Ketika TUHAN memberi waktu

April 7, 2010 pukul 2:44 pm | Ditulis dalam Saya melihat | 2 Komentar
Tag:

Ada pilihan yang sangat fatal, dan ada juga yang tidak, mungkin itu kata yang tepat bagi kaca mata kita. Pilihan fatal dan tidak fatal seharusnya dilihat dari bagaimana hikmat TUHAN bekerja.
Pernah seorang yang menyentuh “Box Taurat” disentuh di jaman Musa, langsung mati, pernah juga seorang “menjual tanah” suami istri langsung mati, di jalam Petrus sang rasul…

Jika demikian terus maka tidak akan ada manusia dari dulu sampai sekarang…
Kita memandang itu sebagai kasih karunia, tetapi orang yang memandang sedemikian dalam akan menghujat TUHAN.
Hikmat TUHAN memang tidak terselami, keputusan-keputusanNYA sungguh tidak menunggu pertimbangan dari manusia…IA memang TUHAN dari segala tuhan, ALLAH dari segala allah…
Semisal semua manusiapun berkata IA tidak ada dan IA salah, IA tidak bergantung kepada pendapat manusia.
Semisal semua manusiapun tidak mempercayai DIA, IA tidak bergantung kepada itu,…
Tetapi mari meletakkan itu pada “semisal”, itu tidak realistik, sebab masih ada manusia yang IA anugerahi kepercayaan dan iman. Dengan kuasa dan keperkasaan.

Ketika TUHAN memberi waktu, maka yang mengenal TUHAN bersuka untuk berbuah, yang tidak malah akan semakin jauh dan jauh.
Kita dapat melihatnya pada kehidupan sehari-hari, anak yang setiap hari dimanja dan diladeni kenakalannya ia akan semakin jauh dan ia akan semakin jahat. Apalagi manusia yang tubuhnya dewasa dan merasa wawasannya luas? semakin hari dan semakin hari ia akan semakin jauh.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Kita dapat melihatnya pada kehidupan sehari-hari, anak yang setiap hari dimanja dan diladeni kenakalannya ia akan semakin jauh dan ia akan semakin jahat. ===>

    Seneng banget mbahas anak nakal iya ? πŸ˜€

    Hidup ini Par, sungguh aduhai rumit.

    Kamu perlu sekali-kali membaca tulisan-tulisannya Sulaiman… Hi hi hi

    Ada banyak kisah aneh di bawah matahari kan. πŸ˜€

    Mungkin pernah kamu dapati : Ada anak nakal karena memang faktor lingkungan, nggak pernah dididik, dsb tapi ada juga bajingan tengil yang tadinya justru dididik sangat baik oleh keluarganya..

    Anak penjahat bisa jadi korban narkoba, anak ustad atau pendeta juga bisa saja mengalami seperti itu.

    Ada masa ketika busur panah ditegangkan dan panah dilepaskan, sang pemanah cuma bisa memandang dengan terpesona dan berharap. πŸ™‚

    Ada banyak fase ada banyak interaksi dalam hidup ini, ada banyak perjumpaan ada banyak pengalaman dan pemahaman-pemahaman baru

    Kamu mungkin merasa sudah mendidik anakmu baik-baik, bisa saja mereka berjumpa dengan orang lain. Pada saat itu segalanya bisa berubah. Begitu juga sebaliknya. Seseorang yang ada dalam lingkungan yang antik pun suatu saat bisa berubah.

    Jadi lihat saja ginilah : Sebagai sebuah upaya, semuanya baik-baik saja. Manusia berusaha itu bagus..

    Tetapi pada sisi lain toh bukan manusia yang menentukan…

    Tuhan memberi waktu, Tuhan memberikan pilihan, tetapi tidakkah Tuhan juga memilih … πŸ™‚

    SALAM

    • @lovepassword

      terimakasih atas sarannya;

      sepertinya topik yang kita bicarakan sama pada ujungnya; bahwa hikmat TUHAN memang tidak terselami; dan manusia memang penuh keanehan…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: