Mungkin kita seperti ikan

April 26, 2010 pukul 4:08 pm | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Kebutuhan kita dan lain sebagainya adalah perlu, tetapi menjadi mubajir jika tidak ada rasa syukur.
Apalagi ketika kita sudah merasa mampu mendapatkan itu semua dengan kekuatan kita, akan lebih parah lagi. Kita bisa terbawa oleh tali pancingan yang sangat panjang dan berliku.

Sebab mungkin kita seperti ikan di lautan samudera kehidupan ini… kita terpancing oleh hanya satu makanan yang menggiurkan ketimbang ribuan makanan yang tersedia tetapi ada kesan biasa-biasa saja. Seekor cacing menggeliat lebih nikmat dikejar ketimbang mencari ribuan bintik-bintik makanan. Dan sering pancingan itu berhasil membawa kita kepada kebinasaan yang akut, kita dibawa menjauh dari kehidupan yang erat dengan kehidupan. Kita terbawa oleh keinginan daging kita kepada kehancuran yang nyata; jauh dari TUHAN. Perihal Adam masih saja problematika kita sepanjang hayat.

Cita-cita perlu, harapan perlu, segalanya perlu, tetapi ada baiknya TUHAN dinomorsatukan. Mari berdoa agar TUHAN menyingkapkan penyataanNYA kepada kita. Segala sesuatu perlu, tetapi tidak semuanya berguna untuk pertumbuhan kita di dalam TUHAN.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: