Karena kita semua adalah budak

April 27, 2010 pukul 11:24 am | Ditulis dalam Pemikiran | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , ,

Israel diambil dari Mesir, dari perbudakan, menuju kepada Kanaan, tempat kemenangan, Tanah Perjanjian. Dan ingat budak ini ada yang benar-benar budak baik secara rohani maupun daging, cirinya antara lain, mereka selalu memikirkan tentang makanan, perut dan semua kebutuhan dagingnya.

Hal seperti itu juga terjadi kepada siapa saja yang hidup. Semua kita telah jatuh kedalam perbudakan dosa, kita adalah budak dari keinginan-keinginan daging. Selalu ada orang yang ingin terkenal oleh perbuatannya, selalu ada orang yang pusing kalau memikirkan sepeser hartanya hilang, selalu ada orang yang resah kalau orang lain bertambah hartanya, selalu ada orang yang rindu terhadap masa lalunya yang indah bersama kegelapan, dan selalu ada yang lain…..kita entah bagaimana selalu berjuang untuk bebas dari ikatan daging dan segala keinginannya, entah dengan orang lain.

Tetapi TUHAN telah menyediakan jalan, Terang, bahwa kita bisa bebas dari perbudakan itu, jika kita berjalan di dalam Jalan Hidup, Kristus. Dan tentu kita harus menjadi pahlawan perang yang gagah, yang membawa senjata perang setiap hari, membawa pedang rohani, firman Allah, perisai iman, ketopong keselamatan, dls….Berjalan dan membangun rumah rohani kita ini di atas dasar yang kuat, dan dasar yang kuat adalah Batu Penjuru, Kristus. Kristus tidak mementingkan diriNYA, Ia mementingkan kita, IA tidak menganggap kesetaraan dengan ALLAH sebagai sesuatu yang perlu dipertahankan, IA menjadi manusia lemah, miskin dan meratap di dalam kehidupanNYA, IA tidak melihat masa kekal sebelumNYA, tetapi memandang ke depan kekekalan jauh di depan, IA tidak ingin populer di mata petinggi-petinggi, IA merendah bahkan harus terhukum sebagai salah satu penjahat, d.l.s, mari…. Ikutlah Jalan Hidup ini….Sebab untuk itulah kita dipanggil, agar sama seperti Kristus hidup…

Percayalah di dalam TUHAN, kuatkanlah hatimu, dan karena kita semua adalah budak yang dipanggil jadi anak yang diberi hak memanggil TUAN kita “Abba, Bapa”, maka kiranya muliakanlah DIA Yang memberi anugerah sebesar itu.

Besar kasihmu TUHAN bagi manusia yang Engkau kenal dengan baik, manusia yang tegar tengkuk, manusia yang diperbudak oleh “kebenarannya” sendiri.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: