Sadarilah kemalanganmu

Juli 1, 2010 pukul 12:03 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: , ,

(Yakobus 4:9-10 [ITB])
Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita.

Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

Dikutipan ini bisa menjelaskan kepada kita bagaimana atau kenapa orang harus merendahkan diri di dahapan TUHAN.

Jikalau kita mengenal diri kita yaitu manusia yang penuh dosa, manusia yang sebenarnya sangat malang, maka dengan otomatis kita akan berdukacita dan meratap, betapa kita tidak layak bertemu wajah dengan TUHAN YANG SUCI…
Orang bisa berdalih dan mengukur dirinya sendiri dengan segala perbuatannya, tetapi kalau orang tersebut berani mengenal Roh ALLAH, maka Roh ALLAH akan memampukan dia melihat tumpahan darah tebusan YESUS KRISTUS,…dan seterusnya akan terjatuh terjerambab di dalam pengakuan salah, lalu menangis sebesar-besarnya atau pengakuan itu, meratap hebat…inilah yang disebut dengan hati yang hancur,…. dan jika hati kita hancur lebur, maka TUHAN akan mengulurkan tanganNYA, IA akan menampakkan wajahNYA, dan kita akan melihat KASIHNYA YANG BESAR itu, dan kitapun bisa berteriak, MAHA BESAR ENGKAU Ya ALLAH-ku….kehancuran diri kita oleh pengakuan dosa memampukan kita memanggil ALLAH MAHA BESAR, bukan dengan kegagahan hati atau kedegilan lainnya….

(Ayub 22:29 [ITB])
Karena Allah merendahkan orang yang angkuh tetapi menyelamatkan orang yang menundukkan kepala!
(Matius 23:12 [ITB])
Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Orang yang mengenal dosanya, tentu akan meminta penolong, orang yang tahu dirinya sakit akan mencari tabib, dan YESUS adalah Tabib dari segala tabib, IA JURU SELAMAT…jadi orang yang menundukkan kepala adalah orang yang mengenal dosanya…

(Amsal 29:23 [ITB])
Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian.

Karena orang yang hancur hatinya, yang mengaku dosanya akan terus menerima pembaharuan oleh ROH ALLAH, maka otomatis ia akan memancarkan terangnya, ia akan lemah lembuh, damai sejahtera, dan lain-lain, dan orangpun akan memujinya, semisalpun orang tidak memujinya, ALLAH adalah ADIL, TUHAN akan melihat, upahnya akan ia tabur…

Mari melihat perumpamaan YESUS ini, supaya semakin jelas dan nyata bagi kita…
(Luke 18:10-14 [ITB])
“Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.

Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.

Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.

Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

Perbandingan di atas langsung ke orang Farisi dan pemungut cukai, untuk temporal sekarang di Indonesia perbandingannya hampir mirip dengan perbandingan seorang pemuka agama (yang dianggap dapat dipercaya) dengan seorang yang bekerja di perpajakan (yang dianggap penuh korupsi), saya menekankan “yang dianggap”, supaya tidak dipergunakan iblis demi kericuhan di sini…
Karena orang menganggap orang tertentu mulia, maka bisa saja ia larut di dalam status sosial itu, padahal ia sama saja dengan orang lain yang sementara waktu bekerja di tempat yang penuh nista dan dosa. Tetapi respon terhadap kefanaan itulah yang membedakan, seorang puas dengan status ala manusia, yang seorang menyadari keadaannya yang sesungguhnya, sebab ia melihat apa yang TUHAN lihat, bukan yang manusia lihat.

Iklan

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.

    Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.

    Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.

    Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

    ===> Itu contoh ayat yang keren itu 🙂

    Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.

    ==> Lha ini memang penyakit manusia…

    • @lovepassword

      tepat sekali kawan,
      karena manusia udah “penyakitan” maka ADILLAH Kristus datang menyembuhkan…

      salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: