Betapa pentingnya penerimaan dan kerendahan

Mei 12, 2010 pukul 7:29 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 10 Komentar
Tag: ,

Pi

Pi

pi = 3.14159265358979323846264338327950288…

Pi kira-kira sama dengan 3.141593 saja, enam digit belakang koma digunakan untuk memperjelas bahwa perhitungan bisa dikatakan akurat di digit sebanyak itu. Dan kalau kita tahu, oleh beberapa angka di belakang koma yang hilang itu kita bisa memperkirakan atau membuat pintu melingkar tertutup rapat.

Pi sendiri adalah perbandingan antara keliling lingkaran dengan diameternya.

C/d

C/d

Mari beranjak dari masalah dasar itu, sekarang kita balik saja,…
jika kita mendapat garis x meter, maka adakah kemungkinan akan kita dapatkan sebuah lingkaran berjari-jari y meter? Lingkaran, kasarannya adalah semua titik-titik yang berjarak sama dengan titip pusatnya.

Jika kita tidak bisa menerima dengan rendah hati 6 DIGIT di atas (malah untuk kasus khusus cukup dengan 3 DIGIT) maka selamanya tidak akan pernah didapatkan sebuah lingkaran, sebab ada titik sepersejuta sekian yang tidak akan pernah tersambung, karena apa?
karena pi = 3.14159265358979323846264338327950288…adalah billangan irrational, transendent, tidak berujung,

jika dengan x meter dicanangkan membuat linglaran berjari-jari y meter, oleh bilangan irrational tidak akan pernah kesampaian, kalau tidak ada kerendahan hati. Dengan lensa pembesar 1.000.000 kali akan terlihat titik yang tidak tersambung… atau kita sebut saja ada del y meter yang terhilang.

Oleh karena itu juga, maka kita harus dapat menerima dengan lapang dada, bahwa pengukuran manusia sewajarnya tidak dapat dikatakan akurat 100 persen. Tetapi dengan sisa persentasi itu sudah cukup menjelaskan apa yang terjadi. Dengan doktrin Alkitab, Tritunggal, sudah cukup menjelaskan Siapa TUHAN, walau itu tidak akan pernah klop…

Sumber gambar http://www.wikipedia.com

Iklan

10 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Mengaitkan pi dengan tritunggal itu rada maksa kayaknya… 🙂

  2. Anda pasti kehilangan maknanya….. baca sekali lagi, jgn baca sambil ngebakso,… kadang2 multytasking ngga bagusss

  3. Darimana juga kamu tahu aku sedang makan bakso. Jangan-jangan kamu itu cucunya gundala putra petir…

    Aslinya aku tuh sedang membayangkan, ternyata yang berbakat mengaitkan hal-hal yang korelasinya jauh bukan cuma aku, tetapi kamu juga… 😀

  4. hehehhehe….. duh parah dikau lovepassword

    coba simak sekali lagi…. simak sambil melotot deh…. melotot dengan konsen penuh, terutama paragraf terakhir,….

    • Tuh ikan mas di empang juga sudah ikutan bantuin melotot..

      Oleh karena itu juga, maka kita harus dapat menerima dengan lapang dada, bahwa pengukuran manusia sewajarnya tidak dapat dikatakan akurat 100 persen. Tetapi dengan sisa persentasi itu sudah cukup menjelaskan apa yang terjadi. Dengan doktrin Alkitab, Tritunggal, sudah cukup menjelaskan Siapa TUHAN, walau itu tidak akan pernah klop…
      ===> Lha masalahnya adalah penjelasan itu juga membutuhkan penjelasan lagi yang nggak kalah kompleksnya…

      Tapi bukan itu sih masalahnya… Tritunggal itu apa ada hubungannya sama pengukuran ?

    • @lovepassword

      nah bravoooo seharusnya itu inti pertanyaan kalau ada masalah di artikel di atas, bukan asal ngalor ngidul hehehe

      Tritunggal itu adalah doktrin yang dikembangkan manusia dengan sumber data Alkitab,….
      PI itu adalah satuan yang dikembangkan manusia dengan sumber lingkaran….

      TUHAN adalah MAHA, tanpa batas.. Transenden….
      PI itu bilangan irrational, tanpa batas, transenden

      pengetahuan manusia cukup untuk mengenal ALLAH, meski kalau dirunut-runut tidak akan pernah sanggup sepenuhnya…
      tetapi pengetahuan manusia cukup untuk mengenal lingkaran, meski kalau dibangun berdasar PI tidak akan pernah didapatkan sempurna, selalu akan ada sisa sepersejuta sekian….

      tetapi sisa ketidakmahaan manusia itu, cukup untuk dapat berhubungan dengan mengenal TUHAN,….
      tetapi sisa dari sepersejuta dari titik-titik hilang dilingkaran kibat PI itu cukup bagi manusia untuk menganggap itu sebagai LINGKARANG…

      biarpun ada “kekosongan” TUHAN tetap ada,…
      biarpun ada selisih sepersejuta, LINGKARANG tetap ADA…

      kira-kira itu ide dasarnya….

      semoga ngga meringis lagi

      • Ngalor ngidul itu perlu untuk test case yang diajak bicara.. He he he… Itu kan cara standard untuk mengamati gangguan psikologis kepada seseorang aslinya sih… Tapi kayaknya kamu gak terpengaruh yah … Entah kamu yang rada males atau kamu sudah kebal gangguan dan godaan… 😀

        Kalo aku banyak menggodamu entar ada yang manggil aku pria penggoda lagi.. Duh gak keren-keren banget deh..

        Substansinya ya tahulah meskipun menghubungkan itu emang rada maksa… 🙂

        Intinya ada keterbatasan manusia dalam menjangkau Tuhan. Gicu kan ?
        Tetapi karena yang kita punya ya emang keterbatasan maka yang kita pake ya keterbatasan itu..

        Tetapi saya kayaknya gak sependapat kalo dikatakan pengetahuan manusia cukup untuk mengenal Allah…
        Bukannya sekedar tidak sempurna tetapi emang jauh dari sempurna…

        Mringis lagi gak boleh ya ???

      • @lovepassword

        dengan adanya pewahyuan kita bisa mengenal ALLAH,…contohnya Alkitab dan lebih jelas lagi YESUS….IA berwahyu dengan KATA dan PERBUATAN…

        cuman pengenalan itu seperti maksud artikel di atas, itu terbatas…

  5. @ Parhobas

    Kagum dan mantap saya lae dgn pengetahuan lae ttg penggabungan ilmu Pasti ke pengetahuan doktrin Alkitab. Jujur lae , saya masih banyak belajar kepada lae memadukan ilmu Pengetahuan ttg Ilmu Pasti dgn Theologia .
    .
    .
    Dengan doktrin Alkitab, Tritunggal, sudah cukup menjelaskan Siapa TUHAN, walau itu tidak akan pernah klop…
    .
    .
    Itulah yg membuat saya memberi aplus standing untuk laeku bah….
    Keep posting and hope Our God Bless you and your family ..
    Shalom

    • @lae Sihotang

      salam dan damai juga lae….kiranya TUHAN membimbing kita selalu….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: