Perlawanan kita membuat sakit

Mei 8, 2010 pukul 12:19 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 5 Komentar
Tag:

Kisah Para Rasul 26:14 Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang. TB.

Kisah pertobatan Saulus, Paulus, diceritakannya kepada Raja Agripa.
Paulus seorang penganut Farisi yang ketat, bahkan mungkin yang terbaik di jamannya, murid Gamaliel, dalam wacana sekarang ia adalah professor Perjanjian Lama, sehingga sangat nampak di setiap tulisan dia kepada jemaat-jemaat, Tangan TUHAN menggunakan hikmat Paulus itu, ia mengutip begitu banyak kitab Perjanjian Lama, terutama bagian Mazmur.

Paulus sama seperti Lidia, orang Asia Kecil (seorang di daerah Makedonia yang menjadi Kristen pertama), mereka adalah orang yang percaya kepada Allah, perbedaannya adalah Paulus tidak memiliki hati yang lembut, sementara Lidia memiliki hati yang lembut, sehingga ketika ia mendengar tentang Mesias, Kristus Yesus, ia langsung menerimanya dan bahkan seluruh keluarganya, sementara Paulus, memilih melawan, bahkan membantai umat Allah, ia bahkan berdiri dan setuju atas kematian Stefanus, seorang yang dipenuhi kuasa dan Roh Kudus, seorang martir pertama.

Karena keteguhan hati akan kepercayaannya itulah ia membawa surat dengan kuasa penuh untuk membantai Kristen di daerah yang masih tergolong daerah penganut Yahudi….. tetapi sebelum terlaksana, ia dihambat oleh TUAN-nya.

TUAN-nya berkata: “Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang.”

Swindol menjelaskan kalimat ini begini, …
Seekor hewan peliharaan jika ditambatkan, dan hewan ini melawan dan berontak, maka semakin besar ia melawan atau berontak, maka ikatan itu akan semakin kuat dan akan menyakiti dirinya sendiri, bahkan bisa melukai dirinya…

Sama seperti itulah Paulus di tangan TUAN-nya,… Jika Paulus percaya kepada Allah, dan meletakkan percayanya kepada DIA, maka jangan melawan…jika melawan akan semakin menderita dan sakit…
Gamaliel pernah berkata, “Jika ternyata Kristen atau Nasrani berasal dari manusia maka akan hilang jika “pimpinannya” mati (Kristus mati, Petrus mati, Paulus mati, Yakobus mati, semua Rasul mati mengenaskan,kecuali Yohanes), tetapi jika ternyata berasal dari ALLAH, maka tidak ada satu manusiapun yang dapat menghentikannya”. Itulah yang dijelaskan kalimat di atas, bahwa Sukar bagimu menendang ke galah rangsang. Paulus tidak dapat melawan Yesus, kalau ia melawan akan semakin menderita dan bisa melukai dirinya sendiri, sebab ia sedang melawan Allah. Allah yang ia sembah di dalam praktek ke-Farisi-annya,…dan Yesus adalah Firman Allah yang sudah menjadi manusia, mati, bangkit, dan naik ke Sorga…

Sama seperti kita, kita bisa mengaku percaya, tetapi terkadang kita sering melawan dan berjalan di atas analisa dan pemikiran kita sendiri, bahkan sering melawan hati nurani kita, akibat yang buruk memang selalu tidak terasa instant, kemudian hari bisa baru terasa perihnya, tetapi tidak semua kita seperti Paulus yang langsung ditemui TUHAN, karena Paulus sangat berguna buat pelayanan awal Kekristenan, tetapi setiap kita diberi Roh KUDUS yang menemai dan menuntun, IA adalah ALLAH yang menggerakkan nurani kita, roh kita, bahkan TUHAN mengawasi kita dengan malaikat-malaikatNYA.

Doa,
TUHAN, ampuni kami jika sering melawan Engkau, dan terlalu sering berjalan mengikuti kemauan diri kami sendiri.

Iklan

5 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Swindol menjelaskan kalimat ini begini, …
    Seekor hewan peliharaan jika ditambatkan, dan hewan ini melawan dan berontak, maka semakin besar ia melawan atau berontak, maka ikatan itu akan semakin kuat dan akan menyakiti dirinya sendiri, bahkan bisa melukai dirinya…

    ===> Swindol pernah ngomong gicu yah? Apa dia ngomong gitu di biografinya Paulus ? Aku kok rada lupa yah ???

    Kata2 Swindol itu menarik juga..

    Tapi jika anggap saja ada hewan peliharaan apa bedanya hewan itu diam atau memberontak toh sama-sama terikat. 😀

    Jangan ngomong gw iseng tanpa tujuan lagi deh.. Hi hi hI ?

    Aku lagi berpikir serius nih… He he he …

    Menurutmu jika kamu jadi Tuhan, kamu menyukai anak buah yang Yes Man atau kreatip ?

    Salam deh…

  2. Swindol pernah ngomong gicu yah? Apa dia ngomong gitu di biografinya Paulus ? Aku kok rada lupa yah ???

    Kata2 Swindol itu menarik juga..

    ada tuh di seri Paulus, baca lagi ajah hehehhe…

    sudah baca juga toh, saya kira buku dia yang paling bagus adalah Paulus, Elia dan Ester.
    Saya kira memang tepat kata orang, Swindol adalah “Preacer abad ini”, dia sunggu dipakai TUHAN…

    Tapi jika anggap saja ada hewan peliharaan apa bedanya hewan itu diam atau memberontak toh sama-sama terikat. 😀

    Jangan ngomong gw iseng tanpa tujuan lagi deh.. Hi hi hI ?
    jangan fokus di hewan tertambatnya, tetapi fokus di pemberontakan dia kala ditambat itu, tentu tuannya ada makna atau tujuan sampai harus menambatkan dia di situ….

    Aku lagi berpikir serius nih… He he he …

    Menurutmu jika kamu jadi Tuhan, kamu menyukai anak buah yang Yes Man atau kreatip ?

    saya tidak akan berandai2, seperti kesenangan Anda, hehehe, saya menceritakan diri kita sendiri ajah, biar bisa mengena,…
    Nah…
    Nonton film Legion ngga?, nah pada saat terakhir ternyata Malaikat Michaelnya hidup lagi, dan tau apa kata dia sama Malaikat Gabriel yang telah membunuhnya sebelumnya?, dia berkata:”kamu melakukan apa yang Dia suruh, tetapi aku melakukan apa yang DIA butuhkan”,
    itu maknanya dalam juga….jika TUHAN menyuruh dan kita melakukan, memang sangat bagus, tetapi ada suruhan yang membuat kita hampa, tidak menyentuh realita, contoh, sunat adalah perintah buat keturunan Abraham, tetapi meski mereka melakukan suruhan itu, mereka tidak melakukan apa yang dibutuhkan TUHAN yaitu setia,…dan pengenalan akan ALLAH…
    contoh lain, bs juga dkatakan orang disuruh ALLAH berbuat baik, dan ada orang berbuat baik karena mengingini sesuatu, itu hampa juga, tak berguna,…

    jadi hidup melakukan perintah/suruhan ALLAH akan terasa hidup juga kita melakukannya sesuai kebutuhan TUHAN…kita tahu kebutuhan TUHAN karena kita bergaul dengan DIA, dan DIA mau bergaul dengan kita sekarang ini dengan ROH KUDUS-NYA….dengan demikianlah kita bisa hidup, baik di bumi maupun di sorga

  3. lupa satu lagi….

    salam juga hehhehe

    • Iya deh, kalo gitu salam salaman saja deh… He he he…

      • seeplaaah, salam lagi dah…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: