Melihat Maksud TUHAN

Juni 18, 2010 pukul 11:30 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag:

Markus 6:44 Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.

Salah satu mukjijat yang YESUS lakukan adalah memberi makan orang banyak, ribuan orang, hanya dengan “source” yang selayaknya hanya untuk 3 orang saja atau katakanlah untuk 12 orang. Ini bukan perkara 12 orang tadi merelakan bagiannya diperkecil sampai per seribu bagian, sehingga ribuan orang itu mencicipi hanya “sedebu” makanan, tetapi perkara … menjadi ada sisa, melimpah, semua orang kenyang dan puas,…di dalam sense orang batak, masih ada yang bisa dibungkus untuk dibawa ke anak-anak,….

IA Sanggup, hanya itu yang bisa kita sebut…

Tetapi apakah selamanya YESUS berbuat yang demikian?
Bahkan kita harus ingat jauh sebelumnya, … bahwa YESUS ternyata harus lapar…

Matius 4:2 Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.

Jelas IA menjadi lapar, IA sedang berpuasa…

Dan karena IA sanggup “melimpahkan” makanan, menciptakan maka, Iblis menggoda YESUS menggunakan KUASA dan KESANGGUPANNYA, untuk membatalkan puasaNYA, IA digoda untuk merusak maksud puasa YESUS…

Jadi sama dengan point pertama, bisa saja YESUS tidak memberi makan ribuan orang, tetapi jika tidak dilakukan maka akan membatalkan maksud TUHAN, bahwa IA adalah Sumber….

Jadi DIA yang memberi, DIA juga yang bisa merasakan penderitaan kita, itu semua dapat kita kenali dengan mengerti maksud TUHAN, apa rancangan TUHAN,…. karena IA adalah Sumber, maka mari mengalir mengikuti alurNYA DIA,…bagaimana kita dapat mengalir mengikuti alur TUHAN? dengan menerima ROH-NYA YANG KUDUS….Dengan demikian kita seperti kata Kitab Suci, kita bagaikan tumbuhan yang tumbuh di dekat sungai, akar kita terus menerus menerima makanan dari Sumber Yang Kekal, Sungai Kehidupan.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. menjadi ada sisa, melimpah, semua orang kenyang dan puas,…di dalam sense orang batak, masih ada yang bisa dibungkus untuk dibawa ke anak-anak,….

    ===> Kalo masalah bungkus membungkus makanan lantas dibawa pulang itu bukan sense orang Batak Par, itu sense orang Indonesia… he he he…

    • @lovepassword

      hahahahaha, oh bukan orang batak saja yah?

      tetapi ada yang berbeda mungkin…. ada beberapa tipe orang batak mengenai bungkus membungkus,

      1. Si ibu2/inang-inang bisa hanya makan sedikit di pesta, tetapi lebih mementingkan bungkusannya karena terlalu memikirkan orang yang nunggu makanan di rumah

      tetapi ada juga
      2. Saking rakusnya makanan di pesta juga diembat sebanyak-banyaknya, setelah dia kenyang lalu masih meminta untuk mengisi bungkusan untuk dibawa pulang….

      kalau ternyata poin di atas sama apalagi nomor 2, berarti memang orang indonesia butuh didoakan secara khusus supaya lepas dari roh serakah….

      hehehhe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: