Terjemahan tidak asli?

April 3, 2010 pukul 12:35 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 11 Komentar
Tag: ,

Artikel ini masih buat seseorang dengan nick Anak Adam. Mari kita mulai dengan melihat skets saya berikut ini;

bahasa-terjemahan

Untuk atau supaya lebih berbau nasionalis dengan unsur etnik, saya umpamakan seorang batak yang sedang membaca sebuah teks, I’m reading a book.
Memang ada orang yang ahli berbahasa, tetapi ada juga yang tidak. Ada suatu saat orang harus memutar-mutar kata-perkata di dalam benaknya lalu memilah arti di dalam bahasa yang umum dia mengerti, kemudian barulah ia dapat mengerti arti sebuah kalimat. Seperti contoh di atas, mungkin ia bisa mengerti dengan cepat arti kata/kalimat dari I’m, tetapi kebayangkan bagaimana otaknya bekerja keras semisal ia tidak mengerti arti reading,… mungkin sudah pernah mendengar read, “Apa pula reading ini bah”, bisiknya di dalam hati. “Ai manjaha do raon bah”: katanya di dalam hati, (Ah membaca kali ini).

Nah itu-lah yang terjadi di dalam skala yang sangat lambat. Ada proses penerjemahan di dalam otak kita sendiri, kalau itu cepat maka kita ahli, kalau lambat maka tidak ahli.

Timbul pernyataan dari Anak Adam, yang berbahasa/bertuliskan Arab adalah Bacaan sementara yang terjemahan bukan Bacaan…, nah jika kita bandingkan dengan perihal yang saya utarakan di atas, lalu apakah otak kita tidak asli? sebab ada kalanya kita mengadakan terjemahan di benak, di otak, di apapun tempatnya itu di bagian kepala kita ini…sebab memang tidak semua dapat mengerti apa-apa yang tertulis di Bacaan itu, membaca mungkin semua bisa, tetapi artinya? Yup, Bacaan itu harus disampaikan di dalam bahasa orang yang tidak mengerti,… apa yang terjadi? apakah itu bukan menerjemahkan? kalau ya, apakah yang disampaikan tidak asli lagi?…

Ah ribet-ribet, susah juga memang jika kita dipaksa menjadi di dalam keadaan sulit oleh ….oleh….. Dah ah… “gitu ajah koq repot”….hehehe

Note:
Bacaan adalah bhs Indonesia, di dalam kalimat-kalimat di atas jika ditemukan maka gantilah dengan bhs Arabnya

11 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Memang kitab terjemahan itu bukan asli…

    Penjelasannya tidak saya tulis disini.
    Saya takut nanti Parhobas membaca penjelasan saya, kemudian dia merobah isi penjelasannya kemudian berkata sama orang yang hadir di sini: “inilah komentar anak Adam”.
    Untuk penjelasannya Parhobas dan Robinson bisa melihatnya di:
    http://putramaryam.wordpress.com/2010/04/06/setelah-injil-dirobah/

  2. terjemahan itu dibuat supaya semua orang bisa mengerti dan percaya. sebab Tuhan adalah milik semua orang, semua bangsa berhak menjadi anak-anak Tuhan.. bukan hanya milik segolongan orang tertentu.

    • @sectio

      tepat sekali amang, TUHAN amat sangat adil, jika IA yang “membagi bahasa manusia” dan IA juga yang rela menerima semua Bahasa, TUHAN sungguh tak terselami hikmatNYA

  3. Test komentar.

  4. Terjemahan kitab kedalam bahasa suatu kaum supaya mereka bisa mengerti itu perlu dibuat. Tapi Kitab yang aslinya jangan dihilangkan.

    Jika ada yang salah dalam menerjemahkannya baik salah karena tidak sengaja atau pun salah karena memang disengaja, maka kita bisa memperbaikinya di kemudian hari, dengan melihat naskah aslinya.

    • @Anak Adam

      dengan demikian seharusnya Anda dapat mengerti kenapa Alkitab selalu diterjemahkan,…karena bahasa berkembang, maka komunikasi penyampaian juga harus berkembang supaya orang awam dapat mengerti…

      dan satu hal, Alkitab itu adalah BERITA, nah BERITA itu kan suatu informasi yang harus diinforlasikan, kalau TEKNIK meng-INFORMASI-kan tidak berkembang maka penerima tidak akan dapat mengerti. Teknik boleh berbeda dan berkembang selama ISI dari berita itu sama.

      Nah untuk itulah Anda jangan membandingkan antara Terjemahan yang satu dengan yang satuya lagi, karna teknik menginformasikannya berbeda…

  5. Parhobas, lihat tulisanmu ini
    “Timbul pernyataan dari Anak Adam, yang berbahasa/bertuliskan Arab adalah Bacaan sementara yang terjemahan bukan Bacaan”

    Saya tidak pernah bertanya seperti itu. Pendapat saya adalah:

    “terjemahan al-Qur’an itu bukan Al-Qur’an”

    al-qur’an adalah bahasa arab yang artinya bacaan. jika diterjemahkan memang artinya akan seperti itu:

    “terjemahan al-Quran itu bukan bacaan”

    tapi yang saya maksud al-Qur’an adalah nama kitab suci. Jadi seharusnya kalimat itu berbunyi

    “terjemahan al-Qur’an itu bukan kitab suci”

    begitu maksud saya Lae…

    jadi kamu tidak usah susah seperti itu Lae…

    • @Anak Adam

      coba resapi makna menerjemahkan di dalam otak itu….

      artinya “Bacaan” yang Anda baca selama ini bukanlah Bacaan…
      dan mungkin Anda bisa berdialog di blognya mas Jelasnggak, karena di sana ada pertanyaan, “dimana Bacaan yang asli?”

      saya hanya memberi pemikiran di sini, semuanay terserah Anda, OK

  6. saya jadi teringat akan Voltaire, seorang filosofer Prancis dan jg penulis tahun 1600-an. pada saat itu, dengan congkaknya dia berkata bahwa 100 tahun setelah kematiannya Bible akan menjadi buku usang di museum (tidak ada yg membaca)… tak lama kemudian rumahnya mengalami kebakaran hebat…setelah kematiannya (1728), 50 tahun kemudian The Geneva Bible Society pindah ke bekas lahan rumahnya (bekas kebakaran) dan mendirikan percetakan Bible di atasnya…menggunakan mesin cetak yg dipakai Voltaire utk menulis karya2 skeptisnya terhadap Kekristenan. orang lalu menganggap Tuhan sedang bercanda dgn Voltaire 😀
    Bible adalah buku yang paling banyak dibaca, dicetak dan diterjemahkan di seluruh dunia. banyak orang sudah melihat terang Allah Bapa melalui Bible (Injil) dan menjadi murid Kristus.

    • @Sectio

      hehehe,

      dan saya sudah menginjak patungnya di Lyon, dekat kota tua

  7. @ anak Adam

    Kau dengarkah perkataan mr sectiocadaveris itu ? Barangsiapa menentang Bible dgn segala hikmat terjemahanmu maka Bible akan menangkapmu di dlm keterbatasan usia hidupmu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: