Komplain

Juni 27, 2010 pukul 7:32 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 89 Komentar
Tag: ,

(Yakobus 4:1 [ITB])
Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?

Mari kita mengambil sebuah kutipan dari Perjanjian Lama,

(Ulangan 1:27) Kamu menggerutu di dalam kemahmu serta berkata: Karena TUHAN membenci kita, maka Ia membawa kita keluar dari tanah Mesir untuk menyerahkan kita ke dalam tangan orang Amori, supaya dimusnahkan.

Bangsa Israel, sang budak dilepaskan dari perbudakan di Mesir, tetapi kini mereka menggerutu lalu menghina TUHAN dengan berkata, bahwa TUHAN membenci mereka…. bayangkan itu..

Tanggal 18 Februari 2005, Charless Swindol berkotbah di Dallas Theological Seminar, ia sedang berkotbah dengan thema, “Chek your attitude”….
Dia mengambil kutipan dari Kitab Bilangan, dan masih satu tema dengan kutipan di atas, yaitu ketika orang Israel sudah sedang keluar dari Mesir, dari perbudakan menuju Tanah Kanaan.

Perhatikan point-point berikut ini, tak ada satupun manusia di dunia ini yang akan dapat merasakan, melihat dengan mata kepala sendiri, menyaksikan, perhatikan:
1. Mereka melihat 10 tulah atas Mesir
2. Mereka menyaksikan Laut terbelah khusus buat mereka
3. Mereka mendapat Api di malam hari
4. Mereka mendapat Tiang Awan di siang hari

dan lain sebagainya,…banyak sekali, bahkan mereka mendengar suara TUHAN berfirman secara langsung di gunung Tuhan, bayangkan jutaan orang ini mendengar langsung suara TUHAN….

ironi, tetapi…
apa yang terjadi?

sebagian dari mereka KOMPLAIN, MENGGERUTU

apa kata Swindol tentang menggerutu? ia berkata ada 2 hal yang diakibatkan oleh menggerutu, atau kenapa orang menggerutu, yaitu menolak TUHAN dan meracuni orang lain…

1. Menolak TUHAN.

Ya, karena kita tidak setuju dengan apa yang TUHAN lakukan, kita menganggap imaginasi kita lebih baik, maka kita komplain. Orang Israel menganggap makan makanan gratis di Mesir lebih enak meski mereka diperbudak daripada makan manna…. itu lah yang membuat mereka menggerutu…. keinginan mereka lebih ingin dipuaskan daripada keinginan TUHAN, artinya mereka menganggap lebih baik dari TUHAN, mereka merasa ada BAIK + 1,…. menggerutu berarti menolak TUHAN, karena tidak dapat bersyukur, tidak melihat maunya TUHAN…

2. Bisa men-demoralized orang lain, meracuni spirit orang lain

Hati-hatilah kalau kita menjadi batu sandungan kepada orang lain, sebab jika kita membuat orang lain berdosa, maka tanggungan kita semakin besar. Mungkin kita sering mendengar orang berbicara hal-hal yang pesimis, setiap ngomong hal-hal yang negatif selalu keluar dari mulutnya, dan karena kita meladeni akhirnya kita terpengaruh, bisa saja….karena hal-hal dunia memang sedikit lebih menarik dan lebih cepat diterima dibanding hal-hal yang sorgawi… Musa pernah terpengaruh oleh gerutu-gerutu Israel, bahkan pernah ia meminta mati saja…

Hawa nafsu, keinginan daging, berjuang dan menang melawan nurani, maka TUHAN-pun dihina…itulah komplain, dan oleh komplain bisa membuat pertengkaran di antara sesama, karena komplain bisa mendemoralized sesama kita…dan komplain tingkat rendah yaitu tidak ada hati yang bersyukur,… dan kalau terus dipupuk maka ia menganggap dirinya tuan atas dirinya…menolak TUHAN…

89 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Zaman sekarang pun juga banyak orang yang tak pernah puas dengan apa yang di dapatnya. Meski hidup berkecukupan dan bergelimang harta, namun tetap saja mengeluh dan tidak bersyukur pada Tuhan.

    Hampir setiap orang pernah mengalami itu. Mungkin karena di kuasai nafsu dalam dirinya.

    • @fitri

      tepat sekali,…

      dagingnya, duniawinya, nafsunya lebih dituruti dibanding Roh…

  2. Menggerutu adalah ekspresi ketidakpuasan thdp keadaan atau peristiwa yg dialaminya; sementara Komplain adalah tindakan nyata utk mendapat kompensasi atau klarifikasi atas imbalan pelayanan yg tidak memadai.

    Menggerutu dan Komplain, bukan suatu hal yg buruk sepanjang sasaran gerutuan dan komplain tsb patut mendapatkan hal tsb.

    Contoh: Saya wajar menggerutu ketika teman terlambat mengembalikan motor baru saya yg dipinjamnya dan dalam keadaan kotor pula! Orang lain mungkin marah besar dibuatnya!

    Saya WAJIB komplain, ketika saya membeli barang dan ternyata barang tsb tidak memenuhi standar kualitas sebagaimana dijanjikannya!

    Poinnya, kayaknya Menggerutu dan Komplain tidak sepatutnya di generalisir sbg perbuatan BURUK, apalagi secara ekstrim di golongkan sbg perbuatan MENOLAK TUHAN.

  3. @viking

    contoh yang Anda sebut, dan penyelesaian yang ANda uraikan saya sebut sebagai gerutu/komplain yang tidak mengenal syukur…yang masuk di kategori ke-2 di atas…

    orang yang tidak rohaniah memang layak untuk komplain atau menggerutu karena ia tidak tahu caranya dan bagaimana memandang TUHAN dan ia sama sekali tidak mengerti arti bersyukur…

    salam;
    saran saya, jadilah manusia yang rohaniah…

    • @Viking,

      fanya sependapat dgn anda bhw merujuk pd apa dan siapa sasarannya, maka tidak semua gerutu/komplain merepresentasikan penolakan thdp Tuhan atau tidak mensyukuri-Nya.

      Gerutu/Komplain thdp peminjam yg tak tahu diri; thdp orang yg suka nyerobot antrian karena egois dan ga mau antri dll; thdp jenjual jasa yg tidak memenuhi kewajibannya; thdp wakil rakyat yg tidak memenuhi janji2nya saat kampanye dll, pd hakekatnya adalah pembelajaran bg ybs bhw attitude spt itu sangat tidak patut dilakukan karena merugikan orang lain.

      Yang tidak benar adalah menggerutu dan komplain thdp Tuhan atau thdp takdir-Nya.
      Maka dari itu fanya sependapat jika Gerutu dan Komplain tidak digeneralisir apalagi serta-merta di cap sbg indikator menolak Tuhan atau tak tau bersyukur.

      salam

  4. @fanya

    kalau Anda melihat gerutu/komplain di artikel di atas, gerutu/komplain apa yang dimaksud?

    nah kalau Anda sudah mengaku percaya kepada TUHAN, apakah masih layak menggerutu/komplain?

    kecuali kalau Anda tidak percaya TUHAN terserah Anda mau menggerutu/komplain… OK

    tapi buat Anda saya kasih tau,
    baca pelan kalimat terakhir dari artikel,…
    saya paste di sini
    dan kalau terus dipupuk maka ia menganggap dirinya tuan atas dirinya…menolak TUHAN…
    jadi jangan pupuk komplain dan gerutumu, kalau ada masalah orang rohani membiasakan diri untuk merenungkan dulu,.. sabar, lemah lembut, segala maksud tersimpan di balik segala sesuatu, nah kalau Anda lebih mendahulukan mulut dan emosi, dan itu berlangsung terus, maka lama kelamaan Anda tidak sadar sudah menolak TUHAN dan bisa mengalirkan racun moral kepada dunia…

    pilahlah segala sesuatu dengan benar, maka penyelesaian masalah akan cepat di dapat, kalau Anda menganggap banyak hal yang perlu dipertimbangkan itu pertana dunia masih menggerogoti…

    OK!!!
    menunggu Fanya untuk dapat setuju dengan saya, ehhehhe, semoga saja…

    • @ Om Parhobass

      Terima kasih atas pencerahannya ….

      — —> kalau Anda melihat gerutu/komplain di artikel di atas, gerutu/komplain apa yang dimaksud?

      + ++ >memperhatikan kutipan dari Yakobus 4:1 [ITB] :
      Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?
      Fanya melihat sosok yg menjadi tumpahan/obyek dari gerutu/komplain disini adalah MANUSIA . Komplain manusia thdp sesama manusia adalah wajar, bahkan terkadang sangat diperlukan sebagai bagian dari mekanisme pembelajaran/koreksi. Kita semua tahu bahwa manusia cenderung sensitif dan responsif serta umumnya ingin memberi respon positif thdp gerutu (gerundel/omelan) dan komplain thdp dirinya. Tanpa ada gerutu atau komplain, manusia akan mudah terlena dan lalai utk menginstrospeksi diri sendiri.

      Sedangkan kutipan Ulangan 1:27 Kamu menggerutu di dalam kemahmu serta berkata: Karena TUHAN membenci kita, maka Ia membawa kita keluar dari tanah Mesir untuk menyerahkan kita ke dalam tangan orang Amori, supaya dimusnahkan. jelas menunjuk TUHAN sbg sasaran/target dari gerutu/komplain bahkan dlm kutipan diatas adalah fitnah manusia!
      Artikel Om jelas memuat 2 kutipan yang menunjuk pd sosok target/sasaran gerutu/komplain yg berbeda, dimana tidak semua gerutu/komplain ditujukan kpd Tuhan sehingga tidak sepatutnya menjeneralisir semua gerutu/komplain sbg menolak Tuhan.

      Dalam hal sasaran/targer gerutu/komplainnya adalah Tuhan, sejak awal fanya sangat sependapat dgn Om sebagaimana fanya tulis dlm paragraph akhir bhw “Yang tidak benar adalah menggerutu dan komplain thdp Tuhan atau thdp takdir-Nya.
      Namun demikian, jika Om Parhobass tidak sependapat dgn fanya, yaaa… silahkan saja. Sah2 saja koq kalo Om mau bersikukuh bhw setiap gerutu/komplain berarti tak tahu bersyukur dan berarti menolak Tuhan…….
      (btw misalnya kalau setelah sekian lama Om nabung uang di BCA, namun ketika Om mau withdraw uang tabungan tsb ternyata teller bank bilang kosong…… Om komplain nggak? Komplain doonk…thdp BCA. Nah jika Om komplain, apakah berarti Om adalah orang yg tidak tahu bersyukur kpd Tuhan, sekaligus menolak Tuhan?)

      salam

      • @Fanya;

        target awal memang menggerutu kepada TUHAN, dan terimakasih kepada penerimaan saudara,.. yang ujungnya, kalau Anda percaya TUHAN maka seaiknya Anda melihat setiap alasan rohaniahnya dulu, ketimbang alasan lainnya, OK, cara Anda menyelesaikan masalah termasuk menjelaskan ALKITAB dengan berbagai kutipannya sudah jelas terlihat, rasionalisasi lebih kentara ketimbang suara Nurani…

        mengenai contoh Anda,
        rekening di BCA bermasalah,… pertanyaan awal adalah, ngga selalu ada masalah seperti itu, ada keadaan yang tidak dapat manusia kendalikan bahwa sampai2 rekening Anda bermasalah,… peran mesin otomatis sangat membantu manusia, tetapi ketika ada masalah, kita wajib merenungkan dulu kenapa bisa demikian,… apa makna di baliknya, kan gitu… jadi kalau Anda bilang saya menggeneralisasi, agak gimana gitu, saya cuman menyodorkan bagaimana cara Alkitab menyelesaikan masalah, yaitu damai sejahtara dan lemah lembut, nah kalau Anda pada dasarnya tidak bisa damai dan lemah lembut (tidak rohaniah) maka cara Anda menyampaikan “komplain” ke BCA akan berpengaruh, ketika Anda tidak bisa memraktekkan bahwa Anda manusia beragama yang rohaniah; maka moral Anda akan diuji .. apakah Anda mau menang sendiri atau sebaliknya…

        oh satu hal, saya sedang tidak membicarakan takdir, ok…
        apakah Anda percaya takdir? bs dikasih argumentnya?

        di artikel lain, saya masih menunggu ari KONTRADIKSI dari Anda, saya tunggu ok…

        salam

      • @ Om Parhobass,

        ………nah kalau Anda pada dasarnya tidak bisa damai dan lemah lembut (tidak rohaniah) maka cara Anda menyampaikan “komplain” ke BCA akan berpengaruh, ketika Anda tidak bisa memraktekkan bahwa Anda manusia beragama yang rohaniah; maka moral Anda akan diuji .. apakah Anda mau menang sendiri atau sebaliknya…”

        =========

        dari kutipan diatas, tampaknya Om kembali menjenaeralisir bahwa setiap komplain selalu diwujudkan orang dgn sikap atau ekspresi ya “garang”; “beringas”; “otot-ototan”; “kasar” dsb….khan? ya….. nggak semua begitu dong Om.

        Berangkat dari tujuan fanya melakukan komplain adalah
        sebagaimana didefinisikan Viking yaitu “ tindakan nyata utk mendapat KOMPENSASI atau KLARIFIKASI atas imbalan pelayanan yg tidak memadai, maka ketika komplain fanya lebih diproyeksikan pd membangun kondisi agar orang yg dikomplain tergerak hatinya utk memberi kompensasi atau sekuruang-kurangnya memberi klarifikasi yg melegakan kedua belah pihak….

        Nih fanya kasih contoh bagaimana cara fanya “komplain” thdp ortu fanya ketika dirasa “kurang memperhatikan” permintaan fanya a.l. sbb : Ketika ayah sedang terlihat santai di rumah, fanya deketin sambil sedikit cengar-cengir, kemudian tanya keadaan beliau…. (ceritanya memberikan atensi gitu loh…tumben-tumbenan khan…?). Setelah itu biasanya beliau mencium gelagat bhw “ada maksud terselubung” yg fanya maui…hehehe. Setelah beliau tanya, baru fanya kemukakan komplain fanya bhw beliau tampaknya “kurang memperhatikan” dll. Dengan cara seperti itu, biasanya beliau introspeksi diri dan berikan kompensasi dgn memenuhi permintaan fanya, atau memberikan klarifikasi mengapa beliau bersikap demikian dan meminta saya maklum, bersabar dan berdoa agar apa yg kita inginkan adalah sesuatu yg memang terbaik dan menjadi keridlaan Allah swt.

        Itu salah satu contoh bentuk/wujud komplain yg fanya lakukan thd ortu, dan mungkin orang lain melakukan komplain yg jauh lebih baik dibanding apa yg fanya lakukan.

        So, to me it is ridiculous and quite unfair if you generalized “complain” as a reflection or indication of ungrateful manner or rejecting the Almighty God ! O’ come on…what a silly and shallow judgement!

        salam
        GBU

      • @fanya

        saya masih belum bisa mensinergikan kata mengeneralisasi dengan argumen dan contoh2 yang Anda buat….

        perhatikan sekali lagi, ok…

        saya simpulkan sesederhana mungkin….

        Kalau Anda menemukan masalah, maka usahakan rohaniahnya Anda telusuri terlebih dahulu ketimbang nafsu atau kedagingan…
        Jika Anda manusia rohaniah, maka moral Anda akan terlihat ketika menjalankan penyelesaian itu, bagaimana Anda disebut manusia rohaniah kalau Anda menolak TUHAN…?

        di sini dapat ngga garis besarnya?

        Kalau dapat maka kita hubungkan dengan artikel, Jika Israel manusia rohaniah tentu mereka tidak akan menggerutu di hadapan TUHAN, itu dari kutipan ulangan, jika manusia yang mengaku Kristen adalah manusia-manusia rohaniah maka tentu mereka tidak akan asal menggerutu dan bertengkar dengan sesamanya….itu yang dari Yakobus

        itu pondasinya….
        nah Anda memberi teknis-teknisnya…

        contohnya: cara penyelesaian yang Anda sebut dengan contoh anak kepada orang tua, menurut Anda, itu termasuk menyampaikan “komplain” yang rohaniah apa tidak?,….kita dengan BCA d.l.l…

        kalau YA, kenapa selalu berseberangan dengan saya?…

        saya menunggu setuju lagi ehhehehe,
        JESUS bless us…

      • @Om Parhobass,

        Heheha juga….

        ========
        Om Parhobas berstatement:
        Hawa nafsu, keinginan daging, berjuang dan menang melawan nurani, maka TUHAN-pun dihina…itulah komplain, [1]

        dan oleh komplain bisa membuat pertengkaran di antara sesama, karena komplain bisa mendemoralized sesama kita…[2]

        dan komplain tingkat rendah yaitu tidak ada hati yang bersyukur,… [3]

        dan kalau terus dipupuk maka ia menganggap dirinya tuan atas dirinya…menolak TUHAN…[4]

        ========

        that’s all you said about complain!

        dan fanya bilang, TIDAK SEMUA KOMPLAIN berkategori [1]; [2];[3] dan [4] sebagaimana ditulis Om, karena tidak semua komplain ditujukan kpd Tuhan!

        Ketika Yakobus 4:1 mengangkat masalah terjadinya sengketa antar manusia penyebabnya tentu karena terjadi saling komplain antar manusia. Kalau tak ada orang yg komplain thdp orang lainnya, mustahil timbul sengketa antar keduanya bukan?—–> so, dhi Yakobus 4:1 tsb langsung maupun tidak, mengatakan bahwa komplain justru sering terjadi antar sesama manusia, disamping komplain yg dilakukan segelintir manusia thdp Tuhannya (Ulangan 1:27). Dan, fanya mengamini bahwa menggerutu atau komplain manusia terhadap Tuhan adalah equivalent dgn sikap tidak bersyukur dan lebih jauh lagi adalah menafikan Tuhan.

        Mengingat bhw komplain thdp sesama manusia lainnya unsur penyebab dan pertimbangannya bisa apa saja, dan belum tentu karena aspek tidak tahu bersyukur kpd Tuhan dan menolak Tuhan, (seperti contoh komplain fanya thdp ayah fanya), maka fanya berpendapat bhw tidak semua komplain adalah wujud dari sikap tidak mensyukuri Tuhan dan penolakan thdp Tuhan!

        Namun Om Par tampaknya tidak sependapat dgn pendapat fanya dan terus bersikukuh serta keukeuh melalui berbagai argumen menyatakan bhw KOMPLAIN (tanpa kecuali) adalah tanda tidak tahu bersyukur kpd Tuhan dan menolak Tuhan! (kayaknya Om Par terlalu terbosesi oleh theocracy shg alergi thdp demokrasi yg bermotto “agree to disagree” hiihihi…)

        So far, that’s what I’m trying to say.

        GBU

      • @fanya

        that’s all you said about complain!

        come on, you have to move, dont push me to the edge….

        jangan cut dong kalimat saya di alinea itu…. bahas dan pilah dong dari atas ke bawah….komplain yang mana yang saya ceritakan, komplain yang masih ada di benakmu atau komplain yang disebut menggerutu yang menyebabkan pertengkaran di dua kutipan saya?

        kayaknya seh udah setuju di awal sama saya, koq reset lagi ke awal yah?
        saya tanya lagi, sekalian memilah pondasi yang saya sebut di atas, yang sepertinya masih harus diperjelasn…

        komplain kepada siapa artikel di atas?
        TUHAN apa manusia?
        kalau sama TUHAN sudah jelas kan?
        nah kalau sesama manusia gimana?
        perhatikanlah point ke-2…tentang demoralisasi…
        kenapa bisa begitu? karena Anda bukan manusia rohaniah sehingga menyelesaikan masalah juga tidak rohaniah,…. nah kalau di teruskan seperti itu maka Anda menjadi tidak bisa bersyukur… seterusnya akan membawa maut, karena komplainnya terus menerus menjadi akut dan point 1 terjadilah dia, persis seperti orang Israel di kutipan ulangan….

        manusia rohaniah itu sejajar dengan mengenal TUHAN, kalau Anda mengenal TUHAN berarti Anda rohaniah, kalau Anda tidak mengenal TUHAN berarti Anda masih mansia dunia, bisa jadi hanya manusia2 relijius…

        spertinya masih ada yang ngeganjal di hati Anda, antara setuju dan tidak… renungkanlah sekali lagi sebelum menyelahkan saya atau menyalahkan Alkitab….

        So far, that’s what I’m trying to say.
        fanya, kalau Anda merasa bahasa saya agak sulit atau gimana, mohon Anda berterus terang, karena saya memang ngga bisa mengucapkan kata2 yang tidak seperti kata2 yang di artikel2 di hakadosh ini, ok….
        kalau menurut Anda belum bisa mensinergikan antara pondasi yang saya sebut dengan contoh-contoh teknis yang Anda sebut tolong mari kita saling bertanya…

  5. hi Hi hi, aslinya agama itu kan isinya banyak, ada takdir Tuhan ada kehendak Tuhan, ada usaha manusia ada kehendak bebas manusia. Ada juga sisi sosial kemasyarakatan dsb…

    Mungkin logikamu gini : Kalo kita komplain dianggap seolah “membantah kehendak Tuhan”

    Kamu dipalak orang kalo Tuhan tidak mengijinkan kan ya tidak terjadi ? 😉

    Padahal ya bisa saja “komplain kita” juga termasuk kehendak Tuhan. Siapa yang tahu soal ini…

    Kita memprotes pemerintah misalnya atau penyelenggara negara atau sistem yang gak beres, ya gak papalah lha wong salah satu fungsi agama itu juga mestinya juga untuk kepentingan masyarakat …

    Jadi kalo kita anggap saja mau ngomong ikhlas ikhlas ikhlas … lilahitaala, dan sebagainya – itu mestinya tetap lain artinya dan tidak perlu dibenturkan dengan kritik atau komplain terhadap sistem juga perlu.

    Kalo sistem jelek dibiarkan dengan dalih kehendak Tuhan bisa repot urusannya…

    Masalah dalam agama bisa jadi seperti ini :

    Pihak yang percaya usaha manusia kadang mengaitkan kemiskinan secara absolut kaitannya dengan kurang berusaha.

    Pada sisi lain pihak yang percaya takdir mengaitkan kemiskinan dengan sudah seharusnya karena memang rezeki orang lain2 dsb.

    Lha sisi yang jarang dilihat , ya mestinya agama itu juga kritis melihat semuanya itu.

    Kalo misalnya diurut2kan, kamu dianiaya orang, kamu pasrah dengan dalih itu kehendak Tuhan dsb, ya saya rasa juga tidak bisa dibilang tepat mau kamu bilang rohaniah juga. Mengapa ? Karena membiarkan ketidakberesan itu juga bukan ajaran agama. kayaknya gicu sih…

    Kalo kamu dipalak penjahat pasrah ya silahkan, tetapi kalo kamu melaporkan polisi kan ya bagus saja agar penjahat itu tidak bisa melanjutkan kejahatannya…

    Jadi kalo menurutku sih gaya pacivis kamu rada kebangeten, deh. Walaupun memang tidak ada yang dirugikan sih kalo kamu pasrah saja . Tetapi kan itu juga berarti kamu tidak mengambil peran supaya kejadian jelek yang sama tidak terulang ke orang lain…

    Kayaknya menurutku gicu sih

    SALAM

    • @lovepassword

      kata Anda:
      Mungkin logikamu gini : Kalo kita komplain dianggap seolah “membantah kehendak Tuhan”

      saya jawab,
      tidak sama sekali…

      penjelasan kepada fanya sudah jelas saya kira,…
      kalau perlu diulang kira-kira begini
      BERBANTAH DENGAN TUHAN ITU tidak ada gunanya…

      titik.

      tetapi karena seperti biasa Anda membawa masalah baru dengan jarak yang agak tipis, kira2 menurut Anda saya sedang mengutarakan apa di artikel di atas?

  6. @ Lovepasword

    hi Hi hi, aslinya agama itu kan isinya banyak, ada takdir Tuhan ada kehendak Tuhan, ada usaha manusia ada kehendak bebas manusia. Ada juga sisi sosial kemasyarakatan dsb…

    Mungkin logikamu gini : Kalo kita komplain dianggap seolah “membantah kehendak Tuhan”

    .
    .
    Udah salah menjawab .. malah cengengesan lagi .. Apakah kau kira di dlm keKristena itu ada istilah TAKDIR ?? Saya beritahukan kpdmu, ya Lov bhw pernyataanmu itu sangat salah .. .

    .
    .
    @ Love
    Jadi kalo kita anggap saja mau ngomong ikhlas ikhlas ikhlas … lilahitaala, dan sebagainya – itu mestinya tetap lain artinya dan tidak perlu dibenturkan dengan kritik atau komplain terhadap sistem juga perlu.

    Kalo sistem jelek dibiarkan dengan dalih kehendak Tuhan bisa repot urusannya…

    .
    .
    Sepertinya kau kurang bisa nangkap apa yg dikatakan sdr Parhobas. Mungkin agak kurang gizi dirimu tuh Love.. coba periksakan dulu kesehatanmu ..? Kehendak Tuhan pasti harus jadi tanpa ataupun dgn adanya si manusia itu sendiri.. Cobalah aja jgn kau pilah-pilah mana yg cocok atau tidak cocok tulisan sdr Parhobas dgn pendapatmu. Ok

    • Apakah kau kira di dlm keKristena itu ada istilah TAKDIR ?? Saya beritahukan kpdmu, ya Lov bhw pernyataanmu itu sangat salah .. .

      ===>

      RAS… RAS hmmmmh… Kamu itu selalu semangat 45. I lap yu RAS…

      apapun istilahnya, konsep itu jelas ada.

      Taruhan silverqueen juga aku berani. hik hik hik… Kalo kamu gak nemu ayat tentang itu yah ada baiknya kamu belajar Alkitab lagi lebih intensip deh 😀

      Dalam agama samawi Misalnya Yahudi Kristen Islam ada sisi kehendak Tuhan ada juga sisi Kehendak manusia.

      Adanya ayat yang memang terkait kehendak bebas manusia – sangat lain artinya bahwa ayat yang membahas kehendak Tuhan tidak ada.

      Kalo misalnya ada pendeta yang menolak predestinasi dengan dalih misalnya saja mestinya Daniel yang masuk kandang singa sesuai predestinasi ya dimakan singa… Lha saya memang pernah membaca pendapat antik kayak gicu. Lha itu contoh pendapat yang salah. Kamu jangan niru-niru yang aneh2 tanpa alasan yang jelas itu.

      Kalo kamu beneran protes, besok2 bolehlah kalo kamu kukasih contoh2. Tapi besoklah, aku mau masuk kandangku sebentar lagi. hi hi hi

      lovepassword itu jarang ngomong tanpa alasan. Kayaknya gicu sih.

      ——————————————————-
      Kalo ada beberapa orang yang salah tangkep ya bisa saja kalimatnya memang bermakna ganda atau bias maksudnya… Tapi kalo Parhobass mau mengoreksi diriku atau menjelaskan bagian yang aku salah paham ya saya rasa okelah…

      ===============================

      Kehendak Tuhan pasti harus jadi tanpa ataupun dgn adanya si manusia itu sendiri.. ==> Kamu itu mau curhat sendiri apa menanggapiku, bagian mana dari pernyataanku yang malah kamu tanggapi jadi begini. Apa aku pernah ngomong kalo kehendak Tuhan baru jadi dengana dengan adanya manusia ??? Kayaknya gak pernah lho RAS….

      SALAM RAS

      SALAM Semuanya…

      • @ Lovepasword

        Taruhan silverqueen juga aku berani. hik hik hik… Kalo kamu gak nemu ayat tentang itu yah ada baiknya kamu belajar Alkitab lagi lebih intensip deh
        .
        .

        Ndak usah taruhan segala …, hanya saya mengingatkanmu supaya dalam memberi pendapat ttg posting sdr Parhobas jgn lari kesana kemari. Ini sudah pendapatmu lari 5 Km tetapi masih juga ngeyel bhw kau mengerti posting di atas ? Pake bawang bombay pula dirimu itu. Ngapaen kau lari ke Takdir padahal posting di atas adalah ttg ketidak mengertiaan suatu Bangsa yg kerjanya selalu menggerutu padahal telah melihat ALLAH itu dgn mata kepalanya sendiri.
        .
        .

        @ Lovepasword
        Kalo ada beberapa orang yang salah tangkep ya bisa saja kalimatnya memang bermakna ganda atau bias maksudnya… Tapi kalo Parhobass mau mengoreksi diriku atau menjelaskan bagian yang aku salah paham ya saya rasa okelah…

        .
        .
        Bukan sdr Parhobas yg salah jikalau kau yg kurang nangkap isi posting beliau…
        Jangan malu-malulah nanya ..?
        Kalau Yesus Kristus berkata Akulah Jalan Kebenaran dan Hidup .. dan kembali dituliskan itu kepadamu .., apakah kau akan mengatakan itu kan kata Yesus ….. Nah disitulah kebanyakan pendapatmu berbenturan amat sangat.

      • @RAS : Lho kalo masalah itu sudah kujelasken alasannya. Saya itu menanggapi jawaban Parhobass. Lha kesan saya atas jawaban itu memang gicu. Dan namanya kesan saya kan bisa saja salah. kalo Parhobass mengatakan maksud dia nggak gicu, ya okelah, berarti saya salah memahami maksud atau arti sebenarnya omongannya dia. Cuma kalo alasannya menjawab generalisasi dengan generalisasi yang lain, itu malah bisa mengaburkan point yang dibahas.

        Tapi subtansinya saya rasa bisa dipahami semua orang, kalo misalnya Viking ngomong itu saya rasa juga bukan menentang bahwa menggerutu itu nggak baik.

        Semua orang saya rasa nyadarlah kalo banyak menggerutu itu gak baik. Lha dia kan cuma mewacanakan aspek lain yaitu bahwa nggak setiap komplain bisa langsung dikaitkan dengan tidak rohaniah, langsung dikaitkan dengan menentang Allah, dsb
        Lha contoh di artikel Parhobass memang contoh komplain yang tidak rohaniah itu. Itulah masalahnya.

        Bukan sdr Parhobas yg salah jikalau kau yg kurang nangkap isi posting beliau…
        Jangan malu-malulah nanya ..?
        Kalau Yesus Kristus berkata Akulah Jalan Kebenaran dan Hidup .. dan kembali dituliskan itu kepadamu .., apakah kau akan mengatakan itu kan kata Yesus ….. Nah disitulah kebanyakan pendapatmu berbenturan amat sangat.

        ==> Yang kita lakukan di sini kan membahas agama, kaitannya dengan penafsiran Kitab Suci.
        Lha sayangnya adalah secara faktual saja yang namanya perbedaan pendapat selalu ada.

        Bahwa Mister X membahas sesuai dengan dasar kitab Suci, tidak bisa selalu diasosiasikan bahwa pendapat Mister X adalah pendapat Kitab Suci.

  7. @lovepassword

    menurut Anda apa itu takdir?
    apakah takdir sama dengan kehendak Allah?

    ditunggu

    • Besok kujawab… Aku sudah harus offline bentar lagi… Senang berjumpa kalian teman-temanku yang manis…

      Kehendak Allah tentu saja bisa dibilang lebih luas maknanya daripada takdir… Kesannya gicu. Tapi jawaban yang lebih panjang lebar , mudah-mudahan besok…

      Ada memang situs2 yang mengistilahkan, takdir, ada juga predestinasi atau ada juga kedaulatan Allah. Ada juga kehendak Allah ??? Apakah sama atau berbeda ? Nuansanya sama … 🙂 See You…
      Lha masalah ada atau nggak ada , yah pasti adalah yang ngomong ada.

      Semoga besok aku sempat mampir ke sini.

      See You

  8. @lovepassword

    oklah ditunggu kehadirannya

    salam

  9. Setelah tadi di warnet, saya masuk “kandang” sekarang, kebetulan internetnya ya ternyata nggak ada yang makai – jadi yah bagus juga kalo kujawab sekarang :

    http://alkitab.sabda.org/lexicon.php?word=takdir

    tak·dir n 1 ketetapan Tuhan; ketentuan Tuhan; nasib:
    me·nak·dir·kan v (Tuhan) menentukan lebih dahulu (sejak semula): Tuhan sudah ~ perkawinan kita

    takdir [KAMUS SEASITE]

    takdir : : : Ketentuan Tuhan akan keadaan manusia; nasib.
    Definisi Singkat : ordained by God. MEN–KAN: be fated to be.
    Definisi Inggris : ordained by God. MEN–KAN: be fated to be.
    Contoh : TAKDIR telah menggariskan anakku berjodoh dengan anakmu. => FATE has written that my child is to be a mate of your child.
    Tuhan MENTAKDIRKAN kita semua bisa bertemu lagi hari ini. => It has been ORDAINED by God that all of us can meet again today.

    takdir [KAMUS GLOBAL]

    destine kki. 1 mempersiapkan, memperuntukkan. 2 mentakdirkan, memperuntukkan.

    destiny kb. (j. -nies) nasib, takdir, untung.

    Itu definisi takdir menurut aneka kamus yang dikutip Alkitab Sabda.

    Karena kuatir masuk spam, maka aku pisah2 jawabannya soalnya jika dalam satu jawaban ada banyak link takutnya masuk spam.

    Jadi takdir identik dengan destiny, definisi sederhana : Ketetapan Tuhan, atau gampangannya suatu rancangan yang sudah dibuat sebelum kejadian faktual terjadi.

    Oke itu masalah definisi yang kamu tanyakan.

    • @lovepassword

      nah bisa Anda sebut apa yang merupakan kehendak ALLAH?

      bagaimana pandangan Anda atas nasib?

      dan bagaimana Anda menghubungkan defenisi di atas dengan artikel saya?

      ditunggu

      • Oke, gini my friend yah :D, saya saat ngomong itu tidak menanggapi artikelmu. Saya menanggapi jawabanmu kepada Viking dan Fanya. Jawaban yang mana ? Kamu mengaitkan komplain kepada manusia lain dengan tidak bersyukur.

        Lha pernyataanmu ini bagi saya rada berlebihan. Mengapa demikian ? Karena bagaimanapun jika memang ada kesalahan wajar saja jika ditegur.

        Karena pernyataanmu ini saya berasumsi , bisa saja memang asumsi saya salah : Jangan2 kamu berpikir karena : misalnya anggap saja gini :

        Semuanya kan ketetapan Tuhan, lha Parhobass tahu2 digarong orang di jalan. Ya sudah biarin sajalah, lha wong itu kehendak Tuhan kok …

        Lha saya berasumsi bahwa pola pikir kamu seperti itu . Dan seperti katamu pendapatmu, pernyataanmu sangat mudah menjadi ditafsirkan begitu.

        Kalo memang bukan begitu maksudmu, silahkan kamu jelaskan.

        Mengapa menegur orang lain, komplain terhadap kesalahan manusia lain bisa kamu hubungkan dengan tidak bersyukur ???

        ===============================

        Kehendak Allah ya sesuatu atau apapun yang dikehendaki Allah.

        Nasip? Setiap orang harus berjuang tetapi dalam perjuangan itu seseorang harus sadar bahwa semuanya terjadi karena kemurahan Tuhan…
        ===============================
        bagaimana Anda menghubungkan defenisi di atas dengan artikel saya ===> Sudah tak jawab di atas

        SALAM

      • @lovepassword

        sekali lagi saya kecewa dengan Anda…

        sepertinya ada miss orientasi yang akut dari Anda, kesimpulan Anda ngawur hahahah

        baca sekali lagi deh, ngga usah pura2 pengalihkan pertanyaan ke saya…

        saya tunggu

      • He he he, saya mungkin rada memahami artikelmu, tetapi jawabanmu terhadap Viking kesannya sekedar reaktif tanpa dasar.

        Mestinya kamu mengatakan bahwa penekanan artikel itu bukan pada sisi yang dia kemukakan. Itu baru jawaban masuk akal.

        Jika kamu mengaitkan komplain terhadap manusia dengan tidak bersyukur, tidak rohaniah, dsb saya rasa kamu terlalu berlebihan dan malahan mengundang misinterpretasi semakin parah.

        Dan ingat yang berasumsi seakan kamu ngomong karena semuanya Ketetapan tuhan maka manusia sama sekali tidak boleh protes bahkan terhadap manusia lain – bukan asumsi aku saja. Saya rasa cukup banyak yang berasumsi demikian jika membaca tulisan jawabanmu…

        SALAM
        GBU

      • @lovepassword

        koq semakin mengecewakan yah jawaban2 Anda…
        hehehe… ruang ini kan ruang artikel di atas, semisalpun ada diskusi ya topiknya di situ,

        tetapi mas Viking membuat sebuat generalisasi, so saya jawab generalisasi juga… bahwa orang yang ada kecenderungan menggerutu ada sebab akibat utama, ia tidak tahu bersyukur…

        apa ada hubungannnya dengan takdir? nasib?
        ehh alih2 menjawab pertanyaan saya, Anda malah menyematkan asumsi2 Anda sendiri lagi di sini? aneh sekali Anda… hehehhe

        nah terlanjur Anda menumpahkan unek2 mengenai tadir/nasib dan sebagainya, saya tunggu jawabaan Anda atas 3 pertanyaan saya..

        Anda berhak berkata, tidak tahu atau tidak bisa,…
        salam

      • Jadi benar kan kesimpulanku kalo jawabanmu sekedar jawaban reaktif 😀

        Kalo kamu anggap jawabanmu sekedar menggampangkan atau kamu memang lagi melakukan generalisasi ya namanya generalisasi mau diapakan lagi..he he he…

        apa ada hubungannnya dengan takdir? nasib?
        ehh alih2 menjawab pertanyaan saya, Anda malah menyematkan asumsi2 Anda sendiri lagi di sini? aneh sekali Anda… hehehhe ===> Kalo menurut saya sih emang kesan yang tampak dari jawabanmu emang justru itu. Seakan kamu ngomong karena semuanya ketetapan Tuhan maka jika kamu dirampok ngomel itu nggak bersyukur? Karena kesannya giculah, maka saya dan rekan2 di sini berpikir jangan2 kamu sedang mengaitkan bersyukur dan ketetapan Tuhan.

        Tapi beneran lho Par, saya gak bergurau: Kesan yang nampak emang jadi begitu.

        Mungkin bisa saja kami salah paham, tetapi tulisanmu juga sering bias dengan maksud kamu sendiri.

        ===============================

        Masalah nasip, dsb – saya beneran nggak mudeng arah pertanyaanmu. Saya kan sudah menjawab. Jika ada bagian yang tidak kamu setujui atau perlu dilengkapi ya kamu jelaskan dulu dong masalahnya dimana….

        SALAM

      • @lovepassword

        sudahlah lovepassword, susah banget ternyata Anda memberi jawaban,

        mengecewakan….

        lain kali ngga Anda usah nanya kali yah?

  10. Lha perdebatan soal takdir sebenarnya memang tidak mudah, jadi RAS biarpun rada lebay bawang bombay bisa dimengerti. Mengapa ? Karena perdebatan soal takdir ada juga dalam Islam, Kristen dan sebagainya.

    Misalnya kalo dalam Islam , ada paham Jabariah yang mengatakan bahwa segala hal adalah keputusan Allah termasuk baik buruk nasip tanpa manusia sama sekali sehingga seolah mengesampingkan usaha. Ada juga paham sisi lain yaitu Qadariyah yang mengatakan takdir seseorang ditentukan oleh seberapa besar usaha orang tanpa Allah turut andil di dalamnya. Serta paham yang ada di tengah-tengah mereka :Menusia semestinya berusaha maksimal tetapi tetap memasrahkan usahanya kepada Allah.

    Karena takdir itu topik besar ya, andaikata kamu mungkin pernah diskusi dengan seorang muslim misalnya atau agama2 lain – pendapat orang tersebut tidak bisa digeneralisir sedemikian mudah bahwa pendapat Islam soal takdir seperti omongan Pak A, misalnya. Atau pendapat Kristen soal takdir ternyata gicu…..
    Karena sangat mungkin ada cukup banyak variasi pendapat, termasuk apakah takdir bisa diubah, apakah takdir ada satu atau ada pilihan/percabangan dalam takdir, kaitannya takdir dengan usaha,dsb. Misalnya kadang pernyataan sahabat Nabi Muhammad – Umar bin Khatab dikutip : Saya menghindari takdir Tuhan menuju TakdirNya yang lain.

    Khafilah Umar pada suatu ketika membatalkan perjalanan ke suatu daerah karena maraknya wabah? Muncul pertanyaan :Apakah anda lari dari takdir ? Lalu dijawab seperti di atas.

    Jadi kalo kita bicara soal takdir memang tidak sederhana, dalam banyak agama diskusi soal takdir , bagaimana posisinya dsb itu termasuk diskusi yang seru – tidak saja diskusi antar agama , diskusi dalam masing2 agama ya sama serunya…

    Dalam kaitannya pernyataan RAS tadi , bahwa dalam Kristen tidak ada konsep takdir????? Ya jawaban saya , masalahnya saya rasa bukan di situ. RAS sangat mungkin berpegang pada salah satu konsep misalnya free will. Tetapi tidak berarti bahwa konsep takdir tidak ada sama sekali dalam Kristen.

    Sebagai pemanasan mungkin rekan-rekan bisa membaca ini : http://en.wikipedia.org/wiki/Predestination . pada artikel itu ada tulisan soal predestination in christianity. Ada ayat yang mendukung predestinasi , ada juga yang mendukung free will. Keduanya sama-sama ada.

    Begitu juga tokoh yang pro predestination semacam Calvin saya rasa juga cukup terkenal…

    SALAM

    • @lovepassword

      ngga usah takut salah atau tidak mengerti, dan jangan membawa-bawa agama Kristen ok,…

      jadi kembali ke awal

      nah bisa Anda sebut apa yang merupakan kehendak ALLAH?

      bagaimana pandangan Anda atas nasib?

      dan bagaimana Anda menghubungkan defenisi di atas dengan artikel saya?

      • Dah tak jawab di atas ya…

      • @lovepassword

        saya hanya melihat kebingungan Anda untuk menentukan mana yang kehendak ALLAH dan mana yang tidak.. maka sy ulang sekali lagi,

        nah bisa Anda sebut apa yang merupakan kehendak ALLAH?

        bagaimana pandangan Anda atas nasib?

        dan bagaimana Anda menghubungkan defenisi di atas dengan artikel saya?

        ngga usah takut salah, ngga usah takut kalau tidak mengerti, ngga usah takut memilih..

        saya tunggu…

    • @ Lovepasword
      Dalam kaitannya pernyataan RAS tadi , bahwa dalam Kristen tidak ada konsep takdir????? Ya jawaban saya , masalahnya saya rasa bukan di situ. RAS sangat mungkin berpegang pada salah satu konsep misalnya free will. Tetapi tidak berarti bahwa konsep takdir tidak ada sama sekali dalam Kristen.
      .
      .

      Kau mau menganalisa pendapatku Love ???
      Memang itu rupanya kegemaranmu ya … hehehehe
      Kalau Takdir kau anggap ada di Kristen.., maka sia-sialah kepercayaan dasar keimanan keKristenan itu. Dan supaya kamu tahu hanya keKristenan yg tidak mengenal apapun takdir atau apapun yg ada dipikiranmu…
      Silahkan kau beri pendapatmu ttg itu…, spy saya puaskan rasa dahagamu itu ?

  11. kalo jawabanku kamu anggap salah, kamu ingin jawaban lain, coba kamu ganti pertanyaannya sehingga aku lebih paham maksud pertanyaanmu. Bila perlu pake contoh kasus/kisah juga boleh…

    • @lovepassword

      kurang jelas apa pertanyaan saya,
      coba baca sekali lagi

      nah bisa Anda sebut apa yang merupakan kehendak ALLAH?

      bagaimana pandangan Anda atas nasib?

      dan bagaimana Anda menghubungkan defenisi di atas dengan artikel saya?

      di atas Anda sudah menyebut2 tentang kehendak Allah, di atas Anda sudah menjelaskan defenisi2 takdir dari Sabda lagi, tinggal Anda menjelaskan itu lalu menghubungkan nya dengan artikel saya…

      tidak usah takut salah, dan tidak usah takut tidak mengerti,

      saya tunggu…

  12. nah bisa Anda sebut apa yang merupakan kehendak ALLAH? ==> Kamu ingin saya sebutkan contohnya atau gimana.

    Definisi di atas dengan artikelmu? Kan sudah kubilang aku menanggapi jawabanmu pada Fanya dan viking.

    Misalnya ya Takdir didefinisikan : menentukan lebih dahulu

    Lha kesan yang timbul dari jawabanmu : Kamu menganggap bahwa karena semuanya sudah ditentukan termasuk apesnya X misalnya karena misalnya ATMnya dicolong, maka X harus pasrah saja nggak boleh komplain ke bank itu.

    Hubungannya saya rasa gicu. Sekali lagi kesan yang terbaca menjadi begitu.

    SALAM

    • @lovepassword

      Anda sudah menyebutkan bahwadefisi tadir adalah..blablabla blaaa, salah satu temanya adalah kehendak TUHAN,nah saya tanya sekarang apa saja itu kehendak TUHAN?

      lalu dari sekian contoh yang Anda sebut di atas, sampai menyebut Umar dan sebagainya, posisi Anda dimana? karena sepertinya Anda takut memberi opini, takut disebut salah, takut disebut gmana lagi?…

      dah setelah itu baru Anda hubungkanlah jawaban2 di atas dengan jawaban saya kepada viking dan bagaimana kaitannya dengan artikel…

      bisa?

      saya tunggu, tetapi ada hak bagi Anda untuk berkata tidak mengerti, yaang penting jangan jadi penakut…

  13. saya tanya sekarang apa saja itu kehendak TUHAN? ===> Sudah dibilangi saya nggak mudeng maksud pertanyaanmu. Oke, silahkan kamu jelaskan kalo mau. Saya tidak tahu . …

    ===============================

    Hmmmm…mungkin saya memang kebanyakan menganalisa, kebanyakan berasumsi .he he he…Ketika kamu atau RAS menjawab kadang aku tidak saja menganalisa jawaban kalian tetapi juga mencoba lebih jauh menganalisa pikiran kalian…

    Misalnya dalam kasus omonganmu terhadap Fanya dan Viking, memang bagiku terkesan kamu seolah mengatakan seperti yang aku maksud : Kamu menganggap bahwa karena semuanya sudah ditentukan termasuk apesnya X misalnya karena misalnya ATMnya dicolong, maka X harus pasrah saja nggak boleh komplain ke bank itu. Lha kalo protes kamu anggap gak bersyukur.

    Kamu menjawab : Bahwa kamu sekedar menjawab generalisasi dengan generalisasi yang lain. Lha walaupun itu rada ngaco – he he he….Tapi aku rada mudenglah maksudmu.

    Saya rasa paling banter kamu mau ngomong bahwa artikel itu punya penekanan tertentu yang berbeda dengan tanggapan teman2. Lha kalo dengan jawaban gaya khas mu – saya rasa justru tidak terlalu berhasil mengungkapkan itu.

    Karena masalahnya kan seakan jadi melebar. 😀
    Atau jangan2 kamu memang memancing pertanyaan ???

    Terhadap RAS tentu saja aku juga menganalisa bukan saja jawabannya tetapi juga pola pikirnya.
    Saat RAS ngomong model gini :

    Apakah kau kira di dlm keKristena itu ada istilah TAKDIR ?? Saya beritahukan kpdmu, ya Lov bhw pernyataanmu itu sangat salah .. .

    ===> lha saya mikir apa sebenarnya yang dipikirkan RAS apa yang ingin dia capai atau pikirkan sehinggga outpun omongannya gicu.

    Lha dari analisa saya :
    1> Mungkin dengan ngomong gini dia mau ngomong bahwa konsep agama Kristen itu paling keren sendiri , setidaknya paling berbeda sendiri dibandingkan agama lain, misalnya Islam. Apalagi kata takdir itu sendiri kalo dilihat dari asal katanya kan identik dengan Islam.
    2> Dia mungkin beranggapan bahwa yang punya konsep takdir cuma Islam. Lha konsep takdir dalam Islam sangat mungkin dalam pandangannya dia adalah konsep fatalis.
    3> Dia tidak melihat bahwa “diskusi seru: (baca:debat) mengenai posisi predestinasi dan freewill jelas juga ada dalam sejarah Kristen. Misalnya ada pendapat Calvin dsb. Diskusi mengenai hubungan predestinasi dan kehendak bebas, bagaimana posisi pilihan manusia dalam predestinasi, apakah predestinasi cuma ada satu atau bercabang lalu dimana posisi pilihan manusia. Itu semua juga didiskusikan secara intensif di situs2 Kristen.

    Lha RAS mungkin saja bukan Calvinis, tetapi lain artinya kan dengan : Takdir tidak ada dalam Kristen.

    Mungkin istilahnya bisa diganti yang lain, tetapi nuansanya ya seperti itu.

    ===============================

    Saya mempelajari masalah ini jauh sebelum saya diskusi dengan kalian. Mengapa sih pihak2 tertentu dalam agama entah itu Islam atau Kristen ada yang gak sreg dengan konsep penekanan pada takdir ???

    Jawabannya saya rasa gini : 1>Konsep takdir dianggap fatalis,seakan menisbikan usaha manusia
    2> Jika semuanya ditakdirkan lalu dimana posisi dosa?
    Pertanyaan kedua ini paling berat. Saya sadar sangat sadar keberatan2 pihak2 yang tidak sreg dengan konsep takdir dimana. Rasanya saya gak terlalu salah.

    Lha opini saya sendiri bagaimana : kamu tanya ini kan ????

    1> Dalam hubungan antara predestinasi dan freewill, agar penjelasannya mudah termasuk mudah juga menjelaskan ke freethinker, karena saya pernah diberondong masalah ini : Lihatlah bahwa Kehendak Bebas atau Usaha manusia adalah faktor yang bisa dikendalikan manusia. Lha selain ada faktor yang dikendalikan tentu ada juga faktor yang sama sekali tidak bisa kita kendalikan. Pada kenyataanya hidup kan emang gicu. Bahkan ateis sekalipun akan melihat bahwa dia tidak bisa mengendalikan semua hal.

    Bisa saja dalam satu waktu anda mendapat bingkisan tak terduga yang bukan dari usaha anda. Bisa saja anda berusaha tapi gagal, dsb dsb. Jadi kalo kamu tanya opini saya terhadap takdir ya gicu. Tugas manusia ya berusaha tetapi dengan tetap menyadari keterbatasan manusia.

    Artinya saya tidak dalam posisi terlalu pro takdir dengan menisbikan pilihan manusia sama sekali. Begitu juga sebaliknya saya tidak dalam posisi pro free will seolah segalanya semata karena usaha manusia.

    Konsep takdir semata bisa dianggap punya masalah jika dikaitkan dengan dua point yang saya bahas : fatalis dan mengkambing hitamkan dosa kepada Tuhan

    Pada sisi lain konsep free will murni juga bermasalah karena seakan sombong menganggap segala yang terjadi adalah karena kemampuan manusia semata.

    SALAM

  14. Agar rada adil, hee he he, saya rasa ada bagusnya kamu juga menjelaskan hubungan predestinasi dan kehendak bebas menurut kamu gimana ???

    Benarkah emang gak ada konsep predestinasi dalam aliran Kristen ??? Bagaimana menurutmu ?

    • Biasanya kan kamu cs sama aku, kalo melihat gelagatnya yah paling2 kamu setuju kan denganku ? Pasti bener kan? Kamu baik deh… 😉

      Biarpun bahasamu membuat kepala pusing kadang2. hiks….

      Aku juga heran yang salah itu cara kamu berbahasa atau caraku menangkap pendapatmu… Kayaknya sih dua-duanya sama-sama perlu dievaluasi deh. he he he…

      Bener nggak Par ??? 😀

      Bener iya ?

      kayaknya sih kita berdua ini aslinya sama-sama kacau. Dua manusia antik gicu….

      Atau setidaknya emang aku yang kacau,lha kalo kamu ya setengah kacau lah …

      Aku rada sok tau gitu ya? Tapi beneran sih analisaku gicu. Pasti aku kebanyakan main catur, jadi kamu belum ngomong lanjutannya sudah kukira2 maksudmu. padahal bisa saja salah kan? yah mungkin bisa saja gicu….Tapi biasanya sih aku lebih sering benernya dalam menebak pendapat orang lain sih…

      SALAM

      • @Lovepassword,

        Weleh weleh…. gara-gara world Cup saya jadi jauh ketinggalan nih di ajang perkomenan…,
        Maaf ikutan nimbrung, kalau pak LP menganggap beliau atau Pak Parhobass yg kacau, sepertinya tidak begitu lah…
        Sebaliknya, dari berbagai tulisan/komen diatas, saya kira mungkin cara pandang saya atau mungkin juga Fanya (maaf kalau saya keliru) yg nggak konek dgn terminologi2 religi yg digunakan dlm artikel2 disini.

        Saya selaku outsider, memang merasa tidak familiar dgn “idiom2” yg digunakan Pak Parhobass dlm artikel2 beliau tetapi nekat ngasih komen hehehe…..
        Mungkin masalahnya adalah karena disamping artikel2 beliau relatif menggelitik pola pikir siapapun yg membacanya, juga saya tidak menjumpai notification sekiranya blog ini dikhususkan bagi umat kristiani saja (yg paham idiom2 khusus theologia) maupun larangan memberi tanggapan/komentar bagi komunitas non kristiani.

        Terbukti, sdr Sihotang tampak begitu mudah mencerna, memahami dan menangkap esensi tulisan2 pak Parhobass, yg mustahil dilakukan apabila komposisi redaksionalnya benar kacau…

        OK selamat berkarya dan berdiskusi dgn hikmat…

        Salam

      • @viking

        Anda sungguh manusia rohaniah…

        salam

      • Andai manusia sedunia serendah hati sesantun kamu , Viking …hmmmm…. Kagum aku dengan kerendahan hatimu….

        SALAM Iya….

  15. @lovepassword

    Anda boleh beranggapan banyak hal, menganalisa banyak hal, tetapi dari diskusi di atas, saya masih menemukan ketakutan Anda untuk meletakkan posisi Anda oleh hanya satu diskusi saja, TAKDIR.

    Anda cari aman, tapi cari aman yang pengecut… tidak bisa membedakan mana salah dan mana benar.

    Saya harus tegaskan, Anda pengecut. Terserah Anda mau menerima atau tidak, itu hak Anda…

    Mengenai diskusi freewill/pre-destinasy, sepertinya sudah kita diskusikan lama banget, Anda saja yang tidak ingat…Kristen ada di dua hal itu, dengan cara pandang ALKITAB,

    Dengan mengambil defenisi dari SABDA bukan berarti “TAKDIR” diyakini oleh Kristen (disini saya buat dulu TAKDIR di dalam tanda kutip, krna harus dipilah takdir mana yang disebut)….

    Kehendak Allah, itu adalah segala sesuatu yang harus terjadi,
    contohnya,
    segala sesuatu diciptakan demi kemuliaan ALLAH…
    contoh lain.
    YESUS menumpahkan darahNYA demi penebusan dosa dan tebusan salah dari semua manusia, untuk menyambung hubungan antara manusia dengan ALLAH, karena manusia telah berdosa, maka kemuliaan yang diberikan di awal sudah rusak….
    contoh lain.
    Orang yang percaya dan hidup di dalam YESUS akan menerima kembali kemuliaan dari TUHAN…

    banyak contoh kehendak ALLAH yang lain, yang pada intinya adalah demi KEMULIAAN TUHAN…

    TETAPI,….
    Anda bebas menentukan mau percaya apa tidak dengan TUHAN…. TUHAN tidak memaksa Anda untuk percaya…
    dari contoh di atas maka
    semua ciptaan bebas memilih mau mempertahankan kemuliaan yang diberikan ALLAH atau mau mencuri KEMULIAAN ALLAH,….
    manusia bebas memilih menerima TEBUSAN DARAH Yesus atau menolak, yang pasti tebusan itu sudah ada…
    manusia bebas memilih mau mati kekal atau hidup kekal, yang pasti hidup kekal itu ada, dan karna ada maka umat ALLAH harus memberitakan itu.

    semoga jelas, nah dengan begitu, “takdir” di dalam pandangan mana yang ditolak Kristen, yaitu bahwa segala keputusan kita telah ditentukan oleh ALLAH…Kalau ada ajaran dari agama manapun termasuk orang Kristen yang mengatakan bahwa ALLAH telah menentukan pilihan setiap manusia, itu pasti sudah salah…Kalau Allah sudah menentukan pilihan Anda ke nereka, apa salah Anda? apakah masih layak TUHAN disebut ADIL?, wong itu pilihan TUHAN koq?…. apa masih layak TUHAN disebut KASIH…. itulah yang tidak dapat diselami oleh ajaran lain, hanya berteriak ALLAH Maha ADIL, tetapi mempercayai TAKDIR macam begitu….tepu-tepu namanya itu….

    Kristen mengajarkan, tepatnya ALKITAB berkata, biarpun pilihan kita ada yang salah, jika kita minta ampun maka TUHAN bisa merekakan apapun demi kebaikan kita… karena kita percaya bahwa TUHAN adalah KASIH dan TUHAN MAHA KUASA….

    contoh perbandingan yang lain,
    Jika TUHAN sudah menentukan setiap pilihan kita, maka bisa diartikan bahwa segala kekacauan ini adalah karna ulah TUHAN juga, lalu bersandiwara membuat penyelamatan2 …sangat salah….sesat…
    tetapi TUHAN berkuasa, karena IA MAHA KUASA, mengendalikan setiap pilihan yang kita buat, baik itu benar baik itu salah…IA membiarkan kita bebas memilih maka untuk membantu kita agar memilih pilihan yang benar sangat ADILLAH TUHAN mengutus nabi, rasul d.l.l,….dan sangat ADILLAH TUHAN mengutus KRISTUS karena setiap pilhan manusia tidak ada yang sanggup membawa manusia itu sampai ke ALLAH…

    jadi ajaran mana yang ada di dunia ini seperti ajaran yang demikian itu?
    hanya penolakan yang Anda miliki sekarang jika Anda tidak menyetujuinya….
    Sekali lagi pilihan hanya ada BENAR atau SALAH, tidak ada SALAH demi BENAR atau BENAR sedikit tidak apa2… persis seperti Anda yang selalu meletakkan diri Anda disetiap tempat yang ada persimpangan jalannya….

    Jadi beranilah memilih, jik ternyata Anda salah dan jika Anda mengenal dan percaya TUHAN, maka TUHAN akan membawa Anda kepada WAJAHNYA Yang Mulia, karena itulah ada kata2 pertobatan…

    Nah apa hubungannya dengan artikel?
    TUHAN menghendaki supaya orang Israel itu sampai di Kanaan, TUHAN menghendaki KRISTEN itu penuh damai sejahtera, tidak ada pertengkaran,… tetapi Israel dan Kristen diberi pilihan, dan bahwa setiap pilihan itu ada konsekuensi yang telah ditetapkan TUHAN, yaitu mati oleh karena pelanggaran, dan hidup oleh karena percaya kepada TUHAN….
    jadi kalau Anda manusia rohaniah/percaya TUHAN, maka setiap pilihan dan putusan, pikirkan dulu, renungkan dulu maksud TUHAN di sana, setelah itu baru bertindak…OK

    Salam Kasih di dalam KRISTUS…
    pesan saya, cepatlah tinggalkan pemikiran2 yang tidak benar itu, beranilah melangkah beranilah memilih beribadah kepada TUHAN atau masih mencari dan mencari… ujungnya hanya kecapekan..kelelahan…

    • @Parhobas tercinta : Sebelum kamu menulis tulisanmu yang penuh semangat ini apakah kamu sudah membaca tulisanku di atas soal takdir dan kehendak bebas ?

      Semua keberatanmu soal takdir kusadari bahkan sebelum kamu menjawab omonganku ini kan?

      Jika TUHAN sudah menentukan setiap pilihan kita, maka bisa diartikan bahwa segala kekacauan ini adalah karna ulah TUHAN juga ===>

      Sudah kutulis jelas di atas :

      Mengapa konsep predestinasi atau takdir semata dianggap bermasalah ? Setidaknya ada dua point utama : Pertama : fatalis seakan menghilangkan semangat orang untuk berusaha
      Kedua : Konsep takdir menjadi sangat debatable lebih2 bila dikaitkan dengan dosa . Pertanyaan klasiknya : Jika manusia yang bersalah ini diasumsikan sepenuhnya dikendalikan Allah maka mengapa manusia harus dihukum ??? Jadi konsep takdir memang punya sisi debatable bila dikaitkan dengan posisi kesalahan manusia.

      Semua keberatanmu yang kamu tulis dengan heroik itu – saya rasa sudah tercantum dalam tulisanku bahkan sebelum kamu ngomong kan ???? Rasanya itu sudah tak tulis.

      Artinya apa ? Saya memahami, aduhai sangat memahami sisi keberatan pihak2 yang menolak predestinasi total termasuk keberatan kamu atau mungkin RAS.

      TETAPI ada TAPInya sayangku cintaku :

      Mengatakan konsep Takdir tidak ada dalam Kristen adalah tindakan konyol yang membutakan diri dengan realitas. Mengapa demikian ? Karena selain sisi free will , sisi takdir apapun istilahnya juga memang ada.

      Tokoh2 semacam Calvin yang notabene bisa dibilang tokoh penting Protestan tidak bisa kamu nisbikan begitu saja.

      Kamu tolak pendapatnya silahkan . Tetapi kalian mengingkari fakta yang bahkan mudah di cross check kalo mengatakan dalam Kristen tidak ada konsep Takdir/Predestinasi.
      Lha apa Calvin juga bukan Kristen ?

      Sudah saya jelaskan :
      Saya bisa menerima sebagian pendapatmu soal masalah dalam konsep predestinasi : karena kaitannya dengan mengkambing hitamkan dosa kepada Tuhan dsb seperti yang aku tulis di atas.

      Tetapi seperti kataku : Konsep Free Will juga bagiku tidak lepas dari kelemahan. Kalo semuanya karena usaha manusia lalu dimana posisi KemahaKuasaan Allah.

      Jika saya memilih menolak keduanya atau mengambil sebagian sisi keduanya, itu hakku dong… Mau kamu katakan pengecut ya silahkan saja…

      Tetapi saya rasa cukup jelas dan mudah di-verifikasi bahwa konsep predestinasi vs freewill ini memang diskusi super duper serius yang kaya warna . Dan itu emang lintas agama serta juga sangat serius dalam internal masing2 agama.

      Mengapa saya harus menjelaskan ini dari aneka sisi ? karena kadangkala umat beragama itu aduhai ngawur tapi maksa. Misalnya X mengatakan dalam Kristen tidak ada takdir , sebaliknya dia ngomong kalo islam itu fatalis …

      Kekacuan seperti ini harus diluruskan terlepas apapun pendapatmu. Mengapa demikian ? karena X cuma melihat setengah sisi saat melihat agamanya sendiri dan juga melihat setengah sisi saat melihat agama lain. Lha kebetulan yang dilihat setengah sisi yang berbeda. Endingnya apa ? Penalaran agama yang penuh kekacauan plus rada ugal-ugalan.

      Jika A terdiri x1 dan y1
      B terdiri x2 dan y2

      Yang dilihat bukan x1 dibandingkan x2 tetapi x1 dibandingkan dengan y2. Lha ini bisa terjadi karena motivasi meninggikan diri , bisa juga memang tahunya ya cuma x1 dan y2. Jadi A diidentikkan dengan x1 saja padahal aslinya ada juga yang lain. Begitu juga B diidentikkan dengan y2 saja padahal ada juga yang lain.

      Akibatnya apa ? Kekacauan yang berdampak sistemik kan itu.

      Lha saya merasa perlu memaparkan itu karena gejala melihat dengan mata satu itu juga terjadi di sini . Meskipun bagi saya sih kalian sangat berkualitas dan punya kemampuan intelektual, pengalaman, dan emosional yang sangat luar biasa….

      ===============================
      Nah apa hubungannya dengan artikel?
      TUHAN menghendaki supaya orang Israel itu sampai di Kanaan, TUHAN menghendaki KRISTEN itu penuh damai sejahtera, tidak ada pertengkaran,… tetapi Israel dan Kristen diberi pilihan, dan bahwa setiap pilihan itu ada konsekuensi yang telah ditetapkan TUHAN, yaitu mati oleh karena pelanggaran, dan hidup oleh karena percaya kepada TUHAN….
      jadi kalau Anda manusia rohaniah/percaya TUHAN, maka setiap pilihan dan putusan, pikirkan dulu, renungkan dulu maksud TUHAN di sana, setelah itu baru bertindak…OK
      ===> Saya rasa jawabanmu yang ini mudah ditangkap maknanya… Ini salah satu jawabanmu yang terang benderang penekanannya jelas.

      SALAM PAR

      See You
      GBU

  16. @lovepassword

    supaya tidak berlarut2

    Kristen mengenal predestinasi dan free will,
    nah pre bla bla dan fre bla blanya sudah dijelaskan di atas..

    tetapi ada juga pre bla bla yang lain yaitu, mengatakan bahwa setiap pilihan kita adalah kehendak ALLAH, itu yang ditolak ALKITAB,

    kalau Anda masih membenturkan antara free will dan predestinasy berarti Anda belum bisa menangkap argumen saya di atas…

    saya pahaml maksud Anda, menerima sebagian free will dan sebagian pre destinasy, yang seolah mirip dengan saya, tetapi kan saya tekankan; apa yang menjadi kehendak ALLAH, apa saja yang menjadi ketetapan, apa itu contohnya predestinasi? dan hubungannya dengan free will, Anda gagal bukan?

    maka Alkitab memberi gambaran yang jelas kepada Anda.. argument nya di atas…

    jadi ketika Lae Sihotang dan saya di awal berkata tentang takdir, menurut Anda takdir apa yang dimaksud?

    ketika Saya dan Lae Sihotang berbicara mengenai Injil, Injil yang mana yang dimaksud? karena ternyata ada juga injil palsu, tetapi masih mengaku disebut Injil, ya toh… ini cuman gambaran saja…

  17. Siapa yang membenturkan predestinasi dan freewill, saya justru sedang mencari sisi harmonisnya. Kok malah bisa-bisa jadi kamu anggap aku membenturkan predestinasi dan freewill.

    Yang saya katakan itu . Ada dua konsep di dalam agama termasuk Kristen yaitu predestinasi dan freewill, masing2 konsep ini bagaimanapun bisa kita anggap berdasar karena ada ayat2 pendukungnya. Lha karena keduanya sama-sama ada maka sebaiknya dua sisi ini dilihat secara utuh dan harmonis. Jadi rasanya tidak tepat bila malah saya dianggap membenturkan free will dan predestinasi ???? saya membahas keduanya itu dalam rangka agar semua dinamika, masalah dsb bisa dilihat secara utuh dan harmonis bukannya mau membenturkan.

    ===============================
    jadi ketika Lae Sihotang dan saya di awal berkata tentang takdir, menurut Anda takdir apa yang dimaksud?

    ===> Gini ya Par, bagi saya ketika kamu atau siapapun nulis takdir ya artinya gampangannya sesuai pemahaman umum, atau anggap sajalah artinya sesuai kamus.

    Kalo RAS mengatakan dalam Kristen tidak dikenal konsep takdir , ya asumsi saya kata takdir di sini ya kata takdir yang dimengerti oleh orang banyak atau artinya seperti dalam kamus.
    Yang saya tanggapi adalah kata takdir yang dimengerti secara umum, lha kalo RAS punya definisi sendiri soal takdir , silahkan saja tetapi bagusnya itu diberitahukan dulu . Kalo nggak ada pemberitahuan, maka yang harus dilakukan ya kembali ke makna yang lebih umum atau sesuai definisi standard yang diakui misalnya kamus, dsb
    ================================
    Lha konsep takdir itu sendiri memiliki sisi kelebihan dan kekurangan. Lha kalian menolak takdir yang bagaimana ? Ya tentu saja yang kalian tolak sisi kekurangannya kan ? Misalnya konsep takdir murni tanpa freewill layak dipertanyakan kaitannya dengan tanggung jawab atas dosa? Jika semuanya dikendalikan absolut oleh Allah termasuk tindakan manusia ? Lalu mengapa manusia harus dihukum ? Bagian yang kalian keberatan pasti jelas sisi itu.

    Tetapi ada juga sisi lainnya bahwa dengan mengaitkan keberhasilan manusia bukan semata2 karena usahanya maka manusia bisa rendah hati, bersyukur dan sebagainya. Jadi itu sisi positifnya .

    Lha saya setuju jika kalian menolak sisi negatifnya : Karena seakan tanggung jawab atas dosa manusia ada pada Allah.

    Tetapi ada tapinya mestinya dilihat lebih utuhlah, bahwa konsep predestinasi juga ada sisi baiknya agar keberhasilan tidak dilihat semata dengan kekuatan manusia .

    Lha pada sisi lain konsep free will juga punya dinamikanya sendiri. Free Will punya sisi baik yaitu mendorong usaha, kerja dsb , serta yang lebih penting adalah aspek tanggung jawab. Tidak mengkambing hitamkan kesalahan manusia kepada Tuhan.

    Tetapi ada juga sisi jeleknya, jika konsep ini dipegang secara total, semua yang terjadi dianggap semata karena kekuatan manusia, maka seakan itu juga menisbikan Allah, dan menciptakan kesombongan dalam diri manusia.

    Ilustrasinya jika Takdir itu ada plus ada minus. Kamu menolak minusnya itu okelah, tapi jangan bilang takdir itu nggak ada. 🙂 bisa garuk-garuk aku.

    Jika freewill ada sisi plus minusnya. Menolak minusnya tidak sama dengan mengatakan free will tidak ada.

    Karena itu :

    Kehendak atau Ketetapan Tuhan mestinya jangan dipakai sebagai media melarikan diri manusia atas kesalahan yang diperbuatnya …

    Pada sisi lain jangan sampai konsep kebebasan manusia atau kehendak manusia juga dipakai manusia untuk meninggikan diri sendiri bahwa segalanya terjadi karena upaya manusia.

    Upaya sinergisnya saya rasa gicu

    SALAM

    • @lovepassword

      Anda tidak akan dapat menemukan sisi harmonisnya karena Anda tidak tahu apa saja kehendak ALLAH, ok…

      sekarang saya tanya ulang lagi,
      1. apa saja kehendak ALLAH?
      2. Bagaimana posisi manusia terhadap kehendak ALLAH itu?
      3. Dimana posisi Anda atas kehendak ALLAH itu?

      kalau Anda belum bisa menemukan jawaban poin satu, sangat tidak salah Anda akan terus mencari dan mencari…
      salam;

  18. Anda tidak akan dapat menemukan sisi harmonisnya karena Anda tidak tahu apa saja kehendak ALLAH, ok…

    sekarang saya tanya ulang lagi,
    1. apa saja kehendak ALLAH?
    2. Bagaimana posisi manusia terhadap kehendak ALLAH itu?
    3. Dimana posisi Anda atas kehendak ALLAH itu?

    kalau Anda belum bisa menemukan jawaban poin satu, sangat tidak salah Anda akan terus mencari dan mencari…
    salam;

    ===> Salam juga deh.

    Hmmm gicu yah ? Jadi menurutmu kamu bisa mengetahui sisi harmonisnya dan aku tidak ?

    Hmmmm…. Menurutmu gicu ya ???

    Kalo memang kamu merasa tahu apa saja kehendak Allah, mengapa tidak kau beritahukan saja apa kehendak Allah versi Parhobass kepada semua pembacamu ?

    Tapi sebelumnya saya ingetkan dikit ya Par, kamu jangan niru2 gaya

    generasi masa lalu yang ngomong : Jika Tuhan ingin manusia dapat terbang maka Tuhan pastilah memberi manusia sayap… Kemudian karena manusia gak bersayap lalu ditarik kesimpulan bahwa kehendak Allah adalah manusia gak dapat terbang.

    Mudah-mudahan pendapatmu bisa saya dengarkan dan ada soul maksudmu yang rada nyampai.

    Silahkan Par, waktu dan tempat saya serahkan sepenuhnya lho…

    SALAM Iya ….

    • @lovepassword

      wadduuhh lucunya ahhahaha
      koq malah menyerahkan ke saya?

      sudah saya jawab di atas contoh2 kehendak ALLAH,
      cari lagi deh…
      saya ulang di sini,

      Kehendak Allah, itu adalah segala sesuatu yang harus terjadi,
      contohnya,
      segala sesuatu diciptakan demi kemuliaan ALLAH…
      contoh lain.
      YESUS menumpahkan darahNYA demi penebusan dosa dan tebusan salah dari semua manusia, untuk menyambung hubungan antara manusia dengan ALLAH, karena manusia telah berdosa, maka kemuliaan yang diberikan di awal sudah rusak….
      contoh lain.
      Orang yang percaya dan hidup di dalam YESUS akan menerima kembali kemuliaan dari TUHAN…

      banyak contoh kehendak ALLAH yang lain, yang pada intinya adalah demi KEMULIAAN TUHAN…

      kalau menurut Anda kehendak ALLAH di atas adalah kehendak allah Anda juga, so sekarang bergeser ke pertanyaan ke dua, dan ketiga

      2. Bagaimana posisi manusia terhadap kehendak ALLAH itu?
      3. Dimana posisi Anda atas kehendak ALLAH itu?

      semoga Anda manusia yang adil yang bisa ditanyaain tanpa harus menuntut jawaban mulu ehheheh

      salam

      • @Parhobass : Kayaknya sudah kujawab itu deh.

        2. Bagaimana posisi manusia terhadap kehendak ALLAH itu?
        3. Dimana posisi Anda atas kehendak ALLAH itu?

        ===> Manusia harus berusaha semaksimal mungkin tetapi juga disertai kesadaran bahwa bukan manusia yang menentukan.

      • @lovepassword

        2. Bagaimana posisi manusia terhadap kehendak ALLAH itu?
        3. Dimana posisi Anda atas kehendak ALLAH itu?

        ===> Manusia harus berusaha semaksimal mungkin tetapi juga disertai kesadaran bahwa bukan manusia yang menentukan.


        jawaban ini tidak ada sinerginya sama sekali dengan point 1, itulah tandanya Anda belum paham betul kehendak ALLAH, dan Anda belum bisa membedakannya dengan “takdir” yag ditolak Alkitab…

        dr jawaban di atas nyatanya Anda masih percaya “takdir” yang ditolak ALKITAB…

        semisalpun Andabersembunyi dari segala jawabanmu itu, tetap Anda belum paham KEHENDAK ALLAH…

      • kalo ada peribahasa klasik manusia berusaha Tuhan menentukan. Ya jangan dilihat dari aspek antiknya : Kalo Tuhan yang menentukan maka dianggap manusia lantas bebas tanggung jawab.

        Menurutku gicu sih 😀

        SALAM Par…

        Kalo memang salah, mengapa tidak kaujelaskan saja pendapatmu apa yang kau anggap benar. Biar aku mendengar dan semua pembacamu juga mengetahui 🙂

        See You

      • @lovepassword

        gini yah kawan,

        TUHAN sudah menetapkan dari awal segala sesuatunya, yaitu bahwa manusia atau tepatnya ciptaan itu adalah baik TITIK.

        DAN TUHAN ADALAH KASIH TITIK lagi

        nah karena TUHAN adalah kasih maka IA memberi kebebasan memilih, manusia diberi kebebasan mau mempertahankan baik atau melawan, salah arah, melenceng dari baik itu. sebab tidak ada namanya kasih kalau TUHAN tidak memberi Anda kebebasan memilih atas apa yang Anda mau ya toh…?

        nah TUHAN memang memberi kebebasan, tetapi TUHAN ADIL juga menunjukkan safe zone, daerah-daerah untuk bisa menentukan pilihan-pilihn yang bijaksana, untuk itulah ada nabi, rasul,Kitab Suci,.. jadi Kitab Suci adil ada di dunia kalau ada kebebasan memilih…

        apalagi setelah manusia itu ternyata memilih pilihan yang salah, dan pilihan yang salah berlaku juga hukum tabur tuai, dan itu berlanjut sampai kapanpun….

        nah karena kehendak ALLAH sudah jelas, yaitu demi baiknya Anda, demi baiknya saya, demi baiknya kita semua, maka itu sudah tidak perlu dikejar, itu sudah pasti, itu sudah ada, dan Anda tidak perlu berusaha mencarinya, bukti terbesar dari apa Nama ALLAH Yang KASIH adalah bahwa ALLAH juga memiliki pilihan yaitu Firman ALLAH menjadi manusia, ALLAH Yang hakekatnya adalah ROH menjadi daging…sehingga kehendak ALLAH demi kebaikan sgala sesuatu telah dikerjakan oleh Kristus bagi kita… pertanyaannya sekarang… apakah Anda masih mau seperti Adam yang pertama yang memilih menolak baiknya TUHAN, atau memilih Adam yang kedua, yaitu Kristus yang telah membuka jalan kepada baiknya ALLAH?, semua tersedia, mati bagi penolakan dan hidup kekal bagi penerimaan… tak ada usaha sedikitpun atas semua ketersediaan itu…tugas kita apa dong? emang enaknya saja? TIDAK, ketika kita memilih maka konsekuensi mengikuti, bahwa kita harus membuktikan bahwa kita telah memiliki pilihan yang benar. dengan kata Kitab Suci, kalau kita sudah memilih yang benar maka berlakulah dengan benar, masak pilihan dikatakan pilihan bijaksana tetapi kelakuan kayak preman jalanan, itulah yang dkatakan yakobus, iman tanpa perbuatan adalah dusta adalah musuh Allah, karena iman tanpa perbuatan adalah mati, mati adalah musuh ALLAH, karena ALLAH adalah Hidup…

        nah dari kehendak ALLAH itu semua, ada juga kehendak ALLAH yang khusus bagi setiap anggota-anggota tubuh Kristus, gereja-gereja, ingat gereja bukanlah gedungnya tetapi tubuh kita ini,… nah kehendak ALLAH yang khusus yang diikat oleh kehendak ALLAH yang saya katakan umum tadi, supaya agak berbeda sedikit, itulah yang perlu dinyatakan oleh setiap ibadah-ibadah kita, doa-doa kita, kita memohon memperjelas kehendak khususnya kepada kita sejelas kehendak umumNYA yang tadi…

        contohnya, ada orang yang dikehendaki sebagai rasul, Paulus, jelas sekali, lama dia berjuang untuk mengenal kehendak Allah itu, bahkan harus membunuh dulu pembantai jemaat, harus belajar ke tanah Arab sekitar 14 tahun… dan perlawanan dia atau pilihan yang lain dari itu akan membuat dia seperti diikat galah rangsang…Yunus, nabi yang “keras kepala”, kehendak ALLAH jelas ingin menyelamatkan seluruh dunia bukanhaya Israel sehingga disuruh memberitakan pertobatan ke niniwe, bangsa penjajah Israel… perlawanan kepadakehendak ALLAH itu membuat cerita lain, orang israel waktu di gurun.. dls….

        tetapi seberapapun perlawanan kita kepada kehendak ALLAH itu TUHAN sanggup mengubahkannya menjadi kebaikan….karena kt percaya IA adalah MAHA KUASA….
        contohnya, seperti Israel waktu di gurun, memisahkan orang yang suka komplain dari yang tabah adalah kebaikan… karena yang suka menggerutu telah mendemoralized sesamanya, dan mereka menjadi contoh yang akurat kpada kita juga bahwa menggeruta kepada ALLAH adalah sia-sia..karena maksud kita dengan maksud TUHAN berbeda, maksud kita bisa memuaskan tetapi itu fana, maksud TUHAN terlihat agak menyakitkan tetapi kekal…

        nah kalau Anda sudah mengetahui kehendak ALLAH demi kebaikan kita, maka bertanyalah kepda TUHAN apa kehendak khususnya kepada Anda….karena kehendak khususNYA itu adlah sejelas dan seteguh kehendak umumNYA,….

        jadi jangan salahkah TUHAN kalau Anda selalu memilih pilihan2 yang salah, semua pilihan sudah ada… tinggal pilih…
        salam,

  19. @lovepassword & Bapa Tua Parhobass

    Wadohhh.. seru juga nehh.. Ga di tempat Ompung Jephman, ga di sini, tetep aja kompak berdua, yakk.. 😉

    @Bapa Tua Parhobass
    Menurut borumu ini, ada benarnya yang di bilang Fanya, Viking ama Om lovepassword itu. Boru juga tadinya berpikir seperti yang Om lovepassword maksud. Jika hanya membaca sepintas saja, artikel Bapa Tua seolah-olah mengatakan bahwa komplain sama saja dengan tidak bersyukur. Bagi boru sendiri, kalau komplainnya ke Tuhan, jelas kita tidak bersyukur atas apa yang sudah Dia berikan.
    Kalau komplainnya ke manusia? Boleh saja, asal jangan jadi batu sandungan bagi mereka yang kita komplain. Sehingga orang yang kita komplain tadi ga balik marah dan malah menciptakan permusuhan diantara kita. Atau seperti yang Paulus bilang, “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.” (Efesus 4:26).

    @lovepassword
    Yang saya pahami, Kekristenan memang tidak meyakini “takdir.” Yang saya pahami adalah “Kehendak Allah.” Menurut Om, samakah pengertian “Kehendak Allah” dengan “Takdir”?

    • @inang boru sasada,

      terimakasih atas nasehat Anda…
      hehehhe banyak juga yang terjebak dengan alur artikel saya yah, wadduh maaf deh atas itu semua,

      bonus buat inang deh,

      sejak awal memang tidak ada pertentangan dengan saudara fanya, bahwa komplain kepada TUHAN adalah menu utama di artikel di atas, sangat ditekankan oleh kutipan saya dari Kitab Ulangan… bahwa kehendak TUHAN sudah ada, Israel sang budak harus merdeka di Kanaan. Tetapi perjalanan berkata lain, banyak yang komplain, mereka lebih memandang keinginan mereka lebih wah dibanding keinginan TUHAN,…..

      nah keinginan inilah yang saya ambil dan sejajarkan dengan kutipan dari Yakobus, di yakobus lebih disebut sebagai perjuangan tubuh atas nurani, atas roh yang seharusnya berkemenangan….

      nah karena perjuangan itu ada di setiap manusia, maka Alkitab menjawab cara menghadapinya yaitu, jadilah manusia yang rohaniah, dekat dengan ALLAH, kalau kita manusia yang rohaniah maka kita akan mendahulukan kelemahlembutan, damai sejahtara sebagai buah-buah ROH untuk menghadapi setiap masalah…..

      nah orang israel yang menggerutu di atas menjelaskan secara kontras komplain/menggerutu yang saya tekankan di setiap kata komplain/gerutu di bawahnya dan karena manusia2 yang tidak rohaniah jugalah gereja bisa berantem dan kalau itu terus dipupuk maka bisa2 kita semakin jauh dari TUHAN, lalu akan selangkah demi selangkah lupa bersyukur akhirnya menghina TUHAN, persis seperti kutipan Ulangan di atas….

      nah timbul “masalah”, ketika saudara viking membuat term umum gerutu/komplain yang umum, meski ia meralatnya di komen berikutnya, bahwa memang saya sedang tidak membuat generalisasi atas komplain/gerutu, sayangnya saudara fanya yang awalnya setuju malah berkali2 menolak dan menuduh saya membuat generalisasi….

      kalau sama lovepassword memang sejak dahulu kala kami berdua sudah diskusi di blog ini, kiranya saudaraku boru sasada, sekaligus inanghu bisa membantu membagikan kisah kasih KRISTUS di sini…

      pengamatan sebatas apa yang tertulis di hakadosh.wordpress,com adalah bahwa saudara lovepassword sangat relijius tetapi bukan orang yang percaya TUHAN… ia menjangkau TUHAN dengan pemikirannya sehingga cenderung mencari aman, kesulitan dilawannya dengan menganggapnya sebagai ‘musuh’ dan absurd, bukan sesuatu yang harus diimani atau sesuatu yang harus ditanyakan kepada TUHAN, karena ia tidak berani bertanya kepada TUHAN, maka ia saya sebut bukan manusia yang percaya TUHAN,…tuan dari manusia seperti ini adalah otaknya sendiri…, sejak dahulu kala saya sebut juga bahwa bukan lovepasswordnya musuh saya bukan orangnya, tetapi pemikiran2 jahat yang bertebaran dari dia….hahahahah, jadi jangan salah tanggap kalau ada kata2 saya yang tajam dan kesannya kejam OK…

      salam kasih dari TUHAN kita Yang Mulia, Kristus adalah Raja

    • Kalo banyak orang yang salah paham dengan gaya bahasamu Om Parhobass, lha itu kayaknya berarti sebagian masalah ada pada gayamu.. Hi Hi hi…

      Lha mempesona emang, tetapi kadang menimbulkan salah persepsi. 😀

      Ini bukan aku membela diri, tetapi nyatanya kan emang yang salah tangkep rada banyak.

      Tetapi perjalanan berkata lain, banyak yang komplain, mereka lebih memandang keinginan mereka lebih wah dibanding keinginan TUHAN,…..===> Saya rasa masalah utamanya itu kan salah tangkep tadi. 😀

      Jadi nggak perlulah setiap ada yang protes sama kamu terus kamu pandang “Lebih wah dibanding keinginan Tuhan”

      Nggak bagus itu.

      ==============================

      lovepassword sangat relijius tetapi bukan orang yang percaya TUHAN… ia menjangkau TUHAN dengan pemikirannya

      ===> Apa masalahnya menjangkau Tuhan dengan pemikiran ?

      SALAM Par

      • @lovepassword

        jawaban saya kepada fanya saya kira bisa berlaku kepada Anda, dan penjelasan viking bisa juga berlaku,…

        sebagai outsider ada layaknya kita bertanya kepada penulis apa yang dimaksudkan, tanpa hrs berdebat terhadap segala tuduhan pikiran-pikiran yang hanya ada di benak Anda,.. yang damai sejahtera saya kira begitu seh…

        nah kalau yang dimaksudkan si penulis sudah dijelaskan dan ternyata bertentangan dengan pikiran Anda, barulah berkomentar, mengkounter dan sebagainya….

        tetapi nasehat Anda sekalian akan saya perhatikan, bahwa gaya penulisan saya memang mungkin ngga awam, hahahhaa…. sebenarnya gaya saya menulis itu sudah jauh lebih tegas di banding tulisan2 saya yang sudah saya bukukan, seperti contoh : Kejujuran

      • @lovepassword

        sengaja saya jawab terpisah yang satu ini:

        Apa masalahnya menjangkau Tuhan dengan pemikiran ?

        masalahnya adalah Anda tidak memiliki pijakan yang kokoh, karena pikiran itu bs saling menguatkan dan bisa saling melemahkan dirinya sendiri….

        Tidak ada yang salah dengan pikiran, tidak ada yang salah dengan tubuh, tidak ada yang salah dengan nafsu, yang menjadi masalah adalah ketika pikiran, tubuh dn nafsu itu mau “mengontrol” TUHAN….

        contohnya masalah “takdir” di atas,… karena Kehendak TUHAN mengatakan bahwa orang yang tidak percaya kepada TEBUSAN DARAH YESUS pasti akan binasa, nah oleh pikiran, itu bisa ditolak, bisa mencari menang sendiri, lalu menolaknya dan menerima ajaran dari ajaran2 lain yang mengatakan bahwa penghakiman itu tidak ada… cari aman namanya, dalam bahasa alkitab disebut suam-suam kuku…

        Dan kesaksian ALKITAB adalah kesaksian oleh ROH KRISTUS dari mereka yang juga meneliti akan ucapan-ucapan ILAHI, bukan oleh pikiran mereka sendiri, jadi terimalah ROH KRISTUS sebagai tuan atas pikiran…karena hanya ROH ALLAH yang bisa mengerti semua pikiran-pikiran TUHAN…

        salam juga

      • Hmmm menurutmu gicu ya? Terus kalo bukan dengan pemikiran mestinya menjangkau dengan apa Par ???

      • @lovepassword

        jangkaulah dengan iman….
        kan kita sudah percaya bahwa pikiran kita tidak dapat menjangkau TUHAN, kalau belumpercaya itu berarti teruslah mencari dengan pikiranmu…

        tetapi kalau sudah mentok ya sangat tidak salah orang murtad…
        tetapi pilihan tetap pada Anda,… buktikanlah Anda percaya bahwa TUHAN adalah MAHA dan Anda, kita semua tidak.

        iman bukan pikiran, iman mengendalikan pikiran…

        contoh sederhana,
        kita tidak dapat menjelaskan sepenuhnya kepada anak yang baru bisa berbicara kenapa ia harus cukup nutrisinya melainkan cukup dengan kata2 supaya kuat dan pintar,… apa itu kuat apa itu pintar dia ngga tau tuh dan terkdang kitapun tidak dapat memberi batas apa kuat dan apa pintar… tetapi kita memiliki keyakinan, kita bisa melihat sesuatu yang belum terjadi tetapi akan terjd bahwa ia akan kuat dan pintar dengan nutrisi yang bagus itu…

        salam.

      • Pendapatmu ini kuhargai walau tidak sepenuhnya kusetujui. Memang benar bahwa pikiran bisa plus bisa min – bisa saling tarik menarik. Tetapi iman pun juga punya potensi bisa salah. Artinya selama kita ngomong manusia – baik iman manusia, pikiran manusia, dsb entah aspek lahir batinnya punya potensi baik tetapi juga pada sisi lain tidak bebas kekurangan.

        Di dalam Protestan kalo saya gak salah ingat, setahuku ada tiga cetusan atau tiga semboyan yang cukup terkenal Sola Fide , Sola Scriptura Sola Gratia. Sola Fide diartikan sederhana : Hanya oleh Iman. Ini memang semboyan menarik. Tetapi dalam beberapa hal tidak disetujui Katholik. Meskipun tentu kita bisa menganggap bahwa dinamika mengenai ini masih cukup seru .

        Dalam banyak agama non Kristen tanpa bermaksud membuat masalah ini melebar – karena nuansa diskusinya juga layak dilihat :
        Masalah iman vs akal juga menjadi perdebatan sengit. Misalnya dalam Islam opini dari Ibnu Rusyd dan Al Ghazali sempat menjadi debat wacana yang cukup seru pada masa keduanya.

        Sebelum Protestan ada, cabang2 pemikiran semacam itu juga sebenatnya sudah ada . Misalnya Agustinus mungkin lebih menekankan iman dibandingkan Thomas Aquinas yang lebih filsafati dengan gaya Aristotelesnya.
        tetapi ini mungkin kaitannya karena Agustinus mendapat pengalaman buruk dengan akalnya.
        Agustinus kan pernah tenggelam atau ngefans dengan salah satu filsafat yang kemudian setelah dia kembali ke ajaran Kristen, dia merasa filsafat itu rada membahayakan. Ini berbeda dengan Aquinas yang menciptakan aneka argumentasi logis menarik untuk membicarakan keberadaan Tuhan, misalnya ada argumentasi kosmologis dsb

        Saya sekedar memberikan gambaran iya. Bukan bermaksud mengambang atau tanpa sikap.
        Saya hanya mengatakan bahwa wacana yang kita bahas ini sekali lagi sangat luas dan debatable . Dimana sebenarnya kita memposisikan iman dan akal.

        Kalo kamu tanya pendapat saya pribadi :

        Saya tidak menganggap bahwa akal ada di atas iman, pada sisi lain saya juga tidak menganggap iman di atas akal.

        Bagi saya : akal dan iman sama-sama punya potensi membuat manusia jadi baik, pada sisi lain karena melekat pada manusia , baik akal dan iman juga bisa salah bisa mati , bisa setengah mati dan sebagainya…Saya tidak menganggap akal segala-galanya tetapi juga tidak meletakkan iman demikian absout seakan apa yang dipercayai manusia tidak mungkin bisa salah.

        Kalo menurut saya sih begitu Par.

      • @lovepassword

        yah tepat sekali, segala sesuatu bisa memecah belah manusia itu, bahkan Kasih TUHANpun bisa memecah belah, makanya Yesus berkata, “Aku akan membuat perpecahan di antara saudara”, tetapi kenapa bisa? karena manusia itu sendiri tidak mengerti batasannya, dan angan2nya cenderung masih tidak bisa menyentuh realita,

        tetapi pesan saya sejak awal kan, tentukan dulu pijakan Anda, kalau Anda berpijak pada akal, maka masalah yang dihadapi lebih banyak yang tidak terpecahkan dibanding kalau dasar Anda iman, karena iman ada hukum apa yang tidak dapat kita mengerti silahkan ditanya kepada TUHAN, biar TUHAN yang menjawab, … tetapi kalau kita tidak percaya TUHAN bagaimana bertanya?…carilah TUHAN dengan iman, dan IA akan berkenan…

        dan iman juga mengajarkan masing-masing orang bertanggung jawab atas dirinya sendiri…jadi ngga usah membawa2 Aquinas, Augistinus dls, sumber mereka apa? ALKITAB kan? nah ALKITAB terbuka ngga buat anda untuk dipelajari? sangat terbuka, bahkan ada 900 bahasa yang bisa Anda cross chek, kan gitu…

        nah dari alurmu di ataskan seolah sedang bertanya, iman yang mana yang saya maksudkan, CMIIW,…
        saya seh melihatnya begini, tidak ada agama manapun yang menyelamatkan, dan tidak ada theologia apapun yang menyelamatkan, so? ya tepat sebab TUHANlah penyelamat, HANYA DIA, sebab kita percaya TUHAN ADALAH MAHA ESA…. kan gitu…dan satu hal iman itu bukan agama…

        timbul pertanyaan lagi, TUHAN yang mana?
        namaNYA YESUS KRISTUS…. DIA lah TUHAN YANG BENAR…

        mau coba?
        gunakanlah Proof by Contradiction untuk menguji allah lain, pasti gagal…

        contohnya, ada allah yang berkata Yesus hanya nabi, tetapi timbul kesalahan,
        jika mengaku Yesus adalah Kristus atau Al Masih kenapa disebut hanya nabi? itu upsidedown…

        salam;

    • @Borusasada : Yang saya pahami, Kekristenan memang tidak meyakini “takdir.” Yang saya pahami adalah “Kehendak Allah.” Menurut Om, samakah pengertian “Kehendak Allah” dengan “Takdir”

      Pertama : Sudah saya jelaskan bahwa pendapat Kristen soal Prestinasi dan Freewill itu ada banyak.

      Saya rasa di forum2 Kristen, di blog2 Kristen bahasan soal itu banyak, misalnya yang lumayan komprehensip :

      http://akhung.wordpress.com/2009/08/20/predestinasi-vs-kehendak-bebas/

      Kalo bagaimana mengartikan kata takdir ? Ya sederhana saja, kita buka kamus lalu dibaca artinya apa ? jadi kita memakai term yang artinya bisa dipahami banyak orang. Tanpa harus berdebat terlalu panjang soal definisi.

      Takdir bahasa gampangnya saya rasa gini : Sesuatu yang sudah ditetapkan sebelumnya

      Lha kehendak Allah ya kehendak Allah : Apa yang dikehendaki Allah. Kalo menurutku ya diantaranya termasuk takdir /predestinasi tadi.

      Lha kalo masalah ada keberatan soal predestinasi, saya juga tahu alasannya kenapa ? Karena predestinasi dianggap melimpahkan tanggung jawab dosa kepada Allah . Keberatan paling serius di situ. Selain ada juga keberatan lain misalnya dianggap mendorong orang jadi fatalis, tidak mau berusaha dsb.

      karena itulah sebagian orang entah itu Islam /Kristen menolak itu.

      Tetapi juga bukan berarti kalo konsep freewill juga tidak punya masalah, karena seakan membuat manusia lebih berkuasa daripada Allah.

      Masing2 konsep itu punya plus minusnya.

      Jadi posisinya dalam agama entah kamu mau ngomong Islam atau Kristen : Sebenarnya secara gampang saja , saya bisa menunjukkan :

      Ada tiga sudut pandang dalam soal Predestinasi dan Free Will :

      Pertama : Pihak2 yang lebih menekankan pada takdir atau predestinasi
      Kedua : Pihak2 yang menekankan pada kehendak bebas atau free will
      Ketiga : Pihak2 yang menganggap bahwa baik freewill maupun predestinasi sama2 ada dasarnya sehingga sebaiknya keduanya harus dilihat secara harmonis/seimbang.

      Lha pihak yang nomor 2, memang pasti menolak nomor 1, lha pihak yang nomor 3 kadang juga mengatakan menolak nomor satu atau nomor dua. Tetapi yang dia tolak aslinya ada pada sisi keberatannya tadi : Yaitu tanggung jawab dosa tidak bisa dikambing hitamkan kepada Tuhan.

      SALAM

      • @ Lovepasword
        Takdir bahasa gampangnya saya rasa gini : Sesuatu yang sudah ditetapkan sebelumnya

        Lha kehendak Allah ya kehendak Allah : Apa yang dikehendaki Allah. Kalo menurutku ya diantaranya termasuk takdir /predestinasi tadi.

        .
        .

        Dalam keyakinan di dlm keKristenan itu sesuatu yg ditetapkan itu, maka itu adalah suatu ketetapan yg telah diberitahukan sebelumnya. Kau jgn campur adukkan Takdir dlm mindset keyakinanmu itu Love..
        Itu makanya kamu tegar tengkuk dlm menyikapin tawaran kasih Kristus itu datang kpdmu. Jikalau kamu mati dlm lautan api neraka krn penolakanmu kpd Kristus apakah kamu katakan itu takdir ?? Itu adalah kebodohanmu yg sangat salah. Satu keyakinan saya di dlm Kristen bhw rancangan Allah atas dunia ini adalah rancangan ttg damai sejahtera, bukan sebaliknya. Jadi kita dapat merubah yg sesuatu yg jelek di masa yg akan datang itu dgn mengucapkan keyakinan di dalam nama Yesus Kristus. Sebab segala yg jelek dan rancangan penderitaan datang hanya krn Iblis dan keinginan manusia itu sendiri…
        .
        .
        Paham Love ??
        .
        .
        Belom pak Robin !!
        .
        .
        Ya udah tanya lagi ..?
        .

      • Gini ya Pak Robin tercinta, kamu sudah paham maksud omonganku belum sih 🙂

        Masalah takdir atau predestinasi, saya memakai term umum, definisi umum saja itu.
        Dan bukankah sudah saya katakan bahwa predestinasi total tanpa ada ruang untuk freewill – layak diperdebatkan dari sisi tanggung jawab manusia atas dosa. Karena itulah sisi itu sering diprotes.

        Tetapi sekali lagi ada tapinya : freewill juga punya masalah. Itu juga harus dilihat. Predestinasi juga ada aspek baiknya, misalnya membuat manusia tidak sombong, tidak merasa segala yang ada karena usaha manusia sendiri, dsb.

        Jadi dua konsep itu ada plus minusnya.

        Kalo kamu tanya padaku : Ya manusia berusaha Tuhan menentukan. Itu sudah konsep yang cukup baik. Itu jalan tengah. Tetapi jangan lantas malah dibuat susah, kalo Tuhan yang menentukan maka manusia dianggap bebas tanggung jawab. Lha siapa juga yang ngomong gicu. Konsep itu untuk menunjukkan bahwa manusia itu bukan segala-galanya jadi jangan lantas ditembaki dengan sisi yang gak nyambung. Bahwa karena Tuhan menentukan maka manusia tidak layak dihukum jika salah.
        Nggak itu sudut pandangnya…

        SALAM

      • @Om Lovepassword

        Tanpa bermaksud meng-copy paste ucapan Tulang RAS, saya juga meyakini bahwa rancangan Allah atas dunia ini adalah rancangan ttg damai sejahtera, bukan sebaliknya (Yeremia 29 : 11). Ini konsep Alkitab tentang rancangan Allah, kehendak Allah, ketetpan Allah. Apakah konsep seperti itu bisa disamakan dengan “takdir” yang Om lovepassword maksud?

        ps: Silverqueennya masih ada ga, Om?

      • @borusasada,

        buat lovepassword ada istilah win-win solution, dalam topik ini ia berkata: “Ya manusia berusaha Tuhan menentukan”,

        sekilas bisa dibenarkan, tetapi karena kita sedang membahas konsep, tentu pertanyaan lanjutan adalah, apa saja yang ditentukan Tuhan?, itu yang sampai sekarang lovepassword tidak bisa jawab…

        sementara Alkitab berkata, kehendak Tuhan adalah atau apa yang ditentukan TUHAN adalah… damai sejahtera…

        salam,

      • Sudah saya katakan bahwa konsep takdir serta freewill itu punya kelebihan dan kekurangannya masing2.

        Misalnya :

        Freewill punya kelebihan dari sisi tanggung jawab manusia: Karena elo salah ya dihukum.
        kelebihan lainnya : mendorong manusia tetap berusaha.

        freewill bermasalah dari sisi seakan membuat manusia jadi sombong seakan semuanya karena kekuatan manusia. Bagaimana mungkin kehendak bebas manusia ciptaan Allah mempengaruhi kemahatahuan Allah

        Predestinasi punya kelebihan dari sisi kepasrahan atau penyerahan manusia kepada Tuhan. Tidak menganggap keberhasilan manusia dari sisi kekuatan manusia.

        Predestinasi punya kekurangan dari sisi : Seakan mengajar manusia tidak perlu berusaha. Juga bermasalah jika dikaitkan dengan tanggung jawab atas dosa. Jika semuanya ditetapkan lalu layakkah manusia dihukum, dsb…

        Ketika seseorang menolak freewill misalnya tentu yang dia lihat aspek kelemahan freewill. Begitu juga ketika ada yang ngomong nggak setuju predestinasi tentu aspek fatalis, aspek tanggung jawab dosa itu yang menyebabkan keberatan.

        Pihak yang pro freewill murni jelas menolak predestinasi, tetapi pihak yang ditengah juga menolak sisi jelek predestinasi meskipun sisi yang baik tetap dipakai.

        Kalopun misalnya ada yang mengutip satu ayat tertentu ya, itu baik-baik saja sih, tetapi perlu dilihat bahwa ada ayat mengenai freewill tidak sama artinya dengan tidak ada ayat mengenai predestinasi.

        Misalnya saja Kalo kamu berkenan, atau siapapun yang berkenan.

        Coba kamu jelaskan penafsiranmu atas :

        Roma 9 : 11 sampai 21 ….

        Tulisan Paulus itu sedikit banyak juga terkait PL, misalnya soal Musa, sebagian lagi juga ada di Yesaya.

        Dalam salah satu diskusi dengan Mas Dewo , masalah ayat periuk itu juga pernah dibahas.
        Kalo kamu mau, coba kamu baca ayat itu dan coba kamu jelaskan di sini apa pendapat kamu , apa penafsiran kamu mengenai ayat itu…

        SALAM

      • Oke, Par… agar serangkaian keberatan-keberatan semakin terang benderang, coba kamu juga ikut menjelaskan pendapatmu soal Roma 9 ayat 11 sampai 21…

        Ayat ini oleh pendukung predestinasi kan sering dipakai…. Jika menurutmu predestinasi sama sekali tidak ada. Bagaimana penafsiranmu atas ayat2 sejenis dengan itu, misalnya :

        Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudar

        Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?

        Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan

        dsb…

      • @lovepassword

        sepertinya sudah jelas argumentnya di atas banget, Kristen tidak menolak predestinasy dan tidak menolak freewill, yang saya katakan predestinasy + freewill itu dikatakan sama dengan KEHENDAK ALLAH…

        sejak semula memang Allah menciptakan manusia itu serupa dan segambar dengan Kristus,…baca Kejadian pasal awal…
        tetapi dari serupa dan segambar itu TUHAN juga menganugerahkan “hak pilih” kepada manusia…nah hak pilih inilah yang digunakan manusia untuk melawan Tuhan,… meskipun manusia telah melawan tetapi maksud tetap jalan, yaitu manusia harus menjadi segambar dgn Kristus, yang karena sudah melawan tadi maka Kristus datang memperbaiki hubungan yang sudah rusak itu

        nah Kristus sudah datang, jadi image dan gambar ALLAH itu sudah dipertontonkan kepada setiap manusia, dan setiap manusia seharusnya sama seperti Kristus karena manusia adalah ciptaan TUHAN,… pertanyaannya, freewillmu itu kamu gunakan untuk memilih gambar atau image Kristus yang sudah ditentukan buat kamu sejak awal, atau melawan dan tidak menerimanya?….

        diskusi ini sudah tidak mendiskusikan tentang freewill atau predestinasy, bahwa memang free will ada dan predestinasy juga ada, entah apapun namanya itu tetapi kita menyebutnya KEHENDAK ALLAH, artinya free will itu dibungkus oleh rancangan besar TUHAN; pertanyaannya sejak awal kan, apa yang Tuhan kehendaki sejak awal? lovepassword bisa jawab ngga?

    • @Borusasada,

      Mencermati komplain Hendra thdp Patwal SBY, fanya jadi inget lagi komentar positif Borusasada yg ga sempat saya respon sbb:

      Kalau komplainnya ke manusia? Boleh saja, asal jangan jadi batu sandungan bagi mereka yang kita komplain. Sehingga orang yang kita komplain tadi ga balik marah dan malah menciptakan permusuhan diantara kita. Atau seperti yang Paulus bilang, “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.” (Efesus 4:26).

      Terimakasih atas pengertian ada. Memang seperti itulah maksud fanya, bahwa KOMPLAIN terhadap MANUSIA tidak selamanya merepresentasikan penolakan terhadap Tuhan, bahkan adakalanya justru sbg refleksi pengamalan ajaran Tuhan.
      Dalam kaitan itu kasus Sdr Hendra yg KOMPLAIN thdp perilaku PATWALPRES, terbukti merupakan tindakan positif yg banyak memperoleh apresiasi dari berbagai pihak. (Om Par mungkin memandang komen fanya yg mengamini pemikiran Sdr Viking sbg “objection/contra” fanya thdp pemikiran Om Par, padahal maksud fanya sih sekedar masukan bhw tdk semua komplain – dhi komplain thdp manusia- merupakan penolakan terhadap Tuhan, gicu looh…)

      DetikNews, Sabtu, 17/07/2010 12:26 WIB ….

      Kasus Hendra versus patwal Presiden SBY ternyata mengingatkan masyarakat pengguna jalan tol lain dengan kejadian yang pernah dialami. Namun kebanyakan dari mereka tak seberani Hendra yang bisa komplain melalui surat pembaca.

      “Jadi ini mengingatkan kembali kalau ternyata masyarakat lain juga pernah ada kejadian yang sama. Tapi mereka nggak berani komplain,” ujar Ketua Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo kepada detikcom, Sabtu (17/7/2010).

      Sudaryatmo mengatakan, Hendra yang memang berprofesi seorang wartawan itu kebetulan berani komplain dalam surat pembaca. Tapi banyak masyarakat yang mempunyai hak yang sama atas pengguna jalan tol tidak bisa seberani Hendra karena tidak ada akses untuk komplain.

      “Keberatan ada tapi nggak berani komplain. Makanya seringnya lewat telepon untuk memberikan informasi,” jelasnya.

      Karena itu, lanjut Sudaryatmo, seharusnya Presiden SBY juga bisa memberikan akses kepada masyarakat untuk bisa memberikan keluhan-keluhannya. Sehingga para pejabat, Paspampres juga tahu kalau mereka terus diawasi oleh rakyat.

      • @fanya

        hehehehe, belum kelar juga masalah komplain yah,
        sekali lagi saya rangkum singkatnya,

        kutipan pertama saya di atas banget adalah…perihal adanya sengketa di antara sesama umat Allah, yang digambarkan sebagai kemauan hawa nafsu manusia itu yang selalu berjuang di dalam diri manusia itu sendiri,

        nah untuk menjelaskan ini saya ambil contoh langsung dari kutipan Perjanjian Lama, dimana ada orang yang komplain/menggerutu….
        kenapa mereka menggerutu? karena mereka meski sudah mengenal Kehendak Tuhan, meski sudah merasakan kuasa TUHAN, tetapi sengaja melawan, berontak, kenapa begitu? karena mereka menganggap kebutuhan tubuh mereka lebih dikedepankan ketimbang kebutuhan TUHAN,… nah itu sama persis dengan gejolak umat ALLAH yang disebut Kristen di atas….semuanya hanya karena nafsu..

        tetapi perkara perlawanan Israel itu bukan perkara langsung melawan, tetapi dimulai dari gerutu-gerutu, komplain2, yang menggerutu panaslah, yang meggerutu kehausanlah, yang menggerutu kurang makanan lah dan sebagainya…. nah gerutu2 ini kalau terus dipupuk bisa mendemoralize sesamanya, contohnya Musa sampai minta mati saja kepada TUHAN, dan gerutu ini kalau dipupuk terus akhirnya tidak ada ras syukur, dan akhirnya apa? ya itu tadi tidak bisa melihat kehendak TUHAN, berontak, tidak percaya TUHAN lagi…

        nah perpecahan di tubuh Gereja juga begitu, kalau semua sudah paham maksud Kristus tentang damai sejahtera, tentang kasih, maka masak masih ada persengketaan? masak masih ada permusuhan?, nyatanya masih ada kan? nah keadaan itulah yang disebut sebagai nafsu yang dikedapankan…. itu tidak serta merta langsung ada perseteruan, diawali gerutu-gerutu dulu, contohnya, gerutu orang Kristen yang lebih dinomor duakan perihal sumbangan2, gerutu tentang betapa Kristen yang latar belakang Yahudi lebih eksklusif, dan gerutu-gerutu pengajaran, d.l.l, akhirnya terjadilah demorilized sesama, yang ujungnya perselisihan melahirkan perselisihan dan sebagainya dan seterusnya, yang semuanya sama, yaitu berasal dari nafsu…

        gerutu dan komplain itulah yang saya jelaskan, saya tidak menjeneralisasi… tetapi bisa juga digeneralisasi, jika di dalam konteks…
        perhatikan jika ada orang yang kerjaannya menggerutu saja dan cara ia menyampaikan gerutunya/komplainnya tidak rohaniah,.. maka lama-lama bisa tidak tahu bersyukur….dan orang yang sudah tidak tahu bersyukur itu sama saja sudah menolak Kristus….

        salam

      • @fanya

        saya pisahkan kutipan Anda berikut,
        Kalau komplainnya ke manusia? Boleh saja, asal jangan jadi batu sandungan bagi mereka yang kita komplain. Sehingga orang yang kita komplain tadi ga balik marah dan malah menciptakan permusuhan diantara kita. Atau seperti yang Paulus bilang, “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.” (Efesus 4:26).

        tepat sekali, tetapi konteksnya jadi beda karena ada kata marah, marah itu bukan komplain dan bukan gerutu, tetapi untuk konteks diskusi kita bisa juga diartikan bagaimana menyampaikan gerutu atau komplai,
        dengan demikian itulah yang saya sebut menolak komplain, menolak gerutu yang terus menerus…

        artinya kalau kita marah, jangan sampai lupa meminta maaf, jangan sampai dendam, jangan sampai lupa memohon ampun, itulah yang disebut penyelesaian yang rohaniah…

        seprti kata pengkotbah, amarah itu sesuatu yang tidak dapat kita kendalikan kapan datangnya karena itu sudah menjadi bagian dari manusia yang hidup, tetapi kita dapat mengendalikan apa yang dapat kita omongkan, ya toh?, jadi jangan karena kita tidak dapat mengendalikan omonngan semuanya jadi kacau, semisalpun ada saat kita keceplosan, ya jangan sampai berlarut-larut, kalau ternyata Anda salah mengaku salahlah, renungkan dalam-dalam,.. tetapi bagaimana anda bisa merenung kalau pkiran hanya dendam dan merasa benar melulu, hanya menggerutu, hanya komplain? bagaimana merenung kalau tidak pernah bersyukur?,…

        itu lah masalah pokoknya..

      • @ Om Parhobass,

        Understood Sir! Semua yg Om kemukakan adalah benar adanya dan fanya tidak keberatan karena komplain thdp sesama manusia sebagaimana Om kemukakan diatas memenuhi kriteria dpt demoralizing people.

        Berbeda dengan kasus Hendra yg komplain thdp SBY diatas, fanya yakin, sbgmana dikemukakan oleh berbagai pihak, komplain ybs jelas inspiring so many people to turn back to what God teaches and asks us to do….. this is another way of Sermon, this is beautiful…. justru hal tsb menjadi bukti bhw Kasih Tuhan ada dlm berbagai wujud episode kehidupan, termasuk dlm Komplain seseorang thdp kita.

        Komplain thd SBY merupakan ekspresi Kasih Tuhan yg mengingatkan beliau utk introspeksi thdp dirinya dan menghargai orang lain, hak2 orain lain sbgmn Tuhan menghargai dan mengasihi semua umat-Nya.

        salm

      • @ Om Parhobass,

        Maaf kalo fanya juga jadi ikut2an membagi dua tanggapan fanya nih.

        Kalo kita yakin bhw SEMUA BENTUK KOMPLAIN thdp sesama manusia juga mengarah kpd PENOLAKAN thdp Tuhan, fanya khawatir:

        1. Hendra atau siapapun tidak akan komplain thdp tindakan Patwal Pres tsb, sehingga hal seperti itu akan terus berlanjut….., .

        2. Orang2 yg anggota keluarganya tewas, cacat, rumahnya dan seluruh hartanya ludas terbakar akibat meledaknya tabung gas, tidak usah komplain thdp Pertamina atau produsen tabung gas dan komponennya ……agar tidak menolak Tuhan.

        3. Para TKI/TKW yg diperlakukan semena-mena oleh pihak PJTKI, Majikan, Oknum Kemennaker dan oknum2 lain di Bandara/Pelabuhan/Imigrasi dll tidak boleh komplain dan biarkan semua berjalan terus sebagaimana adanya…. agar tidak menolak tuhan.

        4. Korban2 akibat sistem keamanan transportasi yg tidak memadai di berbagai bidang (angkutan udara, darat, laut, lintasan KA tanpa palang pintu dll), tidak boleh komplain thdp penanggung jawab, instansi dan institusi terkait…. karena semua musibah yg dialami adalah kehendak-Nya, dan komplain berarti menolak Tuhan.

        salam

      • @fanya,

        itulah yang saya utarakan di awal,
        kalau ternyata ada sesuatu yang tidak mengenakkan terjadi, atau ada suatu penderitaan, maka kalau Anda manusia yang rohaniah, lihat dulu kehendak ALLAH di sana, ada apa tidak?, sebab terkadang ada penderitaan yang dikehendaki oleh TUHAN,..kalau ternyata TUHAN menggerakkan Anda untuk “protes”, maka jangan berlambat-lambat melakukannya…. DO IT NOW!!! hehehehe…. itulah bukti kita mengenal TUHAN….

        nah cara pandang yang beginilah yang membuat kita kalau “komplain”, menjadi penuh damai sejahtera,…dewasa, tidak ngotot2an…dls

        permasalahan timbul, kan tidak semua manusia rohaniah, ada yang mengaku2 saja, ada yang agamis saja, … nah ketika melihat cara “komplain” tertentu yang tidak rohaniah, maka orang lain akan ikut2an, maka terjadilah demorilizing berkelanjutan, setiap orang akhirnya sah untuk komplain/demo dan sebagainya, bukankah itu yang terjadi sekarang ini fanya? akhirnya orang yang menyampaikan “kebenaran” jadi dianggap sama dengan orang yang hanya teriak demi perutnya…… itulah yang terjadi sekarang ini, setiap orang berhak teriak,…. bahkan cenderung tidak sopan,…..itu kenapa? karena sudah terlalu sering orang mengucapkan “komplain”nya dengan tidak rohaniah…

        orang yang mengaku beragama tetapi tidak rohaniah….parah kan?

      • @ Om Parhobass,

        ,..kalau ternyata TUHAN menggerakkan Anda untuk “protes”, maka jangan berlambat-lambat melakukannya…. DO IT NOW!!! hehehehe…. itulah bukti kita mengenal TUHAN….

        =======

        great…..! Memang itulah yg sejak awal fanya sampaikan, tidak selalu KOMPLAIN atau “protes” merupakan refleksi dari menolak TUHAN, karena sebagaimana yg Om Par kemukakan diatas, ada “protes” atau KOMPLAIN yg justru digerakkan oleh TUHAN dan menjadi bukti kita mengenal TUHAN…,

        terimakasih, the problem is solved than the case is closed.

        salam

      • @Om Parhobass

        Sorry, a typing error on the closing paragraph…
        maksudnya : the problem is solved, then the case is closed. tq

        salam

      • @fanya

        wadduh bukannya dari awal pandangan saya begitu?
        apakah saya berkata2 agak susah dicerna?

        coba baca ulang lagi deh koment ke lima dari atas banget….
        sepertinya seh begitu saya katakan dari awal banget…

        hehehehe….

        y sudahlah kalau sudah closed

        salam

      • 🙂

  20. @Bapa Tua Parhobass

    Hahaha.. 😆
    Enak juga jadi borunya Bapa Tua Parhobass. Dapat bonus penjelasan. Nah, dengan penjelasan Bapa Tua, boru kan jadi lebih ngerti maksudna artikel Bapa Tua 🙂
    Tetap semangat dalam berkarya, ya Bapa Tua..

    Boru akan sering2 berkunjung dan ikut membagikan kisah kasih Kristus. Tapi kali ini boru agak repot di tempat Ompung Jephman. soalnya inang Fitri lagi “curhat” di sana.. 😉

    • @inang boru sasada

      terimakasih inang…
      sebenarnya “dialog” di atas cukup sepanjang 2 atau 3 komentar, tetapi karena tidak semua orang bisa menanya apa gerangan arti dan maksud sudah langsung membeberkan isi kepalanya masing2…
      dan itu wajar karena ALKITAB juga dibuat seperti itu, ALKITAB dibaca sesuai isi kepalanya, dan isi kepalanya sudah terlebih dahulu tidak ada pijakan ROH ALLAH,;… ya ngga bakalan ada sambungan, ya toh…

      Tuhan Yesus kiranya memberkati kita…

  21. Apa artinya “inang”? ❓ 🙄

    • di blog parhobass.wordpress.com ada artikel “partuturan” atau jika dibahasa indonesiakan tata krama bertutur di orang batak,

      orang batak sangat tidak sopan memanggil nama, tetapi menyebut beberapa sebutan status, gelar, marga d.l.l

      nah tata cara itu ditentukan oleh marga.

      contohnya kata inang, terjemahannya bisa disebut ibu, putri, adik perempuan atau perempuan, d.l.l
      di dalam kasus saya dengan nick borusasada, saya memanggilnya inang karena, kami sama2 satu marga, yaitu TOBING,
      nah TOBING adalah marga yang diturunkan dari seorang yang bernama Si Raja Lumban Tobing, anak dari Si Huta Toruan, anak dari Si Guru Mangaloksa Hasibuan… nah dari Si Raja Lumban TOBING dibuatlah penomoran untuk menentukan kedekatan kekerabatan baik sesama tobing maupun dengan marga lain yang ada ikatannya dengan tobing…

      di dalam hal ini saya nomor 16, artinya saya adalah turunan ke 16 dari si TOBING pertama yaitu Si Raja Lumbantobing… dan si borusasada adalah urutan 17, artinya dia urutan ke 17, yang mengakibatkan saya satu nomor dengan orang tua boru sasafa, nah karena satu nomor, maka kita akan mencari persatuan asal dari tobing-tobing yang melahirkan kita, setelah ditelusuri ternyata saya dengan borusasada sudah terpisah sejak TOBING nomor 6, di tobing nomor 5 kami sama, yaitu Raja I Jae-Jae, anak Raja I Jae-Jae ada 4, saya dari anaknya yang pertama Op TUAN dan boru sasada dari adinya si Op TUAN… nah karena Op TUAN adalah lebih tua, maka orangtua boru sasada memanggil saya ABANG juga, dan semua anaknya akan memanggil saya BAPA TUA atau Amangtua,… sekiranya saya adeknya Bapak kandung si boru sasada maka saya akan dipanggil Amanguda, atau Bapa UDA,
      nah karena saya senomor dengan bapaknya si borusasada, maka semua anak perempuannya saya panggil inang, atau putri (ku),.. dan semua anak laki2nya saya panggil amang atau anak(ku)…

      itulah ikatan sedarah orang batak…panjang yah penjelasannya, semoga bisa dimengerti, tak apa2lah kalau ditanya lagi sekiranya ada yang kurang jelassss

      inang diucapkan kepada:
      -ibu kita
      -putri adek kita
      -putri abang kita
      -istri dari adek laki-laki kita (anggi boru atau cukup inang)
      -istri dari saudara laki-laki istri kita (inang bao)

      terimakasih…

  22. @ Fitri

    Inang adalah penyebutan dlm bhs Batak kpd seorang wanita yg bisa memiliki arti berbeda kpd siapa hendak dikenakan..

    Mis 1. Kalau Ayah, atau semarga dgn dia memanggil anak perempuannya
    2. Kalau anak-anak memanggil ibu kandungnya
    3. Kepada seorang wanita yg dihormati dlm penatua gereja
    4. Panggilan hormat yg lebih muda kpd (wanita) yg lebih tua.

    Begitu ya Fit …

    • @lae Sihotang

      yup saya terlepas satu… yaitu

      istri pendeta, atau wanita yang dituakan atau wanita yang dihormati biasa juga dipanggil inang,

      terimakasih lae…

  23. […] disebabkan oleh betapa seringnya kita menggerutu…(sudah saya ungkapkan sedikit di artikel Komplain. Orang yang mengaku pengikut Kristus membawa konsekuensi yang hebat, berarti ia sudah diterima oleh […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: