Agak aneh

April 11, 2010 pukul 2:50 pm | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | 20 Komentar
Tag:

Aneh

Aneh

Ini agak aneh, tetapi sangat laris.

Kita sering bertanya kepada teman, saudara, atau siapapun itu dengan pertanyaan, untuk mengukur “harta materi” yang telah dihasilkan.

Dan memang sangat tidak salah pada akhirnya korupsi selalu subur,….
Orang batak juga sering begitu, “Ah nga mamorai si Zekongi” (“Ah sudah kaya raya itu si Zekong”).

Tentu bukan hanya orang batak yang korupsi, jika kita masih yakin bahwa Indonesia tidak 70 persen batak, dan Indonesia tidak urutan teratas peringkat Korupsi di dunia.

Perbincangan di atas hanya sekian dari perbincangan aneh dari orang yang masih mengaku ber-TUHAN.

Note:
Artikel juga berhubungan dengan artikel:Warning kepada orang batak

Iklan

20 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Mana mungkin 70% orang Batak yang korupsi. Suku bangsa terbesar di Indonesia ya adalah Jawa. Tapi saya bukan Jawa. πŸ˜€

    • @Triani

      memang tidak mungkin,

      tetapi yang mau saya sebut 70 persen di atas adalah,.. bukan orang bataknya 70 persen korupsi, tetapi Indonesia yang multi etnik, tidak mungkin 70 persennya orang batak.

      tidak mungkin 70 persen orang indonesia adalah orang batak.
      Dan Indonesia adalah koruptor terbesar,..

      jadi dua kalimat ini saya coba beberkan, masalah korupsi adalah masalah INDONESIA, masalah kita bersama, yang mana salah satunya adalah orang batak… kenapa?

      karena orang batak sering bertanya:”Gimana anakmu dah sukses?”<— takaran duniawai,….

      tetapi saya lanjutkan di bawah, bahwa ini bukan perbincangan orang batak, tetapi ternyata orang Indonesia pada umumnya, yang mengaku ber-TUHAN, tetapi sering mengukur kesuksesan materi… yang salah satu akibatnya adalah.. KORUPSI, karena hanya itu cara yang cepat untuk menjadi kaya, DUKUN-DUKUN sudah banyak ditangkap kalau ada masalah penggandaan UANG kan hehehhe

  2. saya juga kadang malu dgn sifat orang batak seperti ini. kadang natuatua kalau ketemu suka bertanya: nga didia sonnari anakmi? nga kuliah didia? nga karejo didia? nga sadia pahopputa? dsb. di satu sisi ini bagus karena menunjukkan rasa perhatian terhadap dongan/saudara, tapi yang ga enaknya kadang di belakangnya suka ada kalimat (bisik-bisik): “eee ndang hasea dope anakni eda si xxx, ai holan karejo di xxx do anak nai..” atau “ee tahe, ndang marpahompu dope si xxx, hape nga 5 tahun mangoli nasida”… ini membuat saya prihatin terhadap orang kita batak.

    • @sectio

      yah begitulah amang,…

      dan ternyata memang bukan hanya orang batak yang begitu,…

  3. Makanya aku paling sepet kalo melihat tokoh agama lagaknya sudah kayak konglomerat…

    Malah ada tarifnya segala. Hi Hi Hi….

    Kalo umat mata duiten itu jelas di semua agama, ya itu akibat kelakukan pemuka agamanya. Ndak dulu ndak sekarang ya penyebabnya adalah karena keserakahan pemuka-pemuka agama, yang haus kuasa, harta, dan sebagainya. Kongkalikong dengan penguasa, mengkritik pejabat sungkan… πŸ™‚

    Sinetron isinya sekarang hedonis semua , ketik reg spasi XXX berhadiah umroh diundi, katanya judi haram tapi kalo hadiahnya dibalut agama jadi nggak haram. Itu memprihatinkan aslinya.

    Di Semarang, sebuah masjid di renovasi tambah gagah indah, tapi Remaja Mesjidnya justru digusur berkilo-kilo jauhnya. Mengapa? Karena tempat yang tadinya untuk kegiatan remaja disewakan.. 😦

    Gereja juga sama saja, malah ada doorprise barang.. Hi hi hi.. Keren kan kelakukan pemuka agama jaman sekarang ?

    tayangan hantu2 di televisi dibumbui ayat2 Kitab Suci… Alamax… gimana rasanya gitu yah…

    Sudah gitu kamu tahu konyolnya lagi : masing2 agama salah-salahan. Yang Kristen bilang tayangan aneh2 di TV itu ya karena emang begitulah Islam, yang Islam bilang itu cara infiltrasi Kristen merusak Islam dengan memberikan tayangan syirik.

    Lha bisa kamu bayangkan : Islam dan Kristen adalah dua agama terbesar di negeri ini, mengatasi masalah gituan saja nggak bisa.

    Padahal katanya sih sama2 nggak setuju . Tapi anehnya gebleknya bukannya mencari cara agar acara2 konyol itu berhenti, malah sibuk mengkambing hitamkan agama lain…

    Siapa yang pinter siapa yang geblek… πŸ˜€

    Kalo anak baru saja kerja setahun terus sudah diarep-arep bisa beli rumah 5 Milyar, ya emang jangan2 orang tuanya mengharapkan anaknya jadi maling itu… ^^

    • @Lovepassword

      hehehe santai santai jangan emosi ,
      memang susah dan susah, cuman itu yang bisa saya ucapkan… hehehhe

      • Saya sih nggak esmosi. Setidaknya tidak sekarang. Paling perut mules sajalah.

        Kalo sekarang sih saya malah sudah rada apatis binti pesimistis… Hi Hi Hi.. Rasanya sulit mempercayai manusia apalagi tokoh agama.

        Apalagi yang hobinya mejeng di TV jualan SMS. πŸ™‚
        Apa mereka itu pada nggak sadar ya membuat ateis jadi tambah banyak . Hi Hi Hi …

        Kadang tertarik juga membaca buku-buku semacam Quantum Ikhlas-nya Arbe Sentanu. Tapi yah Saya tidak terlalu mudah percaya orang lain.

        Jangan terikat, lepaskan semuanya – tapi yah saya masih manusia kan… ?

        Saya jadi teringat dialog ala Gus Dur :

        Lha emangnya sampeyan nggak bisa mengatasi masalah ? Bisa GUS.

        Lha kalo bisa ya sudah atasi saja. Terus apa gunanya mengeluh.

        Lha sampeyan bisa mengatasi masalah nggak? Rasanya berat Gus.

        Lha kalo memang berat ya sudah lepaskan saja. Ngapain masalah berat sampeyan bawa-bawa.

        Hi Hi hi…

        Indonesia memang sungguh kehilangan Gus Dur.

        SALAM Par…

      • @Lovepassword

        kalau saya bilang seh,sedari awal kayaknya,
        “ada saatnya kita bermain solo”,
        dengan sedikit tambahan
        “jangan kita menjadi biru, karena orang lain hitam”
        karena kita tahu, setiap orang mempertanggungjawabkan dirinya sendiri,…

  4. dengan sedikit tambahan
    β€œjangan kita menjadi biru, karena orang lain hitam”
    karena kita tahu, setiap orang mempertanggungjawabkan dirinya sendiri,…

    ===> Mungkin ada benarnya tetapi juga tidak seluruhnya benar. Yang namanya dosa itu memang terkandung aspek pribadi tetapi juga aspek sosial.

    Ada pertandingan pribadi , ada juga pertandingan beregu seperti Piala Thomas. πŸ™‚

    Jadi bisa saja kita bertanggung jawab atas kesalahan orang lain, bisa saja orang lain bertanggung jawab atas kesalahan kita. πŸ™‚

    Meskipun mungkin jarang dibahas : Dalam Islam ada gambaran itu, dalam Kristen juga ada.

    Karena ada satu /beberapa orang benar suatu kota yang ingin di azab mungkin tidak jadi di azab. Allah menghargai keberadaan beberapa umatnya yang benar sehingga memilih menunda atau bahkan membatalkan seuatu hukuman.

    Begitu juga sebaliknya karena ada kesalahan orang lain bukan kesalahanmu langsung, bisa saja kamu ikut kena bencana. Misalnya orang lain yang menggunduli hutan, bisa saja yang kebanjiran rumahmu.

    Membiarkan kesalahan baik kesalahan pribadi maupun oranglain itu juga termasuk dosa .

    Ibaratnya seperti yang sering dikutip oleh para ustad πŸ™‚ : Jika ada orang melubangi perahu terus kamu biarkan maka kamu juga bakal tenggelam. Lha semua penghuni perahu semestinya harus mencegah jika ada satu orang yang ingin melubangi perahu.

    Lha yang membuat aku dongkol adalah : Mencegah kesalahan sendiri angin-anginan, mencegah kesalahan orang lain apalagi. Hi Hi Hi..

    FPI biarpun caranya salah dan rada berlebihan, mungkin bermaksud mengimplementasikan konsep ini.

    Saya paham niatnya , paham konsepnya meskipun tidak sependapat dengan cara mengimplementasikan itu.

    Ini memang dilematis. Dibiarkan gimana, nggak juga gimana.

    • @lovepassword

      mungkin topiknya bisa dibahas di

      Dosa Massal

      tetapi perkara dosa, masing2 menanggug dosanya sendiri. Jika kita tidak mau berdosa, mari mulai dari diri sendiri… ya tho?

      Note:
      Dosa di sini adalah pelanggaran terhadap perintah Allah

      • @lovepassword

        saya tahu maksud Anda,

        sehingga sesuai logika penyelesaian Anda, seharusnya Anda paham arti manusia terpisah dari ALLAH karena ADAM;..

        hanya itu, kecuali ngelesmu keluar lagi hehheh

    • @ lovepasword
      Ada pertandingan pribadi , ada juga pertandingan beregu seperti Piala Thomas.
      .
      .
      Dalam membicarakan ttg keanehan memang kita seperti merasa orang standart normal. Padahal sikap Yg dituntut dr kita hanyalah katakan benar kalau benar.. , katakan salah kalau itu memang salah. Kadang kita juga harus hidup bagaimana dapat menyesuaikan diri dgn keadaan sekeliling hidup kita, asal jgn mematikan hati nurani yg tidak kompromi dgn hal-hal akidah kebenaran bukan akidah agama
      .
      .
      @ LOvepasword
      Saya paham niatnya , paham konsepnya meskipun tidak sependapat dengan cara mengimplementasikan itu.

      Ini memang dilematis. Dibiarkan gimana, nggak juga gimana.
      .
      .
      JUstru itulah inti posting ini utkmu amangboru, spy kamu tidak bingung dlm keanehan itu semua. Bagaimana mungkin kamu mengatakan paham niatnya tetapi tidak setuju implemantasinya. Tetapi kalau saya ditanya amangboru, maka saya tidak setuju niatnya dan pasti juga tidak setuju cara pengimplementasiaannya Mengapa mesti ada cara-cara penghukuman dan penghakiman yg di lakukan jikalau caranya memakai akidah agama ? Tetapi jikalau memakai hati nurani , saya yakin hal itu pasti saling bertolak belakang …

      • @RAS : Aslinya aku itu rada bingung dengan jawabanmu ini. Lha emangnya aku ngomong apa jawabanmu apa …

        Tapi berhubung aku ini nggak pengin ketularan gaya anak2 TK di blog sebelah yang barusan lulus pelajaran logika saja bangganya bukan main. Hi Hi Hi, maka ketimbang aku meributkan soal sambung atau nggak nyambung – mendingan kutanya saja padamu. Sebenarnya apa yang mau kau sampaikan dengan ini.

        Gini ya Ras : Yang aku bicarakan itu dua hal yaitu aspek tanggung jawab pribadi dan tanggung jawab sosial. Lha tanggung jawab itu kalo tidak dilaksanakan ya korelasinya dengan dosa pribadi dan dosa sosial.

        Kalo kamu nggak mencegah orang membabat hutan, maka ketika satu kota kebanjiran, sangat mungkin rumahmu ikut kebanjiran meskipun kamu nggak dapet duitnya, nggak ikut menebang hutan.

        Lha konsep FPI bisa dipahami dari sudut pandang ini . Mengapa demikian ? Karena memang harus ada upaya untuk menghentikan segala yang jelek2 . Konsep idealnya kan gitu. Lha masalahnya adalah implementasi yang elegan yang tidak malah membawa dampak buruk itu seperti apa ? Lha itu yang perlu dipikirkan . Gictu lho…

        Yang saya katakan itu adalah sesuatu yang umum, jadi saya tidak sedang membahas masalah bentrokan karena penggusuran makam kemarin di Jakarta. Tetapi tindakan umum atau upaya mencegah perahu supaya jangan dilubangi. Sebab jika perahu berlubang seisi perahu tenggelam.

        Lha tetapi mencegah orang melubangi perahu tentu saja caranya bukan meledakkan orang yang mau melubangi perahu karena endingnya perahunya ikut berkeping-keping.
        Karena itulah Niat yang mungkin saja baik, mestinya juga perlu kehati-hatian dalam implementasinya. Karena aturan main tentu juga tidak bisa sedemikian mudah diterabas.

        ================================
        Mengapa mesti ada cara-cara penghukuman dan penghakiman yg di lakukan jikalau caranya memakai akidah agama ? Tetapi jikalau memakai hati nurani , saya yakin hal itu pasti saling bertolak belakang …

        ===> Tidak ada agama tanpa aturan, Ras. Lha salah satu konsep ideal pernah diomongin rekan2 ateis serta agnostik semacam Dawkins , Russel dsb : Kata mereka konsep surga neraka itu sampah kan karena cuma menakut-nakuti manusia, mengiming-imingi dsb – membuat manusia selamanya anak-anak yang diiming-imingi permen.

        Faktanya adalah : Konsep hati nurani memang baik-baik saja, tetapi secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat adanya kesadaran itu justru ada kaitannya dengan penegakan aturan main.
        Singapura tidak sebersih sekarang jika pemimpinnya model2nya kayak kamu yang cuma mengharapkan kesadaran warganya. Ketika Yesus bicara dalam konteks menyeimbangkan pendewaan peraturan manusia, seolah peraturan itu terpisah dari kepentingan manusia : Kamu bisa bilang bila ditampar pipi kiri berikan pipi kanan atau sebaliknya. Tetapi dalam konteks bermasyarakat. Kamu bersalah ya kamu dihukum .

        Tidak masalah kamu mengampuni pembunuh adik kamu misalnya. Tetapi untuk menegakkan kehiduapan bermsyarakat negara tetap harus menjamin siapapun yang bersalah mendapatkan hukumannnya.

        Kalopun kamu itu pacifis yang tidak setuju just war ala Martin Luther, Calvin dsb Sebaiknya kamu melihat dua hal ini secara lebih seimbang.

        SALAM

      • @lovepassword

        maaf saya potong sebelum Lae Sihotang menjawab,

        dari logika penyelesaiaan Anda di atas(khususnya paragraf 1-4), seharusnya Anda paham, kenapa ADAM terpisah dari ALLAH, dan kita kenak getahnya…

        salam

      • @Parhobass : Kayaknya kamu juga mulai nggak nyambung Par… he he he.. Tapi nggak papa, mari kita sambung saja pake selotip.

        oke…

        Kamu perhatikan contohku Par :

        Jika kamu anggap saja manusia baik, nggak pernah nyolong pohon, bahkan kamu secara pribadi menanam pohon di rumahmu , lha bos-bos ilegal logging itu kan yang nyolong. Tetap sangat mungkin rumahmu juga ikut kebanjiran kan ? Karena itulah konsep saling mengingatkan itu ada.

        Sebab ketika seseorang melubangi perahu dan kita biarkan ya kita juga ikutan tenggelam.

        Dalam kasus yang kamu omongkan itu : Masalah besarnya adalah :

        Bagaimana caranya kita bisa berkontribusi agar Adam tidak makan buah larangan itu ? Itulah persoalannya.

        Dalam kasus kejahatan yang kamu biarkan, sudut pandangnya adalah manusia bisa entah dengan perbuatan atau ucapannya dsb berupaya sebisa-bisanya , sedapat mungkin mencegah sesuai kekuatannya. Lha dalam kasus Adam makan buah larangan. Ruang manusia yang lain untuk mengingatkan untuk mencegah dsb adalah nol. Jadi jelas tidak adil jika manusia yang lain dipersalahkan.

        Jadi kalo itu kamu hubungkan, menurutku itu nggak nyambung topiknya.

        Lha sebagai contoh bisa saja saya ngikut gaya nggak nyambung kamu , misalnya saja kalo saya ngomong gini :

        Yesus dalam satu ayat pernah mengatakan bahwa bukan yang masuk ke mulut yang mengharamkan. Coba kalo kamu tabrakkan kemudian kamu simpulkan bahwa dengan demikian maka berarti yang dilakukan Adam juga nggak dosa. Itu bisa saja kan disambung-sambungkan terserah yang nyambung πŸ™‚ – Lha sudut pandangmu itu rada mirip contohku. Rada maksa gicu…. πŸ™‚

        SALAM Parhobass

  5. Mau baca para pendeta masuk islam?

    Bisa dibaca disini:
    http://aslibumiayu.wordpress.com/category/kisah-mualaf/

    • @Maulana

      Iblis juga percaya ALLAH Yang Esa, baca Kitab Yakobus

      Yesus memberkati

  6. Iblis juga mempercayai Allah,
    Tapi itu semua tidak menyelamatkannya di akherat, bahkan iblis kekal di neraka,

    karena konsekwensi itulah iblis diberi usia sangat panjang oleh Allah, hingga hari kiamat,

    supaya bisa menyesatkan sebanyak mungkin manusia yang akan digiringnya ke neraka,

    oh iya, jika anda pendeta, kapan anda menyusul untuk masuk islam? sebagaimana pendeta-pendeta yang lain yang sudah duluan meninggalkan agama kalian?

    oh iya, baca nih, ayat-ayat yang ada dikitab injil yang anda pegang, ada disini:
    http://aslibumiayu.wordpress.com/2010/04/15/apa-rahasia-itu/

    mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepada anda, untuk memeluk islam,….

  7. Tuhan itu Esa (monotheisme), bukan Trinitas
    1. Tauhid Nabi Musa (Ulangan 4:35, Ulangan 6:4, Ulangan 32:39).
    2. Tauhid Nabi Daud (II Samuel 7:22, Mazmur 86:8).
    3. Tauhid Nabi Sulaiman (I Raja-raja 8:23).
    4. Tauhid Nabi Yesaya (Yesaya 43: 10-11, Yesaya 44:6,Yesaya 45:5-6, Yesaya 46:9).
    5. Tauhid Yesus (Markus 12:29, Yohanes 5:30, Yohanes 17:3).

    Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan
    1. Yesus lebih kecil daripada Tuhan (Yohanes 10:29).
    2. Tuhan lebih besar dari pada Yesus (Yohanes 14:28).
    3. Yesus duduk di sebelah kanan Tuhan (Markus 16:19, Roma 8:4).
    4. Yesus berdiri di sebelah kanan Tuhan (Kisah Para Rasul 7:56).
    5. Allah tahu kapan datangnya kiamat, sedang Yesus tidak tahu (Matius 24:36).
    6. Yesus bersyukur kepada Tuhan (Matius ll:25, Lukas 10:21).
    7. Yesus berteriak memanggil Tuhan (Matius 27:46, Markus 15:34).
    8. Yesus menyerahkan nyawanya kepada Tuhan (Lukas 23:44-46, Yohanes 19:30).
    9. Yesus disetir oleh Tuhan (Yohanes 5:30).

    Yesus adalah utusan Tuhan (Rasul Allah)
    Dalil : Markus 9:37, Yohanes 5:24, 30,7:29,33,8:16,18,26,9:4,10:36,II:42,13:20,16:5, 17:3,8,23,25.

    baca lebih lengkap disini: http://aslibumiayu.wordpress.com/2010/04/15/apa-rahasia-itu/

  8. @ Maulana Mufti
    1. Tauhid Nabi Musa (Ulangan 4:35, Ulangan 6:4, Ulangan 32:39).
    2. Tauhid Nabi Daud (II Samuel 7:22, Mazmur 86:8).
    3. Tauhid Nabi Sulaiman (I Raja-raja 8:23).
    4. Tauhid Nabi Yesaya (Yesaya 43: 10-11, Yesaya 44:6,Yesaya 45:5-6, Yesaya 46:9).
    5. Tauhid Yesus (Markus 12:29, Yohanes 5:30, Yohanes 17:3).
    .
    .
    Menurut keyakinanmu apakah TAUIHID itu.. krn kami yakin bhw kamu menekankan arti yg tertulis dari arti yg tersirat. Keyakinan inilah yg menggiringmu, sdr/i Muslim lainnya yg salah menginterpretasikan nama Allah itu. Kamu mengira bhw Allah itu adalah Pribadi, pdhal dlm KeKristenan Allah adalah penyebutan Ilah (penyembahan) satu-satunya yg benar. Semua komentmu di atas itu akan kami jwb dgn sdr Parhobas jikalau kamu mau berdialog dgn hati damai dan jgn mengganggap diri sendiri benar
    .
    .
    @ Maulana Mufti
    Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan
    .
    .
    Yesus ini
    .
    .
    Yesus itu
    .
    .

    Mari kita berdialog dgn dewasa, dan jgn melebar kesana kemari . Kita fokus kpd keTauhidan dan keTuhanan Yesus … apakah kamu bersedia kita mulai ??


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: