Penderitaan adalah penderitaan

Juni 16, 2010 pukul 2:33 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag:

(Yakobus 1:2-3 [ITB])
Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.

Ini sedang tidak menjelaskan tentang menipu diri sendiri. BUKAN. Contoh menipu diri adalah… kalau kita terbakar di bagian kulit kelingking, menangis saja, sebab itu memang sakit dan perih, tidak usah berpura-pura mengatakan seolah itu tidak perih atau tidak sakit…tapi rasakanlah sakit itu, karena Anda tahu itu sakit, maka jika nanti bertemu dengan sumber-sumber panas yang menimbulkan kebakaran kulit kita bisa bijaksana menghadapinya… Jadi penderitaan adalah penderitaan, hadapilah itu tanpa berpura-pura atau tanpa menipu diri sendiri…. Lapar adalah lapar, tidak usah berkata Anda sudah makan, kalau diajak makan oleh bawahan Anda, sampai-sampai Anda masuk angin lalu mencret-mencret, hanya karena tidak mau menerima keadaan dan kenyataan….

Tetapi itu semua hanya masalah-masalah sederhana untuk memudahkan pengertian saja. Sebab ada yang lebih mulia, yang lebih layak untuk dipikirkan dan dilakukan…

(Matius 5:11 [ITB])
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.

(Roma 5:3-4 [ITB])
Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

(1Pet 1:6-7 [ITB])
Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu–yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api–sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

Kita hadapi semua penderitaan, kita menghadapinya karena kita dimampukan mengenal jenis-jenis penderitaan, dan oleh pengenalan itu kita bisa mengenal bagaimana Kristus menderita juga untuk kita. Dan karena Kristus telah berjalan sebagai Yang pertama, maka kita juga dimampukan untuk melewati itu semua….

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: