Tunduklah kepada Allah

Juni 28, 2010 pukul 12:16 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: , , , ,

(Yakobus 4:7-8 [ITB])
Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!

Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!

Allah kita sebut juga tuan,… maka jika IA adalah tuan, maka kita harus mengenal diri kita sebagai hamba. Tentu yang namanya hamba harus tunduk kepada tuannya.

Memang selalu ada proses panjang, tetapi tidak menutup kemungkinan ada yang tidak terlalu berbelat belit, ada kecenderungan orang yang mengalami penderitaan yang amat sangat, jika dijamah TUHAN akan begitu cepat menundukkan dirinya di hadapan tuannya, TUHAN. Dan ada juga orang yang karena mengalami begitu banyak kesenangan dan kebahagiaan, walau itu sementara, bisa menjadi berbelat belit dan susah menemukan hadiratNYA.

Kutipan di atas ditujukan kepada mereka yang sudah menerima TUHAN, YESUS KRISTUS sebagai tuan. ALLAH YANG MULIA. Jika kita berani tunduk kepada ALLAH, maka iblis akan lari, jika kita merenungkan, meneliti dan menjalankan Firman ALLAH, ALKITAB setiap hari, maka pengajaran-pengajaran sesat yang dari iblis akan lari daripada kita… Apapun itu buah dari kegelapan akan lari dari pada kita, sebab Yohanes menulis, terang tidak menguasai kegelapan, dan Terangnya terang adalah Firman ALLAH Yang hidup, YESUS KRISTUS.

Mereka yang sudah menerima Kristus memang hanya manusia biasa, seperti kata Kitab Suci, tetapi manusia biasa ini haruslah bukan manusia bias, manusia rasionlis, rasio bisa digunakan, perasaan bisa digunakan, logika, perut dan sebagainya, yang menjadi tantangannya adalah… jangan sampai segala produk itu menjauhkan kita dari iman kepada ROH ALLAH,…sehingga mendekatlah selalu kepada ALLAH,…pancarkan terus terang yang ada padamu, kenali kekuatan, dan berjuanglah terus…

Respon kita terhadap segala sesuatu bisa kita pelajari, jika kita selalu memikirkan sebab akibat dari segi non-rohaniah, artinya kita ada kecenderungan masih jauh dari Yang Kudus,…masih mendua hati,…dan karena kita semua adalah orang-orang berdosa yang sedang menerima tugas, mengemban tugas merebut Tanah Kanaan di sorga kekal, maka jadilah seperti Yosua, panglima perang dengan ultimatum yang sangat terkenal itu….

(Yosua 24:15) Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”

Ya… pilihan memang banyak, dan pilihan bijaksana selalu terlihat agak sulit, terutama jika kita sudah terkontaminasi sedemikian rupa. Orang Israel yang sudah melihat KUASA TUHAN saja bisa menyeleweng menyembah patung, dan dewa-dewa kesia-siaan, apalagi kita yang banyak menemukan ilah-ilah jaman, dewa-dewa modern, pengetahuan-pengetahuan tanpa dasar yang kokoh. Sama sulitnya dengan Yosua dan Israel, karena TUHAN tidak memaksa kita, IA tidak melakukan tindakan kekerasan untuk mengharuskan kita memilih DIA,… pilihan kita akan sejajar dengan konsekuensi yang mengikuti. Konsekuensi mengikut TUHAN adalah… kita mengikat janji setia kepada DIA, kita harus kudus, karena DIA adalah KUDUS adanya…Kita suci karena YANG SUCI kita pilih sendiri untuk masuk di dalam persekutuan ROH ALLAH dan roh kita…ibadah yang murni dan kekal….karena kita tahu siapa yang kita sembah. Yaitu DIA yang sebelum kita memilih DIA, DIA sudah tahu dan sudah menyiapkan kita,….Itu anugerah, dan anugerah tidak selalu mudah untuk dijelaskan…melainkan diterima dan disyukuri….

Haleluya, kemuliaan hanya bagi TUHAN, ALLAH YANG ESA, ALLAH Yang berkenan melawat manusia berdosa.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ Parhobas

    Sebelum kita ada di dunia ini , Allah telah mengenal kita pribadi lepas pribadi. Masing-masing dari kita tidak ada yg tersembunyi dari Allah yg hidup. Justru kita yg dgn mulut telah mengakui percaya kpd Kristus sbg Tuhan dan Juruselamat malah tidak mengenal diri kita sendiri dan tidak mempercayakan diri kita kpd DIA yg berkuasa atas hidup dan mati kita. Sangat tragis ..

    Salam Kasih lae ku….

    • @lae Sihotang

      di dunia kontrol itu seperti adaptive control….
      dan dengan susahnya metode ini, saya bisa memahami betapa Maha Kuasanya TUHAN kita itu yang memiliki “adaptive control” yang sempurna…

      salam kasih juga lae…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: