Saudara, satu darah

Juni 24, 2010 pukul 12:47 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: , , , ,

(Yakobus 2:1 [ITB])
Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.

Diperkirakan Yakobus menulis surat ini sekitar tahun 44-60 Masehi. Rentang tahun itu menjadi penting bagi orang untuk menentukan siapa sebenarnya penulis surat ini. Teori mengatakan ada 3 orang kemungkinan siapa yang menulis surat ini. Jelas saja agak susah menentukan siapa orangnya yang pasti, karena nama Yakobus bagaikan nama Joko di Jawa, jika ada marga atau petunjuk lain, mungkin akan semakin mudah untuk menjelaskan, tetapi sekarang kita hanya mendapat nama pertama. Perjanjian Baru memiliki petunjuk untuk teori ini, yaitu:

a. Yakobus saudara Yohanes, anak Zebedeus, salah satu dari 12 Rasul pertama atau biasanya disebut Penatua Yakobus, Rasul Yakobus mati martir kira-kira tahun 41 M

b. Yakobus anak Alfeus atau Yakobus anak Kleopas

c. Yakobus saudara Yesus Kristus, anak Yusuf.

Tidak ada yang pasti, yang pasti adalah… penulis bernama Yakobus, seorang hamba Kristus, seorang Kristen, kemungkinan besar seorang Yahudi, dan tentu pengikut Tuhan YESUS Kristus.

Keyahudian Yakobus tidak dapat diragukan, untuk satu kutipan di atas saja, kita dapat merefer 3 ayat utama langsung dari Perjanjian Lama, Kitab Yahudi pada masa itu,.. yaitu:
(Imamat 19:15 [ITB])
Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan; janganlah engkau membela orang kecil dengan tidak sewajarnya dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili orang sesamamu dengan kebenaran.

(Ulangan 16:19 [ITB])
Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar.

(Amsal 24:23 [ITB])
Juga ini adalah amsal-amsal dari orang bijak. Memandang bulu dalam pengadilan tidaklah baik.

Yakobus sendiri menulis surat ini bukan kepada perorangan atau kepada Jemaat tertentu, tetapi kepada semua orang yang mengaku dan mengikatkan diri kepada umat Allah, yang pada masa itu telah disebut orang Kristen, dan orang Kristen itu Yakobus sebut sebagai saudaranya.

Dari ayat kutipan di atas, Yakobus menuliskan kata-kata “saudara-saudaraku”,… memang sangat tepat, setiap orang yang mengaku percaya kepada Kristus adalah saudara.
Kenapa bisa? bagaimana penjelasannya?
Umat Allah adalah umat yang dilahirkan oleh Roh,… nah karena kita semua memiliki Roh Yang Satu, maka tentu roh kita memiliki Bapa Yang Satu juga,.. dan supaya lebih jelas lagi, bahwa kita memiliki darah yang sama, yaitu darah yang telah disucikan oleh Darah Tebusan Kristus. Dan kalau kita masih mengingat kata saudara sedarah daging, maka menjadi jelas kepada kita maksud sesama Kristen adalah saudara oleh karena darah Kristus yang dialirkan kepada kita dengan kuasa Roh Kudus yang bekerja. Kita satu darah.

Jadi apapun gereja kita, apapun denominasi kita, seperti Yakobus, seorang Yahudi di atas, seharusnya dan sepatutnya adalah saudara oleh karena Darah Penebus kita adalah Satu, TUHAN adalah Satu.
Jadi oleh Roh kita adalah saudara, dan karena kita saudara, oleh kuasa Anak Allah, kita dilayakkan memanggil TUHAN sebagai Bapa. Dan kalau kita sudah mendapat kasih karunia sebesar itu, maka kiranya kita janganlah menggunakannya menjadi salah sasaran lagi…salah satu contoh yang disebut di ayat kutipan di atas adalah… jangan memandang muka, atau jangan dengan memandang tanda-tanda lahiriah. Karena seseorang kaya maka kita menganggapnya lebih layak disebut saudara ketimbang seorang yang miskin. Atau sebaliknya dan seterusnya…

Jauh sebelum Kanonisasi, telah banyak saudara, Kristen, orang yang percaya dan beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia. Dan kiranya jauh setelah kanonisasi anugerah TUHAN akan terus berkarya di muka bumi ini, meski Kitab Suci berkata bahwa penyesat akan selalu ada, maka kiranya darah tebusan Kristus mengikat kita sangat kuat di dalam satu darah persaudaraan, sebab oleh ikatan Darah Kristuslah kita dilayakkan memanggil DIA, BAPA.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ Parhobas

    Sangat benar perkataan laeku di atas ..
    Karena Tuhan telah mengatakan ,
    Saudara-saudaraKU adalah mereka yg melakukan kehendak BAPA KU. Selama Kristus adalah batu penjuru bagi kita maka semua yg percaya kepadaNYa akan disebut Anak-Anak Allah yg Maha Tinggi milik kepunyaan ALLAH sendiri

    Salam Kasih ma di laeku …
    Shalom Ves Aleluja

    • @lae Sihotang

      salam kasih juga lae,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: