka sebagai cangkokan yang Kutanam sendiri untuk memperlihatkan keagungan-Ku.

        2. Nazareth dengan akar kata terpisah., atau lain dari umumnya atau tidak mungkin..atau berbeda
        perhatikan kutipan ini…
        (Yohanes 1:46) Kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?”
        jadi itu ibarat hinaan sekarang:”Orang kampung mana itu, mana mungkin pintar”, hehhehe
        jadi nubuatan ini masih bisa masuk….

        (Yesaya 60:21) Pendudukmu semuanya orang-orang benar, mereka memiliki negeri untuk selama-lamanya; mereka sebagai cangkokan yang Kutanam sendiri untuk memperlihatkan keagungan-Ku.

        3. Nazareth akar kata TUNAS
        perhatikan nubuatan ini,
        (Yesaya 11:1) Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.

        (Zakharia 6:12) katakanlah kepadanya: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Inilah orang yang bernama Tunas. Ia akan bertunas dari tempatnya dan ia akan mendirikan bait TUHAN.

        4. ada juga yang menghubungkan dengan Natzshar, atau mengawasi, atau menjaga….
        itu masih bisa dipakai
        bacalah seluruh kitab Maleakhi 3, untuk nubuatan itu…

        jadi intinya mau diutak atik bagaimanapun tetap saja bisa berlaku buat YESUS,….mau TAHIR kek, mau TUNAS kek, mau BERBEDA kek, semua masuk…..

      • Lha mana gw tahu kapan^_^. Lha wong kapan dan asal muasalnya itu justru yang sudah kutanyakan sejak dulu. Asal muasalnya apa, mulai ada kapan ? Kan itu memang pertanyaannya.

        Lha aku mengatakan ada sebelum Yesus itu kan terkait beberapa hal : dengan asal muasal kata ,kata2 yang kemudian diidentikkan dengan kata Nasrani.

        Tetapi juga terkait pendapat bahwa Nasrani adalah penyebutan sekte /aliran yang sudah ada sebelum jaman Yesus. http://id.wikipedia.org/wiki/Nasrani_(sekte)

        ===============================
        intinya mau diutak atik bagaimanapun tetap saja bisa berlaku buat YESUS,….mau TAHIR kek, mau TUNAS kek, mau BERBEDA kek, semua masuk…

        ===>

        Pembahasanku itu mengapa ada penolakan Kristen tertentu terhadap kata Nasrani .

        Lha alasannya , kalo alasan yang terkait hubungan Kristen – Yahudi , kemungkinan besar karena mereka menolak dianggap terikat dengan tradisi-tradisi yang dianggap semestinya sudah merdeka dengan mengikuti Yesus.

        Jadi ada dua point setidaknya :

        Terkait perspektif Kristen terhadap Islam, ada yang merasa seakan istilah Nasrani itu dipaksakan Islam kepada Kristen. Dia sendiri asing dengan istilah Nasrani karena jarang menemukan/mendengar dari Kristen sendiri – sementara dia malah banyak mendengarnya dari agama lain. Karena gak suka , atau sok tampil beda bisa saja orang itu menolak.

        Terkait perspektif Kristen terhadap tradisi Yahudi, ada yang merasa Nasrani adalah identik dengan tradisi Yudaisme yang dianggap nggak penting, atau semestinya tidak perlu dipatuhi. Jadi ada juga alergi Nasrani dari sisi ini.

        Kurang lebih kalo berdasarkan pengamatanku kejadiannya seperti itu. Jadi aslinya itu nggak nyambung dengan hinaan segala macam. Bahwa hinaan itu bisa saja ada, tetapi itu bukan penjelasan untuk menjelaskan kejadiannya.

        SALAM

      • @lovepassword

        hahahahahah aneh sekali kawan2,
        Anda ngotot kata itu sudah ada pra Yesus, tetapi kan seharusnya ada punya dasar, kalau tidak punya dasar kenapa selalu ngotot itu ada? ada apa gerangan? susah banget yah?

        coba link Anda yang wikipedia itu ganti ke yang berbahasa Inggrisnya, di situ Anda akan mungkin sekali berbeda perspektif lagi…

        masalah yang Anda ungkapkan balik2 lagi ke masalah sekarang, yang membawa2 islam dan yang membawa2 orang yang tidak tahu, itu sudah jelas ngga ada perdebatan di sana, wong allahnya Al Quran saja tidak jelas makna apa yang dia bawa waktu berkata “Nasrani” ( di dalam konteks makna Nasrani pd pra Islam), dan orang yang Anda bawapun sampelnya ngga bagus, saya sampai sekarang bertanya kepada Anda, siapa? kalau Anda membawa2 BP, saya kira Anda harus membaca ulang sub judul sekte nasrani bukan Kristen khususnya dan keseluruhan secara umum…
        kalimat awalnya adalah

        ‘Sekte Nasrani’ sudah ada sebelum kelahiran Yesus dan adanya kaitan nama Yesus dengan kota asalnya Nazaret bukan berarti Kekristenan asalnya itu “Nasrani”. Sekte Nasrani adalah sekte Yahudi pra-Kristen.

        jadi ingat Nasrani itu masih Yahudi, tetapi dianggap menyimpang karena menerima Yesus sebagai Mesias yang dinantikan…
        makanya ada kalimat terakhir dari sub judul yang sama..

        Maka penyebutan yang umum kita dengar ‘Nasrani’ bagi kaum Kristiani sebenarnya ‘kurang tepat’.

        saya masih terlalu yakin dengan keseringan Anda kehilangan orientasi yang akut kalau membaca sumber link dan argument saya….

        kalau Anda masih berkutat di bukan hinaan, ya terserah Anda kalau susah menerima kebenaran….
        sekali lagi, otoritas Yahudi menghina siapapun yang menerima Yesus sebagai Mesias dengan kata Nasrani, terlepas dari makna mana yang otoritas Yahudi itu ambil, apakah dasar kata Nazareth, apakah Tahir, apakah Tunas, apakah Terpisah,..apakah Menjaga, kita tidak tahu…, tetapi jika dihubungkan dengan paulus, petrus d.l.l, maka itu artinya adalah pengikut Yesus yang berasal dari Nazareth

        salam

  23. Saya gak menyalahkan masalah hinaan itu, mungkin saja kan ada satu masa di mana kata Nasrani dimaksudkan sebagai hinaan mainsteram Yahudi kepada Yahudi yang lain. Itu memang mungkin. Tetapi itu tidak punya korelasi atau korelasinya kecil dengan penolakan sebagian Kristen serang terhadap kata Nasrani. Yang kukatakan kan ini.

    SALAM

    • salah ketik, maksudnya bukan serang tapi sekarang

  24. @lovepassword

    saya kira dari awal pendapat saya di situ,
    kalau masalah yang sekarang ada kemungkinan orang ngga tau asalnya kata itu, dan hubunganya dengan Yahudi, Kristen dan telah terlebih dahulu mendengar dari sesama sobat Islam,… jadi wajar saja, tetapi kalau ditolak karena sudah mengetahui nah itu yang saya ngga tau kalau ada kelompok begitu,… ditolak karena agama lho yah, ingat itu, supaya jgn berlarut2 lagi…bukan karena ajaran penerimaan atas Yesus adalah Mesias…

    tetapi umumnya itu hanya ada di Indonesia, bukan daerah yang lain,… dan karena anda indonesia dan lebih dulu tahu nasrani dari islam, itulah yang menyebabkan Anda membandel,
    saya kita seh bitu, CMIIW

    salam

    • Selain penolakan karena aspek sosial psikologis, penolakan karena alasan keagamaan/penafsiran yang beda itu memang ada.

      Yang bisa saya sebutkan di sini kan cuma link dengan link, tetapi aslinya berdasarkan pengamatan saya, kasus2 faktualnya juga bisa dilihat aslinya. Karena saya kebetulan pernah menjumpai hal2 tersebut. Mungkin saja aspek psikologis tetap ada peranannya tetapi karena saya melihat katakanlah Ibu X itu adalah seorang guru agama dalam sebuah sekolah Kristen plus pdt ( ada yang ngomong pdt muda) jadi saya tidak bisa menisbikan bahwa ada juga aspek perbedaan terkait bagaimana menafsirkan kata Nasrani.

      Saya sangat yakin jika kamu mau keluar mengamati orang2 Kristen yang bukan berasal dari golongan yang sama denganmu , kamu akan bisa menjumpai aneka dinamika terkait ini. Lha bukan cuma Kristen awam saja yang kamu amati, silahkan saja kamu amati pendapat2 pendeta atau pastur atau tokoh2 agama terkait soal ini.

      Saya melihat mengamati bahwa perbedaan semacam ini memang ada baik dari sisi Islam serta juga Kristen.
      Apakah Kristen = Nasrani itu kaya perbedaan pendapat.

      tetapi jika kamu tidak sependapat ya itu hakmu sepenuhnya. Saya cuma mengemukakan fakta bahwa itu memang ada. Bukan mau membenturkan antara pendapat yang satu dengan yang lain. Karena perbedaan pendapat ya sangat biasa. Apalagi itu juga gak penting2 banget aslinya. Kalo penting kan pasti cukup banyak dibahas di buku2 tafsir. Nyatanya jarang dibahas. Pembahasannya kalo ada yah sekilas info doang.

      Jika pembicaraan ini kita batasi ruang dan waktunya. Ruangnya Indonesia dan waktunya sekarang, maka saya rasa pendapat saya banyak benarnya lah. ^_^

      Lha saya membatasi ini , karena memang pertanyaan atau masalah yang ada kan adanya sekarang , lha masalahnya sesuai pertanyaan RAS kan ya masalah di Indonesia. Islam yang dia bicarakan kan lebih terkait dengan Islam Indonesia . Jadi karena alasan inilah : Saya membahas dari sisi persepsi manusia Indonesia dan waktunya ya sekarang2 ini.

      SALAM

    • Selain penolakan karena aspek sosial psikologis, penolakan karena alasan keagamaan/penafsiran yang beda itu memang ada.

      Yang bisa saya sebutkan di sini kan cuma link dengan link, tetapi aslinya berdasarkan pengamatan saya, kasus2 faktualnya juga bisa dilihat aslinya. Karena saya kebetulan pernah menjumpai hal2 tersebut. Mungkin saja aspek psikologis tetap ada peranannya tetapi karena saya melihat katakanlah Ibu X itu adalah seorang guru agama dalam sebuah sekolah Kristen plus pdt ( ada yang ngomong pdt muda) jadi saya tidak bisa menisbikan bahwa ada juga aspek perbedaan terkait bagaimana menafsirkan kata Nasrani.

      Saya sangat yakin jika kamu mau keluar mengamati orang2 Kristen yang bukan berasal dari golongan yang sama denganmu , kamu akan bisa menjumpai aneka dinamika terkait ini. Lha bukan cuma Kristen awam saja yang kamu amati, silahkan saja kamu amati pendapat2 pendeta atau pastur atau tokoh2 agama terkait soal ini.

      Saya melihat mengamati bahwa perbedaan semacam ini memang ada baik dari sisi Islam serta juga Kristen.
      Apakah Kristen = Nasrani itu kaya perbedaan pendapat.

      tetapi jika kamu tidak sependapat ya itu hakmu sepenuhnya. Saya cuma mengemukakan fakta bahwa itu memang ada. Bukan mau membenturkan antara pendapat yang satu dengan yang lain. Karena perbedaan pendapat ya sangat biasa. Apalagi itu juga gak penting2 banget aslinya. Kalo penting kan pasti cukup banyak dibahas di buku2 tafsir. Nyatanya jarang dibahas. Pembahasannya kalo ada yah sekilas info doang.

      Jika pembicaraan ini kita batasi ruang dan waktunya. Ruangnya Indonesia dan waktunya sekarang, maka saya rasa pendapat saya banyak benarnya lah. ^_^

      Lha saya membatasi ini , karena memang pertanyaan atau masalah yang ada kan adanya sekarang , lha masalahnya sesuai pertanyaan RAS kan ya masalah di Indonesia. Islam yang dia bicarakan kan lebih terkait dengan Islam Indonesia . Jadi karena alasan inilah : Saya membahas dari sisi persepsi manusia Indonesia dan waktunya ya sekarang2 ini.

      SALAM

      See You

      • @lovepassword

        no more comment

  25. Oke, setuju. Saya rasa Masing2 sudah mengerti maksud masing2.

    Salam

    See You

    • @lovepassword

      saya tidak mengerti maksud Anda, bolak balik ke masalah itu, makanya saya ngga tega menjawab2 lagi, dan heran kenap Anda belum puas,
      so jadinya no more comment, untuk semua pertanyaan Anda di comment Anda terakhir, Anda dapat membacanya di koment saya di atasnya …

      salam

  26. @ Parhobas

    Sangat setuju buat laeku .
    Penjelasan dari lae sudah lebih dari cukup. Seandainya si LOve belum juga mengerti itu bukan kesalahan penjelasan lae .. tetapi loading pikiran amamngboru itu yg agak seret

    • @lae Sihotang,

      terimakasih lae,

      ada sesuatu yang mengganjadi di hatinya lovepassword, dia ngga bisa terima itu ajah intinya, dia mau menang sendiri hehehe
      padahal bukan perkara menang atau kalah, tetapi perkara benarnya dimana…

      dan memang orang penganut relatif susah menerima benar,…

      salam lae

  27. Katanya no more comment , aku sudah setuju , terus masalahnya apaan? aku kan sudah bilang setuju….apa kalian aslinya pengin aku bilang tidak setuju ? 😀

    Aslinya apa pada masih ingin melanjutkan diskusi ini ? Oke deh…^_^

    @Mister Robinson : Kalo kamu punya pendapat yang tentu saja masih terkait topik ini, silahkan kamu utarakan kalo mau…

    SALAM Semuanya….

  28. Horas Lae….terima kasih artikelnya, aku izin copas untuk bahan simposium ya laeku….mauliate godank


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: