Di Luar Pemikiran Kita

Juni 8, 2010 pukul 12:59 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

(John 13:4-8 [ITB])
Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,
kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.
Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?”
Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.”
Kata Petrus kepada-Nya: “Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya.” Jawab Yesus: “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.”

Memang banyak pengajaran yang disematkan di dalam topik ini, tetapi satu topik yang sedang ingin kita bahas adalah, betapa kita sering mengedapankan pikiran, hikmat atau moral diri kita sendiri daripada melihat kehendak dan rencana TUHAN.

Terkadang hikmat kita bekerja untuk menentukan pilihan-pilihan.
Salah satu pilihan yang berat diperlihatkan kepada kita, Petrus harus memilih, membiarkan Gurunya membasuh kakinya, atau sebaliknya, membiarkan Gurunya lewat saja.

Pemikiran kita memang bisa sepakat dengan Petrus, apa jadinya, atau gimana bisa diterima dengan akal, sang Guru yang dipuja, yang sangat berkuasa, harus membasuh kaki sang murid. Ini sesuatu yang janggal, tidak lajim, bisa dikata ini aneh sekali.
Namun, jika kita sadar arti kedatangan Mesias ke dunia, sama seperti Petrus yang langsung berkata:“Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!”

Karena ALLAH memang di luar pemikiran kita, maka sangat lajim dan umum, cenderung harus dilakukan, untuk melihat rencana ALLAH yang di luar pemikiran kita, karena itu jauh lebih besar dan jauh lebih berguna, sebab apa yang keluar dari diri kita cenderung fana.

Demikianlah Kristus, tidak hanya tertunduk untuk membasuh kaki muridNya, bahkan Ia jauh lebih merendah lagi, sampai mati demi kita, turun ke dalam kerajaan maut, sungguhlah jauh dari pemikiran manusia, kita bisa dan amat sangat masuk akal untuk menolak hal yang demikian, tetapi Yesus berkata :”Hanya Aku Jalan menuju Bapa”, dan kalau kita sadar dan mengetahui itu semua, maka tidak hanya kaki dan tangan maka seluruh tubuh, jiwa dan roh kita layaklah dibasuhkan di dalam darah tebusan Kristus.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: