Proposal kepada TUHAN

April 10, 2010 pukul 2:27 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 30 Komentar
Tag: , , , ,

TUHAN memberi kebebasan kepada siapa saja. Bahkan berjuta orang tidur dan nyenyak, makan dan minum tanpa pernah sekalipun meminta keputusan kepada TUHAN. Bahkan orang beragamapun sering melakukan itu. Tanpa disadari, kita memang sering melakukannya. Bahkan kita bisa mendengar aborsi dan lain sebagainya, TUHAN benar-benar memberi kebebasan yang sangat luas kepada kita. Siapapun Anda, Anda telah diberi kebebasan yang sangat luas untuk memilih jalan hidupmu. Seorang bayi bahkan tergantung kepada orang tuanya,…. manusia terkadang sudah bisa mengatur dirinya sendiri…

Ketika manusia menyadari akan TUHAN, dan berkenalan dengan TUHAN,….. timbullah ketakutan, dalih, dan asumsi-asumsi yang sekiranya bisa meringankan. Jika TUHAN begini, apa mungkin begitu….sebab nanti saya jadi begono…

Jika kita bersalah masak seh TUHAN Yang Maha Pengasih tidak memaafkan, katanya Maha Pemaaf, hmmm sebuah proposal demi keuntungan sendiri telah dibuat….Manusia yang tidak mau diatur, yang bebas sebebasnya mulai menyodorkan aturan, memberi nasehat kepada Yang Kudus.
Mungin seorang murid yang suka bebas sebebas-bebasnya bisa menjadi contoh, ia menyodorkan sebuah saran kepada guru kelasnya supaya kalau ia sedang diajar oleh gurunya itu, maka si anak bebas sesuka hatinya keluar masuk ruangan, dan bebas juga melempari temannya yang sedang belajar dengan kertas-kertas mainan…. asumsi dan proposal yang Absolutely Absurd…

Ada juga dosa yang enak, saking susahnya dilawan, lalu kita menulis sebuah proposal, ahh sepertinya TUHAN menginginkan saya begini, kalau ini dosa besar, pasti TUHAN akan tegor…. woouu woouu,.. proposal yang sangat mahal ini sering ditandatangani oleh umat ALLAH…proposal mengasihani diri, munafik,…

Jika TUHAN Adil tentu aku akan mendapat sekian karena aku telah menolong orang sekian…
Atau… aku bebas melakukan apapun sebab aku adalah Kristen, aku sudah beroleh selamat… hahaha….

banyak sekali proposal manusia….Apapun itu, proposal dari manusia selalu ingin menguntungkan dirinya sendiri,…dan ada proposal yang kesannya sangat garang, Jika TUHAN mau saya menjadi Kristen, maka YESUS sendiri harus datang kepadaku,…

YESUS, ANAK ALLAH.. ALLAH memberi proposal keselamatan, IA tanda tangani, dan…. IA sampai mati. Dihina sebelumnya oleh salib, tetapi oleh proposal pengurbanan darahNYA, IA dimuliakan… KRISTUS adalah RAJA…

Ini dia Berita, Proposal yang harus kita copy dan sebarkan,…. bukan proposal manusia bebas dan cengeng yang menguntungkan diri sendiri…

Bisa dilihat proposal Anda?… karena orang tidak mau mendengar YESUS akan datang kedua kali sebagai RAJA, menghakimi semua mahluk ciptaanNYA,… maka proposal apa yang ada di tangan Anda? Kalau menguntungkan dirimu sendiri, segera robek dan bakar sekarang….!!!

Iklan

30 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ Parhobas

    Laeku terkasih …
    Misteri ilahi yg tidak terselami adalah mengapa untuk orang tertentu ada belas kasih yg sangat luar biasa dari Allah sementara utk orang tertentu sangat terbatas dan hampir tidak ada .
    .
    .
    Saya alamin sendiri ketika bapatua saya sejak usia muda sampai berumur 65 tahun begitu jahat dan sangat mengganggu kehidupan keluarganya. Dosa apapun sudah pernah beliau lakukan… , mencuri, merampok, kawin cerai , membunuh , pemakai dan pengedar narkoba dan keluar masuk penjara. Seluruh keluarga besar sudah mengutuk dan sangat membencinya… hingga akhirnya seorang tentara pernah menembaknya dan mengakibatkan kelumpuhan karena kakinya hris diamputasi. Dalam masa penyembuhan itu ada seorang pendeta mendatanginya dan menawarkan keselamatan . Beliau bertobat dan menangisi segala kelakuannya dan berpaling kpd Kristus. Setahun kemudian dia meninggal dunia dgn ucapan mulutnya terakhir “Ikkon Yesus do donganku ”
    .
    .
    Tetapi ada seorang sintua kami yg terhormat dalam pekerjaan dan peradatan , begitu telaten selama puluhan tahun melayanin jemaat dan tekun dalam kehidupannya kpd Tuhan. Beberapa bulan lalu terlibat skandal berzinah dgn seorang istri jemaat, bahkan telah membuat hamil wanita tsb. Beliau seminggu lalu tabrakan dan tewas ditempat.. .
    .
    .

    Saya hanya dapat memahami kejadian itu krn Allah adalah Pribadi yang Maha Kudus dan Maha Pengampun. Bukan urusan kita menghakimin sekiranya ada orang yg bersalah dan bukan masalah pujian dari kita sekiranya ada orang yg berlaku benar. Tetapi DIA Maha Kuasa dan Maha Adil. Terpujilah Tuhan Yang Maha Kudus….

    Shalom ma laeku

    • @Lae Sihotang

      kesaksian-kesaksian dari lae sangat-sangat menyegarkan,
      terimakasih lae sudah sering berbagi…

      salam juga lae…

  2. Kalimatmu berapi-api Parhobass.. Kayaknya kamu jengkel dengan keadaan 😦

    • @lovepassord

      pertama saya kadang jengkel pada diri sendiri, karena saya juga masih sering memberi proposal egois kepada TUHAN

  3. Yesus diperintahkan shalat dan menunaikan zakat selama beliau hidup di dunia ini.

    apakah anda suka shalat dan menunaikan zakat?

    • @Anak Adam

      Anda OOT,

      tp tidak apalah,
      Yesus tidak diperintah dan tidak memerintah shalat, tetapi mengharapkan dan menghimbau supaya kita mengenal ALLAH YANG ESA.
      so Anda mengenal ALLAH apa tidak?

      Zakat itu apa kawan?

      DI dalam Kristen biasanya ada perpuluhan, dan kolekte, makanya jarang meminta-minta untuk bangun gereja.

      Salam;

      Note:
      TUHAN tidak kurang kaya sehingga IA meminta perpuluhan, tetapi TUHAN melihat seberapa terikat kita kepada harta dibanding pengenalan kita akan ALLAH.

    • Ini, saya bawa keterangannya http://putramaryam.wordpress.com/2009/12/17/yesus-isa-putra-maryam-diperintah-shalat-dan-zakat-selama-hidupnya/

      sekarang mana keterangan dari Allah tentang perpuluhan, dan kolekte?.

      • @Anak Adam

        Perpuluhan
        Baca Kitab Zakaria, Kitab Taurat
        Note:
        Ingat Abraham memberiktan 1/10 dari hartanya kepada Melkiztedek

        Kolekte
        Baca Kitab Taurat dan Kitab Kisah Para Rasul

        Note:
        Ingat masalah Ananias dan istrinya yang mati? karena ia memberikan kolekte dengan tidak tulus

        NOTE BESAR;
        -makanya jarang Kristen meminta-minta untuk membangun Gereja
        -TUHAN tidak kurang kaya sehingga IA meminta perpuluhan, tetapi TUHAN melihat seberapa terikat kita kepada harta dibanding pengenalan kita akan ALLAH.

    • Hehehe ….
      Ajaran siapalah yg di anut si Anak Muda ini..?
      Kamu tidak mengenal dirimu sendiri .., bagaimana kamu bisa mengenal Yesus Anak ALLAH YANG MAHA Tinggi..

  4. tetapi TUHAN melihat seberapa terikat kita kepada harta dibanding pengenalan kita akan ALLAH.

    ===> Bisa saja gitu sih. Tetapi bisa saja alasannya lain 🙂

    Perpuluhan adalah salah satu bahkan mungkin topik yang paling menonjol dalam PL yang jarang pernah dipermasalahkan…

    Makanan haram dihalalkan dianggap oke dengan dalih : Tidak terikat dengan kutuk Taurat dsb. Sabtu diganti Minggu juga oke dengan berbagai alasan.

    Lha perpuluhan anehnya tidak pernah dibahas dalam konteks : Bebas dari kutuk Taurat itu ….

    Menurut analisa kamu : Apakah perpuluhan sekarang ini memang sebagai sebuah konsep manis ala kamu : TUHAN melihat seberapa terikat kita kepada harta dibanding pengenalan kita akan ALLAH

    atau justru sebaliknya : Membuktikan bahwa ada pendewaan terhadap kekayaan yang dilakukan oleh mayoritas para pemuka agama penyembah Mamon yang semestinya juga dengan standard yang sama , menafsirkan bahwa perpuluhan sudah dihapus dalam PB dengan alasan bebas dari kutuk Taurat ? 😀

    Masalah Ananias dan Safira adalah pameran kemunafikan. Seseorang nyumbang 100 ngakunya 1000 , biar dipuji . Itu perilaku nggak bagus karena pamer plus riya . Jadi dia menerima hukumannya , sebagai peringatan untuk umat yang lain. Dari sisi niat nggak bagus, dari sisi perbuatan ya korupsi 🙂

    SALAM Par…

    • @lovepassword

      bedakan antara penyelewengan dan peruntukan,

      mas Anak Adam kan berkata2 tetang “harta” jadi secara konteks saya jelaskan…
      perkara ada penyelewengan, itu tergantung “pengumpulnya”

      tetapi nasehat kepada Anda,
      kalau Anda memberi, biasakan itu sebagai pemberian kepada TUHAN, perkara yang menerima (manusia) menyalahgunakan, itu dosa dia terhadap TUHAN, OK Bung….

      Perpuluhan bukan salah satu tuntutan Taurat lovepassword, tetapi sebuah anjuran supaya menjaga kelangsungan terhadap biaya2 yang dibutuhkan di dalam kebaktian jemaat. Di Gereja juga butuh AC di jakarta, nah untuk AC biasanya digunakanlah perpuluhan; Dan satu hal perpuluhan memang wajib tetapi tidak dipaksakan.

      nah makna rohaninya adalah… SEBERAPA BESAR ANDA terikat kepada HARTA? nah baru di sini Tauratnya kenak, yaitu HUKUM PERTAMA. Kalau tidak mengenal ALLAH maka memang ia akan sukar memberi, persis seperti Nikodemus, kan gitu tho?

      tetapi lagi2 itu berdasar kepada PROPOSAL, sbb ada yang mengira jika memberi PERPULUHAN maka akan mendapat berkat KALI SERATUS, itu sesat…
      TUHAN tidak disuap, dan IA bukan manusia….TUHAN MELIHAT HATI (sunat hati) dan bukan lahiriahnya (sunat khatan)

  5. @Parhobass : Saya nggak bicara soal penyelewengan uang sumbangan, perpuluhan dsb karena itu soal lain. Tapi asal muasalnya secara mendasar kan gini dulu : Konsep perpuluhan adalah wajib itu sendiri sebuah penyelewengan atau tidak ? Jika sudut pandangnya hubungan PL dan PB.

    Seperti yang kukatakan sebelumnya : Di antara aneka aturan dalam PL yang jauh lebih tegas. Perpuluhan yang notabene dalam PL pun samar2 dalam PB malah nggak ada dasarnya mengapa bisa-bisanya dianggap wajib , sedangkan aneka ayat yang lain dalam PL semisal makanan, sunat, dsb dengan aneka dalih dihapuskan ? Coba kamu jelaskan …

    Seberapa besar keterikatan pada harta itu lain perkara dong.

    Intinya konsep bahwa perpuluhan itu wajib aslinya benar apa nggak ? Secara konseptual perpuluhan wajib itu benar atau salah . Lebih-lebih jika dilihat dalam konteks hubungan PL dan PB … termasuk contoh ayat2 yang lain.

    Lha kalo memang nggak wajib mengapa dikesankan digembar-gemborkan itu wajib bahkan dengan aneka bumbu dapurnya seperti omonganmu , dibales ratusan kali lipat dan sebagainya.Kalo wajib tapi nggak maksa. Yang namanya wajib itu ya maksa. Setidaknya secara psikologis dikesankan gitu.

    Mana ada wajib tetapi nggak maksa.

    Masalah gereja butuh AC, lha sejak awal ngapain nggak membuat bangunan yang ramah lingkungan 🙂

    SALAM

    • @lovepassword;

      hehehe semangat banget yah…
      gini lho yah…

      harapan Anda kan gini, yang enak buat “penguasa dipertahankan” alias diwajibkan, sementara yang lain tidak, hehehe

      gini lovepassword
      Coba baca Kitab Korintus, disitu dikatakan bahwa jemaat wajib “memelihara” kepala jemaatnya,… nah di dalam hal PL itu disebut perpuluhan, jadi masih bisa berkesinambungan, contohnya Ananias toh, dia memberikan persembahan, cuman dengan hati yang tidak tulus,…

      nah secara umum gini,
      LEWI adalah imam, dimana mereka tidak memiliki tanah di Israel, tetapi suku yang lain harus mengumpulkan hartanya dan memberikannya kepada Lewi, agar Lewi dapat dengan full timer bekerja di Rulmah Tuhan;

      di PB, semua orang, Anda, saya, siapapun, dipanggil jadi imam, di Kitab Petrus disebut kitalah imamat rajani, imam,… tetapi diantara yang terpanggil jadi imam-imam ini tidak semua benar-benar terjun pada pelayanan, ada juga yang tidak full timer, nah yang bener2 full timer itu harus dipelihara hidupnya. Biaya untuk memelihara itu biasanya disebutlah perpuluhan, biasanya GPdI mengharuskan perpuluhan, ada juga yang tidak.

      nah di gereja-gereja tradisional, HKI, misalnya malah ngga ada perpuluhan, yang ada “toptop ripe” (persembahan keluarga) namanya.
      Jadi perpuluhan itu wajib tetapi tidak diharuskan, yang harus di sana adalah… jangan terikat kepada harta, sehingga TAURAT hukum yang PERTAMA masih akurat untuk dilaksanakan…secara ROHANIAH, karena itulah yang dituntut YESUS…

      ngapain digembar-gemborkan? aneh juga kau ini bah, dah dibilang ngga wajib koq maksa ke argument penyelewengannya,
      makanya saya bilang di atas, itu masalah penyelewengan,… jadi kalau Anda bicara masalah penyelewengan, … saya nasehatkan;
      Jika Anda memberi, apapun itu, anggaplah itu pemberian kepada TUHAN, jika manusianya menyelewengkan, itu dosa dia kepada TUHAN, sementara kita bebas dan bersih, kan gitu toh?

      Kenapa ada Gereja terkesan memaksakan perpuluhan?, itu tidak lain karena budaya di Gereja itu sendiri, salah satunya adalah… gembala jemaatnya benar-benar dipelihara dengan baik, dan jemaatnya juga malu kalau jemaat kaya raya dan bergelimang harta tetapi gembalanya kere…

      gimana?

    • Kenapa ada Gereja terkesan memaksakan perpuluhan?, itu tidak lain karena budaya di Gereja itu sendiri, salah satunya adalah… gembala jemaatnya benar-benar dipelihara dengan baik, dan jemaatnya juga malu kalau jemaat kaya raya dan bergelimang harta tetapi gembalanya kere… ===> Yah itulah yang ditiru oleh para pejabat kita… dari tokoh2 agama yang mereka lihat 😀

      Anda boleh menasehati dia kalau Anda juga bersih dari ketergantugan kepada harta, kalau Anda ternyata juga masih tergantung kepada harta, lalu apa gunanya kau menasehati orang lain?
      ntar dikata lagi, “muna looo”, atau “maling teriak maling loo” ===> Cara mendiskreditkan model gini memang dipakai sebagai modus korupsi berjamaah bahkan/ Kalo nggak bisa nyogok, bapaknya pura2 baik ngasih barang/uang jajan ke anaknya. Kemudian endingnya kalo ada kasus A nggak mau diajak kerja sama didiskreditkan dengan kata munafiklah, anakmu juga makan uang haram, dsb.

      Saya nggak nyuruh orang maling ayam, tapi kalo ada maling ayam yang juga dongkol melihat misalnya pejabat nilep uang rakyat ratusan milyard, yah itu masih normal. Kalo nunggu 100 persen baik dulu, itu malah menyuburkan korupsi 😀

      nah kalau kita tahu seekor babi jangan beri barang berharga, kan gitu toh kata Alkitab ==> Saya tidak ngomong soal babi lho 😀 , bingung juga kita ngomong soal kelakuan pemuka agama jaman sekarang, kamu malah bandingkan sama babi 🙂

      Ketika Daud membangun istana, bait Allah yang katanya untuk kemuliaan Allah, menurutmu apa jawabannya sih ??? Hi Hi Hi
      Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami
      ==
      Langit adalah tahtaKu dan bumi adalah tumpuan kakiKu; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagiKu, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentianKu? Bukankah tanganKu yang membuat semuanya ini, sehingga semuanya ini terjadi?

      😀

      ==
      Mereka yang melakukan pameran kemewahan itu melakukannya untuk siapa ?
      Masalah umat malu karena pendeta kere atau ustadnya kere. Ya diajari tho supaya nggak malu. Lha wong mereka nyatanya menikmati itu…

      SALAM

      • @Lovepassword;

        jadi gimana? Anda mau terus protes atau ….pancarkanlah kebaikan Anda?
        Jika kebaikan Anda pancarkan, anggaplah itu kebaikan kepada TUHAN, nah orang yang menyelewengkan kebaikan Anda akan berurusan dengan TUHAN,…sehingga Anda bersih…

        Banyak jenis karunia, kelemahlembutan dan sebagainya, dan karena masing2 orang berbeda karunia, maka sebaiknya yang lemah lembut menasehati yang tidak lemah lembut, yang baik menasehati yang tidak baik….supaya iblis dapat dibungkam…
        Tidak ada orang yang sempurna karna memang sudah terpisah dari ALLAH, tetapi masing2 orang memiliki karunia tertentu, ciri khas….unik… bukan berarti yang tidak karunia dia menjadi legal untuk berbuat jahat, bukan. Ikatlah semua di dalam hikmat, dan darimana hikmat dan pengetahuan? Alkitab berkata, “Takut akan TUHAN adalah awal pengetahuan”….Sebab memberi makan anak kecil juga butuh hikmat, ada orang yang ingin menjadi anak kecil mulu, sehingga tidak terlalu suka dengan makanan-makanan keras. Dan makanan rohani adalah Firman ALLAH.

    • Hehehe …
      Perpuluhan itu adalah ” Upeti rohani tanda kita takluk kepada kerajaan Rohani ” ….. Ada tertulis apa yang untuk ALLAh adalah bagi ALLAh dan apa yg untuk raja adalah bagian raja..

  6. Yang terakhir itu kamu kayaknya 90 persen benar deh .. 😀 Hi Hi Hi… Intinya kamu mau ngomong mereka matre berjamaah gitu ?

    Jadi kalo perpuluhan diartikan sebagai persembangan kamu anggap Ok, kalo perpuluhan diartikan sebagai 1 dari sepuluh bagian diwajibkan harus setidaknya segitu. kamu nggak setuju ? Begitukah ? Lha namanya saja perpuluhan Par… ?

    Makanya kalo milih kalimat jangan yang antik : Wajib tetapi tidak diharuskan. Apanya yang wajib kalo tidak diharuskan ?

    Yang lebih hebat lagi : Ada yang sudut pandangnya gini, aku lupa2 inget tuing-tuing pokoknya ada tiga bagian : 10 persen mutlak harus, terus persembahan juga harus , terus apalagi… Hi hi hi, aku beneran lupa…. Tapi intinya tiga point itulah…

    Jika Anda memberi, apapun itu, anggaplah itu pemberian kepada TUHAN, jika manusianya menyelewengkan, itu dosa dia kepada TUHAN, sementara kita bebas dan bersih, kan gitu toh? ===> Kalo kamu memberi untuk dikorupsi Par, kamu nambah-nambahi dosa kamu sendiri. Karena kamu memfasilitasi pelanggaran hukum Hi Hi Hi…

    Coba baca Kitab Korintus, disitu dikatakan bahwa jemaat wajib “memelihara” kepala jemaatnya ===> Lha memangnya memelihara itu artinya perpuluhan , ya nggaklah , lha wong nggak ada aturan 1 banding sepuluh…

    Konsep perpuluhan itu dalam PL sebagai semacam pajak , menurut kamu bener apa tidak ?

    Yang harus ada di sana itu Jangan terikat pada harta ? Lha gitu lho, itu rada keren kedengarannya…

    SALAM Par

    • @lovepassword

      argumentmu agak selfish kawan,
      kalau Anda tidak terikat kepada harta, maka “anda” yang lain juga kan seharusnya begitu, itu harus,… maka yang namanya korupsi kemungkinan tidak akan ada. Karena namanya mengenal TUHAN kan seharusnya tidak terikat kepada harta.

      tetapikan kita kembali manusia yang sudah berdosa yang tidak lagi sempurna, selalu saja ada penyelewengan, salah satunya terikat kepada harta biarpun ia mengaku mengenal TUHAN, kan gitu….Jadi kalau jemaatnya tidak terikat kepada harta apalagi kepala jemaatnya, kan gitu? istilah matematikanya, yang 2 kali sehari berdoa saja taat, apalagi yang full timer, hehehe

      jadi nasehat yang ampuh adalah, jika Anda memberi, anggaplah itu pemberian kepada TUHAN, semisal ada orang yang menyelewengkan, itu dosa dia kepada TUHAN, sementara kita bersih, kenapa bersih, karena kita wajib memelihara kepala jemaat (fulltimer) dan wajib saling berbagi. kenapa wajib dan harus? karena itu membuktikan kita tidak tergantung kepada harta, dan hanya mengenal TUHAN. Karena kita tahu pasti ada penyelewengan, so apakah kita akan tetap mempertahankan harta kita? hehehe itu namanya sudah terikat ke harta kawan…Prinsipnya itu masih sama dengan KASIH TUHAN, Ia tahu Israel akan berontak, Ia tahu Kristen akan banyak yang murtad dansesat, tetapi IA tidak mempertahankan DIRINYA, IA bahkan mau memcipta dan mau berkorban bagi siapa saja…

      Jadi arti wajib tetapi tidak diharuskan, artinya kira-kira gini,
      sesuai keterangan di atas,
      Anda wajib memelihara hidup orang banyak, sebagai bukti Anda mengasihi, dan sebagai bukti Anda mengenal TUHAN, tetapi tidak selamanya itu melalui harta, uang, yang dalam hal ini perpuluhan. Yang harus adalah jangan terikat kepada harta, nah pemberian, dalam hal ini perpuluhan, buktikanlah itu sebagai bukti dari pengenalan Anda akan TUHAN, bukan untuk menyuap TUHAN dan bukan untuk mengharapkan untung timbal balik. itu namanya AGAPE.

      • Gini lho Par : Masalah rela, ikhlas , apapun istilahnya itu oke2 saja. Tetapi tetap perlu juga kamu lihat : Memfasilitasi kesalahan orang lain, itu juga nambahi dosa. Hi hi hi

        Lha masalahnya adalah kamu senang banget membuat dikotomi sok dewasa tapi salah :

        Misalnya Iman kamu benturkan dengan Bertanya atau kritis . Padahal dalam diri anak2 : percaya kepada orang tuanya tidak membuat mereka menghentikan pertanyaan. Jadi kalo kamu kritis itu nggak ada hubungannya dengan tidak beriman.

        Sekarang kamu membuat dikotomi aneh lagi : Protes terhadap penyelewengan diidentikkan dengan tidak ikhlas.

        Memang bener sih ada yang nganggep gitu, Tapi kalo semuanya gitu ya korupsi malah merajalela Par… Lha kalo menurutku sih sebaiknya ya jangan memfasilitasi koruptorlah. 😀
        Biarpun semua dari kita juga koruptor 🙂

        Kalopun kamu sedemikian baik hati : Ya pake saja slogan dirjen Pajak : Awasi penggunaannya… Kalo bisa sih. Hi Hi Hi..

        Jadi kalau jemaatnya tidak terikat kepada harta apalagi kepala jemaatnya, kan gitu? istilah matematikanya, yang 2 kali sehari berdoa saja taat, apalagi yang full timer, hehehe ===> Ini juga logika aneh lagi… Hi Hi Hi..

        Memangnya kalo berdoa full timer bisa nggak mata duiten iya. Lha kalo berdoanya minta mercynya tambah banyak ya tambah mata duiten Par…

        Jangan terikat pada harta atau apapun , itu ya oke . Tapi emang susah itu Par… 😀

        SALAM deh

        SALAM lagi deh

      • @lovepassword

        lari lagi dari makna yang saya utarakan,…

        kata Anda:

        Sekarang kamu membuat dikotomi aneh lagi : Protes terhadap penyelewengan diidentikkan dengan tidak ikhlas.

        saya tanya,

        kapan saya bilang begitu?
        inti yang saya katakan:
        – Jangan tergantung pada harta, harus
        – Kenallah TUHAN lebih dari pada harta, wajib
        – Pemberian anggap sebagai pemberian kepada TUHAN, perkara ada orang yang menyelewengkannya, itu urusan dia dengan TUHAN
        – semisalpun ada penyelewengan, Anda bisa mengkritisi pemakaiannya, selama Anda melakukan 3 point di atas, karena ada orang yang protes sana sini ternyata ia melakukan kesalahan yang sama, yang saya contohkan dengan seorang siswa/mahasiswa protes sama koruptor ternyata ia sendir suka ngerpek (ngerti ngerpek kan?)

        mengenai seperti anak-anak,
        saya juga sudah menjelaskan panjang lebar, Anda bisa bebas bertanya dan mengkritisi, mungkin TUHAN, tetapi jangan stagnan di titik itu, dewasalah, bertumbuhlah… kan gitu saya bilang ke Anda…
        karena seperti anak-anak bukan berarti menjadi anak-anak;

        gimana?

      • Kayaknya ini bukan masalah lari pagi atau balap karung deh Par…

        – Pemberian anggap sebagai pemberian kepada TUHAN, perkara ada orang yang menyelewengkannya, itu urusan dia dengan TUHAN ===> Lho yang kita bahas sejak kemarin2 kan ya memang di sini ini. Kalopun anggap saja kamu baik hati, rajin memberi. Dengan memasrahkan kepada orang lain tanpa kontrol sehingga diselewengkan , itu benar apa salah… ? Aku sendiri juga bingung.

        Jika kita atau umat manapun menuntut akuntabilitas , maupun itas-itas yang lain – ya normal2 saja dong. Itu justru baik-baik saja. Tidak memberikan cek kosong.

        Kalo ada kesalahan Kamu bisa menjawab itu urusan dia, tetapi yang memfasilitasi kan kamu 🙂

        =============================
        semisalpun ada penyelewengan, Anda bisa mengkritisi pemakaiannya, selama Anda melakukan 3 point di atas, karena ada orang yang protes sana sini ternyata ia melakukan kesalahan yang sama ===> Itu juga sudah kubahas : Rasanya nggak mungkin nunggu kamu baik dulu, baru kamu baru boleh mengkritik. Mengapa ? karena selamanya kamu nggak akan cukup baik. Selamanya kita manusia tidak cukup baik 🙂 Jadi itu memang dilema.. 🙂

        mengenai seperti anak-anak,
        saya juga sudah menjelaskan panjang lebar, Anda bisa bebas bertanya dan mengkritisi, mungkin TUHAN, tetapi jangan stagnan di titik itu, dewasalah, bertumbuhlah… kan gitu saya bilang ke Anda… ===> Yang nyuruh jadi seperti anak2 itu Yesus bukan aku lho. 😀

        Yesus nyuruh murid2nya yang sok dewasa itu meniru anak2. Lha seperti anak2 itu seperti apa ? Ya anak2 itu tergantung sama orang tuanya tetapi itu tidak membuatnya berhenti ngedumel dan bertanya … – Lha sekarang malah kamu balik… 🙂 Gaya kamu sudah mirip kayak gaya murid Yesus yang dikritik Yesus…

        ==============================
        karena seperti anak-anak bukan berarti menjadi anak-anak;

        gimana? ===> Gimana apanya iya. Coba kamu jelaskan arti kalimatmu ini… Aku pengin tahu artinya.. 🙂

        SALAM Par

      • @lovepassword

        maka saya katakan, jadilah baik, kawan….
        kalau Anda baik setelah orang lain baik, gimana jadinya?
        itu sama saja tidak mengenal TUHAN, sebab TUHAN Baik, bukan karena ciptaanNYA berbuat baik kepada DIA….dan karena kita dipanggil agar sama seperti Kristus, maka lakukanlah hidup sama seperti Kristus, kan gitu toh?….bagi Anda itu aneh dan bodoh? ya memang Alkitab berkata Jalan Kristus akan dikata orang dunia bodoh, gimana tidak bodoh, sebab orang dunia tidak tahu apa itu kebaikan….kebaikan kita pancarkan bukan karena orang lain baik kepada kita, melainkan karena kita adalah sumber kebaikan itu…
        lihat link nya di sini Kepala dan bukan ekor

        ini bukan perkara “memberi” tanpa hikmat, larinya adalah Anda mengeneralisasi seolah saya asal memberi kan gitu toh?
        nah kalau kita tahu seekor babi jangan beri barang berharga, kan gitu toh kata Alkitab. Saya berkata sebelah kiri, Anda selalu menarik ke kanan, itu yang saya sebut selalu keluar dari jalur….

        jadi masalah ada kepala jemaat yang hidup wah dari hasil perpuluhan, Anda bisa memberi perpuluhan yang lain, karena perpuluhan wajib tetapi tidak harus, contohnya dengan menegor dia, jika selama ini Anda tidak pernah menegor, maka bagilah 1/10 dari tenaga dan waktu untuk mengingatkan dia mengenai harta, intinya katakan jangan terikat pada harta, sebab orang yang mengenal TUHAN tidak mengenal TUHAN, tetapi ingat, Anda boleh menasehati dia kalau Anda juga bersih dari ketergantugan kepada harta, kalau Anda ternyata juga masih tergantung kepada harta, lalu apa gunanya kau menasehati orang lain?
        ntar dikata lagi, “muna looo”, atau “maling teriak maling loo”, hehehhe

        bhs Alkitabnya, jadilah TERANG….
        dan karena dunia memang tidak mengenal TERANG, maka itulah yang namanya memikul salib,….

        Sekali lagi kita tidak perlu menjadi hitam karena oran lain abu-abu.

      • https://hakadosh.wordpress.com/2010/04/10/proposal-kepada-tuhan/#comment-1799

        Sekali lagi kita tidak perlu menjadi hitam karena oran lain abu-abu. ==> Slogan yang menarik…

  7. @LP…halo sobat…gimana kabarmu…hahahaha..
    hmmm..seperti biasa, pertanyaanmu memang aneh2 saja…apakah itu juga hasil gutak gatuk gatok pecel lele…hahahahahahaa….

    Klo saya baca komentar2 dari LP, kebanyakan yang ditanya mengenai manusiaaaaa terusss….jarang nanyain tentang TUHAN….

    Yang ditanya klo ngak Pastor, Pendeta…atau suster atau sintua…atau yang sejenisnya….

    Lhaaa…klo yang dikritik dan ditanya itu manusia, siapapun dia dan apapun gelarnya ya pasti semuanya memiliki kekurangan dan keburukan tohhh…tidak sempurna…..

    • Klo saya baca komentar2 dari LP, kebanyakan yang ditanya mengenai manusiaaaaa terusss….jarang nanyain tentang TUHAN…. ===> Kamu mbacanya kurang banyak..hi hi hi. Ikutin saja aku terus kalo kamu kangen… 🙂

      Lhaaa…klo yang dikritik dan ditanya itu manusia, siapapun dia dan apapun gelarnya ya pasti semuanya memiliki kekurangan dan keburukan tohhh…tidak sempurna….. ===> Baguslah kalo sadar. 😀 Masalahnya adalah ada tipe manusia yang mempertuhankan diri sendiri. Kalo sudah berpendepat dianggap pendapatnya itu dari Tuhan sendiri… Kalo sudah menafsirkan dianggap tafsirnya itu adalah pendapat Tuhan sendiri…hi hi hi. Lha emangnya perutku nggak sepet apa…

      Yang serius saya tanyakan itu gini : Mengapa bisa2nya ada tafsir yang nyeleneh soal perpuluhan itu yang bisa kita anggap nggak konsisten dengan model2 yang lain.

      Mengapa yang dari PL tapi masih digembar-gemborkan cuma perpuluhan sedangkan yang lainnya bisa dibuang entah kemana.. 🙂

      Perpuluhan itu dalam PL saja konsepnya nggak tegas, lebih mirip pajak – dalam PB lenyap entah kemana, tapi kampanyenya malah intensif kan ? 🙂

      Kalo masalah rela yang dibahas itu aslinya bukan mengenai rela. Nggak bisa juga dibodohi dengan argumentasi aneh, daripada minta sumbangan di jalan2? Hi Hi Hi… Itu nggak nyambung dong

      Intinya : mewajibkan sesuatu yang nggak wajib itu benar atau salah ?

      Kalo benar, apanya yang benar – lah wong logika perpuluhan itu asli berantakan. Berdebat sebulan juga berani. 🙂 Kalo pas ada waktu sihhh..hik hik hik…

      Kalo salah, ngapain tahu salah dipelihara bahkan digembar-gemborkan… dikampanyekan bahkan pake iklan ala dukun pengganda uang kertas : Kamu ngasih 1000 nanti jadi 10000 deh…

      Kamu nggak merasa apa kalo kelakukan pemuka agama sekarang semakin kayak dukun sunat. Eh bukan dukun sunat ding. Dukun itu lho, paranormal. Bukan musriknya tapi mata duitennya itu lho…

      Lha saya perlu ngedumel di sini supaya kalian sedikit terprovokasi gitu lho. Harus kritis dong jadi manusia. Masak pasrah saja dibohongi terus sih.

      Lha kalo selama ini kritis dibenturkan dengan tidak rela/tidak ikhlas, dsb – lha itu kan karena kalian menjadi korban manipulasi informasi psikologis dari pakar2 yang terhormat itu.

      Saya ngomong begini bukan cuma sama kamu.

      Aku juga ngomel di blog-blog lain misalnya di blognya Mas Agorsiloku , lha itu blog muslim yang sering membahas ilmu pengetahuan dan agama Islam : Sains and religion :

      Ketik reg spasi XXX berhadiah umroh diundi itu bener apa nggak…

      Lha kalo SDSB dikritik , tapi beginian didukung karena bajunya , pembalutnya agama, ya bikin perut mules dong.

      Kalo kita konsisten : Ya kalo SDSB Porkas itu kita anggap jelek, lha segala reg-regan SMS itu juga sama jeleknya karena ada unsur gambling terlepas hadiahnya dibalut baju agama atau tidak.

      Kalo reg regan kita anggap baik , apalagi bagi hasil duitnya lumayan untuk tokoh2 agama kan ? , ya sekalian saja bangunlan tempat2 ibadah dari duit Porkas…Minta bagi hasil saja sekalian …

      Lha itu memang keblinger, tetapi setidaknya kan konsisten…Nggak kayak sekarang ini…
      Standar Ganda itu…

      Lha dalam kasus perpuluhan ya samalah. Kalo ada pendeta yang ngomongnya soal perpuluhan melulu, lha anaknya saja sekolah di Amrik semua, naiknya Mercy lagi .

      Katanya rejekimu akan dibales Tuhan berkali-kali lipat . Jadi kamu bakal kaya. Yang jelas yang pertama kali kaya ya makhluk hidup tersebut.

      Masalah kamu kaya apa nggak itu tergantung usaha kamu selanjutnya… :D…

      Kalo mau cepet kaya : Besok2 buatlah seminar : Tips and Trick Tetap Kaya bersama Yesus di tengah badai Krismon… 🙂

      Tertarik mencoba Mas Penuai ???

      SALAM

      • @lovepassword –>I also love your words…………..

  8. Apakah bapatuaku terus membenciku

    • @Resi

      ada apa gerangan?

      Salam

  9. Aku mulai dekan pada tuhan tapi cobanku banyak sepeti di dlm rumah tanggaku dan anak-anakku. Sering anak ku mau bentak-bentak mamanya

    • Salam

      Belajarlah bersabar sama anak2, mereka adalah plagiat ulung. Lingkungan sangat banyak menempa mereka.
      Selamat berjuang.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: