Versi Alkitab?

Maret 31, 2010 pukul 12:11 pm | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | 110 Komentar
Tag:

translations

translations


sumber gambar dari : http://www.biblica.com

Alkitab cuman satu, tepat, terjemahannya banyak, versi terjemahan banyak, tepat.

Artikel ini khusus buat Anak Adam, sobat yang akhir-akhir ini mampir di hakadosh, dan ternyata memang banyak juga yang tidak tahu, termasuk saudara saya dengan nick Dewo..

Biasanya awam akan bingung sambil berkata:”Banyak banget seh versi Alkitab ini?, dah gitu beda-beda lagi…”
masih dilanjutkan, “Di alkitab versi ini berkata xy, di versi lain berkata Xy.

Kita ambil saja contoh:
Kejadian 22:11
TB Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.”
IBIS Tetapi malaikat TUHAN berseru kepadanya dari langit, “Abraham, Abraham!” Jawab Abraham, “Ya, Tuhan!”
KJV And the angel of the LORD called unto him out of heaven, and said, Abraham, Abraham: and he said, Here am I.
ECB And the angel of Yah Veh
calls to him from the heavens
and says, Abraham! Abraham!
And he says, Here – I.

saya terjemahkan secara langsung dari bahasa Ibraninya, tanpa mengikuti kaidah apapun, jadi murni kata per kata adalah sebagai berikut:


וַיִּקְרָא אֵלָיו מַלְאַךְ יְהוָה מִן־הַשָּׁמַיִם וַיֹּאמֶר אַבְרָהָם ׀ אַבְרָהָם וַיֹּאמֶר הִנֵּֽנִי
vayikra elav malakh ADONAI min-hashamayim (dan berfirman kepada dia malaikatnya TUHAN dari langit, dia di sini adalah laki-laki) vayomer avraham avraham (dan berkata Abraham, Abraham, karena nama Abraham disebut, maka “dia laki-laki di atas” adalah Abraham”) vayomer hineni (dan berkata aku ini, aku di sini adalah Abraham bukan Malaikat TUHAN.)…
dan berfirman kepada dia malaikatnya TUHAN dari langit , dan berkata Abraham, Abraham, dan berkata aku ini

Struktur bahasa berbeda, budaya berbeda, dan sebagainya berbeda. Setiap orang tidak bisa menguasai banyak bahasa, bahkan ada orang yang sepanjang usianya hanya mengetahui satu bahasa saja. Maka diperlukanlah penerjemahan. Alkitab sumbernya hanya satu, tetapi terjemahannya begitu banyak, sudah ada lebih kurang dari 1000 bahasa yang telah berhasil mengkomunikasikan Bahasa Asli Alkitab kepada bahasa-bahasa lokal, yaitu, Ibrani PL dan Yunani PB.
Alkitab bisa dibagi-bagi menjadi beberapa jenis di dalam hal teknik dan jenis tulisan. Ada narasi, puisi dan sebagainya… tentu sangat aneh menerjemahkan puisi dengan cara literal kasar… dan akan sangat aneh juga semisal menerjemahkan langsung dari idiom-idiom… Contohnya, setali tiga uang, kalau diterjemahkan ke bahasa inggris, tentu akan menggunakan idiom yang kira-kira sama artinya dengan setali tiga uang, tidak harus menerjemahkannya literal buta…

nah untuk itu, dan alasan-alasan kecil di atas, karena memang banyak alasannya, teknik terjemahan Alkitab paling tidak adalah sebagai berikut, khusus untuk terjemahan Bahasa Inggris saja, karena terjemahan bahasa inggrislah yang paling banyak yang ditemukan sekarang ini:

Tipe Terjemahan Versi Alkitab
Literal :Word for Word, King James (KJV),New King James (NKJV),
English Standard (ESV), New American Standard NASB)
Dynamic Equivalent Revised Standard (RSV), New Revised Standard (NRSV),
Updated NASB, Amplified Bible, New American Bible,
New International (NIV), New English Bible
Free (paraphrase): Thought for Thought Good News Bible, Phillips Modern English, Living Bible (LB),
New Living Bible (NLT), Jerusalem Bible, Modern Language,
Contemporary English (CEV, “The Promise”),
Today’s English, Worldwide English, “The Message”

Nah, bagi Orang Indonesia biasanya menggunakan Terjemahan Baru, TB, karena liturgis. Tetapi bagi orang yang ingin mendalami Alkitab sebaiknya sedapat mungkin untuk dapat membanding-bandingkan antara terjemahan-terjemahan. Anehnya ada orang yang membandingkan secara salah. Ingat Kerbau dan Kambing bisa dibandingkan tetapi jangan paksa Kambing sama dengan Kerbau! Ok Boss!! Selamat belajar Alkitab dengan benar.

untuk lebih jelasnya silahkan dibuka:
http://www.cob-net.org/compare.htm
http://www.biblica.com/bibles/tniv/balanced.php

dan yang penting, untuk membaca Alkitab, biasakan membaca Kata Pengantar dan Footnotes…

Iklan

110 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. lae kamu juga bisa bahasa ibrani?
    kalo gitu tolong tunjukan ayat yang diminta Adi Isa. Tapi bukan dari kitab terjemahan yang meragukan itu. (dengan membuat post ini kamu juga secara tidak sadar telah meragukan kebenaran kitab-kitab terjemahan tersebut. sama lae… saya juga ragu. coba tanya Robinson).

    saya tunggu lae…

    • @Anak Adam

      saya bisa sedikit2 bhs ibrani (anni yodea kitsak ivrit)

      ayat yang mana yang saudara maksud, maklum saya lupa….

      terjemahan itu berbeda, karena keterbahasan dan lain hal… tetapi kalau Anda mengerti arti Berita, maka akan sangat mudah bagi Anda menerima….*

      contohnya gini mas…
      Di agama Anda tentu bahsa Arab adalah lebih “utama”, nah saya yakin hanya 10 persen penduduk islam Indonesia yang mengerti bhs arab, meski miungkin 80 persen bisa baca…. nah ketika mereka yang mengerti “memberitakan” tentu mereka akan mengucapkan di arab dan akan mereka perjelas di dalam bhs Indonesia…. kira2 apa yang diperjelas di dalam bhs Indonesia itu asli apa palsu?… tentu asli,

      Alkitab berkata:”Biarpun seluruh bhs kita ,engerti kalau tidak ada kasih maka tidak ada gunanya”

      applikasinya adalah… kalau Anda berdakah dengan bhs Arab tetapi tidak menjelaskannya di dalam bhs Indonesia, dimana jamaah Anda adalah orang Indonesia yang tidak mengerti bhs Arab, maka Anda sama saja tidak mengasihi orang lokal

      • @. terjemah al-Quran itu bukanlah al-Quran.

        perhatikan genesis 1:(1) IN THE beginning God (prepared, formed, fashioned, and) created the heavens and the earth.

        Kemudian perhatikan terjemahan genesis 1:1 karya anak Adam berikut:
        Pada mulanya Tuhan menciptakan kelelawar dan sayuran (kejadian1:1)

        pertanyaannya
        1. apakah kalimat “Pada mulanya Tuhan menciptakan kelelawar dan sayuran” adalah Genesis 1:1?

        @. Ayat yang diminta Adi Isa

        Alkitab ditulis.. itu buktinya
        ==================
        mana? saya belum lihat sama sekali
        jesus bilang dirinya tuhan…

        permintaan saya adalah
        tunjukan ayat yang diminta Adi Isa. Tapi bukan dari kitab terjemahan yang meragukan itu.

        satu hal. jika saya berdakwah maka biasanya saya menyampaikan ayat al-Qurannya dahulu kemudian terjemahannya

        berikut adalah contoh ayat al-Quran yang saya sampaikan ketika ceramah dalam bentuk tulisan:

        لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَـٰهٍ إِلَّا إِلَـٰهٌ وَاحِدٌ ۚ وَإِن لَّمْ يَنتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

        Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga (dalam trinitas)”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.
        QS. al-Mai’dah (5) : 73
        http://putramaryam.wordpress.com/2010/01/08/trinitas/

        saya selalu menyampaikan juga teks al-Qurannya

      • @Anak Adam;
        ayatnya sudah kukasih ke Adi Isa, dan ke Anda,… begini

        ο νικων κληρονομησει παντα και εσομαι αυτω θεος και αυτος εσται μοι υιος
        (o nikwn klhronomhsei panta kai esomai autw qeoj kai autoj estai moi o uioj)

        ngerti ngga kalau saya tulis begitu?

        nah…..

        yang dapat saya mengerti dari ayat Al Quranmu adalah yang tidak al Quran itu yaitu yang berbhs Indonesia, apakah itu tidak asli?

        mohon ini dijawab dulu…

        note:
        1.kalau ada orang yang tidak dapat mengerti bhs arab seperti bhs arab yang di al quran, lalu apakah ia masih islam???
        2. kalau Anda bisa membaca dan mengerti al quran, bukanlah Anda menerjemahkannya sendiri di kepala Anda baru Anda mengerti? kalau yang di kepala mu itu bukan terjemahan, dan yang terjemahan bukan al quran, maka selamanya orang Islam yang tidak berbhs arab tidak pernah membaca al Quran yang asli….

  2. @ Anak Adam
    saya tunggu lae…
    .
    .

    Pak Parhobas menunggu anda di Sipoholon., dari sana mungkin beliau membawamu ke Pearaja, utk bertanya2 dgn parhalado pusat HKBP ttg terjemahan yg menurutmu meragukan. Tolong dari tempat anda menumpang naik mobil Makmur saja ya, spy cepat sampai

  3. Hebat bahasa Ibraninya, Om Par.

    • Parhobass itu begitu lahir, nangisnya juga sudah pake bahasa ibrani itu … 😀

      • husss… jangan gitu dong…hehee

        Anak Adam tuh yang begitu lahir langsung bisa bhs arab tanpa penerjemah….hahaha sehingga asli semua yang dia baca.. semua yang berbau arab asliii

  4. 😀 :mrgreen: 😯 :ngakak:

  5. Betul, org2 yg kafir menganggap Islam=Arab. 100% Islam berarti hrs 100% sama dgn kultur Arab (pada jmn dahulu kala lagi parahnya..LOL cm krn ingin 100% sm dgn yg tertulis di kitab yg ayatnya sbnrnya sudah kadaluarsa). Hey hey negara2 Arab yg kaya (& mau maju & berkembang) itu dekat dgn bangsa Eropa. Indon ini terlalu bodoh utk keluar dari ajaran2 fanatik. Islamphobia?? Yang ada para kafir fanatik yg Western Phobia. Yg sy maksud kafir ini = org yg tidak mengenal Tuhan Sang Pencipta, dlm Islam dipanggil Allah (Alloh or whatever). Kynya arti sebenarnya kafir ini deh kok skrg2 yg berkembang arti sempitnya yah, kafir=semua yg bukan penyembah Islam & nabinya, makin lama makin tambah bodoh aja LOL Penyembah agama = KAFIR krn menyembah tuhan/ilah yg salah, yaitu agamanya, bukan TUHAN Sang Pencipta (apapun konsep ttg Tuhan yg kamu kenal & apapun sebutan kamu utk DIA). Posisi TUHAN direndahkan ditaruh jauh di bawah agama. Well.. good luck..

    Ayo Indonesia berantas fanatisme & kemunafikan. Berantas semua pikiran2 mengkultuskan agama. Para kafir ini baru menikmati demokrasi tp dasar kafir ya dikasih hati maunya jantung mau menguasai semua2nya, malah byk kafir yg anggap demokrasi itu sesat, padahal mereka sedang menikmatinya LOL

    Btw, ada yg anggap Islam itu Cult bukan agama ya krn org2 kafir penyembah agama ini ditambah lg aksi binatang2 bomber ala Taliban & Dajjal Bin Laden.

  6. jadi kalau memang alkitab adalah firman dari Tuhan dan suci, knapa banyak sekali versi dan pertentangan??

    • @habib

      saudara bisa membaca artikel di atas dengan baik,
      Versi Alkitab memang banyak, tetapi yang banyak itu adalah terjemahannya..
      Alkitab tidak diturunkan dari langit langsung jadi,…
      Pertentangan apa yang ada di Alkitab?
      Mungkin cara kita mengerti turunnya Alkitab yang bisa berbeda…

      Alkitab jelas memiliki sejarah, jadi kalau ada sejarah pasti harus ada pengujian.
      Dan sampai sekarang Alkitab berani diuji,…

      salam

  7. saudara penulis bisa menjawab seperti itu, dan saya menghargai jawaban saudara penulis. kita semua sepakat bahwa kitab suci adalah landasan kita dalam menjalankan perintah agama yang kita yakini. artinya kitab suci itu tidak boleh salah dan bertentangan, karena pertentangan dan kesalahan berarti menggugurkan kitab suci sebagai firman tuhan dan landasan kita dalam beragama. jika permasalahnnya adalah terjemahan, kita semua mafhum dan memaklumi, tapi benarkah di Aliktab hanya permasalahan terjemahan? dan bebas dari pertentangan?

    untuk mengawali diskusi kita di atas, ijinkan saya mengawali dengan pertanyaan aturan manakah yang akan saudara ikuti atau manakah posisi perintah yang lebih tinggi antara Yesus dan Paulus?

    kiranya itu dulu, smoga saudara penulis berkenan menjawab, karena ini pertanyaan ini sangat terkait dengan statement saya mengenai pertentangan dalam alkitab itu sendiri..

    terima kasih

    • Mari kita tilik dari esensi sejarah dan kalimat biasa saja, tanpa tafsir relijius…

      Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.
      (Roma 1:1)

      Kitab Roma ditulis oleh Rasul Paulus.
      Dikatakan di sana Rasul Paulus adalah hamba dari YESUS…
      seorang hamba itu takluk dan hanya takluk kepada tuannya..
      Karena mutlak takluk itulah ia disebut hamba.

      Jadi kalau Rasul Paulus menyatakan diri sebagai hamba,mana mungkin perkataan beliau layak dibandingkan dengan TUHAN-nya?

      Kalau Rasul Paulus sendiri menyatakan diri sebagai hamba dari TUHAN-nya, mana mungkin Rasul Paulus mengajak orang-orang yang ia ajarin tentang INJIL untuk tidak takluk kepada TUHAN-nya?

      Menarik pernyataan saudara tentang pertentangan itu, apakah juga Kitab Suci wajib atau harus dibandingan denan sejarah? gimana menurut saudara?

      salam

      • terimakasih untuk jawaban saudara penulis, tegas dan lugas..
        baik, saya coba simpulkan sekali lagi dari jawaban saudara, bahwa Paulus adalah hamba dari Yesus, dan tentunya sebagai Hamba takluk kepada tuannya, itu berarti perintah yang yesus katakan akan lebih tinggi derajat dan posisinya dari pada perintah Paulus itu sendiri. dan sudah barang tentu sebagai umat kristiani yang baik maka perintah yesus lah yang akan didengarkan. kita sepakat akan itu..

        saya akan mengambil salah satu ayat dari bible sebagai contoh kecil dalam diskusi mengenai ini..

        Misi Yesus

        Matius 15:24 jawab yesus: “aku diutus HANYA kepada domba-domba yang hilang dari umat israel.”

        dari ayat diatas saya mencoba menyimpulkan bahwa, yesus mengatakan bahwa dia hanya diutus kepada umat israel.
        adapun kemudian Paulus mengatakan
        Galatia 3:8
        “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.”

        dari ayat diatas saya menyimpulkan bahwa siapapun, tidak harus umat israel semua boleh diajarkan mengenai injil.
        ini contoh kecil yang saya ingin tanyakan ke saudara..
        Saya cukup sadar diri mengenai pengetahuan saya mengenai injil, sudah pasti kalah jauh dibanding saudara penulis, untuk itu kiranya saudara penulis mau memberi penjelasan yang menurut saudara benar mengenai ayat diatas..

        untuk pertanyaan saudara penulis mengenai apakah kitab suci wajib atau harus dibandingkan dengan sejarah, sbelum saya menjawab pertanyaan saudara penulis, menurut saudara apakah di kitab suci saudara tidak terdapat atau berisi sejarah?maaf saya balik bertanya,karena jawaban saya tergantung dari jawaban saudara..
        terima kasih

      • @saudara habib

        Kesepakatan pertama:

        Pengikut YESUS pasti tunduk kepada YESUS sebagaimana Paulus juga tunduk kepada YESUS.

        Kondisi/situasi/studi kasus:

        Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”
        (Mat 15:24)

        Dibandingkan dengan

        Gal 3:28 Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.
        bukan galatia 3:8 seperti tulisan saudara…

        Begini penjelasannya;
        Untuk membaca ALKITAB dan menggunakannya dalam diskusi kita tidak sangat disarankan mengutip2 tanpa mengerti konteks penuh dari ayat itu, karen setiap ayat itu mengalir dalam narasi dengan tujuan tertentu, ada konteks didalamnya

        Nah kalau saudara membaca Injil Matius 15 itu secara penuh kita dapat YESUS ternyata sedang pergi ke Tirus dan Sidon, dimanakah Tirus dan Sidon?, itu di luar wilayah Israel,.. lalu setelahnya kita dapati bahwa orang yang sedang berbincang dengan YESUS pada saat itu adalah seorang Kanaan? siapa orang KAnaan? yaitu orang yang jelas-jelas bukan Israel.
        Kalau kita selesaikan membaca pasal 15 itu kita dapati bahwa
        Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
        (Mat 15:28)

        jadi apa makna Mat 15:24 di atas adalah
        1. YESUS sedang melihat kesungguhan iman dari orang Kanaan tadi
        2. YESUS memang sedang mempersiapkan murid2 dari Israel, mereka yang memiliki pondasi janji untuk nantinya mengabarkan kabar tentang YESUS, yaitu INJIL, dan terbukti semua Rasul pertama adalah orang Yahudi, orang Israel.
        3. YESUS melayani sampai ke Sidon dan Tirus (bukan Israel), menerima seorang Kanaan (bukan Israel), mengindikasikan bahwa semua orang adalah target keselamatan dari YESUS, dan untuk itu ada cara yaitu pertama disiapkan orang Yahudi dan kemudian untuk melayani orang yang bukan Yahudi.

        Setelah ada orang Yahudi yang percaya maka YESUS berkata:
        Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
        (Mat 28:18-19)

        Inilah tugas para Rasul awal mengabarkan berita suka cita bahwa YESUS adalah Tuhan, dan itu pulalah tugas Paulus, karena ia adalah rasul. Pada masa Paulus sudah ada orang Israel dan yang bukan Israel yang menjadi pengikut YESUS.

        Nah di Galatia Paulus sedang menjelaskan antara pengikut YESUS dari dasar ke-Yahudi-an dan yang bukan Yahudi, orang yang latar belakang Yahudi mengatakan kamu harus melakukan hukum taurat (salah satunya sunat) untuk menjadi murid YESUS, sementara Paulus katakan kasih karunia Kristuslah yang menjadikan kita semua murid KRISTUS, bukan karena melakukan hukum taurat lalu menjadi layak, bukan. Bukan karena legalisasi, semuanya karena kasih karunia.
        Jadi semua yang percaya di dalam YESUS adalah sama sebagai object kasih karuniaNYA tanpa kecuali, karena YESUS mencurahkan darah tebusanNYA bukan hanya untuk orang ini dan itu, melainkan untuk dunia ini, bukan karena bersunat atau bukan (lihat kondisi YESUS melayani sampai Tirus dan Sidon dan menerima orang Kanaan), juga termasuk saya dan saudara. Perbedaannya saya percaya dan menerima, saudara belum percaya dan tidak menerima…

        salam
        Note:
        Karena kita suci mengandung sejarah maka kita wajib menilik sejarah dari sumber lain, sehingga pertentangan akan timbul jika memang tidak sesuai. Nah menurut saudara apakah Kitab Suci (Alkitab atau Al Quran) dapat disebut tidak bertentangan jika dibandingkan denan sejarah ternyata bertolak belakang?

  8. Terimakasih saudara penulis, maaf untuk kesalahan pengutipan nomer ayat di Galatia, dan saya sepakat untuk saran saudara untuk tidak hanya sekedar mengutip ayat di Alkitab tanpa mengetahui konteks dan ayatnya secara penuh, maafkan ke khilafan saya. Walaupun saya juga tidak menjamin 100% untuk tidak mengulangi kesalahan ini lagi, mengingat keterbatasan pengetahuan saya mengenai Alkitab yang tentu saja jauh dibanding saudara penulis, tapi saya akan tetap berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan.
    Baik, kembali ke pokok diskusi kita. Sangat menarik tentang penjelasan anda, saya cukup yakin dan tidak terkejut anda akan menggunakan ayat terakhir dalam Matius 28 itu untuk melegitimasi kristenisasi untuk bangsa non Yahudi dan meng-amini apa yang Paulus lakukan sebagai sebuah kebenaran, walaupun sebenarnya ayat tersebut masih jadi perdebatan tentang keabsahan dan ke asliannya. Yang sedikit menarik tentunya adalah fakta ayat tersebut diucapkan Yesus setelah dia disalibkan kemudian dikuburkan dan bangkit kembali, tidak ketika dia hidup. Tentunya dengan tidak menafikan anggapan sebagian kalangan bahwa sebenarnya ayat ini harusnya berakhir pada ayat 15 (karena menurut saya, pada ayat 16, jika di baca dengan seksama akan miss link dengan ayat 15 atau terkesan dipaksakan, tapi sekali lagi, ini sangatlah subjective, dan saya yakin saudara pasti tidak mau menerima itu). Kenapa menarik? Karena pernyataan itu kontradiktif dengan pernyataan ketika yesus hidup. Baik, kembali ke Matius pasal 15:21-28, jawaban anda diatas sebenarnya juga kurang terlalu kuat untuk dijadikan hujjah bahwa yesus adalah juga untuk umat non Yahudi, karena apa yang Yesus lakukan hanya mengobati tidak melakukan pengajaran apapun. Baik untuk memudahkan pembahasan, akan saya kutip lagi bunyi ayat diatas:
    15:21 Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. f 15:22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.” 15:23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: “Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak.” 15:24 Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. i ” 15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku.” 15:26 Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” 15:27 Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” 15:28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu , maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
    Kata-kata yesus pada matius 15:24
    “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel”
    sebenarnya adalah sebuah penegasan kalau Yesus tidak ada perjanjian dengan umat selain Israel. Dan mari kita perhatikan ayat selanjutnya,
    yesus mengatakan bahwa tidak pantas “roti” yang seharusnya untuk umat Bani Israel diberikan kepada “anjing” (umat non Bani Israel).
    Dan sang ibu pun berkata “Benar Tuhan(Sebenarnya Tuhan didalam ayat tersebut dalam bahasa aslinya adalah KURIE yang berarti juga Tuan), namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”
    mari kita perhatikan kata “remah-remah” di situ, remah-remah bisa diartikan sebagai lebihan-lebihan atau serpihan,atau sisa-sisa. Secara konteksual jelas, bahwa perempuan itu (mewakili bangsa non yahudi) hanya mendapatkan lebihan-lebihan atau sisa-sisa dari mu’jizat Yesus/nabi isa yang seharusnya tujuan utama kedatangannya untuk Bani israel. dengan kata lain perempuan dan bangsa non Yahudi bukan Subject Utama dalam pengajaran yesus. Taruhlah yesus memang mengobati perempuan kanaan itu tapi semua itu tidak dari keinginan yesus sendiri, melainkan karena permintaan perempuan tersebut untuk mengobati anaknya, jelas sebagai nabi yang diutus dan memiliki mu’jizat yesus mempunyai rasa iba untuk mengobati (dengan ijin dan Kuasa Bapa-nya tentunya yaitu Allah Yang Maha Kuasa), mengobati pun dalam artian disini tetap tidak lantas merubah tujuan utama yesus sendiri untuk (umat/bangsa) siapa dia diutus.
    Dan pada ayat 28 yesus mengatakan “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.”
    hal ini jelas berarti yesus tau bahwa perempuan tersebut sadar, mengimani dan meyakini bahwa kedatangan yesus memang bukan untuk dia, tapi perempuan tersebut hanya mengais-ngais lebihan-lebihan mu’jizat yesus, karena perempuan itu mengimani hal tersebut maka yesus pun kemudian mengatakan “jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki”, dengan begitu anaknya pun sembuh dari kerasukan. Mungkin akan beda cerita kalau si perempuan tidak meminta anaknya disembuhkan, atau si perempuan kanaan tersebut tidak mengimani tujuan kedatangan yesus dengan meminta remah-remah mu’jizat yesus namun yesus dengan keinginan sendiri kemudian menolong.
    Hal ini sejalan dengan ayat-ayat berikut:
    matius pasal 10 ayat 5-8
    10:5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, 10:6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. 10:7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. 10:8 Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.
    Matius Pasal 19
    19:27 Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?”
    19:28 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
    19:29 Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat 5 dan akan memperoleh hidup yang kekal.
    Yohanes pasal 17
    17:6. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.
    17:7 Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu.
    17:8 Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
    17:9 Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu
    17:10 dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.
    Kisah Rasul 13 ayat 22-23
    13:22 Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku .
    13:23 Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.
    Kenapa paulus melangkahi apa yang Yesus kerjakan ketika dia hidup? Walaupun dalam kisah Para Rasul Paulus juga mengatakan bahwa yesus sebenarnya adalah juru selamat bagi orang israel tapi keputusan dia untuk berdakwah kepada non Israel cukup dipertanyakan kewenangannya. Bagaimana tanggapan saudara??
    Apalagi kemudian Paulus menyuruh untuk tidak mengikuti hukum2 Taurat, padahal Yesus menyuruh untuk mentaati hukum Taurat. Baik, agar diskusi ini tidak menyebar kemana-mana akan saya sajikan lagi perbedaan-perbedaannya satu persatu.
    Perbedaan selanjutnya adalah Konsep Ketuhanan, saya ragu dengan anggapan Yesus adalah Tuhan, karena Yesus sendiri tidak mengatakan dirinya Tuhan. Hal ini tentunya kontradiktif dan bertentangan. Yesus tidak pernah mengatakan bahwa dirinya Tuhan, tapi Paulus menuhankan Yesus. Bagaimana menurut saudara? Apakah perkataan Yesus kita dia hidup lebih lemah dari pada perkataan Paulus?
    Biarlah anda menanggapi jawaban saya dulu diatas, untuk Konsep Ketuhanan kita diskusikan belakangan.
    Mengenai kitab suci dan sejarah, jika kitab suci berisi sejarah, harusnya tidak boleh bertolak belakang dengan sejarah
    terimakasih

    • @habib

      Tema umum dari kutipan Matius 15:21-28 adalah iman, anugerah dan kemurahan hati TUHAN.

      Dalam term Muslim ada kata-kata non-Muslim, atau kafir
      Alkitab mengatakan bahwa Sorga itu adalah Kerajaan ALLAH.
      Sehingga orang-orang yang percaya dan beriman kepada ALLAH disebut anak-anak Kerajaan, dan yang bukan anak-anak kerajaan disebut anjing.
      Jadi anak-anak bukan kerajaan adalah kafir, adalah anjing, adalah Yunani, Term ini sama maknanya pada waktu itu, dan sangat umum digunakan.

      Orang-orang Israel adalah orang-orang pilihan, kenapa disebut pilihan? salah satunya adalah karena dari mereka inilah akan lahir Mesias. Jika ditelusuri Perjanjian Lama, dan melihat Kitab Injil Matius yang sangat kental ke-Yahudiannya, itu diwarnai dengan silsilah. Silsilah penting karena ada janji bahwa dari salah satu silsilah itu akan datang Mesias.
      Dan kemudian disebut menjadi orang-orang terpilih karena dari merekalah Berita Gembira, Injil, akan dimulai.

      TUHAN bukanlah Perencana yang tidak baik, IA baik, IA teliti dan akurat. Ia menciptakan alam semesta dengan lengkap dan baik dan cukup barulah menciptakan manusia, supaya manusia dapat hidup dalam kelimpahan. Sedemikian TUHAN juga menyiapkan umat pilihanNYA, ISRAEL terlebih dahulu sebelum semua dunia mendengar Berita Gembira.
      Semua pengikut Tuhan YESUS di awal adalah orang-orang Yahudi, orang Israel, dan setelah cukup barulah tugas pekabaran Injil ke bangsa lain dimulai.

      Pertanyaan siapa yang pertama mempersiapkan orang YAHUDI/Israel?
      Jawabnya YESUS SANG MESIAS, tetapi adakah indikasi bahwa Berita Gembira juga harus diberitakan kepada bangsa bukan Yahudi/Israel?

      Dalam mempersiapkan orang Israel, tentu akan ada benturan sosial, karena Israel pada masa itu bukanlah Israel pada masa Raja Daud atau masa Raja Salomo, melainkan sudah terpecah belah, ada orang yang bukan orang Israel tinggal di wilayah Israel, salah satunya orang-orang yang tidak percaya kepada TUHAN, yang tidak melakkum-hukum agama, yang tidak bersunat, d.l.l, disebutlah tu kafir, anjing atau Yunani. YESUS juga bertemu dengan mereka ini, salah satunya perempuan Kanaan seperti yang saudara kutip.

      Dalam kondisi sebagai perempuan Kanaan jelas beliau bukanlah Israel, bangsa terpilih, ia adalah anjing, tetapi dalam posisi iman ia adalah anak Kerajaan, beliau percaya kepada YESUS yang adalah tuan (kurie), tuan yang bagaimana? yaitu tuan yang berkuasa atas roh-roh jahat, setan, iblis dan bahkan tuan yang bisa melihat kadar iman seseorang.
      (menurut saudara tuan macam apa tuan yang seperti ini?)
      Jadi perempuan ini mendapat berita suka cita bukan karena ia adalah bangsa Israel melainkan beliau dianggap sebagai bangsa Israel karena ia memliki iman, sama seperti Abraham diperhitungkan orang benar bukan karena melakukan hkum-hukum agama melainkan karena ia memiliki iman kepada TUHAN-nya.

      Jadi kita yang bukan berdarah daging Israel mendapat kabar gembira juga melalui iman. Sehingga Nubuat di Perjanjian Lama tentang Abraham tergenapi, yaitu Abraham menjadi bapa orang beriman, bapa bangsa-bangsa.

      Jadi pengetahuan perempuan itu akan posisinya, pengetahuan beliau tetang YESUS beliau wejantahkan dalam iman percaya kepada YESUS.
      Ia sadar keadaan bangsanya Kanaan yang disebut bangsay terkutuk dan bangsa penyembah berhala, kafir, beliau tahu siapa YESUS, yaitu TUHAN yang datang dalam rupa manusia melihat iman, dan yang berkuasa kepada setan-setan dan iblis-iblis, maka beliau memohon kepada Oknum yang tepat, dan terbukti anaknya sembuh, dan bahkan imannya semakin diteguhkan oleh tuannya yang kemudian setelah kebangkitab YESUS barulah ia sadar bahwa tuannya itu adalah TUHAN.

      salam

      • Apapun alasan-nya, kesimpulannya adalah Kristen ajaran Paulus bukan ajaran Yesus. Yesus menyuruh untuk menyembah Tuhan Semesta Alam yang Esa, bukan untuk menyembah dirinyaa sendiri…

      • @Triadi

        Namanya saja Kristen diambil dari kata Christian, artinya pengikut Kristus, subsitusi dari kata Mesias.
        Paulus itu bukan Kristus/Mesias, yang Kristus/Mesias adalah YESUS..
        di luar itu hanya pemaksaan kehendak…
        Dan saudara demi keinginan saudara telah memaksakan kehendak saudara kepada ALKITAB…

        salam

  9. fanya suka menyimak diskusi santun seperti ini………

    Salam

    • silahkan disimak terus,

      kesepakatan pertama dari diskusi di atas adalah:

      Pengikut YESUS pasti tunduk kepada YESUS sebagaimana Paulus juga tunduk kepada YESUS.

      tetapi kalau saya perhatikan masih sulit bagi saudara habib untuk menempatkan posisinya pada kesepakatan ini, beliau masih menganggap ajaran Paulus dan ajaran YESUS adalah dua hal yang berbeda…
      dan sepertinya itu tipikal …

      salam

      • itu wajar Par. pakar gereja semacam Ioanes Rakhmat pun juga ngomong soal itu. Ada perbedaan antara Kristen Yahudi perdana dengan kemudian. Bagi sebagian orang dianggap gak substansial, sebagian lainnya menganggap substansial. Lha Paulus adalah manusia pragmatis yang melihat dari sisi kemudahan penyebaran agama.

      • Jika saudara menilai Paulus pragmatis mungkin penderitaan penjara beliau menjadi sia-sia…

      • Terimakasih atas jawaban saudara, saya sangat menghargai jawaban-jawaban saudara, jujur saja saya sangat kagum dengan sikap saudara dalam menyikapi diskusi ini, saudara adalah orang yang baik, saya mendo’akan semoga saudara selalu sehat, mendapatkan hidayah dari Allah swt, Tuhannya Yesus, Tuhan saya dan Tuhan seluruh manusia. Baik, kita kembali ke subtansi bahasan
        Saya sepakat dengan statement saudara mengenai Tuhan adalah perencana yang baik, karena Tuhan Maha Kuasa, Maha Segala-galanya. Tapi menurut saya Jawaban saudara tidaklah merepresentasikan apa yang yesus katakan ketika dia hidup. Saya menganggap jawaban saudara adalah sebuah opini bukan sebuah fakta, karena bible saudara tidak mengatakan seperti itu. mari kita telaah ayat-ayat diatas dengan benar, singkirkan dogma-dogma dan kata-kata doktrinal. Dari ayat-ayat diatas jelas, bahwa Yesus mengisyaratkan misi kedatangannya hanya untuk bani israel, apa dasar saudara mengatakan bahwa itu adalah sebuah penyiapan? Pertanyaan besarnya adalah, adakah kata-kata Yesus yang menyuruh murid2nya untuk menyebar luaskan ajarannya keapada non-Yahudi ketika Yesus Hidup ? Kenapa saya katakan ketika Yesus hidup? Karena hanya itulah bukti kuat yang bisa kita jadikan dasar dan pedoman. yang terjadi adalah Yesus banyak menyibukkan diri dengan mengajar orang-orang Yahudi, bukan orang non Yahudi. Jika “oknum” Yesus saja yang sangat begitu penting, bahkan dituhankan oleh umatnya tidak mengajarkan ajarannya kepada umat non Yahudi bagaimana mungkin Paulus “oknum” kedua yang hanya manusia biasa (Rasul seperti anggapan saudara), yang tidak pernah bertemu yesus, bukan menjadi 12 murid yesus, tidak secara langsung mendapat ijin dan mendapat ajaran yesus, bisa melampaui tugas yesus sendiri?
        Saudara menulis
        “Dalam kondisi sebagai perempuan Kanaan jelas beliau bukanlah Israel, bangsa terpilih, ia adalah anjing, tetapi dalam posisi iman ia adalah anak Kerajaan, beliau percaya kepada YESUS yang adalah tuan (kurie), tuan yang bagaimana? yaitu tuan yang berkuasa atas roh-roh jahat, setan, iblis dan bahkan tuan yang bisa melihat kadar iman seseorang.”
        Saya sepaham dengan saudara mengenai ini, bahwa wanita kanaan itu mempunyai iman, iman kpada siapa? iman untuk hal apa? Jawabnnya sudah sangat jelas di ayat tersebut. Saudara mengingatkan saya mengenai konteks dalam mengartikan ayat-ayat bible, jadi saya meminta saudara untuk membacanya berdasarkan konteks.
        Untuk pertanyaan saudara diatas “(menurut saudara tuan macam apa tuan yang seperti ini?)”
        maka jawabannya adalah “tuan” yang diberi mu’jizat oleh Tuhannya, yaitu Allah yang telah mengutusnya, jelas jawabannya seperti itu. kemudian Saudara menuliskan disitu bahwa
        “tuan yang berkuasa atas roh-roh jahat, setan, iblis “,
        Saya akan menjawab bahwa Yesus tidaklah berkuasa atas itu, yesus bisa melakukannya karena seperti apa yang perempuan itu kehendaki, atau yakini, apa yang perempuan itu yakini?? Meyakini bahwa Yesus diutus Allah datang bukan untuk dia tapi datang untuk bani israel, dan dia hanya meminta “remah-remah” rahmat yang datang untuk bani israel. Akibat keyakinan Itulah akhirnya yang membuat apa keinginan perempuan kanaan tersebut terkabulkan. Saya tidak memungkiri kalau kemudian anak perempuan tersebut sembuh tapi itu semua bukan karena yesus tapi kuasa Allah, bukan yesus sendiri. Kenapa saya katakan yesus tidaklah berkuasa atas setan/iblis?

        Matius 4:1-11
        4:1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
        4:2 Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.
        4:3 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.”
        4:4 Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. ”
        4:5 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,
        4:6 lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis : Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu. ”
        4:7 Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”
        4:8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
        4:9 dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.”
        4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!
        4:11 Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.
        Dari ayat diatas saya menyimpulkan
        1. Yesus tidaklah berkuasa atas setan/iblis, hal ini terbukti dengan mudahnya yesus di cobai setan
        2. Dari percakapan diatas yesus dicobai iblis untuk menyembah selain Allah, maka sebagai nabi/utusan Allah yesus menolaknya
        3. Iblis tidak takut oleh yesus tapi takut dan pergi karena Allah, hal ini terlihat sangat-sangat jelas dari percakapan diatas, buktinya? jika iblis takut dengan yesus, maka jangankan untuk mencobai, bahkan untuk mendekati saja tidak mungkin iblis berani.

        Saya mencoba untuk beranalogi seperti saudara, katakanlah saudara sangat takut dengan si x, si x ini sangat berkuasa, tinggi besar dan mempunyai bawahan banyak sekali, kenapa saudara harus takut?? karena jika saudara tidak menuruti kemauan dan perintahnya maka saudara akan disiksa dengan siksaan yang sangat berat, maka pertanyaan saya, mungkinkah saudara mendatangi si x beradu argumen, kemudian mencobai si x?
        Dengan tidak mengurangi hormat saya, saya meminta maaf kalau ada perkataan saya yang kurang berkenan, Mungkin saudara punya penjelasan yang lain?
        Sekali lagi saya sangat sepakat dengan tulisan saudara bahwa “Pengikut YESUS pasti tunduk kepada YESUS sebagaimana Paulus juga tunduk kepada YESUS”. Sangat menarik sekali, saya yakin saudara lebih tau tentang sejarah Rasul (menurut saudara) Paulus dari pada saya. Saya mencoba beranalogi kembali, silahkan saudara jawab
        katakanlah saudara bertemu dengan yang si A, kemudian si A mengatakan pada saudara, “kamu harus memakai baju merah, kalau kamu tidak memakai baju merah maka kamu tidak boleh masuk kedalam rumah saya”, kira2 seperti itulah kata2 si A kepada saudara dan si A pergi entah kemana, tapi kemudian si B datang kepada saudara, dan si B mengatakan “saya kemaren bermimpi (atau seolah-olah mendengar suara si A), kata si A, kamu dilarang memakai baju merah tapi memakai baju hitam kalau mau ke rumah si A”
        dari analogi saya diatas, maka saudara akan lebih mempercayai siapa??
        a. Mempercayai kata- kata si A, karena saudara mendengarnya sendiri dari mulut si A sendiri
        b. Mempercayai si B, karena si B mendengarnya didalam mimpi (atau seolah-olah mendengar suara si A)
        Untuk pertentangan selanjutnya,Yesus mengatakan untuk mengikuti Hukum Taurat tapi Rasul (menurut saudara) Paulus malah melarangnya, kenapa seperti itu? silahkan saudara jawab.
        terimakasih

  10. @habib

    saya pecah pernyataan/pertanyaan/diskusi saudara di atas menjadi lima
    saudara mengatakan beberapa hal (saya buat dalam nomor) dan akan langsung saya jawab demikian:

    1.Saya menganggap jawaban saudara adalah sebuah opini bukan sebuah fakta, karena bible saudara tidak mengatakan seperti itu. mari kita telaah ayat-ayat diatas dengan benar, singkirkan dogma-dogma dan kata-kata doktrinal.

    Seorang yang mengajar tentang Alkitab/Bible dan beriman kepada TUHAN yang di ajarkan oleh Alkitab/Bible itu tentu akan mengajarkan doktrin (ajaran) Alkitab/Bible apa adanya, dan seorang yang mengetahui tentang TUHAN tetapi tidak mempercayai Alkitab/Bible tentu apa yang dia ucapkan itulah opini yang menolak apa yang diucapkan Alkitab/Bible itu sendiri, jadi mari kita menyelidiki diri kita masing-masing saja, saya atau saudara yang beropini mengenai apa kata Alkitab/Bible.

    2.Yesus hanya mengajar/diperuntukkan hanya bagi bani Israel

    Sudah saya jawab dan hanya sekedar mengulang saja. YESUS memang mengajar dan datang dan memperisiapkan orang Yahudi, supaya Yahudi dapat sebagai sumber/awal pemberitaan Kabar Gembira, Injil, yaitu bahwa YESUS telah menyelesakan dosa dunia di hadapan TUHAN.
    Jika saudara membaca ulang kesepakatan kita mengenai posisi Paulus di hadapan TUHAN YESUS, maka saudara dapat mengerti apa kata Roh Kudus dalam hikmat Rasul Paulus ini:
    Roma 1:16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.
    note:
    Yunani di ayat ini dapat juga diartikan dalam term yang umum digunakan saudara muslim yaitu orang-orang kafir, yang dalam term Yahudi kalau itu disebut anjing.

    3. Pertanyaan besarnya adalah, adakah kata-kata Yesus yang menyuruh murid2nya untuk menyebar luaskan ajarannya kepada non-Yahudi ketika Yesus Hidup ?

    Jika saudara mengaku mengerti Alkitab/Bible maka mungkin saudara bisa mengerti makna ayat Matius 22:1-24.
    dan bandingkanlah itu dengan apa yang diucapkan Roh Kudus melalu hikmat Paulus dalam Roma 11:1-36.

    4. Saya tidak memungkiri kalau kemudian anak perempuan tersebut sembuh tapi itu semua bukan karena yesus tapi kuasa Allah, bukan yesus sendiri. Kenapa saya katakan yesus tidaklah berkuasa atas setan/iblis?

    Untuk menegaskan pernyataan/pertanyaan ini saudara mengutip ayat tentang pencobaan di gurun.
    Dengan ayat yang sama saya ajak saudara mengerti sedemikian…
    Matius 4:1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
    Iblis diberi kesempatan oleh TUHAN untuk dicobai, jadi bukan Iblis sembarangan datang ke YESUS, karena YESUS di dalam keadaan manusia tentu memiliki kehendak dan keinginan…dan di ayat kutipan saudara yang terakhir dikatakan:
    Matius 4:11 Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.

    Menurut saudara Manusia macam apa YESUS koq sampai malaikat-malaikat melayani DIA?

    Tiga bentuk cobaan kepada YESUS tidak sanggup mengalahkan YESUS, sehingga Iblis meninggalkan DIA.
    Tiga cobaan itu adalah:
    a. “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.”, Iblis ingin supaya YESUS memamerkan Keadaan YESUS sebenarnya, dalam kasus ini sebagai Pencipta. Bandingkan dengan Yohanes 1:10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.

    b. “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis : Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu. ”. Iblis ingin supaya YESUS melakukan hal-hal konyol untuk membuktikan bahwa YESUS adalah Mesias. Keinginan Iblis adalah YESUS ingin mempertontonkan kuasa dengan tidak ada kegunaan, ingin patenteng2 saja, seperti dukun yang memerkan keahliannnya. TUHAN tidak seperti itu, IA melakukan sesuatu selalu akurat, tepat dan matang, untuk dama sejahtera.
    Sehingga klop dengan tema di atas, YESUS menjadi manusia bukan untuk pamer-pamer seperti keinginan iblis, bukan untuk berkata: “Akulah TUHAN sembahlah Aku”, tidak, melainkan IA datang untuk menyelamatkan manusia, dengan cara merendahkan DIRI/berkorban.
    c.“Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.”
    Setelah dua pencobaan lalu, Iblis sudah yakin bahwa YESUS benar-benar di dalam keadaan manusia, yang sedang dalam misi merendahkan diri sebagai manusia, maka sebagai manusia IA dicobai untuk tunduk kepada Iblis, dengan iming2 yang wah.

    5. Sekali lagi saya sangat sepakat dengan tulisan saudara bahwa “Pengikut YESUS pasti tunduk kepada YESUS sebagaimana Paulus juga tunduk kepada YESUS”. Sangat menarik sekali, saya yakin saudara lebih tau tentang sejarah Rasul (menurut saudara) Paulus dari pada saya.

    Jk saudara sepakat dengan itu maka bacalah Alkitab/Bible dalam koridor itu, bacalah tulisan-tulisan Paulus dalam kondisi bahwa Paulus tidak mungkin melawan tuannya, yaitu TUHAN Semesta Alam.
    Tulisan Rasul Paulus oleh terang Roh Kudus ini akan bermanfaat dan benar jika kesepakatan bahwa Paulus tunduk kepada YESUS..
    Roma 15:16 yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.
    note:
    aku= Rasul Paulus=pelayan Kristus YESUS.

    salam
    Note:
    meski kesepakatan telah kita buat satu, saya masih yakin saudara masih jauh dari kesepakatan itu dengan menganggap ajaran Paulus dan ajaran YESUS adalah dua hal yang berbeda.

    Kesepakatan kita yang lain adalah:
    2. Bahwa sejarah bisa digunakan sebagai pembanding kebenaran.
    Ada paling tidak 3 hal bernilai sejarah di luar Alkitab/Bible yang mencatat YESUS mati disalib, yaitu Tacitus dalam tulisannya Annals (sejarawan Romawi abad pertama masehi), Mara bar-Seraphion (penulis asal Syria, sekitar abad pertama), dan sejarawan Yahudi ternama yaitu Yosephus (sekitar abad pertama juga).
    bagaimana pandangan saudara tentang ajaran islam yang mengatakan YESUS tidak disalib?

    salam sekali lg

  11. terima kasih atas jawaban saudara
    saya akan mencoba menanggapi
    1. untuk siapa yang beropini dalam mengartikan ayat di bible, saudara telah memberikan opini saudara dalam matius 4:1-11. insya Allah dibawah akan saya bahas
    2. Untuk Yesus diperuntukkan hanya untuk bani israel. tolong saudara jawab analogi saya terlebih dahulu
    katakanlah saudara bertemu dengan yang si A, kemudian si A mengatakan pada saudara, “kamu harus memakai baju merah, kalau kamu tidak memakai baju merah maka kamu tidak boleh masuk kedalam rumah saya”, kira2 seperti itulah kata2 si A kepada saudara dan si A pergi entah kemana, tapi kemudian si B datang kepada saudara, dan si B mengatakan “saya kemaren bermimpi (atau seolah-olah mendengar suara si A), kata si A, kamu dilarang memakai baju merah tapi memakai baju hitam kalau mau ke rumah si A”
    dari analogi saya diatas, maka saudara akan memakai baju apa ketika mau masuk ke rumah si A??
    a. Merah
    b. Hitam
    3. saudara menulis
    “Jika saudara mengaku mengerti Alkitab/Bible maka mungkin saudara bisa mengerti makna ayat Matius 22:1-24.
    dan bandingkanlah itu dengan apa yang diucapkan Roh Kudus melalu hikmat Paulus dalam Roma 11:1-36.”
    tanggapan saya mengenai jawaban saudara diatas, akan saya jawab setelah saudara jawab analogi saya.
    4. untuk jawaban saudara mengenai iblis yang mencobai yesus (matius 4 :1-11)
    4:1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
    mari kita berpikir dengan tenang dan bijak, saya benar2 mengharapkan saudara untuk merenungi ayat ini..
    alur pemikirannya seperti ini
    a) menurut saudara Yesus adalah Tuhan adalah juga Roh, jika mereka adalah sama
    maka, ayatnya bisa saya ganti menjadi
    matius 4:1 “Maka TUHAN dibawa oleh TUHAN ke padang gurun untuk dicobai Iblis”
    Tuhan dibawa Tuhan?? bagaimana anda menjelaskan fenomena ini?
    b) Yesus yang menciptakan iblis
    sebagai Sang Maha Pencipta Yesus tentunya lebih segala-galanya dari ciptaannya, contoh:
    jika iblis bisa terbang, maka Yesus yang menciptakan iblis pasti lebih dari ciptaannya, jika iblis sangat sakti, sebagai pencipta kesaktian maka yesuslah orang paling sakti.
    saudara tau siapa itu TUHAN? mari kita merenungkan arti kata TUHAN.TUHAN yang menciptakan Matahari, TUHAN yang menciptakan BUMI, TUHAN yang menciptakan surga, TUHAN yang menciptakan neraka, TUHAN yang menciptakan manusia, TUHAN yang membuat aturan perbuatan itu baik maka mendapat pahala, TUHAN yang menciptakan aturan sesuatu yang jelek mendapatkan dosa, TUHAN yang membuat aturan2 mengenai siapa yang pantas di selamatkan atau tidak diselamatkan, TUHAN yang menilai mana yang baik dan mana yang dosa, apa urgensi TUHAN harus menjadi manusia, merendahkan diri, berkorban, dicobai iblis, di hina bahkan di bunuh oleh ciptaannya sendiri dalam hal ini manusia yang dalam bible saudara ( Ayub 25:1-6) dikatakan manusia itu hanya lah ulat di hadapan TUHAN?? jika sesuatu semua yang ada TUHAN yang menciptakan, begitu juga dosa Adam TUHAN yang menciptakan, kenapa untuk menghapus dosa keturunan ciptaannya (Adam>>>manusia;yang hanya seperti ulat) maka harus TUHAN sendiri yang susah-susah turun ke dunia?? bukankah jagad raya beserta isinya TUHAN yang menciptakan dengan begitu mudahnya?? pemikiran saudara tentang TUHAN sangatlah merendahkan TUHAN. karena jelas Yesus bukan lah TUHAN!! Yesus hanyalah seorang UTUSAN TUHAN, Yesus hanyalah Nabi Tuhan yang diberikan keistimewaan dan mukjizat-mukjizat (seperti Yesus dilayani Malaikat, itu salah satu keistimewaan dan mukjizat yang diberikan TUHAN kepada Yesus), Yesus hanyalah penyampai Risalah TUHAN, saya bisa memberikan banyak bukti di Bible yang menerangkan yesus bukanlah Tuhan. sederhananya begini saja, saya, saudara dan seluruh umat manusia sangatlah tidak berharga dihadapan TUHAN, TUHAN tidak boleh disamakan dan tidak akan boleh dipersamakan seperti ciptaannya bahkan disamakan seperti Yesus atau Nabi Muhammad sekalipun.
    5. “Pengikut YESUS pasti tunduk kepada YESUS sebagaimana Paulus juga tunduk kepada YESUS”. saya setuju dan sangat setuju sekali dengan tulisan tersebut, tapi kenyataannya tidaklah seperti itu. Yesus menyuruh saudara menegakkan hukum Taurat tapi Paulus melarang saudara. Yesus mengaku sebagai Utusan tapi Paulus Menuhankan Yesus, dan masih banyak lagi.

    kiranya itu jawaban saya, mungkin terlalu panjang, tapi semoga saudara bisa menjawab pertanyaan saya.
    terima kasih
    *note
    untuk pertanyaan saudara
    “Ada paling tidak 3 hal bernilai sejarah di luar Alkitab/Bible yang mencatat YESUS mati disalib, yaitu Tacitus dalam tulisannya Annals (sejarawan Romawi abad pertama masehi), Mara bar-Seraphion (penulis asal Syria, sekitar abad pertama), dan sejarawan Yahudi ternama yaitu Yosephus (sekitar abad pertama juga).
    bagaimana pandangan saudara tentang ajaran islam yang mengatakan YESUS tidak disalib?”
    maka jawabannya adalah adakah bukti bahwa benar Yesus yang di salibkan? Pertanyaan saudara sama dengan pertanyaan, dimanakah Adolf Hitler meninggal?? banyak buku-buku yang menulis tentang kematian adolf hitler contohnya Gregory Paul Wegner, (dalam bukunya Anti-semitism and Schooling Under the Third Reich, Routledge, 2002 ) atau The Death of Adolf Hitler mengatakan dia meninggal bunuh diri di dalam bunkernya tetapi Ir.KGPH Soeryo Goeritno, Msc (dalam bukunya yang berjudul Hitler Mati di Indonesia “Rahasia yang terkuak”) mengatakan dia meninggal di Indonesia dan Gerrad Williams dan Simon Dunstan (dalam bukunya yang berjudul ‘Grey Wolf: The Escape Of Adolf,) mengatakan dia meninggal di Argentina. dari buku-buku diatas mereka menyuguhkan cerita dengan pendekatan yang berbeda tetapi disertai saksi-saksi yang melihat kemiripan wajah Hitler. jadi dimana sebenarnya Hitler meninggal?? saya yakin yang paling tau adalah Hitler sendiri. kembali ke kisah penyaliban Yesus, kalaupun benar Yesuslah yang disalib kemudian di bukukan maka tidaklah menjamin kebenarannya, karena kita tidak tau cerita sebenarnya, pengarang2 yang saudara sebutkan pun tidak akan tau apakah dia benar2 yesus. Intinya didalam Al Qur’an tidak menyangkal tentang peristiwa penyaliban, tetapi yang berbeda dengan bible saudara adalah subjectnya, jika bible mengatakan Yesus, maka Al Qur’an mengatakan orang yang di SERUPAKAN yesus dari kaumnya. itu jawaban saya
    sekali lagi terima kasih

    • @habib

      1. Dalam mengartikan makna Kitab Suci ada kata tafsir, dalam bahasa umumnya bisa disebut opini, jadi hindari saja mengatakan saya beropini seolah saudara tidak sedang mengungkapkan opini, itu hipokirt namanya, ingin menang sendiri, tidak bergunalah hal2 seperti ini, sia-sia hasilnya kelak. Nah opini-opini bisa berbeda, yang perlu kita lakukan adalah opini siapa yang sesuai dengan makna dasar ALKITAB/Bible?, menurut saya saudara telah beropini lain dari makna Alkitab/Bible karena saudara dilatarbelakangi sesuatu yang tidak mempercayai/mengimani Alkitab/Bible itu sendiri.

      2. Sekali lagi saya mengerti seratus persen analogi saudara, tetapi analogi itu tidak bisa digunakan kepada perbandingan ajaran YESUS dengan ajaran Paulus, kenapa? karena sudah saya sebutkan Paulus sendiri adalah hamba/pelayan dari Kristus, masak ia berani melawan tuannya? masak ia berani membangkang TUHAN-nya? kecuali kalau saudara beranggapan Paulus adalah pembangkang kepada tuannya/Tuhan-nya, maka saudara tidak hanya melabrak kesepakatan pertama kita tetapi juga saudara memaksakan latar belakang saudara untuk memaknai Alkitab/Bible. Tidak bisa seperti itu. Biarkan saja Alkitab/Bible bermakna bahwa Paulus tunduk kepada YESUS dan ajaran YESUS dan ajaran Paulus adalah sama, tidak usah dikorupsi demi kepentingan lainnya, toh saudara tidak mengimaninya toh?
      pertama saudara mustinya tidak percaya YESUS disalib, setelah itu tentu tidak percaya YESUS bangkita dari kematian, dan seterusnya saudara tidak percaya YESUS naik ke sorga. Nah dalam ilmu aljabar seberapa benarnyapun saudara di perhitungan terakhir kalau dari awal sudah salah maka seterusnya itu tidak akan pernah berguna lagi, pasti ngawur.
      contohlainnya, persamaan yang disebut Alkitab tentang ajaran YESUS/Paulus adalah y = x + 1
      masak saudara harus memaksakan makna persamaan itu dengan membuat analogi baru yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan persamaan itu?

      3. Jadi analogi saudara itu benar, tetapi tidak ada hubungannya dengan YESUS dibandingkan dengan Paulus. Kenapa saudara anggap analogi itu ada hubungannya dengan YESUS/Paulus, karena saudara sudah salah melangkah sejak awalnya, yaitu saudara tidak percaya YESUS mati disalib untuk saudara dan dunia.
      Jadi pelajarilah ayat kutipan saya itu, pelajar saja mentah-mentah sama seperti saudara menganggap dan mengartikan “YESUS duduk di sebelah kanan ALLAH” secara mentah.

      4.
      a. Ada istilah Tritunggal, kalau saudara belum mencari makna kata “duduk disebah kanan ALLAH”, mungkin pendekatan untuk membahas Tritunggal akan sia-sia.
      b.Perhatikan sekali lagi comment saya di atas,…. inti sarinya sbb:
      YESUS adalah Firman ALLAH yang adalah ALLAH yang menjadi manusia.
      Dan dalam keadaanNYA sebagai manusia YESUS diuji/dicoba, jka YESUS tidak datag sebagai manusia maka semua contoh dan pendapat saudara dapat diaminkan bahwa iblis tidak mampu berhadapan dengan TUHAN.
      Tetapi contoh dan renungan kepada saudara:
      TUHAN YESUS adalah TUHAN Alam Semesta, tetapi dengan mengatakan YESUS bukan TUHAN dan bahkan dalam konteks tertentu bisa dikatakan mengatakan TUHAN telah berdusta melalui Alkitab/Bible lalu apakah saudata otomatis mati atau gimana? tidak bukan? bahan saudara masih diberi waktu untuk dapat menghujat TUHAN seterusnya atau malah berbalik mempercayaiNYA…
      Mungkin allah saudara tidak menganggap saudara berarti dihadapannya, tetapi ALLAH yang dijelaskan Kitab Suci memandang saudara amat sangat berharga, maka oleh kasihNYA IA rela melakukan kasih demi saudara yang berharga.
      IA Pencipta, ibarat pelukis maka hasil lukisanNYA itu IA hargai, sebab IA menghargai DiriNYA sendiri. Jadi kalau saudara katakan kita tidak berharga dihadapan TUHAN, maka ternyata tuan kita berbeda, tuhan saudara adalah pencipta yang tidak pernghargai hasil karyanya sendiri, artinya tuhan saudara tidak menghargai hadiratnya sendiri. Jelas itu bertolak belakang dengan TUHAN yang dijelaskan ALKITAB…perbedaan macam inilah yang tidak perlu dipertajam seolah saudara lebih mengerti Alkitab/Bible dan ingin membuktikan sesuatu yang salah dengan mengutip Alkitab, itu upsidedown saudara habib.

      5. YESUS tidak menyuruh saya menegakkan Taurat, atau jika memang YESUS menyuruh kita menegakkan Taurat, lalu apakah saudara bersunat dihari kedelapan? dari satu juta imam dari umat Muslim apakah ada salah satunya keturunan Musa/Harun/Miriam? kalau tidak ada maka saudara yang percaya YESUS menegakkan Taurat malah saudara lebih dahulu melabrak perintah itu.
      Perhatikan kutipan berikut:
      Matius 5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
      nah menurut saudara sunat adalah salah satu hukum taurat, menurut saudara YESUS disunat, nah dengan demikian hukum sunat telah terjadi, telah tergenapi… kalau sudah tergenapi apa lagi yang perlu kita ketahui?… yaitu hukum yang mendasari hukum sunat itu, yaitu kasihilah ALLAH dan kasihilah sesamamu. Tidak ada kata2 kasihilah dirimu sendiri bukan? jadi kalau saudara bersunat dengan alasan kesehatan itu mengasihi diri sendiri.

      Note:
      Kita berdiskusi dari latar belakang sejarah sebagai pembanding kebenaran;
      3 orang ahli sejarah yang diakui abad pertama masehi mencatat YESUS disalib,
      1 orang yang disebut nabi di abad 6 masehi berkata yang diserupakan dengan YESUS-lah yang disalib.

      Maka:
      1. Dengan membandingkan analogi sumber sejarah Hitler diatas, maka saudara seharusnya juga tidak dapat begitu saja mempercayai salah satu dari kedua bentuk laporan di atas bukan?
      2. saudara lebih percaya sumber penutur sejarah dimana penutur itu hidup di jaman sejarah itu terjadi, atau penutur sejarah setelah kejadian sejarah itu telah berabad-abad lampau terjadi?
      3. Dengan melihat contoh saudara dari sejarah Hitler, sepertinya dapat disarikan bahwa saudara ragu terhadap sejarah, sementara saudara diatas mengatakan singkatnya/konteksnya sbb: sejarah bisa digunakan untuk menguji kebenaran. kalimat saudara:
      Mengenai kitab suci dan sejarah, jika kitab suci berisi sejarah, harusnya tidak boleh bertolak belakang dengan sejarah
      3 orang sumber sejarah abad pertama di atas koq bisa bertolak belakang dengan 1 sumber di abad 6?

      salam

  12. Saudara sangatlah luar biasa, saya benar-benar menikmati diskusi dengan saudara. semoga apa yang kita lakukan ini,tidaklah sia-sia. saya akan mencoba menjawab.
    1. Baiklah, saya sepakat. Seperti kata saudara opini siapa kah yang lebih sesuai dengan makna dasar bible, jawabannya akan terlihat nanti.
    2. Saya sepakat kalau Paulus adalah hambanya Yesus (setidaknya seperti yang dia bilang) maka Paulus harus tunduk Yesus. seorang Hamba tunduk kepada Tuannya, saya sepakat. tetapi tidak seperti itu kenyataannya, itulah kenpa saya mempertanyakannya kepada saudara. Saudara tidak berani menjawab analogi saya, analogi itu jelas jawabannya. karena memang seperti itulah seharusnya, kita seharusnya lebih percaya kepada ucapan yesus dari mulut yesus sendiri, daripada percaya dari mulut orang lain yang mengatakan dari yesus. seharusnya saudara bertanya
    a. siapa kah Paulus? apakah yesus mengenalnya ketika yesus hidup? jika dia mengatakan mendengar suara yesus, siapa yang bisa membutktikannya yang dia dengar adalah yesus?
    b. Paulus tidak pernah menjadi murid yesus, bagaimana mungkin dia melebihi murid Yesus sendiri, yang jelas2 ikut bersamanya?
    Saya tidak bermaksud apa2, katakanlah saya adalah orang yang saudara harus kristenkan, maka sebagai orang yang tidak tahu saya bertanya kepada saudara mengenai kristen, saya berpikir pertanyaan saya masih sangat wajar, bagaimana kita bisa beriman akan sesuatu jika kita tak dapat diterima oleh pikiran kita sendiri??
    Dogma memang telah membutakan logika saudara, setidaknya itu kesimpulan yang saya ambil dengan melihat jawaban saudara.
    saudara menulis “YESUS datang untuk menyelamatkan manusia yang berdosa agar layak di hadapan TUHAN, “datang” artinya TUHAN datang sebagai manusia.”>>>>> baik, mari kita renungkan kata-kata saudara, maka akan tertulis seperti ini, TUHAN menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia (yang diciptakan sendiri oleh TUHAN) yang berdosa agar layak dihadapan TUHAN sendiri, bagaimana perasaan saudara dengan kalimat tersebut?? >>TUHAN menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia?<>>>baik begini saja, katakanlah si fulan adalah seorang Raja. sebagai seorang Raja si fulan mutlak yang membuat aturan tanpa ada yang melawan, karena jika melawan, si fulan akan menyiksa sampai mati. si fulan mempunyai banyak bawahan dan membaginya menjadi beberapa strata dengan peraturan yang berbeda-beda.
    strata 1>> adalah para bangsawan, aturan yg si fulan buat. para bangsawan harus membayar pajak 50% dari kekayaanya setiap bulan.
    strata 2>> adalah Prajurit, aturan yg si fulan buat, para Prajurit tidak boleh lari dalam peperangan dan harus menang ketika berperang.
    strata 3>> adalah rakyat jelata, aturan yg si fulan buat. para Rakyat jelata harus menyediakan makanan untuk Raja setiap hari.
    strata 4>> adalah budak, aturan yg si fulan buat, budak harus membersihkan istana kerajaan dan seluruh wilayah kekuasaan kerajaan setiap hari. Pekerjaan itu dimulai dari jam 5 pagi dan harus selesai jam 12 malam, dan Raja fulan sebagai pembuat aturan tidak mentoleransi keterlambatan walaupun satu menit, kalau tidak si fulan akan menyiksa dan membunuh mereka.
    Peraturan tersebut dilaksanakan dengan baik pada awalnya oleh bawahan Raja fulan. tetapi suatu waktu, banyak budak yang tidak melakukan tugasnya, bahkan 90% budak tidak lagi menaati Raja fulan, sehingga bisa dipastikan bahwa para sisa budak yang setia kepada aturan Raja fulan tidak akan bisa menyelesaikan tugasnya sampai jam 12 malam. Tapi kemudian keajaiban terjadi, Raja fulan merasa iba jika menyiksa dan membunuh budak2 apalagi budak yang setia kepada Raja fulan tersebut. tapi aturan haruslah ditegakkan, dan Raja fulan sudah terbiasa dengan itu, yang salah harus dan wajib di hukum, hukumannya siksa sampai mati. Karena waktu tersisa katakanlah 15 jam lagi sebelum jam 12 malam sedangkan wilayah yang dibersihkan masih sangatlah luas. Maka sebagai seorang Raja yang ingin menyelamatkan Budaknya (dari aturan Raja fulan sendiri), LOGIS dan RASIONALKAH jika Raja fulan kemudian datang, dan ikut2an menjadi Budak (walaupun masi tetap Raja)?? ikut kejalanan membersihkan seluruh wilayah kerajaan? menyapu, mengepel, mengambil sampah? Bagaimana menurut saudara? kalau saudara mengatakan LOGIS dan RASIONAL, berarti ada yang salah dengan cara pemikiran saudara?? bagaimana mungkin si fulan yang membuat aturan, si fulan yang menciptakan strata, si fulan yang menentukan Hukuman, bisa bingung sendiri dengan ciptaan2 (aturan,strata,hukuman) yang dia buat?? bahkan bersusah-susah ikut menjadi Budak?? Raja apa2an seperti ini?! Tugas si fulan sebagai Raja bukan itu, sebagai Raja yang terhormat si fulan mempunyai tugas yang lebih besar dan lebih penting>>>sebagai Raja yang bijak setidaknya si fulan bisa memberikan solusi berikut:
    1. si fulan bisa memerintahkan bawahan yang lain, toh masi ada 3 strata yg lain, tidak perlu si fulan sendiri yang harus turun menjadi budak.
    2. si fulan yg membuat aturan, dirubah saja aturannya menurut kemauan si fulan
    saya yakin DOGMA saudara akan kembali mengalahkan LOGIKA yang saya sampaikan. tapi setidaknya kata-kata saya mungkin akan membuat saudara sedikit berpikir mengenai itu.
    note:
    Perumpaan Raja diatas masih sangatlah jauh dan tidak pantas jika dibandingkan dengan TUHAN.

    saudara menulis
    >>>>Nah dalam ilmu aljabar seberapa benarnyapun saudara di perhitungan terakhir kalau dari awal sudah salah maka seterusnya itu tidak akan pernah berguna lagi, pasti ngawur.<<<<>>>>Mungkin allah saudara tidak menganggap saudara berarti dihadapannya, tetapi ALLAH yang dijelaskan Kitab Suci memandang saudara amat sangat berharga, maka oleh kasihNYA IA rela melakukan kasih demi saudara yang berharga.<<<<
    Saudara salah mengartikan jawaban saya. yang saya maksud adalah dalam konteks pembandingan, kita sangatlah tidak layak di hadapan TUHAN dalam konteks pembandingan. saya mencoba mengambil ayat dalam bible saudara, seperti apakah manusia dihadapan Tuhan, apakah seperti yang saudara katakan diatas
    silahkan saudara buka Ayub 25:1-5
    25:1 Maka Bildad, orang Suah, menjawab:
    25:2 "Kekuasaan dan kedahsyatan ada pada Dia,yang menyelenggarakan damai di tempat-Nya yang tinggi.
    25:3 Dapatkah dihitung pasukan-Nya? Dan siapakah yang tidak disinari terang-Nya?
    25:4 Bagaimana manusia benar di hadapan Allah, dan bagaimana orang yang dilahirkan perempuan itu bersih?
    25:5 Sesungguhnya, bahkan bulanpun tidak terang dan bintang-bintangpun tidak cerah di mata-Nya
    25:6 Lebih-lebih lagi manusia, yang adalah berenga, anak manusia, yang adalah ulat! "
    Saudara bisa baca ayat tersebut, bulan dan bintang tidaklah cerah dimata TUHAN, bahkan anak manusia (Yesus??), saya dan saudara adalah "berenga", saudara tahu berenga? berenga adalah belatung, dan juga seperti ulat.
    saya pikir sudah sangat jelas saudara Parhobass, alkitab saudara pun mengatakan bahwa manusia itu tidaklah berharga dihadapan-NYA, kita ini belatung bagi TUHAN.

    • maafkan saya saudara Parhobass, ada kesalahan teknis postingan, saudara baca postingan saya yang terakhir.

  13. jawaban lanjutan no 5….
    5. Sangat tidak saya sarankan untuk >>mengutip2 tanpa mengerti konteks penuh dari ayat itu, karena setiap ayat itu mengalir dalam narasi dengan tujuan tertentu, ada konteks didalamnya<>>saudara perhatikan, konteksnya yesus dalam posisi mengajar dan memberi kabar<<>>>kita lihat konteks dan alur ceritanya, menurut saudara siapa yang akan menggenapi Hukum Taurat? Yesus menyuruh dirinya sendiri, mengklaim bahwa dirinya yang akan menggenapikah? atau Yesus secara umum menyuruh dan mengingatkan orang2 yang ada disitu untuk tetap memegang teguh hukum Taurat?? Ingat konteks cerita dalam ayat diatas, saya memberi sedikit penjelasan mengenai ayat ini. Hukum Taurat telah ada sebelum Yesus ada di tanah Yahudi, maka Yesus mengatakan kepada khalayak itu untuk tetap mengikuti Hukum Taurat, hal ini wajar Yesus katakan, karena dengan anggapan Yesus adalah mesiah, maka orang-orang yahudi menganggap bahwa Yesus membawa risalah dan Hukum sendiri, untuk karena itulah Yesus menjelaskan bahwa dia datang tidak untuk menghapuskan hukum taurat, tapi ajarannya malah menggenapi hukum taurat yang telah ada, menggenapi adalah menyempurnakan, sudah sangat sangat jelas jika kita runut dan pahami ayat tersebut dari awal maka artinya adalah seperti itu. jadi sangkaan saudara bahwa yesus telah menggenapi hukum taurat secara pribadi, dan menyuruh saudara untuk tidak mengikuti hukum taurat terbantahkan oleh bibel sendiri, saya mengharapkan saudara untuk tidak Hipokirt mengenai masalah ini<<>>> nah menurut saudara sunat adalah salah satu hukum taurat, menurut saudara YESUS disunat, nah dengan demikian hukum sunat telah terjadi, telah tergenapi… kalau sudah tergenapi apa lagi yang perlu kita ketahui?<<<<>>>yaitu hukum yang mendasari hukum sunat itu, yaitu kasihilah ALLAH dan kasihilah sesamamu. Tidak ada kata2 kasihilah dirimu sendiri bukan? jadi kalau saudara bersunat dengan alasan kesehatan itu mengasihi diri sendiri.<<<< 10 ), berisi tentang hubungan manusia dengan manusia.

    5) Hormatilah ayahmu dan ibumu.
    6) Jangan membunuh.
    7) Jangan berzinah.
    8) Jangan mencuri.
    9) Jangan bersaksi dusta.
    10) Jangan ingin memiliki kepunyaan sesamamu manusia.
    Tapi kemudian saudara menyederhanakannya dengan hanya percaya dan menerima yesus mati di tiang salib untuk menghapus dosa, maka manusia akan terselamatkan
    Misalkan begini, si Y percaya yesus mati ditiang salib untuk menyelamatkan dia dari dosa Adam, bahkan tidak ada yang bisa mengalahkan kepercayaanya mengenai itu. tapi si Y berzinah setiap hari, maka bagaimana si Y ini? Terselamatkan kah? Atau bagaimana?
    Saudara tidaklah adil dalam mengartikan sebuah ayat, jika ayat tersebut terbentur dengan dogma saudara maka saudara tidak mau mengartikannya secara literal, seperti contoh Stefanus yang melihat Yesus disebelah kanan TUHAN, atau Yesus dicobai Iblis, maka saudara langsung menolak ke-Harfiah-an ayat tersebut, dan menerjemahkan menurut dogma saudara. Tapi dalam kasus ayat ini, saudara langsung menelan mentah-mentah begitu saja.
    Note:
    Saya tau arah pembicaraan saudara. Begini saudara Pharhobass, pangarang dalam sejarah itu dan mungkin bahkan bible saudara mengatakan bahwa yang di Salib adalah Yesus tau darimana? Pasti dari kesamaan fisiknya dengan yesus. Karena orang mengenali seseorang pasti karena fisik (wajah, dll), Maka jika Al-Qur’an mengatakan bahwa yang disalib adalah yang diSERUPAKAN secara fisiknya dengan yesus maka hal ini sangatlah masuk akal. Sederhananya begini jika dibible adalah Yesus menurut saudara maka di Al-Qur’an juga “Yesus” menurut Al-Qur’an. Yang sama adalah wajah dan fisiknya, tapi berbeda oknumnya, itu inti Bible dan Al-Qur’an mengenai penyaliban Yesus. Kenapa berbeda? Karena kita berbeda dalam peristiwa penyaliban itu sendiri. Yesus (Isa as) adalah manusia yang suci, nabi yang mulia, sangatlah kurang ajar, tidak adil dan tidak masuk akal jika kemudian dari hasil jerih payahnya dia mengajar kebaikan kemudian dia harus mati ditiang salib. Apalagi dengan “embel-embel” penebusan dosa. Ingat saudara! Yesus (TUHAN menurut saudara), mengatakan kepada Yehezkial bahwa dosa tidak dapat diwariskan, saudara baca Yehezkiel 18:1-20.
    Terimakasih

  14. Saudara sangatlah luar biasa, saya benar-benar menikmati diskusi dengan saudara. semoga apa yang kita lakukan ini,tidaklah sia-sia. saya akan mencoba menjawab.
    1. Baiklah, saya sepakat. Seperti kata saudara opini siapa kah yang lebih sesuai dengan makna dasar bible, jawabannya akan terlihat nanti.
    2. Saya sepakat kalau Paulus adalah hambanya Yesus (setidaknya seperti yang dia bilang) maka Paulus harus tunduk Yesus. seorang Hamba tunduk kepada Tuannya, saya sepakat. tetapi tidak seperti itu kenyataannya, itulah kenpa saya mempertanyakannya kepada saudara. Saudara tidak berani menjawab analogi saya, analogi itu jelas jawabannya. karena memang seperti itulah seharusnya, kita seharusnya lebih percaya kepada ucapan yesus dari mulut yesus sendiri, daripada percaya dari mulut orang lain yang mengatakan dari yesus. seharusnya saudara bertanya
    a. siapa kah Paulus? apakah yesus mengenalnya ketika yesus hidup? jika dia mengatakan mendengar suara yesus, siapa yang bisa membutktikannya yang dia dengar adalah yesus?
    b. Paulus tidak pernah menjadi murid yesus, bagaimana mungkin dia melebihi murid Yesus sendiri, yang jelas2 ikut bersamanya?
    Saya tidak bermaksud apa2, katakanlah saya adalah orang yang saudara harus kristenkan, maka sebagai orang yang tidak tahu saya bertanya kepada saudara mengenai kristen, saya berpikir pertanyaan saya masih sangat wajar, bagaimana kita bisa beriman akan sesuatu jika kita tak dapat diterima oleh pikiran kita sendiri??
    Dogma memang telah membutakan logika saudara, setidaknya itu kesimpulan yang saya ambil dengan melihat jawaban saudara.
    saudara menulis “YESUS datang untuk menyelamatkan manusia yang berdosa agar layak di hadapan TUHAN, “datang” artinya TUHAN datang sebagai manusia.” baik, mari kita renungkan kata-kata saudara, maka akan tertulis seperti ini, TUHAN menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia (yang diciptakan sendiri oleh TUHAN) yang berdosa agar layak dihadapan TUHAN sendiri, bagaimana perasaan saudara dengan kalimat tersebut?? “TUHAN menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia?” saudara yakin tidak ada masalah dengan kalimat tersebut?? yang menciptakan dosa siapa? yang menciptakan standar layak dan tidak layak siapa? yang menciptakan aturan bahwa “ini” benar dan “itu” salah siapa?? yang menciptakan dosa ADAM siapa?? jawabannya tentunya adalah TUHAN!! TUHAN tau mana yang salah dan benar, yang dosa dan tidak berdosa menurut keMUTLAKkan Diri-Nya sebagai sang MAHA BENAR dan MAHA KUASA. Yang sedikit membingungkan, jika hanya ingin menghapus dosa adam, manusia ciptaannya sendiri, kenapa harus TUHAN yang menjadi manusia? Toh TUHAN yang mengenalkan kata dosa, dan standart siapa yang layak dan tidak layak di hadapan Tuhan sendiri. Jika Adam dalam hal ini ciptaan Tuhan yang melakukan dosa dimana dosa adalah Tuhan sendiri yang menciptakan standartnya, kenapa harus TUHAN juga yang yang bersusah payah menderita menjadi manusia?
    Tidak susah sebenarnya menjelaskan ini, yang susah adalah merubah dogma itu sendiri
    baik begini saja, katakanlah si fulan adalah seorang Raja. sebagai seorang Raja si fulan mutlak yang membuat aturan tanpa ada yang melawan, karena jika melawan, si fulan akan menyiksa sampai mati. si fulan mempunyai banyak bawahan dan membaginya menjadi beberapa strata dengan peraturan yang berbeda-beda.
    strata 1. adalah para bangsawan, aturan yg si fulan buat. para bangsawan harus membayar pajak 50% dari kekayaanya setiap bulan.
    strata 2. adalah Prajurit, aturan yg si fulan buat, para Prajurit tidak boleh lari dalam peperangan dan harus menang ketika berperang.
    strata 3. adalah rakyat jelata, aturan yg si fulan buat. para Rakyat jelata harus menyediakan makanan untuk Raja setiap hari.
    strata 4. adalah budak, aturan yg si fulan buat, budak harus membersihkan istana kerajaan dan seluruh wilayah kekuasaan kerajaan setiap hari. Pekerjaan itu dimulai dari jam 5 pagi dan harus selesai jam 12 malam, dan Raja fulan sebagai pembuat aturan tidak mentoleransi keterlambatan walaupun satu menit, kalau tidak si fulan akan menyiksa dan membunuh mereka.
    Peraturan tersebut dilaksanakan dengan baik pada awalnya oleh bawahan Raja fulan. tetapi suatu waktu, banyak budak yang tidak melakukan tugasnya, bahkan 90% budak tidak lagi menaati Raja fulan, sehingga bisa dipastikan bahwa para sisa budak yang setia kepada aturan Raja fulan tidak akan bisa menyelesaikan tugasnya sampai jam 12 malam. Tapi kemudian keajaiban terjadi, Raja fulan merasa iba jika menyiksa dan membunuh budak2 apalagi budak yang setia kepada Raja fulan tersebut. tapi aturan haruslah ditegakkan, dan Raja fulan sudah terbiasa dengan itu, yang salah harus dan wajib di hukum, hukumannya siksa sampai mati. Karena waktu tersisa katakanlah 15 jam lagi sebelum jam 12 malam sedangkan wilayah yang dibersihkan masih sangatlah luas. Maka sebagai seorang Raja yang ingin menyelamatkan Budaknya (dari aturan Raja fulan sendiri), LOGIS dan RASIONALKAH jika Raja fulan kemudian datang, dan ikut2an menjadi Budak (walaupun masi tetap Raja)?? ikut kejalanan membersihkan seluruh wilayah kerajaan? menyapu, mengepel, mengambil sampah? Bagaimana menurut saudara? kalau saudara mengatakan LOGIS dan RASIONAL, berarti ada yang salah dengan cara pemikiran saudara?? bagaimana mungkin si fulan yang membuat aturan, si fulan yang menciptakan strata, si fulan yang menentukan Hukuman, bisa bingung sendiri dengan ciptaan2 (aturan,strata,hukuman) yang dia buat?? bahkan bersusah-susah ikut menjadi Budak?? Raja apa2an seperti ini?! Tugas si fulan sebagai Raja bukan itu, sebagai Raja yang terhormat si fulan mempunyai tugas yang lebih besar dan lebih penting, sebagai Raja yang bijak setidaknya si fulan bisa memberikan solusi berikut:
    1. si fulan bisa memerintahkan bawahan yang lain, toh masi ada 3 strata yg lain, tidak perlu si fulan sendiri yang harus turun menjadi budak.
    2. si fulan yg membuat aturan, dirubah saja aturannya menurut kemauan si fulan
    saya yakin DOGMA saudara akan kembali mengalahkan LOGIKA yang saya sampaikan. tapi setidaknya kata-kata saya mungkin akan membuat saudara sedikit berpikir mengenai itu.
    note:
    Perumpaan Raja diatas masih sangatlah jauh dan tidak pantas jika dibandingkan dengan TUHAN.

    saudara menulis
    “Nah dalam ilmu aljabar seberapa benarnyapun saudara di perhitungan terakhir kalau dari awal sudah salah maka seterusnya itu tidak akan pernah berguna lagi, pasti ngawur.”
    begitupun saudara, seberapa pandai pun saudara menjelaskan, 1+1+1 tetap sama dengan 3, tidak mungkin menjadi 1. menurut saudara, siapa yang lebih ngawur?
    3. saya tidak perlu memperpanjang penjelasan itu, karena bagi saya masih sangatlah susah menerima keTuhanan Yesus dan Yesus adalah Tuhan. sebagaimana yesus sendiri mengatakan bahwa dia bukannlah Tuhan.
    4. Silahkan saudara buka Ulangan pasal 4 ayat 35,Ulangan pasal 6 ayat 4. Markus pasal 12 ayat 29 (seperti yang telah saudara tulis) dan masih banyak lagi. Adakah belum jelas bahwa Bibel sendiri yang menyebutkan seterang-terangnya bahwa Tuhan itu Tunggal, bukan tiga menjadi satu atau satu menjadi tiga. Taruh kata, di Bibel ada ayat yang menyebutkan Tuhan itu Tiga menjadi Satu, saya ingin bertanya yang manakah di antara kedua ayat itu yang benar, yang tunggalkah atau yang tiga menjadi tunggal? Jadi salah satu dari dua ayat tersebut pasti ada yang benar, karena sudah jelas dua ayat itu tidak sama, Kalau salah satu atau dua-duanya salah, maka kandungan kitab suci yang salah; jadi bukan kitab suci namanya..
    Saudara menulis
    “Mungkin allah saudara tidak menganggap saudara berarti dihadapannya, tetapi ALLAH yang dijelaskan Kitab Suci memandang saudara amat sangat berharga, maka oleh kasihNYA IA rela melakukan kasih demi saudara yang berharga.”
    Saudara salah mengartikan jawaban saya. yang saya maksud adalah dalam konteks pembandingan, kita sangatlah tidak layak di hadapan TUHAN dalam konteks pembandingan. saya mencoba mengambil ayat dalam bible saudara, seperti apakah manusia dihadapan Tuhan, apakah seperti yang saudara katakan diatas
    silahkan saudara buka Ayub 25:1-5
    25:1 Maka Bildad, orang Suah, menjawab:
    25:2 “Kekuasaan dan kedahsyatan ada pada Dia,yang menyelenggarakan damai di tempat-Nya yang tinggi.
    25:3 Dapatkah dihitung pasukan-Nya? Dan siapakah yang tidak disinari terang-Nya?
    25:4 Bagaimana manusia benar di hadapan Allah, dan bagaimana orang yang dilahirkan perempuan itu bersih?
    25:5 Sesungguhnya, bahkan bulanpun tidak terang dan bintang-bintangpun tidak cerah di mata-Nya
    25:6 Lebih-lebih lagi manusia, yang adalah berenga, anak manusia, yang adalah ulat! ”
    Saudara bisa baca ayat tersebut, bulan dan bintang tidaklah cerah dimata TUHAN, bahkan anak manusia (Yesus??), saya dan saudara adalah “berenga”, saudara tahu berenga? berenga adalah belatung, dan juga seperti ulat.
    saya pikir sudah sangat jelas saudara Parhobass, alkitab saudara pun mengatakan bahwa manusia itu tidaklah berharga dihadapan-NYA, kita ini belatung bagi TUHAN.
    5. Sangat tidak saya sarankan untuk “mengutip2 tanpa mengerti konteks penuh dari ayat itu, karena setiap ayat itu mengalir dalam narasi dengan tujuan tertentu, ada konteks didalamnya” saya tidak tau kenapa tiba2 saudara sedikit ceroboh mengutip ayat bible ini tanpa terlebih dulu meneliti dulu konteksnya. Padahal saya mengenal saudara sebagai seorang yang teliti mengenai ayat bibel. mungkin saudara sudah mulai kesal dengan saya, tapi saya sampaikan saudara Parhobass bahwa tidak ada maksud dan tujuan lain bgi saya selain bertukar pendapat dengan saudara, dan saya yakin jika keyakinan saudara memang benar, maka pasti akan ada jawaban disetiap pertanyaan. jika salah saya meminta maaf. mari kita liat konteks ayat tersebut:
    pada matius pasal 5 secara umum menceritakan tentang yesus yang mengabarkan berita bahagia serta perihal posisi Hukum Taurat, ingat yesus disini mengajarkan ke pada khalayak, bukan berbicara kepada dirinya sendiri, baik saya cuplik sedikit
    5:1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya
    5:2 Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:……..sampai pada 5:16
    (saudara perhatikan, konteksnya yesus dalam posisi mengajar dan memberi kabar,kemudian selanjutnya, yesus mengatakan)
    5:17″Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
    5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
    5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
    5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
    kita lihat konteks dan alur ceritanya, menurut saudara siapa yang akan menggenapi Hukum Taurat? Yesus menyuruh dirinya sendiri, mengklaim bahwa dirinya yang akan menggenapikah? atau Yesus secara umum menyuruh dan mengingatkan orang2 yang ada disitu untuk tetap memegang teguh hukum Taurat?? Ingat konteks cerita dalam ayat diatas, saya memberi sedikit penjelasan mengenai ayat ini. Hukum Taurat telah ada sebelum Yesus ada di tanah Yahudi, maka Yesus mengatakan kepada khalayak itu untuk tetap mengikuti Hukum Taurat, hal ini wajar Yesus katakan, karena dengan anggapan Yesus adalah mesiah, maka orang-orang yahudi menganggap bahwa Yesus membawa risalah dan Hukum sendiri, untuk karena itulah Yesus menjelaskan bahwa dia datang tidak untuk menghapuskan hukum taurat, tapi ajarannya malah menggenapi hukum taurat yang telah ada, menggenapi adalah menyempurnakan, sudah sangat sangat jelas jika kita runut dan pahami ayat tersebut dari awal maka artinya adalah seperti itu. jadi sangkaan saudara bahwa yesus telah menggenapi hukum taurat secara pribadi, dan menyuruh saudara untuk tidak mengikuti hukum taurat terbantahkan oleh bibel sendiri, saya mengharapkan saudara untuk tidak Hipokirt mengenai masalah ini.
    Saudara kembali menanyakan kepada saya tentang sunat, baik saya jelaskan sekali lagi, saya tidak bersunat karena Yesus dan hukum taurat, jadi kenapa saya harus mengikuti aturan 8 hari harus bersunat? Saudara menulis
    “ nah menurut saudara sunat adalah salah satu hukum taurat, menurut saudara YESUS disunat, nah dengan demikian hukum sunat telah terjadi, telah tergenapi… kalau sudah tergenapi apa lagi yang perlu kita ketahui?”
    Sunat adalah perjanjian TUHAN kepada Abraham yang bersifat kekal saudara, kekal untuk keturunan Abraham seperti pada ayat berikut:
    Kejadian 17:7-14
    17:7 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.
    17:9 Lagi firman Allah kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.
    17:10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;
    17:11 haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.
    17:12 Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.”
    kekal berarti selamanya. Yesus pada umur 8 hari disunat (ingat!! Bukan saya yang mengatakan, tapi Lukas 2:21 yang mengatakan seperti itu, jika saudara berkeberatan TUHAN saudara di sunat salahkan si Lukas), kenapa Yesus di sunat? Karena yesus lahir dari rahim maria, sedangkan maria adalah keturunan Abraham, jadi berlakulah perjanjian itu. tentu cerita ini dapat logis kita cerna jika kita menempatkan yesus sebagai manusia bukan sebagai TUHAN. Jika saudara menempatkan yesus sebagai TUHAN maka seharusnya yesus tidak disunat, karena jelas yesus sebagai TUHAN bukan keturunan Abraham, sangatlah sakit otak seseorang jika mengatakan TUHAN itu adalah keturunan manusia dimana manusia adalah ciptaan TUHAN sendiri. Ok, Faktanya adalah Yesus bersunat, yang berarti bahwa yesus keturunan Abraham. Jika saudara menyangkal kenyataan tersebut dengan tetap mengatakan yesus adalah TUHAN, maka berarti TUHAN saudara telah berbohong dan bersandiwara. Kenapa? Yesuslah (TUHAN menurut saudara) yang membuat perjanjian kepada Abraham, dimana isi perjanjiannya adalah hanya kepada KETURUNAN Abrahamlah perintah sunat berlaku secara kekal, tapi jika Yesus dalam hal ini TUHAN juga ikut bersunat, maka TUHAN saudara telah berbohong! mengingkari perjanjiannya sendiri. Saudara mungkin bingung, saya yakinkan kepada saudara bahwa saya lebih bingung daripada saudara.
    Saudara kemudian menulis
    “yaitu hukum yang mendasari hukum sunat itu, yaitu kasihilah ALLAH dan kasihilah sesamamu. Tidak ada kata2 kasihilah dirimu sendiri bukan? jadi kalau saudara bersunat dengan alasan kesehatan itu mengasihi diri sendiri.”
    Saudara tidaklah salah, Yesus memang mengatakan seperti itu dalam Markus 12:28-32. Tapi apa yang saudara harus Ingat bahwa apa yang yesus katakan, hukum yang TERUTAMA dalam Taurat. TERUTAMA atau UTAMA. Saudara tau artinya UTAMA? UTAMA adalah yang terPENTING, PRIORITAS. Saya katakan seperti ini, Tugas UTAMA seorang pelajar disekolah adalah BELAJAR, maka pertanyaannya untuk naik kelas dan menjadi pelajar yang baik apakah hanya itu tugas seorang pelajar? Jawabannya tidak!! Sekolah juga mempunyai aturan2 yang lain, dimana sekolah telah terlebih dahulu mengumumkan aturan tersebut untuk ditaati. Kembali kepada Yesus, yesus mengatakan tentang banyak hal mengenai kehidupan. Salah satunya mengenai perintah untuk mengikuti hukum Taurat, berikut adalah 10 perintah dalam Taurat
    10 perintah Allah ditulis pada 2 BATU LOH // Kel 20:1-17.
    ** BATU LOH YANG PERTAMA, berisi EMPAT FIRMAN tentang hubungan manusia dengan Tuhan.

    1) Jangan ada illah lain.
    2) Jangan menyembah berhala.
    3) Jangan menyebut nama Tuhan dengan sia-sia.
    4) Ingat dan sucikan hari Sabat.

    ** BATU LOH YANG KEDUA, berisi ENAM FIRMAN ( fIRMAN YANG KE 5 > 10 ), berisi tentang hubungan manusia dengan manusia.

    5) Hormatilah ayahmu dan ibumu.
    6) Jangan membunuh.
    7) Jangan berzinah.
    8) Jangan mencuri.
    9) Jangan bersaksi dusta.
    10) Jangan ingin memiliki kepunyaan sesamamu manusia.
    Tapi kemudian saudara menyederhanakannya dengan hanya percaya dan menerima yesus mati di tiang salib untuk menghapus dosa, maka manusia akan terselamatkan
    Misalkan begini, si Y percaya yesus mati ditiang salib untuk menyelamatkan dia dari dosa Adam, bahkan tidak ada yang bisa mengalahkan kepercayaanya mengenai itu. tapi si Y berzinah setiap hari, maka bagaimana si Y ini? Terselamatkan kah? Atau bagaimana?
    Saudara tidaklah adil dalam mengartikan sebuah ayat, jika ayat tersebut terbentur dengan dogma saudara maka saudara tidak mau mengartikannya secara literal, seperti contoh Stefanus yang melihat Yesus disebelah kanan TUHAN, atau Yesus dicobai Iblis, maka saudara langsung menolak ke-Harfiah-an ayat tersebut, dan menerjemahkan menurut dogma saudara. Tapi dalam kasus ayat ini, saudara langsung menelan mentah-mentah begitu saja.
    Note:
    Saya tau arah pembicaraan saudara. Begini saudara Pharhobass, pangarang dalam sejarah itu dan mungkin bahkan bible saudara mengatakan bahwa yang di Salib adalah Yesus tau darimana? Pasti dari kesamaan fisiknya dengan yesus. Karena orang mengenali seseorang pasti karena fisik (wajah, dll), Maka jika Al-Qur’an mengatakan bahwa yang disalib adalah yang diSERUPAKAN secara fisiknya dengan yesus maka hal ini sangatlah masuk akal. Sederhananya begini jika dibible adalah Yesus menurut saudara maka di Al-Qur’an juga “Yesus” menurut Al-Qur’an. Yang sama adalah wajah dan fisiknya, tapi berbeda oknumnya, itu inti Bible dan Al-Qur’an mengenai penyaliban Yesus. Kenapa berbeda? Karena kita berbeda dalam peristiwa penyaliban itu sendiri. Yesus (Isa as) adalah manusia yang suci, nabi yang mulia, sangatlah kurang ajar, tidak adil dan tidak masuk akal jika kemudian dari hasil jerih payahnya dia mengajar kebaikan kemudian dia harus mati ditiang salib. Apalagi dengan “embel-embel” penebusan dosa. Ingat saudara! Yesus (TUHAN menurut saudara), mengatakan kepada Yehezkial bahwa dosa tidak dapat diwariskan, saudara baca Yehezkiel 18:1-20.
    Terimakasih

    • @Om Habib
      Terimakasih, bahasan dan ulasannya sangat, sangat mencerahkan.

      salam

  15. @habib
    1. Mari menunggu
    2. Jika saudara masih merasa ajaran Paulus berlainan dengan ajaran YESUS saudara tidak perlu buru-buru menyepakati bahwa Paulus tunduk sepenuhnya kepada YESUS.
    a. Tidak ada sumber tertulis mengaakan YESUS berjumpa dengan Paulus (Saulus) secara langsung, tetapi tidak menjadi tidak mungkin bahwa Paulus (Saulus) pernah berjumpa dengan YESUS, karena Paulus adalah seorang Farisi berkedudukan di Yerusalem, dan betapa seringnya YESUS mengajar di Yerusalem. Paulus paling tidak adalah sejaman dengan YESUS.
    Ada berbagai metode yang dapat kita lihat dilakukan TUHAN untuk membuktikan bahwa IA mengutus sendiri Paulus:
    Pertama: Wahyu langsung, yaitu TUHAN menyapa Paulus secara langsung tanpa perantara malaikat atau orang.

    Tetapi aku menjawab: Siapa Engkau, Tuhan? Kata Tuhan: Akulah Yesus, yang kauaniaya itu. Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti.
    (Kisah Para Rasul 26:15-16)

    Kedua: Tuhan memberikan kesaksian kepada nabi/murid lain. Ingat seorang yang bernama Ananias,

    Kisah Para Rasul 9:10-12 Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: “Ananias!” Jawabnya: “Ini aku, Tuhan!” Firman Tuhan: “Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya

    Ketiga:
    Dari Rasul-rasul awal

    Galatia 2:9 Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat;

    Keempat:
    Dari pelayanan dan kehidupan beliau.

    Apakah mereka pelayan Kristus? –aku berkata seperti orang gila–aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat.
    (2Korintus 11:23-28)

    b. Dari ke-empat metode yang dapat saya ucapkan di atas, dari dari Roma 1:1 maka sangat tidak dapat diterima lagi kalau dikatakan Paulus bukan murid YESUS.

    c. Dogma atau ajaran itu sangat perlu untuk menuntun kita, termasuk di dalamnya menuntun logika, sama seperti dogma dari latar belakang saudara telah menuntun logika saudara. Cara menuntun logika itu perlu karena ada logika yang salah, jangan menjadikan logika sebagai acuan. TUHAN itu di luar nalar/logika manusia, tetapi tidak berarti TUHAN tidak masuk akal, IA masih dapat kita nalar/pikirkan sebatas kemampuan kita, nah batas kemampuan kita itu jangan sampai salah arah, itu yang perlu. Logika sederhana sudah saya berikan ke saudara: “Paulus adalah hamba dari tuan/Tuhan-nya”,… masak saudara tidak dapat menyepakatinya secara gamblang dan menyeluruh? Jika saudara mengamini perihal Paulus adalah hamba, maka logika, alur pikiran, dogma, opini yang bertentangan dengan itu haruslah saudara giring kepada alur yang benar, karena sudah pasti salah. kenapa salah? karena saudara memaksa latar belakang saudara supaya sesuai dengan Alkitab/Bible. Kita tidak bisa memaksa nalar/logika kita yang terbatas untuk memahami TUHAN yang tidak terbatas bukan?

    d. Perbedaan opini/dogma tentang dosa menjadi latar belakang saudara sehingga memaksakan opini/dogma itu dalam menerjemahkan kata “TUHAN menjadi manusia”.
    Dosa tidak diciptakan oleh TUHAN yang diajarkan Alkitab, dan opini/dogma yang menjadi latar belakang saudara mungkin telah mengatakan bahwa dosa adalah diciptaan tuhan saudara. Jadi jelas kesalahan rumusan di awal telah membuat rumusan selanjutnya ngawur…salah arah.
    Dan perumpamaan tentang Raja Fulan menjadi tidak relefan dengan ajaran Alkitab karena TUHAN tidak memaksakan kehendak dan tidak ada istilah nasib/takdir2 tertentu..

    e. Konteks yang sedang kita bahas adalah bahwa TUHAN menyelamatkan manusia. Kenapa perlu diselamatkan? yaitu karena TUHAN menganggap berharga ciptaanNYA itu, manusia. Meski manusia dan TUHAN tidak sebanding, bahkan TUHAN katakan bahwa manusia itu berenga, ulat, debu tanah, tetapi karena DIA adalah TUHAN yang menghargai DIRINYA maka IA menghargai juga ciptaanNYA sendiri.

    Tentang sunat:
    Saya sarankan kepada saudara untuk bertanya kepada diri saudara,
    1. Kenapa YESUS acap kali menerima/mengabulkan/mengunjungi orang-orang Samaria/Yunani/Romawi? Dimana orang-orang yang saya sebutkan ini tak satupun yang melakukan Hukum Taurat seperti Farisi
    2. Menurut saudara apa itu Hukum Taurat yang sedang dibicarakan orang-orang pada masa pelayanan YESUS?
    3. Kutipan saudara:

    5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
    5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
    5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

    alasan apa saudara tidak dapat menerima ayat 17-nya?
    yaitu:

    5:17″Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

    Aku = YESUS….
    Nah jika menurut saudara sunat adalah hukum taurat, maka
    a. YESUS disunat
    b. menurut ayat 20, sunat tidak akan dihilangkan sebelum terjadi
    c. dan menurut ayat 17, sunat sudah digenapi karena premis a

    Ajaran PAULUS antara lain adalah Kritus sebagai pusat dari segalanya, TUHAN memberikan anugerah. Tidak ada perbuatan hukum yang bisa membuat TUHAN iba kepada kita, IA iba karena memang IA iba, bukan karena kita melakukan sesuatu sehingga IA iba.
    bandingkan itu dengan

    Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

    Tentang percaya kepada YESUS;
    saudara mengulang2 saja: saya berikan kutipan lagi, saudara artikan saja literal:

    Yakobus_2:26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

    dan perhatikan:

    Yakobus_2:19 Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

    Note:
    YESUS yang disalibkan tahu dari mana?
    Dalam suatu perkara selalu ada saksi langsung, saksi mata,
    nah saksi mata YESUS disalibkan itu bukan seorang yang tidak melihat macam seseorang di abad 6, melainkan saksi yang melihat dengan mata kepala sendiri.
    Sekarang saya sedang tidak membahas saksi mata dari penulis2 Alkitab, Perjanjian Baru, melainkan dari saksi penulis sejarah, macam Tacitus, Josephus, dan beberapa penulis lainnya.
    Nah dengan mengutip penulis2 sejarah yang sudah tidak dipandang sebelah mata ini, alias diakui maka dikatakan YESUS benar2 disalib, dan ternyata berbeda dengan apa yang disebutkan di abad 6. saudara katakan kitab suci seharusnya tidak berbeda dengan sejarah. Dalam hal ini saudara tidak saja menolak sejarah, sekaligus menghina sumber2 sejarah.

    salam

  16. Terimakasih saudara Pharhobass atas jawabannya, saya tidak lah kaget dengan jawaban saudara. agar lebih nyaman, saya mempunyai usul ingin membagi diskusi yang sangat menarik ini menjadi beberapa Topik, biar alurnya sedikit lebih jelas, agar memudahkan kita untuk memberikan jawaban. Adapun usul saya Topiknya sebagai berikut:
    1. PAULUS MURID YESUS
    2. HUKUM TAURAT/HUKUM BERSUNAT
    3. TUHAN MENJADI MANUSIA/YESUS ADALAH TUHAN/TUHAN TUNGGAL
    4. PENYALIBAN YESUS

    ==PAULUS MURID YESUS==
    saudara menulis
    1. Jika saudara masih merasa ajaran Paulus berlainan dengan ajaran YESUS saudara tidak perlu buru-buru menyepakati bahwa Paulus tunduk sepenuhnya kepada YESUS.
    ===> yang saya sepakati adalah yang namanya “hamba” itu tunduk kepada “tuannya”, seperti halnya “Paulus” yang menyatakan dirinya hamba “Yesus”. Tetapi saya tidak mendapati ketaatan itu, jadi kalau begitu Paulus bukan “hamba” nya Yesus.
    Saya kurang tertarik atau setidaknya belum tertarik menanggapi argumen saudara karena jelas, fakta yang sangat FUNDAMENTAL dan TAK TERBANTAHKAN (tidak ada sumber tertulis) adalah PAULUS TIDAK PERNAH BERTEMU DENGAN YESUS, dan YESUS TIDAK PERNAH MENGENAL PAULUS, bahkan ketika Yesus hidup, dia sama sekali tidak pernah MENYINGGUNG NAMA PAULUS. Pendekatan yang saudara lakukan hanya sebuah rekaan atas tulisan-tulisan Paulus sendiri, yang menge klaim dirinya sendiri, yang mengaku mendengar suara dari Yesus, siapa yang bisa membuktikan bahwa itu memang Yesus? Apakah hanya karena dia mengatakan namanya Yesus kepada paulus? Jadi hujjah saudara sangatlah lemah menurut saya.
    ==HUKUM TAURAT/HUKUM BERSUNAT==
    === > Saya cukup prihatin dengan kondisi saudara, Saudara sama sekali mengabaikan konteks ayat itu, kenyataan bahwa yesus berdiri disitu untuk berceramah di depan orang banyak. Dan mengingatkan bahwa kedatangannya tidak untuk menghapus hukum Taurat, tapi menggenapi aturan yang telah ada (hukum taurat) saudara tolak mentah-mentah. Harusnya saudara membaca matius pasal 5 ini secara komprehensif. Tapi untuk sementara saya ikuti saja dulu statement saudara. saya mohon saudara untuk menjawab pertanyaan saya dengan singkat dan sederhana saja.
    Saudara menulis:
    1. Kenapa YESUS acap kali menerima/mengabulkan/mengunjungi orang-orang Samaria/Yunani/Romawi? Dimana orang-orang yang saya sebutkan ini tak satupun yang melakukan Hukum Taurat seperti Farisi
    === > saya kembalikan kepada saudara, apa niatan utama yesus datang ke samaria? Saya tanyakan juga kepada saudara, apakah interaksi antara Yesus dan orang Samaria di awali oleh Yesus yang ingin memberitakan injil seperti halnya Yesus melayani orang Yahudi?
    2. Menurut saudara apa itu Hukum Taurat yang sedang dibicarakan orang-orang pada masa pelayanan YESUS?
    === > menurut saudara, apakah ada hukum Taurat yang lain selain Taurat yang datang sebelum kedatangan Yesus?
    3. 5:17″Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
    Aku = YESUS….
    Nah jika menurut saudara sunat adalah hukum taurat, maka
    a. YESUS disunat
    b. menurut ayat 20, sunat tidak akan dihilangkan sebelum terjadi
    c. dan menurut ayat 17, sunat sudah digenapi karena premis a
    === > baik kalau begitu, saya mencoba mengikuti logika saudara, saya harap saudara KONSISTEN. Dari pemahaman kalimat saudara diatas, itu berarti hukum Taurat telah tergenapi oleh Yesus, hal ini berarti hukum Taurat tidak menjadi keharusan bagi saudara dan untuk sunat pun tidak perlu bagi saudara karena telah tergenapi Yesus.
    1. Saya meminta Saudara menjawab dengan jujur, apakah benar kesimpulan saya tersebut? Jika salah, saudara benarkan kesimpulan saya.
    2. Saya meminta saudara menjawab dengan jujur, menurut pemahaman saudara Yesus adalah TUHAN, itu berarti “oknum” yang sama ketika TUHAN melakukan perjanjian sunat/khitan kepada Abraham (kejadian 17: 7-12), apakah benar seperti itu?

    ==TUHAN MENJADI MANUSIA/YESUS ADALAH TUHAN/TUHAN TUNGGAL==
    Saudara menulis:
    d. Perbedaan opini/dogma tentang dosa menjadi latar belakang saudara sehingga memaksakan opini/dogma itu dalam menerjemahkan kata “TUHAN menjadi manusia”.
    Dosa tidak diciptakan oleh TUHAN yang diajarkan Alkitab, dan opini/dogma yang menjadi latar belakang saudara mungkin telah mengatakan bahwa dosa adalah diciptaan tuhan saudara. Jadi jelas kesalahan rumusan di awal telah membuat rumusan selanjutnya ngawur…salah arah.
    Dan perumpamaan tentang Raja Fulan menjadi tidak relefan dengan ajaran Alkitab karena TUHAN tidak memaksakan kehendak dan tidak ada istilah nasib/takdir2 tertentu..
    === > dari statement saudara diatas bisa saya simpulkan (kalau kesimpulan saya salah, saya sangat menginginkan saran dari saudara).
    1. Dosa bukan Tuhan yang menciptakan
    2. Tuhan tida memaksakan kehendak
    3. Tidak ada istilah nasib atau takdir dalam agama kristen

    mari kita bahas statement saudara, semoga ada perkembangan dalam bahasan kita

    1. Dosa bukan Tuhan yang menciptakan
    == > saudara sangat merendahkan Kekuasaan Tuhan, kalau dosa bukan Tuhan yang menciptakan, menurut saudara siapa? saudara? atau pendeta? Atau Paus? Atau Hewan? Jawabnya jelas Tuhan, kenapa saya katakan begitu? Karena jelas, Tuhan menciptakan Surga bagi orang yang berbuat baik yang mengikuti hukum2-Nya, dan menciptakan Neraka bagi orang-orang yang berDOSA yang membangkang Aturan-Nya. Kalau bukan TUHAN yang menciptakan, menurut saudara siapa yang menciptakan standart sebuah Dosa? seseorang masuk surga atau neraka? Yang mengatakan Adam berdosa menurut saudara siapa? Adam sendirikah? Atau anak2 Adamkah? Jawabnya adalah TUHAN, itu berarti standart dosa dan tidak berdosa hanya TUHAN yang tau, karena faktor Dosa, faktor Pahala (kalau menurut saudara, dengan meyakini Yesus mati ditiang salib untuk menebus dosa saudara) itu lah yang membuat kita berbeda di Hadapan TUHAN. Jika Tuhan menciptakan tempat keselamatan bagi hamba-Nya maka secara otomatis Tuhan juga yang menciptakan tempat ketidakselamatan bagi hamba-Nya, Jika Tuhan menciptakan Ganjaran/Imbalan bagi orang yang mengikuti aturan-Nya, maka secara otomatis Tuhan juga menciptakan Ganjaran/Imbalan bagi yang membangkang kepada-Nya.
    KONKLUSI SAYA: TUHANnlah yang menciptakan DOSA, tapi TUHAN MAHA ADIL, TUHAN telah terlebih dulu memberikan batasan dan aturan antara sebuah DOSA dan PAHALA maka akhirnya semua dikembalikan ke pribadi yang memilih, itulah hakikat DOSA. Saudara lantas bertanya, apakah itu berarti TUHAN yang menciptakan PEMBUNUH? Jelas tidak, TUHAN hanya menciptakan manusianya dan telah memberi peringatan dengan aturan (diturun kannya agama) mengenai DOSA MEMBUNUH, tapi manusia mempunyai pilihan, dan si manusia memilih menjadi pembunuh, maka dia mendapatkan DOSA. Tapi siapa yang menciptakan DOSA? Jelas TUHAN.
    Hal ini seperti ayat dibawah ini:
    Kej 18:20 Selanjutnya TUHAN berkata kepada Abraham, “Ada tuduhan yang berat terhadap Sodom dan Gomora, dan memang DOSA mereka itu sangat besar.
    == > siapakah yang menciptakan DOSA? TUHAN. Apa buktinya? karena hanya TUHAN yang tau standart DOSA, hal ini terlihat dari pernyataan TUHAN dalam penggolongan BESAR dan KECILnya sebuah DOSA.
    Kalau saudara belum puas saya tunjukkan lagi ayatnya
    Kel 32:31 Lalu Musa pergi lagi menghadap TUHAN dan berkata, “Bangsa itu sudah melakukan DOSA besar. Mereka membuat ilah dari emas.
    Kel 32:32 Sudilah kiranya mengampuni DOSA mereka; kalau tidak, hapuslah nama saya dari buku orang-orang hidup.”
    == > siapakah yang menciptakan DOSA? TUHAN. Apa buktinya? Nabi Musa meminta ampunan kepada TUHAN, apa relevansinya dengan TUHAN sebagai pencipta DOSA? Nabi Musa meminta ampun kepada TUHAN, karena dari TUHANlah kata DOSA itu muncul.
    Kalau masi belum puas saya bisa memberi contoh ayat lagi.
    PERTANYAAN SAYA KEPADA SAUDARA: MASIHKAH SAUDARA MENGANGGAP BAHWA TUHAN BUKAN PENCIPTA DOSA? SETUJUKAH SAUDARA DENGAN PENJELASAN SAYA?
    2. Tuhan tidak memaksakan kehendak
    == >Apakah benar, TUHAN memang tidak memaksakan KEHENDAK seperti yang saudara bilang?
    Saya mulai membuka bahasan pada point ini dengan pertanyaan di atas. Saudara, TUHAN itu mempunyai keMUTLAKan, apa yang di KEHENDAKI NYA harus JADI (saudara ingat dengan kalimat ini?), Apa KEHENDAK TUHAN? Yaitu agar kita menjadi manusia yang mengikuti aturan dan HUKUM2nya, itu KEHENDAKNYA, apa hukumannya jika kita tidak mengikuti KEHENDAKNYA? Maka SIKSAAN dan AZAB, bukan begitu saudara Pharhobass? Jadi apa kiranya arti tidak memaksakan KEHENDAK itu? TUHAN tidak memaksakan kita untuk memilih jalan menuju apa yang menjadi KEHENDAKNYA, karena TUHAN telah menetapkan SALAH dan BENAR, DOSA dan PAHALA, SURGA dan NERAKA, KESELAMATAN dan AZAB, karena TUHAN menciptakan kebebasan kita untuk memilih sekaligus dengan KONSEKWENSINYA. TUHAN memang “terkadang“ tidak memaksakan KEHENDAKNYA ketika kita hidup di dunia, tapi KEHENDAK TUHAN selalu bersifat ABSOLUT. Namun juga terkadang TUHAN memaksakan KEHENDAKNYA menurut keMUTLAKan diriNYA sebagai TUHAN
    contoh:
    • Saudara tau, peristiwa umat NUH? TUHAN memaksakan KEHENDAKNYA dengan didatangkan banjir kepada umat NUH, menurut saudara kenapa TUHAN menurunkan banjir yang sangat dahsyat? Karena umat NUH tidak mematuhi KEHENDAK TUHAN, harusnya jika TUHAN tidak memaksakan KEHENDAKNYA maka tidak alasan TUHAN menurunkan banjir, tapi kenyataannya tidak begitu.
    • Saudara tau peristiwa umat LOT? Sekali lagi TUHAN memaksakan KEHENDAKNYA dengan mendatangkan AZAB, menurut saudara apa alasan TUHAN menjatuhkan AZAB? Karena umat LOT tidak mengikuti KEHENDAK TUHAN, harusnya jika TUHAN tidak memaksakan KEHENDAKNYA maka tidak alasan TUHAN menurunkan AZAB, tapi kenyataannya tidak begitu.
    • Saya berikan contoh ayat berikut:
    2Tawarikh 7:17-18
    17 Jikalau engkau, seperti Daud ayahmu, hidup menurut KEHENDAK-Ku dan taat kepada hukum-hukum-Ku serta melakukan semua yang Kuperintahkan kepadamu,
    18 maka Aku akan menepati janji-Ku kepada ayahmu Daud bahwa selalu akan ada seorang dari keturunannya yang menjadi raja di Israel.
    1Taw 5:21 Karena peperangan itu terjadi atas KEHENDAK Allah, maka banyak musuh yang mereka bunuh. Mereka juga menawan 100.000 orang, dan merampas 50.000 unta, 250.000 domba dan 2.000 keledai. Setelah itu mereka menetap di daerah itu sampai pada masa bangsa Israel ditawan dan dibawa ke pembuangan.
    Semua atas KEHENDAKNYA, terkadang TUHAN memaksakan KEHENDAKnya terkadang juga tidak, TUHAN melakukanNYA karena keMUTLAKan TUHAN sebagai TUHAN seluruh alam. Tidak ada yang bisa mengatur apa yang TUHAN akan lakukan. Saudara mungkin akan menjawab, “mungkin latar belakang saudara……., atau TUHAN dalam bible tidak lah seperti itu…..atau alasan2 yang lain……,” tapi kenyataannya saya menggunakan takwil berdasarkan alkitab saudara.
    SAUDARA SETUJU DENGAN PENJELASAN SAYA? JIKA TIDAK SILAHKAN SAUDARA JELASKAN MENURUT PEMAHAMAN SAUDARA.
    3. Tidak ada istilah nasib atau takdir dalam agama kristen
    == >Apakah benar seperti itu? apa tidak sebaiknya saudara baca dulu ayat-ayat Alkitab? Gegabah itu tidak baik saudara Pharhobass..
    Nasib itu sesuatu yg sudah ditentukan oleh Tuhan atas diri seseorang atau identik dengan takdir. Saya tidak tau alkitab seperti apa yang saudara baca, atau mungkin alkitab saya dengan saudara berbeda. Saudara menyangkal tentang nasib dan takdir, padahal banyak sekali ayat yang berkaitan dengan nasib/takdir. Saya ambil contoh, Seperti halnya gelar nabi, menurut saudara apakah seorang nabi bukanlah menjadi nasib/takdir seseorang itu? apakah menurut saudara nabi Yeremia mendapat gelar nabi dan diangkat oleh nabi oleh dirinya sendiri? Atau umatnya? Atau mungkin saudara-saudaranya? Tidak, karena TUHAN telah menentukan gelar itu kepadanya, itu berarti takdir TUHAN. Menurut saudara MARIA mengandung YESUS bukan karena nasib/Takdir dari TUHAN? Mariakah yang meminta kepada TUHAN? Tidak, TUHAN yang menentukan Takdir nya maria, dan kepada rahim siapa Yesus dikandung. Bukankah penciptaan juga salah satu bukti TAKDIR TUHAN? Menurut saudara siapa yang menciptakan? Adakah ADAM sendiri yang meminta untuk diciptakan? Dan masih banyak lagi contoh takdir/nasib yang berasal dari TUHAN, bahkan hidup, mati, saudara adalah takdir TUHAN.
    Apa yang membuat saudara tidak percaya dengan nasib/takdir? Atau setidaknya tunjukkan ayat yang menjelaskan tentang ketidakadaan nasib/takdir tertentu yang saudara maksudkan itu? SAUDARA SETUJU DENGAN PENJELASAN SAYA DIATAS? KALAU TIDAK SILAHKAN SAUDARA JELASKAN MENURUT PEMAHAMAN SAUDARA.
    Saudara menulis:
    “Dan perumpamaan tentang Raja Fulan menjadi tidak relefan dengan ajaran Alkitab karena TUHAN tidak memaksakan kehendak dan tidak ada istilah nasib/takdir2 tertentu”
    == >Dari penjelasan saya diatas, apa yang tidak relevan dari perumpaan saya dengan ajaran Alkitab? Walaupun sangatlah jauh membandingkan manusia dengan TUHAN tapi agar saudara mendapatkan gambaran, saya “terpaksa” membandingkan.
    – TUHAN saudara saya “umpakan” sebagai RAJA FULAN (walaupun sama sekali tidaklah sebanding)
    – TUHAN mempunyai aturan dan hukum-hukum, RAJA FULAN juga mempunyai aturan dan hukum-hukum
    – TUHAN menciptakan golongan-golongan mahluk (malaikat, nabi/rasul, setan/iblis, manusia), maka RAJA FULAN juga membagi rakyatnya menjadi strata-strata (bangsawan, Prajurit, rakyat jelata, budak)
    – TUHAN menetapkan hukuman bagi yang melanggar (NERAKA, AZAB, SIKSAAN dll), Raja Fulan pun juga menetapkan hukuman bagi yang melanggar (siksa).
    – TUHAN memberi kesempatan dan menetapkan batas waktu dari kita hidup dan sebelum mati untuk mematuhi dan melaksanakan aturan yang TUHAN buat, maka Raja Fulan memberi kesempatan dan waktu pada budak antara jam 5 pagi-12 malam untuk melaksanakan dan mematuhi aturan yang Raja Fulan buat.
    Jika (ini perkiraan saya akan jawaban saudara, karena saudara menghindar dari pertanyaan ini) saudara menganggap tidaklah LOGIS seorang RAJA menjadi BUDAK untuk menyelamatkan nasib BUDAKNYA dari hukuman yang dia buat sendiri. Maka apalah jadinya jika oknum Raja disitu kita ganti menjadi TUHAN?? Bukankah malah sangat TIDAK LOGIS hal itu terjadi? TUHAN menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia agar pantas dihadapan TUHAN sendiri? Kalau TUHAN mengutus manusia dalam hal ini nabi/rasul untuk menyelamatkan manusia maka wajar kita menerima, tapi kalau TUHAN datang menjadi MANUSIA maka hal ini sangat TIDAK LOGIS. Karena TUHAN TIDAK BOLEH dan TIDAK BISA menjadi MANUSIA (YESUS).
    INI PERTANYAAN TAMBAHAN BUAT SAUDARA, SETUJUKAH SAUDARA JIKA SAYA KATAKAN, ADA YANG TIDAK BISA DAN TIDAK BOLEH TUHAN LAKUKAN?

    ==PENYALIBAN YESUS==
    Sekiranya kita membahas masalah penyaliban mungkin akan sangat panjang saudara pharhobass, saya tau apa yang ada dipikiran saudara tentang Alqur’an, tentang siapa yang membuatnya, saya sangat sadar tentang itu. begini saja, sebelum saya membahas kenapa Alqur’an berbeda dengan Al-kitab dan beberapa sumber sejarah seperti Tacitus, jhosepus dkk mengenai siapa yang disalib, walaupun sebenarnya sangat mudah untuk menjawab pertanyaan saudara, karena jelas mereka pun bukan saksi mata, dan sama sekali tidak berada ditempat kejadian, jadi dasar mereka menulis hanya beradasar cerita-cerita yang berkembang saja, tapi sebelum kita membahas mengenai kebenaran tulisan mereka, ada baiknya dengan segala hormat saya meminta saudara untuk bersama-sama melihat ayat bible detik-detik saat peristiwa penyaliban.
    Kita lakukan pendekatan saksi mata, saudara artikan ayat ini
    Markus 14:50 : Lalu semua murid itu meninggalkan dia dan melarikan diri.
    Matius 26:56: …lalu semua murid itu meningalkan dia dan melarikan diri.
    == >Konklusi pertama: tidak ada murid yang menyaksikan yesus disalib, jadi Matius dan Markus jelas juga berdasarkan rekaan.
    Injil Matius 27:55-56 : Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yusuf, ibu anak-anak Zebedeus MEREKA MELIHAT DARI JAUH!
    Injil Markus 15:40: Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yoses MEREKA MELIHAT DARI JAUH!
    Injil Lukas 23:49 : Semua orang yang mengenal Yesus dari dekat (siapa???) dan perempuan2 yang mengikutinya dari Galilea (namanya tak disebutkan) dan MEREKA SEMUA BERDIRI JAUH-JAUH KETIKA MELIHAT ITU!
    Injil Yohanes 19:25 : Maria Magdalena bersama Maria Bunda Yesus (percakapan Yesus dengan Bundanya hanya ada dalam Injil Yohanes dan tidak ada di ke 3 Injil lain!) MEREKA MELIHAT DARI DEKAT! (PERHATIKAN PERBEDAANNYA! TERLALU MENYOLOK!)
    == >Konklusi kedua: ayat-ayat saling bertolak belakang, menurut saudara mana yang benar? Saya menunggu jawaban saudara, setelah itu kita akan membahasnya..

  17. @habib

    ==PAULUS MURID YESUS==

    1. Jika saudara masih merasa ajaran Paulus berlainan dengan ajaran YESUS saudara tidak perlu buru-buru menyepakati bahwa Paulus tunduk sepenuhnya kepada YESUS.
    ===>

    yang saya sepakati adalah yang namanya “hamba” itu tunduk kepada “tuannya”, seperti halnya “Paulus” yang menyatakan dirinya hamba “Yesus”. Tetapi saya tidak mendapati ketaatan itu, jadi kalau begitu Paulus bukan “hamba” nya Yesus.

    premis a : hamba tunduk kepada tuannya (rumus umum)
    premis b: Paulus adalah hamba YESUS (Roma 1:1)
    premis c: Paulus tidak tunduk kepada YESUS (pendapat Habib)

    Kalau saya melihat premis2 di atas, itu menjadi bertentangan, karena sudara pada awal ini sudah salah, maka seterusnya pasti salah.

    Saya kurang tertarik atau setidaknya belum tertarik menanggapi argumen saudara
    karena jelas, fakta yang sangat FUNDAMENTAL dan TAK TERBANTAHKAN (tidak ada sumber tertulis) adalah PAULUS TIDAK PERNAH BERTEMU DENGAN YESUS, dan YESUS TIDAK PERNAH MENGENAL PAULUS, bahkan ketika Yesus hidup, dia sama sekali tidak pernah MENYINGGUNG NAMA PAULUS. Pendekatan yang saudara lakukan hanya sebuah rekaan atas tulisan-tulisan Paulus sendiri, yang menge klaim dirinya sendiri, yang mengaku mendengar suara dari Yesus, siapa yang bisa membuktikan bahwa itu memang Yesus? Apakah hanya karena dia mengatakan namanya Yesus kepada paulus? Jadi hujjah saudara sangatlah lemah menurut saya.

    Saudara tidak pernah bertemu Muhammad, tetapi saudara murid/pengikut dan percaya Muhammad tidak?
    Muhammad sepertinya tidak pernah menerima Quran dari allah saudara secara langsung melainkan dari Jibril? apakah saudara percaya kepada Muhammad ? Apa buktinya Jibril membawa Quran dari allah saudara secara langsung?
    (ini contoh jika saudara adalah pengikut Muhammad)

    Pertanyaan saudara bisa juga dibalik, apakah ada sumber tertulis yang mengatakan bahwa yang datang kepada Paulus bukan YESUS dan tulisan-tulisan beliau hanya rekaan beliau semata?
    Jawabannya tidak ada, tetapi ada sumber tertulis yang mengatakan YESUS datang sendiri ke Paulus, itu ada, saksi-saksinya ada.. Jadi kalau saudara menolak 4 metode pembuktian bahwa TUHAN datang ke Paulus berarti saudara hanya menyangkal saja.
    Bukti sudah saya berikan, jadi pelajari saja itu.

  18. @habib

    ==HUKUM TAURAT/HUKUM BERSUNAT==

    Saya cukup prihatin dengan kondisi saudara, Saudara sama sekali mengabaikan konteks ayat itu, kenyataan bahwa yesus berdiri disitu untuk berceramah di depan orang banyak. Dan mengingatkan bahwa kedatangannya tidak untuk menghapus hukum Taurat, tapi menggenapi aturan yang telah ada (hukum taurat) saudara tolak mentah-mentah. Harusnya saudara membaca matius pasal 5 ini secara komprehensif. Tapi untuk sementara saya ikuti saja dulu statement saudara. saya mohon saudara untuk menjawab pertanyaan saya dengan singkat dan sederhana saja.

    Ayat itu diawali dengan kata-kata: YESUS datang bukan untuk meniadakan tetapi menggenapi Hukum Taurat.
    Jadi kalau sunat adalah salah satu Taurat, dan YESUS disunat berarti Tuntutan Hukum Taurat yaitu Sunat sudah digenapi. Kalau sudah digenapi apa gunannya saudara masih mau melakukannya? Jika saudara menganggap YESUS adalah orang yang mulia, benar dan baik, maka hargailah pekerjaan YESUS menggenapi hukum itu, kecuali sebenarnya saudara tidak menghargai YESUS maka pekerjaan YESUS juga tidak saudara hargai..

    1.

    saya kembalikan kepada saudara, apa niatan utama yesus datang ke samaria? Saya tanyakan juga kepada saudara, apakah interaksi antara Yesus dan orang Samaria di awali oleh Yesus yang ingin memberitakan injil seperti halnya Yesus melayani orang Yahudi?

    Sudah saya jawab di atas, cari saja. Saya sedih kalau saudara tidak memperhatikan argument saya.

    2.

    menurut saudara, apakah ada hukum Taurat yang lain selain Taurat yang datang sebelum kedatangan Yesus?

    Pertanyaan saudara ini mengindikasikan bahwa sepertinya saudara tidak mengerti apa saudara ucapkan selama ini mengenai hukum taurat.
    Penyelasaian persamaan Aljabar mengatakan, salah di awal akan berakibat fatal dan akan membuat semua persamaan/penyelesaian diakhir kacau dan tidak benar. Jadi kalau saudara tidak mengetahui hukum taurat yang didiskusikan di abad pertama masehi, itu blunder dalam diskusi kita ini.

    baik kalau begitu, saya mencoba mengikuti logika saudara, saya harap saudara KONSISTEN. Dari pemahaman kalimat saudara diatas, itu berarti hukum Taurat telah tergenapi oleh Yesus, hal ini berarti hukum Taurat tidak menjadi keharusan bagi saudara dan untuk sunat pun tidak perlu bagi saudara karena telah tergenapi Yesus.
    1. Saya meminta Saudara menjawab dengan jujur, apakah benar kesimpulan saya tersebut? Jika salah, saudara benarkan kesimpulan saya.
    2. Saya meminta saudara menjawab dengan jujur, menurut pemahaman saudara Yesus adalah TUHAN, itu berarti “oknum” yang sama ketika TUHAN melakukan perjanjian sunat/khitan kepada Abraham (kejadian 17: 7-12), apakah benar seperti itu?

    Hukum Taurat tidak akan dirobah, melainkan digenapi.
    Jika sunat adalah bagian dari hukum taurat, dan YESUS disunat, berarti YESUS sudah menggenapinya.
    Contoh lainnya, hukum mata ganti mata:
    (Matius 5:38-39) Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
    Yang belum tergenapi contohnya dikatakan bahwa Kristus akan memberintah segai Raja dari segala raja, nah itu masih dalam penantian waktu penghakiman kelak.
    jadi jawaban nya adalah:
    1. Kesimpulan saudara dalam hal sunat saja, maka itu benar.
    2. YHWH (atau bahasa Indonesia menggunakan TUHAN/ALLAH dengan capslock semua) adalah Bapa/Firman/Roh Kudus yang ESA.
    YHWH adalah BAPA bukan berarti YHWH adalah Pribadi Bapa. Jadi jangan menjadi kesulitan saudara di sana.
    Nah YHWH yang memberikan Turat kepada Musa adalah YHWH yang sama yang menggenapi Taurat, sehingga setelah digenapi diberilah Hukum Baru yaitu Hukum yang lebih dalam dari Hukum Taurat itu.
    Jadi kalau saudara mengikuti hukum taurat, sudah ada lagi hukum yang lebih hebat dari itu yang diberikan/ditekankan YESUS, lebih dalam, lebih mendasar, yaitu Hukum KASIH, bukan berarti ALLAH merevisi atau mengganti2 secara sembarangan, karena Hukum ALLAH adalah Benar dan Baik, tetapi karena TUHAN telah menggenapinya.
    Lihat kutipan saya di Matius 5:38-39 diatas. Kalau kasar kita terjemahkan maka YESUS telah dengan berani mengubah hukum mata ganti mata itu dengan hukum baru, tetapi kalau kita teliti lebih dalam maka hukum yang diberikan sebagai penggantinya itu jauh lebih unggul dan lebih mendasar.

  19. @habib

    ==TUHAN MENJADI MANUSIA/YESUS ADALAH TUHAN/TUHAN TUNGGAL==

    dari statement saudara diatas bisa saya simpulkan (kalau kesimpulan saya salah, saya sangat menginginkan saran dari saudara).
    1. Dosa bukan Tuhan yang menciptakan
    2. Tuhan tida memaksakan kehendak
    3. Tidak ada istilah nasib atau takdir dalam agama kristen

    ketiganya tepat…

    1. Dosa bukan Tuhan yang menciptakan
    == > saudara sangat merendahkan Kekuasaan Tuhan, kalau dosa bukan Tuhan yang menciptakan, menurut saudara siapa? saudara? atau pendeta? Atau Paus? Atau Hewan? Jawabnya jelas Tuhan, kenapa saya katakan begitu? Karena jelas, Tuhan menciptakan Surga bagi orang yang berbuat baik yang mengikuti hukum2-Nya, dan menciptakan Neraka bagi orang-orang yang berDOSA yang membangkang Aturan-Nya. Kalau bukan TUHAN yang menciptakan, menurut saudara siapa yang menciptakan standart sebuah Dosa? seseorang masuk surga atau neraka? Yang mengatakan Adam berdosa menurut saudara siapa? Adam sendirikah? Atau anak2 Adamkah? Jawabnya adalah TUHAN, itu berarti standart dosa dan tidak berdosa hanya TUHAN yang tau, karena faktor Dosa, faktor Pahala (kalau menurut saudara, dengan meyakini Yesus mati ditiang salib untuk menebus dosa saudara) itu lah yang membuat kita berbeda di Hadapan TUHAN. Jika Tuhan menciptakan tempat keselamatan bagi hamba-Nya maka secara otomatis Tuhan juga yang menciptakan tempat ketidakselamatan bagi hamba-Nya, Jika Tuhan menciptakan Ganjaran/Imbalan bagi orang yang mengikuti aturan-Nya, maka secara otomatis Tuhan juga menciptakan Ganjaran/Imbalan bagi yang membangkang kepada-Nya.
    KONKLUSI SAYA: TUHANnlah yang menciptakan DOSA, tapi TUHAN MAHA ADIL, TUHAN telah terlebih dulu memberikan batasan dan aturan antara sebuah DOSA dan PAHALA maka akhirnya semua dikembalikan ke pribadi yang memilih, itulah hakikat DOSA. Saudara lantas bertanya, apakah itu berarti TUHAN yang menciptakan PEMBUNUH? Jelas tidak, TUHAN hanya menciptakan manusianya dan telah memberi peringatan dengan aturan (diturun kannya agama) mengenai DOSA MEMBUNUH, tapi manusia mempunyai pilihan, dan si manusia memilih menjadi pembunuh, maka dia mendapatkan DOSA. Tapi siapa yang menciptakan DOSA? Jelas TUHAN.
    Hal ini seperti ayat dibawah ini:
    Kej 18:20 Selanjutnya TUHAN berkata kepada Abraham, “Ada tuduhan yang berat terhadap Sodom dan Gomora, dan memang DOSA mereka itu sangat besar.
    == > siapakah yang menciptakan DOSA? TUHAN. Apa buktinya? karena hanya TUHAN yang tau standart DOSA, hal ini terlihat dari pernyataan TUHAN dalam penggolongan BESAR dan KECILnya sebuah DOSA.
    Kalau saudara belum puas saya tunjukkan lagi ayatnya
    Kel 32:31 Lalu Musa pergi lagi menghadap TUHAN dan berkata, “Bangsa itu sudah melakukan DOSA besar. Mereka membuat ilah dari emas.
    Kel 32:32 Sudilah kiranya mengampuni DOSA mereka; kalau tidak, hapuslah nama saya dari buku orang-orang hidup.”
    == > siapakah yang menciptakan DOSA? TUHAN. Apa buktinya? Nabi Musa meminta ampunan kepada TUHAN, apa relevansinya dengan TUHAN sebagai pencipta DOSA? Nabi Musa meminta ampun kepada TUHAN, karena dari TUHANlah kata DOSA itu muncul.
    Kalau masi belum puas saya bisa memberi contoh ayat lagi.
    PERTANYAAN SAYA KEPADA SAUDARA: MASIHKAH SAUDARA MENGANGGAP BAHWA TUHAN BUKAN PENCIPTA DOSA? SETUJUKAH SAUDARA DENGAN PENJELASAN SAYA?

    sebelum panjang lebar kita berdua berkoar-koar ada baiknya saudara menjelaskan latar belakang atau penjelasan, apa itu DOSA, menurut pandangan latar belakang saudara apa kah DOSA itu?

    2. Tuhan tidak memaksakan kehendak
    == >Apakah benar, TUHAN memang tidak memaksakan KEHENDAK seperti yang saudara bilang?
    Saya mulai membuka bahasan pada point ini dengan pertanyaan di atas. Saudara, TUHAN itu mempunyai keMUTLAKan, apa yang di KEHENDAKI NYA harus JADI (saudara ingat dengan kalimat ini?), Apa KEHENDAK TUHAN? Yaitu agar kita menjadi manusia yang mengikuti aturan dan HUKUM2nya, itu KEHENDAKNYA, apa hukumannya jika kita tidak mengikuti KEHENDAKNYA? Maka SIKSAAN dan AZAB, bukan begitu saudara Pharhobass? Jadi apa kiranya arti tidak memaksakan KEHENDAK itu? TUHAN tidak memaksakan kita untuk memilih jalan menuju apa yang menjadi KEHENDAKNYA, karena TUHAN telah menetapkan SALAH dan BENAR, DOSA dan PAHALA, SURGA dan NERAKA, KESELAMATAN dan AZAB, karena TUHAN menciptakan kebebasan kita untuk memilih sekaligus dengan KONSEKWENSINYA. TUHAN memang “terkadang“ tidak memaksakan KEHENDAKNYA ketika kita hidup di dunia, tapi KEHENDAK TUHAN selalu bersifat ABSOLUT. Namun juga terkadang TUHAN memaksakan KEHENDAKNYA menurut keMUTLAKan diriNYA sebagai TUHAN
    contoh:
    • Saudara tau, peristiwa umat NUH? TUHAN memaksakan KEHENDAKNYA dengan didatangkan banjir kepada umat NUH, menurut saudara kenapa TUHAN menurunkan banjir yang sangat dahsyat? Karena umat NUH tidak mematuhi KEHENDAK TUHAN, harusnya jika TUHAN tidak memaksakan KEHENDAKNYA maka tidak alasan TUHAN menurunkan banjir, tapi kenyataannya tidak begitu.
    • Saudara tau peristiwa umat LOT? Sekali lagi TUHAN memaksakan KEHENDAKNYA dengan mendatangkan AZAB, menurut saudara apa alasan TUHAN menjatuhkan AZAB? Karena umat LOT tidak mengikuti KEHENDAK TUHAN, harusnya jika TUHAN tidak memaksakan KEHENDAKNYA maka tidak alasan TUHAN menurunkan AZAB, tapi kenyataannya tidak begitu.
    • Saya berikan contoh ayat berikut:
    2Tawarikh 7:17-18
    17 Jikalau engkau, seperti Daud ayahmu, hidup menurut KEHENDAK-Ku dan taat kepada hukum-hukum-Ku serta melakukan semua yang Kuperintahkan kepadamu,
    18 maka Aku akan menepati janji-Ku kepada ayahmu Daud bahwa selalu akan ada seorang dari keturunannya yang menjadi raja di Israel.
    1Taw 5:21 Karena peperangan itu terjadi atas KEHENDAK Allah, maka banyak musuh yang mereka bunuh. Mereka juga menawan 100.000 orang, dan merampas 50.000 unta, 250.000 domba dan 2.000 keledai. Setelah itu mereka menetap di daerah itu sampai pada masa bangsa Israel ditawan dan dibawa ke pembuangan.
    Semua atas KEHENDAKNYA, terkadang TUHAN memaksakan KEHENDAKnya terkadang juga tidak, TUHAN melakukanNYA karena keMUTLAKan TUHAN sebagai TUHAN seluruh alam. Tidak ada yang bisa mengatur apa yang TUHAN akan lakukan. Saudara mungkin akan menjawab, “mungkin latar belakang saudara……., atau TUHAN dalam bible tidak lah seperti itu…..atau alasan2 yang lain……,” tapi kenyataannya saya menggunakan takwil berdasarkan alkitab saudara.
    SAUDARA SETUJU DENGAN PENJELASAN SAYA? JIKA TIDAK SILAHKAN SAUDARA JELASKAN MENURUT PEMAHAMAN SAUDARA.

    TUHAN ADALAH MAHA ADIL, IA menghukum dan juga mengasihi.
    Nah dalam mengadili IA tidak serta merta memaksakan kehendakNYA.
    Contoh
    -jaman NUH, 120 tahun TUHAN menunggu manusia untuk bertobat, nyatanya tidak mau bertobat, maka karena TUHAN MAHA ADIL, maka IA meski mengasihi tetapi juga menghukum. TUHAN tidak langsung menurunkan air bah, TUHAN tidak memaksakan bah langsung melainkan memeri waktu 120 tahun menunggu.. IA tidak memaksakan kehendak.
    -jaman Lot, puluhan tahun atau mungkin ratusan ditunggu supaya orang Sodom dan Gomora tidak memraktekkan dosa-dosa besar, macam praktek homo/lesbian, tetapi mereka tidak mendengar, TUHAN tidak langsung membunuh/membakar manusia Sodom dan Gomora, IA sabar menunggu, IA tidak memaksakan kehendakNYA..
    -Israel ditunggu selama 1000 tahun supaya sadara akan bahaya berhala, baru setelah dibuang dan dihancurkanlah mereka sadar sepenuhnya, TUHAN tidak langsung membuang/membunuh Rahel dengan berhalanya, tetapi sabar menunggu sampaiu keturunnya di 1000 tahun kedepan yaitu Raja Yoyakim dibuang karena menyembah berhala..IA tidak memaksakan kehendak untuk dipuja dan dipuji melainkan memberi waktu supaya umatNYA Israel mengerti bahaya tidak memuji/memuja TUHAN
    -TUHAN tidak memaksa saudara mempercayai YESUS bukan? TUHAN menggerakankan beberapa orang menerjemahkan Alkitab ke bahasa Indonesia sehingga mudah saudara baca, tetapi apakah TUHAN memaksa saudara mempercayai Alkitab? tidak bukan, TUHAN memberi Parhobass menerangkan TUHAN untuk menjelaskan kesabaranNYA kepada saudara, untuk menjelaskan bahwa IA tidak memaksakan kehendakNYA untuk memaksa saudara mempercayai TUHAN.
    TUHAN jika mengatakan kehendak IA nyatakan dalam nubuatan.
    (Matius 24:25) Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.
    Nah segala sesuatu yang umum dari kehendak TUHAN sudah dikatakan terebih dahulu, kiamat, penghakiman dan sebagainya sudah diucapkan melalui Kitab SUCI, melalui Alkitab, tetapi TUHAN tidak pernah memaksa saudara percaya ALKITAB bukan?

    3. Tidak ada istilah nasib atau takdir dalam agama kristen
    == >Apakah benar seperti itu? apa tidak sebaiknya saudara baca dulu ayat-ayat Alkitab? Gegabah itu tidak baik saudara Pharhobass..
    Nasib itu sesuatu yg sudah ditentukan oleh Tuhan atas diri seseorang atau identik dengan takdir. Saya tidak tau alkitab seperti apa yang saudara baca, atau mungkin alkitab saya dengan saudara berbeda. Saudara menyangkal tentang nasib dan takdir, padahal banyak sekali ayat yang berkaitan dengan nasib/takdir. Saya ambil contoh, Seperti halnya gelar nabi, menurut saudara apakah seorang nabi bukanlah menjadi nasib/takdir seseorang itu? apakah menurut saudara nabi Yeremia mendapat gelar nabi dan diangkat oleh nabi oleh dirinya sendiri? Atau umatnya? Atau mungkin saudara-saudaranya? Tidak, karena TUHAN telah menentukan gelar itu kepadanya, itu berarti takdir TUHAN. Menurut saudara MARIA mengandung YESUS bukan karena nasib/Takdir dari TUHAN? Mariakah yang meminta kepada TUHAN? Tidak, TUHAN yang menentukan Takdir nya maria, dan kepada rahim siapa Yesus dikandung. Bukankah penciptaan juga salah satu bukti TAKDIR TUHAN? Menurut saudara siapa yang menciptakan? Adakah ADAM sendiri yang meminta untuk diciptakan? Dan masih banyak lagi contoh takdir/nasib yang berasal dari TUHAN, bahkan hidup, mati, saudara adalah takdir TUHAN.
    Apa yang membuat saudara tidak percaya dengan nasib/takdir? Atau setidaknya tunjukkan ayat yang menjelaskan tentang ketidakadaan nasib/takdir tertentu yang saudara maksudkan itu? SAUDARA SETUJU DENGAN PENJELASAN SAYA DIATAS? KALAU TIDAK SILAHKAN SAUDARA JELASKAN MENURUT PEMAHAMAN SAUDARA.

    Kata2 Takdir atau nasib mungkin ada di Alkitab, tetapi akan berbeda jika dijelaskan seperti saudara menjelaskan.
    Contoh:
    Orang yang percaya YESUS memang ditakdirkan untuk hidup kekal
    Orang yang melawan YESUS ditakdirkan mati kekal.
    Tetapi TUHAN tidak memaksa saudara untuk percaya, dan IA juga tidak asal-asalan mematikan saudara…

    Saudara menjadi seorang yang mengomentari di hakadosh.wordpress.com adalah atas kemauan saudara sendiri.
    Tidak ada spesifik allah saudara memerintahkan saudara untuk menjadi keharusan untuk berkomentar di hakadosh.wordpress.com bukan?

    tetapi secara umum dikatakan dakwahkanlah Islam, maka takdir seorang Islam adalah mendakwahkan Islam, oleh karena itu meski dahwah adalah takdir tetapi bukanlah takdir supaya saudara berdakwah di hakadosh.wordpress.com, itu pilihan saudara.

    Dalam Alkitab, meski segala sesuatu dapat kita pilih, tetapi karena TUHAN adalah BAPA (asal dari segala sesuatu), maka kita kembalikan semuanya kepada TUHAN, kepada kemulianNYA, sehingga kita tidak bermegah, tidak sombong…

    Manusia yang hidup ditakdirkan mati, tetapi saudara dapat memilih mati di dalam iman atau bukan, mati bunuh diri atau bukan, cobalah bunuh diri sekarang, maka itu adalah pilihan saudara bukan takdir, meski karena bunuh diri saudara mati dan mati adalah takdir, tetapi bunuh diri itu sendiri adalah pilihan bukan takdir. Saya kira dosa terbesar salah satunya adalah bunuh diri.

    Saudara menulis:
    “Dan perumpamaan tentang Raja Fulan menjadi tidak relefan dengan ajaran Alkitab karena TUHAN tidak memaksakan kehendak dan tidak ada istilah nasib/takdir2 tertentu”
    == >Dari penjelasan saya diatas, apa yang tidak relevan dari perumpaan saya dengan ajaran Alkitab? Walaupun sangatlah jauh membandingkan manusia dengan TUHAN tapi agar saudara mendapatkan gambaran, saya “terpaksa” membandingkan.
    – TUHAN saudara saya “umpakan” sebagai RAJA FULAN (walaupun sama sekali tidaklah sebanding)
    – TUHAN mempunyai aturan dan hukum-hukum, RAJA FULAN juga mempunyai aturan dan hukum-hukum
    – TUHAN menciptakan golongan-golongan mahluk (malaikat, nabi/rasul, setan/iblis, manusia), maka RAJA FULAN juga membagi rakyatnya menjadi strata-strata (bangsawan, Prajurit, rakyat jelata, budak)
    – TUHAN menetapkan hukuman bagi yang melanggar (NERAKA, AZAB, SIKSAAN dll), Raja Fulan pun juga menetapkan hukuman bagi yang melanggar (siksa).
    – TUHAN memberi kesempatan dan menetapkan batas waktu dari kita hidup dan sebelum mati untuk mematuhi dan melaksanakan aturan yang TUHAN buat, maka Raja Fulan memberi kesempatan dan waktu pada budak antara jam 5 pagi-12 malam untuk melaksanakan dan mematuhi aturan yang Raja Fulan buat.
    Jika (ini perkiraan saya akan jawaban saudara, karena saudara menghindar dari pertanyaan ini) saudara menganggap tidaklah LOGIS seorang RAJA menjadi BUDAK untuk menyelamatkan nasib BUDAKNYA dari hukuman yang dia buat sendiri. Maka apalah jadinya jika oknum Raja disitu kita ganti menjadi TUHAN?? Bukankah malah sangat TIDAK LOGIS hal itu terjadi? TUHAN menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia agar pantas dihadapan TUHAN sendiri? Kalau TUHAN mengutus manusia dalam hal ini nabi/rasul untuk menyelamatkan manusia maka wajar kita menerima, tapi kalau TUHAN datang menjadi MANUSIA maka hal ini sangat TIDAK LOGIS. Karena TUHAN TIDAK BOLEH dan TIDAK BISA menjadi MANUSIA (YESUS).
    INI PERTANYAAN TAMBAHAN BUAT SAUDARA, SETUJUKAH SAUDARA JIKA SAYA KATAKAN, ADA YANG TIDAK BISA DAN TIDAK BOLEH TUHAN LAKUKAN?

    Saudara mengakui TUHAN mutlak dan berotoritas, lalu kenapa saudara mengatur-ngatur TUHAN, koq tidak boleh jadi manusia, tidak boleh ini dan itu?…
    TUHAN tidak boleh berdosa, itu yang benar
    TUHAN tidak mungkin melawan hakekatNYA..

  20. @habib

    ==PENYALIBAN YESUS==

    Sekiranya kita membahas masalah penyaliban mungkin akan sangat panjang saudara pharhobass, saya tau apa yang ada dipikiran saudara tentang Alqur’an, tentang siapa yang membuatnya, saya sangat sadar tentang itu. begini saja, sebelum saya membahas kenapa Alqur’an berbeda dengan Al-kitab dan beberapa sumber sejarah seperti Tacitus, jhosepus dkk mengenai siapa yang disalib, walaupun sebenarnya sangat mudah untuk menjawab pertanyaan saudara, karena jelas mereka pun bukan saksi mata, dan sama sekali tidak berada ditempat kejadian, jadi dasar mereka menulis hanya beradasar cerita-cerita yang berkembang saja, tapi sebelum kita membahas mengenai kebenaran tulisan mereka, ada baiknya dengan segala hormat saya meminta saudara untuk bersama-sama melihat ayat bible detik-detik saat peristiwa penyaliban.
    Kita lakukan pendekatan saksi mata, saudara artikan ayat ini
    Markus 14:50 : Lalu semua murid itu meninggalkan dia dan melarikan diri.
    Matius 26:56: …lalu semua murid itu meningalkan dia dan melarikan diri.
    == >Konklusi pertama: tidak ada murid yang menyaksikan yesus disalib, jadi Matius dan Markus jelas juga berdasarkan rekaan.
    Injil Matius 27:55-56 : Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yusuf, ibu anak-anak Zebedeus MEREKA MELIHAT DARI JAUH!
    Injil Markus 15:40: Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yoses MEREKA MELIHAT DARI JAUH!
    Injil Lukas 23:49 : Semua orang yang mengenal Yesus dari dekat (siapa???) dan perempuan2 yang mengikutinya dari Galilea (namanya tak disebutkan) dan MEREKA SEMUA BERDIRI JAUH-JAUH KETIKA MELIHAT ITU!
    Injil Yohanes 19:25 : Maria Magdalena bersama Maria Bunda Yesus (percakapan Yesus dengan Bundanya hanya ada dalam Injil Yohanes dan tidak ada di ke 3 Injil lain!) MEREKA MELIHAT DARI DEKAT! (PERHATIKAN PERBEDAANNYA! TERLALU MENYOLOK!)
    == >Konklusi kedua: ayat-ayat saling bertolak belakang, menurut saudara mana yang benar? Saya menunggu jawaban saudara, setelah itu kita akan membahasnya..

    1. Saudara menolak sejarah
    2. Saudara mengatakan Kitab Suci harusnya sama dengan sejarah, tetapi karena saudara menolak sejarah, seharusnya saudara juga menolak Kitab Suci saudara
    3. Kutipan Markus dan Matius adalah kutipan ketika YESUS di tangkap di dekat Getsemani, ketika peristiwa itu maka semua murid serta merta lari tunggang langgang
    Kutipan di Yohanes adalah kutipan ketika YESUS di Golgata, ada saksi matanya di sana…
    nah dari segi sejarah maka ada saksi mata yang menyaksukan penyaliban di Golgata, tidak seperti seorang yang di abad 6 Masehi, tidak ada saksi mata. Dari nilai sejarha maka sejarha di abad 6 M adalah tidak bernilai sama sekali.

    4. Asal kutip ayat yang saudara lakukan memiriskan hati saya, bacalah dengan seksama, saudara tidak perlu membuktikan saya salah, atau Alkitab salah, tetapi kalau saudara sudah mencap terlebih dahulu bahwa saya atauAlkitab salah, maka selamanya saya dan Alkitab akan salah… itu tidak bagus buat kesehatan saudara.
    nyatanya pemahaman atau latar belakang saudata telah memakasa saudara memainkan asal kutip dati Alkitab… sekali lagi itu tidak sehat.

    salam

  21. ==PAULUS MURID YESUS==
    1. Saudara menulis
    “Saudara tidak pernah bertemu Muhammad, tetapi saudara murid/pengikut dan percaya Muhammad tidak?
    Muhammad sepertinya tidak pernah menerima Quran dari allah saudara secara langsung melainkan dari Jibril? apakah saudara percaya kepada Muhammad ? Apa buktinya Jibril membawa Quran dari allah saudara secara langsung?
    (ini contoh jika saudara adalah pengikut Muhammad)
    Pertanyaan saudara bisa juga dibalik, apakah ada sumber tertulis yang mengatakan bahwa yang datang kepada Paulus bukan YESUS dan tulisan-tulisan beliau hanya rekaan beliau semata?
    Jawabannya tidak ada, tetapi ada sumber tertulis yang mengatakan YESUS datang sendiri ke Paulus, itu ada, saksi-saksinya ada.. Jadi kalau saudara menolak 4 metode pembuktian bahwa TUHAN datang ke Paulus berarti saudara hanya menyangkal saja.
    Bukti sudah saya berikan, jadi pelajari saja itu.”
    = > Saudara memang sangat benar sekali, saya tidak pernah bertemu Nabi Muhammad, kenapa saya percaya bahwa wahyu itu berasal dari Allah, karena apa yang disampaikan oleh Rasulullah tidak pernah bertentangan dengan Al-Qur’an. Terlepas benar atau salah menurut saudara, setidak-tidaknya Nabi Muhammad tidak pernah tidak mengikuti yang tersampaikan di Al-Qur’an. Saudara boleh menilai itu salah, saudara boleh menilai Al-Qur’an ciptaan Muhammad, tapi ingat, Muhammad tidak pernah menyelisishi Al-Qur’an yang datang dari Allah itu. Jika Yesus mengatakan A, dan hambanya tiba2 mengatakan B, apakah itu masih disebut hamba? Mari kita berpikir lebih sehat dan tenang, sejenak kita membaca kembali bagaimana awal mula Yesus mengambil murid, bagaimana cara/ metode yang Yesus lakukan dalam merekrut murid2nya, bagaimana Yesus memberikan pelajaran-pelajaran pada muridnya. Selama 3 tahun murid-murid Yesus mengikuti dia, melihat peristiwa demi peristiwa, belajar dari 1 masalah ke masalah yang lain, suka duka yang terjadi saat mereka mengikuti guru mereka, Yesus. Artinya apa, ada sebuah contoh, atau model atau cara yang Yesus lakukan dalam perekrutan dan pembelajaran terhadap murid2nya. Maka akan sedikit aneh, jika kemudian metode itu berganti secara extrem, jika memang begitu mudahnya mencari murid seperti yang terjadi kepada Paulus, kenapa harus bertahun-tahun Yesus menyiapkan ke 12 muridnya mengikuti dia, berjalan dari 1 tempat ke tempat yang lain. Mendapatkan banyak rintangan dan bahaya bersama-sama. Fakta yang cukup mencengangkan dan mengagetkan, Bahkan tidak bisa tidak, bahwa setengah penyumbang ayat-ayat pada PB adalah Paulus. Lebih banyak daripada murid2 Yesus sendiri? Wajar saja ini dipertanyakan, bagaimana mungkin hal ini terjadi, apakah murid-murid yang jelas-jelas mengikuti Yesus tidak lebih berhak atau lebih pantas? Apakah atas pengorbanan murid-murid selama menemani Yesus tidak membuat mereka lebih pantas didatangi Yesus daripada Paulus yang sama sekali tidak pernah bertemu Yesus dan sama sekali tidak pernah melakukan apapun untuk Yesus ketika Yesus hidup? jika begitu mudah,kenapa tidak disamakan saja cara pencarian murid seperti yang terjadi dengan Paulus? Kenapa tidak dari awal saja Yesus melakukan hal yang sama kepada murid-muridnya yang terdahulu? Gampang dan sederhana bukan?!
    = > Perlu saudara ketahui, bahwa tidak ada nabi/rasul yang menulis kitab dengan tangannya sendiri. Semua ajaran nabi/rasul ditulis dan diabadikan oleh para pengikutnya yang percaya akan kenabian/kerasulannya. Jika ada seorang yang mengaku nabi/rasul dengan menulis sendiri ajarannya dalam sebuah kitab tertentu dan menyebarkannya kepada orang lain maka patut dipertanyakan pengakuan keRasulannya, terlebih jika tulisan tersebut tampak jelas berisi ajaran dengan membesarkan diri sendiri.

    • @Saudara Habib

      Apa yang disampaikan oleh allah saudara tidak pernah bertentangan dengan apa yang disebutkan oleh Muhammad, dan apa yang diucapkan beliau tidak bertentangan dengan Quran itu sendiri.
      Tetapi gini saudara:
      Muhammad menyatakan Al Quran benar, sumber kebenarnnya dari Al Quran dan allah saudara
      Al Quran dikatakan benar, sumber kebenarannya apa? yaitu Muhammad dan allah saudara.
      allah saudara dikatakan benar, sumber kebenarnnya apa?, yaitu Muhammad dan allah saudara.
      Sepertinya itu melingkar dan tidak realistis…

      Nah bedakan dengan Rasul Paulus
      1. Siapa yang menyatakan Paulus benar?, murid-murid awal macam Yakobus, Petrus, Yohanes mengakui, nabi Ananias, Barnabas
      2. Siapa yang menyatakan rasul/murid awal benar?.. YESUS
      3. Siapa yang menyatakan YESUS benar?… ROH KEBENARAN
      4. Siapa yang menyatakan ROH KEBENARAN benar?… ALLAH sendiri.
      5. Siapa yang menyatakan ALLAH benar? ALLAH sendiri.
      jadi ada runtututannya, tidak berlaku hubungngan melingkar dan menang sendiri.

      bagaimana kita yakini Paulus benar:
      1. Dari buah perbuatannya
      2. Dari kebencian Yahudi kepada beliau
      3. Dari seringnya beliau dipenjarakan akibat memberitakan Injil

      Singkatnya:
      Paulus dimuridkan oleh Barnabas, dikonfirmasi oleh nabi Ananias, diutus oleh Rasul-Rasul awal atau murid-murid YESUS awal, dipilih langsung oleh TUHAN YESUS, terlihat dari kehidupannya semasa kerasulannya.

      Perbedaan ajaran apa yang saudara lihat pada ajaran Paulus dengan YESUS saudara Habib?

      • =>saudara menulis
        .
        Tetapi gini saudara:
        Muhammad menyatakan Al Quran benar, sumber kebenarnnya dari Al Quran dan allah saudara
        Al Quran dikatakan benar, sumber kebenarannya apa? yaitu Muhammad dan allah saudara.
        allah saudara dikatakan benar, sumber kebenarnnya apa?, yaitu Muhammad dan allah saudara.
        Sepertinya itu melingkar dan tidak realistis…
        .
        =>saya tidak menyalahkan sepenuhnya kedangkalan pikiran saudra mengenai ini, tapi yang saya sayangkan adalah seharusnya saudara membaca dengan benar dan memikirkan dengan sangat sebelum saudara menulis, atau setidaknya mempelajari sebentarlah, siapa itu Muhammad, apa itu Al-Qur’an, dan siapa itu ALLAH, maka karena saudara membicarakan analisa agama, saya berani mengatakan bahwa saudara miskin data,fakir ilmu dan renta dalam membuat kesimpulan. disatu sisi saya prihatin namun disisi lainnya saya tertawa melihat kondisi saudara. saran saya saudara pelajari sedikit saja, dan cari celah nya, dan mari kita berdiskusi.
        .
        =>saudara menulis
        .
        Perbedaan ajaran apa yang saudara lihat pada ajaran Paulus dengan YESUS saudara Habib?
        .
        =>sebenarnya untuk melihat itu, bisa kita lihat dari kesimpulan akhir diskusi kita saudaraku. ajaran kristen sekarang adalah ajaran yang lebih banyak dari Paulus bukan dari Yesus, seperti Dosa asal/waris, Yesus Tuhan dll. tpi jika saudara pengen bukti?baik saya berikan satu bukti, saudara jawab.
        ini mungkin mengulang dari jawaban saya, tapi tidak apa2.
        .
        => mengenai dosa waris, yesus dan nabi2 terdahulu mengatakan:
        Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (Markus 10:14)
        .
        Mat 12:36 Jadi, ingatlah: pada Hari Kiamat, setiap orang harus bertanggung jawab atas tiap ucapannya yang tidak berguna.
        .
        =>maka itu artinya dosa tidak bisa diwariskan. jika bisa kenapa yesus mengatakan anak-anak itu empunya surga? atau kenapa ketika kiamat setiap orang menanggung atas ucapannya sendiri? bukankah anak2 itu belum tau yesus adalah tuhan,masih juga belum percaya jika yesus menebus dosanya? jika dosa asal itu ada, kenapa waktu kiamat seorang harus menanggung dosa atas ucapannya sendiri?
        .
        Mat 11:24 Ingatlah, pada Hari Kiamat, orang Sodom akan lebih mudah diampuni Allah daripada kalian!”
        .
        => kenapa pada waktu kiamat orang sodom yang jelas2 berdosa dan tidak percaya tuhan dan sama sekali tidak tau yesus bisa lebih mudah diampuni daripada umat yesus sendiri?bukankah orang2 sodom itu keturunan adam?berlaku juga dengan dosa waris adam?kutuk adam?kenapa mereka mudah diampuni?
        .
        =>maka saudara akan menjawab
        Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat. Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang. Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.(roma 5:12-15)
        .
        Yesus Kristus sudah melakukan apa yang dikehendaki Allah dan mempersembahkan diri-Nya sebagai kurban. Dengan persembahan itu, yang dilakukan-Nya hanya sekali saja untuk selama-lamanya, kita semua dibersihkan dari dosa (ibr 10:10)
        .
        =>nah mana ini yang benar? kata yesus setiap orang menanggung dosanya sendiri? tapi kata paulus yesus telah menanggung dosa semua orang?
        ini masih satu pertentangan, silahkan saudara jawab dan klarifikasi..
        wassallam

      • @habib

        1. Yang perlu saudara analisa adalah patahkan bukti melingkar yang saya sebut dengan argument.
        Bukti melingkar adalah…
        a. Muhammad benar, AQ dan allah saudara mengatakannya.
        b. AQ benar, Muhammad dan allah saudara mengatakannya.
        c. allah saudara benar, Muhammad dan AQ mengatakannya.

        Alkitab berkata: “Dari buahnya kita tahu pohonnya”,… nah kita akhirnya harus menguji sumber yang pernah dikenal manusia, yaitu Muhammad.
        Kita harus menguji perilaku beliau.
        Konon beliau menikahi lebih dari 1 orang istri dan satu diantaranya adalah anak remaja. Jika lihat perilaku seperti ini sama sekali bertolak belakang dengan ajaran YESUS KRISTUS, bahkan Pauluspun tidak akan melakukan hal seperti itu.

        2. Begini saudara habib, jika saudara mengatakan ajaran Paulus tidak sama dengan ajaran Tuannya, maka saudara cantumkan saja ayatnya. Mana ayat yang YESUS ucapkan dan mana ayat yang Paulus katakan yang saling bertentangan. kalau saudara mengutip ayat di PL dan ayat yang diucapkan YESUS tetapi tidak menyertakan ayat yang dituliskan Paulus, bisa jadi saudara hanya mengetahuinya secara turun temurun tanpa mendalami sepenuhnya.
        Contohnya saudara bilang Paulus mengejarkan dosa waris, tetapi saudara tidak mencantumkan ayat landasan saudara dengan tepat.
        Kata “dosa” itu sendiri sepertinya kita memahaminya berbeda. Kutipan Roma intinya menjelaskan kenapa dosa hadir di dunia, kenapa penderitaan hadir di dunia, dan kenapa YESUS harus datang.

        Kutipan ayat dari Roma 5:12-15 garis besarnya begini;
        a. YESUS telah datang membawa anugerah, yaitu keselamatan, karena YESUS telah datang maka peristiwa jatuhnya manusia ke dosa adalah nyata.
        b. Jatuhnya manusia ke dosa adalah nyata, yaitu manusia terpisah dari ALLAH
        c. ALLAH adalah kekal, dan karena kita terpisah dari ALLAH maka kita akan binasa, sama seperti kutuk di Kitab Kejadian.
        d. Sama seperti akibat satu orang kita terpisah dari ALLAH, maka oleh Satu Orang juga kita dapat datang kepada ALLAH

        nah pertanyaan saya kepada saudara adalah apakah saudara bisa mati?, nah kalau bisa mati, maka saudara adalah keturunan ADAM, yaitu ADAM yang terkutuk mati akibat dosa-dosanya.
        Karena saudara bisa mati, dan saudara adalah tubuh, roh dan jiwa,maka apakah saudara tahu bahwa roh dan jiwamu juga bisa mati kekal?, kalau tahu maka terimalah YESUS yang telah bangkit dari kematian, IA akan membangkitkanmu kelak, bukan karena perbuatanmu tetapi karena anugerah semata.
        Apakah saudara bisa menderita? apakah saudara meski mengikuti allah saudara masih bisa menderita? apakah orang-orang percaya masih bisa menderita? masih bisa, lalu apakah menjadi bertentangan dengan janji TUHAN, bahwa orang yang percaya tidak akan mengalami penderitaan?, tentu tidak… lalu kenapa manusia masih harus mengalami penderitaan?,… itulah yang dijawab ROH KUDUS melalui tangan Rasul Paulus pada kitab ROMA, khususnya Kitab ROMA di awal-awal pasalnya.

        Perbuatan-perbuatan yang melanggar dari perintah dan hukum ALLAH itu menandakan bahwa pada manusia itu sendiri tanpa diajari oleh siapapun perbuatan itu ada pada dia.
        Contohnya, adalah anak kecil yang diajari cara marah yang sembarangan? adakah orang tua yang baik mengajari anaknya untuk melawan orang tua?, saya kira tidak ada, tetapi meskipun tidak diajari kenapa anak-anak bisa marah sembarangan?, kenapa anak-anak bsa melawan orang tua?, jawaban ROH KUDUS melalui tangan Rasul Paulus adalah bahwa manusia itu kenyataannya terpisah dari ALLAH, karena terpisah maka ada sesusuatu pada dirinya yang senantiasa berlawanan dengan kehendak TUHAN.
        Kita lihat Kain adalah anak Adam. Apakah Adam mengajari Kain membunuh? tidak, tetapi Kain membunuh saudaranya sendiri, yaitu Habel. Kenapa bisa? jawabannya sama, karena manusia telah terpisah dari ALLAH. Dan akibat dari keterpisahan itu adalah kecenderungan berbuat dosa. Dosa dalam arti terpisah dari ALLAH, akan membuat orang cenderung melenceng, akan cenderung melanggar kehendak ALLAH, karena melenceng itulah maka HUKUM TAURAT diberikan supaya kita tahu seberapa melencengnya manusia, dan seberapa besar anugerah yang akan datang yaitu KRISTUS YESUS.

        pelanggaran hukum ALLAH disebut dosa, kita melanggar karena kita secara nature terpisah dari ALLAH,… maka terimalah ROH KUDUS, maka keterpisahanmu itu akan dijembatani oleh Salib Kristus…
        TUHAN YANG MAHA dapat dihampiri YANG MAHA, karena manusia tidak maha dan terpisah dari DIA, maka YANG MAHA-lah yang bisa menjembatani, DIA-lah FIRMAN ALLAH yang datang menjadi manusia, yang dipanggil namaNYA YESUS.

        Ada sebutan anak haram, padahal ibu bapaknya yang melakukan dosa, tetapi si anak disematkan gelar anak haram, apa dosa si anak? tidak ada dalam hal ini, tetapi ia menerima sesuatu yang tidak ia harapkan dan kita cenderung mengucapkan itu.
        Nah Adam dan Hawa juga begitu, mereka adalah manusia yang diberi kemampuan mempunyai anak, kita juga orang-orang tua mempunyai kemampuan yang sama, dan karena anak yang akan kita hasilkan kelak adalah tanggung jawab kita, maka kita harus berhati-hati menggunakan semua anugerah yang TUHAN berikan kepada kita karena ada akibat sosial yang dapat diakibatkan oleh pelanggaran kita, kita diciptakan sebagai mahluk sosial.

        contoh kasarannya begini:
        – Pemerintah Indonesia yang berhutang, tetapi seluruh rakyat yang tidak mengerti menanggung akibat dari hutang itu.
        – Si A yang korupsi, tetapi akibat korupsinya itu seluruh negeri mengalami kerusuhan karena rakyat semakin miskin. Si A dipenjara akibat korupsinya, tetapi tidak serta merta kemiskinan hilang karena dia dipenjara.
        -Muhammad yang mengajari manusia-manusia di Arab sana yang mengatakan bahwa Penebusan oleh KRISTUS di Salib tidak benar, maka umatnyapun ikut mempercayai Muhammad, jadi kesalahan Muhammad turut saudara percayai, beberapa orang menjadi umat yang percaya Muhammad karena orang tuanya adalah orang yang percaya kepada Muhammad, tidak ada orang tua yang terlalu berani memberi pilihan kepada anaknya waktu kecil apakah percaya kepada Muhammad atau tidak, melainkan tanpa pilihan orang-orang tua sudah mengajarkan apa yang Muhammad ajarkan.

        salam

  22. ==HUKUM TAURAT/HUKUM BERSUNAT==
    == >Pertanyaan saya kutip lagi
    Baik kalau begitu, saya mencoba mengikuti logika saudara, saya harap saudara KONSISTEN. Dari pemahaman kalimat saudara diatas, itu berarti hukum Taurat telah tergenapi oleh Yesus, hal ini berarti hukum Taurat tidak menjadi keharusan bagi saudara dan untuk sunat pun tidak perlu bagi saudara karena telah tergenapi Yesus.
    1. Saya meminta Saudara menjawab dengan jujur, apakah benar kesimpulan saya tersebut? Jika salah, saudara benarkan kesimpulan saya.
    = >Jawaban Saudara:
    1. Kesimpulan saudara dalam hal sunat saja, maka itu benar.
    “Jadi kalau sunat adalah salah satu Taurat, dan YESUS disunat berarti Tuntutan Hukum Taurat yaitu Sunat sudah digenapi. Kalau sudah digenapi apa gunannya saudara masih mau melakukannya? Jika saudara menganggap YESUS adalah orang yang mulia, benar dan baik, maka hargailah pekerjaan YESUS menggenapi hukum itu, kecuali sebenarnya saudara tidak menghargai YESUS maka pekerjaan YESUS juga tidak saudara hargai..
    Hukum Taurat tidak akan dirobah, melainkan digenapi.
    Jika sunat adalah bagian dari hukum taurat, dan YESUS disunat, berarti YESUS sudah menggenapinya.”
    == >Jika hukum Taurat telah tergenapi oleh yesus maka pertanyaan saya selanjutnya adalah, saya ambil dari 10 perintah dalam hukum Taurat, yaitu
    Jangan menyembah Berhala/Patung
    Aku = YESUS….
    Nah Jangan menyembah Berhala adalah hukum taurat, maka
    a. YESUS tidak menyembah berhala
    b. menurut ayat 20, Jangan Menyembah Berhala tidak akan dihilangkan sebelum terjadi
    c. dan menurut ayat 17, Jangan Menyembah Berhala sudah digenapi karena premis a
    = >Maka jika hari ini ada umat kristen menyembah berhala, akankah tetap selamat di hadapan TUHAN? Saya tau saudara akan menjawab apa dan menggunakan ayat apa. tapi saya harap saudara KONSISTEN dengan Jawaban saudara.
    = >Saudara menulis
    “1. Sudah saya jawab di atas, cari saja. Saya sedih kalau saudara tidak memperhatikan argument saya.”
    = > Saudaraku, saya juga pernah membahas ini, coba saudara bedakan perlakuan Yesus kepada Yahudi dan non Yahudi, interaksi yang terjadi tidak dalam kapasitas Yesus menyebarkan injil. Kalau Yesus menolong dan mengobati, jangankan seorang yang nabi, kita saja manusia biasa pastinya juga mempunyai rasa iba untuk menolong. Maka hal ini tidak bisa dijadikan Hujjah saudaraku. Mereka (non Yahudi) hanya mendapat remah-remah saja, seperti yang terjadi pada perempuan kanaan. Apa kah itu berarti merubah kekhususan Yesus untuk Bani Israel? Tidak, karena hanya sebatas memberi pertolongan saja. Tolong saudara bedakan antara Perlakuan Yesus terhadap orang Yahudi dan non Yahudi. Saudara sudah tau belum tujuan Yesus ke samaria? Dimana letak samaria?

    = >Selanjutnya saudara menulis
    “2. Pertanyaan saudara ini mengindikasikan bahwa sepertinya saudara tidak mengerti apa saudara ucapkan selama ini mengenai hukum taurat.
    Penyelasaian persamaan Aljabar mengatakan, salah di awal akan berakibat fatal dan akan membuat semua persamaan/penyelesaian diakhir kacau dan tidak benar. Jadi kalau saudara tidak mengetahui hukum taurat yang didiskusikan di abad pertama masehi, itu blunder dalam diskusi kita ini.”
    = > Saudara pharhobass, terserah saudara mau menilai saya seperti apa, Insya Allah saya tau apa yang saudara maksudkan. Tapi apa hubungannya dengan masalah yang sekarang kita bahas? Saya tidak membahas bagaimana orang2 farisi dan para ahli hukum taurat yang menambahinya dengan adat istiadat mereka dll. Tapi hukum Taurat yang dimaksud disini adalah hukum-hukum yang termaktub dalam Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulang-tutur (Ulangan), itu kan yang akan di genapi Yesus?
    = >Pertanyaan saya kutip lagi
    Saya meminta saudara menjawab dengan jujur, menurut pemahaman saudara Yesus adalah TUHAN, itu berarti “oknum” yang sama ketika TUHAN melakukan perjanjian sunat/khitan kepada Abraham (kejadian 17: 7-12), apakah benar seperti itu?
    = >Jawaban saudara:
    2. YHWH (atau bahasa Indonesia menggunakan TUHAN/ALLAH dengan capslock semua) adalah Bapa/Firman/Roh Kudus yang ESA.
    YHWH adalah BAPA bukan berarti YHWH adalah Pribadi Bapa. Jadi jangan menjadi kesulitan saudara di sana.

    = > Mari kita lihat lagi ayat mengenai sunat
    Kejadian 17:7-12
    17:7 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.
    17:9 Lagi firman Allah kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.
    17:10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;
    17:11 haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.
    17:12 Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.”
    = > Saudara lihat ayat diatas. TUHAN dalam hal ini juga termasuk YESUS menurut saudara, dengan sangat jelas mengatakan bahwa, PERJANJIAN SUNAT INI HANYA UNTUK ANAK KETURUNAN ABRAHAM, jadi jika YESUS saudara tempatkan menjadi TUHAN, maka TUHAN saudara tidak konsisten dan Berbohong, di ayat tersebut dengan sangat jelas TUHAN saudara mengatakan KEKAL, itu artinya SELAMANYA, ABADI. Apakah YESUS keturunan Abraham? Tidak, Yesus TUHAN menurut saudara, jadi kenapa Dia juga ikut BERSUNAT? Satu lagi, Ketika Yesus berumur 8 hari kemudian Disunatkan, Yesus tidak untuk menggenapi, karena Yesus tidak memberikan pilihan atau mengatakan apa-apa kepada Yusuf dan Maria, untuk mau disunat atau tidak disunat, berarti ihwal penyunatan Yesus karena Yesus dianggap juga keturunan abraham dari Ibunya. TUHAN tidak bisa dan tidak boleh Berbohong saudara Pharhobass. Bagaimana menurut saudara?

    • @saudara habib

      1. Hukum Taurat itu memiliki tuntutan, yaitu mati bagi yang tidak melakukan.
      Tuntutan hukum taurat itu diambil oleh YESUS, makanya MESIAS harus mati disalib.

      Salah satu hukum taurat saudara katakan adalah sunat,…
      Salah satu yang lain adalah Jangan menyembah berhala,…
      Jadi kalau tuntutan sunat telah digenapi oleh YESUS, maka tuntutan dari menyembah berhala juga diambil oleh YESUS.
      Jika digenapi maka YESUS sertamerta tidak menjadikan hukum itu tidak perlu, tetapi ditekankan oleh YESUS ke bagian terdalam dari hukum itu.
      Hukum yang lebih hebat dari hukum taurat, yaitu hukum yang mendasari hukum taurat itu, yaitu hukum kasih. (saya sudah utarakan itu di awal).
      Apa gunannya saudara bersunat, kalau saudara tidak menyembah YHWH? apa gunanya saudara bersunat kalau tidak merayakan Shabbat?, apa gunanya saudara bersunat kalau tidak dipimpim oleh Imam LEWI ketika bersembahyang? ingat pelanggaran satu taurat sama dengan melanggar seluruhnya.
      Tetapi saudara dianggap bersunat jika hukum yang mendasari sunat itu saudara lakukan, yaitu mengasihi ALLAH dan mengasihi sesama.
      Bagaimana saudara bisa mengasihi? yaitu menerima sunat rohaniah, sunat hati. Baca di kitab taurat Ulangan 10:16.

      Tuntutan Menyembah berhala, apakah sudah digenapi? sudah, jika sudah bagaimana hukum mendasar dari hukum penyembahan berhala? yaitu TUHAN mencurahkan ROH KEBENARAN, sehingga orang yang menerima ROH Kebenaran tidak mungkin menyembah berrhala.

      Kata YESUS:
      Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
      (Yohanes 14:6)

      Di sini tidak dikatakan melalui melakukan Taurat, melainkan melalui YESUS.
      Saulus awalnya mengatakan bahwa melakukan tauratlah menuju ALLAH, tetapi setelah beliau bertobat, dan mengimani Yohanes 14:6 di atas, ia menjelakan lebih dalam makna ayat ini, saudara bisa baca sepanjang kitab Galatia.
      singkatnya begini:

      Kalau saudara menghadap TUHAN dengan membawa semua perbuatan yang sanggup saudara bawa, maka akan selalu ada celah dan kurangnya.
      kekurangan satu titik sama saja dengan tidak sempurna, karena ALLAH adalah sempurna. Yang tidak sempurna pati mati.
      Nah karena pasti mati itulah maka Yang Sempurna, yaitu Firman ALLAH menjadi manusia, YESUS namanNYA, IA mengambil alih tuntutan ketidaksempurnaan itu. IA Yang sempurna untuk sementara menjadi manusia, supaya dapat memanggung kutuk manusia itu.
      Jadi ketika kita menghadap ALLAH kelak, YESUS berada di depan, IA telah melakukan semua tuntutan, sempurna, sehingga melalui YESUS kita sampai ke BAPA. Jadi Taurat tidak berlaku dalam arti jika saudara menekankan perbuatan apa yang sanggup saudara lakukan dipastikan saudara pasti ditemukan ketidaksempurnaan, pasti ada celah, dan ketika ada celah maka DIA YANG MAHA KUDUS pasti membuat saudara mati.

      Jadi sunat, penyembahan berhala dan sebagainya perbuatan yang tadinya dianggap bisa menuju Bapa, sekarang diperdalam dan ditekankan lebih dalam, yaitu melalui YESUS semata, itulah iman dan ajaran Paulus, yang beliau dapatkan dan hidupi, dan pertahankan.

      2. Salah satu berita Injil adalah tentang berita Kerajaan ALLAH.
      Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
      (Matius 4:23)

      Israel telah terpecah sejak kira2 500 SM, terpecah menjadi utara dan selatan, Yang utara ibukota Samaria sudah terkenal dengan penyembahan berhala. Selatan ketat dengan hukum-hukum agama, pusatnya di Yerusalem. Galilea itu di wilayah Samaria. Jadi melihat kutipan di atas YESUS memberitakan Injil sampai Samaria bahkan sampai ke Syria, yaitu daerah yang dikatai kafir.

      3. Jika saya katakan YESUS adalah TUHAN maka saudara akan berkata ini lho ayat2nya mengatakan YESUS manusia. Lucu2an saja saya kira.
      Dua Kitab Injil mencatat silsilah MESIAS, satu dari alur Kerajaan, satu dari Alur ibu. YESUS sendiri sering memanggil diriNYA sebagai Anak Manusia, untuk memperjelas nubuatan bahwa MESIAS yang lahir itu akan disebut juga Anak Daud.
      Jadi secara manusia (jalur ibu) YESUS adalah keturunan Abraham dari anak perjanjian Ishak, dan justu untuk itulah 4 Kitab Injil ditulis, yang mengatakan bahwa Firman ALLAH telah menjadi manusia, dan dalam keadaan manusia itu IA dinamai YESUS.
      Dikatakan menjadi manusia, berarti ada Sesuatu yang menjadi manusia, dari Sesuatu menjadi suatu bentuk yang lain. Contoh dari Asab menjadi Tongkat, dari Ular menjadi tongkat, ada perubahan,.. itulah YESUS, dari Firman ALLAH menjadi manusia, dinamai YESUS. Dalam keadaan manusia itu YESUS adalah seorang Yahuda, Yahuda adalah anak Israel, Israel adalah anak Ishak, Ishak adalah anak Abraham. Keturunan Abraham harus disunat hari ke delapan.

      YESUS secara natur tidak hanya sebagai manusia, sebab di dalam ROH DIA adalah TUHAN.
      Kenapa bisa begitu? karena YESUS lahir dari manusia, tetapi tidak melalui hubungan biologis. IA menjadi manusia atas kuasa ROH ALLAH.

      Nah jika saudara bukan keturunan Abraham secara lahiriah, apa gunanya saudara bersunat?
      JIka saudara bersunat, apakah hari ke delapan?
      Jika saudara bersunat, apakah saudara ada perjanjian kekal dengan YHWH? tidak bukan..
      Jika saudara bersunat karena tuntutan agama, bukan karena perjanjian dengan ALLAH.
      Jika saudara bersunat, apakah menjadi kenal dan menerima YESUS sebagai satu-satunya jalan dan kebenaran menuju BAPA? Tidak bukan.

      Jadi, tidak masalah saudara bersunat atau tidak, asal saudara tahu bahwa sunat itu tidak bisa membawa saudara kepada YESUS, karena YESUS sudah aktakan: “AKU-lah Jalan dan Kebenaran dan Hidup, tidak ada yang sampai ke Bapa kalau tidak melalui Aku”,… yang kemudian diajarkan oleh Paulus, sampai beliau dipenjara dan dibenci oleh orang-orang yang mempertahankan sunat.

      salam

      • = >saudara menulis
        .
        Jadi kalau tuntutan sunat telah digenapi oleh YESUS, maka tuntutan dari menyembah berhala juga diambil oleh YESUS.
        Jika digenapi maka YESUS sertamerta tidak menjadikan hukum itu tidak perlu, tetapi ditekankan oleh YESUS ke bagian terdalam dari hukum itu.
        Hukum yang lebih hebat dari hukum taurat, yaitu hukum yang mendasari hukum taurat itu, yaitu hukum kasih.
        .
        => maksud saya begini, SUNAT menjadi tidak perlu karena telah digenapi oleh yesus, itu artinya semua hukum Taurat telah di genapi oleh yesus. jadi jika dulu hukum Taurat ada Larangan Menyembah Berhala, dan larangan menyembah berhala telah digenapi oleh yesus, apakah sekarang orang kristen boleh Menyembah berhala?? Jika mengikuti Logika saudara harusnya boleh dong.
        .
        = >saya tuliskan lagi biar jelas, saya hanya menyimpulkan saja lo ya,jika salah katakan salah..
        .
        -SUNAT adalah bagian dari Hukum Taurat
        -yesus bersunat berarti telah menggenapi
        -maka ORANG KRISTEN tidak berSUNAT. baik, kesimpulan yang cukup logis, mari kita lanjutkan
        .
        -JANGAN MENYEMBAH BERHALA adalah bagian dari Hukum Taurat
        -yesus tidak MENYEMBAH BERHALA berarti telah menggenapi
        -maka ORANG KRISTEN boleh MENYEMBAH BERHALA,begitu kah?
        .
        -JANGAN BERZINAH adalah bagian dari Hukum Taurat
        -yesus TIDAK BERZINAH berarti telah menggenapi
        -maka ORANG KRISTEN boleh BERZINAH, begitu kah?
        .
        -JANGAN MEMBUNUH adalah bagian dari Hukum Taurat
        -yesus tidak MEMBUNUH berarti telah menggenapi
        -maka ORANG KRISTEN boleh MEMBUNUH,begitu kah?
        .
        -MENGKUDUSKAN hari SABAT adalah bagian dari Hukum Taurat
        -yesus telah menggenapi itu
        -maka ORANG KRISTEN tidak mengkuduskan hari SABAT, begitu kah?
        =>Bagaimana Ibadah Hari MINGGU?kenapa ada ibadah hari Minggu?
        .
        =>hal yang sangat saya tidak mengerti adalah, saudara menekankan tentang HUKUM KASIH, tapi disisi lain, saudara juga menekankan bahwa satu-satunya jalan masuk surga adalah dengan PERCAYA bahwa yesus mati ditiang salib untuk menebus dosa manusia. apa seh korelasi dari kedua HAL ini? karena begini, jika saudara tidak melaksanakan HUKUM KASIH saudara masih bisa di damaikan rohnya oleh yesus jika PERCAYA dan tetap masuk surga. nah apa gunanya HUKUM KASIH? atau begini, saudara melaksanakan HUKUM KASIH tapi saudara tidak PERCAYA penebusan dosa, terselamatkan atau tidak? saudara jelaskan, saya benar-benar bingung. terus kenapa pula saudara harus ibadah di hari MINGGU? bukankah kalau melaksanakn HUKUM KASIH dan PERCAYA tidak harus di GEREJA juga bisa bukan?
        .
        Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
        (Yohanes 14:6)
        .
        =>ini adalah ayat yang sangat sering saudara berikan sebagai pembenaran. saudara harusnya melihat konteks dulu, tapi ya sudahlah terserah saudara saja. karena di ayat itu dikatakan datang kepada Bapa, itu artinya datang ke Kerajaan surga, dan hal ini paralel dengan ayat berikut
        .
        Yesus berkata: “Bukan setiap orang yang berseru kepadaKU: “Tuhan, Tuhan,” akan masuk ke dalam kerajaan Sorga; melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu, yang berada di Sorga (Matius 7: 21)
        .
        =>saudara lihat ayat itu, sekarang apa saja yang menjadi kehendak Bapa nya yesus? saudara sudah tau belum? Kenapa Yesus selalu mengatakan hanya UTUSAN bapa? apakah UTUSAN sama dengan yang DIUTUS? kenapa yesus selalu mengatakan ANAK MANUSIA? bukan ANAK ALLAH? Kenapa Yesus mengatakan dirinya NABI? bukan mengatakan TUHAN? apakah NABI dengan TUHAN sama? seharusnya saudara intropeksi diri. saya tunggu jawaban saudara atas pertanyaan saya diatas itu.
        .
        2. Saudara tau sejarah orang samaria?
        .
        => saudara menulis
        .
        3. Dua Kitab Injil mencatat silsilah MESIAS, satu dari alur Kerajaan, satu dari Alur ibu. YESUS sendiri sering memanggil diriNYA sebagai Anak Manusia, untuk memperjelas nubuatan bahwa MESIAS yang lahir itu akan disebut juga Anak Daud.
        .
        => saudara menulis satu dari alur kerajaan dan satu dari alur ibu, saudara berdusta! saya tunjukkan ayatnya
        .
        Silsilah keturunan menurut Matius terdapat pada permulaan Injilnya (Matius 1:1-17).

        KITAB ASAL-USUL YESUS KRISTUS, ANAK DAUD, ANAK IBRAHIM
        Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub,………(sengaja saya potong)……………. Yacob mempunyai anak Yusuf, suami Maryam, yang melahirkan Isa yang dinamakan Al Masih.
        .
        => saudara lihat, tidak ada istilah alur, itu murni dari adalah silsilah keluarga, jadi mana yang saudara maksud alur dari Kerajaan??
        .
        Lukas (3:23-38) memberikan silsilah keturunan yang berlainan dari silsilah Matius.

        saya kutipkan di bawah ini dari Terjemahan Ekumenik:

        “Yesus pada permulaannya berumur kira-kira 30 tahun. Ia adalah anak Yoseph………………… anak Seth, anak Adam, anak Allah.”
        .
        => saudara lihat, tidak ada istilah alur, itu murni dari adalah silsilah keluarga, jadi mana yang saudara maksud alur dari Kerajaan dan alur ibu??
        .
        => saya sangat paham saudara menggunakan kata-kata “alur” untuk menghindari pertentangan ke dua injil ini. tapi jelas kedua injil ini bertentangan, matius maupun lukas, tidak menjelaskan silsilah dari kerajaan atau ibu, kenapa saudara tiba-tiba menulis seprti itu? matius mengatakan, INILAH SILSILAH YESUS KRISTUS, dan lukas mengatakan, IA ADALAH ANAK YUSUF….anak seth dll. jadi tidak ada istilah alur kerajaan dan istilah alur dari ibu saudara..
        .
        =>Matius 1: 6 mengatakan bahwa Yesus adalah anak Daud melalui Salomo, tetapi Lukas 3: 31 mengatakan bah-wa Yesus adalah anak Daud melalui Natan, mana yang benar? apa mungkin hal ini terjadi?
        .
        => saudra menulis
        .
        Jadi secara manusia (jalur ibu) YESUS adalah keturunan Abraham dari anak perjanjian Ishak, dan justu untuk itulah 4 Kitab Injil ditulis, yang mengatakan bahwa Firman ALLAH telah menjadi manusia, dan dalam keadaan manusia itu IA dinamai YESUS.
        .
        => ingat yang menulis demikian (firman menjadi manusia) hanya 1 kitab, jangan membohongi dan berdusta. inilah yang saya anggap saudara itu mempunyai standart yang ganda. jika saudara konsisten dengan kata-kata yesus adalah TUHAN, maka harusnya dia tetap TUHAN yang melakukan perjanjian dengan ABRAHAM dong! kalau seperti itu, itu berarti tuhan saudara tidak maha tau, nah dulu dengan gagahnya dia bilang bahwa perjanjian ini kekal hanya bagi anak ABRAHAM, lah ternyata tuhan saudara tidak tahu jika nanti dia harus menjadi manusia kemudian bersunat. bagaimana saudara ini. jika yesus adalah tuhan berarti dia bukan anak keturunan Abraham. bagaimana mungkin tuhan adalah keturunan dari ciptaannya sendiri? tidak mungkin saudara,tidak mungkin.
        .
        =>saudara menulis
        .
        Dikatakan menjadi manusia, berarti ada Sesuatu yang menjadi manusia, dari Sesuatu menjadi suatu bentuk yang lain. Contoh dari Asab menjadi Tongkat, dari Ular menjadi tongkat, ada perubahan.
        .
        => saudara memang benar-benar berkeyakinan pada hal yang sangat rapuh, mencoba berpegang sekuat tenaga dan mencoba sekuat tenaga menjelaskan bagaimana terlihat logis. sekilas contoh saudara memang bisa menyelesaikan masalah tapi saudara melakukan hal yang fatal. sekrang saya bertanya, apakah ketika Asab menjadi Tongkat masi disebut Asab? apakah ular menjadi tongkat masi disebut ular? jawabannya tentu tidak! apakah tuhan yang menjadi manusia masi disebut tuhan? tentu masi tuhan, nah ini namanya ngawur bin semaunya sendiri..
        .
        => saudara menulis
        .
        YESUS secara natur tidak hanya sebagai manusia, sebab di dalam ROH DIA adalah TUHAN.
        Kenapa bisa begitu? karena YESUS lahir dari manusia, tetapi tidak melalui hubungan biologis. IA menjadi manusia atas kuasa ROH ALLAH.
        .
        =>Permasalahannya saudara menyebut yesus sebagai Tuhan, itu artinya bukan hanya roh nya saja tapi wujud manusianya juga saudara tuhankan, begitu kan? kalau begitu kenapa saudara tidak menyembah adam saja? adam tanpa seorang bapak dan ibu lo, atau yohanes, bukankah yohanes yang membaptis yesus? bukankah ibu yohanes juga penuh dengan roh kudus?atau Zakharia.
        Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus. (Lukas 1:41)
        .
        Roh Kudus juga konon memberi wahyu/ilham kepada Nabi Zakharia untuk bernubuat:
        Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: … (Lukas 1:67)
        .
        => intinya yesus adalah tuhan menurut saudara, itu berarti dia bukan keturunan Abraham, karena tuhan tidak mungkin mempunyai nenek moyang, apalagi dari ciptaannya sendiri. itulah juga yang membedakan yesus dengan anak keturunan Abraham, yesus mempunyai roh allah dan anak keturunan abraham tidak mempunyai, maka yesus sebagai tuhan menurut saudara berarti tidak boleh bersunat.
        =>saya mempunyai pilihan untuk saudara,
        a.jika kita menempatkan yesus sbg tuhan, maka konsekwensinya kita juga harus menyebut tuhan berbohong, tidak konsisten dan tidak maha tau
        b.jika kita tempatkan yesus sbg manusia, maka berarti yesus bukan tuhan, yesus wajar bersunat, Tuhannya yesus berarti Maha Tau, Maha Kuasa dan Maha Bisa
        Silahkan saudara pilih.
        wassallam

      • @habib

        1. Hukum Taurat dan Kitab para nabi digenapi oleh YESUS, tuntutan Hukum taurat digenapi. Dan Hukum yang lebih hebat dari hukum itu, hukum yang melandasi Hukum taurat ditanamkan kepada hati kita, itulah sunat hati, sunat yang dilakukan oleh ROH ALLAH dan bukan sunat yang dilakukan manusia.
        baca Kitab taurat berikut:
        Ulangan_10:16 Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.
        dan Kitab nabi berikut:
        Yeremia_4:4 Sunatlah dirimu bagi TUHAN, dan jauhkanlah kulit khatan hatimu, hai orang Yehuda dan penduduk Yerusalem, supaya jangan murka-Ku mengamuk seperti api, dan menyala-nyala dengan tidak ada yang memadamkan, oleh karena perbuatan-perbuatanmu yang jahat!”

        2. Karena YESUS telah menggenapi semua tuntutan Taurat, maka tuntutannya selesai. Umpama mengisi air di suatu wadah, air itu mengisi wadah itu sedikit demi sedikit, dan ketika YESUS datang maka IA berkata: “Saya datang bukan untuk menumpahkan wadah ini, tetapi untuk mengisi penuh wadah ini”. Nah setelah wadah itu penuh, maka YESUS memberikan ke hati kita hukum yang baru yaitu Perjanjian Baru yaitu hukum yang melandasai kenapa wadah tadi harus diberikan. Kalau wadah itu sudah penuh, maka kalau ada usaha mengisi wadah itu lagi akan sia-sia, karena akan tumpah, terbuang, jadi terimalah wadah-wadah yang baru, yaitu wadah-wadah yang luas tak terbatas, wadah yang ditanamkan dihati, yang dalam term ALKITAB disebut terimalah ROH KUDUS. Karena ROH KUDUS tinggal dalam orang percaya, dan IA adalah MAHA. Semua pekerjaan atas tuntutan Taurat itu sudah digenapi, sudah dikerjakan oleh YESUS, nah percaya tidak dengan keadaan itu? Kalau percaya maka HUKUM KASIH serta merta akan tertanam di hati saudara, saudara akan bersunat hatinya. Dengan cara inilah Abraham dibenarkan oleh TUHAN, ia percaya kepada TUHAN bukan karena melakukan hukum Taurat, karena hukum taurat belum ada, ia menerima anugerah perjanjian bukan setelah bersunat, melainkan sebelum bersunat, kenapa? karena ia percaya pekerjaan TUHAN yang akan terjadi. Iman beliau melihat yang akan terjadi, sementara iman kita melihat yang akan terjadi yang dilandasi dari apa yang sudah terjadi, yaitu SALIB YESUS. Percaya itu bukan suatu perbuatan, karena YESUS disalibkan bukan karena percaya kita, Salib itu sudah terjadi dahulu kala, percaya tidak percaya Salib itu telah terjadi. Kalau kita percaya maka kita diajak ke tingkat berikutnya, yaitu hidup di dalam kepercayaan itu. Hidup didalam kepercayaan itulah mengharuskan kita hidup dalam kasih.

        3. Untuk itulah perlu watak yang cerdas, dan perlunya kelemahlembutan dan penguasaan diri dalam membaca ALKITAB. Dalam term kristen disebut dibutuhkan ROH KUDUS dalam membaca ALKITAB, karena salah satu buah dari ROH adalah kelemahlembutan dan penguasaan diri.
        Kalau saudara membaca silsilah di Matius itu silsilah atau asal usul kerajaan, orang-orang yang disebutkan dari sejak Daud sampai seterusnya adalah keturunan raja. Kenapa dimulai dari Abraham? karena pada Abraham ada JANJI. Dimana JANJI dituliskan yaitu di Kitab Hukum dan Kitab Nabi, karena di kitab-kitab ini maka JANJI itu adalah bagian dari yang harus DIGENAPI YESUS, karena JANJI itu telah digenapi, maka terimalah JANJI YANG BARU, yaitu JANJI yang melandasi JANJI yang pertama. Silsilah di Lukas adalah silsilah dari jalur Maria, menjelaskan tentang penggenapan Kitab Nabi, bahwa seorang anak dara akan mengandung dan akan melahirkan seorang Putra (ingat kutipan Kitab Yesaya 9, kalau tidak ingat carilah ayatnya).
        Injil Matius awalnya ditujukan kepada orang Yahudi, dan orang Yahudi memiliki iman pada perjanjian, dan Abraham adalah awal dari janji itu. Karena itulah matius memulai silsilah dari sumber janji itu, yaitu Abraham.
        Lukas diakhiri kepada ALLAH baru Adam yang disebut anak ALLAH, untuk menjelaskan bahwa meski YESUS secara manusia adalah keturunan Maria, tetapi DIA adalah ANAK ALLAH karena IA lahir bukan atas perbuatan manusia melainkan oleh kuasa ROH KUDUS. Dan kepada Adam ada janji, yaitu bahwa keturunan perempuan akan meremukkan kepala sumber dosa.
        Dari Abraham sampai Daud alurnya sama, tetapi dari Daud sampai ke YESUS ada perbedaan, dimulai dari:
        Silsilah di Perjanjian Baru itu sendiri harus dilihat dari sisi silsilah rohaniah, silsilah perjanjian.

        Matius mencatat Salomo (karena Salomo adalah Raja), sementara Lukas mencatat Natan dan Natan bukannlah raja,.. jadi Matius mencatat raja-raja sementara Lukas tidak meski mengawalinya dari Raja Daud, karna janji MESIAS yang akan datang itu adalah keturunan Raja Daud.
        Salomo artinya “damai sejahtara”;
        Natan artinya “Dia memberikan”
        jadi kalau digabung, “DIA memberikan damai sejahtera”.

        Perlu diketahui silsilah selalu mencantumkan pihak laki-laki, jadi meski perempuan yang melahirkan YESUS, yaitu Maria, tetapi bukan beliau yang dicantumkan namanya melainkan “on behalf of her, her husband Joseph”. Dengan cara yang sama inilah saudara dapat mengerti antara Salomo dan Natan di atas.

        4.Alkitab dipenuhi kisah luar biasa, dan dipenuhi kisah-kisah. Contoh YESUS mengubah air menjadi anggur, Maria mengandung meski ia masih perawan. Hal-hal seperti ini tidak sanggup diterima akal, maka disebut saja namanya muzijat, artinya TUHAN bertindak. TUHAN menciptakan dr yang tidak ada menjadi ada juga adalah tidak masuk akal manusia, tetapi kita katakan itu muzijat, TUHAN bertindak, yang tidak mungkin pada manusia, mungkin kepada ALLAH, artinya kita terbatas dan DIA tidak, karena IA tidak terbatas maka kita yang terbatas melandaskan iman percaya kita kepada DIA.
        Pondasi ini harus ada pada setiap orang yang percaya kepada ALLAH, termasuk saudara. Meski hal-hal yang luar biasa, muzijat, sering terjadi, tetapi TUHAN tidak asal-asalan melakukannya, ada alasan, ada pondasinya. YESUS menjadi manusia lahir dari seorang perempuan, jelas ada pondasinya dan ada kegunaannya, yaitu supaya YESUS dapat merasakan penderitaan kita. Pemimpin dapat saja memberi nasehat-nasehat hebat, tetapi kalau pemimpin itu tidak pernah merasakan penderitaan kita, maka sama saja kata-kata itu hanya retorika,… sementara TUHAN tidak demikian, IA turut merasakan semua penderitaan kita, sehingga ketika kita mengeluh dan menangis dan menderita, maka kita terhiburkan karena KRISTUS sudah pernah mengalaminya, sudah pernah melewatinya….Kalau saudara pernah disalah mengerti orang, apa yang saudara lakukan? jawabannya sudah pernah dilakukan KRISTUS. IA tidak menuntut hak, melainkan rela menderita. Menurut beberapa orang memaafkan orang yang mengasari kita adalah tidak masuk akal, tetapi KRISTUS mengatakan maafkanlah, kasihilah.

        5. Kitab Injil ditulis setelah YESUS mati, bangkit dan naik ke sorga, dan penulis-penulis sudah sadar dan mengenal siapa YESUS,.. IA adalah Tuan. Dengan pola iman inilah mereka menulis semua yang dapat mereka ingat, dan apa yang Roh Kudus ilhamkan kepada mereka. Dan Injil inilah yang diajarkan kepada semua orang, dan saya percaya kepada Injil itu, sementara saudara belum.
        Penulis-penulis Injil bukanlah orang-orang yang percaya begitu saja, mereka awalnya tidak percaya, bahkan masih banyak yang ragu, tetapi kuasa yang menyertai menceritakan hal lain, bahwa YESUS adalah KRISTUS, MESIAS yang dijanjikan. IA adalah FIRMAN ALLAH yang diutus menjadi manusia.
        ALLAH YANG ESA adalah BAPA, Firman dan Roh Kudus, … sehingga diutuslah Firman menjadi manusia, dan dalam keadaan manusia itu IA dinamai YESUS, oleh perbuatanNYA IA adalah KRISTUS, dan dalam nature IA tidak terpisah dari ALLAH, IA tidak berdosa.
        Meski IA pernah menjadi manusia, tetapi IA tidaklah manusia seperti kita, IA yang dalam keadaan manusia berkuasa menghapuskan dosa.
        Firman ALLAH menjadi manusia itu bukan hanya kepada saudara itu asing dan membingunkan, tetapi juga kepada orang-orang Yahudi yang tidak percaya. Jadi ketidakpercayaan saudara itu sudah berusia kira-kira 2000 tahun, itu tidak aneh, itu biasa, itu lumrah. perhatikan kata mereka yang tidak percaya kepada YESUS,…
        Yohanes_5:18 Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.
        Jadi seperti argument2 saudara yang menentang NATURE YESUS, itulah yang dilakukan setiap orang yang tidak percaya kepada ALLAH. Itu biasa, lumrah, awam, duniawai, tetapi kita mengejar yang LUAR BIASA, YANG SORGAWI, makanya kita percaya kepada YESUS YANG LUAR BIASA, Firman ALLAH YANG menjadi manusia.

        Asap menjadi tongkat,… tongkat itu ditanam, mati, dan… busss menjadi asap lagi, itu alur sederhana Firman menjadi manusia, dan manusiaNya mati, lalu kembali ke Firman.
        Umat ALLAH tidak menuhankan sisi kemanusiaan YESUS, tetapi mengikuti sisi kemanusiaan YESUS dalam hal menyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan kita dalam berperilaku, dalam tunduk kepada TUHAN dan dalam mengasihi.

        6. Dalam metode pembuktian ada istilah Proof by contradiction. Nah ketika saudara membaca Alkitab, khususnya 4 Kitab Injil saudara akan menemukan sisi-sisi kemanusiaan YESUS dan juga sisi-sisi ke-Tuhan-an.
        Sisi kemanusiaan itu menjelaskan akan penggenapan kitab hukum dan nabi-nabi.
        Sisi ke-Tuhan-an itu menjelaskan tentang kebenaran, keteguhan, kekuatan, kuasa yang disertai dari penggenapan kitab hukum dan nabi-nabi.
        Contohnya begini:
        sulit menemukan kekonsistenan/kejujuran/kebaikan pada manusia,
        tetapi ada manusia yang konsisten/jujur/baik, jika ada hal yang ilahi padanya.
        Saudara menilai Muhammad konsisten/jujur/baik, bagi saya YESUSlah satu-satunya manusia yang konsisten/jujur/baik, karena YESUS adalah Tuan dan Muhammad tidak.
        TUHAN pasti konsisten/jujur/baik sementara manusia tidak.
        Jadi sebaik-baiknya Muhammad dalam konsisten/jujur/baik,pasti ada bolongnya pasti ada celahnya karena beliau adalah manusia fana, tetapi karena YESUS adalah Tuan maka IA pasti konsisten/jujur/baik selalu, karena TUHAN tidak berlawanan dengan hakekatNYA.
        Jadi pilihan saudara saya balik ke saudara:
        saudara mempercayai manusia yang bisa tidak konsisten/jujur/baik, atau saudara mempercayai Yang pernah menjadi Manusia, tetapi tidak pernah tidak konsisten/jujur/baik.

        salam

  23. ==TUHAN MENJADI MANUSIA/YESUS ADALAH TUHAN/TUHAN TUNGGAL==
    = >Saudara menulis:
    1. Sebelum panjang lebar kita berdua berkoar-koar ada baiknya saudara menjelaskan latar belakang atau penjelasan, apa itu DOSA, menurut pandangan latar belakang saudara apa kah DOSA itu?
    = >Dosa adalah penilaian/ cap negatif/buruk yang diberikan TUHAN kepada manusia karena membangkang/ tidak mematuhi peraturan/hukum yang TUHAN telah berikan dan perintahkan. Bagaimana menurut saudara? apakah TUHAN menciptakan Pembunuh? Tidak, Tuhan hanya menciptakan aturan dan perintah dilarang membunuh, jika individu-individu melanggar, berarti dia mendapat penilaian buruk dari TUHAN dengan sebutan penDOSA..
    2. Tuhan tidak memaksakan kehendak
    = >saudara menulis:
    TUHAN ADALAH MAHA ADIL, IA menghukum dan juga mengasihi.
    Nah dalam mengadili IA tidak serta merta memaksakan kehendakNYA.
    Contoh
    -jaman NUH, 120 tahun TUHAN menunggu manusia untuk bertobat, nyatanya tidak mau bertobat, maka karena TUHAN MAHA ADIL, maka IA meski mengasihi tetapi juga menghukum. TUHAN tidak langsung menurunkan air bah, TUHAN tidak memaksakan bah langsung melainkan memeri waktu 120 tahun menunggu.. IA tidak memaksakan kehendak.
    -jaman Lot, puluhan tahun atau mungkin ratusan ditunggu supaya orang Sodom dan Gomora tidak memraktekkan dosa-dosa besar, macam praktek homo/lesbian, tetapi mereka tidak mendengar, TUHAN tidak langsung membunuh/membakar manusia Sodom dan Gomora, IA sabar menunggu, IA tidak memaksakan kehendakNYA..
    -Israel ditunggu selama 1000 tahun supaya sadara akan bahaya berhala, baru setelah dibuang dan dihancurkanlah mereka sadar sepenuhnya, TUHAN tidak langsung membuang/membunuh Rahel dengan berhalanya, tetapi sabar menunggu sampaiu keturunnya di 1000 tahun kedepan yaitu Raja Yoyakim dibuang karena menyembah berhala..IA tidak memaksakan kehendak untuk dipuja dan dipuji melainkan memberi waktu supaya umatNYA Israel mengerti bahaya tidak memuji/memuja TUHAN
    = > Saudara boleh berargument apapun, tapi yang jelas salah jika Tuhan tidak pernah memaksakan KEHENDAKNYA. Dengan adanya bencana-bencana diatas jelas Tuhan memaksakan Kehendaknya, ingat, yang kita bahas sekarang adalah, “Tuhan tidak pernah memaksakan kehendak-Nya menurut saudara”, tetapi kenyataanya Tuhan pernah memaksakan kehendak-Nya. Terlepas berapa lama Tuhan menunggu. Saya pikir penjelasan saya cukup fair.
    = >Saudara menulis:
    -TUHAN tidak memaksa saudara mempercayai YESUS bukan? TUHAN menggerakankan beberapa orang menerjemahkan Alkitab ke bahasa Indonesia sehingga mudah saudara baca, tetapi apakah TUHAN memaksa saudara mempercayai Alkitab? tidak bukan, TUHAN memberi Parhobass menerangkan TUHAN untuk menjelaskan kesabaranNYA kepada saudara, untuk menjelaskan bahwa IA tidak memaksakan kehendakNYA untuk memaksa saudara mempercayai TUHAN.
    TUHAN jika mengatakan kehendak IA nyatakan dalam nubuatan.
    (Matius 24:25) Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.
    Nah segala sesuatu yang umum dari kehendak TUHAN sudah dikatakan terebih dahulu, kiamat, penghakiman dan sebagainya sudah diucapkan melalui Kitab SUCI, melalui Alkitab, tetapi TUHAN tidak pernah memaksa saudara percaya ALKITAB bukan?
    = > TUHAN memang tidak memaksakan saya, tapi saudara dan misionaris-misionaris kristen yang pernah memaksa saudara-saudara muslim saya untuk mempercayai Yesus adalah TUHAN, saudara tau??
    3. Tidak ada istilah nasib atau takdir dalam agama kristen
    Saudara mengakui TUHAN mutlak dan berotoritas, lalu kenapa saudara mengatur-ngatur TUHAN, koq tidak boleh jadi manusia, tidak boleh ini dan itu?…
    TUHAN tidak boleh berdosa, itu yang benar
    TUHAN tidak mungkin melawan hakekatNYA..
    = >Saudaraku, TUHAN memang mutlak dan berotoritas saya tidak akan menarik kata-kata saya mengenai itu. Tapi hanya dalam sifat-sifat KETUHANAN saja saudara. saya berikan contoh yang tidak Bisa TUHAN lakukan
    1. TUHAN tidak bisa dan tidak boleh Mati
    2. TUHAN tidak bisa dan tidak boleh menciptakan TUHAN yang lain
    3. TUHAN tidak bisa dan tidak boleh Berbohong atau mengingkari JANJI, STATEMENT yang di berikan kepada hambanya
    4. TUHAN tidak bisa mengeluarkan saya dan saudara keluar dari KEKUASAANNYA
    5. TUHAN tidak boleh tidak SEMPURNA
    6. TUHAN tidak boleh BERDOSA (saya copy dari jawaban saudara) dan masih banyak lagi.
    Apakah itu berarti saya mengatur-ngatur TUHAN? Atau membatasi KEKUASAAN TUHAN? Tentu saja tidak. Hanya orang yang kurang berpikir saja yang menjawab iya. Mari kita ambil contoh dari jabaran saya di atas.
    “TUHAN tidak bisa dan tidak boleh MATI”
    = > Jelas TUHAN tidak boleh mati, kalau TUHAN bisa MATI maka itu menyelisihi hakekat KETUHANAN yang TUHAN miliki, TUHAN harus selalu HIDUP untuk menjalankan semua yang DIA ciptakan.
    Artinya TUHAN tidak boleh menjadi MANUSIA, karena jika DIA menjadi MANUSIA, berarti DIA telah menyalahi HAKEKATNYA, kenapa? Contoh
    • Manusia itu fana/BISA MATI sedangkan TUHAN kekal, ini berarti Menyalahi HAKEKAT TUHAN
    • MANUSIA itu penuh dengan KEKURANGAN (Lapar, marah, sedih, takut dll) sedangkan TUHAN itu SEMPURNA, tidak boleh ada kekurangan. Kita bisa bayangkan kalau TUHAN penuh Kekurangan. Ini berarti menyalahi HAKEKAT TUHAN
    Kita ambil contoh lagi
    “TUHAN tidak bisa dan tidak boleh menciptakan TUHAN yang lain”
    = > Jelas TUHAN tidak boleh menciptakan TUHAN yang lain, atau seseorang yang dilabeli TUHAN. Karena HAKEKAT TUHAN adalah sang MAHA PENCIPTA segala, maka jika ada TUHAN yang dulunya tidak ada kemudian diciptakan menjadi ada, telah menghilangkan HAKEKATnya sebagai sang MAHA PENCIPTA. Jelasnya tuhan yang diciptakan oleh TUHAN bukanlah tuhan, karena dia ada hasil dari PENCIPTAAN.
    Artinya TUHAN tidak bisa menciptakan TUHAN di dunia manapun. TUHAN hanya satu, yaitu yang mengatur segalanya dari Langit atau yang berada di surga dalam bible saudara.
    Kita ambil satu contoh lagi
    “TUHAN tidak bisa dan tidak boleh Berbohong atau mengingkari JANJI, STATEMENT yang di berikan kepada hambanya”
    = > hal ini Jelas tidak boleh dilakukan TUHAN, karena kalau ini dilakukan, maka tidak ada yang namanya KEBENARAN, dan SURGA. Hal ini malah menjadi lucu, disatu sisi kita harus mematuhi perintah TUHAN, ternyata perintah itu hanya Bohong-bohongan, kalaupun ada perubahan aturan, harus TUHAN sendiri yang menGUGUrkan Peraturan tersebut. Bukan orang lain, melalui apa, melalui UTUSANNYA.
    Saya memberi contoh.
    Suatu ketika, TUHAN dikatakan dalam Injil tidak tertidur dan terlelap
    Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak TERTIDUR Penjaga Israel.(mazmur 121:2-3)
    = > maka seharusnya hal itu berlaku untuk selamanya, saya pun akan meng amini, bahwa TUHAN memang tidak akan terlelap dan tertidur. Tidak boleh tertidur untuk selamanya.
    Tapi kemudian, tanpa ada pembatalan tiba-tiba….
    – Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi TUHAN (Yesus) TIDUR. (Matius 8:24)
    – Pada waktu mereka sedang berlayar, TUHAN (Yesus) tertidur. Tiba-tiba angin besar melanda danau itu. Air mulai masuk ke dalam perahu, sehingga membahayakan mereka semuanya (Luk 8:23 ).
    => Nah yang seperti ini tidak boleh, TUHAN tidak boleh seenaknya seperti ini, saya tidak sedang menghujat TUHAN, tapi saya ingin meluruskan HAKEKAT TUHAN, ini tidak boleh. Itu berarti TUHAN telah memberikan informasi yang salah tentang DIRINYA.
    Satu contoh lagi,
    Suatu ketika di dalam injil TUHAN itu AGUNG dan BERKUASA.
    TUHAN Allahmu ada di atas segala ilah dan melebihi segala kuasa. Ia Allah yang agung dan BERKUASA yang harus ditaati. Ia tidak suka berpihak dan tidak juga menerima suap (Ulangan 10:7)
    = > Di ayat tersebut, dengan jelas dan lugas bahwa TUHAN itu Agung dan BERKUASA. Nah ternyata tanpa tedeng aling-aling, tanpa ada pembatalan tiba-tiba……
    Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku (Yohanes 5:30)
    = > ini tidak boleh terjadi, dan tidak bisa ditolelir. TUHAN seharusnya adalah TUHAN yang sama ketika mengatakan, AKU TUHAN YANG MAHAKUASA!, AKU BERKUASA dan HARUS DITAATI!! Tapi dilain waktu, tiba-tiba TUHAN mengatakan. SESUNGGUHNYA AKU TIDAK TIDAK DAPAT BERBUAT APA-APA!, maka ini tidak boleh, TUHAN tidak boleh memberikan informasi yang salah tentang DIRINYA, TUHAN tidak boleh BERBOHONG. Mari, saya mengajak saudara untuk berpikir lebih bijaksana.
    Suatu waktu di injil meng informasikan tentang ANAK MANUSIA yang DILAHIRKAN PEREMPUAN. Dengan tanpa ragu-ragu dan sangat yakin sekali TUHAN mengatakan:
    Bagaimana manusia benar di hadapan Allah, dan bagaimana orang yang DILAHIRKAN PEREMPUAN ITU BERSIH? Sesungguhnya, bahkan bulanpun tidak terang dan bintang-bintangpun tidak cerah di mata-Nya. Lebih-lebih lagi manusia, yang adalah berenga, ANAK MANUSIA, yang adalah ulat (Ayub 25:4-6)
    = > Jelas dan sangat tegas, bagaimana informasi dari injil ini kita pahami dengan baik. Sangat jelas dan tegas, maka seharusnya hal ini tidak boleh TENTATIF, haruslah selamanya, berlaku adil untuk semuanya, tidak ada perkecualian, itulah keadilan. Dan seperti biasanya, tanpa ada sebuah pengguguran tiba-tiba..
    Fakta 1 : Maria adalah PEREMPUAN yang melahirkan Yesus sedangkan Yesus adalah TUHAN menurut saudara Pharhobass.
    Dengan begitu maka YESUS tidaklah BERSIH, dan itu berarti TUHAN tidaklah BERSIH tidak suci, ini tidak boleh, TUHAN adalah MAHA SUCI, jadi tidak boleh TUHAN menjadi tidak SUCI. TUHAN tidak boleh berbohong, TUHAN tidak boleh memberikan informasi yang salah.
    Fakta 2 : ANAK MANUSIA dalam PB adalah YESUS sedangkan Yesus adalah TUHAN menurut saudara Pharhobass.
    Dengan begitu maka TUHAN adalah ULAT, hal ini sangat tidak boleh sekali, TUHAN MAHA SEMPURNA, tidak boleh disamakan dengan mahluk, apa lagi disamakan dengan ULAT. Jika TUHAN saja seperti ULAT, maka bagaimana denga ULAT sendiri? TUHAN tidak boleh berbohong, tidak boleh.
    = > Masalah Pengandaian Raja Fulan, dari jawaban saudara sebenarnya saudara sepakat dengan saya, bahwa hal tersebut tidaklah LOGIS. Saya ucapkan selamat untuk saudara, itu berarti ada perkembangan dalam diskusi kita ini, ya, walaupun saudara masih belum secara jelas mengatakannya, tapi saya bisa menangkap semangat penolakan itu, hal ini jelas terlihat dari kalimat dan isi pertanyaan saudara. saudara sudah benar, jika seorang RAJA menjadi BUDAK untuk menyelamatkan BUDAKnya dari aturannya sendiri saja sangat tidak LOGIS, maka apa lagi TUHAN menjadi Manusia untuk menyelamatkan manusia agar selamat dari aturan TUHAN sendiri. Pertanyaan yang cukup menggelitik adalah, Memangnya sang RAJA tidak bisa menyelamatkan BUDAK kalau dia tetap menjadi RAJA? Pertanyaan yang sama pun bisa kita tanyakan kepada saudara. memangnya TUHAN tidak bisa menjadi penyelamat manusia jika DIA tetap menjadi TUHAN seperti HAKEKATNYA?

    • @habib

      1. Dalam term Alkitab makna dasar DOSA itu adalah keterpisahan manusia dari ALLAH, ketidaksanggupan manusia menghampiri ALLAH dengan cara apapun, tetapi dalam pratek sehari-hari dosa disebut juga sebagai pelanggaran terhadap hukum dan peraturan ALLAH. Orang yang terpisah dari ALLAH tidak memiliki ROH KEBENARAN didalamnya, sehingga cenderung berbuat salah, cenderung melawan, cenderung melakukan yang tidak baik. Sehebat apapun hukum-hukum diberikan ada kecenderungan untuk melenceng.
      Untuk memperjelas akibat dari keterpisahan itulah maka diberikan hukum-hukum, antara lain hukum taurat. Hukum Taurat itu sendiri bukanlah jalan untuk menyambung keterpisahan itu melainkan untuk memperjelas dosa itu sendiri.

      Dosa tidak diciptakan ALLAH, saudara mengatakan dosa diciptakan allah saudara.
      Jadi dalam hal ini allah yang saudara sembah tidak sama dengan ALLAH yang saya sembah.

      2. Jika ada seorang tiba-tiba datang ke rumah seseorang yang lain, lalu tanpa ujuk2 tanpa tedeng aling-aling meminta ini dan itu, nah ini namanya memaksakan kehendak.
      TUHAN tidak seperti itu, sebelum segala sesuatu IA lakukan, IA berikan dulu pemberitahuan melalui nabi, rasul, umatNYA.
      Dikatakan manusia akan ada yang mati kekal, tetapi kalau mau hidup ikutlah YESUS,.. nah untuk mengikut YESUS percayailah ALKITAB, karena itu pekerjaan ROH KUDUS yang paling nyata dan mudah dimengerti…tetapi ketika membaca ALKITAB apakah ROH KUDUS memaksa saudara percaya? tidak bukan?
      Jadi TUHAN tidak memaksakan kehendak. Jika TUHAN memaksakan kehendak maka sudah dari dulu ada kiamat, tidak perlu menunggu.

      3. Mengenai sifat dasar TUHAN saudara kemukakan:
      TUHAN adalah YHWH adalah Bapa, Firman dan Roh Kudus Yang Esa..
      jadi:
      1. TUHAN tidak bisa dan tidak boleh Mati<— tepat, TUHAN tidak mati, tetapi YESUS yang adalah Firman yang menjadi manusia pernah mati.
      2. TUHAN tidak bisa dan tidak boleh menciptakan TUHAN yang lain<— tepat, karena TUHAN adalah ESA
      3. TUHAN tidak bisa dan tidak boleh Berbohong atau mengingkari JANJI, STATEMENT yang di berikan kepada hambanya<– tepat, karena IA MAHA KUDUS
      4. TUHAN tidak bisa mengeluarkan saya dan saudara keluar dari KEKUASAANNYA tepat, karena IA Penguasa segala sesuatu
      5. TUHAN tidak boleh tidak SEMPURNA tepat, karena IA MAHA
      6. TUHAN tidak boleh BERDOSA (saya copy dari jawaban saudara) dan masih banyak lagi.tepat

      pertanyaannya adalah…
      JIKA TUHAN adalah MAHA KUASA, sekarang sanggup ngga DIA menjadi 1000 dalam keadaan dan waktu bersamaan?
      JIKA TUHAN adalah MAHA BISA, sekarang bisa ngga DIA menjadi manusia?

      apakah TUHAN menjadi manusia berdosa? TIDAK, karena sudah dikatakan bahwa DOSA adalah keterpisahan dari ALLAH. Jadi jika TUHAN menjadi manusia maka IA tetap tidak terpisah dari DIRINYA SENDIRI.

      Study kasus YESUS, kenapa bisa mati?
      jawabnya sederhana, karena IA adalah Firman ALLAH yang menjadi manusia.
      Manusia terdiri dari jiwa, raga dan roh, sedemikian juga YESUS, maka ragaNYA yang mati, tetapi ROH/JIWA-NYA tidak. Kenapaa manusiaNYA mati? karena dalam manusia IA adalah manusia biasa seperti kita, cuman tidak berdosa/senantiasa ESA dengan ALLAH.
      TUHAN, BAPA, Firman dan ROH KUDUS yang esa
      Bapa tidak mati, karena IA tidak pernah menjadi manusia
      Firman pernah mati, karena IA pernah menjadi manusia, ragaNYA yang mati, dan kemudian bangkit oleh ROHNYA
      Roh KUDUS tidak pernah mati, karena IA tidak pernah menjadi manusia.
      Secara keseluruhan TUHAN tidak pernah mati.

      Sesuai hukum penyelesaian Aljabar yang berulang-ulang saya sebutkan, kesalahan pertama saudara adalah tidak mempercayai bahwa Firman ALLAH telah menjadi manusia. Nah karena kesalahan pertama inilah maka penyelesaian-penyelesaian berikutnya akan amburadul, tidak berguna, meski mungkin benar secara operasi.

      salam

      • => saudara menulis
        .
        Dosa tidak diciptakan ALLAH, saudara mengatakan dosa diciptakan allah saudara.
        Jadi dalam hal ini allah yang saudara sembah tidak sama dengan ALLAH yang saya sembah.
        .
        = >Saya kutip lagi jawaban saya
        .
        Dosa adalah penilaian/ cap negatif/buruk yang diberikan TUHAN kepada manusia karena membangkang/ tidak mematuhi peraturan/hukum yang TUHAN telah berikan dan perintahkan. Bagaimana menurut saudara? apakah TUHAN menciptakan Pembunuh? Tidak, Tuhan hanya menciptakan aturan dan perintah dilarang membunuh, jika individu-individu melanggar, berarti dia mendapat penilaian buruk dari TUHAN dengan sebutan penDOSA..
        .
        =>Dosa tidak secara harfiah diciptakan saudaraku, bukan seperti Tuhan menciptakan benda, kalau saudara beranggapan seperti itu, maka Tuhan menciptakan pembunuh, pemerkosa dll, tidak sperti itu, sudah sangat jelas dalam jawaban saya, silahkan saudara liat dan mengerti jawaban saya tersebut. Tuhan menciptakan aturan sekaligus kadar balasan bagi yang membangkang aturannya tersebut. dan kata awal dosa berasal dari pembangkangan aturan-aturan itu, siapakah yang menentukan standart2nya, besar kecilnya? Tuhan jawabannya. ingat bukan secara harfiah lo..
        .
        => 2. Secara umum memang seharusnya seperti itu, saya sepakat dengan saudara, intinya Tuhan telah membuat aturan dan kehendak Tuhan adalah supaya kita mengikuti aturan-Nya tersebut. kita hampir sepaham saudaraku, cuman kan pembahasan ini kita beri judul, Tuhan tidak memaksakan kehendak, nah apakah benar Tuhan saudara pernah tidak memaksakan kehendak?
        .
        =>saudara menulis
        .
        Dikatakan manusia akan ada yang mati kekal, tetapi kalau mau hidup ikutlah YESUS,.. nah untuk mengikut YESUS percayailah ALKITAB, karena itu pekerjaan ROH KUDUS yang paling nyata dan mudah dimengerti…tetapi ketika membaca ALKITAB apakah ROH KUDUS memaksa saudara percaya? tidak bukan?
        Jadi TUHAN tidak memaksakan kehendak. Jika TUHAN memaksakan kehendak maka sudah dari dulu ada kiamat, tidak perlu menunggu.
        .
        =>Kalau saya mengikuti logika saudara (Terkait roh Kudus tidak memaksa saya percaya) roh kudus atau Tuhan menurut saudara tidak memaksa ketika seorang manusia hidup di dunia untuk percaya atau tidak percaya, begitu bukan? nyatanya saya berulang kali membaca alkitab, tidak pernah ada sesuatu yang mendorong saya untuk percaya, itu berarti saudara benar. secara kias saudara hendak mengatakan, bahwa kehendak tuhan itu tidak berlaku ketika seseorang masi hidup didunia. karena manusia mempunyai kehendak sendiri-sendiri, betul begitu saudaraku?
        dan karena saudara mengambil saya sebagai objek percontohan, maka benar tuhan tidak memaksa ketika saya hidup, karena tuhan saudara telah mempunyai hukuman bagi orang-orang seperti saya ini ketika nanti saya mati. nah, mari kita kembali ke peristiwa umat Nuh, seharusnya tuhan juga tidak memaksa mereka percaya seperti halnya tuhan tidak memaksa saya ketika hidup bukan? bukankah umat nuh juga seperti halnya saya dan orang2 non kristiani yang mempunyai kehendak? kenapa tidak membiarkan mereka hidup dulu? saudara akan mengatakan, mereka sudah diperingati, bukankah saya dan umat non kristiani juga sudah diperingati? sampai sekarang Alhamdulillah tidak terjadi hal yang demikian.
        .
        =>saudara jawab pertanyaan saya
        .
        => berkelitnya saudara dalam tuhan tidak memaksakan kehendak ini kan, karena maslah pengandaian raja fulan, yang memaksa rakyatnya untuk melakukan perintahnya, jika tidak maka dibunuh. saudara yakin tuhan saudara tidak melakukan hal yang sama? jika saya bisa membuktikan bahwa tuhan saudara pernah melakukannya, bagaimana saudara? saudara mau mengakui tuhan saudara memaksakan kehendak seperti halnya raja fulan? saya tunggu jawaban saudara..
        .
        => saudara menulis
        3. Mengenai sifat dasar TUHAN saudara kemukakan:
        TUHAN adalah YHWH adalah Bapa, Firman dan Roh Kudus Yang Esa..
        jadi:
        1. TUHAN tidak bisa dan tidak boleh Mati<— tepat, TUHAN tidak mati, tetapi YESUS yang adalah Firman yang menjadi manusia pernah mati.
        2. TUHAN tidak bisa dan tidak boleh menciptakan TUHAN yang lain<— tepat, karena TUHAN adalah ESA
        3. TUHAN tidak bisa dan tidak boleh Berbohong atau mengingkari JANJI, STATEMENT yang di berikan kepada hambanyakita sepakat untuk hal diatas, tapi saudara akan menggunakan standart yang lain jika ini berlaku untuk yesus. jelas hal ini tidak Jantan, tidak Konsisten dan Hiporkit. saudara dan seluruh umat kristiani jika sudah melihat yesus terpojok maka akan mewejangani dengan kata-kata konteks dan konteks, contoh
        .
        Tuhan maha tahu —> yesus tidak maha tahu
        maka kesimpulan umumnya adalah yesus bukan tuhan
        .
        tapi saudara menjawab, lihat konteks saudara habib
        .
        Tuhan kekal —> yesus mati
        maka kesimpulan umumnya adalah yesus bukan tuhan
        .
        saudara jawab, lihat konteks saudara habib
        .
        dan terus seperti itu dan spert itu, lihat konteks, perhatikan konteks, pahami konteks, dan bla..bla.. bla konteks!
        .
        =>Maka pertanyaan saya adalah, apakah saudara menyembah dan menyebut tuhan berdasarkan konteks?? jadi kenapa saya saudara paksa untuk melihat konteks? itu namanya Hiporkit saudaraku.
        tapi jika kejadian ini yang terjadi:
        .
        Aku dan Bapa adalah satu
        .
        saudara dan seluruh orang kristen serempak menjawab, nah tu yesus dan bapa adalah satu kan? jadi benar yesus itu adalah tuhan
        .
        orang yang melihat aku berarti telah melihat bapa
        .
        saudara dan seluruh orang kristen serempak menjawab, tidak salah lagi yesus memang tuhan!!
        .
        yesus duduk di sebelah kanan tuhan
        .
        saudara dan seluruh orang kristen serempak menjawab, jelas ini pensejajaran dengan tuhan, maka yesus adalah tuhan!!
        .
        dan begitu terus saja begitu, apakah saudara mempertimbangakan konteks?? dengan bangga saudara bilang, konteks??siapa ya??itu namanya,kalau orang inggris bilang,SAK KAREPE DEWE!!(artinya, semau nya sendiri,hehe..)
        =>tidak bisa begitu dong seharusnya, Tuhan tetaplah Tuhan, jika sesuatu saudara angkat menjadi tuhan, maka dia harus sama dengan hakekat Tuhan. sama dengan pekrjaan yang Tuhan lakukan. apakah yesus melakukan pekerjaan yang sama seperti pekerjaan yang Tuhan lakukan?? Tuhan menciptakan dan mengatur jagad raya, apakah yesus melakukan hal yang serupa?
        .
        = >studi kasus, pak pharhobass (bukan pharhobass saudara lo) setiap hari mengambil sampah tiap pagi. Dengan membawa gerobak sampah, pak pharhobass mengambili sampah dari rumah ke rumah. maka, jika suatu kali jika ada orang berkesimpulan bahwa pak pharhobass ini adalah seorang PILOT, maka apa kira-kira sebutan untuk orang yang berkesimpulan demikian?? saya tidak tega, saudara saja yang menjwab. Bahkan, jika pak pharhobass ini dengan lantang mengatakan bahwa dia seorang PILOT sekalipun. maka bisa kita simpulkan pak pharhobass ini tidak lebih…(tit..tit..sensor)…dari orang yang berkesimpulan pertama. begitu bukan?
        .
        => saudara menulis
        .
        pertanyaannya adalah…
        JIKA TUHAN adalah MAHA KUASA, sekarang sanggup ngga DIA menjadi 1000 dalam keadaan dan waktu bersamaan?
        .
        =>saya jawab wallahualam, hanya Allah yang Tahu. tapi menurut saya bisa saja, jika Tuhan berkehendak, tapi untuk apa Tuhan menjadi 1000? untuk membuktikan jika IA adalah Tuhan? apa hikmah yang bisa kita petik dengan ke 1000 an wujud Tuhan itu? Tuhan saya tidak pernah melakukan sesuatu dengan percuma, selalu ada tujuan dan hikmah yang bisa dipetik didalamnya. dan saudara harus ingat, kekuasaan Tuhan melakukan sesuatu bukan hanya pada seberapa banyak wujud Tuhan lo, tanpa menjadi banyak pun Tuhan bisa melakukan tugas-Nya dengan mudah dan gampang. justru jika Tuhan memperbanyak diri-Nya untuk membantu menyelesaikan suatu pekerjaan, maka secara tidak langsung saudara membatasi Kuasa Tuhan, hati-hati saudaraku itu berbahaya..
        .
        JIKA TUHAN adalah MAHA BISA, sekarang bisa ngga DIA menjadi manusia?
        .
        => pertanyaannya bukan sekedar bisa atau tidak bisa, permasalahannya tidak sesimpel itu. Pertanyaan besarnya UNTUK APA? APA URGENSINYA? APA TUJUANNYA? bukankah sudah sangat jelas, manusia itu hina di mata TUHAN sendiri, Untuk apa TUHAN menghinakan diri-NYA? untuk apa TUHAN menciptakan polemik diantara hamba-Nya dengan menjadi manusia? Apa TUHAN tidak bisa mengatur manusia dari singgahsana-NYA? apa tidak bisa TUHAN menyelamatkan manusia dengan tetap menjadi TUHAN saja? bukankah TUHAN MAHA BISA? justru jika IA menjadi manusia untuk hanya mehyelamatkan manusia menunjukkan keterbatasan ke BISA an-Nya. Mari saudara saya mengajak saudra untuk kembali kepada kebenaran. semoga hidayah Allah swt menyertai saudara.
        .
        => saudara menulis
        .
        apakah TUHAN menjadi manusia berdosa? TIDAK, karena sudah dikatakan bahwa DOSA adalah keterpisahan dari ALLAH. Jadi jika TUHAN menjadi manusia maka IA tetap tidak terpisah dari DIRINYA SENDIRI.
        .
        =>tentu tidak saudaraku, Tuhan tidak boleh berdosa. tapi manusia itu diciptakan dengan ketidak sempurnaan, yang memungkinkannya berdosa. Menurut saudara apakah Yesus tidak pernah berdosa?? jika pernah, menurut saudara bagaimna?
        Jawab pertanyaan saya
        .
        = >Jika saya dan saudara berbohong apakah itu berdosa? Jika saya dan saudara merusak rumah atau mengganggu orang apakah berdosa?? saudara jawab ya..
        .
        Sesuai hukum penyelesaian Aljabar yang berulang-ulang saya sebutkan, kesalahan pertama saudara adalah tidak mempercayai bahwa Firman ALLAH telah menjadi manusia. Nah karena kesalahan pertama inilah maka penyelesaian-penyelesaian berikutnya akan amburadul, tidak berguna, meski mungkin benar secara operasi.
        .
        => Maka bahkan Aljabar yang seorang muslim dan saudara banggakan ini tidak akan mampu menolong saudara dalam penjumlahan 1+1+1=1. Aljabar tidak bisa membantu saudara, bahkan Einstein pun tidak akan bisa membantu saudara.1+1+1 tetap akan menjadi 3.

      • @habib

        1. Secara konsep bisa dibilang sama, sepakat, bahwa dosa tidak diciptakan. Tetapi dalam kenyataannya ada perbedaan yang jauh, untuk dapat melihat perbedaan itu saya beri premis2 berikut, bagaimana saudara menyelesaikan persoalan premis2 berikut:
        a. Segala sesuatu diciptakan ALLAH
        b. Dosa adalah sesuatu
        c. Apakah dosa diciptakan ALLAH?

        2. Alkitab berisi kisah-kisah hidup orang, suku, bangsa, ditulis hampir 2000-an tahun, yang sedikit bisa menggambarkan kepada saudara bahwa TUHAN tidak memaksakan kehendak.

        3. Tidak memaksakan kehendak bukan berarti tidak berlaku kesabaran kehendak ALLAH. Saudara tidak mengetahui saja bahwa ROH KUDUS sedang bekerja. Kegigihan saudara membaca ALKITAB akan membuahkan hasil, karena ALKITAB adalah BUAH KARYA ROH KUDUS yang IA ilhamkan melalui pena para penulisnya.
        BUAH KARYA itu hanya bisa dinilai BAIK dan TIDAK BAIK dari sisi iman, nah saudara sekarang ini mempelajari gigih buah karya itu untuk mencari-cari kesalahanNYA. Yang saya perhatikan cara saudara mengutip2 ALKITAB, Buah Karya Roh Kudus itu, cenderung miskin dan salah, itulah yang membuat BUAH KARYA-NYA itu cenderung TIDAK BAIK, artinya saudara sendiri yang menolak. Sama seperti orang-orang pada jaman NUH, kesalahan manusia pada masa itu cenderung salah, bagaimana tidak, mereka berpikiran masak Nuh membangun Perahu raksasa di gunung yang tidak ada airnya sama sekali, buat apa, aneh, tidak logis, tetapi mencari-cari kesalahan Nuh dalam membangun bahtera di tempat yang tidak tepat itu justru menjadikan mereka yakin bahwa NUH salah, nyatanya merekalah yang salah, akhirnya mereka binasa. Bacalah ALKITAB, didapati hukuman kekal dan hidup kekal, nah hukuman kekal itu ngeri, makanya ROH KUDUS mewanti-wanti melalui ALKITAB, meski banyak hal yang tidak kita mengerti, bukan menjadi patokan untuk tidak mempercayai. Maria mengandung meski perawan, itu suatu hal yang tidak dapat dimengerti, tetapi itu nyata terjadi.
        ALKITAB itu seperti konteks bahtera Nuh itu. Penyesalan tidak akan ada setelah semua sudah terjadi, jadi sebelum itu terjadi timbang-timbanglah dalam lagi, beranilah mengulas ALKITAB dengan tidak sembarangan. BUAH KARYA hanya dimengerti sepenuhnya oleh PENCIPTA KARYA itu sendiri. PENCIPTA KARYA ini adalah TUHAN YANG MAHA, dan kita yang diharapkan untuk mengerti adalah tidak maha, ada jurang pemisah yang maha, oleh karena itu terima dulu YANG MAHA itu maka BUAH KARYA itu menjadi suatu yang berharga dan BAIK. Itulah kira2 ucapan atau ajakan ROH KUDUS dalam ALKITAB kepada saudara, IA membiarkan saudara menghina-hina, mengobrakabrik BUAH KARYA-NYA, dengan tujuan supaya saudara lebih gigih lagi, lebih giat lagi, siapa tahu saudara bisa meneukan ketidakbersalahanNYA, tetapi jika saudara gigih mengatakan DIA bersalah, maka IA adil membunuh saudara sama seperti orang yang tidak percaya kepada NUH.

        4. Jadi supaya jauh dari berbagai kesalahan perandaian atau perbandingan, maka saya berikan saudara sendiri sebagai contoh dalam hal TUHAN tidak memaksakan kehendakNYA. sudah hampir 2000 tahun YESUS disalib, tetapi adakah di KITAB INJIL dituliskan bahwa kita harus dan wajib percaya bahwa YESUS disalibkan?… INJIL tidak memaksa, tetapi INJIL menceritakan bukti YESUS disalib itu sudah lengkap dan pas dan tepat, supaya kita dapat percaya di dalam YESUS. Kepercayaan kepada INJIL mengharuskan kita hidup di dalam NAMANYA, mengharuskan bukan berarti memaksakan kehendak, melainkan sesuatu yang mengartikan bahwa perbuatan kita bukankah suatu pilihan lagi, melainkan suatu pancaran KRISTUS semata.

        5. TUHAN (ingat capslok semua) tidak mati. TUHAN=YHWH adalah Bapa, Firman, Roh Kudus yang ESA
        Ketika Firman menjadi manusia, YESUS namaNYA, maka Bapa dan Roh Kudus tidak menjadi manusia
        Ketika YESUS mati, maka Bapa dan Roh Kudus tidak mati.
        Firman, Bapa dan Roh Kudus adalah Pribadi Yang berbeda
        Allah bukanlah Firman, tetapi Firman adalah Allah
        Allah bukanlah Bapa, tetapi Bapa adalah Allah
        Allah bukanlah Roh Kudus, tetapi Roh Kudus adalah Allah.
        Allah adalah Bapa, Firman dan Roh Kudus yang ESA, Satu.

        6. Saudara katakan:

        pertanyaannya bukan sekedar bisa atau tidak bisa, permasalahannya tidak sesimpel itu. Pertanyaan besarnya UNTUK APA? APA URGENSINYA? APA TUJUANNYA? bukankah sudah sangat jelas, manusia itu hina di mata TUHAN sendiri, Untuk apa TUHAN menghinakan diri-NYA? untuk apa TUHAN menciptakan polemik diantara hamba-Nya dengan menjadi manusia? Apa TUHAN tidak bisa mengatur manusia dari singgahsana-NYA? apa tidak bisa TUHAN menyelamatkan manusia dengan tetap menjadi TUHAN saja? bukankah TUHAN MAHA BISA? justru jika IA menjadi manusia untuk hanya mehyelamatkan manusia menunjukkan keterbatasan ke BISA an-Nya. Mari saudara saya mengajak saudra untuk kembali kepada kebenaran. semoga hidayah Allah swt menyertai saudara.

        Sudah saya jelaskan argument saya di awal,manusia itu adalah hasil karya teragung dari ALLAH, dan IA menghargai hasil karyaNYA karena TUHAN menghargai DIRINYA SENDIRI, nah karena allah saudara melihat hina manusia, artinya allah saudara melihat hina hasil karyanya sendiri dan artinya allah saudara tidak menghargai dirinya sendiri.
        Jadi karena ALLAH melihat DIRINYA SENDIRI, maka IA bekerja sesuai NAMANYA, IA MAHA KUASA, NAMANYA MAHA KUASA, maka IA berkuasa menjadi manusia.
        Note:
        Ketika saya katakan ALLAH/TUHAN dalam capslock, maka mind set saudara harus melihat bahwa ALLAH/TUHAN adalah Bapa,Firman, Roh Kudus yang ESA.

        7. Saudara katakan:

        tentu tidak saudaraku, Tuhan tidak boleh berdosa. tapi manusia itu diciptakan dengan ketidak sempurnaan, yang memungkinkannya berdosa. Menurut saudara apakah Yesus tidak pernah berdosa?? jika pernah, menurut saudara bagaimna?
        Jawab pertanyaan saya

        Karena memang YESUS adalah manusia yang tidak terpisah dari ALLAH, karena itulah ketika Firman ALLAH menjadi manusia yang dinamai YESUS, IA disebut ANAK ALLAH dan bukan ALLAH, dan karena itulah IA disebut Tuan atau Tuhan bukan Allah atau ALLAH.
        Manusia menyebut orang yang dihargainya sebagai tuan atau bos, karena nyata, bisa berinteraksi, tidak ada jarak pemisah,.. nah kita memanggil YESUS Tuan atau Tuhan karena IA nyata, berinteraksi dengan kita dan tidak ada pemisah, tetapi ketika IA naik ke sorga, IA adalah ALLAH yang menjelaskan ada pemisah antara kita yang manusia bisa dengan DIA yang pernah menjadi manusia. Meski ada pemisah tetapi IA adalah Tuan atau Tuhan yang rela, mau dan bisa berinteraksi dengan kita.

        8. saudara katakan:

        Maka bahkan Aljabar yang seorang muslim dan saudara banggakan ini tidak akan mampu menolong saudara dalam penjumlahan 1+1+1=1. Aljabar a. tidak bisa membantu saudara, bahkan Einstein pun tidak akan bisa membantu saudara.1+1+1 tetap akan menjadi 3

        ketidaksanggupan saudara merumuskan tritunggal membuktikan bahwa memang ALLAH tidak dapat dirumuskan oleh manusia, karena manusia adalah ciptaan dan DIA adalah Pencipta, tidak ada rumusnya Animator diatur-atur dan dianalisa oleh animasinya sendiri toh.
        b. Hanya muslim yang terlalu berani merumuskan bahwa TUHAN adalah sebesar 1 (satu) numerik, suatu hal yang sangat dilarang dan bertentangan dengan iman Alkitab. Kesalahan saudara dengan mengatakan TUHAN sebesar 1 (satu) numerik itulah yang membuat rumusan tentang TUHAN menjadi kacau balau.
        c. 1+1+1=1, dalam hukum AND GATE atau OR GATE, itu BENAR. supaya dapat lengket dilogika saudara tentang Tritunggal, begini;
        Muhammad benar, jk AQ benar dan allah benar, karena AQ dan allah yang menyatakan Muhammad benar
        AQ benar, jk Muhammad benar dan allah benar, karena Muhammad dan allah yang menyatakan AQ benar
        allah benar, jk AQ benar dan Muhammad benar, karena AQ dan Muhammad yang menyatakan allah benar

        jika AQ dibakar, marah ngga muslim?, jelas marah, itu dianggap menghina Islam, ketidaan AQ adalah ketidaan Islam
        jika Muhammad dihina, marah ngga muslim?, jelas marah, karena itu dianggap menghina Islam, ketiadaan Muhammad adalah ketiadaan Islam
        jika allah dihina, marah ngga muslim?, jelas marah karena itu dianggap menghina Islam, ketiadaan allah adalah ketiadaan Islam
        Apakah AQ=Muhammad=allah? jelas tidak…
        tetapi dapatkah AQ dan Muhammad dan allah dipisahkan? tidak dapat, karena ada hukum melingkar berlaku, masing2 dianggap benar jika yang lainnya benar dan masing-masing memiliki perannya sendiri.
        satu tujuan ngga AQ, Muhammad, allah?, jelas satu tujuan, tidak ada pertentangan diantara ketiganya, karena ada hukum melingkar, yaitu AQ diturunkan allah, Muhammad yang menerima, siapa saksinya? Muhammad sendiri.

        Dalam contoh singkat ini, itulah cara sederhana yang dapat saudara pakai dalam melihat/mengerti Tritunggal, yaitu Bapa, Firman dan Roh Kudus. itu hanya contoh pendekatan saja, tidak musti seperti itu secara mendasar.

        salam

  24. ==PENYALIBAN YESUS==
    = > saudara menulis
    “1. Saudara menolak sejarah”
    = > Sejarah yang seperti apa saudaraku? Saudara akan sangat lucu sekali jika memaksakan kehendak saudara seperti itu. saya mengajak saudara untuk lebih kritis berpikir. Sejarah tidak selalu bernilai kebenaran, Al-kitab saudara yang dijadikan rujukan peristiwa itu saja masih terjadi distorsi dan pertentangan, bagaimana kita berpijak dalam hal salah dan benar? Adakah jaminan kebenaran dari sejarah yang mereka tulis? Jika Matius dan Markus saja tidak ada disitu, apalagi dengan Josephus, Tacitus dkk. Dengan cara dan metode apa yang mereka pakai untuk menuliskan bahwa yang disalib itu adalah Yesus? Saudara sudah membacanya belum? Bagaimana dengan al-kitab dan sains, apakah sejalan dengan sains? Bagaimana al-kitab dengan Matematika? Saya masih belum tega untuk membahas perihal ini dengan saudara.
    = > saudara menulis
    “2. Saudara mengatakan Kitab Suci harusnya sama dengan sejarah, tetapi karena saudara menolak sejarah, seharusnya saudara juga menolak Kitab Suci saudara”
    = > Al-Qur’an datang 600 tahun setelah kedatangan Yesus. Al-Qur’an datang sebagai penyempurna. Al-Qur’an datang dari Allah, TUHAN, maka sudah menjadi hal yang wajar, jika yang datang belakangan adalah pengoreksi peristiwa terdahulu. Hal ini sulit kita sepakati karena perbedaan keyakinan kita tentang Al-Qur’an.
    = > saudara menulis
    “3. Kutipan Markus dan Matius adalah kutipan ketika YESUS di tangkap di dekat Getsemani, ketika peristiwa itu maka semua murid serta merta lari tunggang langgang
    Kutipan di Yohanes adalah kutipan ketika YESUS di Golgata, ada saksi matanya di sana…
    nah dari segi sejarah maka ada saksi mata yang menyaksukan penyaliban di Golgata, tidak seperti seorang yang di abad 6 Masehi, tidak ada saksi mata. Dari nilai sejarha maka sejarha di abad 6 M adalah tidak bernilai sama sekali.”
    = > memang benar Markus (14:50) dan Matius (26:56) itu kutipan ketika YESUS ditangkap di Getsemani, saudara tidak salah, saya hanya ingin memberikan penegasan bahwa setelah penangkapan itu murid-murid Yesus tidak lagi bersama dengan Yesus. Itu artinya mereka tidak bisa dikatakan sebagai saksi penyaliban, baik saya cuplik ayat-ayatnya biar saudara tidak menuduh saya sekedar mencuplik dan hati saudara menjadi miris.
    **Markus 14:50 : Lalu semua murid itu meninggalkan dia dan melarikan diri.
    51………..52…….53…….
    54. Petrus mengikuti Yesus dari jauh sampai masuk ke dalam halaman rumah imam agung. Di sana ia duduk menghangatkan badan dekat api bersama-sama dengan pengawal-pengawal.
    = >Pada markus 14:54 Petrus seorang diri mengikuti Yesus ketika dibawa ke imam besar. Ayat lanjutannya
    55……57…dst
    66 Pada waktu itu Petrus masih ada di bawah, di halaman. Lalu datanglah seorang hamba perempuan Imam Besar,
    67 .Ketika melihat Petrus menghangatkan badan di dekat api, ia memperhatikan baik-baik muka Petrus dan berkata, “Bukankah engkau juga bersama-sama Yesus orang Nazaret itu?”
    68 .Tetapi Petrus menyangkal. “Saya tidak tahu dan tidak mengerti apa maksudmu,” katanya kepada pelayan itu. Lalu Petrus pergi ke pintu gerbang rumah imam agung itu. Pada saat itu, ayam berkokok.
    69….70…..71…
    72 Saat itu juga ayam berkokok untuk kedua kalinya. Dan Petrus teringat bahwa Yesus telah berkata kepadanya, “Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau tiga kali mengingkari Aku.” Maka Petrus pun menangis tersedu-sedu.
    Lanjutan ayatnya, Markus 15
    1 . Pagi-pagi sekali, seluruh Mahkamah Agama termasuk imam-imam kepala, pemimpin-pemimpin Yahudi dan guru-guru agama berunding cepat-cepat. Mereka membelenggu Yesus, kemudian membawa Dia dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus.
    = > saudara bisa lihat, setelah petrus menangis tidak lagi ada kita dapati murid-murid yesus pada markus 15:1. Saya tidak bermaksud untuk sekedar mencuplik ayat saudara Pharhobass.
    Lanjutan ayatnya,
    20 Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah ungu itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. (15 #20b) Kemudian Yesus dibawa ke luar untuk disalibkan.
    21 Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.
    = > Salib Yesus dibawa oleh orang bernama Simon oran kirena, lanjutan ayatnya
    24 Kemudian mereka menyalibkan Dia, dan membagi-bagikan pakaian-Nya dengan undian untuk menentukan bagian masing-masing.
    25 Penyaliban-Nya itu terjadi pada pukul sembilan pagi.
    = > Pada Markus 15:24-25 Yesus disalib ketika pukul 9 pagi, dan kemudian dilanjutkan pada ayat
    34 Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?,” yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
    35….36… dst
    37 Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.
    = > Setelah mengatakan Eloi, Eloi, lama sabakhtani? Yesus berseru nyaring dan menyerahkan Nyawa (mati).
    Lanjutan ayatnya,
    40 Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yoses MEREKA MELIHAT DARI JAUH!
    = > Saudara lihat dan baca dari ayat 24-39 tidak ada satupun murid Yesus disitu, itu berarti kita mengikuti informasi awal, bahwa mereka masih melarikan diri (baca markus 14:50). Baru pada ayat 40 ada penjelasan tentang adanya Maria Magdalena dkk, itupun mereka melihat dari KEJAUHAN.
    KESIMPULAN: saksi terlalu lemah, karena hanya melihat dari KEJAUHAN.
    **Mari kita lihat dari injil Matius 26:56.
    Matius 26:56: …lalu semua murid itu meningalkan dia dan melarikan diri
    57 Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua.
    58 Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh sampai ke halaman Imam Besar, dan setelah masuk ke dalam, ia duduk di antara pengawal-pengawal untuk melihat kesudahan perkara itu.
    = > Petrus mengikuti dari jauh, ayat lanjutannya
    69 Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, katanya: “Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu.”
    = > Pada Markus 14:54 Petrus ditanyai seorang wanita di DALAM HALAMAN
    Namun pada Matius 26:69 Petrus ditanyai seorang wanita di LUAR di HALAMAN,
    = > kedua ayat saling berbeda, saya tidak tahu kenapa seperti itu ,mungkin hanya saudara yang bisa menjelaskan kepada saya. Yang jelas DALAM dan LUAR adalah dua hal yang berbeda. Lanjutan ayatnya
    70..71..dst
    75 Dan Petrus teringat bahwa Yesus sudah berkata kepadanya, “Sebelum ayam berkokok, engkau tiga kali mengingkari Aku.” Lalu Petrus ke luar, dan menangis dengan sedih.
    = > Petrus keluar dan menangis, jadi memang benar tidak penjelasan tentang murid2 yesus yang lain. Maka dilanjutkan pada Matius 27:35
    31 Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan.
    32 Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.
    = > Salib Yesus dibawa oleh orang bernama Simon oran kirene,
    Lanjutan ayatnya,
    35 Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi.
    36….37….38…dst
    46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
    47…48….49…
    50 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
    = > Setelah mengucapkan “Eli, Eli, lama sabakhtani? Yesus berseru nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya (mati)
    Kemudian dilanjutkan pada matius 27:55-56
    55 Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia.
    56 Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.
    = > Saudara lihat dan baca dari Matius 27: 35-54 tidak ada satupun murid Yesus disitu, itu berarti kita mengikuti informasi awal, bahwa mereka masih melarikan diri (baca Matius 26:56), jadi dimana posisi penulis Matius?? Baru pada ayat 55-56 ada penjelasan tentang adanya Maria Magdalena dkk, itupun mereka melihat dari KEJAUHAN,
    KESIMPULAN: saksi terlalu lemah, karena hanya melihat dari KEJAUHAN.
    **Lukas 22
    54 Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus mengikut dari jauh.
    = > tidak ada keterangan kemana murid Yesus yang lain, tapi diceritakan Petrus mengikuti yesus dari Jauh. Lanjutan ayatnya
    55 Di tengah-tengah halaman rumah itu orang memasang api dan mereka duduk mengelilinginya. Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka.
    56 Seorang hamba perempuan melihat dia duduk dekat api; ia mengamat-amatinya lalu berkata: “Juga orang ini bersama-sama dengan Dia.”
    = > sampai akhir ayat pun tidak ditemukan keterangan tentang murid yesus.
    Lanjutan ayatnya Lukas 23
    26 Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus.
    = > Salib Yesus dibawa oleh Simon dari Kirene
    Lanjutan ayatnya
    33 Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.
    34…35…dst
    44 Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga,
    = > Yesus disalib pada jam 12, Pada Markus 14:25 Yesus disalib Pada pukul 9 pagi, mana yang benar? Saudara yang bisa menjelaskan. lalu lanjutan ayatnya:
    46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
    = > Setelah Yesus mengatakan “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.”, kemudian Yesus mati.
    Lanjutan ayatnya
    49 Semua orang yang mengenal Yesus dari dekat, termasuk perempuan-perempuan yang mengikuti Dia dari Galilea, berdiri jauh-jauh dan melihat semuanya itu.
    = > Saudara lihat dan baca dari Lukas 23: 33-48 tidak ada satupun murid Yesus disitu, itu berarti kita mengikuti informasi awal, bahwa mereka masih melarikan diri (baca Matius 26:56), jadi dimana posisi penulis injil Lukas?? Baru pada ayat 49 ada penjelasan tentang adanya keterangan tentang perempuan-perempuan yang mengenal Yesus, itupun mereka melihat dari KEJAUHAN,
    KESIMPULAN: saksi terlalu lemah, karena hanya melihat dari KEJAUHAN.
    **Yohanes 18:12-16
    12 Maka pasukan prajurit serta perwiranya dan penjaga-penjaga yang disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus dan membelenggu Dia.
    13 Lalu mereka membawa-Nya mula-mula kepada Hanas, karena Hanas adalah mertua Kayafas, yang pada tahun itu menjadi Imam Besar
    = > Yesus ditangkap di taman getsemani
    15 Simon Petrus dan seorang murid lain mengikuti Yesus. Murid itu mengenal Imam Besar dan ia masuk bersama-sama dengan Yesus ke halaman istana Imam Besar,
    16 tetapi Petrus tinggal di luar dekat pintu. Maka murid lain tadi, yang mengenal Imam Besar, kembali ke luar, bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu lalu membawa Petrus masuk.
    17 Maka kata hamba perempuan penjaga pintu kepada Petrus: “Bukankah engkau juga murid orang itu?” Jawab Petrus: “Bukan!”
    = > Petrus dan seorang murid lain mengikuti Yesus. pada Markus, Matius dan Lukas, Petrus sendirian, tapi di Yohanes tiba-tiba muncul satu orang lagi. Kenapa berbeda, saudara yang bisa jelaskan. Pada Markus, Matius dan Lukas Petrus datang langsung ke halaman, tapi pada Yohanes terlebih dulu ada tawar menawar dengan perempuan penjaga pintu oleh teman Petrus. Saudara bisa menjelaskan. Kita lanjutkan
    Yohanes 19
    17 Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.
    = > Salib dibawa sendiri oleh Yesus.
    18 Dan di situ Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus di tengah-tengah.
    = > Yesus disalibkan, tidak ada keterangan waktu
    25 Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
    = > saudara lihat, di Markus, Matius dan Lukas mereka melihat dari kejauhan, tapi di Yohanes ibu nya dekat Yesus ketika di salib? Kenapa perbedaannya begitu sangat MENCOLOK?
    Lanjutannya
    28 Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia — supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci — : “Aku haus!”
    29 Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
    30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
    = > Sesudah Yesus minum ia mengatakan Sudah selesai lalu mati.
    = > Jika saudara bingung dengan permasalahan ini, saya coba untuk mentabulasi permasalahan diatas, silahkan saudara jawab:
    1. Siapakah yang membawa Salib Yesus?
    a. Simon orang Kirene (Markus 15:21, Matius 27:35, Lukas 23:26)
    b. Yesus Sendiri (Yohanes 19:17)
    2. Jam berapakah Yesus disalibkan?
    a. 9 pagi (Markus 15:25)
    b. Kira-kira jam 12 siang (Lukas 23:44)
    3. Bersama siapakah Simon Petrus mengikuti Yesus?
    a. Sendirian (Markus 14:54, Matius 26:57, Lukas 22 :54)
    b. Bersama salah satu murid yesus (Yohanes 18:15)
    4. Bagaimanakah cara Petrus bisa melihat Yesus
    a. Langsung masuk dan duduk bersama pengawal (Markus 15:54, Matius 26:58, lukas 22:55)
    b. Berada diluar Pintu dulu, menunggu salah satu murid Yesus bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu, baru kemudian diajak masuk oleh salah satu murid tadi ( Yohanes 18:16)
    5. Dimanakah posisi Petrus ketika seorang perempuan menanyainya?
    a. di bawah, di halaman (Markus 15:66)
    b. duduk di luar di halaman (Matius 26:69)
    c. Di tengah-tengah halaman rumah (Lukas 22:55)
    d. Di pintu ketika dibawa masuk salah satu murid Yesus (Yohanes 18:16-17)
    6. Apakah kata-kata terakhir sebelum Yesus meninggal?
    a. “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?,” yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Markus 15:34, Matius 27:46)
    b. “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” (Lukas 23:46)
    c. “Sudah selesai” (Yohanes 19: 30)
    7. Dimanakah ibu dan orang-orang yang mengenal Yesus ketika Yesus disalibkan?
    a. Melihat dari kejauhan (Markus 15:40, Matius 27:55, Lukas 23:49)
    b. Berada di dekat salib Yesus (Yohanes 18:25)
    = > Pertanyaan Tambahan
    8. Bagaimana Yudas mati?
    a. Gantung Diri ( Matius 27:5)
    b. Jatuh Tertelungkup dengan perut terbelah (Kis 1:18-19)
    = >Saudara menulis:
    “4. Asal kutip ayat yang saudara lakukan memiriskan hati saya, bacalah dengan seksama, saudara tidak perlu membuktikan saya salah, atau Alkitab salah, tetapi kalau saudara sudah mencap terlebih dahulu bahwa saya atauAlkitab salah, maka selamanya saya dan Alkitab akan salah… itu tidak bagus buat kesehatan saudara.
    nyatanya pemahaman atau latar belakang saudata telah memakasa saudara memainkan asal kutip dati Alkitab… sekali lagi itu tidak sehat.”
    = > Saya cukup menyesal melihat saudara miris karena saya, tapi tidak semua kesalahan saudara, cuman seharusnya saudara juga membaca jawaban saya secara fair, namun tidak masalah, saya sudah sajikan secara lengkap kronologi dan alasan kenapa saya mencuplik ayat di bible tersebut, silahkan saudara pelajari dan jelaskan kepada saya. Dan kita sudah sepakat bahwa yang namanya kitab suci tidak boleh bertentangan karena kitab suci berasal dari TUHAN.
    wassalam

    • @habib

      1. sumber sejarah itu tidak menggunakan metode apapun saudara habib, namanya saja sumber sejarah. Nah karena ada sumber sejarah yang berbeda maka kitalah yang menguji kebenarannya dengan metode-metode.
      Saya sudah ucapkan paling tidak sumber2 sejarah mengenai penyaliban YESUS. Injil itu mencatat sesuatu yang bernilai sejarah, yaitu YESUS disalibkan. dan ternyata bukan cuman INJIL, ada sumber sejarah lain, macam Tacitus, Josephus dan penulis2 sastra abad pertama yang menuliskan bahwa YESUS disalibkan. Dan ternyata ada lagi sumber sejarah lain di abad 6 masehi mengatakan YESUS tidak disalibkan.
      Nah kalau menilai dari sini siapa yang layak dipertanyakan? kalau saya menilai dari sumber sejarah, maka si sumber abad 6 itulah yang dipertanyakan.
      Jika menggunakan metode cross reference maka sumber sejarah di abad 6 itu sudah pasti dapat ditolak sepenuhnya.

      2. Saudara katakan Al Quran sebagai penyempurna dan wajar mengoreksi yang datang sebelumnya.
      Nah karena ada pernyataan menyempurnakan barulah kita gunakan istilah metode, dengan metode apa dikatakan menyempurnakan?
      Dikatakan mengoreksi, dengan metode apa mengoreksi?
      Sebelum sampai ke sana maka kita perlu mengetahu siapa yang menyempurnakan? siapa yang mengoreksi?
      Dikatakan Pengoreksi berarti tidak boleh salah. Nah sekarang kita disuguhi suatu yang bernilai sejarah,
      saksi mata mencatat YESUS disalib,
      sumber sejarah Tacitus abad ke satu, Josephus mencatat YESUS disalib,
      kok tiba2 sumber sejarah di abad 6 mencatat YESUS tidak disalib?
      siapa yang keliru? pasti sumber sejarah abad 6 Masehi.
      Kebenaran berita ini ibaratnya begini:
      Dalam hitungan bilangan basis 4: 1+1 = 2,
      itu sudah kebenaran yang sejajar dengan YESUS disalibkan,
      tetapi tiba2 di abad enam dikatakan: perhitungan bilangan basis 4: 1+1=4,
      ini sudah ngawur dan salah, itu sejajar dengan mengatakan YESUS tidak disalib.
      Nah kalau hal seperti ini keliru maka sumber sejarah perlu dipertanyakan.
      Sedemikian klaim menyempurnakan dan mengoreksi perlu dipertanyakan.

      3. Karena saudara mencatut Alkitab sebagai sumber sejarah, maka saya dengan berani mengatakan saudara miskin sekali analisanya.
      Peristiwa Getsemani dan Golgota itu berbeda sekitar 2 hari.
      Jadi peristiwa di hari Senin tidak bisa dianggap sama dengan peristiwa yang terjadi di hari Rabu atau Selasa..
      Karena peristiwa di Senin ada peristiwa sendiri,
      Peristiwa di hari selasa atau Rabu ada peristiwa sendiri,
      itulah yang terjadi dengan Peristiwa di Getsemane dan peristiwa di Golgota.
      di Getsematni, ketika YESUS akan ditangkap memang murid-murid yang menyertaiNYA lari tunggang langgang,
      sebelum ke Golgata, Petrus yang tadinya turut lari tunggang langgang di Getsematni sekarang malah sudah berani mendekati persidangan, karena sudah berani itulah maka kita tahu bahwa sampai 3 kali Petrus menyangkal YESUS.
      Dan seterusnya dan seterusnya. Sekali lagi membaca ALKITAB tidak sama dengan membaca Al Quran, karena ALKITAB ada alur, ada konteks dan ada waktu yang dilalui.
      3.a Dalam analisa seharusnya saudara menyertakan ayat berikut dalam analisa, supaya analisa itu benar dan dapat dipercaya:
      Semua orang yang mengenal Yesus dari dekat, termasuk perempuan-perempuan yang mengikuti Dia dari Galilea, berdiri jauh-jauh dan melihat semuanya itu. (Lukas 23:49)

      3.b Dalam analisa tidak boleh juga memotong-motong ayat,.. saudara memotong ayat di ayat 40, selengkapnya seharusnya
      Ada juga beberapa perempuan yang melihat dari jauh, di antaranya Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses, serta Salome.
      (Mar 15:40)

      yang garis bawah saudara potong/hilangkan. karena dihilangkan maka menjadi bias maknanya bukan?,… disitu dikatakan ddari semua yang hadir yang menyaksikan penyaliban, diantaranya ada perempuan2…
      3.c Menghilangkan bukti lain
      contoh saudara tidak menanggapi ayat berikut sama sekali,
      Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia: “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!”
      (Markus 15:39)

      Jadi banyak saksi mata, diantaranya:
      a. perempuan-perempuan
      b. murid-murid yang lain
      c. orang yang menusuk YESUS, yaitu kepala pasukan, yang berdiri di hadapanNYA langsung,
      d. orang-orang yang mengenali YESUS dengan dekat
      e. Pemuka agama Yahudi

      dan itu lebih dapat dipercaya.
      Kalau abad 26 tiba2 ada yang berkata Presiden pertama Indonesia bukan Ir. Soekarno, apa saudara harus percaya? toh banyak buku sejarah sudah mencatat bahwa Presiden pertama kita adalah Ir. Soekarno.

      Jadi saya masih sangat sedih mendapati saudara mengkorupsi, merusak, dan mempermainkan ayat-ayat Alkitab…

      Salam

      • ==PENYALIBAN YESUS==
        = >Sebelum kita masuk kepada kesimpulan sumber sejarah mana yang salah, maka perlu kita bahas dan saudara jawab perihal masalah penyaliban itu sendiri, untuk sementara saya biarkan statement saudara itu, walaupun sebenarnya saya juga sudah menulisnya dengan sangat jelas, baik kita mulai dengan pertanyaan saya diatas yang belum saudara jawab
        .
        1. Siapakah yang membawa Salib Yesus?
        a. Simon orang Kirene (Markus 15:21, Matius 27:35, Lukas 23:26)
        b. Yesus Sendiri (Yohanes 19:17)
        .
        2. Jam berapakah Yesus disalibkan?
        a. 9 pagi (Markus 15:25)
        b. Kira-kira jam 12 siang (Lukas 23:44)
        .
        3. Bersama siapakah Simon Petrus mengikuti Yesus?
        a. Sendirian (Markus 14:54, Matius 26:57, Lukas 22 :54)
        b. Bersama salah satu murid yesus (Yohanes 18:15)
        .
        4. Bagaimanakah cara Petrus bisa melihat Yesus
        a. Langsung masuk dan duduk bersama pengawal (Markus 15:54, Matius 26:58, lukas 22:55)
        b. Berada diluar Pintu dulu, menunggu salah satu murid Yesus bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu, baru kemudian diajak masuk oleh salah satu murid tadi ( Yohanes 18:16)
        .
        5. Dimanakah posisi Petrus ketika seorang perempuan menanyainya?
        a. di bawah, di halaman (Markus 15:66)
        b. duduk di luar di halaman (Matius 26:69)
        c. Di tengah-tengah halaman rumah (Lukas 22:55)
        d. Di pintu ketika dibawa masuk salah satu murid Yesus (Yohanes 18:16-17)
        .
        6. Apakah kata-kata terakhir sebelum Yesus meninggal?
        a. “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?,” yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Markus 15:34, Matius 27:46)
        b. “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” (Lukas 23:46)
        c. “Sudah selesai” (Yohanes 19: 30)
        .
        7. Dimanakah ibu dan orang-orang yang mengenal Yesus ketika Yesus disalibkan?
        a. Melihat dari kejauhan (Markus 15:40, Matius 27:55, Lukas 23:49)
        b. Berada di dekat salib Yesus (Yohanes 18:25)
        .
        = > Pertanyaan Tambahan
        8. Bagaimana Yudas mati?
        a. Gantung Diri ( Matius 27:5)
        b. Jatuh Tertelungkup dengan perut terbelah (Kis 1:18-19)
        .
        .
        => saudara jawab dulu pertanyaan itu. ingat, komitment kita, kitab suci tidak boleh bertentangan, kalau bertentangan, maka kesuciannya batal secara otomatis. saya butuh jawaban singkat saja. dan tidak perlu bertele-tele
        .
        => untuk jauh membahas mengenai Penyaliban, saya akan memulai dengan pertanyaan
        .
        1. Hari apa Yesus disalib?
        2. Apakah Yesus Mati ditiang salib?
        3. Bagaimana kah bentuk seorang manusia ketika dibangkitkan setelah mati?
        .
        => silahkan saudara jawab singkat saja.
        .
        => karena saudara menanyai saya mengenai sejarah, maka saya kan balik menanyai saudara. Jika di dalam Al-Kitab terdapat ilmu pengetahuan, apakah harus sama dengan kebenaran ilmu pengetahuan sekarang? Jika tidak sama, bagaimana dengan kesucian Kitab suci tersebut?
        .
        => silahkan saudara jawab singkat saja.

      • @habib

        ==PENYALIBAN YESUS==
        = >Sebelum kita masuk kepada kesimpulan sumber sejarah mana yang salah, maka perlu kita bahas dan saudara jawab perihal masalah penyaliban itu sendiri, untuk sementara saya biarkan statement saudara itu, walaupun sebenarnya saya juga sudah menulisnya dengan sangat jelas, baik kita mulai dengan pertanyaan saya diatas yang belum saudara jawab
        .
        1. Siapakah yang membawa Salib Yesus?
        a. Simon orang Kirene (Markus 15:21, Matius 27:35, Lukas 23:26)
        b. Yesus Sendiri (Yohanes 19:17)

        Perhatikan kalimatnya dengan tepat, setelah YESUS disuruh membawa salib, maka sebelum sampai di Golgota, YESUS kecapaian, sehingga tentara menyuruh Simon membawa salib, jadi kedua2nya benar.
        kesalahan ada pada saudara yang tidak menerima kalimat ayat secara keseluruhan.

        .
        2. Jam berapakah Yesus disalibkan?
        a. 9 pagi (Markus 15:25)
        b. Kira-kira jam 12 siang (Lukas 23:44)

        saya koreksi,
        Markus 15:25 tidak mengatakan jam sembilan pagi, tetapi hanya mengatakan jam sembilan
        Dua-duanya benar, Jam Sembilan orang Yahudi sama dengan Jam 12 orang Romawi, karena jam Yahudi dimulai jam 6 untuk terang.
        kesalahan ada pada saudara yang tidak mengerti latar belakang penulis.

        .
        3. Bersama siapakah Simon Petrus mengikuti Yesus?
        a. Sendirian (Markus 14:54, Matius 26:57, Lukas 22 :54)
        b. Bersama salah satu murid yesus (Yohanes 18:15)

        Koreksi kepada saudara, Markus 14:54, Matius 26:57, Lukas 22 :54 tidak mengatakan bahwa hanya Simon Petrus sendirian mengikuti YESUS, melainkan bahwa Simon Petrus mengikuti…
        jadi kesalahan ada pada saudara yang salah mengerti kalimat

        .

        4. Bagaimanakah cara Petrus bisa melihat Yesus
        a. Langsung masuk dan duduk bersama pengawal (Markus 15:54, Matius 26:58, lukas 22:55)
        b. Berada diluar Pintu dulu, menunggu salah satu murid Yesus bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu, baru kemudian diajak masuk oleh salah satu murid tadi ( Yohanes 18:16)
        .

        saya kira kalau ayatnya dibaca sudah jelas ada runut ceritanya, tidak ada yang perlu didiskusikan
        jadi kesalahan ada pada saudara yang menolak runut ceritanya.

        5. Dimanakah posisi Petrus ketika seorang perempuan menanyainya?
        a. di bawah, di halaman (Markus 15:66)
        b. duduk di luar di halaman (Matius 26:69)
        c. Di tengah-tengah halaman rumah (Lukas 22:55)
        d. Di pintu ketika dibawa masuk salah satu murid Yesus (Yohanes 18:16-17)
        .

        Koreksi kepada saudara Markus 15:66 itu tidak ada sama sekali.
        Tapi alur ceritanya sudah jelas, Petrus mendekati halaman, ia bergerak mendekati penjaga, lalu mendekati ruang sidang, jd tidak ada yang perlu dirisaukan…. saya merisaukan saudara, koq sembarangan mengutip2 Alkitab.

        6. Apakah kata-kata terakhir sebelum Yesus meninggal?
        a. “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?,” yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Markus 15:34, Matius 27:46)
        b. “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” (Lukas 23:46)
        c. “Sudah selesai” (Yohanes 19: 30)
        .

        sebelum meninggal Markus/Matius/Lukas/Yohanes mencatat:

        Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.
        (Markus 15:37)
        Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
        (Matius 27:50)
        Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
        (Lukas 23:46)
        Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
        (JYohanes 19:30)

        Jadi Markus dan Matius tidak menuliskan kata paling terakhir yaitu seruan nyaring itu.
        Seruan nyaring itu dituliskan oleh Lukas, dan penyerahan nyawaNYA dituliskan oleh Yohanes.

        jadi kesalahan ada pada saudara yang asal2an mengutip Alkitab.

        7. Dimanakah ibu dan orang-orang yang mengenal Yesus ketika Yesus disalibkan?
        a. Melihat dari kejauhan (Markus 15:40, Matius 27:55, Lukas 23:49)
        b. Berada di dekat salib Yesus (Yohanes 18:25)
        .

        Koreksi kepada saudara Yohanes 18:25 tidak menceritakan tentang ibu dan orang-orang banyak melainkan hanya perihal Simon Petrus yang masih dalam proses pengadilan, sementara yang a waktu penyaliban.
        Kesalahan ada pada saudara yang asal2an mengutip, dan tidak mengerti runut cerita.

        = > Pertanyaan Tambahan
        8. Bagaimana Yudas mati?
        a. Gantung Diri ( Matius 27:5)
        b. Jatuh Tertelungkup dengan perut terbelah (Kis 1:18-19)
        .

        Dia gantung diri, tidak ada yang memperdulikannya, sampai ia membusuk, lalu karena busuk ia jatuh sehingga perutnya terbelah.
        kesalahan ada pada saudara tidak tidak mengerti runut cerita.

        .

        => saudara jawab dulu pertanyaan itu. ingat, komitment kita, kitab suci tidak boleh bertentangan, kalau bertentangan, maka kesuciannya batal secara otomatis. saya butuh jawaban singkat saja. dan tidak perlu bertele-tele
        .

        dari semua pertanyaan di atas, kesalahan ada pada saudara.

        => untuk jauh membahas mengenai Penyaliban, saya akan memulai dengan pertanyaan
        .
        1. Hari apa Yesus disalib?

        Tidak dicatat di Alkitab, tetapi dikatakan YESUS bangkit pada hari pertama, hari Ahad, hari pertama/Ahad adalah hari Minggu, sehingga karena YESUS mati 3 hari, maka YESUS mati hari Jumat.

        2. Apakah Yesus Mati ditiang salib?

        Yohanes_19:15 Maka berteriaklah mereka: “Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!” Kata Pilatus kepada mereka: “Haruskah aku menyalibkan rajamu?” Jawab imam-imam kepala: “Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar!”
        jadi YESUS disalibkan, dan salib itu bentuknya ya tiang salib.

        3. Bagaimana kah bentuk seorang manusia ketika dibangkitkan setelah mati?
        .

        ada dua macam kebangkitan, bangkit karena dihidupkan dan akan mati lagi, dan satu lagi yaitu bangkit untuk hidup kekal.
        nah kalau bangkit yang pertama maka manusia yang bangit dari mati akan hidup seperti manusia biasa, lihat contoh Lazarus yang dibangkitkan dari kematian oleh YESUS, tetapi ia mati lagi.
        Bangkit untuk hidup kekal, maka lihat contoh YESUS KRISTUS, Ia memiliki TUBUH yang tidak dapat mati lagi.
        nanti seperti itulah tubuh kita ini jika dibangkitkan oleh YESUS.

        => silahkan saudara jawab singkat saja.
        .

        sudah saya jawab

        => karena saudara menanyai saya mengenai sejarah, maka saya kan balik menanyai saudara. Jika di dalam Al-Kitab terdapat ilmu pengetahuan, apakah harus sama dengan kebenaran ilmu pengetahuan sekarang? Jika tidak sama, bagaimana dengan kesucian Kitab suci tersebut?
        .

        Kitab Suci tidak didasari oleh ilmu pengetahuan tetapi oleh WAHYU ALLAH.
        Dan ALLAH tidak dapat dirumuskan oleh ilmupengetahuan.
        ALLAH-lah yang menelurkan ilmu pengetahuan, tetapi ada orang yang menyalahgunakan ilmupengetahuan sehingga bertentangan dengan ALLAH.
        Apakah AQ sepenuhnya sesuai dengan ilmu pengetahuan? kalau sesuai maka saudara dalam bahaya.

        => silahkan saudara jawab singkat saja.

        sudah saya jawab.
        pertanyaan saya perlu juga saudara jawab:
        Saksi sejarah mencatat YESUS disalibkan
        Pencatat sejarah macam Tacitus/Josephus dan penulis2 sastra juga mengatakan YESUS disalib
        Seorang di abad 6 mengakatakan YESUS tidak disalib

        pertanyaan
        apa landasan saudara percaya kepada seorang di abad 6 tersebut?

        salam

  25. =>secara pribadi saya meminta maaf kepada saudara, karena saya menjawab agak lama. Karena kesibukan pekerjaan dan lain hal yang membuat saya agak susah membagi waktu, semoga saudara bisa memaklumi dan sudi memaafkan saya. Baik kita mulai saja diskusi kita ini.
    .
    = > saudara menulis
    .
    1. Yang perlu saudara analisa adalah patahkan bukti melingkar yang saya sebut dengan argument.
    Bukti melingkar adalah…
    a. Muhammad benar, AQ dan allah saudara mengatakannya.
    b. AQ benar, Muhammad dan allah saudara mengatakannya.
    c. allah saudara benar, Muhammad dan AQ mengatakannya.
    .
    = > jika saya bisa mematahkan dan menjawab dengan telak pertanyaan saudara, sudikah saudara meminta maaf kepada Allah saya, kepada Muhammad yang saudara cela itu, dan tentunya kepada saya? ini sebuah tantangan untuk saudara, bagaiamana saudara?
    .
    = > saudara menulis
    .
    2. Begini saudara habib, jika saudara mengatakan ajaran Paulus tidak sama dengan ajaran Tuannya, maka saudara cantumkan saja ayatnya. Mana ayat yang YESUS ucapkan dan mana ayat yang Paulus katakan yang saling bertentangan. kalau saudara mengutip ayat di PL dan ayat yang diucapkan YESUS tetapi tidak menyertakan ayat yang dituliskan Paulus, bisa jadi saudara hanya mengetahuinya secara turun temurun tanpa mendalami sepenuhnya.
    Contohnya saudara bilang Paulus mengejarkan dosa waris, tetapi saudara tidak mencantumkan ayat landasan saudara dengan tepat.
    .
    = > Bisa jadi benar seperti yang saudara bilang, mungkin saja tuduhan saya turun temurun seperti yang saudara bilang, baik begini saja, untuk melihat apakah saya hanya sekedar menuduh padahal ternyata tidak seperti itu menurut saudara, atau bahkan mungkin kita ternyata satu pikiran, saudara berikan komentar saudara terhadap penjelasan saya dibawah ini.
    .
    Saya ulangi tulisan saya,
    *Matius 19:14
    Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”
    .
    = > maka dengan memperhatikan ayat tersebut dapat setidaknya kita ambil beberapa kesimpulan bahwa
    1. Anak-anak itu suci, tidak berdosa
    2. Ternyata ada manusia yang Tanpa mengimani penyaliban yesus pun seseorang bisa masuk surga, bahkan bisa dikatakan empunya surga. Alasannya, pada kejadian tersebut, Yesus masih belum disalib dan anak2 itu juga belum mengerti tentang peristiwa penyaliban
    = > Menurut saudara apakah benar kesimpulan yang saya buat?
    = > ada lagi masalah baptis, saya meminta saudara menjelaskan kepada saya apa itu baptis, dan apa fungsi baptis itu sendiri?

    • @habib

      saya juga sedang sibuk sekali….

      1. jelaskan saja ketidakmelingkaran rumusan yang saya sebut.
      2. Dosa waris,

      analisa dan landasan saudara:

      *Matius 19:14
      Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”
      .
      = > maka dengan memperhatikan ayat tersebut dapat setidaknya kita ambil beberapa kesimpulan bahwa
      1. Anak-anak itu suci, tidak berdosa
      2. Ternyata ada manusia yang Tanpa mengimani penyaliban yesus pun seseorang bisa masuk surga, bahkan bisa dikatakan empunya surga. Alasannya, pada kejadian tersebut, Yesus masih belum disalib dan anak2 itu juga belum mengerti tentang peristiwa penyaliban
      = > Menurut saudara apakah benar kesimpulan yang saya buat?
      = > ada lagi masalah baptis, saya meminta saudara menjelaskan kepada saya apa itu baptis, dan apa fungsi baptis itu sendiri?

      a.Kesimpulan pertama saudara itu darimana?, ayat kutipan itu tidakpun mengatakan sama sekali tentang kesucian dan ketidakberdosaan…
      b. anak2 itu datang kepada YESUS tanpa rintangan pikiran/agama/filsafat/latar belakang (yang ini dipraktekkan oleh oranbg2 yang sering mengitari YESUS kala itu),… nah datang kepada YESUS dengan cara inilah yang disebut “empunya Kerajaan Sorga”.
      jadi saudara kalau tidak datang kepada YESUS dengan cara seperti itu, maka saudara sudah pasti bukan “empunya Kerajaan Sorga”.

      salam

  26. = >Tulisan saudara
    1. Hukum Taurat dan Kitab para nabi digenapi oleh YESUS, tuntutan Hukum taurat digenapi. Dan Hukum yang lebih hebat dari hukum itu, hukum yang melandasi Hukum taurat ditanamkan kepada hati kita, itulah sunat hati, sunat yang dilakukan oleh ROH ALLAH dan bukan sunat yang dilakukan manusia.
    baca Kitab taurat berikut:
    Ulangan_10:16 Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.
    dan Kitab nabi berikut:
    Yeremia_4:4 Sunatlah dirimu bagi TUHAN, dan jauhkanlah kulit khatan hatimu, hai orang Yehuda dan penduduk Yerusalem, supaya jangan murka-Ku mengamuk seperti api, dan menyala-nyala dengan tidak ada yang memadamkan, oleh karena perbuatan-perbuatanmu yang jahat!”
    ———————————————————————-
    = > ingat Ulangan adalah salah satu kitab taurat yang berarti juga berlaku hukum Taurat juga, maka jika kita mengikuti pola pikir saudara, jika SUNAT tidak saudara lakukan karena telah digenapi oleh Yesus, maka SUNAT HATI pun tidak perlu dan tidak wajib saudara lakukan juga, kan sudah di genapi Yesus, bukankah Yesus adalah kegenapan Taurat? Hayo, jangan menggunakan standart ganda. Lagian saudara, yang sedang kita bahas ini adalah perjanjian khitan, bukan sunat hati, bukankah sudah jelas, Tuhan mengatakan bahwa hukum khitan itu Kekal, saudara mengerti tidak artinya Kekal?
    .
    = > tulisan saudara
    .
    2. Karena YESUS telah menggenapi semua tuntutan Taurat, maka tuntutannya selesai. Umpama mengisi air di suatu wadah, air itu mengisi wadah itu sedikit demi sedikit, dan ketika YESUS datang maka IA berkata: “Saya datang bukan untuk menumpahkan wadah ini, tetapi untuk mengisi penuh wadah ini”. Nah setelah wadah itu penuh, maka YESUS memberikan ke hati kita hukum yang baru yaitu Perjanjian Baru yaitu hukum yang melandasai kenapa wadah tadi harus diberikan. Kalau wadah itu sudah penuh, maka kalau ada usaha mengisi wadah itu lagi akan sia-sia, karena akan tumpah, terbuang, jadi terimalah wadah-wadah yang baru, yaitu wadah-wadah yang luas tak terbatas, wadah yang ditanamkan dihati, yang dalam term ALKITAB disebut terimalah ROH KUDUS. Karena ROH KUDUS tinggal dalam orang percaya, dan IA adalah MAHA. Semua pekerjaan atas tuntutan Taurat itu sudah digenapi, sudah dikerjakan oleh YESUS, nah percaya tidak dengan keadaan itu? Kalau percaya maka HUKUM KASIH serta merta akan tertanam di hati saudara, saudara akan bersunat hatinya. Dengan cara inilah Abraham dibenarkan oleh TUHAN, ia percaya kepada TUHAN bukan karena melakukan hukum Taurat, karena hukum taurat belum ada, ia menerima anugerah perjanjian bukan setelah bersunat, melainkan sebelum bersunat, kenapa? karena ia percaya pekerjaan TUHAN yang akan terjadi. Iman beliau melihat yang akan terjadi, sementara iman kita melihat yang akan terjadi yang dilandasi dari apa yang sudah terjadi, yaitu SALIB YESUS. Percaya itu bukan suatu perbuatan, karena YESUS disalibkan bukan karena percaya kita, Salib itu sudah terjadi dahulu kala, percaya tidak percaya Salib itu telah terjadi. Kalau kita percaya maka kita diajak ke tingkat berikutnya, yaitu hidup di dalam kepercayaan itu. Hidup didalam kepercayaan itulah mengharuskan kita hidup dalam kasih.
    ———————————————————-
    = > dengan kata lain, saudara hendak mengatakan, bahwa
    1. Umat Kristen Boleh tidak Bersunat
    2. Umat Kristen Boleh Tidak mengKuduskan hari sabat
    3. Umat Kristen Boleh Tidak bersunat Hati
    4. Umat Kristen Boleh Berzina
    5. Umat Kristen Boleh Membunuh
    6. Umat Kristen Boleh menyembah Berhala
    7. Umat Kristen Boleh Berdusta
    8. Umat Kristen Boleh Membenci Kedua orang Tua nya dan lain lain
    Begitu bukan? Bukankah yang saya tuliskan itu adalah Perintah yang terdapat dalam kitab Taurat? Semua sudah di genapi lunas oleh Yesus, bahkan jika ada umat kristen melakukannya maka akan tumpah seperti yang saudara katakan tadi, jadi sia-sia saja, toh sudah ada yang menggenapi, jadi tidak apa2 saudara melakukan hal2 yang diatas itu, begitu bukan? Jika saudara terlalu Jantan mengatakan bahwa hukum Bersunat tidak berlaku karena sudah tergenapi Yesus, maka saudara terlalu naif untuk mengakui bahwa saudara Boleh Berzina, Boleh Membunuh dll, kenapa? Bukankah itu adalah hukum Taurat juga? bagaimana menurut saudara, apakah benar seperti itu?
    .
    = > jawaban saudara
    .
    3. Untuk itulah perlu watak yang cerdas, dan perlunya kelemahlembutan dan penguasaan diri dalam membaca ALKITAB. Dalam term kristen disebut dibutuhkan ROH KUDUS dalam membaca ALKITAB, karena salah satu buah dari ROH adalah kelemahlembutan dan penguasaan diri.
    Kalau saudara membaca silsilah di Matius itu silsilah atau asal usul kerajaan, orang-orang yang disebutkan dari sejak Daud sampai seterusnya adalah keturunan raja. Kenapa dimulai dari Abraham? karena pada Abraham ada JANJI. Dimana JANJI dituliskan yaitu di Kitab Hukum dan Kitab Nabi, karena di kitab-kitab ini maka JANJI itu adalah bagian dari yang harus DIGENAPI YESUS, karena JANJI itu telah digenapi, maka terimalah JANJI YANG BARU, yaitu JANJI yang melandasi JANJI yang pertama. Silsilah di Lukas adalah silsilah dari jalur Maria, menjelaskan tentang penggenapan Kitab Nabi, bahwa seorang anak dara akan mengandung dan akan melahirkan seorang Putra (ingat kutipan Kitab Yesaya 9, kalau tidak ingat carilah ayatnya).
    Injil Matius awalnya ditujukan kepada orang Yahudi, dan orang Yahudi memiliki iman pada perjanjian, dan Abraham adalah awal dari janji itu. Karena itulah matius memulai silsilah dari sumber janji itu, yaitu Abraham.
    Lukas diakhiri kepada ALLAH baru Adam yang disebut anak ALLAH, untuk menjelaskan bahwa meski YESUS secara manusia adalah keturunan Maria, tetapi DIA adalah ANAK ALLAH karena IA lahir bukan atas perbuatan manusia melainkan oleh kuasa ROH KUDUS. Dan kepada Adam ada janji, yaitu bahwa keturunan perempuan akan meremukkan kepala sumber dosa.
    Dari Abraham sampai Daud alurnya sama, tetapi dari Daud sampai ke YESUS ada perbedaan, dimulai dari:
    Silsilah di Perjanjian Baru itu sendiri harus dilihat dari sisi silsilah rohaniah, silsilah perjanjian.
    Matius mencatat Salomo (karena Salomo adalah Raja), sementara Lukas mencatat Natan dan Natan bukannlah raja,.. jadi Matius mencatat raja-raja sementara Lukas tidak meski mengawalinya dari Raja Daud, karna janji MESIAS yang akan datang itu adalah keturunan Raja Daud.
    Salomo artinya “damai sejahtara”;
    Natan artinya “Dia memberikan”
    jadi kalau digabung, “DIA memberikan damai sejahtera”.
    Perlu diketahui silsilah selalu mencantumkan pihak laki-laki, jadi meski perempuan yang melahirkan YESUS, yaitu Maria, tetapi bukan beliau yang dicantumkan namanya melainkan “on behalf of her, her husband Joseph”. Dengan cara yang sama inilah saudara dapat mengerti antara Salomo dan Natan di atas.
    —————————————————————————————
    = > Saya suka dengan kata2 saudara “perlu watak yang cerdas, dan perlunya kelemahlembutan dan penguasaan diri dalam membaca ALKITAB”, baik saya akan melihat sisi kecerdasan saudara dalam mengikuti penjelasan saya berikut ini. Saya masih tetap menyebut ini adalah sebuah pertentangan, kenapa? setidaknya saya mempunyai alasannya, ini jawaban telak untuk masalah silsilah ini.
    .
    = >Agar masalah ini jelas dan tuntas, maka jika benar silsilah itu adalah silsilah kerajaan bukan silsilah sebagai mana biasa, maka kita juga perlu uji nama2 yang berada disitu apakah mereka benar2 keturunannya tidak? Jika benar, maka itu adalah silsilah keluarga biasa, jika tidak maka benar kata saudara, silsilah itu hanya lah sebuah silsilah rohaniah saja, bahwa untuk matius berasal dari unsur raja, dan Lukas penggenapan kitab nabi. Mari kita ambil nama-nama tersebut secara acak saja, dan yang terdapat dalam injil tentunya.
    *Matius 1:2
    2 Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,
    .
    = > saya pikir kita tidak perlu berpanjang lebar, sudah jelas bahwa Ishak memang benar anaknya Abraham dan Yakub adalah anaknya Ishak. Maka mereka benar2 keluarga, tanpa ada embel2 yang lain, jadi kata-kata Abraham memperanakkan Ishak, memang benar sekali, karena Ishak adalah anak dari Abraham. Mari kita uji nama2 yang lain.
    .
    4 Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,
    .
    1Taw 2:10 Garis silsilah dari Ram sampai kepada Isai adalah sebagai berikut: Ram; Aminadab; Nahason (seorang tokoh suku Yehuda)
    .
    = > sekali lagi, mereka juga adalah benar2 satu silsilah, jadi kata2 memperanakkan disitu adalah benar, karena Ram benar2 mempunyai anak bernama Aminadab. Jadi ini adalah silsilah keluarga biasa.
    .
    Bagaimana dengan Lukas? Saya tidak akan mengecewakan saudara, mari kita bahas.
    Untuk nama-nama dalam silsilah yang di berikan Lukas, setidaknya kita akan mendapat kesulitan, karena lebih jauh jika melihat dan menyelidiki dalam Perjanjian Lama sama sekali tidak memuat atau tidak mendapati nama-nama dari Yusuf (suami maria) sampai sebelum Natan. Tapi untuk selain nama-nama itu, setidaknya kita bisa menggunakan PL sebagai rujukan.
    .
    = >Maksud saya menulis tulisan diatas untuk memberikan tanggapan bahwa silsilah dari Matius adalah asal usul kerajaan, sedangkan Lukas dari alur maria, serta membuktikan beberapa kejanggalan yang akan saya rangkum sebagai berikut:
    1. Kata “Memperanakkan “ dalam matius. Menurut saudara apa arti “memperanakkan”? atau misal dalam Lukas, Natan anak Daud anak Isai. Apakah Natan memang anak Daud? Dan Daud anak Isai? Jika memang benar, kenapa saudara menolak jika silsilah itu adalah silsilah sebuah keluarga?
    .
    2. Saudara mengatakan bahwa silsilah Matius adalah dari asal usul Kerajaan sedangkan Lukas adalah dari Maria, sebagai orang yang pandai dan tau injil, saya meminta saudara menunjukkan bukti ayatnya kepada saya? Mana ayat yang menjelaskan demikian? Apa benar Maria (walaupun disitu ditulis Yusuf) itu anak Eli dst? Apa benar silsilah itu dari jalur Maria? Padahal di Lukas dengan sangat jelas dikatakan,
    “Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun (dan menurut anggapan orang), Ia adalah ANAK YUSUF, ANAK ELI.. dst”. Yang menjadi anaknya Eli itu Maria atau Yusuf menurut saudara? kalau saudara bisa membuktikan bahwa klaim saudara benar, bahwa silsilah Lukas itu adalah jalur maria, maka saudara juga harus berani mengganti redaksional pada ayat Lukas tersebut dong, Karena tulisan “Ia (Yesus) Anak Yusuf, anak Eli dan seterusnya.. ” sesuatu yang sangat ambigu dan menyesatkan, harusnya Ia (Yesus) Anak Maria, anak Eli dst. Jika saudara terlalu berani menyuarakan pendapat bahwa sesungguhnya tulisan “Yusuf” disitu adalah Maria, maka saya meminta saudara dengan keberanian pula untuk mengganti redaksionalnya, loh kenapa? Apa hal? Bukankah Yusuf bukan ayah kandung yesus? Bukankah seharusnya Tuhan tidak ber silsilah? Saudara akan menjawab, untuk penggenapan nubuat nabi, karena Mesiah harus keturunan Daud dll, loh kenapa seorang penyelamat, Firman yang adalah Tuhan harus tergantung dengan tetek bengek dan segala bentuk persyaratan administrasi serta aturan akan kegenapan nubuat nabi? Memangnya siapa nabi? Hingga harus memberikan aturan kepada Tuhan? Ia Allah, Tuhan, ketika dia berkehendak untuk turun menjadi manusia, berkehendaklah Ia, kenapa harus seperti ini dan seperti itu? harus keturunan Daud dll? Apakah Tuhan saudara keturunan Daud? Jika iya, bagaimana dengan posisi Daud sendiri? Raja-Nya tuhan Begitu? Masya Allah, Astagfirullah hal adzim. Silahkan saudara jawab dan jelaskan kepada saya..
    .

    3. Di dalam Matius kita lihat ada silsilah mengenai raja-raja Israel melalui Raja Salomo sebagai berikut:

    *Matius 1:7-10
    “Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa, Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia, Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia, Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia,”
    .
    Maka hal ini dapat kita komparasi dengan keterangan yang terdapat di Perjanjian Lama
    .
    *1Taw 3:10
    Silsilah raja-raja Israel dari Raja Salomo sampai Yosia adalah sebagai berikut: Salomo, Rehabeam, Abiam, Asa, Yosafat, Yehoram, Ahazia, Yoas, Amazia, Uzia, Yotam, Ahas, Hizkia, Manasye, Amon dan Yosia.
    .
    = > maka dengan sangat terpaksa saya menambah pekerjaan saudara dengan beberapa pertanyaan dibawah ini
    .
    a. Apakah silsilah dalam ayat 1Taw 3:10 itu benar?
    .
    b. Bagaimana pendapat saudara mengenai kedua silsilah tersebut? Mana yang benar dari kedua silsilah tersebut? Pada matius berjumlah 13 raja dari Raja Salomo ke Raja Yosia, sedangkan Tawarikh mencatat setidaknya ada 16 Raja dari Raja Salomo ke Raja Yosia?
    .
    c. Mari kita komparasi secara komprehensif silsilah Matius dan Tawarikh tersebut
    Apakah:
    – Abia = Abiam?
    – Yoram = Yehoram
    .
    => jawaban saudara
    .
    4.Alkitab dipenuhi kisah luar biasa, dan dipenuhi kisah-kisah. Contoh YESUS mengubah air menjadi anggur, Maria mengandung meski ia masih perawan. Hal-hal seperti ini tidak sanggup diterima akal, maka disebut saja namanya muzijat, artinya TUHAN bertindak. TUHAN menciptakan dr yang tidak ada menjadi ada juga adalah tidak masuk akal manusia, tetapi kita katakan itu muzijat, TUHAN bertindak, yang tidak mungkin pada manusia, mungkin kepada ALLAH, artinya kita terbatas dan DIA tidak, karena IA tidak terbatas maka kita yang terbatas melandaskan iman percaya kita kepada DIA.
    Pondasi ini harus ada pada setiap orang yang percaya kepada ALLAH, termasuk saudara. Meski hal-hal yang luar biasa, muzijat, sering terjadi, tetapi TUHAN tidak asal-asalan melakukannya, ada alasan, ada pondasinya. YESUS menjadi manusia lahir dari seorang perempuan, jelas ada pondasinya dan ada kegunaannya, yaitu supaya YESUS dapat merasakan penderitaan kita. Pemimpin dapat saja memberi nasehat-nasehat hebat, tetapi kalau pemimpin itu tidak pernah merasakan penderitaan kita, maka sama saja kata-kata itu hanya retorika,… sementara TUHAN tidak demikian, IA turut merasakan semua penderitaan kita, sehingga ketika kita mengeluh dan menangis dan menderita, maka kita terhiburkan karena KRISTUS sudah pernah mengalaminya, sudah pernah melewatinya….Kalau saudara pernah disalah mengerti orang, apa yang saudara lakukan? jawabannya sudah pernah dilakukan KRISTUS. IA tidak menuntut hak, melainkan rela menderita. Menurut beberapa orang memaafkan orang yang mengasari kita adalah tidak masuk akal, tetapi KRISTUS mengatakan maafkanlah, kasihilah.
    ——————————————————————————
    = > Hah?!! Apa?!! maaf saya agak mendramatisir, soalnya saya cukup surprise dengan jawaban saudara, ibaratnya ketika saudara mengatakan itu diikuti oleh sambaran petir yang saling bersahutan dan menggelegar,hehe,tampaknya langit juga sama kagetnya dengan saya, semisal ada seekor kucing dan cicak yang ikut membaca dengan saya mungkin akan shock, dan kemudian saling berpandangan trus geleng2 kepala dengan saya, hehe.
    .
    Saya teringat sebuah cerita yang sangat mirip dengan cerita saudara diatas, mungkin kalau saudara sering melihat TV, di salah satu TV swasta mempunyai Reality Show yang berjudul, Andai Aku Menjadi…, sering saya mendengar jawaban dari para peserta yang mengikuti acara ini jika ditanyakan pertanyaan, apa se tujuan seorang yang kaya raya serba berpunya, bersih, cantik, seperti anda mau menderita, bersusah susah, ber kotor2 ria seperti ini? Maka Peserta itu menjawab, agar saya bisa ikut merasakan penderitaan ibu A atau bapak A (intinya orang2 yang miskin), agar sya bisa lebih mensyukuri karunia Tuhan dengan begitu saya nantinya tidak sombong dalam menjalani kehidupan ini. Semoga dengan pengalaman ini saya akan lebih suka menolong orang yang sedang susah dan lain-lain dan lain-lain, sembari nangis2 lah. Ijinkan saya menyela kenikmatan saudara membaca cerita saya ini. Ok, berpijak dari jawaban saudara dan sedikit cerita dari saya, secara sadar dan berani saudara menempatkan dan memposisikan Tuhan/Allah seperti peserta yang sedang mengikuti Reality Show itu. sederhananya sebagai berikut:
    .
    Peserta Reality Show– >menjadi orang miskin–>merasakan kehidupan orang miskin–> agar bisa lebih mensyukuri karunia Tuhan, tidak sombong dan suka menolong.
    .
    #komentar saya
    Wajar, dia hanya seorang manusia. Jadi untuk merasakan kehidupan yang berbeda dengan ia, maka ia harus menjadi kehidpuan yang lain itu agar ikut merasakannya. Nah sekarang, apakah hal ini juga berlaku untuk Tuhan? Kita lihat penjelasan berikut ini..
    .
    Tuhan–> menjadi manusia–>merasakan penderitaan manusia–> agar tidak hnya pandai beretorika, karena Tuhan yang benar menurut saudara Pharhobass adalah sembari memberi nasehat/aturan juga harus menjalankan nasehat dan aturannya tersebut.
    .
    Saya bertanya,
    1. jika Tuhan tidak menjadi manusia, apakah Tuhan tidak bisa merasakan bagaiamana penderitaan manusia, dan tidak bisa memberikan nasehat dan jalan keluar yang benar?? Tentu saja iya kalau kita lihat jawaban saudara.
    .
    2. jika hanya dengan menjadi manusia, Tuhan baru tau bagaimana rasanya sebuah penderitaan hamba-Nya, kemudian dijadikan-Nya penderitaan itu sebagai sebuah pijakan, tolok ukur, dan dasar pemberian nasehat kepada manusia, bagaimana dengan nasib jutaan manusia sebelum Tuhan menjadi manusia/yesus? Saya curiga dan takut, jangan-jangan tuhan saudara salah lagi memberikan nasehat, kan Ia belum merasakan penderitaan manusia? Sekali lagi jika kita konsisten dengan statemen saudara.
    .
    3. Lebih berani lagi, jika segala sesuatu produk yang dihasilkan Tuhan harus melalui Riset, penelitian dan pengalaman pribadi, seperti halnya keharusan Tuhan yang agar bisa menghasilkan sebuah nasehat yang benar serta jalan yang tepat terhadap permasalahan manusia maka harus menjadi manusia, bagaimana dengan mahluk yang lain? Haruskah tuhan menjadi hewan untuk mengetahui apa solusi atau nasehat yang diberikan jika si hewan begini atau begitu? Haruskah tuhan menjadi bakteri untuk mengerti penderitaan bakteri dan memberikan nasehat kepada koloni bakteri tentang sesuatu agar dicontoh dan dipraktekkan? Dan Banyak lagi mahluk-mahluk yang mengantri agar tuhan sudi mampir menjadi dirinya, karena tentunya tuhan tidak bisa memberikan nasehat yang benar jika tidak menjadi mahluk itu bukan? Sekali lagi itu kesimpulan yang saya ambil dari jawaban saudara.
    .
    Secara garis besar pertanyaan yang cukup mengganggu adalah dimana letak ke-Maha-an tuhan?
    .
    5. Kitab Injil ditulis setelah YESUS mati, bangkit dan naik ke sorga, dan penulis-penulis sudah sadar dan mengenal siapa YESUS,.. IA adalah Tuan. Dengan pola iman inilah mereka menulis semua yang dapat mereka ingat, dan apa yang Roh Kudus ilhamkan kepada mereka. Dan Injil inilah yang diajarkan kepada semua orang, dan saya percaya kepada Injil itu, sementara saudara belum.
    Penulis-penulis Injil bukanlah orang-orang yang percaya begitu saja, mereka awalnya tidak percaya, bahkan masih banyak yang ragu, tetapi kuasa yang menyertai menceritakan hal lain, bahwa YESUS adalah KRISTUS, MESIAS yang dijanjikan. IA adalah FIRMAN ALLAH yang diutus menjadi manusia.
    ALLAH YANG ESA adalah BAPA, Firman dan Roh Kudus, … sehingga diutuslah Firman menjadi manusia, dan dalam keadaan manusia itu IA dinamai YESUS, oleh perbuatanNYA IA adalah KRISTUS, dan dalam nature IA tidak terpisah dari ALLAH, IA tidak berdosa.
    Meski IA pernah menjadi manusia, tetapi IA tidaklah manusia seperti kita, IA yang dalam keadaan manusia berkuasa menghapuskan dosa.
    Firman ALLAH menjadi manusia itu bukan hanya kepada saudara itu asing dan membingunkan, tetapi juga kepada orang-orang Yahudi yang tidak percaya. Jadi ketidakpercayaan saudara itu sudah berusia kira-kira 2000 tahun, itu tidak aneh, itu biasa, itu lumrah. perhatikan kata mereka yang tidak percaya kepada YESUS,…
    Yohanes_5:18 Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.
    Jadi seperti argument2 saudara yang menentang NATURE YESUS, itulah yang dilakukan setiap orang yang tidak percaya kepada ALLAH. Itu biasa, lumrah, awam, duniawai, tetapi kita mengejar yang LUAR BIASA, YANG SORGAWI, makanya kita percaya kepada YESUS YANG LUAR BIASA, Firman ALLAH YANG menjadi manusia.
    Asap menjadi tongkat,… tongkat itu ditanam, mati, dan… busss menjadi asap lagi, itu alur sederhana Firman menjadi manusia, dan manusiaNya mati, lalu kembali ke Firman.
    Umat ALLAH tidak menuhankan sisi kemanusiaan YESUS, tetapi mengikuti sisi kemanusiaan YESUS dalam hal menyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan kita dalam berperilaku, dalam tunduk kepada TUHAN dan dalam mengasihi.
    ——————————————————————————–
    = > secara jelas saya katakan bahwa apa yang disangkakan Yahudi itu sangatlah berbeda dengan pandangan saya mengenai yesus. Yesus tidak pernah menyamakan dirinya sendiri sejajar dengan Bapa nya atau Tuhan, dimana saudara temukan ayat yang menjelaskan demikian? Dan Anak Allah itu banyak bukan hanya yesus, seperti yang saya pernah jelaskan kepada saudara, jika lupa segera saudara cari. jadi sebutan anak Allah, bukan berarti bahwa dia anak biologis Allah, sama dengan anak buah, anak sekolah, apakah sekolah mempunyai anak? Tentunya tidak, itulah kenapa ketika yesus mengatakan Bapa, itu tidak berarti Bapa dalam hal keBapakan, tapi sebutan untuk Tuhannya Yesus. Coba kita lihat apa yang yesus katakan kepada kita:
    .
    Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya ANAK TIDAK DAPAT MENGERJAKAN SESUATU DARI DIRI-NYA SENDIRI, jikalau tidak Ia MELIHAT Bapa mengerjakannya (Yohanes 5:19)
    .
    => coba tanya kenapa Yesus tidak bisa mengerjakan sesuatu dari dirinya sendiri? Kenapa harus melihat Bapa dulu? Apakah itu sebuah indikasi bahwa Yesus sejajar dengan Bapa? Dalam hal apa?
    .
    “Hal duduk di sebelah kananKu atau di sebelah kiriKu, AKU TIDAK BERHAK MEMBERIKANNYA. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa BapaKu [yaitu Allah] telah menyediakannya.” (Matius 20:23)
    .
    = > coba tanyakan kepada yesus, kenapa beliau tidak berhak memberikan tentang kepastian siapa yang duduk disebelah kanan atau kirinya? Coba saudara tanyakan. Maka yesus akan menjawab, karena yang lebih berhak itu Bapa nya dia, Tuhannya dia, siapa? Allah tentu jawabannya. Jadi yesus merasa tidak berhak. Apakah itu menandakan bahwa yesus sejajar dengan Allah? Atau apakah yesus itu adalah Allah? Jawabannya tentunya iya, jika saudara tidak mempunyai mata untuk melihat dan pikiran yang sehat untuk berpikir, dari sudut mana saudara melihat? Tapi saya pikir saudara tidaklah begitu.
    .
    “Pada waktu itu berkatalah Yesus: “AKU BERSYUKUR KEPADA-MU, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang barkenan kepada-Mu.” (Matius 11:25).
    .
    = > coba tanya kenapa yesus bersyukur kepada Bapa nya? Apakah itu menandakan ia dan Bapa sejajar? Atau ia sendiri adalah Tuhan seperti halnya Bapa? Bagaimana ia bersyukur kepada dirinya sendiri? Ha? Bagaimana saudara?
    .
    “Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab BAPA LEBIH BESAR DARI PADA AKU.” (yoh 14:28)
    .
    = > coba tanyakan kenapa yesus mengatakan bahwa Bapa nya lebih besar dari pada ia? Coba tanyakan kenapa? karena ia merasa lebih kecil tentunya to? kalau yesus dengan jujur dan berani mengatakan bahwa Bapa nya lebih Besar dari ia, kenapa saudara dengan pongahnya mengatakan bahwa ia sejajar? Salah satu dari 3 kepribadian Tuhan?
    .
    Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, LEBIH BESAR DARI PADA SIAPAPUN, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa”(yoh 10:29)
    .
    = > Andai saja saudara satu jaman dengan yesus, dan secara kebetulan mendengar Yesus mengatakan demikian, “BAPA KU LEBIH BESAR DARI SIAPAPUN”, apakah seketika itu saudara langsung berpikir “Aha! Ni orang pasti tuhan, dan sejajar dengan tuhan!”, saya yakin saudara akan membuat orang2 pingsan karena kaget. dari sudut mana saudara melihat yesus itu sejajar dengan Bapa? Apa yesus berpura-pura dan berbohong?
    .
    = >Dan masi banyak lagi perkataan-perkataan Yesus yang menjelaskan posisi dia dan posisi Tuhan, mana yang menunjukkan Yesus itu sama dengan Tuhan? Atau sejajar? Orang yahudi sama halnya dengan saudara salah dalam mengimani Yesus. Dan sangat berbeda dengan pandangan saya, saya menganggap Yesus adalah nabi besar, manusia yang mulia, tapi bukan Tuhan. Coba saudara baca baik-baik ayat diatas itu, adakah sedikitpun ciri-ciri atau maksud yang tersirat bahwa yesus mensejajarkan dirinya dengan Tuhan?
    .
    = > saudara bilang
    .
    Asap menjadi tongkat,… tongkat itu ditanam, mati, dan… busss menjadi asap lagi, itu alur sederhana Firman menjadi manusia, dan manusiaNya mati, lalu kembali ke Firman.
    —————————————————————————–
    = > Sudah saya tanyakan kepada saudara, Apakah Asap ketika menjadi Tongkat, masih disebut Asap?? Ketika si Asap menjadi Tongkat apakah ada Asap lagi?
    .
    = >Bagaimana dengan Yesus si Firman ini, pertanyaannya sama, Apakah ketika Tuhan menjadi Yesus yang seorang manusia, masih disebut Tuhan? Saya tantang saudara untuk menjawab Yesus bukan Tuhan, berani saudara? saya yakin tidak berani. Dan Ketika Tuhan menjadi manusia, apakah ada Tuhan lagi? Ada si Bapa dan Roh kudus. Itulah saya katakan bahwa contoh saudara itu tidak tepat, dan saudara gagal menjelaskan masalah ini. Bukan karena saudara tidak mampu, tapi memang tidak mungkin saja Tuhan menjadi manusia.
    .
    = >statement terakhir saudara
    .
    Umat ALLAH tidak menuhankan sisi kemanusiaan YESUS, tetapi mengikuti sisi kemanusiaan YESUS dalam hal menyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan kita dalam berperilaku, dalam tunduk kepada TUHAN dan dalam mengasihi.
    ———————————————————————-
    = > saya yakin saudara tidak bermaksud untuk bercanda, karena selain tidak lucu, saya juga tau saudara tidak suka melucu. Tanggapan untuk jawaban saudara itu begini, apakah Yesus itu Allah? Apakah yesus itu Tuhan?
    .
    6. Dalam metode pembuktian ada istilah Proof by contradiction. Nah ketika saudara membaca Alkitab, khususnya 4 Kitab Injil saudara akan menemukan sisi-sisi kemanusiaan YESUS dan juga sisi-sisi ke-Tuhan-an.
    Sisi kemanusiaan itu menjelaskan akan penggenapan kitab hukum dan nabi-nabi.
    Sisi ke-Tuhan-an itu menjelaskan tentang kebenaran, keteguhan, kekuatan, kuasa yang disertai dari penggenapan kitab hukum dan nabi-nabi.
    Contohnya begini:
    sulit menemukan kekonsistenan/kejujuran/kebaikan pada manusia,
    tetapi ada manusia yang konsisten/jujur/baik, jika ada hal yang ilahi padanya.
    Saudara menilai Muhammad konsisten/jujur/baik, bagi saya YESUSlah satu-satunya manusia yang konsisten/jujur/baik, karena YESUS adalah Tuan dan Muhammad tidak.
    TUHAN pasti konsisten/jujur/baik sementara manusia tidak.
    Jadi sebaik-baiknya Muhammad dalam konsisten/jujur/baik,pasti ada bolongnya pasti ada celahnya karena beliau adalah manusia fana, tetapi karena YESUS adalah Tuan maka IA pasti konsisten/jujur/baik selalu, karena TUHAN tidak berlawanan dengan hakekatNYA.
    Jadi pilihan saudara saya balik ke saudara:
    saudara mempercayai manusia yang bisa tidak konsisten/jujur/baik, atau saudara mempercayai Yang pernah menjadi Manusia, tetapi tidak pernah tidak konsisten/jujur/baik.
    salam
    .
    = > Sungguh sangat menyedihkan tuhan yang demikian ini, kalau saudara seorang kristen sejati, saudara pasti dengan sangat yakin mengatakan bahwa yesus itu Tuhan, bahkan saudara sangat yakin pula mengajak orang lain untuk mengakui bahwa Yesus itu Tuhan. Saudara mengatakan, Tuhan itu Bapa, Anak, dan Roh kudus yang esa. Bahkan saudara sudah sangat gamblang mengatakan bahwa Yesus itu adalah Allah. Ketika saudara mengatakan mereka Esa, maka apa yang Bapa lakukan, si anak dan Roh kudus juga harus tau? Atau ketika si Anak melakukan sesuatu, si Bapa dan Roh Kudus juga tau. saudara mengatakan kepada saya bahwa mereka 1 Hakekat, itu berarti mereka satu. Begitu kan seharusnya? Atau saudara mempunyai pendapat berbeda? Kalau kita disini berbeda maka percuma saya menjelaskan panjang lebar.
    .
    = > Saudara mengatakan Muhammad tidak konsisten, dan Yesus konsisten. Sebenarnya saya tidak mau terjebak dalam hal saling balas membalas seperti ini, karena Isa a.s/Yesus dan Muhammad adalah 2 Nabi besar yang saya yakini kebenarannya. Tapi karena saya yakin bahwa injil sekarang bukanlah injil yang di bawa dan diajarkan oleh Isa a.s/yesus. Maka saya yakin ada banyak kepalsuan dan kontradiksi didalamnya. Begini saja, agar fair, saudara berikan saja bukti ketidak Konsistenan Muhammad, dan saya akan memberikan bukti sebaliknya? Mudah, gampang dan tidak bertele-tele..

    • @habib

      1. Berulangkali saya sudah katakan kepada saudara, tidak ada kata tidak berlaku, tetapi ditekankan makna terdalam dari hukum itu.
      Kalau itu terlalu susah bagi saudara, maka singkatnya saya sebut sebagai menolak legalisasi.

      2. Ketika Hukum taurat dipenuhi oleh YESUS maka kita yang percaya kepada Tuhan YESUS merdeka, meski merdeka tetapi kita adalah hamba dari Kristus.
      Kita menjadi hamba bukan karena hukum taurat, tetapi karena kasih karunia.
      Jika oleh hukum taurat maka setiap orang bisa menghakimi sesamanya, contohnya karena saya tidak melakukan sabat, dan saudara tahu itu, maka saudara meski tidak melakukan hukum sabat, dapat menghakimi saya, sementara kita percaya bahwa ALLAH adalah HAKIM,… nah hukum kasih karuni itu selalu berasal dari ALLAH, dan karena itulah pelanggaran kepada kasih karunia itu selalu tertuju kepada ALLAH SANG HAKIM, karena tdak ada satu manusiapun yang memiliki kasih karunia, hanya ALLAH saja.

      3. memperanakkan dalam term Alkitab tidak melulu diartikan sebagai anak hasil biologis. itu salah satu dasar yang perlu saudara ketahui barulah pembahasan selanjutnya bisa terarah ke arah yang tepat dan benar.
      Oleh karena itulah dibutuhkan kecerdasan untuk memisahkan mana yang benar2 sebagai anak biologis, mana yang sekaligus biologis dan rohaniah, dan mana yang murni rohaniah.

      saudara harus mengerti paling tidak defenisi kata, makna kalimat, konteks, latar belakang, sejarah untuk dapat mengartikan Alkitab. Karena saudara sudah pada tahap “menafsir”, maka itu sangat diperlukan. Jangan paksa benak saudara diikuti oleh Alkitab, tetapi Alkitablah yang diikuti oleh saudara.

      4. Mungkin tontonan saudara harus diganti, pengganti reality Show “jika aku menjadi”…tontonlah misalnya channel History, Discovery Channel, national geographic, biar ada kemajuan…
      Justru saya yang agak geleng kepala kepada seorang yang mengaku percaya kepada allah tetapi mengaku bahwa allah dapat dimasukkan ke akal.
      Bagi kami yang percaya TUHAN (YHWH) dalam Nama YESUS KRISTUS, jelas, yaitu karena DIA berada jauh melampaui akal, maka kami meletakkan percaya kami kepada DIA.

      5. Ada sebuah cerita, rakyat sengsara tetapi rajanya sangat kuat dan perkasa dan ditakuti, Si raja berkata: “Rakyatku, tabahkan hatimu, kamu pasti bisa lepas dari sengsara”.
      Apa kata si rakyat: “enak saja raja berkata demikian, rajakan tidak dapat merasakan perasaan kami”.

      Itulah keinginan tertinggi dari hasrat manusia dalam meletakkan kepercayaan kepada TUHAN.
      Jadi kalau saudara berbuat baik, janganlah sombong karena ALLAH telah lebih dahulu berbuat baik kepada saudara.
      Jadi tidak ada alasan membanggakan diri.
      Jika saudara berlandasakan kepada perbuatan atas hukum, maka saudara bisa membanggakan diri, karena saudara melakukan hukum2 itu.

      6. Pandangan saudara terhadap YESUS dilandaskan kepada apa sehingga saudara tidak mempercayai penutur sejarah di awal?

  27. = > saudara menulis:
    .
    a. Segala sesuatu diciptakan ALLAH
    b. Dosa adalah sesuatu
    c. Apakah dosa diciptakan ALLAH?
    ——————————————————
    = > analisa premis saudara yang kurang tepat, Dosa bukan sesuatu layaknya benda saudara, Dosa tercipta, karena Tuhan telah menciptakan lawannya, yaitu Pahala. Apa itu Pahala? Pahala adalah hadiah/ganjaran dari Tuhan atas ketundukkan kita dalam melakukan segala perintah-Nya, maka jika kita tidak mengikuti perintahnya kita akan mendapatkan Dosa. Pilihannya kan cuman 2, Pahala atau Dosa, tidak ada perbuatan yang mendapat pahala skaligus mendapatkan Dosa atau sebaliknya, jika saudara melakukan perbuatan maka hanya 2 nilainya, BerDosa atau BerPahala. Maka berulang kali saya bilang, apakah itu berarti Tuhan menciptakan Perampok,Pembunuh, Pemerkosa? Tidak, perbuatan dosa adalah bentuk pembangkangan perintah Tuhan, dan pembangkangan tidak mendapatkan pahala. Saya harap saudara paham dan mengerti.
    .
    = > Saudara menulis
    .
    2. Alkitab berisi kisah-kisah hidup orang, suku, bangsa, ditulis hampir 2000-an tahun, yang sedikit bisa menggambarkan kepada saudara bahwa TUHAN tidak memaksakan kehendak.
    ————————————————————-
    = > mari kita lihat apakah benar seperti itu
    *Kejadian 38
    6 Sesudah itu Yehuda mengambil bagi Er, anak sulungnya, seorang isteri, yang bernama Tamar.
    7 Tetapi Er, anak sulung Yehuda itu, adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN MEMBUNUH DIA.
    .
    = > kenapa tuhan saudara membunuh anak sulung Yehuda? kejahatan seperti apa yang telah dia lakukan? Bukankah tuhan saudara tidak memaksakan kehendak, seperti yang saudara bilang?
    .
    = > lanjutan lagi ayatnya
    *kejadian 38
    8 Lalu berkatalah Yehuda kepada Onan: “Hampirilah isteri kakakmu itu, kawinlah dengan dia sebagai ganti kakakmu dan bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu.”
    9 Tetapi Onan tahu, bahwa bukan ia yang empunya keturunannya nanti, sebab itu setiap kali ia menghampiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya.
    10 Tetapi yang dilakukannya itu adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN MEMBUNUH DIA juga.
    .
    = >Apa hal yang membuat tuhan begitu sadisnya? Kenapa tuhan begitu memaksakan kehendaknya, apakah begitu salahnya perbuatan Onan itu? bagaimana dengan perbuatan anak-anak Loth yang melakukan incest dengan ayahnya? Bukankah mereka lebih bejat dari pada Onan? Sekali lagi kenapa tuhan begitu memaksakan kehendaknya, hingga harus membunuh umatnya jika tidak mengikuti? Coba bandingkan dengan Raja fulan, bagi yang tidak mengikuti perintahnya maka akan di BUNUH, jadi kenapa saudara menolak perbandingan antara Tuhan saudara dan Raja Fulan? Pertanyaan masih sama, apakah LOGIS Raja Fulan menjadi Budak untuk menyelamatkan Budaknya dari aturannya sendiri? Apakah BISA DITERIMA AKAL SEHAT tuhan menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia dari aturan yang dia buat sendiri? Sudah seBegitu hebatkah manusia, hingga harus tuhan yang turun tangan sendiri? Saya yakin otak sehat saudara menolak semua itu, dari dulu, dari jaman adam Tuhan telah menciptakan jutaan manusia sebelum yesus ada, jadi bagaimana mungkin setelah beribu-ribu tahun setelah itu, setelah Tuhan banyak menciptakan cara pengampunan, cara pertaubatan, cara ibadah dan aturan2 yang bisa mendekatkan diri kepada-Nya dengan mengirimkan utusan2nya, nabi2 nya, dan berhasil, bagaimana mungkin setelah itu tuhan turun sendiri menjadi manusia? Saya yakin pertanyaan2 itu akan menghantui saudara, apa beda manusia sebelum dan sesudah yesus ada? Apakah lebih sakti dan lebih bebal, hingga harus tuhan sendiri yang turun sebagai manusia? Pikirkan baik-baik, saudara sudah sangat dekat dengan kebenaran.
    .
    = > saudara menulis
    .
    ALKITAB itu seperti konteks bahtera Nuh itu. Penyesalan tidak akan ada setelah semua sudah terjadi, jadi sebelum itu terjadi timbang-timbanglah dalam lagi, beranilah mengulas ALKITAB dengan tidak sembarangan. BUAH KARYA hanya dimengerti sepenuhnya oleh PENCIPTA KARYA itu sendiri. PENCIPTA KARYA ini adalah TUHAN YANG MAHA, dan kita yang diharapkan untuk mengerti adalah tidak maha, ada jurang pemisah yang maha, oleh karena itu terima dulu YANG MAHA itu maka BUAH KARYA itu menjadi suatu yang berharga dan BAIK. Itulah kira2 ucapan atau ajakan ROH KUDUS dalam ALKITAB kepada saudara, IA membiarkan saudara menghina-hina, mengobrakabrik BUAH KARYA-NYA, dengan tujuan supaya saudara lebih gigih lagi, lebih giat lagi, siapa tahu saudara bisa meneukan ketidakbersalahanNYA, tetapi jika saudara gigih mengatakan DIA bersalah, maka IA adil membunuh saudara sama seperti orang yang tidak percaya kepada NUH.
    ——————————————————————————-
    = > iman itu didasari oleh sebuah rasa Percaya yang begitu dalam, Kepercayaan itu harus mampu di uji dalam segala kondisi, sebelum pengujian itu membuahkan bukti yang meyakinkan tidak cukup hanya sekedar Percaya yang membabi buta, jangan karena si A mengatakan ini, itu. terus kita membabi buta percaya, harus ada bukti yang benar-benar jelas dan tegas. Yang saudara katakan itu normatif, semua agama di dunia ini juga melakukan hal yang sama seperti yang saudara katakan, semua harus didasari iman, Konghucu, Budha dll, semua melakukan hal yang sama. jadi apa yang kita harus lakukan untuk melihat kebenarannya? Dari kitab sucinya kita bisa menguji nya, maka apa yang saya lakukan adalah berusaha untuk mengujinya. Saudara jangan percaya membabi buta, pkoknya pasti benar. Faktanya banyak hal yang masih banyak kita temukan sesuatu yang tidak logis dan tidak masuk akal. Apakah saya berarti mengobrak abrik Buah Karyanya? Tentunya tidak, seperti yang sudah saya bilang, Kepercayaan itu harus tahan uji, harus tahan banting. Jika memang Kristen agama yang benar dan AlKitab adalah kitab yang benar maka saya yakin pasti ada jawaban-jawaban atas pertanyaan itu. berdasarkan kalimat saudara bahwa
    “BUAH KARYA hanya dimengerti sepenuhnya oleh PENCIPTA KARYA itu sendiri”
    Itu menandakan bahwa sebenarnya saudara tidak sepenuhnya yakin dengan kebenarannya, kenapa saya bilang seperti itu? karena kalimat tersebut adalah bentuk jawaban yang paling mudah jika ada pertentangan atau pun ketidak masuk akalan. Jika buah karya itu hanya bisa di mengerti oleh Pencipta karyanya, kenapa harus di berikan kepada manusia? Bukankah tuhan menciptakan akal kepada manusia untuk berpikir? Kenapa kita dituntut percaya jika banyak hal yang didalamnya terdapat hal yang meragukan? Maka saudara bilang, untuk itulah Tuhan menjadi Yesus agar bisa mengartikannya kepada kita, maka saya pun menjawab, yang bilang yesus Tuhan itu siapa? apakah di injil ada yesus bilang dia adalah Tuhan? Hal ini pun akan berputar-putar disitu. Saudara saja tidak banyak membantu dalam menjelaskan pertentangan-pertentangan itu, bagaimana semua orang bisa percaya dengan Alkitab jika isinya meragukan? Saya tidak hanya sekedar berkesimpulan, tapi juga memberikan bukti keraguannya kepada saudara.
    .
    = > saudara menulis
    .
    4. Jadi supaya jauh dari berbagai kesalahan perandaian atau perbandingan, maka saya berikan saudara sendiri sebagai contoh dalam hal TUHAN tidak memaksakan kehendakNYA. sudah hampir 2000 tahun YESUS disalib, tetapi adakah di KITAB INJIL dituliskan bahwa kita harus dan wajib percaya bahwa YESUS disalibkan?… INJIL tidak memaksa, tetapi INJIL menceritakan bukti YESUS disalib itu sudah lengkap dan pas dan tepat, supaya kita dapat percaya di dalam YESUS. Kepercayaan kepada INJIL mengharuskan kita hidup di dalam NAMANYA, mengharuskan bukan berarti memaksakan kehendak, melainkan sesuatu yang mengartikan bahwa perbuatan kita bukankah suatu pilihan lagi, melainkan suatu pancaran KRISTUS semata.
    ————————————————————————–
    = > memang benar, seharusnya seperti itu, tapi coba saudara jelaskan kondisi tuhan sebelum yesus ada, seperti yang saya jelaskan di atas..
    .
    = > saudara menulis
    .
    5. TUHAN (ingat capslok semua) tidak mati. TUHAN=YHWH adalah Bapa, Firman, Roh Kudus yang ESA
    Ketika Firman menjadi manusia, YESUS namaNYA, maka Bapa dan Roh Kudus tidak menjadi manusia
    Ketika YESUS mati, maka Bapa dan Roh Kudus tidak mati.
    Firman, Bapa dan Roh Kudus adalah Pribadi Yang berbeda
    Allah bukanlah Firman, tetapi Firman adalah Allah
    Allah bukanlah Bapa, tetapi Bapa adalah Allah
    Allah bukanlah Roh Kudus, tetapi Roh Kudus adalah Allah.
    Allah adalah Bapa, Firman dan Roh Kudus yang ESA, Satu.
    .
    = > ini yang tidak bisa di terima akal sehat. Perhatikan contoh saya:
    Pilot bukanlah pemulung, tetapi pemulung adalah Pilot
    Si B bukan si A, tapi si A adalah si B
    Maka inilah celakanya jika keimanan dan kepercayaan tidak dimulai dari rasa percaya yang mendalam, dan hanya berdasarkan dogma saja. Bagaimana saudara bisa mengatakan bahwa allah bukanlah Firman, sedangkan saudara menuhankan firman seperti saudara menuhankan allah, Menempatkan Firman setara dengan allah, Menyembah firman sama seperti menyembah allah, berdo’a kepada firman sama halnya berdo’a kepada allah, bagaimana saudara menjelaskan itu? Bagaimana saudara bisa mengatakan bahwa mereka satu dan esa, sedangkan Roh kudus mengijinkan iblis untuk menguji Firman, Firman meminta dan berdo’a kepada Bapa, dan Bapa adalah pengutus Firman? Apanya yang membuat mereka satu? Walaupun saudara berkelit sehebat apapun saudara akan jatuh juga, perhatikan kalimat saudara diatas.
    Firman adalah Allah
    Bapa adalah Allah
    Roh kudus adalah Allah
    Intinya mereka adalah Allah, 1 Allah, jadi bagaimana Allah bisa berdo’a kepada dirinya sendiri? Allah menggenapi nubuatan ciptaannya sendiri? Allah mati ditangan ciptaannya sendiri? Allah mengijinkan ciptaanya untuk menguji dirinya sendiri? Allah berteriak kepada dirinya sendri ketika dia mati? Maka hanya 1 jawaban, mereka bukanlah 1 Allah, mereka tidak lah esa. Allah adalah Allah, Tuhan semesta Alam, sedangkan Firman dan Roh Kudus adalah ciptaann Allah, bukan Allah sendiri.
    .
    = > saudara menulis
    .
    Sudah saya jelaskan argument saya di awal,manusia itu adalah hasil karya teragung dari ALLAH, dan IA menghargai hasil karyaNYA karena TUHAN menghargai DIRINYA SENDIRI, nah karena allah saudara melihat hina manusia, artinya allah saudara melihat hina hasil karyanya sendiri dan artinya allah saudara tidak menghargai dirinya sendiri.
    Jadi karena ALLAH melihat DIRINYA SENDIRI, maka IA bekerja sesuai NAMANYA, IA MAHA KUASA, NAMANYA MAHA KUASA, maka IA berkuasa menjadi manusia.
    Note:
    Ketika saya katakan ALLAH/TUHAN dalam capslock, maka mind set saudara harus melihat bahwa ALLAH/TUHAN adalah Bapa,Firman, Roh Kudus yang ESA.
    ——————————————————————
    = > saudaraku, saya tidak pernah mengatakan bahwa Allah saya melihat hina hasil karya-Nya, nampaknya saudara sudah lupa dengan asal-usul pembahasan masalah ini. Kesimpulan saya bahwa manusia itu rendah, seperti ulat dan berenga dihadapan Tuhan itu ada pada ayat Alkitab, di Perjanjian Lama, di kitab Ayub 25. Saudara buka dan baca, jadi saya berani mengatakan seperti itu karena ada dalam kitab suci saudara, jika saudara mau menyalahkan, bukan saya yang saudara salahkan, tapi ayat itu yang saudara harus salahkan, saudara ini lucu.
    Note:
    Note saudara itu adalah bentuk pemerkosaan dan pemaksaan terhadap kata ESA, lihat penjelasan saya di kalimat atas.
    .

    = >Saudara katakan:
    .
    Karena memang YESUS adalah manusia yang tidak terpisah dari ALLAH, karena itulah ketika Firman ALLAH menjadi manusia yang dinamai YESUS, IA disebut ANAK ALLAH dan bukan ALLAH, dan karena itulah IA disebut Tuan atau Tuhan bukan Allah atau ALLAH.
    Manusia menyebut orang yang dihargainya sebagai tuan atau bos, karena nyata, bisa berinteraksi, tidak ada jarak pemisah,.. nah kita memanggil YESUS Tuan atau Tuhan karena IA nyata, berinteraksi dengan kita dan tidak ada pemisah, tetapi ketika IA naik ke sorga, IA adalah ALLAH yang menjelaskan ada pemisah antara kita yang manusia bisa dengan DIA yang pernah menjadi manusia. Meski ada pemisah tetapi IA adalah Tuan atau Tuhan yang rela, mau dan bisa berinteraksi dengan kita.
    .
    = > saya melihat ada kesulitan yang sangat kronis ketika saudara menjelaskan perihal masalah ini. Intinya seperti yang saudara bilang “Firman adalah Allah”, maka dia adalah tuhan, maka dia adalah allah menurut saudara. jawaban itu yang saudara harus pegang, jangan bertele tele dan kemana mana. Jika Firman adalah Allah, maka dia harusnya sama dengan hakekat allah, begitu bukan?!
    .
    [Yohanes 2:13] Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus
    berangkat ke Yerusalem.
    [2:14] Dalam Bait Suci didapatiNya pedagang-pedagang lembu, kambing domba
    dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.
    [2:15] IA MEMBUAT CAMBUK DARI TALI lalu MENGUSIR MEREKA SEMUA dengan semua
    kambing domba dan lembu mereka; UANG PENUKAR-PENUKAR DIHAMBURKANNYA KE TANAH
    dan MEJA-MEJA MEREKA DIBALIKKANNYA.
    .
    = > coba lihat apa yang yesus lakukan, apakah masih ada Hukum Kasih? Tak usalah jauh-jauh, saya sangat yakin saudara akan bersikap lebih baik dari pada apa yang yesus lakukan, saudara tidak mungkin mengusir pedagang asongan yang berjualan di sekitar gereja bukan? Mencambuki pedagang, dan membalikkan gerobak dagang mereka. Apakah hal ini pantas dilakukan oleh seorang tuhan? Bukankah ini adalah sebuah dosa?

    8. = > saudara katakan:
    ketidaksanggupan saudara merumuskan tritunggal membuktikan bahwa memang ALLAH tidak dapat dirumuskan oleh manusia, karena manusia adalah ciptaan dan DIA adalah Pencipta, tidak ada rumusnya Animator diatur-atur dan dianalisa oleh animasinya sendiri toh.
    ———————————–
    = > Ketidak sanggupan saudara dan saya merumuskan tritunggal adalah sebuah jawaban, bahwa Tuhan memang tidaklah tritunggal. Dalam membuktikan adanya Tuhan, akal manusia hanya mampu menyimpulkan bahwa Tuhan itu ada. Adapun hal-hal yang menyangkut seperti apa sebenarnya Tuhan itu, apa pula sifat-sifatNya, bagaimana kita harus memperlakukanNya dan lain sebagainya akal itu hanya mampu berspekulasi. Inilah sebabnya kenapa mesti terjadi perselisihan antar para filosof, saya dan saudara ketika merumuskan konsep tentang Tuhan. Semua hal ini hanya bisa diketahui dari pemberitahuan dari Tuhan itu sendiri. Untuk itu, jika kita sudah mengakui adanya Tuhan hendaknya kita berhenti mereka-reka seperti apa gerangan bentuk Tuhan itu. Sebaliknya, yang harus kita lakukan adalah mencari pemberitahuan dari Tuhan lewat wahyu yang terangkum dalam kitab suci. Jika sudah menemukannya, kita harus mengujinya apakah kitab suci itu benar-benar pemberitahuan dari Tuhan. Di sini akal manusia bisa difungsikan lagi. Selanjutnya, jika kita melihat ke alam sekitar kita akan mendapatkan beberapa buah kitab yang diakui sebagai berita dari Tuhan, seperti Taurat (dan seluruh kitab Perjanjian Lama), Injil (beserta seluruh kitab Perjanjian Baru) dan al-Quran. Kitab-kitab inilah yang harus kita buktikan apakah benar-benar berasal dari Tuhan?. Jika sudah ditemukan kitab mana yang benar¬ benar merupakan berita dari Tuhan, kita harus pegang. Tugas akal kita selanjutnya adalah memahami kandungannya dan mencari cara untuk mengaplikasikannya di alam nyata. Untuk itulah pada akhir diskusi ini semoga kita bisa menarik kesimpulan, apakah Yesus itu allah? Apakah Alkitab itu firman tuhan? Walaupun saya ragu saudara bisa melihat kebenaran yang begitu jelas ini, tapi setidaknya kata-kata saya akan sedikit mengganggu saudara.
    .
    b. Hanya muslim yang terlalu berani merumuskan bahwa TUHAN adalah sebesar 1 (satu) numerik, suatu hal yang sangat dilarang dan bertentangan dengan iman Alkitab. Kesalahan saudara dengan mengatakan TUHAN sebesar 1 (satu) numerik itulah yang membuat rumusan tentang TUHAN menjadi kacau balau.
    ————————————————————————-
    = > Ada yang salah dengan Tuhan yang berjumlah satu? Esa? Secara numerik saudara? ketika kita berbicara Tuhan Maha Besar, Maha Kuasa dan Maha Bisa, kita tidak sedang membicarakan jumlah, Tuhan tetaplah 1,Esa. Tapi BerKuasa atas segala sesuatu yang IA inginkan, ketika kita membicarakan Maha Kuasa, maka itu artinya Kekuasaan akan kekuatan yang Maha Dahsyat. Tuhan Maha Kuasa dan Maha Bisa tidak perlu menjadi Yesus untuk sekedar menyelamatkan manusia, cukup menjadi Tuhan saja, semua itu sudah bisa IA lakukan, itulah Maha Kuasa. Tuhan tidak perlu turun sendiri menjadi Roh Kudus untuk menyampaikan pesan, cukup dengan menjadi Tuhan saja, Tuhan sangat mampu melakukan itu. Pilih mana, lebih Maha Kuasaan mana:
    a. Tuhan turun sendiri menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia
    Atau
    b. Tuhan tetap menjadi Tuhan, duduk di singgahsanahnya, tapi dengan Kekuatannya yang Maha Dahsyat dan Maha Kuasa, Ia tetap menyelamatkan manusia dengan mudah, misal dengan mengutus sesama manusia.
    Lebih hebat dan lebih Kuasa mana saudara? jika saudara memilih opsi A, itu berarti saudara mengkebiri keMahaan Tuhan, saudara (astagfirullah..), kenapa? Ikuti penjelasan saya
    — >jika Tuhan tidak menjadi manusia maka dengan kata lain TUHAN TIDAK BISA menyelamatkan manusia. Nah kata-kata TUHAN TIDAK BISA ini, tidak berlaku jika Tuhan memang Maha Kuasa dan Maha Segala. Tapi saudara menyematkan kata-kata TIDAK BISA ini ke dalam ke Mahaan Tuhan, itu berarti sebuah tragedi dan kecelakaan bagi iman saudara. saya yakinkan saudara, tanpa menjadi apapun juga dengan keMahaan Tuhan, Tuhan bisa melakukan apapun yang IA mau. Lalu saudara akan menjawab, kalau Tuhan Maha Bisa dan berkuasa kenapa saudara melarang Tuhan menjadi Manusia? Maka saya kembalikan pertanyaan kepada saudara, bukankah tanpa harus menjadi Manusia Tuhan juga Bisa menyelamatkan manusia? Lihat konteks dan substansinya.
    – > Pertanyaan
    Kenapa Tuhan menjadi manusia?
    – > Jawaban saudara
    Karena tuhan menghargai hasil karyanya, dan ingin menyelamatkan manusia dari dosa

    – > jawaban saya
    Jika tuhan menghargai hasil karyanya, apakah hanya dengan cara tuhan harus menjadi manusia? Bukankah tuhan sendiri yang membagi hasil karyanya, ada malaikat, ada manusia, hewan, tumbuhan dll. Maka jika tuhan menghargai hasil karyanya dalam hal ini manusia, kenapa tuhan menjadi manusia? Tidak menyuruh manusia yang lain untuk menyelesaikan masalah manusia sendiri? Bukankah kita diberi otak untuk berpikir, hati nurani untuk melihat mana yang benar dan mana yang salah, apakah sudah gagalkah tuhan membuat itu kepada manusia, hingga harus tuhan sendiri yang menyelesaikan permasalahan manusia.
    .
    Jika kita mengikuti pola pikir saudara, maka jika jaman telah berubah, dan ternyata AYAM sudah sangat berdosa di mata tuhan, haruskah tuhan menjadi AYAM (astagfirullah..) untuk menyelamatkan AYAM? Atau ketika Tumbuhan tidak lagi mengikuti aturan Tuhan, apakah Tuhan harus menjadi Tumbuhan untuk menyelamatkan Tumbuhan? Atau suatu ketika Malaikat menjadi pembangkang, maka harusnya Tuhan juga menjadi Malaikat untuk menyelamatkan malaikat? Jika tidak? Kenapa tidak? Bukankah itu semua adalah ciptaanya? Bukankah itu semua hasil karyanya? Bukankah ada potensi bagi mereka untuk membangkang aturan tuhan? Jika pola pikir pagan ini saudara pertahankan, harusnya saudara tidak malu mengatakan bahwa nanti ada Tuhan berwujud Hewan, Tumbuhan dll (astagfirullah hal adzim..), bukankah tuhan Maha bisa seperti saudara bilang? Saudara berada dalam keadaan bahaya saudara, sangat bahaya. Mengapa tuhan harus menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia dari dosa, sedangkan otoritas mutlak pengampunan dosa ada pada diri-Nya? Pikir baik-baik saudara, awalnya pasti saudara menolak, tapi saya yakin pelan-pelan hal ini akan merasuk ke dalam pikiran saudara.
    .
    Saudara mengatakan Tuhan umat islam 1 numerik, saya jawab, itulah yang namanya Maha Bisa, dan Maha Kuasa, hanya Dia Tuhan yang ada, yang mengatur segala sesuatunya di Jagad Raya ini hanya dengan kekuataannya yang Maha Dahsyat dan KeEsaannya. Tidak dengan berapa banyaknya jumlah penyerupaan Tuhan. Jika saya menang berperang seorang diri melawan 100 orang, maka itu bernilai lebih hebat dari pada kemenangan dari sebuah pertempuran 3 orang melawan 100 orang yang sama, bukan begitu saudara? tapi sekali lagi ini hanya menjadi benar, jika saudara benar-benar menggunakan akal sehat saudara, tapi jika saudara menggunakan akal yang sakit, selain saudara tidak menghargai Tuhan yang menciptakan otak, saudara juga menolak sebuah kebenaran. Dan jika pola pikir seperti ini saudara pertahankan, jika ada sebuah agama atau kepercayaan yang mengeklaim bahwa tuhan mereka bisa menjadi lebih banyak dari tuhan saudara, maka saudara harusnya menyetujui itu, banyak penganut Polytheisme yang tentunya mempunyai banyak Tuhan, harusnya saudara meyakini juga bahwa tuhan mereka lebih hebat dari tuhan saudara, ini kalau saudara mempertahankan 3 wujud penyerupaan tuhan lo. Jika 3 kepribadian tuhan saja sudah saudara anggap hebat, maka jika ada agama yang mempunyai kepribadian tuhan sebanyak 15 maka saudara harus mengakui bahwa jumlah 15 lebih hebat, begitu bukan?
    .
    = > saudara menulis
    .
    c. 1+1+1=1, dalam hukum AND GATE atau OR GATE, itu BENAR. supaya dapat lengket dilogika saudara tentang Tritunggal, begini;
    Muhammad benar, jk AQ benar dan allah benar, karena AQ dan allah yang menyatakan Muhammad benar
    AQ benar, jk Muhammad benar dan allah benar, karena Muhammad dan allah yang menyatakan AQ benar
    allah benar, jk AQ benar dan Muhammad benar, karena AQ dan Muhammad yang menyatakan allah benar
    jika AQ dibakar, marah ngga muslim?, jelas marah, itu dianggap menghina Islam, ketidaan AQ adalah ketidaan Islam
    jika Muhammad dihina, marah ngga muslim?, jelas marah, karena itu dianggap menghina Islam, ketiadaan Muhammad adalah ketiadaan Islam
    jika allah dihina, marah ngga muslim?, jelas marah karena itu dianggap menghina Islam, ketiadaan allah adalah ketiadaan Islam
    Apakah AQ=Muhammad=allah? jelas tidak…
    tetapi dapatkah AQ dan Muhammad dan allah dipisahkan? tidak dapat, karena ada hukum melingkar berlaku, masing2 dianggap benar jika yang lainnya benar dan masing-masing memiliki perannya sendiri.
    satu tujuan ngga AQ, Muhammad, allah?, jelas satu tujuan, tidak ada pertentangan diantara ketiganya, karena ada hukum melingkar, yaitu AQ diturunkan allah, Muhammad yang menerima, siapa saksinya? Muhammad sendiri.
    Dalam contoh singkat ini, itulah cara sederhana yang dapat saudara pakai dalam melihat/mengerti Tritunggal, yaitu Bapa, Firman dan Roh Kudus. itu hanya contoh pendekatan saja, tidak musti seperti itu secara mendasar.
    ——————————————————————————
    = > jawaban lebih jelasnya saya jawab, di pembahasan kita paling atas. Tapi akan saya coba jelaskan sedikit. Apa yang saudara jelaskan diatas itu sama sekali berbeda dengan Tritunggal. Saudara kurang tepat dalam melakukan analogi, jika pertanyaannya marah, maka bukan hanya itu saja, kami marah jika saudara menghina sahabat Nabi, kami juga marah jika saudara menghina Al-hadist, kami juga mara jika saudara mengencingi Masjid, membunuh muslim yang lain, maka jika kita gabungkan ke dalam analogi saudara apakah itu juga tritunggal? Kesimpulan saudara ini terlalu prematur, untuk seorang yang mengerti agama saya berani bilang pemikiran saudara ini terlalu dangkal dan terburu-buru. Apa yang saudara tuliskan diatas sama sekali bukanlah tritunggal, kenapa?
    .
    1. Allah SWT, Muhammad SAW dan Al Qur’an tidak lah satu, setara dan sama
    Allah SWT– > Tuhan Yang Maha Esa, Pencipta Muhammad SAW, Kekal
    Muhammad SAW– > Nabi, Manusia yang Mulia, Utusan Allah SWT, fana dan mati
    Al-Qur’an– > Kitab Allah, berasal dari Allah SWT
    .
    -Allah SWT bukan Muhammad SAW, dan Muhammad SAW bukan Allah
    -Allah SWT bukan Al-Qur’an dan Al-Qur’an bukan Allah SWT
    Bandingkan dengan keimanan saudara
    -allah bukanlah bapa, tapi bapa adalah allah
    -allah bukanlah firman, tapi firman adalah allah
    Jika allah bukanlah firman, maka sampai kapanpun firman bukanlah allah, atau allah bukanlah firman, jadi kenapa firman tiba-tiba adalah allah? logika seperti apa yang saudara pakai ini?! Bahaya saudaraku, bahaya..
    .
    2. Muslim tidak menyembah Muhammad, justru kafir dan musyrik jika ada orang muslim yang menyembahnya, umat muslim hanya menghormatinya sebagai seorang Nabi, dan saya juga tidak menyembah Al-Qur’an. Al-Qur’an itu tidak untuk disembah, dan Al-Qur’an bukanlah mahluk (wallahu’allam..), Al-Qur’an itu untuk dibaca dan di mengerti. Justru salah besar jika Al-Qur’an hanya menjadi pajangan, di kultuskan layaknya benda keramat. Allah bisa memaafkan semua bentuk dosa, kecuali dosa musyrik, yaitu menciptakan sekutu bagi-Nya, bahkan jika itu Muhammad ataupun al-Qur’an sekalipun. Bandingkan dengan Tritunggal, saudara menyembah Yesus, firman yang adalah allah, saudara menyembah roh kudus yang adalah allah, karena mereka memang allah menurut saudara, jadi sangatlah berbeda sekali.
    .
    Kesimpulannya di Islam tidak ada Tritunggal,
    Asyhadu Anla Ilaaha Illallahu, Wa Asyhadu Anna Muhammadur Rasulullah,
    Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah.
    .
    Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus (Yohanes 17:3)– > Asyhadu Anla Ilaaha Illallahu, Wa Asyhadu Anna Isa Rasulullah”
    .

    = > coba lihat, sama bukan?
    .
    Jika saudara mencintai Yesus, maka saudara harus berpegang pada apa yang Yesus katakan, jika saudara sudah memegang itu, insya Allah saudara tidak akan tersesat..

    • @habib

      1.
      a. Segala sesuatu diciptakan ALLAH
      b. Dosa adalah sesuatu
      c. Apakah dosa diciptakan ALLAH?
      ——————————————————

      analisa premis saudara yang kurang tepat, Dosa bukan sesuatu layaknya benda saudara, Dosa tercipta, karena Tuhan telah menciptakan lawannya, yaitu Pahala. Apa itu Pahala? Pahala adalah hadiah/ganjaran dari Tuhan atas ketundukkan kita dalam melakukan segala perintah-Nya, maka jika kita tidak mengikuti perintahnya kita akan mendapatkan Dosa. Pilihannya kan cuman 2, Pahala atau Dosa, tidak ada perbuatan yang mendapat pahala skaligus mendapatkan Dosa atau sebaliknya, jika saudara melakukan perbuatan maka hanya 2 nilainya, BerDosa atau BerPahala. Maka berulang kali saya bilang, apakah itu berarti Tuhan menciptakan Perampok,Pembunuh, Pemerkosa? Tidak, perbuatan dosa adalah bentuk pembangkangan perintah Tuhan, dan pembangkangan tidak mendapatkan pahala. Saya harap saudara paham dan mengerti.

      perhatikan analisa saudara
      a. Tuhan menciptakan Pahala
      b. Jika tidak a, maka mendapatkan dosa.

      artinya:
      terciptanya b adalah bagian dan konsenkuensi dari penciptaan di a
      jadi itu paralel, artinya baik dan buruk itu paralel, sama datangnya,…
      dalam hal ini bisa jadi iblis/jahat sama posisinya dengan allah/baik…

      2. Tuhan tidak memaksakan kehendak.

      Berulang kali kutipan saudara justru membuktikan bahwa memang TUHAN tidak memaksakan kehendak.
      Kejadian 38:7, sudah menjelaskan bahwa memang beliau dibunuh karena tindakannya jahat semata,
      Kejadian 38:8-10, sudah menjelaskan bahwa setiap kali Er berhubungan badan dengan istrinya, beliau selalu membuah benihnya dengan cuma2… tidak sekali dua kali, tetapi dikatakan setiap kali….

      jadi memang TUHAN tidak memaksakan kehendak, sedemikian Alkitab yang sama yang kita baca tidak dipaksakan oleh Roh Kudus bagi saudara untuk mempercayainya.

      3. Iman atau percaya dari agama yang mengaku agama wahyu harus dibedakan dengan orang materialisme saudara habib.
      jk saudara mendasarkan iman saudara melulu terhadap bukti, maka saudara ini bukan seorang beragama melainkan seorang penganut filsafat.

      4. Pada prinsip tertentu berlaku hukum ‘tritunggal’ bagi Islam meski agak malu2 mengakuinya secara terang2an…
      saya sebut hukum tritunggal bukan berarti sama seperti Tritunggal dalam Alkitab.
      hukumnya saja agak mirip,
      yaitu allah tanpa aq adalah hampa
      aq tanpa allah adalah hampa
      aq/allah tanpa muhammad adalah hampa.

      ALLAH jelas ada di luar akal manusia, jadi kalau kita membahasa tentang ALLAH jelas saja tidak masuk sepenuhnya di akal kita.
      mungkin allah saudara bisa masuk di akal saudara, tetapi ALLAH ALAM SEMESTA tidak dapat masuk di akal manusia.

      salam

  28. ==PENYALIBAN YESUS==
    .
    seru dan menarik sekali berdiskusi dengan saudara, saya benar-benar menikmati, banyak hal baru yang bisa saya dapat, banyak juga jawaban-jawaban baru. Saya coba memberikan jawaban atas jawaban dan pertanyaan saudara.
    =>pertanyaan saya adalah
    1. Siapakah yang membawa Salib Yesus?
    a. Simon orang Kirene (Markus 15:21, Matius 27:32, Lukas 23:26)
    b. Yesus Sendiri (Yohanes 19:17)
    .
    =>Saudara menjawab
    .
    Perhatikan kalimatnya dengan tepat, setelah YESUS disuruh membawa salib, maka sebelum sampai di Golgota, YESUS kecapaian, sehingga tentara menyuruh Simon membawa salib, jadi kedua2nya benar.
    kesalahan ada pada saudara yang tidak menerima kalimat ayat secara keseluruhan.
    ———————————————————————————————————–
    = > maka saya menjawab dengan memberikan ayatnya saja, agar saudara tidak salah sangka
    .
    *Markus 15:20-22
    “Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah ungu itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian Yesus dibawa ke luar untuk disalibkan. Pada waktu itu LEWAT SEORANG YANG BERNAMA SIMON, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. Mereka membawa Yesus ke tempat yang bernama Golgota, yang berarti: Tempat Tengkorak.”
    .
    = > mana kalimat yang saudara artikan “ Yesus kecapaian?”, dari referensi kitab mana lagi yang saudara ambil?? Saya ingin bertanya kepada siapapun orang kristen yang menemukan kalimat bahwa sebelum yesus sampai di golgota yesus kecapaian? Apa saudara meragukan roh kudus yang berada pada markus dalam menyusun injilnya? Hingga saudara merasa perlu memperbaikinya? Apa saudara lebih merasa tau kejadian itu dari pada Markus? Mana saudaraku? Pertanyaannya masih sama, siapakah yang membawa salib yesus?
    .
    *Matius 27:31-33
    “Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan. Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan SEORANG DARI KIRENE YANG BERNAMA SIMON. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak.”

    .
    = > mana kalimat yang saudara artikan “ Yesus kecapaian?”, dari referensi kitab apa saudara mengambil kesimpulan itu?? Saya ingin bertanya kepada siapapun orang kristen yang menemukan kalimat bahwa sebelum yesus sampai di golgota yesus kecapaian? Apa saudara meragukan roh kudus yang berada pada Matius dalam menyusun injilnya? Hingga saudara merasa perlu memperbaikinya? Apa saudara lebih merasa tau kejadian itu dari pada Matius? Mana saudaraku? Pertanyaannya masih sama, siapakah yang membawa salib?
    .
    *Lukas 23:25-26
    “Dan ia melepaskan orang yang dimasukkan ke dalam penjara karena pemberontakan dan pembunuhan itu sesuai dengan tuntutan mereka, tetapi Yesus diserahkannya kepada mereka untuk diperlakukan semau-maunya. Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus.”
    .
    = > mana kalimat yang saudara artikan “ Yesus kecapaian?”, dari referensi kitab mana lagi yang saudara ambil?? Saya ingin bertanya kepada siapapun orang kristen yang menemukan kalimat bahwa sebelum yesus sampai di golgota yesus kecapaian? Apa saudara meragukan roh kudus yang berada pada Lukas dalam menyusun injilnya? Hingga saudara merasa perlu memperbaikinya? Apa saudara lebih merasa tau kejadian itu dari pada Lukas? Mana saudaraku? Pertanyaannya masih sama, siapakah yang membawa salib?
    .
    *Yohanes 19:16-17
    “Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan. Mereka menerima Yesus. Sambil MEMIKUL SALIB-NYA Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.”
    .
    = > saya tidak sedang memfitnah, sekali lagi dimana kalimat yang saudara artikan Yesus kecapaian? Dimana letak kalimat yang menunjukkan SIMON membawa salib Yesus? Dimana saudaraku?tunjukkan kepada saya, agar permasalahan ini cepat selesai.
    =>APAKAH KESALAHAN PADA SAYA YANG TIDAK MEMBACA KALIMAT DENGAN BENAR? ATAU SAUDARA YANG BEGITU BERSEMANGAT BUTA DALAM MEMPERTAHANKAN DOGMA? SAUDARA TUNJUKKAN KALIMATNYA KEPADA SAYA, KALAU SAYA SALAH DENGAN PENUH PENYESALAN SAYA AKAN MEMINTA MAAF.
    ———————————————————————————–
    SAYA TETAP DENGAN PERTANYAAN SAYA,
    SIAPAKAH YANG MEMBAWA SALIB YESUS?
    a. Simon orang Kirene (Markus 15:21, Matius 27:32, Lukas 23:26)
    b. Yesus Sendiri (Yohanes 19:17)
    .
    = > pertanyaan saya
    2. Jam berapakah Yesus disalibkan?
    a. 9 pagi (Markus 15:25)
    b. Kira-kira jam 12 siang (Lukas 23:44)
    .
    = > jawaban saudara
    saya koreksi,
    Markus 15:25 tidak mengatakan jam sembilan pagi, tetapi hanya mengatakan jam sembilan
    Dua-duanya benar, Jam Sembilan orang Yahudi sama dengan Jam 12 orang Romawi, karena jam Yahudi dimulai jam 6 untuk terang.
    kesalahan ada pada saudara yang tidak mengerti latar belakang penulis.
    ——————————————————————
    = > baik saya terima koreksi dari saudara, saya minta maaf. Saya lanjutkan, jika kita mengacu statement seperti yang saudara tuliskan, maka jika jam 9 orang yahudi sama dengan jam 12 bagi orang Romawi itu berarti selisih antara jam Romawi dan Yahudi adalah 3 jam (12-9), maka dalam ayat Markus berikut ini saya akan mencoba mengkonversikan dari jam Yahudi ke jam Romawi:
    .
    *Markus 15: 25-37
    “HARI JAM SEMBILAN ketika Ia disalibkan. Dan alasan mengapa Ia dihukum disebut pada tulisan yang terpasang di situ: “Raja orang Yahudi”. Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya. (Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi: “Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka.”). Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia, dan sambil menggelengkan kepala mereka berkata: “Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, turunlah dari salib itu dan selamatkan diri-Mu!” Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli Taurat mengolok-olokkan Dia di antara mereka sendiri dan mereka berkata: “Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan!. Baiklah Mesias, Raja Israel itu, turun dari salib itu, supaya kita lihat dan percaya.” Bahkan kedua orang yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela Dia juga. Pada JAM DUA BELAS, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai JAM TIGA. Dan pada JAM TIGA berserulah Yesus dengan suara nyaring……”
    .
    = > baik, saudara meyakini jika jam 9 disitu adalah jam 12, saya maklumi, sementara tidak saya bantah, itu artinya menurut saudara tidak ada pertentangan dengan Lukas 23:44. Di ayat Markus 15:25-37 setidaknya kita temukan beberapa angka jam, yaitu, JAM SEMBILAN, JAM DUA BELAS dan JAM TIGA. Maka dengan konversi Yahudi ke Romawi (3 jam) dapat kita tuliskan ayatnya sebagai berikut:
    “Pada JAM DUA BELAS, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai JAM TIGA”
    .
    = > itu artinya, jam SEMBILAN sama dengan jam DUA BELAS, jam DUA BELAS disitu sama dengan jam TIGA atau LIMA BELAS dan jam TIGA disitu sama dengan jam ENAM atau DELAPAN BELAS menurut jam Romawi. Hal ini juga berarti lamanya Yesus ditiang salib adalah 6 jam (18-12). Dan Yesus meninggal tepat jam ENAM atau jam DELAPAN BELAS menurut orang Romawi. Mari kita lanjutkan ke ayat Lukas 23:44.
    .
    *Lukas 23:44-46
    Ketika itu hari sudah kira-kira jam DUA BELAS, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai JAM TIGA, sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua. Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
    .
    = > Maka kesimpulan yang bisa kita ambil adalah, YESUS tersalib jam DUA BELAS, dan meninggal JAM TIGA, itu berarti lamanya Yesus ditiang salib selama 3 jam (15-12).
    = > Maka pertanyaan saya bertambah menjadi seperti ini
    .
    1. BERAPA LAMA YESUS BERADA DI TIANG SALIB HINGGA MATI?
    a. 6 jam (Markus 15:25-37)
    b. 3 jam (Lukas 23:44-46)
    .
    2. JAM BERAPA YESUS MATI? (asumsi jam orang Romawi, seperti yang telah saya tuliskan diatas)
    a. Jam 6 (Markus 15:25-37)
    b. Jam 3 (Lukas 23:44-46)
    .
    3. JAM BERAPAKAH KEGELAPAN MELIPUTI DAERAH DIMANA YESUS DISALIB?
    a. Jam 3 sampai jam 6 (Markus 15:25-37)
    b. Jam 12 sampai jam 3 (Lukas 23:44-46)
    #note:Ingat! Di Markus memang tertulis jam 12 sampai jam 3, tapi karena itu masih dalam jam Yahudi maka menjadi jam 3 sampai jam 6 menurut jam Romawi, jngan nanti saudara buat itu sebagai alasan lo.
    = > tampaknya saudara harus kembali mempunyai alasan untuk masalah ini, bagaimana mungkin seorang yang kata saudara di bimbing oleh roh kudus tapi berbeda keterangan, saya tunggu jawabannya, singkat saja, tidak perlu bertele-tele.
    .
    = > Pertanyaan saya
    3. Bersama siapakah Simon Petrus mengikuti Yesus?
    a. Sendirian (Markus 14:54, Matius 26:57, Lukas 22 :54)
    b. Bersama salah satu murid yesus (Yohanes 18:15)
    .
    = > Jawaban saudara
    Koreksi kepada saudara, Markus 14:54, Matius 26:57, Lukas 22 :54 tidak mengatakan bahwa hanya Simon Petrus sendirian mengikuti YESUS, melainkan bahwa Simon Petrus mengikuti…
    jadi kesalahan ada pada saudara yang salah mengerti kalimat
    ———————————————————–
    = > Langsung ke ayatnya saja
    *Markus 14:54
    “Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh, sampai ke dalam halaman Imam Besar, dan di sana ia duduk di antara pengawal-pengawal sambil berdiang dekat api.”
    .
    = > Tunjukkan kepada saya, dimana ada kalimat bahwa Petrus bersama orang lain. Tunjukkan kepada saya kalau saya memang salah mengerti kalimat, Tunjukkan saudaraku, Tunjukkan! Apakah saudara merasa lebih tau dari pada Markus dengan Roh Kudus yang ada bersama dia? Kalaupun Petrus bersama dengan orang lain, kenapa tidak dituliskan oleh Markus? Jika kalimat ayat diatas itu kita masukkan dalam ujian anak SD, bunyi pertanyaannya:” Dari Kalimat diatas, Bersama siapakah Petrus mengkuti?” Maka jika ada yang menjawab Petrus dan murid yang lain, itu berarti bukan jawaban anak SD, tapi jawaban saudara. karena saya yakin anak SD akan menjawab bahwa dalam kalimat tersebut hanya ada nama Petrus.
    .
    *Matius 26:57
    “Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh sampai ke halaman Imam Besar, dan setelah masuk ke dalam, ia duduk di antara pengawal-pengawal untuk melihat kesudahan perkara itu.”
    .
    = > Tunjukkan kepada saya, dimana ada kalimat bahwa Petrus bersama orang lain. Tunjukkan kepada saya kalau saya memang salah mengerti kalimat, Tunjukkan saudaraku, Tunjukkan!
    .
    *Lukas 22:54
    “Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus mengikut dari jauh.”
    .
    = > Tunjukkan kepada saya, dimana ada kalimat bahwa Petrus bersama orang lain?!
    .
    *Yohanes 18:15
    “Simon Petrus dan seorang murid lain mengikuti Yesus. Murid itu mengenal Imam Besar dan ia masuk bersama-sama dengan Yesus ke halaman istana Imam Besar”
    .
    = > baru dalam ayat ini tertulis ada murid lain bersama dengan Petrus. Sudah jelas kontradiksinya saudara.
    .
    = > Penjelasan tambahan saya untuk soal nomer 4, memang benar disitu hanya tertulis Petrus mengikuti, tapi kita bisa mengambil kesimpulan dari kalimat pada ayat Markus, Matius dan Lukas, jika Petrus memang sendirian. Dan jawaban saudara hanya sebuah pembenaran yang dipaksakan, saya tunjukkan ke fatalan saudara. mari kita berpikir lemah lembut dan cerdas, jika memang dalam ayat Matius,markus dan Lukas itu ada orang lain, maka itu juga akan tercatat didalam kejadian selanjutnya, seperti bagaimana Petrus masuk ke dalam rumah imam besar, jika memang dia bersama orang lain pasti ada tertulis, namun kenyataannya tidak, petrus masuk langsung duduk. Itu artinya dari awal Markus, Matius dan Lukas memang bermaksud untuk menulis Petrus itu mengikuti sendirian, hal ini sejalan dengan alur cerita, dimana Petrus masuk langsung duduk, coba bandingkan dengan Yohanes, dimana proses Petrus masuk di awali oleh murid lain yang bersama dia bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu. Akan lebih jelas dalam pembahasan pertanyaan selanjutnya.
    —————————————————————————————–
    JADI SAYA TETAP DENGAN PERTANYAAN SAYA
    3. BERSAMA SIAPAKAH SIMON PETRUS MENGIKUTI YESUS?
    a. Sendirian (Markus 14:54, Matius 26:57, Lukas 22 :54)
    b. Bersama salah satu murid yesus (Yohanes 18:15)
    .
    = > Pertanyaan saya
    4. Bagaimanakah cara Petrus bisa melihat Yesus
    a. Langsung masuk dan duduk bersama pengawal (Markus 15:54, Matius 26:58, lukas 22:55)
    b. Berada diluar Pintu dulu, menunggu salah satu murid Yesus bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu, baru kemudian diajak masuk oleh salah satu murid tadi ( Yohanes 18:16)
    .
    = > jawaban saudara
    saya kira kalau ayatnya dibaca sudah jelas ada runut ceritanya, tidak ada yang perlu didiskusikan
    jadi kesalahan ada pada saudara yang menolak runut ceritanya.
    .
    = > mari kita lihat ayatnya bersama-sama
    .
    *Markus 14:54
    “Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh, sampai ke dalam halaman Imam Besar, dan di sana ia duduk di antara pengawal-pengawal sambil berdiang dekat api.”
    .
    *Matius 26:58
    “Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh sampai ke halaman Imam Besar, dan setelah masuk ke dalam, ia duduk di antara pengawal-pengawal untuk melihat kesudahan perkara itu.”
    .
    *Lukas 22:54-55
    “……..Dan Petrus mengikut dari jauh. Di tengah-tengah halaman rumah itu orang memasang api dan mereka duduk mengelilinginya. Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka.”
    .

    => mari kita menggunakan akal sehat sebentar saja, karena jika injil saudara pahami secara membabi buta, ya kita tidak akan menemukan kebenaran apapun, silahkan saudara baca dengan seksama, dan komentari sendiri saja. Jalan cerita dalam ayat ini sejalan dengan cerita Petrus mengikuti yesus dari jauh SENDIRIAN, atau setidaknya seperti itu yang bisa kita ambil kesimpulan dari ayat Markus, Matius dan Lukas. Untuk itulah kemudian dalam cerita selanjutnya Petrus tetap diceritakan sendirian, langsung masuk dan duduk bersama pengawal, jika ada orang lain, saya tidak yakin ketiga injil ini tidak menceritakan sama sekali. Ingat ya, sama sekali tidak di ceritakan. Dan juga pasti lah, jika ada orang lain yang bersama Petrus setidaknya ada keterangan bagaimana Petrus bisa masuk, bukankah murid yang bersama Petrus itu yang berperan besar dalam memasukkan Petrus ke dalam rumah Imam Besar? Kenapa ini malah tidak di tulis? Jawabannya Karena Markus, Matius dan Lukas memang bermaksud menerangkan bahwa Petrus sendirian datang ke situ, semoga kali ini saudara menerima argument saya.
    .
    *Yohanes 18:16
    “tetapi Petrus tinggal di luar dekat pintu. Maka murid lain tadi, yang mengenal Imam Besar, kembali ke luar, bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu lalu membawa Petrus masuk. “
    .
    = > saudara lihat dan bandingkan dengan ketiga ayat injil diatas. Kenapa dalam Yohanes dituliskan Petrus menunggu diluar dulu baru kemudian masuk, setelah murid lain tadi bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu? Karena dalam cerita awal, Yohanes menceritakan bahwa Petrus datang bersama orang lain, itulah kenapa dia konsisten menuliskan kembali tentang keberadaan murid lain itu. maka jalan cerita ini runtut dan benar, tapi sayangnya bertentangan dengan keterangan dengan cerita ketiga injil yang lain. Akan sangat jelas pertentangannya jika saya tunjukkan jawaban no. 5.
    ———————————————————————————————-
    MAKA SAYA TETAP DENGAN PERTANYAAN SAYA
    4. BAGAIMANAKAH CARA PETRUS BISA MELIHAT YESUS?
    a. Langsung masuk dan duduk bersama pengawal (Markus 15:54, Matius 26:58, lukas 22:55)
    b. Berada diluar Pintu dulu, menunggu salah satu murid Yesus bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu, baru kemudian diajak masuk oleh salah satu murid tadi ( Yohanes 18:16)
    .

    = > Pertanyaan saya
    5. Dimanakah posisi Petrus ketika seorang perempuan menanyainya?
    a. di bawah, di halaman (Markus 14:66)
    b. duduk di luar di halaman (Matius 26:69)
    c. Di tengah-tengah halaman rumah (Lukas 22:55)
    d. Di pintu ketika dibawa masuk salah satu murid Yesus (Yohanes 18:16-17)
    .
    = > jawaban saudara
    Koreksi kepada saudara Markus 15:66 itu tidak ada sama sekali.
    Tapi alur ceritanya sudah jelas, Petrus mendekati halaman, ia bergerak mendekati penjaga, lalu mendekati ruang sidang, jd tidak ada yang perlu dirisaukan…. saya merisaukan saudara, koq sembarangan mengutip2 Alkitab.
    ———————————————————————-
    = > saya terima koreksi saudara, saya minta maaf dan berterima kasih, mari kita langsung lihat ayatnya.
    .
    *Markus 14:66-68
    “Pada waktu itu Petrus masih ada DI BAWAH, DI HALAMAN. Lalu datanglah seorang hamba perempuan Imam Besar, dan ketika perempuan itu melihat PETRUS SEDANG BERDIANG, ia menatap mukanya dan berkata: “Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu. “Tetapi ia menyangkalnya dan berkata: “Aku tidak tahu dan tidak mengerti apa yang engkau maksud.” Lalu ia pergi ke serambi muka (dan berkokoklah ayam).”
    .
    *Matius 26:69-70
    Sementara itu Petrus DUDUK DI LUAR DI HALAMAN. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, katanya: “Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu.
    .
    *Lukas 22:55-56
    Di tengah-tengah halaman rumah itu orang memasang api dan mereka duduk mengelilinginya. Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka. Seorang hamba perempuan melihat dia duduk dekat api; ia mengamat-amatinya lalu berkata: “Juga orang ini bersama-sama dengan Dia.”
    .
    = > saya tidak akan membabi buta menyalahkan isi injil, jika memang isinya benar maka saya katakan benar, menurut bukti tentunya. Untuk pertanyaan ini saya koreksi, walaupun disitu tertulis berbeda, tapi saya mudahkan saja, bahwa Petrus di Halaman, itu artinya Markus,Matius dan Lukas tidak bertentangan mengenai tempat dimana Petrus pertama ditanyai. Tapi bagaimana dengan Injil Yohanes, mari kita lihat ayatnya:
    .
    *Yohanes 18:16-17
    tetapi Petrus tinggal di luar dekat pintu. Maka murid lain tadi, yang mengenal Imam Besar, kembali ke luar, bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu lalu membawa Petrus masuk. Maka kata hamba perempuan penjaga pintu kepada Petrus: “Bukankah engkau juga murid orang itu?” Jawab Petrus: “Bukan!”
    .
    = > hal ini jelas sangat BEGITU MENCOLOK perbedaannya, kali ini saya tidak bisa memberi toleransi kepada saudara, jika dalam Injil Matius, Markus dan Lukas perempuan itu menanyai Petrus ketika duduk Berdiang, tapi dalam injil Yohanes, Petrus ditanyai ketika masih dalam fragmen proses dimana Petrus masuk. Itu artinya tidak dalam kondisi duduk Berdiang, apa buktinya, kita lihat kalimatnya, perhatikan kalimat ini
    “Maka murid lain tadi………. bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu lalu membawa Petrus masuk. MAKA kata hamba perempuan penjaga pintu kepada Petrus….”
    .
    = > saudara lihat, disitu jelas tertulis kata MAKA, itu artinya, ketika proses “Loby” yang dilakukan murid yang lain itu berhasil, dan kemudian murid yang lain membawa Petrus masuk, tidak ada jeda waktu yang lama, itu juga berarti dalam posisi di dekat dimana Murid yang lain tadi berbicara dengan Perempuan penjaga pintu. Saudara mungkin bertanya, bagaimana sya yakin dengan posisi petrus di dekat pintu? Saudara lihat kata “masuk” dan “perempuan penjaga pintu” disitu, menurut saudara Petrus “masuk” melalui apa? dan ini di pertegas dengan keterangn “perempuan penjaga pintu”. Apakah mungkin ada 2 keterangan yang berbeda dalam injil yang sama2 ditulis berdasarkan Roh kudus yang sama? Pertanyaanya akan menjadi seperti ini:
    = > jika Petrus ditanyai perempuan penjaga pintu DI DEKAT PINTU, maka Petrus tidak dalam keadaan duduk BERDIANG didekat api karena perapian berada di DALAM HALAMAN, tetapi sebaliknya, jika Petrus ditanyai dalam keadaan BERDIANG didekat api maka Petrus tidak berada di DEKAT PINTU karena itu berarti belum masuk ke DALAM HALAMAN. MANA KETERANGAN YANG BENAR SAUDARA?
    Jika saudara konsisten dengan statement saudara tentang jalan cerita maka seharusnya saudara sepakat dengan saya. Kecuali jika saudra memang sudah membabi buta, yah itu tentunya pengecut.
    .
    = > Saudara mungkin akan menyangkal seperti halnya Petrus yang menyangkal mengenal yesus, serta menyiapkan ribuan alasan untuk menepis itu, tapi saya usahakan saudara tidak akan bisa menyangkal lagi dengan menunjukkan tentang ramalan yesus tentang Petrus yang menyangkalnya sebanyak 3 kali sebelum ayam berkokok. Ini bukti jelas pertentangan itu. terlebih dulu mari kita lihat ramalan itu:
    .
    = >Saya tunjukan dari 1 injil saja
    *Yohanes 13:37-38
    “Kata Petrus kepada-Nya: “Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!”. Jawab Yesus: “Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: SEBELUM AYAM BERKOKOK, ENGKAU TELAH MENYANGKAL AKU TIGA KALI.””
    ——————————————————————–
    = > jelas hal ini harus terbukti bukan?! Tidak mungkin Yesus meleset, mangkanya harus benar-benar terbukti dengan jelas ramalan ini. Mari kita lihat ayat2 yang menerangkan tentang peristiwa itu, dalam 4 injil.
    .
    Matius 26:69-74
    69 Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, katanya: “Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu.”
    70 Tetapi ia menyangkalnya di depan semua orang, katanya: “Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud.”
    71 Ketika ia pergi ke pintu gerbang, seorang hamba lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ: “Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.”
    72 Dan ia menyangkalnya pula dengan bersumpah: “Aku tidak kenal orang itu.”
    73 Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata: “Pasti engkau juga salah seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu.”
    74 Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: “Aku tidak kenal orang itu.” Dan pada saat itu berkokoklah ayam.
    .
    Markus 14:66-72
    66 Pada waktu itu Petrus masih ada di bawah, di halaman. Lalu datanglah seorang hamba perempuan Imam Besar,
    67 dan ketika perempuan itu melihat Petrus sedang berdiang, ia menatap mukanya dan berkata: “Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.”
    68 Tetapi ia menyangkalnya dan berkata: “Aku tidak tahu dan tidak mengerti apa yang engkau maksud.” Lalu ia pergi ke serambi muka (dan berkokoklah ayam).
    69 Ketika hamba perempuan itu melihat Petrus lagi, berkatalah ia pula kepada orang-orang yang ada di situ: “Orang ini adalah salah seorang dari mereka.”
    70 Tetapi Petrus menyangkalnya pula. Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ berkata juga kepada Petrus: “Engkau ini pasti salah seorang dari mereka, apalagi engkau seorang Galilea!”
    71 Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: “Aku tidak kenal orang yang kamu sebut-sebut ini!”
    72 Dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk kedua kalinya. Maka teringatlah Petrus, bahwa Yesus telah berkata kepadanya: “Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu menangislah ia tersedu-sedu.
    .
    Lukas 22:55-60
    55 Di tengah-tengah halaman rumah itu orang memasang api dan mereka duduk mengelilinginya. Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka.
    56 Seorang hamba perempuan melihat dia duduk dekat api; ia mengamat-amatinya lalu berkata: “Juga orang ini bersama-sama dengan Dia.”
    57 Tetapi Petrus menyangkal, katanya: “Bukan, aku tidak kenal Dia!”
    58 Tidak berapa lama kemudian seorang lain melihat dia lalu berkata: “Engkau juga seorang dari mereka!” Tetapi Petrus berkata: “Bukan, aku tidak!”
    59 Dan kira-kira sejam kemudian seorang lain berkata dengan tegas: “Sungguh, orang ini juga bersama-sama dengan Dia, sebab ia juga orang Galilea.”
    60 Tetapi Petrus berkata: “Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan.” Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.
    .
    Yohanes 18:16-27
    16 tetapi Petrus tinggal di luar dekat pintu. Maka murid lain tadi, yang mengenal Imam Besar, kembali ke luar, bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu lalu membawa Petrus masuk.
    17 Maka kata hamba perempuan penjaga pintu kepada Petrus: “Bukankah engkau juga murid orang itu?” Jawab Petrus: “Bukan!”
    18……………………………….24..
    25 Simon Petrus masih berdiri berdiang. Kata orang-orang di situ kepadanya: “Bukankah engkau juga seorang murid-Nya?”
    26 Ia menyangkalnya, katanya: “Bukan.” Kata seorang hamba Imam Besar, seorang keluarga dari hamba yang telinganya dipotong Petrus: “Bukankah engkau kulihat di taman itu bersama-sama dengan Dia?”
    27 Maka Petrus menyangkalnya pula dan ketika itu berkokoklah ayam.
    .
    = > INJIL MENGENAI RAMALAN 3 PENYANGKALAN PETRUS TENTANG YESUS
    *PENYANGKALAN PERTAMA
    – > TEMPAT
    #Matius : “.. DUDUK di luar di halaman..”
    #Markus :”… di bawah, di halaman.. sedang BERDIANG..”
    #Lukas :”…. Di tengah-tengah halaman rumah …..DUDUK dekat api..”
    #Yohanes :”.. Petrus masuk..”/ BERARTI KETIKA PETRUS AKAN MASUK DIDEKAT PINTU
    .
    – > PENANYA
    #Matius : “……seorang hamba perempuan…..”
    #Markus :”… seorang hamba perempuan Imam BesaR..”
    #Lukas :”…. Seorang hamba perempuan..”
    #Yohanes :”.. perempuan penjaga pintu..”
    .
    – > PERTANYAAN
    #Matius : “……”Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu.”
    #Markus :”… “Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.”
    #Lukas :”…. “Juga orang ini bersama-sama dengan Dia (YESUS).”
    #Yohanes :”.. “Bukankah engkau juga murid orang itu?..”

    ———————————————————————
    *PENYANGKALAN KEDUA
    – > TEMPAT
    #Matius : “..pintu gerbang..”
    #Markus :”… serambi muka (dan berkokoklah ayam)…”
    #Lukas :”…. DUDUK dekat api..” – > lihat keterangan ayat Lukas diatas
    #Yohanes :”.. berdiri berdiang..”
    .
    – > PENANYA
    #Matius : “……SEORANG hamba lain…..”
    #Markus :”… Ketika hamba perempuan itu melihat Petrus lagi..”
    #Lukas :”…. Tidak berapa lama kemudian SEORANG lain melihat dia..”
    #Yohanes :”.. . Kata ORANG-ORANG di situ kepadanya..”
    .
    – > PERTANYAAN
    #Matius : “…Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.”
    #Markus :”… Orang ini adalah salah seorang dari mereka.”
    #Lukas : “………..Engkau juga seorang dari mereka!”
    #Yohanes :”.. Bukankah engkau juga seorang murid-Nya?”

    —————————————————————-
    *PENYANGKALAN KETIGA
    – > TEMPAT
    #Matius : “..pintu gerbang..”
    #Markus :”… serambi muka (dan berkokoklah ayam)…”
    #Lukas :”…. DUDUK dekat api..” – > lihat keterangan ayat Lukas diatas
    #Yohanes :”.. berdiri berdiang..”
    .
    – > PENANYA
    #Matius : “……Tidak lama kemudian ORANG-ORANG YANG ADA DI SITU…..”
    #Markus :”… Tidak lama kemudian ORANG-ORANG YANG ADA DI SITU..”
    #Lukas :”…. kemudian SEORANG LAIN berkata dengan tegas..”
    #Yohanes :”.. . SEORANG HAMBA IMAM BESAR, SEORANG KELUARGA DARI HAMBA YANG TELINGANYA DIPOTONG PETRUS..”
    .
    – > PERTANYAAN
    #Matius : “…Pasti engkau juga salah seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu.”
    #Markus :”… “Engkau ini pasti salah seorang dari mereka, apalagi engkau seorang Galilea!”
    #Lukas : “Sungguh, orang ini juga bersama-sama dengan Dia, sebab ia juga orang Galilea.”
    #Yohanes :”.. Bukankah engkau kulihat di taman itu bersama-sama dengan Dia?”
    .
    = > Terus Terang saya bingung jika seperti ini, tidak mungkin sebuah kitab suci mengalami banyak perbedaan dalam menerangkan satu cerita seperti ini, mungkin saja saya salah, untuk itulah saya berharap saudara menerangkan kepada saya bagaimana ini bisa terjadi. Saya juga tidak menyangkal bahwa memang ada beberapa kesamaan cerita di 4 injil itu, tapi bagaimana dengan perbedaannya? Bukankah kitab suci itu harus suci? Tidak boleh ada pertentangan? Paling MENCOLOK adalah masalah TEMPAT, saudara bisa menyangkal untuk pertanyaan yang lain, tapi saudara akan susah untuk masalah ini, karena batasannya adalah 3 PERTANYAAN dan 3 PENYANGKALAN. Hampir semua berbeda. Jika dalam Matius,Markus, dan Yohanes, Petrus diceritakan berpindah tempat, dalam Lukas, Petrus diceritakan diam. Atau masalah PENANYA, oke lah dalam Penyangkalan pertama saya anggap tidak ada pertentangan, tapi bagaimana dalam PENYANGKALAN KEDUA? Banyak sekali pertentangannya, jika Matius mengatakan “Hamba yang lain” yang menanyai, Markus mengatakan “Hamba yang sama” yang menanyai. Ada yang mengatakan SEORANG YANG LAIN, tapi kemudian ternyata di injil lain ORANG-ORANG disitu. Tentunya SEORANG dan ORANG-ORANG, berbeda bukan? Saya yakin untuk masalah PERTANYAAN saudara akan menjawab, Dalam cerita itu kan yang ditekankan adalah 3 PENYANGKALANNYA, ini juga tidak benar, sama dengan seperti ini, Apakah BATU enak di makan? Tidak enak!!. Apakah KOMPUTER enak di makan? Tidak enak!! Jawabannya memang Sama-sama tidak enak, tapi apakah BATU dan KOMPUTER sama? Apakah “…Pasti engkau juga salah seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu..” Pada Matius sama dengan “Bukankah engkau kulihat di taman itu bersama-sama dengan Dia?” Pada Yohanes? Ini sudah terlalu berbeda. Jika pertanyaan pada Matius, menitik beratkan tuduhan kepada BAHASA, maka pada Yohanes tuduhan dititik beratkan kepada KEBERSAMAAN paulus bersama dengan Yesus. Apakah Roh Kudus mereka berbeda hingga merumuskan pertanyaan yang berbeda?
    ——————————————————
    UNTUK PERTANYAAN NO 5 SUDAH SAYA KOREKSI SEPERTI YANG SAUDARA MINTA, TAPI MALAH MAKIN BERTAMBAH SEPERTI YANG SAUDARA LIHAT, SILAHKAN DIBACA DENGAN SEKSAMA, SAYA TUNGGU JAWABANNYA
    .
    = > Pertanyaan saya
    6. Apakah kata-kata terakhir sebelum Yesus meninggal?
    a. “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?,” yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Markus 15:34, Matius 27:46)
    b. “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” (Lukas 23:46)
    c. “Sudah selesai” (Yohanes 19: 30)
    .
    = > saudara menjawab
    sebelum meninggal Markus/Matius/Lukas/Yohanes mencatat:
    Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.
    (Markus 15:37)
    Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
    (Matius 27:50)
    Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
    (Lukas 23:46)
    Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
    (JYohanes 19:30)
    Jadi Markus dan Matius tidak menuliskan kata paling terakhir yaitu seruan nyaring itu.
    Seruan nyaring itu dituliskan oleh Lukas, dan penyerahan nyawaNYA dituliskan oleh Yohanes.
    jadi kesalahan ada pada saudara yang asal2an mengutip Alkitab.
    .
    = > saya menerima koreksi saudara, seperti janji saya diatas, saya tidak akan menyalahkan sesuatu yang memang benar, begitu pun juga sebaliknya. Tapi apakah memang ayat tersebut bebas dari pertentangan sama sekali? Kita lihat sama-sama ayatnya. Saya sepakat dengan alasan saudara diatas, Markus, Matius dan Lukas menulis hal yang sama, tapi bagaimana dengan Yohanes? Saya ambil ayat Lukas sebagai Pembanding:
    .
    * Lukas 23:46
    Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia MENYERAHKAN NYAWA-NYA.
    .
    *Yohanes 19:30
    Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan MENYERAHKAN NYAWA-NYA.
    .
    = > ada dua kalimat yang sama pada ayat tersebut, yaitu “…MENYERAHKAN NYAWANYA”, sebagai mana kita tau, arti kalimat tersebut adalah MATI (ini pendapat saya, atau mungkin saudara mempunyai tafsiran lain, saya mempersilahkan). Itu artinya, setelah Yesus mengatakan “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku”, Lukas menjelaskan bahwa Yesus langsung menyerahkan nyawanya atau meninggal atau MATI. Sedangkan pada injil Yohanes dituliskan bahwa sebelum meninggal Yesus mengatakan “Sudah selesai”. Maka bagaimanapun juga tetap bertentangan saudaraku, tidak ada tertulis sama sekali bahwa setelah kata-kata Yesus pada ayat Lukas mengatakan hal yang lain. Statement Lukas tidak sama dengan statement Yohanes. Hal ini juga diperkuat oleh Markus dan Matius, setelah Yesus bersuara nyaring yesus langsung meninggal. jadi yang benar yang mana? Atau maksud saudara begini, setelah Yesus mengatakan “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Trus beliau bangun lagi kemudian mengatakan, “ Sudah selesai” trus menundukan kepalanya dan meninggal lagi? Ingat, kitab injil ini ditulis oleh 4 orang yang berbeda, dan didalam kitab mereka sama2 menulis satu cerita yang sama, jadi tidak bisa dianggap saling melengkapi. Sederhananya begini, jika Yesus mengatakan “ya Bapa..bla..bla…dan kemudian MATI, seperti yang Lukas bilang, Maka jelas Yesus tidak sempat meminum anggur asam dan mengatakan “Sudah selesai, kenapa? karena pada Lukas dijelaskan Yesus sudah MATI ketika mengatakan itu, ataupun sebaliknya. Lebih berani lagi saya menyederhanakan permasalahannya, jika kita berpatokan kepada Lukas, maka Yohanes telah berbohong, dan sebaliknya jika berpegang kepada Yohanes,maka Lukas, Matius dan Markus berbohong..
    —————————————————————-
    6. PERTANYAAN SAYA SETELAH SAUDARA KOREKSI SAYA GANTI MENJADI, APAKAH KATA-KATA YANG DIUCAPKAN YESUS SEBELUM MENINGGAL
    a. “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” (Lukas 23:46)
    b. “Sudah Selesai” (Yohanes 19:30)
    .
    = > Pertanyaan saya
    7. Dimanakah ibu dan orang-orang yang mengenal Yesus ketika Yesus disalibkan?
    a. Melihat dari kejauhan (Markus 15:40, Matius 27:55, Lukas 23:49)
    b. Berada di dekat salib Yesus (Yohanes 18:25)
    .
    = > jawaban saudara
    Koreksi kepada saudara Yohanes 18:25 tidak menceritakan tentang ibu dan orang-orang banyak melainkan hanya perihal Simon Petrus yang masih dalam proses pengadilan, sementara yang a waktu penyaliban.
    Kesalahan ada pada saudara yang asal2an mengutip, dan tidak mengerti runut cerita.
    ————————————————————————–
    = > saya terima koreksi saudara dan akan saya perbaiki. Kita langsung lihat ayatnya
    * Markus 15:40
    “Ada juga beberapa perempuan yang MELIHAT DARI JAUH, di antaranya Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses, serta Salome.”
    .
    * Matius 27:55
    “Dan ada di situ banyak perempuan YANG MELIHAT DARI JAUH, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia. Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.”
    .
    * Lukas 23:49
    “Semua orang yang mengenal Yesus dari dekat, termasuk perempuan-perempuan yang mengikuti Dia dari Galilea, BERDIRI JAUH-JAUH dan melihat semuanya itu.”
    .
    *Yohanes 19:25
    “Dan DEKAT salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.”
    .
    = > Saudara Lihat kalimat yang saya Capslock, saudara lihat di Markus, Matius dan Lukas menuliskan dengan sangat jelas bahwa mereka semua melihat dari KEJAUHAN, tapi tiba-tiba di dalam Yohanes ternyata mereka berada di DEKAT Salib Yesus. Saya tau kejadian didalam Markus, Matius dan Lukas tidak dalam satu fragmen dengan kejadian Yohanes, itu mungkin yang saudara jadikan pembenaran, tapi ada hal yang saudara lupa, saya tunjukkan kesalahan saudara, saya menantang saudara untuk menyangkal jawaban saya berikut ini. Agar semua pertentangannya jelas kita ambil satu jalan cerita yang jelas-jelas sama dalam keempat injil tersebut, yaitu ketika YESUS MENYERAHKAN NYAWANYA. Kita akan sama-sama lihat kebenarannya, dimanakah posisi mereka ketika Yesus mati di tiang salib. Mari kita lihat ayatnya:
    .
    * Markus 15
    37.“Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.”
    38.“Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah.”
    39…………………………………
    40.“Ada juga beberapa perempuan yang melihat dari JAUH, di antaranya Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses, serta Salome.”
    .
    = > Dimana posisi mereka ketika Yesus MATI dan tabir Bait Suci terbelah? Di KEJAUHAN
    .
    *Matius 27
    50 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
    51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,
    52 ……………53……54
    55 Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari JAUH, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia.
    56 Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.
    .
    = > Dimana posisi mereka ketika Yesus MATI dan tabir Bait Suci terbelah? Di KEJAUHAN
    .
    *Lukas 23
    46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
    47…………….48……..
    49 Semua orang yang mengenal Yesus dari dekat, termasuk perempuan-perempuan yang mengikuti Dia dari Galilea, berdiri jauh-jauh dan melihat semuanya itu.
    .
    = > Dimana posisi mereka ketika Yesus MATI? Di KEJAUHAN
    .
    *Yohanes 19
    25 Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
    26 Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!”
    27 Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.
    28 Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia — supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci — : “Aku haus!”
    29 Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
    30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
    .
    = > Jika kita runut jalan ceritanya, sebelum mati, Yesus bertemu dengan ibunya, jika kita lihat ayat tersebut dengan seksama, tidak terdapat keterangan berpindahnya ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena ke tempat yang menjauhi Yesus, itu berarti ketika Yesus mati, mereka masih berada di DEKAT salib Yesus. Kalaupun akal sehat kita bertanya tanya, bisa saja kan dalam rentang waktu sebelum yesus mati, Ibu Yesus dkk pergi kemudian melihat dari kejauhan?? Tentunya ini pertanyaan yang logis, tapi kemudian akal sehat kita terbentur oleh beberapa pertanyaan,
    1. Mana kalimat yang menjelaskan itu didalam ayat tersebut?
    2. Apa alasan Ibu Yesus dkk untuk pergi dari situ setelah mendekati salib yesus? Bukankah orang yang akan meninggal didepan mereka itu adalah Yesus, orang yang mereka sayangi? Jika mereka takut dengan tentara romawi, kenapa tidak dari awal mereka tidak mendekat?
    Tentunya ini akan menjadi benar jika kita benar2 menggunakan akal kita dengan baik, jika tidak ya susah untuk menemukan kebenaran itu. Saya bertanya kepada saudara, Dimana posisi mereka ketika Yesus menyerahkan nyawa-Nya?
    .
    = >Untuk membuktikan bahwa Penyaliban ini adalah sebuah hal yang Janggal, maka terlebih dulu saya akan membuktikan bahwa Kitab saudara bertentangan, jika kitab saudara bertentangan, maka akan gugur sebagai kitab suci, dan tentunya tidak bisa dijadikan sumber sejarah. Untuk memperjelas pertentangan itu, saya bertanya kepada saudara. Menurut saudara ayat pada Markus 15:37-38 dan Matius 27:50-51 diatas apakah memuat keterangan yang sama? Yaitu, MANAKAH YANG TERLEBIH DAHULU TERJADI,
    a.YESUS MATI KEMUDIAN BAIT SUCI TERBELAH?
    b. ATAU BAIT SUCI TERBELAH di KARENAKAN YESUS MATI?
    Silahkan saudara baca dengan seksama kedua ayat tersebut! Dan jawab singkat saja..
    .
    = > Pertanyaan saya
    8. Bagaimana Yudas mati?
    a. Gantung Diri ( Matius 27:5)
    b. Jauh Tertelungkup dengan perut terbelah (Kis 1:18-19)
    .
    = > jawaban saudara
    Dia gantung diri, tidak ada yang memperdulikannya, sampai ia membusuk, lalu karena busuk ia jatuh sehingga perutnya terbelah.
    kesalahan ada pada saudara tidak tidak mengerti runut cerita.
    .
    = > hmmm,cukup masuk akal, saya bisa menerima. Walaupun tidak terdapat di dalam sumbernya (injil) tpi penjelasan saudra cukup melegakan saya. Saya mengapresiasi imajinasi saudara. mari kita lihat ayatnya bersama-sama
    .
    *Matius 27
    5 Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.
    6 Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: “Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah.”
    7 Sesudah berunding MEREKA MEMBELI dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing.
    .
    *Kis 1:18-19
    YUDAS INI TELAH MEMBELI sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.
    .
    = > Tidak ada salahnya juga saudara jelaskan kronologi pembelian tanah pada ke dua ayat tersebut agar saya benar-benar lega, sepertinya ada yang bertentangan disitu, untuk memudahkan sudah saya Capslock pertentangannya, saya tunggu jawaban saudara.
    —————————————————————————————–
    => Untuk jauh membahas mengenai Penyaliban, saya akan memulai dengan pertanyaan
    .
    1. Hari apa Yesus disalib?
    .
    = > jawaban saudara
    Tidak dicatat di Alkitab, tetapi dikatakan YESUS bangkit pada hari pertama, hari Ahad, hari pertama/Ahad adalah hari Minggu, sehingga karena YESUS mati 3 hari, maka YESUS mati hari Jumat.
    ———————————————————–
    = > Jawaban saudara benar, Yesus mati hari jum’at, walaupun saya kurang setuju dengan pertimbangan yang saudara ambil. Karena bukan itu alasan kenapa yesus mati dikatakan hari jum’at. Saya berikan alasan kenapa orang2 terdahulu menganggap Yesus mati hari Jum’at, jadi pelajaran juga buat saudara, agar ketika ada pertanyaan yang sama saudara bisa lebih ilmiah menjawab. Yesus dikatakan mati hari Jum’at karena alasan berikut
    *Lukas 23:54
    “..Hari itu adalah hari persiapan dan SABAT hampir mulai.”
    *Lukas 23:56
    “…Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. Dan pada hari SABAT mereka beristirahat menurut hukum Taurat,”
    .
    *Markus 14:52
    “Sementara itu hari mulai malam, dan hari itu adalah hari persiapan, yaitu hari menjelang SABAT.”
    .
    *Yohanes 19:31
    Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari SABAT mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib — sebab SABAT itu adalah hari yang besar — maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
    .
    = > Sudah jelas pada ayat2 tersebut, dengan kompak Lukas, Markus, Matius (sengaja tidk saya tuliskan), Yohanes mengatakan bahwa Penyaliban terjadi sebelum hari SABAT, itu berarti 1 hari sebelum hari SABAT itu adalah hari JUM’AT. Tentunya jika kita sependapat bahwa hari SABAT itu adalah hari SABTU, jika saudara tidak sepakat, saya tidak tahu lagi harus menjawab apa. kenapa saya tidak sepakat dengan alasan saudara bahwa yesus mati hari jum’at karena yesus dikatakan mati 3 hari, jadi penetapan yesus mati dimulai dari hari minggu untuk menghitungnya, karena hari minggu yesus sudah bangkit? Karena itu lah keterangan yang ingin saya tanyakan kepada saudara.
    Tapi ya sudahlah, saya pikir kita mempunyai alasan dan pertimbangan masing2, tapi intinya saya sepakat bahwa Yesus mati hari Jum’at. itulah kenapa agama kristen melaksanakan apa yang dinamakan Jum’at Agung atau Good Friday (benarkan jika saya salah, karena jujur saya kurang begitu paham apakah keduanya sama, tentunya saudara lebih tau) . Saya konfirmasi pernyataan saudara, saya tidak mengharapkan jawaban yang salah, ketika saudara menjawab, pastikan jawaban saudara benar, karena ketika saudara menjawab dan ternyata jawaban saudara salah saya mengharapkan saudara dengan sepenuh hati mengakuinya. Saudara menjawab hari JUM’AT, saya berharap ini adalah jawaban yang benar. Kesimpulan yang saya tangkap dari penjelasan saudara, berarti Yesus disalib dan mati hari JUM’AT sore (jamnya saya menunggu jawaban saudara diatas, tpi kemungkinan sore menjelang malam, bukan pagi atau siang). Sebelumnya mari kita lihat apa yang Yesus ramalkan tentang dirinya
    .
    *Matius 12:38-40
    “Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: “Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu.” Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan TIGA HARI TIGA MALAM, demikian juga ANAK MANUSIA akan tinggal di dalam RAHIM BUMI TIGA HARI TIGA MALAM.
    .
    = > Berangkat dari sini, mari kita membuktikan ramalan Yesus diatas dengan hitung2an, saudara tidak perlu kalkulator, cukup saudara ikuti penjelasan saya dengan baik.
    Yesus Mati———- > Hari Jum’at sore menjelang malam
    Maka kita memulai penghitungan pada hari jum’at malam, jabarannya seperti ini
    .
    *Jum’at
    #Hari ——– > kosong (karena baru disalib, belum di kubur)
    #Malam——- > ada (baru di kubur)
    .
    *Sabtu
    #Hari ——– > ada
    #Malam——- > ada
    .
    *Minggu
    #Hari ——– > kosong (karena minggu pagi kuburan telah kosong)
    #Malam——- > kosong
    .
    = > Kesimpulannya, Yesus berada di Rahim Bumi Hanya 1 HARI 2 MALAM. Pertanyaannya, saudara yang membohongi saya, atau Yesus yang membohongi kita? Atau mungkin saudara mempunyai jawaban lain? Karena Mungkin saja saya yang salah..
    .
    2. Apakah Yesus Mati ditiang salib?
    Yohanes_19:15 Maka berteriaklah mereka: “Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!” Kata Pilatus kepada mereka: “Haruskah aku menyalibkan rajamu?” Jawab imam-imam kepala: “Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar!”
    jadi YESUS disalibkan, dan salib itu bentuknya ya tiang salib.
    .
    = > ini yang saya suka dari saudara, jawaban yang tegas. Berarti Yesus mati di tiang salib. Mari kita melihat kembali ramalan Yesus diatas. Yesus mengatakan :
    “…………seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan TIGA HARI TIGA MALAM, demikian juga ANAK MANUSIA akan tinggal di dalam RAHIM BUMI TIGA HARI TIGA MALAM.”
    ———————————————————-
    = > Jika di jawaban saya yang atas, Ramalan Yesus gagal dalam unsur waktu, bagaimana dengan unsur yang lainnya, apakah terpenuhi? Maka statement saudara dan injil di PB akan kita langsung kroscekan saja dengan cerita Yunus, ternyata ketika di dalam perut ikan beliau HIDUP ini bisa dilihat di ayat Yun 1:1-17 dan Yun 2:1-10, dimana cerita awal nabi Yunus a.s dilempar, dan berdo’a di dalam perut ikan sedangkan Yesus Mati seperti yang saudara dan PB bilang. Maka dalam unsur ini pun, Kejadian Yesus tidaklah Seperti Yunus. Bagaimana saudara menjelaskan ini semua? Jadi apa yang dimaksud dengan SEPERTI Yunus, jika semua nya ternyata tidak SEPERTI? Saya yakin saudara mempunyai jawabannya..
    .
    3. Bagaimana kah bentuk seorang manusia ketika dibangkitkan setelah mati?
    .
    ada dua macam kebangkitan, bangkit karena dihidupkan dan akan mati lagi, dan satu lagi yaitu bangkit untuk hidup kekal.
    nah kalau bangkit yang pertama maka manusia yang bangit dari mati akan hidup seperti manusia biasa, lihat contoh Lazarus yang dibangkitkan dari kematian oleh YESUS, tetapi ia mati lagi.
    Bangkit untuk hidup kekal, maka lihat contoh YESUS KRISTUS, Ia memiliki TUBUH yang tidak dapat mati lagi.
    nanti seperti itulah tubuh kita ini jika dibangkitkan oleh YESUS.
    .
    => Mari kita lihat ayat yang menjelaskan perihal pertanyaan saya ini, agar kita mempunyai dasar dalam menjawab.
    .
    Menurut Yesus
    *Lukas 20:33-36
    “Pada hari orang mati dibangkitkan kembali, istri siapakah wanita itu? Sebab ketujuh-tujuhnya sudah kawin dengan dia.”Yesus menjawab, “Orang-orang yang hidup sekarang ini kawin, tetapi orang-orang yang layak untuk dibangkitkan sesudah mati, dan hidup di zaman yang akan datang, mereka tidak kawin. Keadaan mereka seperti MALAIKAT, dan tidak dapat mati. Mereka adalah anak-anak Allah, sebab mereka sudah dibangkitkan kembali dari kematian.”
    .
    Menurut Paulus
    1korintus 15:42-44
    “Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan. Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah TUBUH ROHANIAH. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.”
    .
    = > Maka kedua pendapat tersebut berarti sama, yaitu ketika seseorang yang dibangkitkan setelah mati adalah TUBUH ROHANIAH, special case mngkin seperti yang terjadi terhadap Lazarus yang saudara katakan diatas, tapi secara umum orang yang mati dan dibangkitkan lagi akan berbentuk ROH sperti yang Paulus bilang, atau berbentuk seperti MALAIKAT seperti yang Yesus katakan. Ketika dikatakan TUBUH ROHANIAH dan seperti MALAIKAT berarti berbeda dengan kondisi TUBUH ALAMIAH manusia, dimana TUBUH ALAMIAH merasakan hal-hal yang alamiah terjadi, seperti lapar, capek, mempunyai volume, massa/berat dll, maka TUBUH ROHANIAH anti log nya, TUBUH ROHANIAH tidak butuh makanan, tidak btuh istirahat, tidak bervolume walau berbentuk dll, kecuali saudara beranggapan lain, misal MALAIKAT ternyata masih butuh makan, saudara jelaskan saja kepada saya jika memang seperti itu. karena TUBUH ROHANIAH dan TUBUH ALAMIAH itu berbeda seperti yang Paulus bilang, itulah kenapa dia dengan tegas mencoba untuk memisahkan 2 hal itu, saudara sepakat dengan saya? Atau mempunyai pandangan lain? Seperti yang saudara bilang, “YESUS KRISTUS, Ia memiliki TUBUH yang tidak dapat mati lagi”, maka bagaimana kah bentuk Yesus ketika dia bangkit dari kematian?
    .
    *Yohanes 20:27
    Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”
    .
    = > Tubuh Yesus masih seperti Tubuh Alamiah manusia
    .
    Lukas 24:42-43
    “Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.”
    .
    = > bagaimana saudara menjelaskan kepada saya?
    .
    => karena saudara menanyai saya mengenai sejarah, maka saya kan balik menanyai saudara. Jika di dalam Al-Kitab terdapat ilmu pengetahuan, apakah harus sama dengan kebenaran ilmu pengetahuan sekarang? Jika tidak sama, bagaimana dengan kesucian Kitab suci tersebut?
    .
    Kitab Suci tidak didasari oleh ilmu pengetahuan tetapi oleh WAHYU ALLAH.
    Dan ALLAH tidak dapat dirumuskan oleh ilmupengetahuan.
    ALLAH-lah yang menelurkan ilmu pengetahuan, tetapi ada orang yang menyalahgunakan ilmupengetahuan sehingga bertentangan dengan ALLAH.
    Apakah AQ sepenuhnya sesuai dengan ilmu pengetahuan? kalau sesuai maka saudara dalam bahaya.
    .
    = > ini jawaban yang sangat tidak saya harapkan, saudara ini sebenarnya lucu dan jenaka. Begini saudara, misal saja 1+1 = 2. Apakah mungkin penjumlahan sederhana seperti ini Tuhan salah menjawab? Apakh mungkin Tuhan mempunyai jawaban yang lain? Atau misal bumi itu bulat, ilmu pengetahuan lah yang membuktikan itu, apa mungkin ternyata bumi berbentuk Trapesium menurut Tuhan? Kita suci itu adalah kata-kata yang berasal dari Tuhan, saudara sepakat? Itu artinya harus di uji, sama halnya saudara menguji Al-Qur’an dengan sejarah, saya sepakat, jika memang di Al-Qur’an ada sebuah keterangan sejarah, maka harus di uji untuk melihat kebenarannya, begitu pun juga sebaliknya, jika di kitab suci menjelaskan tentang ilmu pengetahuan maka harus pula di uji oleh penemuan ilmu pengetahuan sekarang bukan?! Jika saudara tidak mau, maka itu namanya semaunya sendiri, bisa saja saya defend dengan mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah kitab penyempurna dan tidak dirumuskan oleh sejarah?! Maka apa yang terjadi? Yah kita tidak bisa berdiskusi lebih lanjut, kita hentikan saja diskusi mengenai kebenaran Penyaliban ini kalau begitu. Saya tidak akan merumuskan Tuhan dengan ilmu pengetahuan, karena jelas Tuhan tidak bisa dirumuskan, tapi petunjuk Tuhan yang tertera di dalam kitab suci itulah yang bisa kita jadikan bahan pengujian, apakah benar dari Tuhan atau dari tulisan manusia, tentunya ini bisa terlaksana jika saudara yakin Kitab suci saudara itu berasal dari Tuhan, jika saudara tidak berani, saya tidak memaksa, tapi langsung menyimpulkan saja bahwa kitab suci saudara buatan tangan manusia, bukan dari Tuhan. Bukti kebenaran sebuah agama bukan dari pendapat pribadi, siapa pun dia, apakah haji, pendeta, biksu, biarawan, politikus, presiden, raja, bangsawan atau siapa saja. Kenapa? Karena mereka hanyalah manusia yang tidak sempurna Bukti kebenaran sebuah agama pun bukan dari perkataan TV, Radio, Koran, Majalah, Buletin dan sejenisnya. Mengapa? Karena mereka tetap ciptaan manusia yang tidak sempurna, Kebenaran sebuah agama pun tidak dapat diambil dari tingkah laku segelintir umatnya. Apa sebabnya? Karena tetap saja mereka manusia yang tidaklah sempurna. bukti terkuat sebuah agama ialah dari KITABNYA, Dia harus tahan uji, karena KITAB suci yang benar-benar suci dan dari Tuhan tidak akan berganti atau terhapus, saudara bilang Yesus adalah Tuhan, saya bilang beliau adalah Nabi, saudara bilang Paulus adalah Rasul, dan seterusnya. Saya juga bilang manusia sempurna itu adalah kanjeng Nabi Muhammad SAW, dan seterusnya, tapi mereka semua sekarang sudah tak berwujud alias mati jadi kita tidak bisa bertanya langsung meminta penjelasan, mungkin saudara mengklaim mempunyai Roh kebenaran yang menjaga saudara untuk slalu berbuat benar tapi saudara tidak sendirian mengalami itu, seperti halnya orang Hindu, Budha dan ratusan agama di dunia yang mengklaim demikian. Jadi apa hal terkuat yang bisa kita jadikan bukti, tetap saja yaitu KITABNYA, sekarang saudara berani tidak kita uji KITAB suci saudara berdasarkan ilmu Pengetahuan? Matematika, astronomi dll? Tidak mungkin kan Tuhan salah.
    .
    sudah saya jawab.
    pertanyaan saya perlu juga saudara jawab:
    Saksi sejarah mencatat YESUS disalibkan
    Pencatat sejarah macam Tacitus/Josephus dan penulis2 sastra juga mengatakan YESUS disalib
    Seorang di abad 6 mengakatakan YESUS tidak disalib
    pertanyaan
    apa landasan saudara percaya kepada seorang di abad 6 tersebut?
    ————————————————————–
    Saya hormati kegigihan saudara, jawabannya sekarang masih menunggu proses, lebih jelasnya jawaban saya adalah tergantung jawaban saudara terhadap pertanyaan saya diatas.
    wassallam

    • @habib;

      Saya akan membahas satu persatu pertanyaan saudara, karena intinya sama saja, ada kesalahan yang sama dari saudara, jadi akan singkat-singkat saja..

      1. Yang membawa salib siapa?
      Jawabnya YESUS dan Simon.
      Kutipan:
      Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.
      (Mat 27:32)

      Ada kesusahan tersendiri jika harus mengandalkan bahasa Indonesia, karena tidak ada penanda waktu, meski demikian masih dapat ditelusuri pewaktuannya, yaitu… ketika Yesus sudah keluar dari kota menuju Yerusalem, di sana mereka bertemu Simon, lalu Simon dipaksa membawa salib YESUS.

      Kesalahan pada saudara jelas tidak dapat melihat pewaktuan itu.

      2. Jam berapa YESUS disalibkan?
      Kesalahan pada saudara yaitu miskinnya pemahaman latar belakang.
      Jam Yahudi untuk terang dimulai jam 6 paginya orang Romawi. Pewaktu romawi terbawa ke kita sampai sekarang.
      contoh perbedaan:
      Orang Romawi mengatakan jam 9
      Orang Yahudi mengatakan jam ke-3.
      Sementara untuk mengatakan delta waktu sama saja. contohny jika selisihnya 3 jam, tetap saja disebut 3 jam.

      Jadi saudara membutuhkan dasar ini untuk mengintepretasikan jam-jam yang saudara permasalahkan.

      3. Bersama siapakah Simon Petrus mengikuti Yesus?
      Baca:
      Simon Petrus dan seorang murid lain mengikuti Yesus. Murid itu mengenal Imam Besar dan ia masuk bersama-sama dengan Yesus ke halaman istana Imam Besar, tetapi Petrus tinggal di luar dekat pintu. Maka murid lain tadi, yang mengenal Imam Besar, kembali ke luar, bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu lalu membawa Petrus masuk.
      (Joh 18:15-16)

      Jadi memang mereka sempat bareng, tetapi kemudian terpisah lagi…,

      jadi saudara salah dalam hal kurang mengutip ayat dari Yohanes.

      4. Bagaimanakah cara Petrus bisa melihat Yesus
      Sekali lagi saudara tidak mengikutkan ayat dari Yohanes di atas untuk memperdalam dan melengkapi analisa saudara.
      Jangan sebut2 tentang akal sehat, dalam teori2 debat ada istilah clear thingking, nah dari analisa saudara saya dapat mengetahui seberapa jernihnya akal saudara dalam berkata2.. jadi tidak ada faedahnya bicara masalah akal sehat ke saya.

      5. Dimanakah posisi Petrus ketika seorang perempuan menanyainya?
      Saudara merasa bahwa si Petrus ditanyai hanya berupa dialog-dialog biasa.
      Tetapi ada dialog2 berulang oleh oknum yang sama.
      Contohnya begini:
      si Habib mencecar Parhobass akan ke-Tuhan-an YESUS di artikel Versi Alkitab
      Si Habib mencecar Parhobas akan ke-Tuhan-an YESUS di artikel Tutup mata penghujat Allah itu harus mati.

      Nah dari dua keadaan ini mana yang benar?
      dua-duanya benar, karena memang di dua artikel itu satu oknum bernama Habib mempertanyakan hal yang sama.
      Bayangkanlah si perempuan itu seperti saudara yang mengikuti Petrus ketika Petrus telah berulang2 mengelak dari dia.
      Kedua cecaran di atas, dihitung 1 jawaban atas Parhobass
      sedemikian,
      Penyangkalan Petrus oleh oknum sama dengan satu penyangkalan, meski mungkin diucapkan berulang2 oleh si pencecar..

      6. Apakah kata-kata terakhir sebelum Yesus meninggal?
      Sebuah gambaran kepada saudara.
      a. Parhobass makan dan minum
      b. Parhobass makan sayur dan lauk dan minum
      c. Parhobass makan, dan minum air putih.

      a,b,c adalah satu kejadian, a bicara umum, b detail di makanan dan c lebih detail di minumannya,
      dan a,b,c itu benar semua.

      Nah gunakanlah cara yang sama dalam membahas ucapan YESUS terakhir di salib.

      7. Dimanakah ibu dan orang-orang yang mengenal Yesus ketika Yesus disalibkan?
      Saya kira tidak perlu dibahas lagi, kemungkinan besar penyangkalan saja dari saudara atas semua bukti kalimat di rujukan ayat saudara.

      8. Bagaimana Yudas mati?
      Jawabannya sudah jelas, bunuh diri…
      dan seterusnya perutnya terbelah…

      Perhatikan saja jawabannya dari ayat kutipan saudara, bahwa imam2 menolak uang kejahatan itu, lalu membeli tanah atas nama Yudas.

      1. Hari apa Yesus disalib?
      Analisa saudara bisa saja benar, tetapi bisa saja salah, karena SABAT di situ belum tentu hari Sabat (Sabtu), karena ada juga Sabat yang dilakukan dalam tahunan, yang bisa saja jatuh pada hari Jumat atau Minggu.
      Jadi analisa paling tepat adalah YESUS bangkit hari pertama, dan hari pertama adalah Minggu, maka tiga hari dari minggu adalah Jum’at.

      cari di blog ini 3 hari 3 malam di situ sudah saya bahas masalah ini,..
      bukan Alkitab, bukan saya dan bukan YESUS yang membohongi saudara, saudara saja yang tidak mempercayai YESUS.

      2. Apakah Yesus Mati ditiang salib?
      Jika YESUS tidak mati di salib, maka kristen itu tidak akan pernah ada. Jadi sia2 kita membahas masalah ini.
      Saya sudah tanya kepada saudara, bagaimana saudara dapat mempercayai allah saudara, atau nabi saudara yang mengatakan ISA tidak disalibkan?

      3. Bagaimana kah bentuk seorang manusia ketika dibangkitkan setelah mati?
      Sudah dijelaskan, YESUS pernah mati,…
      kemudian bangkit dalam tubuh itu lagi,…
      tetapi ada sesuatu yang berbeda dengan tubuh yang telah bangkit itu,… karena berbeda itulah maka tubuh itu bisa tiba2 menghilang dan bisa juga naik ke sorga.
      Paulus menyebutnya tubuh rohaniah, karena jika dikatakan tubuh badaniah, maka memang butuh hal2 yang badaniah kelak disorga, tetapi YESUS katakan di sorga tidak seperti di di bumi, tidak kawin mengawinkan, dan sebagainya….
      Jadi kita akan bangkit dalam tubuh yang kita pakai sekarang, tetapi ada perbedaannya, yaitu tidak merasakan hal-hal yang duniawi lagi…

      4. Ilmu pengetahuan

      Daripada beretorika, sebutkan satu hal yang berbau ilmupengetahuan di AQ.
      sekali lagi saya tekankan, ilmu pengetahuan berasal dari ALLAH, tetapi ada orang yang menyalahgunakan ilmu pengetahuan yang akhirnya melawan TUHAN..

      pertanyaan saya yang masih menunggu jawaban.
      pertanyaan saya perlu juga saudara jawab:
      Saksi sejarah mencatat YESUS disalibkan
      Pencatat sejarah macam Tacitus/Josephus dan penulis2 sastra juga mengatakan YESUS disalib
      Seorang di abad 6 mengakatakan YESUS tidak disalib
      pertanyaan
      apa landasan saudara percaya kepada seorang di abad 6 tersebut?

      • Bravo Parhobass—-Mantap

  29. Dalam Alkitab, diceritakan oleh 4 penulis tentang proses penyaliban Yesus hingga kematiannya. Juga dicatat oleh penulis-penulis tersebut bahwa Yesus menunjukkan diri kepada murid-muridNya sebagai bukti bahwa dia bangkit dari kematian di kayu salib. Al Quran yang muncul 6 abad kemudian menyangkal bahwa Yesus disalib. Kesaksian 1 orang dalam Al Quran dengan demikian secara tidak langsung menyatakan bahwa kesaksian 4 penulis Alkitab yg hidup sekitar 600 tahun sebelumnya (tidak termasuk kesaksian penulis sejarah non Kristen) ttg peristiwa penyaliban Yesus sebagai kesaksian palsu/bohong.

    Tetapi siapakah yang pada mulanya menyangkal jalan salib yang harus dilalui Yesus? Jawabannya tertulis dalam Alkitab: Iblis!!
    (Matius 16: 21-24 ; Markus 8: 31-34)

    • @ropan

      terimakash atas kunjungan saudara…

      salam kasih

  30. Ma’af sbelumnya. . . .
    Saya memang tidak pernah menemukan alkitab yg berbeda. .
    Tapi ada seorng mantan pendeta dan dlu seorang rektor d’sbuah universitas kristen di indonesia. .
    Skarang dia terah beralih ke agama tetangga. .
    Dia adalah yahya waloni. . .
    Dari sbuah perdebatan di sebuah jejaring sosial bhwa dia memiliki beberapa versi alkitab yang perubhan d’dalam nya sangat mencolok. . .
    Saya penasaran kbenaran nya. . .
    Apa anda bsa memberi saya lbh bnyk lg ayat alkitab yg d’renovasi(menurut mereka)
    terimakasih. .
    Yesus ku dahsyat. . .

    • @Sang pemenang;

      Pertama:
      Seperti judul artikel di atas, contohnya dari satu sumber Alkitab berbahasa Yunani bisa melahirkan berbagai versi terjemahan, karena teknik terjemahan sangat berbeda.

      Versi terjemahannya memang banyak.
      Saudara bisa membandingkan antara terbitan LAI terjemahan Alkitab versi Terjemahan Baru dengan versi terjemahan Bahasa Indonesia Masa Kini.
      Di beberapa ayat ada perbedaan, tetapi jika didalami secara mendalam jenis terjemahan jelas ada keserasian.
      Contoh ayat:
      Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
      (Ulangan 6:4), Terjemahan Baru

      Saudara-saudara, ingatlah! Hanya TUHAN, dan TUHAN saja Allah kita!
      (Ulangan 6:4) Terjemahan Bahasa Sehari-hari

      terlihat secara kalimat berbeda, tetapi maknanya sama saja.

      Kedua;
      Harus diakui bahwa teks asli, atau teks yang pertama sekali dari kitab-kitab yang membentuk Alkitab memang sudah tidak ada lagi, tetapi kutipan2 dari Alkitab itu ada dari sejak awalnya.
      Contohnya misalkan Alkitab berbahasa Indonesia suatu saat hilang dari peredaran, tetapi kutipan2 dari Alkitab berbahasa Indonesia dapat ditelusuri di blog hakadosh.wordpress.com. atau kutipan di warta-warta jemaat, dan sebagainya.. Untuk merekonstruksi Alkitab PB misalkan dilakukan juga dengan hal yang sama, dimana ada sekitar 18ribu kutipan PB ditemukan di tulisan2 bapa-bapa gereja.

      Ketiga:
      Sejak awal terjemahan Alkitab itu sudah beredar, untuk PL ada yang berbahasa selain Ibrani sebelum masehi, untuk PB jelas ada selain Yunani.. Nah terjemahan-terjemahan ini pun sudah beredar kemana-mana. Terjemahan-terjemahan awal ini masih ada sampai sekarang.

      Kesimpulan:
      Dengan cara inilah Teks asli, atau teks yang pertama sekali direka ulang kembali, dengan membandingkan teks2 tertua, terjemahan-terjemahan tertua, kutipan-kutipan bapa-bapa gereja.

      Salam

      Saran
      Penomoran ayat2 di Alkitab bisa membawa dilema kepada orang, seolah suatu ayat berdiri sendiri, padahal ada makna yang terikat pada satu kitab secara keseluruhan.
      Nah masalah bisa timbul jika orang-orang macam saudara Yahya itu membandingkan secara ayat-per-ayat dari beberapa versi terjemahan.
      Jadi perlu kehati-hatian yang luar biasa dan serius kalau kita harus memelajari berbagai terjemahan.

      • @Om Parhobass

        Komen fanya diatas sebetulnya sekedar melengkapi/merespon permintaan/kepenasaranan @Sang pemenang yg diatas menyatakan:
        .
        “Saya penasaran kbenaran nya. . .
        Apa anda bsa memberi saya lbh bnyk lg ayat alkitab yg d’renovasi(menurut mereka)
        terimakasih. .”

        .
        Perbedaan2 redaksi maupun data ttg satu kejadian yg sama sebagaimana ditemui dalam Alkitab versi Matius, Markus, Lukas dan Yohanes tersebut pd list diatas adalah fakta tak terbantahkan bukan?
        .
        Pertanyaannya:
        .
        a. Apakah sosok Tuhan yg menyampaikan wahyu/ayat-ayat/firman-Nya kepada Markus, Matius, Lukas dan Yohanes utk diabadikan menjadi Kitab Suci (Al Kitab) adalah sosok Tuhan yg berbeda sehingga transkrip wahyu/ayat pd masing2 kitabpun berbeda? atau
        .
        b. Sosok Tuhan sama tapi saat mewahyukan kpd Mar, Mat, Luk dan Yoh Dia gunakan redaksi berbeda sehingga transkrip Alkitab yg dibuat masing-masingpun jadi berbeda pula? atau
        .
        c. Sosok Tuhannya sama, Redaksi Wahyunya sama dan Kejadiannya juga sama tapi mereka transkripsikan secara berbeda mengikuti gaya bahasa, tingkat pemahaman, pengetahuan, daya ingat dan selera masing-masing?
        .
        Mohon maaf, menurut hemat fanya, kemungkinan C lah yg tampak paling logis terlebih Om Parhobass sendiri senantiasa wanti-wanti berpesan “Jadi perlu kehati-hatian yang luar biasa dan serius kalau kita harus memelajari berbagai terjemahan.” Mengapa harus hati-hati? karena apa yg tertulis dalam Alkitab versi Mar, Mat, Luk dan Yoh tsb tidak sepenuhnya murni produk/wahyuTuhan, melainkan membawa pula (terkontaminasi) karakter, daya ingat, pengetahuan, pemahaman dan selera masing-masing Sang Penulis Alkitabnya.
        .
        Salam

      • @fanya

        sembagi memberi data2 yang menurut saudara “bertentangan” ada eloknya saudara juga melist jawaban yang sudah saya berikan, sehingga seolah list yang diberikan tidak/belum terjawab…

        mengenai point2 saudara:
        3 point pemikiran saudara bisa saja menjadi ngawur jika saudara tidak menggunakan metode “wahyu” dari kitab suci saudara kepada Alkitab khususnya kitab Injil.

        Kitab Injil tidak diwahyukan turun dari langit, atau TUHAN mendikte lalu para penulis Injil menulisnya,…

        Kitab Injil ditulis sesadar-sadarnya oleh manusia-manusia yang dipilih, dan TUHAN dalam ROH KUDUS menggunakan hikmad manusia itu untuk menuliskan Injil yang dimaksud, sehingga tidak ada satupun penulis ALKITAB/khususnya Injil yang mengalami semacam kesurupan seperti nabi-nabi palsu lainnya…, tidak ada yang berubah fisik, tidaak ada perubahan roh, semua sadar, tetapi tetap dalam kendali ROH KUDUS…

        Nah jika saudara memahami demikian dan tidak branggapan bahwa ALKITAB/Injil turun dari langit, maka 3 point saudara bisa saudara olah kembali yang mana yang cocok dengan landasarn ALKITAB/Injil…

        pertanyaan saudara saya balik,
        4 saksi mata, beberapa ahli sejarah, beberapa penulis pujangga mencatat YESUS disalibkan…
        abad 6 ada nabi atas nama allahnya dengan wahyu langsung turun dari langit, mengatakan YESUS tidak disalib…
        pertanyaan;
        1. kepada siapa saudara lebih percaya?
        2.Kenapa bisa percaya seperti itu?

        salam

      • @Om Parhobass

        >>pertanyaan saudara saya balik,
        4 saksi mata, beberapa ahli sejarah, beberapa penulis pujangga mencatat YESUS disalibkan…
        abad 6 ada nabi atas nama allahnya dengan wahyu langsung turun dari langit, mengatakan YESUS tidak disalib…
        pertanyaan;
        1. kepada siapa saudara lebih percaya?
        2.Kenapa bisa percaya seperti itu?
        :
        :
        Jawaban :
        fanya dan siapapun yg memiliki logika pasti lebih percaya pd ucapan Nabi yang berbicara atas nama Allah dengan dgn wahyu yg langsung turun dari langit yg kredibilitasnya tidak pernah diragukan oleh kawan maupun lawan-lawannya yg tlh memberinya sebutan Al-Amin, dibanding dengan kesaksian mereka yg berbicara dlm kapasitasnya sebagai manusia biasa yg tak luput dari berbagai kesalahan!
        :
        Mari kita cermati kasus nyata yg terjadi baru-baru ini, belum sampai 2000 thn yl :
        .
        Awal April 2012 muncul tayangan video porno di jejaring sosial yang konon melibatkan seorang anggota Komisi Kesehatan DPR. Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat telah meminta dua ahli telematika Ruby Alamsyah dan Abimanyu Wachjoewidajat untuk menganalisis keaslian video porno perempuan yang mirip anggota Komisi Tenaga Kerja, Karolin Margaret Natasha tsb.
        .
        Dari keterangan dua ahli, video yang beredar awal April lalu ini dinilai hasil editan. Meskipun demikian, menurut Ruby, hasil analisis metode ini tak optimal. Alasannya, kualitas video dan resolusi gambar yang dia terima jelek. Hal ini menyebabkan rincian wajah perempuan yang tampak dalam video kurang jelas. Berbeda dengan Ruby, Abimanyu bahkan menyatakan belum menganalisi keaslian video (?). Karoline sendiri baru tgl 8 Juni yl membantah dirinya sebagai sosok pelaku dalam video tsb.
        .
        Sebaliknya Roy Suryo, pakar telematika menyakini dari potongan gambar video porno, sang wanita adalah anggota DPR yang disebut ‘mirip’ anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP.
        :
        Dalam interupsinya di sidang paripurna DPR Roy Suryo menegaskan bahwa pendapat seorang ahli yang diundang Badan Kehormatan DPR terkait video porno mirip anggota DPR adalah tidak benar. Bahkan Roy memuji salah seorang ahli yang mengatakan video tersebut asli dan dilakukan Karolin. Dia berharap BK bekerja profesional.
        .
        “Berbeda dengan mas Abah (Abimanyu Wahjoewidajat) yang masih menganalisa secara Ilmiah, rupanya ada seseorang yang sering oleh media disebut-sebut pakar digital forensik telah masuk angin dan mengkhianati ilmunya dan berani berbohong soal video heboh DPR dengan menyatakannya sebagai rekayasa belaka,” kata Roy.
        :
        Intinya, apa yang dilihat dan diyakini masyarakat luas, apa yg dikatakan dan diyakini saksi-saksi ahli, termasuk yg diyakini lembaga terhormat dan tertinggi manusia pd suatu bangsa, terbukti tidak bisa menjadi jaminan atas kebenaran hakiki suatu kejadian maupun kebenaran identitas sosok pelaku dari kejadian tsb…….. dan terbukti hanya Allah yg Maha Tahu yg mengetahui apa yg sesungguhnya terjadi!
        :
        Salam

      • @fanya

        Ada kelas yang entah bagaimana saudara loncat2 di sini…
        4 Rasul dan 1 Rasul yang saya sebut bagaimanapun tidak bisa dilepaskan dari hubungan langsung mereka dari “ALLAH”,

        sehingga dengan asumsi ini, kita harus menyamakan mereka dari segi “kemanusiaan” mereka…ketika kita pandang dari segi manusia inilah maka kita dapati bahwa 4 menyaksikan kejadian langsung, sementara 1 lain tidak,

        jika saudara paksa kelas “ALLAH” tadi disematkan kepada seorang dan 4 yang lain tidak, maka itu tidak adil namanya, menang sendiri, hipokrit, semisalpun harus dipaksakan ke ketingkatan itu kembali ke pertannyaan saudara ropan di atas,
        Adakah orang lain yang mengkonfirmasi 1 Rasul di abad 6 itu?
        sebab setiap ada 1 saksi selalu ada paling tidak 2 pengkonfirmasinya.

        Sekali lagi 4 Rasul (mengaku utusan langsung ALLAH) ditambah ahli2 sejarah abad pertama masehi ditambah ahli2 sastra abad pertama (orang-orang sekuler, yang memang kepentingan relijiusnya tidak ada) menulis YESUS disalib,
        1 Rasul (mengaku utusaan ALLAH langsung) di abad 6 mengatakan YESUS tidaak disalib,

        Kepada siapa saudara percaya
        dan
        Kenapa percaya?

        salam

      • @Om Parhobass
        .Ada kelas yang entah bagaimana saudara loncat2 di sini…
        4 Rasul dan 1 Rasul yang saya sebut bagaimanapun tidak bisa dilepaskan dari hubungan langsung mereka dari “ALLAH”,

        ::
        :
        Maaf Om, fanya kutip kembali kalimat Om Parhobass apa adanya:
        :
        pertanyaan saudara saya balik,
        4 saksi mata, beberapa ahli sejarah, beberapa penulis pujangga mencatat YESUS disalibkan…
        abad 6 ada nabi atas nama allahnya dengan wahyu langsung turun dari langit, mengatakan YESUS tidak disalib…
        pertanyaan;
        1. kepada siapa saudara lebih percaya?
        2.Kenapa bisa percaya seperti itu?
        :
        salam

      • @fanya

        benar cuman saudara kurang2 hati2 membaca kalimatnya

        … kalimat saya 4 saksi mata (yaitu yang disebut Rasul), beberapa ahli sejarah (macam Josephus dan Tacitus, bukan saksi mata, tetapi ahli sejarah), beberapa ahli sastra syria (bukan saksi mata tetapi menulis kejadian yang yang sudah umum diterima…
        berbanding dengan 1 Rasul (bukan saksi mata)

        Kepada siapa saudara percaya
        dan
        Kenapa percaya…

        salam

      • @Om Parhobass

        Bicara masalah kebenaran, jangankan satu orang melawan 4 saksi mata, beberapa ahli sejarah dan beberapa penulis pujangga, sejarah membuktikan bahwa kebenaran yg disampaikan oleh 1 orang terbukti adalah sebuah kebenaran meski keyakinan seisi duniapun menentangnya sebagaimana dialami Copernicus dan Gaileo sbb:

        Melalui karyanya Banding kepada Grand Duchess Christina dari Lorraine, Galileo mengkritik pernyataan dari Kitab Suci yang mengakatan bahwa bumi itu datar karena bertentangan dengan fakta fisis yang dapat dibuktikan dengan ilmu matematika. Dalam buku ini, Galileo dengan jelas menyatakan bahwa teori Copernican bukan hanya alat perhitungan matematika, tapi merupakan suatu kenyataan fisik.
        .
        Persoalan tentang bumi itu bulat yg sebenarnya sudah diketahui oleh banyak orang sejak lama sebagaimana ditemukan dalam ilmu astronomi kuno, mungkin juga dipengaruhi oleh filsuf Yunani, Pythagoras (570 SM), dan Aristoteles (427-247 SM) yang mengajarkan bahwa: “Every portion of the earth tends toward the center until by compression and convergence they form a sphere – Tiap-tiap bagian di bumi cenderung menuju ke arah pusat dan dengan tekanan dan pemusatan mereka membentuk suatu lapisan. (De caelo, 297a9-21).”
        .
        Teori Heliosentris dari Copernicus yang menyatakan bahwa bumi itu bulat mendorong kawan-kawan Copernicus untuk membuktikannya. Salah satunya adalah Ferdinand Magellan, pelaut pertama yang berhasil mengelilingi dunia dan membuktikan bahwa bumi memang bulat serta laut-laut di bumi saling berhubungan. Teori ini membantah Teori Geosentris dari Ptolomeus yang menyatakan bumi datar.
        .
        Demikian pula ditemukannya benua Amerika oleh Christopher Colombus (1492), juga merupakan pembuktian bahwa bumi itu bulat di abad ke 15, sekitar seabad sebelum kasus Galileo, kendatipun memang dalam Alkitab, a.l. Yes 11:12 dan Why 7:1 yang menyebutkan ke empat sudut bumi, atau Ayb 38:13, Yer 16:19, Dan 4:11 yang menyebutkan ‘ujung bumi’.
        .
        Apa mau dikata, pendapat Galileo dan dukungannya terhadap teori Copernicus menyebabkan dia harus berhadapan dengan kalangan gereja yang menentangnya habis-habisan dan dia diyakini telah menghina keyakinan gereja seputar wahyu ilahi di dalam Injil yang mengatakan bahwa bumi datar dan bumi adalah pusat tata surya.
        .
        Yang pertama-tama menentang Galileo dengan menggunakan Alkitab adalah seorang bernama Lodovico delle Colombe, yang mendapat dukungan dari imam Dominikan, Tommaso Caccini (1614), walaupun pada saat itu sebenarnya banyak tokoh Gereja Katolik yg malah mendukung percobaan Galileo, terutama kaum Jesuit.
        .
        Pandangan Gereja Katolik yang resmi akhirnya disampaikan oleh Kardinal Robertus Bellarminus, yang mengatakan sbb:
        .
        “I say that if there were a true demonstration that the sun was in the center of the universe and the earth in the third sphere, and that the sun did not go around the earth but the earth went around the sun, then it would be necessary to use careful consideration in explaining the Scriptures that seemed contrary, and we should rather have to say that we do not understand them than to say that something is false which had been proven.” (Letter of Cardinal Bellarmine to Foscarini.)
        .
        Sayangnya, karena alat bukti yang dapat mendukung teori ini dipandang tidak cukup memadai di masa itu, maka pada tahun 1616, pihak Gereja Katolik mengeluarkan dekrit bahwa teori heliosentris tersebut adalah teori yang salah dan bertentangan dengan Alkitab.
        .
        Perlu dicatat, sesungguhnya bukan hanya Gereja Katolik yang menolak teori Copernicus yang dipegang oleh Galileo, tetapi juga gereja Protestan. Bahkan Martin Luther bersama-sama dengan muridnya Melancthon dan para teolog Protestan lainnya termasuk barisan pertama yang menentang teori heliosentris,. Mereka mengecam karya Copernicus. Luther menyebut Copernicus sebagai “keledai/orang bodoh yang mencari perhatian”, lengkapnya sbb:
        .
        “an ass who wants to pervert the whole of astronomy and deny what is said in the book of Joshua, only to make a show of ingenuity and attract attention”. (Herbert Butterfield, The Origins of Modern Science (New York: the Free Press, 1957), p. 69).
        Atau Melancthon yang menyebut semua pengikut Copernicus (termasuk Galileo) sebagai ‘tidak jujur dan merusak’. (P. Melancthon, “Initia doctrinae physicae,” Corpus Reformatorum, ed. Bretschneider, XIII, p. 216.)
        .
        Penentangan gereja ini mencapai puncaknya di tahun 1616, sehingga pada 24 Februari 1616 sekelompok pakar teologi yang dibentuk oleh Tahta Suci Vatikan (Holy Office) menyatakan, bahwa teori Galileo itu bertentangan dengan Bible. Maka, Paus Paul V, meminta Kardinal Bellarmine untuk memperingatkan Galileo dan melarangnya mendukung maupun mengajarkan teori Copernicus.
        .
        Demikian, sebuah fakta sejarah yg layak dijadikan bahan renungan bagi kita semua menyangkut sebuah fakta kebenaran yg pernah ditolak dunia…..
        ::
        Salam

      • @fanya…

        Pertama:

        Saya tidak mengerti sepenuhnya ada apa di Gereja Katolik waktu itu sampai “membunuh” Galileo, tetapi semisal para penatua Gereja masa itu mendalami apa yang tertulis di kitab AYUB, yang menurut para ahli tertulis sejaman dengan kitab Musa (sekitar tahun 1400SM) sudah pasti mereka akan diyakinkan masalah bumi bulat, dan memang pada umumnya sampai abad enam pun orang masih banyak beranggapan bumi datar.
        Contohnya gini; kalau bumi tidak dianggap datar, maka maaf saja, seorang yang berada di Lautan Pasifik haruslah berkiblat ke arah pantatnya sendiri, karena kalau ditarik garis lurus memang Mekaah ada di arah pantatnya dia, sekali lagi maaf kata2 vulgar ini.

        Kedua
        perhatikan copernicus dan Galilei, columbus dalam menjelaskan bumi bulat, itu terlihat ada praktek “1 menceritakan, 1 atau 2 yang lain mengkorfirmasi”,…
        Sedemikian tokoh-tokoh di Alkitab juga demikian, 1 bernubuat, kebenaran beliau dikonfirmasi orang lain di sektiarnya…. pertanyaan balik, siapa yang mengkorfirmasi nabi abad 6 perihal YESUS tidak disalib?, bandingkan dengan 4 Rasul yang saya sebut.
        Jika 4 Rasul saling berkonfirmasi maka yang bertolak belakang dengan itu pasti PALSU, SaLAH, DUSTA…
        jadi dari pada masih membawa hal-hal yang terus berkembang, jawab saja di dalam hati bila perlu, yaitu:
        4 saksi mata, beberapa ahli sejarah, dan beberapa sastrawan mencatat YESUS disalib
        1 orang di abad 6 mengatakan YESUS tidak disalib
        siapa yang saudara percaya
        dan
        kenapa?

        saudara tidak perlu lagi menggugat dengan berdalih menggunakan2 analogi2 toh akhirnya hanya akan berputar2 saja di situ…

        jawab saja dua pertanyaan itu…

        ketiga
        Memang tepat bahwa tidak perlu berapa jumlahpun orang yang digunakan, jika TUHAN menyatakan suatu kebenaran kepada orang tertentu, maka meski semisal dia hanya satu orang maka kita harus mempercayainya sepatutnya,… tetapi harus juga diingat bahwa TUHAN bukanlah Yang semena-mena, kebijaksanaan TUHAN diperlihatkan dari istilah yang saya gunakan di sini yaitu konfirmasi, dalam istilah lain ada orang lain yang membuktikan bahwa beliau2 itu utusan/nabi/rasul TUHAN adalah benar, adalah penuh kebenaran, karena bentuk SALIB harus selalu dipertontonkan, Vertikal/Horizontal, itu sudah bagian dari manusia itu sendiri..yang oleh Rasul Yohanes sebutkan, “semisalpun kesaksian kami tidak diterima, tetapi kesaksian ROH ALLAH adalah benar/kebenaran”.

        Salam

      • @Om Parhobass

        …….jawab saja di dalam hati bila perlu, yaitu:
        4 saksi mata, beberapa ahli sejarah, dan beberapa sastrawan mencatat YESUS disalib
        1 orang di abad 6 mengatakan YESUS tidak disalib
        siapa yang saudara percaya
        dan
        kenapa?

        :
        :
        fanya pikir pertanyaan tsb sangat naif karena semua umat Islam pasti mengimani Al-Qur’an dan Hadits. fanya tidak perlu mengimani apa-apa yg tidak terdapat dalam Al-Qur’an maupun Hadits sebagaimana Om Par yg tak wajib mengimani apa-apa yg tidak tersurat dalam Alkitab bukan?
        :
        Namun demikian, terhadap pertanyaan Om Parhobass diatas, dengan senang hati fanya katakan:
        .
        1. Siapa yang saudara percaya?
        Jelas percaya Muhammad SAW.
        .
        2. Kenapa? Karena Al Qur’an QS 4:157 dengan tegas menyatakan bahwa Nabi Isa TIDAK MATI DISALIB, dan umat Islam tentu dan wajib mengimani Al Quran.
        .
        terjemahan perkata QS. 4:157 ;

        وقولهم dan ucapan mereka إنا sesungguhnya kami قتلنا telah membunuh المسيح Al Masih عيسى Isa ابن putera مريم Maryam رسول Rasul الله Allah وما dan tidak قتلوه mereka membunuhnya وما dan tidak صلبوه mereka menyalibnya ولكن akan tetapiشبه diserupakan لهم bagi mereka وإن dan sesungguhnya الذين orang-orang yang اختلفوا berselisih فيه tentangnya لفي benar-benar dalam شك keragu-raguanمنه daripadanya ما tidaklah لهم bagi mereka به dengan من dari علم pengetahuan/keyakinan
        إلا kecuali اتباع mengikuti الظن persangkaan وما dan tidak قتلوه mereka membunuhnya يقينا dengan yakin.
        .
        3. Subject to pemahaman pribadi fanya, selain kedua aspek sangat mendasar tsb diatas, pengertian tidak disalibnya nabi Isa tsb juga tidak lepas dari hakekat penyaliban yg dirujuk hukum Yahudi Ortodok sendiri dimana orang yang disalib adalah mereka yg terpaku di tiang kayu salib sampai mati dgn dipatahkan kedua kakinya. Nabi Isa pada saat ditiang kayu salib tidak dipatahkan kakinya sebagaimana 2 preman yg disalib bersama dgnnya sehingga pada hakekatnya beliau tidak dapat dikategorikan telah mengalami penyaliban seperti lazimnya …..
        .
        Salam

      • @fanya

        Selalu ada hal-hal yang aneh dan janggal jika berdiskusi dengan orang-orang hipokrit seperti saudara.
        Kondisinya begini, kenapa saya berkata begitu;

        Saudara jelas mengimani Al Quran/Muhammad dan allah saudara,
        karena memang itulah pondasi saudara,
        nah jika saudara menempatkan posisi saya pada kondisi yang sama maka jelas saudara tidaklah sangat penting mengutarakan contoh-contoh pemikiran, analogi dan sebagainya yang berbau di luar pandangan Al Quran/Muhammad/allah saudara untuk seolah membantahkan kebenaran Alkitab/TUHAN SEMESTA ALAM.

        nah karena justru saudara sering membawa2 analogi2 di luar hal-hal relijius dan menghubung2kannya dengan KEBENARAN, yang pada hakekatnya membenarkan iman saudara, maka saya berusaha melatakkan pemikiran jernih kepada saudara dengan menggeser diskusi relijius ke pemikiran2 sekuler (sebisa mungkin),…

        Kalau saudara mengaku Muhammad utusan/rasul allah, berdasar Al Quran
        bukankah saya juga berhak berkata
        YESUS adalah TUHAN berdasar ALKITAB?
        kenapa saudara harus membawa2 Al Quran untuk menjelaskan Alkitab? kan itu aneh/janggal namanya…

        Al Quran dan Alkitab itu sudah berbeda, terpisah jurang yang dalam, allah saudara tidak sama dengan TUHAN yang diceritakan Alkitab.

        karena berbedalah maka kita tidak bisa memaksakan kebenaran kita kepada sesama, sebagaimana TUHAN YANG BENAR tidak akan pernah memaksakan kebenaranNYA kepada semua manusia, kecuali allah saudara yabng kemungkinan besar bukan TUHAN maka tentu ia akan memaksakan kehendaknya dan membawa2 pemaksasaan itu dan itulah yang tertanam dihati setiap orang yang mengimani allah seperti itu, termasuk saudara.

        nah karena diskusi kita adalah diskusi pemikiran-pemikiran maka saudara harus juga menjawab pertanyaan “kepada siapa percaya dan kenapa” dengan pemikiran.

        Kalau saudara jawab “karena allah pasti benar, dan Muhammad ngga mungkin salah, dan Al Quran pasti kebenaran”, maka saya tanpa mikirpun bisa berkata hal yang sama bahwa YESUS pasti benar, Alkitab pasti benar, dan ALLAH adalah kebenaran, tak terbantahkan…lalu apa gunanya saya meladeni saudara, dan apa gunanya saudara berdiskusi di hakadosh ini kalau tidak ada pemikiran yabg mendasari, diskusi koq pokoknya pokoknya…

        pasti ada pondasi pemikiran/logos dari allah saudara yang menurunkan wahyu dan mengatakan bahwa YESUS tidak disalib, sementara 4 saksi bahkan 12 bahkan ratusan saksi mata langsung melihat YESUS disalibkan, ahli sejarah abad pertama, ahli sastra abad pertama mencatat YESUS disalibkan….

        Apa, kenapa?
        lagi-lagi saudara mencatut peristiwa salib, merujuk hukum2 yahudi, lha dimana saudara bisa merangkum hal seperti itu? bukankah harus membaca ALKITAB sehingga saudara bisa mendapat informasi seperti itu? nah kalau hal-hal seperti itu dapat saudara tangkap dan anggap sebatai kebenaran mutlak, apa justrungannya koq tidak bisa menerima kata-kata yang sama yang dituliskan di Alkitab yang sama yang mengatakan: “YESUS adalah JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP”?…

        apa kenapa?
        hal aneh di pondasi pemikiran saudara,…

      • @Om Parhobass
        Selalu ada hal-hal yang aneh dan janggal jika berdiskusi dengan orang-orang hipokrit seperti saudara.
        :
        pasti ada pondasi pemikiran/logos dari allah saudara yang menurunkan wahyu dan mengatakan bahwa YESUS tidak disalib, sementara 4 saksi bahkan 12 bahkan ratusan saksi mata langsung melihat YESUS disalibkan, ahli sejarah abad pertama, ahli sastra abad pertama mencatat YESUS disalibkan….
        Apa, kenapa?

        :
        :
        qiqiqi…. fanya selaku muslimah jadi geli dikatai Om hipokrit gara-gara menjawab pertanyaan “NAIF” menyangkut keyakinan: “siapa yg dipercaya” antara Muhammad (yg diyakini umat Islam sebagai rasul) dihadapkan pada “4 saksi” (yg diyakini umat Kristiani sebagai rasul).
        :
        Terhadap pertanyaan yg fanya nilai NAIF tsb fanya coba menjawab melalui beberapa analogi dalam kehidupan nyata agar Om Par bisa menurunkan dominasi dogmatis yg begitu kental mewarnai pola pikir Om dlm diskusi ini.
        .
        Sebagai contoh, Om memaksakan bahwa 4 orang yg menjadi saksi adalah RASUL yg mustahil berbuat keliru dan apa yang disampaikan keempatnya adalah WAHYU Tuhan dan tentunya juga mustahil salah.
        :
        Jika Om tetap bersikukuh dengan parameter bernuansa dogmatis sepihak dlm pertanyaan Om tsb, jelas mustahil sampai pada obyektifitas diskusi. Maka dari itu fanya kemukakan 2 analogi yakni:
        .
        1. Analogi kasus Video Karolin Margaret Natasha yg meski eksistensinya valid dan dapat disaksikan (dilihat dan didengar) khalayak luas, terbukti malah menimbulkan pertentangan diantara beberapa “pakar” sehingga kebenaran hakini dari apa yg kita-lihat dan dengar tsb sangat patut dipertanyakan.
        .
        2. Analogi Galileo/Copernicus, yakni satu sosok manusia (analogi rasul yg mengedepankan logika – dipercaya masyarakat luas shg bergelar Al-Amin) melawan sekelompok pakar agama (analogi rasul-rasul yg mengedepankan subyektivitas dan visi masing-masing – sehingga transkripsi atas wahyu yg mereka terima dari Tuhan tentang SATU FAKTA KEJADIAN YA SAMA mereka tulis secara berbeda), terbukti menunjukkan bahwa kebenaran seorang Galileo/Copernicus-lah yg benar.
        :
        fanya pikir bagi orang sekaliber Om Parhobas, pengungkapan 2 analogi tsb seharusnya terlalu banyak untuk sekedar menangkap esensi jawaban fanya atas pertanyaan “percaya pada siapa” dan “kenapa” berdasarkan logika yg terlepas dari belenggu dogmatik.
        :
        Ternyata, tampaknya justru Om yang (maaf), masih terus hipokrit menafikan fakta-hakta logis yg kita temukan dalam kehidupan nyata, sekaligus memaksakan nilai-nilai keyakinan sepihak dalam diskusi yg seolah-olah dikemas berdasarkan logika.
        :
        Salam

      • @fanya

        Dalam proses menentukan kesimpulan atau paling tidak point2 penting untuk menjadai kesepakatan memang point subjective dan objective perlu…

        Orang seperti saudara selalu akan mengumandangkan AKAL/LOGIKA dan IMAN, nah jika sudah berbicara IMAN maka itu adalah ranah SUBJECTIVE…

        Sudah saya katakan di atas, jika saudara SUBJECTIVE maka saya bisa juga SUBJECTIVE, .. oleh karena ranah SUBJECTIVE itu akan melahirkan2 pembenaran-pembenaran tersendiri, maka kita bergeser ke OBJECTIVE-nya, yaitu LOGIKA/AKAL d.l.l…

        Pertanyaan kenapa dan mengapa percaya yang SUBJECTIVE itu ternyata saudara jawab lagi dengan BOM SUBJECTIVITAS,… itu namanya HIPOKRIT…jadi tidak tanpa alasan saya berkata saudara hipokrit.

        nah ranah SUBJECTIVEnya sudah saya buat di atas kondisinya:yaitu:
        SUBJECTIVE ALKITAB: YESUS disalib
        SUBJECTIVE ALQURAN: YESUS tidak salib..

        OBJECTIVE ALKITAB: Ada banyak saksi mata, ahli sejarah mencatat, ahli sastra mencatat..
        sekarang pertanyaannya mana OBJECTIVE ALQURAN?

        Kosong, hampa, dan kekosongan itu, kehampaan itu saudara isi dengan BOM SUBJECTIVE lagi,.. lalu menyisipi pembenaran-pembenaran..

        Pembenaran saudara:
        1. Jika ALLAH sudah berfirman maka tidak ada yang akan dapat membantah.
        Sebenarnya ini tepat dan benar, jika ALLAH sudah berkehendak, siapa yang dapat melawan, tetapi LOGIKAnya adalah percuma juga ALLAH memberi mata, hati dan kemampuan berpikir, jika TUHAN memberi firman, tetapi manusia tidak dapat menemukan KEBENARAN di sana, dan tidak dapat diuji.
        Nah, allah saudara sekarang berfirman bahwa Yesus tidak disalib, pertanyaannya, ujiannya, APA DASARnya?
        Jika dalam pengadilan, 4 saksi sudah menyatakan si terdakwa terbukti bersalah, hanya kelaliman dan korupsi dan kebohongan yang dapat dikeluarkan si hakim kalau menyatakan ternyata tidak bersalah, dan tentu vonis tidak bersalah itu ada dasarnya, sekarang dasarnya itulah pertanyaan saya kepada saudara, mengapa dan kenapa?

        2. Saudara akan membenarkan hal-hal yang menurut saudara
        masuk akal lalu berkata benar jika “MAHLUK” lain juga melakukan kesalahan. Contohnya, JIKA orang KRISTEN ada yang melakukan pembunuhan maka orang ISLAM juga layak melakukan pembunuhan.

        3. Jika ada sesuatu yang tidak diucapkan oleh sumber agama saudara maka dengan beraninya mengutip2 secara serampangan dari sumber agama lain. Contohnya saudara2 dengan gagahnya mengutak-atik kitab INJIL untuk melakukan pembenaran bahwa YESUS tidak disalib. Membenarakan sebagian lalu menyalahkan bagian yang lain,… Lha koq bisa2nya SUBJECTIVITAS agama lain saudara pecah2 dan memilih2 yang ini benar dan yang itu salah…

        4. Si ANU pasti salah. Ini juga pembenaran paling akut, yang kemungkinan mendasari semua pondasi logika saudara2 sekakian. sesuai contoh pengadilan di atas yang mana 4 saksi sudah dapat membuktikan si terdakwa terbukti melakukan kesalahan, sementara hakim berkata tidak terbukti, maka saudara akan otomatis berkata 4 saksi itu PASTI SALAH, lalu mencari2 alasan untuk membenarkan si hakim. Nyatanya dimanapun ada hakim seperti itu pasti akan dimaki, dihujat sebagai hakim lalim, koruptif, jahat dan pendusta atau paling tidak jika ada kejadian seperti itu maka pasti ada pertanyaan2..
        Nah pertanyaan2 itu kan tidak harus dipaksakan dengan berkata pokoknya si 4 saksi pasti bersalah, lalu membuat logika2 bahwa ada juga kemungkinan saksi disuap dan sebagainya…,
        di sini ada dua masalah saksi dan hakim, nah saksi itu sudah saya berikan alasan pembenarannya, bahwa ahli sejarah mencatat, ahli sastra mencatat, lalu apa alasan hakimnya? bisa tidak saudara jawab tanpa harus mencari2 dalil dalam membuktikan bahwa 4 saksi itulah yang salah….

        itu paling tidak proses pembenaran dari saudara,
        jika proses ini masih dipermainkan apologist muslim maka kebenaran kalian hanya kebenaran pembenaran yang hipokrit..

        salam

      • @Om Parhobass,
        .
        Dalam menjawab pertanyaan Om Par diatas, siapapun yg mengikuti diskusi ini pasti melihat bahwa fanya hanya menyodorkan 2 analogi tanpa satupun kutipan dari Alkitab. betul…?
        :
        1. Melalui kasus Video Porno fanya tunjukkan realitas pencarian kebenaran dari sebuah kejadian faktual yang bukti visualnya ada dan bisa disaksikan masyarakat luas, ada hasil observasi, kajian dan pernyataan para pakar dibidangnya, ada klarifikasi dari sosok yg diduga pelakunya, ada pernyataan hakim tertinggi (BK), dan kejadiannya masih sangat baru, tokh terbukti bahwa hingga saat ini kita TIDAK/BELUM MENEMUKAN KEBENARAN atau OBYEKTIVITAS dari sebuah kejadian dimaksud.
        :
        1.1. Sebagian masyarakat dan pakar telematika mungkin meyakini bahwa Video tsb ASLI (benar) dan Pelakunya juga asli KMN (benar).
        .
        1.2. Sebagian masyarakat dan pakar telematika mungkin meyakini bahwa Video tsb ASLI tapi pelakunya BUKAN KMN, melainkan sekedar SOSOK MIRIP KMN.
        .
        1.3. Sebagian masyarakat dan pakar telematika mungkin meyakini bahwa baik Video maupun Pelaku adegan dlm video tsb total PALSU (rekayasa).
        .
        1.4. Sebagian masyarakat dan pakar telematika mungkin meyakini bahwa Video tsb telah mengalami pengeditan (sebagian salah sebagian benar) namun Pelakunya asli KMN (benar).
        :
        Kebenaran dari kasus diatas PASTI ADA, tetapi yang mana diantara 4 pendapat yg masing-masing diyakini kelompoknya tsb diatas yg merupakan kebenaran yg sesungguhnya? Hanya Tuhan dan si pelakunya saja yg tahu.
        :
        Berbeda dengan analogi Copernicus/Galileo.
        :
        Melalui kejadian tsb fanya sengaja menunjukkan fakta bahwa KEBENARAN yg disangkal dan ditentang seisi dunia dan PAKAR-PAKAR ALKITAB, justru terbukti BENAR.
        :
        Demikian, apakah fakta-fakta diatas dilandasi subyektif keimanan? hih…
        Terima kasih.
        :
        Salam

    • @Sang pemenang

      Menambah penjelasan yg disampaikan Om Parhobass diatas, berikut disampaikan beberapa perbedaan yg tersurat dalam Alkitab yg sempat fanya catat dari komen Habib saat berdiskusi dengan Om Parhobass tgl 12 April 2012 a.l. :
      .

      1. SIAPAKAH YANG MEMBAWA SALIB YESUS?
      a. Simon orang Kirene (Markus 15:21, Matius 27:32, Lukas 23:26)
      b. Yesus Sendiri (Yohanes 19:17)
      .
      2. JAM BERAPAKAH YESUS DISALIBKAN?
      a. 9 pagi (Markus 15:25)
      b. Kira-kira jam 12 siang (Lukas 23:44)
      .
      3. BERAPA LAMA YESUS BERADA DI TIANG SALIB HINGGA MATI?
      a. 6 jam (Markus 15:25-37)
      b. 3 jam (Lukas 23:44-46)
      .
      4. JAM BERAPA YESUS MATI?
      a. Jam 6 (Markus 15:25-37)
      b. Jam 3 (Lukas 23:44-46)
      .
      5. JAM BERAPAKAH KEGELAPAN MELIPUTI DAERAH DIMANA YESUS DISALIB?
      a. Jam 3 sampai jam 6 (Markus 15:25-37)
      b. Jam 12 sampai jam 3 (Lukas 23:44-46)
      .
      6. BERSAMA SIAPAKAH SIMON PETRUS MENGIKUTI YESUS?
      a. Sendirian (Markus 14:54, Matius 26:57, Lukas 22 :54)
      b. Bersama salah satu murid yesus (Yohanes 18:15)
      .
      7. BAGAIMANAKAH CARA PETRUS BISA MELIHAT YESUS
      a. Langsung masuk dan duduk bersama pengawal (Markus 15:54, Matius 26:58, lukas 22:55)
      b. Berada diluar Pintu dulu, menunggu salah satu murid Yesus bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu, baru kemudian diajak masuk oleh salah satu murid tadi ( Yohanes 18:16)
      .
      8. DIMANAKAH POSISI PETRUS KETIKA SEORANG PEREMPUAN MENANYAINYA?
      a. di bawah, di halaman (Markus 14:66)
      b. duduk di luar di halaman (Matius 26:69)
      c. Di tengah-tengah halaman rumah (Lukas 22:55)
      d. Di pintu ketika dibawa masuk salah satu murid Yesus (Yohanes 18:16-17)
      .
      9. APAKAH KATA-KATA YANG DIUCAPKAN YESUS SEBELUM MENINGGAL
      a. “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” (Lukas 23:46)
      b. “Sudah Selesai” (Yohanes 19:30)
      .
      10. Dimanakah ibu dan orang-orang yang mengenal Yesus ketika Yesus disalibkan?
      a. Melihat dari kejauhan (Markus 15:40, Matius 27:55, Lukas 23:49)
      b. Berada di dekat salib Yesus (Yohanes 19:25)
      ..
      11. Bagaimana Yudas mati?
      a. Gantung Diri ( Matius 27:5)
      b. Jatuh Tertelungkup dengan perut terbelah (Kis 1:18-19).
      :
      Salam

      • @fanya

        yang disebut perbedaan di atas sudah saya jawab, kalau saudara kurang begitu diyakinkan oleh jawaban saya silahkan counter dimananya yang tidak saudara setujui, supaya maju diskusinya,… jangan list itu dipertahankan seolah tidak pernah saya jawab,…

        siapa tahu perlu ringkasan berikut saya ulang jawabannya:

        1. SIAPAKAH YANG MEMBAWA SALIB YESUS?
        a. Simon orang Kirene (Markus 15:21, Matius 27:32, Lukas 23:26)
        b. Yesus Sendiri (Yohanes 19:17)

        Dua-duanya benar.
        Jika saudara perdalam ada urutan waktu,
        Yesus membawa salib, dan ketika meninggalkan persidangan, mereka menemukan Simon di tengah jalan, lalu salib itu diserahkan ke Simon sambil menopang YESUS.
        Note:
        Dari tempat persidangan ke Golgota itu jaraknya sekitar 1km, jalannya itu menanjak.
        .

        2. JAM BERAPAKAH YESUS DISALIBKAN?
        a. 9 pagi (Markus 15:25)
        b. Kira-kira jam 12 siang (Lukas 23:44)
        .

        pertama:
        Dua kutipan di atas menceritakan dua hal yang berbeda, jadi kesalahan pada acuan ayat.
        Kedua:
        Ada runutan kejadian sebelum kira2 jam 12 siang itu, jadi untuk mengira2 jamnya saudara harus mereka ulang sampai ke ayat Lukas 23:43

        3. BERAPA LAMA YESUS BERADA DI TIANG SALIB HINGGA MATI?
        a. 6 jam (Markus 15:25-37)
        b. 3 jam (Lukas 23:44-46)
        .

        Menurut Markus:
        Kira-kira jam sembilanan Yesus disalibkan
        Jam dua belas kegelapan menyeliputi
        Jam tiga YESUS berseru Eloi-Eloi…
        Setelah berseru Eloi-Eloi orang-orang masih menyuguhi asam/cuka ke YESUS…
        Setelah itulah baru YESUS mati di salib.
        dari sini kita simpulkan kira-kira 6 jam (ingat kira-kira)

        Menurut Lukas:
        Jam dua belas ada kegelapan
        Yesus berseru menyerahkan nyawaNYA kepada Bapa
        Jadi di sini waktu kegelapan sama dengan Markus, tetapi di sini tidak ada pewaktuan start YESUS disalibkan dan tidak ada pewaktuan kapan YESUS mati di salib..
        Jadi pertanyaan balik ke saudara, bagaimana saudara tahu YESUS disalibkan selama 3 jam merujuk Lukas?

        4. JAM BERAPA YESUS MATI?
        a. Jam 6 (Markus 15:25-37)
        b. Jam 3 (Lukas 23:44-46)
        .

        Lihat keterangan di atas:
        YESUS mati di salib kira-kira jam 3, didapat di Kitab Injil Markus, tidak terdapa di Lukas.

        Jadi saudara harus menjelaskan darimana saudara mengatakan jam 6 menurut Markus dan jam 3 menurut Lukas?

        5. JAM BERAPAKAH KEGELAPAN MELIPUTI DAERAH DIMANA YESUS DISALIB?
        a. Jam 3 sampai jam 6 (Markus 15:25-37)
        b. Jam 12 sampai jam 3 (Lukas 23:44-46)

        Lihat keterangan di atas, keterangan pada jawaban nomor 3.
        Saya sudah jelaskan ke saudara Habib, bahwa INJIL memang ditulis dalam bahasa Yunani tetapi penulisnya ada latara belakang Ibrani. Yunani itu menggunakan pewaktu Romawi, dimana hari dihitung 24 jam, dan jam dihitung dari jam 00/24, jam 1, jam 2 dst
        Sementara Yahudi menghitung jam sekitar 3 jaman, dimulai dari jam 6 sore sampai jam 6 sore besoknya… dan pergantian jam disebutkan jam ke satu, jam ke dua atau jam ke tiga dan seterusnya..

        sesuai contoh di atas, dari kutipan Markus:
        Jam ke tiga menurut Ibrani itu sama dengan jam 9 Yunani/Romawi

        .
        6. BERSAMA SIAPAKAH SIMON PETRUS MENGIKUTI YESUS?
        a. Sendirian (Markus 14:54, Matius 26:57, Lukas 22 :54)
        b. Bersama salah satu murid yesus (Yohanes 18:15)
        .

        Markus 14:54 tidak mengatakan Petrus sendirian, tetapi mengatakan bahwa Petrus mengikuti YESUS
        Matius 26:57 tidak mengatakan sama sekali perihal Petrus
        Lukas 22:54 mengatakan Petrus mengikuti YESUS, tetapi tidak mengatakan bahwa hanya Petrus yang mengikuti..
        Yohanes 18:25 mengatakan bahwa Petrus dan murid lain mengikuti YESUS..

        pertanyaan kembali ke saudara, darimana saudara simpulkan bahwa hanya Petrus yang mengikuti YESUS…?

        7. BAGAIMANAKAH CARA PETRUS BISA MELIHAT YESUS
        a. Langsung masuk dan duduk bersama pengawal (Markus 15:54, Matius 26:58, lukas 22:55)
        b. Berada diluar Pintu dulu, menunggu salah satu murid Yesus bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu, baru kemudian diajak masuk oleh salah satu murid tadi ( Yohanes 18:16)

        .Untuk dapat mereka kejadiannya secara lengkap mohon saudara pelajari ayat2 berikut ini:
        Markus_14:53-72; Lukas_22:54-65; Yohanes_18:12-27

        8. DIMANAKAH POSISI PETRUS KETIKA SEORANG PEREMPUAN MENANYAINYA?
        a. di bawah, di halaman (Markus 14:66)
        b. duduk di luar di halaman (Matius 26:69)
        c. Di tengah-tengah halaman rumah (Lukas 22:55)
        d. Di pintu ketika dibawa masuk salah satu murid Yesus (Yohanes 18:16-17)
        .

        lihat keterangan di pertanyaan nomor 8

        9. APAKAH KATA-KATA YANG DIUCAPKAN YESUS SEBELUM MENINGGAL
        a. “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” (Lukas 23:46)
        b. “Sudah Selesai” (Yohanes 19:30)
        .

        Untuk harmonisasi ucapan sebelum mati pelajari ayat berikut:
        Matius_27:45-56; Markus_15:33-41; Lukas_23:44-49; Yohanes_19:25-37

        10. Dimanakah ibu dan orang-orang yang mengenal Yesus ketika Yesus disalibkan?
        a. Melihat dari kejauhan (Markus 15:40, Matius 27:55, Lukas 23:49)
        b. Berada di dekat salib Yesus (Yohanes 19:25)
        ..

        Semua ayat kutipan di atas menjelaskan tentang wanita-wanita yang berbeda.
        Banyaknya wanita yang berdatangan menyaksikan kejadian itu dengan bebas mengindikasikan masih kentalnya budaya Ibrani kala itu, dimana wanita tidak terlalu diperhitungkan dan tidak dianggap alias dikelas nomor duakan…

        11. Bagaimana Yudas mati?
        a. Gantung Diri ( Matius 27:5)
        b. Jatuh Tertelungkup dengan perut terbelah (Kis 1:18-19).
        :

        Dua ayat kutipan di atas menceritakan suatu hal yang dipandang dari perspektif berbeda.
        harmonisasinya sudah saya jelaskan di atas, Yudas mati bunuh diri, dan ketika beliau bunuh diri lalu tubuhnya terjatuh, lalu terbelah..

        Salam

        Pesan saya kepada saudara masih sama seperti Note saya kepada saudara di atas yaitu:
        Nah masalah bisa timbul jika orang-orang macam saudara Yahya itu membandingkan secara ayat-per-ayat dari beberapa versi terjemahan.
        Jadi perlu kehati-hatian yang luar biasa dan serius kalau kita harus memelajari berbagai terjemahan.

  31. ATURAN TENTANG 2 ORANG SAKSI:

    Alkitab (Ulangan 17:16;19:15) dan Al Quran (QS 2:282;5:106-107; 65:2) memuat tentang aturan minimal 2 orang saksi dalam memelihara keadilan.

    Pertanyaan:
    1. Siapa lagi yang bisa bersaksi bahwa Musa memang utusan Allah selain kesaksian Musa sendiri? Harun dan Miryam (Bilangan 12:4-8), Yosua (Ulangan 31:14; Yosua 1:1,5), karena Allah sendiri yang memberitahukannya kepada mereka.
    2. Siapa lagi yang bisa bersaksi bahwa Yesus datang dari Allah selain kesaksian Yesus sendiri? Yohanes pembaptis (Matius 3:17;Markus 1:11), Yohanes-Yakobus-Petrus (Markus 9:7;Matius 17:5; 2 Petrus 1:17), Simeon (Lukas 2:25-32) bahwa Yesus bukan hanya utusanNya, tapi juga adalah AnakNya, yang kepadaNya Allah berkenan, karena mereka/para saksi ini mendengar sendiri kesaksian/firman Allah tentang Yesus
    3. Siapa lagi yang bisa bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah selain Muhammad sendiri? Tidak ada ayat dalam Al Quran bahwa Allah pernah berfirman kepada orang lain bahwa Muhammad memang adalah utusanNya.

    Jika kita yakin bahwa aturan minimal 2 orang saksi ini berasal dari Allah (karena tercatat dalam Alkitab dan Alquran), siapakah nabi yang keberadaannya tidak memenuhi aturan Allah ini? Atau kita mau mengingkari bahwa aturan 2 orang saksi ini bukan berasal dari Allah? Yang jelas Allah tidak akan lupa akan aturan yang dibuatNya.

    • @Ropan
      ATURAN TENTANG 2 ORANG SAKSI:
      Alkitab (Ulangan 17:16;19:15) dan Al Quran (QS 2:282;5:106-107; 65:2) memuat tentang aturan minimal 2 orang saksi dalam memelihara keadilan.
      .
      3. Siapa lagi yang bisa bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah selain Muhammad sendiri?
      .

      Memang, QS 2:282 menetapkan aturan tentang saksi dlm hal utang-piutang; QS 5:106-107 ttg saksi menyangkut wasiat sebelum meninggal; sedang QS 65:2 menetapkan aturan saksi dalam urusan perkawinan (Talak-Rujuk), yakni sekurang-kurangnya ada 2 (dua) orang. Ayat-ayat tsb diatas secara jelas, tegas dan gamblang mempersyaratkan keberadaan 2 orang saksi dalam konteks hubungan sosial antar manusia (hutang-piutang, wasiat dan talak-rujuk).

      Mengenai saksi terhadap kerasulan Muhammad, berdasarkan laporan berjudul “Mapping the Global Muslim Population” yang dilakukan Pew Forum on Religion & Public Life, saat ini ada sekitar 1,57 miliar orang Muslim di dunia telah BERSAKSI BAHWA TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN BERSAKSI BAHWA MUHAMMAD ADALAH UTUSAN ALLAH.
      .
      Salam

  32. To fanya:
    Saya pikir anda harus pelajari lagi pengertian kata ‘saksi’ dalam ayat-ayat dimaksud. Ketiga surat alquran di atas memberikan pengertian yang sama bahwa saksi adalah ‘orang yang melihat dan mendengar’ sehingga akan dianggap sahih pernyataannya. Anda pernah baca aturan 4 orang saksi dalam QS 4:15;24:4;24:13 atas perbuatan keji/zina ataupun bohong? Anda tahu bahwa menurut alquran kesaksian 1 orang laki-laki sama nilainya dengan kesaksian 2 orang perempuan?

    Adakah alquran mencatat bahwa Allah pernah berfirman kepada orang lain bahwa Muhammad adalah memang utusanNya? Siapa saksi lain yang kepadanya difirmankan Allah bahwa Muhammad adalah memang utusanNya?

    Jangankan dengan aturan 4 orang saksi, dengan aturan 2 orang saksi pun, kenabian Muhammad belum bisa memenuhinya. Tapi kenabian Musa dan keilahian Yesus, keduanya lolos aturan 4 orang saksi.

    Tentang kesaksian 1,57 milyar orang Muslim, bukankah itu pengulangan kesaksian atas kesaksian yang diucapkan Muhammad semata?

    Masakan Allah lupa akan aturannya?
    Yahweh berbicara kepada kepada Harun, Miryam, dan Yosua bahwa Musa adalah memang utusanNya. Umat Yahudi mempercayai kenabian Musa.
    Bapa di surga bersuara kepada Yohanes Pembaptis, Yohanes, Petrus, Yakobus bahwa Yesus adalah anakNya yang dikasihiNya, dan yang mendapat perkenan dariNya. Pengikut Yesus Kristus mempercayai keilahianNya.
    Allah berbicara kepada ????? bahwa Muhammad adalah memang rasulnya. Umat muslim percaya bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

    Yahweh ataupun Bapa di surga adalah TUHAN yang berbicara kepada umatNya tentang siapa yang diutusNya.

    • @Ropan

      …..saksi adalah ‘orang yang melihat dan mendengar’ …
      .
      -Yahweh berbicara kepada kepada Harun, Miryam, dan Yosua bahwa Musa adalah memang utusanNya. Umat Yahudi mempercayai kenabian Musa.
      Bapa di surga bersuara kepada Yohanes Pembaptis, Yohanes, Petrus, Yakobus bahwa Yesus adalah anakNya yang dikasihiNya, dan yang mendapat perkenan dariNya. Pengikut Yesus Kristus mempercayai keilahianNya.

      .
      Terima kasih atas penjelasan ropan ttg batasan/validitas saksi. Merujuk pd batasan saksi yg ropan kemukakan diatas, mhn pencerahan siapa orang yg jadi saksi untuk Harun, Miryam dan Yosua, – yakni ‘orang yang menyaksikan dan mendengar – saat Yahweh berbicara kepada Harun, Miryam dan Yosua tentang kerasulan Musa? – Kalau tidak ada saksi yg memenuhi batasan “saksi” sbgmn ropan kemukakan diatas yg menjamin keabsahan kesaksian Harun, Miryam dan Yosua tsb, maka kesaksian Harun cs juga sulit dikatakan memenuhi kriteria “kesaksian” sebagaimana ropan katakan diatas bukan?
      Dengan batasan saksi sbgmn dipersyaratkan ropan diatas, permasalahan tidak berhenti sampai disitu karena berikutnya siapa pula yg menjadi saksi atas kesaksian saksi (orang) yg menyaksikan Yahweh bicara kepada Harun, Miryam dan Yosua dst …dst….
      .
      Demikian pula mengenai kesaksian bhw Yesus anak Tuhan.
      Ketika Yohanes Pembaptis, Yohanes, Petrus, Yakobus mengaku telah mendengar suara ‘Bapa’, siapa orang yang saksi – yakni orang yg ‘melihat dan mendengar’ saat Bapa di Surga bersuara kepada Yohanes Pembaptis, Yohanes, Petrus dan Yakobus bahwa Yesus adalah anakNya?
      Betulkah ada suara (perkataan) tsb? kalau benar ada suara, betulkah suara yg mereka dengar itu suara Bapa? – Apakah suara tsb bukan sekedar suara manusia atau Jin selalu membisiki dan menipu manusia dgn mengaku-aku Bapa?
      Siapa saksi yg valid yg menjamin bhw kesaksian Yohanes Pembaptis, Yohanes, Petrus, Yakobus tsb benar?……….
      .
      Dalam Islam, rukun/ketentuan pertama untuk menjadi umat Islam adalah bersaksi bahwa “Tiada Tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad Utusan Allah”.
      Siapapun pasti akan bersaksi dengan mengucapkan dua kalimah syahadat tsb manakala Allah SWT telah membisikkan kalimah-Nya tsb langsung kedalam hati sanubari ybs.
      Karena keberadaan SAKSI adalah salah satu aturan mendasar Allah, maka untuk menjadi umat Islam diwajibbkan bersaksi dengan mengucap kalimah Syahadat, dan Itu sebabnya redaksi Syahadat secara tegas gunakan kata “Aku BERSAKSI”. Hingga saat ini telah milyaran Umat Islam menjadi Saksi atas ke-Esa-an Allah SWT dan Kerasulan Muhammad saw.
      .
      Salam
      .

      • @fanya

        sekedar nimbrung massalah ketentuan pertama Islam yang saudara sebut diatas,..

        Seorang melihat kejadian, dan itu benar, lalu mereka yang tidak melihat diharapkan memegang apa yang sudah terlihat itu dan tidak perlu diperdebatkan lagi, istilahnya pokoknya itu sudah benar, ngga usaah tanya lagi…

        nah kondisnya adalah:
        1. paling tidaak 4 rasul di Perjanjian Baru mengatakan YESUS disalib, mereka saksi
        2. satu rasul di abad 6 mengatakan YESUS tidak disalib,

        Rasul2 ini menjadi acuan orang2 berikutnya yang tidak perlu melihat YESUS disalib atau tidak disalib,…

        dari dua point di atas, maka paling tidak 4 orang Rasul lebih dapat dipercayai oleh orang2 yang tidak melihat, karena 4 Rasul ini melihat dan yang satunya tidak…

        salam

  33. to fanya:
    Saksi dalam jual beli, saksi dalam sewa-menyewa, saksi dalam pernikahan / perceraian, saksi dalam perkara zina/perkataan bohong yang dimaksudkan alquran jelas berbeda pengertiannya dengan muslim yang bersaksi tentang keyakinan religius mereka.
    Anda menanyakan ‘kesahihan’ harun, miryam, yosua bahwa mereka adalah saksi bahwa Musa adalah memang adalah utusan Allah? Tapi alquran anda tidak mencatat ada saksi lain seorang pun tentang kenabian Muhammad, bukan? Tetapi setidaknya, jika diukur dengan aturan 2 orang saksi maupun 4 orang saksi dalam alquran anda, kenabian Musa sudah tidak perlu dipertanyakan. Saya menggunakan aturan alquran sebagai penilai, bukan aturan anda, saudara fanya.
    Anda membelokkan pengertian ‘saksi’ dalam ayat alquran anda sendiri

    Sebagai catatan, walau Muhammad bicara tentang Musa, tapi dia tidak masuk kualifikasi saksi seperti yang dimaksudkan dalam ayat alquran yang saya singgung (tapi jika menggunakan definisi anda tentang saksi, Muhammad [yang masa hidupnya ribuan tahun sesudah masa hidup Musa] jelas masuk kategori saksi atas kenabian Musa).

    Yahweh adalah TUHAN yang berbicara. Jika anda membaca Alkitab, Yahweh pernah berbicara kepada Musa di depan Harun, Miryam, dan Yosua.

    Anda bilang: Apakah suara tsb bukan sekedar suara manusia atau Jin selalu membisiki dan menipu manusia dgn mengaku-aku Bapa?
    Jawab: Bagaimana kalau itulah yang terjadi kepada Muhammad di Gua Hira tentang turunnya ayat-ayat? Bukankah hal itu diakui sendiri dalam alquran, bahwa ada ayat-ayat alquran yang dibisiki oleh jin?
    Tentang suara Bapa di surga, jelas bukan suara manusia lain atau jin. Bukankah sudah saya katakan, saksinya lebih dari 1 orang, termasuk Yesus sendiri sebagai saksinya. Suara itu didengar di tempat terbuka dalam satu waktu oleh sedikitnya 4 orang yang namanya tercatat di Alkitab. Jadi bukan bisikan ya, saudara fanya. Bapa di surga adalah TUHAN yang berbicara.
    Tapi kenabian Muhammad? Maukah anda menggunakan ukuran yang sama kepada Muhammad seperti anda mengukur Musa dan Yesus? Menggunakan ayat aturan 2 saksi dalam Alkitab sebagai ukuran (ingat: ayat dalam Alkitab sebagai ukuran): Musa dan Yesus adalah nabi (bahkan Yesus lebih dari sekedar nabi), Muhammad bukan nabi. Menggunakan ayat aturan 4 bahkan 2 saksi dalam alquran sebagai ukuran: Musa dan Yesus ‘sahih’ kenabiannya. Muhammad?

    • @ropan

      Saya pikir anda harus pelajari lagi pengertian kata ‘saksi’ dalam ayat-ayat dimaksud. Ketiga surat alquran di atas memberikan pengertian yang sama bahwa saksi adalah ‘orang yang melihat dan mendengar’ sehingga akan dianggap sahih pernyataannya.
      :
      :
      Maaf ropan, fanya copas secara utuh postingan anda yg memuat batasan atau tolok ukur “saksi” tsb……. . (jadi bukan fanya yg buat ya…..).
      :
      fanya jelaskan bahwa SAKSI sebagaimana dipersyaratkan dalam al Qur’an kesemuanya berorientasi pada implikasi hukum dalam berbagai aktivitas sosial dan kemasyarakatan guna mewujudkan hablum minannas (hubungan antar manusia) yg baik, bertanggung jawab dan berkeadilan. Saksi dimaksud a.l. dalam kegiatan jual beli, saksi dalam sewa-menyewa, saksi dalam pernikahan / perceraian, saksi dalam berbagai perkara hukumzina/perkataan bohong dsb dsb………
      :
      Lain halnya dengan hubungan antara manusia dengan Tuhannya, yg dibutuhkan hanyalah KEIMANAN manusia terhadap Penciptanya, terhadap Malaikat2-Nya, Rasul2-Nya, Kitab2-Nya, terhadap Hari Akhir dan Takdir-Nya yg tumbuh dan berkembang dari dalam hati sanubarinya dan tercermin dalam perilaku kesehariannya, tanpa bergantung pd ada tidaknya saksi.
      :
      Umat beragama umumnya percaya akan keberadaan hari akhirat meski tak seorang manusiapun menjadi saksi keberadaanya.
      :
      fanya yakin tak ada seorang manusiapun yg pernah melihat dan menyaksikan RUH hingga mampu mendeskripsikan wujudnya, sehingga mustahil ada manusia yg bisa mengkonfirmasi kebenaran klaim seseorang yg mengaku telah bertemu dengan RUH. Meski demikian tokh kita percaya bahwa RUH itu ada bukan?
      :
      Salam

  34. fanya menulis:
    Lain halnya dengan hubungan antara manusia dengan Tuhannya, yg dibutuhkan hanyalah KEIMANAN manusia terhadap Penciptanya, terhadap Malaikat2-Nya, Rasul2-Nya, Kitab2-Nya, terhadap Hari Akhir dan Takdir-Nya yg tumbuh dan berkembang dari dalam hati sanubarinya dan tercermin dalam perilaku kesehariannya, tanpa bergantung pd ada tidaknya saksi.

    Jawab:
    Terimakasih anda sudah jujur mengakui bahwa tidak ada saksi lain yg tercatat dalam alquran yg kepadanya diberikan wahyu Allah bahwa Muhammad memang adalah utusan Allah.
    Anda sekarang bicara tentang keimanan manusia terhadap Penciptanya, yang bisa bertumbuh lalu tercermin dalam perilaku keseharian seseorang.

    Aturan 2 saksi dalam Alkitab bagian Perjanjian Lama digunakan juga oleh kaum Yahudi untuk menguji keilahian Yesus. Dan Yesus lulus uji, Dia memang berasal dari Allah. Dalam Alkitab bagian Perjanjian Baru, ujian atas kenabian seseorang adalah dengan melihat perbuatan yang dihasilkannya. Ini diucapkan oleh Yesus sendiri:

    “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka (Matius 7:15-16).

    Yesus sudah mengingatkan pengikutNya jauh-jauh hari tentang ciri nabi palsu itu. Tapi, apakah Yesus lulus uji dengan perkataanNya ini? Jawab: Ya. Yesus bukan nabi palsu. Alquran sendiri mencatat bahwa Yesus tidak berdosa. Bagaimana dengan Muhammad? Silahkan anda telusuri sendiri ayat-ayat alquran yang mengatakan bahwa Muhammad membunuh, merampok, berbohong, mengatakan saksi dusta dan berzinah (menggunakan definisi perzinahan dari Yesus) dan kesemua perbuatan itu ada justifikasinya dalam ayat-ayat alquran.

    Dengan menggunakan dasar ayat Alkitab (baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru), bukan hal yang tidak mendasar bahwa pengikut Yesus Kristus tidak mengakui kenabian Muhammad.

    • @ropan
      Terimakasih anda sudah jujur mengakui bahwa tidak ada saksi lain yg tercatat dalam alquran yg kepadanya diberikan wahyu Allah bahwa Muhammad memang adalah utusan Allah.
      .
      Terima kasih kembali ropan, memang rerasulan Muhammad tidak membutuhkan, bergantung atau ditentukan oleh ada tidaknya saksi manusia maupun rosul lainnya. Muhammad menjadi Rasul Allah setelah Allah memilih dan menjadikan dia sebagai Rasul-Nya sebagaimana firman Allah dalam KitabNya.
      .
      Jika ketuhanan Yesus harus diimani manusia karena eksistensi kesaksian 4 saksi yang ‘melihat dan mendengar’, maka fanya makin yakin bahwa eksistensi Yesus sebagai Tuhan adalah bergantung dan ditentukan oleh ke-empat sosok saksi manusia tsb. Bukankah tanpa keberadaan dan kesaksian ke-4 saksi tsb eksistensi Yesus layak disebut palsu?
      .

      Pendapat tentang mutlaknya eksistensi saksi manusia guna menjamin legalitas dan kredibilitas ciptaan-Nya juga menjadi tidak valid dikaitkan dengan keyakinan bhwTuhan adalah pencipta alam semesta.
      .
      Mengapa manusia harus percaya bahwa Tuhan adalah pencipta Matahari, Bumi, Bulan dan seisi Jagat Raya padahal tak ada seorangpun yg bertindak sebagai saksi atas kebenaran tsb? Bukankah mustahil ada manusia yg pernah melihat dan mendengar (menjadi saksi) saat Tuhan menciptakan semua itu?. Mengapa kita tetap percaya dan kita harus percaya?
      .
      Menurut hemat fanya, yang justru patut dan layak dijadikan saksi universal atas kebenaran ilahiah ini tak lain adalah AKAL dan IMAN yang dianugrahkan Tuhan kepada setiap individu!
      .
      Demikian pula untuk meyakini bahwa Muhammad SAW itu adalah Rasullulah, sama sekali tak dibutuhkan keberadaan seorang manusiapun yg mengaku “melihat dan mendengar” dan menjadi saksi bagi Tuhan terhadap manusia, bahwa Muhammad adalah Rasul-Nya, cukup gunakan AKAL dan IMAN yg dianugrahkan Tuhan bagi setisp individu.
      .
      :
      @ropan
      Dengan menggunakan dasar ayat Alkitab (baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru), bukan hal yang tidak mendasar bahwa pengikut Yesus Kristus tidak mengakui kenabian Muhammad.
      :
      :
      Betul sekali, logis dan sangat mendasar.
      Dengan Alkitab sebagai acuan, mustahil pengikut Yesus akan mengimani kerasulan Muhammad. Mengapa? Logika mengatakan bahwa untuk mengukur legalitas sesuatu dibutuhkan acuan hukum dan paradigma yg relevan sebagai tolok ukurnya. Contoh, Ketika Tuhan memberlakukan hukum bahwa kawin sejenis adalah dosa yg di laknat Tuhan, maka siapapun yg melakukannya pasti dilaknat Tuhan walaupun perkawinan sejenisnya tsb diberkati oleh Institusi Keagamaan dan petinggi agamanya. Kenyataannya, tak sedikit Negarawan, Institusi Gereja dan Petinggi Agama Kristen yg justru melegalkannya baik secara hukum positif maupun keagamaan tanpa pedulikan hukum Tuhan yg konon tak boleh diubah seiotapun dalam kitabNya.
      :
      Berbeda halnya manakala kita gunakan Akal dan Iman kita dalam mengukur validitas Ilahiah. Terbukti bahwa tak sedikit kaum cendekiawan pengikut Yesus yg kemudian menemukan kebenaranNya dan mengimani Muhammad SAW berkat Akal dan Iman yang diaplikasikan secara logis, obyektif dan proporsional.
      .
      ::
      Salam

  35. fanya menulis:
    Demikian pula untuk meyakini bahwa Muhammad SAW itu adalah Rasullulah, sama sekali tak dibutuhkan keberadaan seorang manusiapun yg mengaku “melihat dan mendengar” dan menjadi saksi bagi Tuhan terhadap manusia, bahwa Muhammad adalah Rasul-Nya, cukup gunakan AKAL dan IMAN yg dianugrahkan Tuhan bagi setisp individu.

    Jawab:
    Sayang sekali, keyakinan anda ttg menggunakan AKAL dan IMAN tentang kenabian Muhammad tidak alquraniah, karena alquran tidak ada mengatakan itu. Dalam alquran tercatat, 2 saksi bahwa Muhammad adalah nabi Allah adalah Muhammad sendiri dan Allah (QS 3:81;6:19;29:52;46:8;48:28 dll). Muhammad sudah bersaksi ke banyak orang bahwa dia adalah nabi Allah. Tapi apakah ada catatan dalam alquran bahwa Allah bersaksi (menjadi saksi) kepada orang lain bahwa Muhammad memang adalah utusannya?
    Saya percaya Bapa di surga yang berbicara, anda percaya Allah yang diam (ttg kenabian Muhammad). Bagaimana mungkin Allah menjadi saksi kenabian Muhammad (seperti dinyatakan dalam alquran), jika dia tidak menunjukkan diriNya (dapat dilihat) dan berbicara (dapat didengar) kepada pengikut Muhammad yang hidup bersama dengan Muhammad saat itu? Bagaimana mungkin pengikut Muhammad saat itu bisa bersaksi bahwa Muhammad memang nabi Allah tanpa mendapatkan kesaksian dari Allah sendiri, padahal alquran menyatakan bahwa Allah sendiri juga adalah saksi atas kenabian Muhammad.

    Dalam Alkitab tercatat, Yahweh (dalam PL) ataupun Bapa di surga (dalam PB) menunjukkan diriNya (terlihat oleh manusia) dan berbicara (terdengar oleh manusia). Yahweh menjadi saksi atas kenabian Musa. Bapa di surga sendiri juga menjadi saksi atas keilahian Yesus. Bagaimana Allah yang dikenalkan oleh Muhammad? Kok diam saja atas nabi yang mengenalkannya?

    fanya juga menulis:
    Dengan Alkitab sebagai acuan, mustahil pengikut Yesus akan mengimani kerasulan Muhammad. Mengapa? Logika mengatakan bahwa untuk mengukur legalitas sesuatu dibutuhkan acuan hukum dan paradigma yg relevan sebagai tolok ukurnya. Contoh, Ketika Tuhan memberlakukan hukum bahwa kawin sejenis adalah dosa yg di laknat Tuhan, maka siapapun yg melakukannya pasti dilaknat Tuhan walaupun perkawinan sejenisnya tsb diberkati oleh Institusi Keagamaan dan petinggi agamanya. Kenyataannya, tak sedikit Negarawan, Institusi Gereja dan Petinggi Agama Kristen yg justru melegalkannya baik secara hukum positif maupun keagamaan tanpa pedulikan hukum Tuhan yg konon tak boleh diubah seiotapun dalam kitabNya.

    Jawab:
    Umat muslim saat ini (termasuk pengikut awal Muhammad) bersaksi tentang Muhammad dan Allah berdasarkan kesaksian Muhammad sendiri (yg diakui Muhammad berasal dari Allah). Pengikut Yesus Kristus bersaksi tentang Yesus adalah Anak Allah karena pengikut/murid2 Yesus di awal mendengar kesaksian Yesus sendiri bahwa Dia datang dari Bapa di surga dan mendengar kesaksian Bapa di surga bahwa Yesus adalah AnakNya (yang datang daripadaNya). Dengan demikian, Firman Tuhan yang diberikan kepada nabi Yesaya (dalam PL) sudah digenapi.

    Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (Yes 9:6)

    Bagaimana anda bisa mengatakan untuk menggunakan AKAL dan IMAN yang diaunegerahkan Tuhan untuk pengakuan atas kenabian/kerasulan Muhammad, padahal Tuhan yang anda yakini adalah Allah yang diam, tidak pernah bersaksi ttg Muhammad kepada orang lain (setidaknya pengikut Muhammad mula2)?

    Tentang kawin sejenis, hanya iblis dan manusia berdosa yang mempermainkan hukum Tuhan. Anda pikir tidak ada institusi islam di bumi ini yang melegalkan kawin sejenis? Ini zaman internet, lho!
    Note: Bagaimana dengan ajaran dalam alquran tentang manusia penghuni surga yang nantinya kahwin berkahwin dengan bidadari2 (misal dalam QS 52:17-20)? Apakah ini berlaku juga untuk penghuni surga perempuan? Ingat, ayat2 ini tidak mengatakan bahwa penghuni surga itu laki-laki semua.

    • @ropan
      Bagaimana mungkin Allah menjadi saksi kenabian Muhammad (seperti dinyatakan dalam alquran), jika dia tidak menunjukkan diriNya (dapat dilihat) dan berbicara (dapat didengar) kepada pengikut Muhammad yang hidup bersama dengan Muhammad saat itu? Bagaimana mungkin pengikut Muhammad saat itu bisa bersaksi bahwa Muhammad memang nabi Allah tanpa mendapatkan kesaksian dari Allah sendiri, padahal alquran menyatakan bahwa Allah sendiri juga adalah saksi atas kenabian Muhammad.
      :
      ropan yg baik, faktanya manusia di zaman Muhammad yg konon masih terbelakang, banyak yg mampu menggunakan logika dan imannya sehingga mereka ramai2 bersaksi atas keilahian Allah dan kerasulan Muhammad, tanpa Allah menunjukkan diri-Nya sendiri ke hadapan manusia sebagaimana dipersyaratkan ropan untuk bersaksi bukan?
      .
      Kami manusia zaman sekarang yg tak hidup di zaman Muhammad, juga gunakan AKAL (logika) dan IMAN untuk “melihat saksi” keilahian Allah dan kerasulan Muhammad.
      .
      Dengan Akal dan Iman, kami mampu melihat bukti-bukti keilahian Allah SWT, kerasulan para Nabiyullah dan kemurnian ajaran2 Allah melalui Kitab-kitab dan para Rasul-Nya mulai Adam a.s. hingga Muhammad s.a.w.
      :
      Terhadap pertanyaan ropan: Bagaimana mungkin pengikut Muhammad saat itu bisa bersaksi bahwa Muhammad memang nabi Allah tanpa mendapatkan kesaksian dari Allah sendiri
      jawabannya ternyata sangat mungkin bukan?
      :
      Salam

    • @ropan

      fanya menulis:
      “Demikian pula untuk meyakini bahwa Muhammad SAW itu adalah Rasullulah, sama sekali tak dibutuhkan keberadaan seorang manusiapun yg mengaku “melihat dan mendengar” dan menjadi saksi bagi Tuhan terhadap manusia, bahwa Muhammad adalah Rasul-Nya,….”.
      :
      Baiklah fanya jelaskan arti kalimat fanya diatas yg lahir sbg response thdp pernyataan ropan bahwa:
      .
      Yahweh berbicara kepada kepada Harun, Miryam, dan Yosua bahwa Musa adalah memang utusanNya. Umat Yahudi mempercayai kenabian Musa.
      .
      Bapa di surga bersuara kepada Yohanes Pembaptis, Yohanes, Petrus, Yakobus bahwa Yesus adalah anakNya yang dikasihiNya, dan yang mendapat perkenan dariNya
      . Dengan kata lain Harun, Miryam dan Yosua menyaksikan (MELIHAT dan MENDENGAR YAHWEH berbicara kepada Musa!).
      .
      Sehubungan dengan 2 poin pernyataan ropan diatas fanya kemukakan kalimat diatas yg artinya adalah bagi umat Islam tak ada dan tak perlu keberadaan seorangpun yg mengaku melihat dan mendengar Allah berfirman kepada Muhammad; maupun yg mengaku bhw Allah tlh “curhat” padanya bhw Dia tlh menunjuk Muhammad menjadi rasul-Nya!
      .
      Allah sama sekali tak butuh kesaksian siapapun guna membenarkan atau mengkonfirmasi apapun yg telah ditetapkanNya. Allah tak butuh kesaksian manusia untuk mengkonfirmasi atau mengklariifikasi keilahianNya sbg Tuhan Semesta Alam. Manusia percaya atau tidak, Allah tetap adalah Tuhan YME.
      :
      Kembali pada pernyataan ropan diatas, muncul pertanyaan yg mohon dijawab ropan secara jujur dan gamblang:
      .
      1. Seandainya sosok Yohanes Pembaptis, Yohanes, Petrus dan Yakobus tidak eksis atau katakanlah kesaksiannya palsu, masihkah anda meyakini bhw Yesus adalah TUHAN?
      ::
      2. Apakah Yahudi yg mengakui kenabian Musa juga mengimani Yesus sebagai Tuhan?
      :
      3. Mengapa SAKSI YEHOVA yang sama-sama menggunakan injil sebagai Kitab Suci sebagaimana Katolik dan Protestan MENOLAK TRINITAS dan TIDAK MENGAKUI YESUS SEBAGAI TUHAN?
      :
      Terima kasih, fanya tunggu jawaban ropan ya…….
      .
      Salam

  36. to fanya cinthya:
    apakah seseorang masih menggunakan akalnya ketika dia tetap mempercayai perkataan seorang nabi bahwa Allah akan menjadi saksi atas kenabian dirinya padahal hingga kematiannya, perkataannya tidak pernah terbukti?
    Jawaban anda: ya, masih menggunakan akalnya.

    • @ropan,
      Ya, karena logika umat Islam yg percaya adanya kehidupan AKHIRAT menerima bahwa KESAKSIAN dimaksud bukan untuk kehidupan di DUNIA melainkan akan diberikan Allah dalam PERSIDANGAN AKHIRAT setelah manusia DIBANGKITKAN sebagai penentu destinasi akhir seseorang!
      .
      salam

    • @Ropan
      Insyaallah manakala semua manusia yg menyangkal kerasulan Muhammad telah dibangkitkan dari kematian dan dikumpulkan di padang mahsyar, Allah SWT PASTI bersaksi dihadapan mereka bahwa Muhammad adalah RasulNya dan Islam adalah agama yg diridlai-Nya.
      .
      Dihadapkan pd kesaksian Allah pd point of no return tsb, siapapun yg mendustakan kerasulan Muhammad pasti harus siap-siap dgn
      segala konsekwensinya…………
      .
      salam

  37. Ini jawaban (jujur, moga moga gamblang) saya atas pertanyaan fanya:
    1. Jika yohanes pembaptis tidak eksis atau tidak pernah ada, berarti alkitab berbohong. Alquran juga berbohong, karena dia juga tercatat di alquran.
    2. Tidakkah anda tahu pemuka agama Yahudi lah yg meminta Yesus disalibkan dengan tuduhan Dia menyamakan diriNya dengan Allah.
    3. Alkitab Saksi Yehova berbeda dgn Alkitab yang digunakan umat Katolik maupun Protestan. Alkitab walau sudah diterjemahkan ke dalam beribu bahasa, tetap bisa diperiksa kesesuaiannya dengan versi bahasa aslinya. Alkitab Saksi Yahova tidak diakui gereja Katolik maupun Protestan. Alquran sebagai firman Allah juga tidak. Buat saya pribadi, alquran adalah salah satu injil palsu, karena mengaku kabar kesukaan/gembira padahal jauh dari itu.

    • @Ropan
      Ini jawaban (jujur, moga moga gamblang) saya atas pertanyaan fanya:
      1. Jika yohanes pembaptis tidak eksis atau tidak pernah ada, berarti alkitab berbohong. Alquran juga berbohong, karena dia juga tercatat di alquran.

      :
      :
      Terimakasih atas jawaban jujur anda.
      .
      Dari jawaban tsb siapapun bisa menarik kesimpulan bhw bagi anda eksistensi Yesus BERGANTUNG PADA EKSISTENSI Yohanes Pembaptis, Yohanes, Petrus dan Yakobus yg kesemuanya hanyalah manusia ciptaan Tuhan. Menurut Anda tanpa eksistensi Yohanes Pembaptis maka Alkitab telah berbohong sehingga dengan demikian maka Yesus pun tak pernah eksis.
      :
      Umat Islam memang mengimani eksistensi Nabi Yahya bin Zakharia anak dari Elisabet, saudara sepupu Maria, ibu Nabi Isa. Zakharia adalah seorang imam dari rombongan Abia yang bertugas di Bait Allah. Al Qur’an mencatat dengan jelas bahwa nama ybs adalah Yahya.a.s.
      :
      Kalaulah Yohanes Pembaptis tidak eksis, jelas tak ada sangkut paunya dengan Al Qur’an apalagi menjadikan Al Quran berbohong. Bukankah mestinya Ropan, Om Parhobass dkk konsisten meyakini beliau sebagai sosok berbeda dari Yahya a.s. sepupu Isa a.s. yg juga diyakini sebagai sosok berbeda dari Yesus di Alkitab?.
      :
      Salam

  38. to fanya:
    masa anda tidak bisa mengartikan tulisan saya yang sangat sederhana. Masakan jika alkitab berbohong (karena misalnya Yohanes Pembaptis tidak eksis) anda jadikan jastifikasi bahwa Yesus tak pernah eksis. Waduh, hubungannya apa ya? Saksi bahwa Yesus pernah ada di bumi (eksis) itu tidak hanya Yohanes Pembaptis seorang. Masih banyak saksi-saksi lain serta tercatat bukan hanya di alkitab, tapi di catatan sejarahwan abad pertama.

    Oh ya, darimana anda tahu bahwa Elisabet adalah ibu dari Yahya bin Zakaria? Bisa anda tunjukkan ayatnya dalam alquran? Tapi Alkitab mencatat bahwa Elisabet memang ibu dari Yohanes Pembaptis bin Zakaria. Herannya, anda malah mengingkari bahwa Yohanes Pembaptis dan Yahya adalah sosok yang sama.
    Hmmm…anda masih menggunakan akal dan logika sebagai dasar pendirian anda, bukan?

    Sdr. fanya, anda bilang Allah tidak perlu saksi manusia. Tapi sebagai manusia, saya butuh Allah yang bersaksi, di bumi ini, bahwa Dia ada, bahwa Dia hidup, bahwa Dia menyapa manusia ciptaanNya, termasuk memberitahu mereka, jika Dia mengutus nabi di tengah-tengah mereka.
    Hmmm…anda masih menggunakan akal dan logika sebagai dasar pendirian anda, bukan?

    Apa yg anda pikirkan saat ini sdr. fanya, jika Muhammad bukan menerima wahyu dari Allah, bahwa kesaksiannya menerima wahyu Allah adalah bohong, bahwa yang dia dengar adalah bisikan jin? Bukankah tercatat dalam alquran anda bahwa ada pada mulanya ayat-ayat alquran hasil bisikan para jin, sehingga terbukti bahwa Muhammad tidak bisa membedakan mana bisikan jibril, mana yang bisikan jin, sehingga kemudian ada ayat-ayat yang harus di nasakh kan dan di mansukh kan?
    Jawaban anda: Allah akan bersaksi kepada umat muslim di akhirat nanti bahwa Muhammad adalah memang utusannya
    Hmmm…anda masih menggunakan akal dan logika sebagai dasar pendirian anda, bukan?

    Bagi saya alquran adalah contoh injil palsu. Karena dia bercerita ttg Yesus tapi tanpa kematian Yesus di kayu salib dan kebangkitanNya. Dia mengaku membawa kabar gembira, tapi ternyata kabar penyangkalan atas salib Yesus.
    Alkitab mencatat, iblislah yg menggoda Yesus utk tidak melalui jalan salib (Mat 4:1-11) dan kemudian menyangkal jalan salib yang harus dilalui Yesus (Mat 16:23).
    Masuk akal, cuma iblis jugalah yang berkepentingan untuk menipu manusia bahwa Yesus tidak pernah disalib. Iblis tahu, manusia yang menolak dan tidak mengakui jalan salib yg dilalui Yesus, akan tetap berada dalam kutuk maut.
    Hanya iblis yang tidak senang jika manusia menerima keselamatan yang diberikan Yesus Kristus melalui pengorbanannya di kayu salib.

    Bagi pengikut Yesus Kristus, lewat kematianNya di kayu salib (mati terkutuk) dan kebangkitanNya, kutuk maut sudah dikalahkanNya. Dengan percaya kepadaNya, maut tidak akan berkuasa lagi atas dirinya.
    Itulah kabar gembira buat manusia, anugerah dari Sang Pencipta Alam Semesta, Allah yang menyelamatkan umatNya, Bapa di surga, yang saya sembah di dalam nama Yesus Kristus.

    Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” (1 Kor 15:55)

    • @ropan
      Anda menulis:
      .
      Masakan jika alkitab berbohong (karena misalnya Yohanes Pembaptis tidak eksis) anda jadikan jastifikasi bahwa Yesus tak pernah eksis. Waduh, hubungannya apa ya?
      :
      :
      Hubungannya? coba perhatikan pernyataan anda sendiri:
      1. Jika yohanes pembaptis tidak eksis atau tidak pernah ada, berarti alkitab berbohong.
      :
      Apabila Alkitab (kitab suci) BERBOHONG,berarti ia BUKAN “KITAB SUCI”.
      – Ketika ia bukan kitab suci maka isinya adalah dongeng, khayal atau fiktif atau TIDAK EKSIS. (logika dasar, anak kecil aja tau gicu loh!)
      :
      Permasalahan utamanya ropan tampaknya sengaja menghindar dan tidak menjawab pertanyaan fanya sebelumnya yg berbunyi:
      .
      1. Seandainya sosok Yohanes Pembaptis, Yohanes, Petrus dan Yakobus tidak eksis atau katakanlah kesaksiannya palsu, masihkah anda meyakini bhw Yesus adalah TUHAN? (jawaban: YA/TIDAK)
      .
      2. Apakah Yahudi yg mengakui kenabian Musa juga mengimani Yesus sebagai Tuhan? (jawaban: YA/TIDAK
      :
      3. Mengapa SAKSI YEHOVA yang sama-sama menggunakan injil sebagai Kitab Suci sebagaimana Katolik dan Protestan MENOLAK TRINITAS dan TIDAK MENGAKUI YESUS SEBAGAI TUHAN?
      :
      :
      Jawaban ropan atas pertanyaan2 fanya tsb sangat mendasar dalam menjawab pertanyaan ropan dalam postingan ropan mengenai ATURAN TENTANG 2 ORANG SAKSI yg merujuk Al Quran (QS 2:282;5:106-107; 65:2) secara tidak proporsional.
      :
      Mohon diingat, bukan fanya yg memulai permasalahan bukan?
      :
      Salam

  39. To fanya:
    Sepertinya anda yg mencla mencle. Anda bilang Yohanes Pembaptis beda sosok dgn Yahya. Tapi anda mengaku ibu yahya adalah elisabet dan ayah yahya adalah zakaria dari rombongan abia. Apakah pengakuan anda itu alquraniah? Jelas tidak. Tapi pengakuan anda ttg orangtua yahya itu telah tercatat di alkitab.
    Masih mau berkelit bahwa yahya beda sosok dgn yohanes pembaptis? Jika yohanes pembaptis/yahya tidak eksis, alkitab berbohong. Alquran pun berbohong.Tapi apakah Yesus menjadi tidak eksis apabila yohanes pembaptis/yahya tidak eksis? Menggelikan sekali kesimpulan anda. Silahkan baca lagi jawaban saya di atas.
    Bagaimana jika kesaksian mereka berempat palsu? Tidak tahukah anda kesaksian 4 orang adalah sah. Perjanjian lama mensahkan. Alquran mensahkan. Jika anda ragu atas kesaksian 4 orang yang mengaku mendengar suara Allah, bagaimana mungkin anda yg menggunakan akal dan iman bisa yakin atas kesaksian 1 orang yg mengaku mendengar suara Allah?
    Jawaban atas pertanyaan 2 anda: Tidak. Bukankah saya sudah jawab, pemuka agama yahudi lah yg menyalibkan Dia karena Dia menyamakan dirinya dengan Allah. Masakan anda tidak paham jawaban saya sebelumnya?
    Pertanyaan 3 anda salah, karena injil Saksi Yehova tidak sama dgn injil kaum katolik dan protestan. Masakan anda tidak paham jawaban saya sebelumnya?

    Saya yg menghindar atau anda yg mencla mencle? Jika anda cermat, andalah yg memulai permasalahan ttg keraguan atas saksi saksi alkitab yg menulis ttg Yesus (dalam pertanyaan2 anda kepada parhobas).
    Sekarang silahkan jawab pertanyaan2 saya di atas ttg elisabet lalu ttg Allah hanya akan bersaksi di akhirat nanti ttg kenabian Muhammad..adakah ayat2 alquran yg menyatakan itu? Apa dasar akal dan iman anda jika anda tidak mengacu kepada alquran? Hanya olah pikir anda sajakah? Tidakkah sebenarnya anda sendiri telah mengingkari alquran?

    • @ropan

      Sekarang silahkan jawab pertanyaan2 saya di atas ttg elisabet lalu ttg Allah hanya akan bersaksi di akhirat nanti ttg kenabian Muhammad..

      :
      Baik,fanya jawab:
      .
      Tentang nama ibu Yahya a.s. sejujurnya fanya peroleh dari Wikipedia, bukan dari Quran —> so, nothing to do with Al Quran OK?
      :
      Tentang kelahiran dan ayah Nabi Yahya a.s. fanya jumpai dalam Al Qur’an surat Ali-’Imrân: 38-41, sementara kisah kelahiran Maryam dan pemeliharaan Nabi Zakaria a.s. (ayah nabi Yahya a.s.) terdapat dalam surat Ãli-’Imrân: 35-37 dan 42-44.
      :
      Qur’an TIDAK PERNAH MENYEBUT/MEMUAT apapun tentang sosok bernama YOHANES PEMBAPTIS. Maka dari itu eksis atau tidak eksisnya YOHANES PEMBAPTIS dalam kehidupan maupun dalam Alkitab, sama sekali tak ada sangkut paut dan pengaruh apapun thdp kebenaran isi Al Qur’an.
      :
      Perlu dipahami bahwa Om Parhobass dkk-lah (bukan fanya) yg selalu menyatakan bahwa Yesus adalah sosok berdeda dari Nabi Isa a.s. sebagaimana dimaksud/tercantum dalam Al Qur’an. (silahkan tanya sendiri dan telusuri pernyataan2 beliau dlm blog ini).
      .–> Sehubungan dengan itu, jika Nabi Isa a.s sbgmn dinyatakan Al Quran berbeda dengan Yesus yg dimuat dalam Alkitab, maka Nabi Yahya a.s. yg tersurat dlm Al Quran pasti bukan YOHANES PEMBAPTIS yg ada dlm Alkitab bukan?. Maka dari itu apabila Alkitab ternyata bohong ttg YOHANES PEMBAPTIS yg dikatakan bersaksi atas ketuhanan Yesus sangat tidak relevan utk menjustifikasi Al Quran bohong yg sejak awal memang TIDAK PERNAH MEMUAT TTG YOHANES PEMBAPTIS. Dalam hal ini Al Quran hanya memuat ttg Nabi YAHYA a.s. yg mengkonfirmasi kerasulan Nabi Isa a.s. paham?
      :
      Mengenai pertanyaan fanya ropan menulis:
      Tapi apakah Yesus menjadi tidak eksis apabila yohanes pembaptis/yahya tidak eksis?
      ——-> Siapapun paham kalau kalimat diatas bukan sebuah JAWABAN melainkan sebuah PERTANYAAN balik.
      .
      Tapi ga papa, anggaplah itu jawaban ropan yg bermakna:
      YA, YESUS tetap EKSIS MESKI TANPA keberadaan 4 SAKSI tsb.
      (mohon dikonfirmasi benar begitu maksud anda?).
      –>Nah, kalau anda berkeyakinan bahwa Yesus tetap eksis meski TAK ADA SAKSI SEORANG MANUSIAPUN, maka:
      1). Meminjam istilah anda, ternyata Tuhan mengingkari aturanNya sendiri ttg SAKSI. atau,
      2). Keberadaan SAKSI guna membenarkan Keilahian Allah dan Kerasulan Utusan-Nya bukan sebuah keharusan! (tokh ropan sendiri tetap yakini eksistensi Yesus tanpa keberadaan saksi).
      3). Kalau ropan sendiri ternyata berpendapat bhw eksistensi saksi bukan sebuah keharusan, mestinya ropan konsisten dan memberlakukan hal tsb juga thd Kerasulan Muhammad bukan?
      :
      Mengenai pertanyaan fanya no. 2, ropan dgn tegas menjawab “TIDAK”.
      Dalam hal ini mestinya ropan tau bahwa pemeluk agama Yahudi yg mengacu pd kerasulan Abraham, Ishaq, Yaqub dan Musa yg sama2 diimani umat kristiani, alih-alih mengimani Yesus sebagai Tuhan/anak Tuhan sebagaimana ropan, mereka justru memandang Yesus pendusta dan memakunya di tiang Salib??? Siapa yg SALAH? Siapa yg BENAR? Keyakinan umat Yahudikah? atau Kristianikah?
      :
      Mengenai pertanyaan no. 3 terkait SAKSI YEHOVA ropan menjawab:
      …anda salah, karena injil Saksi Yehova tidak sama dgn injil kaum katolik dan protestan…
      :
      Terima kasih untuk jawaban anda.
      Sangat nalar kalau dikatakan Alkitab yg mereka gunakan berbeda dengan Alkitab yg digunakan umat Katholik dan Protestan. Pertanyaannya, Alkitab siapa yg benar? Mengapa Saksi Yehova menyatakan dan meyakini bahwa Alkitab Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru yg didukung Watchtower Bible and Tract Society of New York, Inc. dan International Bible Students Association, Brooklyn, New York justru adalah Alkitab terjemahan yang asli (bersumber) dari teks-teks bahasa Ibrani, bahasa Yunani, dan bahasa Aramaik???
      .
      Saksi Yehuva mengakui Yesus adalah anak Allah, tapi mengapa mereka menyangkal Yesus sebagai Bapa maupun Sang Pencipta yg lahir ke dunia sebagai manusia sebagaimana diyakini ropan cs?
      Pertanyaannya, kutipan dalam Alkitab yg mana yang benar? Alkitab siapa yg keliru? Alkitab SY kah? atau justru Alkitab PB?
      :
      Perlu ditambahkan bhw menurut Wikipedia, jumlah pewarta Saksi-saksi Yehuwa di seluruh dunia per 1 September 2011 tercatat lebih dari 7.659.019 penyiar yang tersebar di 236 negara di dunia!
      .
      Sehubungan dengan itu jika menurut ropan adalah SY yg tlh MEMALSUKAN INJIL, mengapa alih-alih digugat oleh institusi keagamaan secara hukum (baik oleh Vatikan maupun Kristen Protestan), mereka justru hadir secara legal di 236 negara?
      :
      Kembali pada postingan ropan tentang “ATURAN TENTANG 2 ORANG SAKSI: Alkitab (Ulangan 17:16;19:15) dan Al Quran (QS 2:282;5:106-107; 65:2) memuat tentang aturan minimal 2 orang saksi dalam memelihara keadilan” ………. marilah berpikir obyektif, logis dan proporsional dengan dilandasi Iman, agar kita dituntun pada KEBENARAN sejati yg kelak pasti harus kita pertanggungjawabkan di hadapan-Nya.
      :
      Salam

    • @ropan

      Sekarang silahkan jawab pertanyaan2 saya di atas ttg elisabet lalu ttg Allah hanya akan bersaksi di akhirat nanti ttg kenabian Muhammad..
      :
      Baik,fanya jawab:
      .
      Tentang nama ibu Yahya a.s. sejujurnya fanya peroleh dari Wikipedia, bukan dari Quran —> so, nothing to do with Al Quran OK?
      :
      Tentang kelahiran dan ayah Nabi Yahya a.s. fanya jumpai dalam Al Qur’an surat Ali-’Imrân: 38-41, sementara kisah kelahiran Maryam dan pemeliharaan Nabi Zakaria a.s. (ayah nabi Yahya a.s.) terdapat dalam surat Ãli-’Imrân: 35-37 dan 42-44.
      :
      Qur’an TIDAK PERNAH MENYEBUT/MEMUAT apapun tentang sosok bernama YOHANES PEMBAPTIS. Maka dari itu eksis atau tidak eksisnya YOHANES PEMBAPTIS dalam kehidupan maupun dalam Alkitab, sama sekali tak ada sangkut paut dan pengaruh apapun thdp kebenaran isi Al Qur’an.
      :
      Perlu dipahami bahwa Om Parhobass dkk-lah (bukan fanya) yg selalu menyatakan bahwa Yesus adalah sosok berdeda dari Nabi Isa a.s. sebagaimana dimaksud/tercantum dalam Al Qur’an. (silahkan tanya sendiri dan telusuri pernyataan2 beliau dlm blog ini).
      .–> Sehubungan dengan itu, jika Nabi Isa a.s sbgmn dinyatakan Al Quran berbeda dengan Yesus yg dimuat dalam Alkitab, maka Nabi Yahya a.s. yg tersurat dlm Al Quran pasti bukan YOHANES PEMBAPTIS yg ada dlm Alkitab bukan?. Maka dari itu apabila Alkitab ternyata bohong ttg YOHANES PEMBAPTIS yg dikatakan bersaksi atas ketuhanan Yesus sangat tidak relevan utk menjustifikasi Al Quran bohong yg sejak awal memang TIDAK PERNAH MEMUAT TTG YOHANES PEMBAPTIS. Dalam hal ini Al Quran hanya memuat ttg Nabi YAHYA a.s. yg mengkonfirmasi kerasulan Nabi Isa a.s. paham?
      :
      Mengenai pertanyaan fanya ropan menulis:
      Tapi apakah Yesus menjadi tidak eksis apabila yohanes pembaptis/yahya tidak eksis?
      ——-> Siapapun paham kalau kalimat diatas bukan sebuah JAWABAN melainkan sebuah PERTANYAAN balik.
      .
      Tapi ga papa, anggaplah itu jawaban ropan yg bermakna:
      YA, YESUS tetap EKSIS MESKI TANPA keberadaan 4 SAKSI tsb. (mohon dikonfirmasi benar begitu maksud anda?).
      –>Nah, kalau anda berkeyakinan bahwa Yesus tetap eksis meski TAK ADA SAKSI SEORANG MANUSIAPUN, maka:
      1). Meminjam istilah anda, ternyata Tuhan mengingkari aturanNya sendiri ttg SAKSI. atau,
      2). Keberadaan SAKSI guna membenarkan Keilahian Allah dan Kerasulan Utusan-Nya bukan sebuah keharusan! (tokh ropan sendiri tetap yakini eksistensi Yesus tanpa keberadaan saksi).
      3). Kalau ropan sendiri ternyata berpendapat bhw eksistensi saksi bukan sebuah keharusan, mestinya ropan konsisten dan memberlakukan hal tsb juga thd Kerasulan Muhammad bukan?
      :
      Mengenai pertanyaan fanya no. 2, ropan dgn tegas menjawab “TIDAK”.
      Dalam hal ini mestinya ropan tau bahwa pemeluk agama Yahudi yg mengacu pd kerasulan Abraham, Ishaq, Yaqub dan Musa yg sama2 diimani umat kristiani, alih-alih mengimani Yesus sebagai Tuhan/anak Tuhan sebagaimana ropan, mereka justru memandang Yesus pendusta dan memakunya di tiang Salib??? Siapa yg SALAH? Siapa yg BENAR? Keyakinan umat Yahudikah? atau Kristianikah?
      :
      Mengenai pertanyaan no. 3 terkait SAKSI YEHOVA ropan menjawab:
      …anda salah, karena injil Saksi Yehova tidak sama dgn injil kaum katolik dan protestan…
      :
      Terima kasih untuk jawaban anda.
      Sangat nalar kalau dikatakan Alkitab yg mereka gunakan berbeda dengan Alkitab yg digunakan umat Katholik dan Protestan. Pertanyaannya, Alkitab siapa yg benar? Mengapa Saksi Yehova menyatakan dan meyakini bahwa Alkitab Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru yg didukung Watchtower Bible and Tract Society of New York, Inc. dan International Bible Students Association, Brooklyn, New York justru adalah Alkitab terjemahan yang asli (bersumber) dari teks-teks bahasa Ibrani, bahasa Yunani, dan bahasa Aramaik???
      .
      Saksi Yehuva mengakui Yesus adalah anak Allah, tapi mengapa mereka menyangkal Yesus sebagai Bapa maupun Sang Pencipta yg lahir ke dunia sebagai manusia sebagaimana diyakini ropan cs?
      Pertanyaannya, kutipan dalam Alkitab yg mana yang benar? Alkitab siapa yg keliru? Alkitab SY kah? atau justru Alkitab PB?
      :
      Perlu ditambahkan bhw menurut Wikipedia, jumlah pewarta Saksi-saksi Yehuwa di seluruh dunia per 1 September 2011 tercatat lebih dari 7.659.019 penyiar yang tersebar di 236 negara di dunia!
      .
      Sehubungan dengan itu jika menurut ropan adalah SY yg tlh MEMALSUKAN INJIL, mengapa alih-alih digugat oleh institusi keagamaan secara hukum (baik oleh Vatikan maupun Kristen Protestan), mereka justru hadir secara legal di 236 negara?
      :
      Kembali pada postingan ropan tentang “ATURAN TENTANG 2 ORANG SAKSI: Alkitab (Ulangan 17:16;19:15) dan Al Quran (QS 2:282;5:106-107; 65:2) memuat tentang aturan minimal 2 orang saksi dalam memelihara keadilan” ………. marilah berpikir obyektif, logis dan proporsional dengan dilandasi Iman, agar kita dituntun pada KEBENARAN sejati yg kelak pasti harus kita pertanggungjawabkan di hadapan-Nya.
      :
      Salam

  40. Tentang aturan 2 saksi…Alkitab menulisnya. Alquran menulisnya juga. Apakah anda kira Muhammad tidak tahu aturan itu ketika dia mengatakan saksi bahwa dia utusan Allah adalah dia dan Allah sendiri? Tahukah anda kewajiban seorang saksi? Alquran mencatatnya….silahkan anda baca sendiri, jangan cuma menggunakan akal dan iman yang anda yang tidak alquraniah (tidak berdasarkan alquran)
    Saya tidak akan percaya Yesus ada jika tidak ada seorang saksipun yang pernah berada bersama Yesus. Darimana jalannya saya tahu Yesus ada jika tak ada seorang saksipun? Tapi kesimpulan anda bahwa jika 4 orang saksi itu tidak ada, maka Yesus pun tidak ada, sangat-sangat menggelikan. Apakah anda pikir saksi yang melihat Yesus itu hanya 4 orang tersebut? Baca lagi ya jawaban saya atas pertanyaan anda ini sebelumnya.

    Anda sekarang berkelit bahwa sumber asal usul Yahya (yang anda yakini benar itu) adalah dari Wikipedia. Memangnya wikipedia sudah ada jaman nabi Yahya? JIka anda memegang sumber wikipedia sebagai kebenaran, Alkitab (yg usianya jauh lebih tua dari wikipedia) menyatakan hal yang sama ttg asal usul Yohanes Pembaptis dgn yang dikatakan wikipedia yang anda baca itu, masihkah anda bilang Yahya dan Yohanes Pembaptis itu dua sosok yang berbeda?

    Yesus dan Isa adalah sosok yang sama? Bagi beberapa (mungkin banyak) pengikut Yesus Kristus, karena cerita tentang Yesus (dalam alkitab) dan Isa (dalam alquran) tidak sama, mereka menganggap Yesus dan Isa adalah dua sosok berbeda. Bagi saya (dan mungkin beberapa pengikut Yesus Kristus yang lain) menganggap bahwa sosok Yesus dan Isa adalah sama, namun cerita Isa di alquran ttg salib adalah sebuah kebohongan (karena tidak bisa diuji kebenarannya oleh karena tidak ada saksi dan bertentangan dengan apa yg tertulis dalam alkitab (yg memiliki banyak saksi) dan bahkan juga catatan sejarah seperti ditulis oleh sejarawan abad ke 1 ttg Yesus).

    Satu pokok yang menjadi kesamaan di antara pengikut Yesus Kristus adalah: bahwa kami percaya Yesus turun dari surga, menjadi manusia, mati di kayu salib (mati terkutuk), bangkit dari antara orang mati, naik ke surga kembali.
    Kaum Yahudi tidak percaya Yesus bangkit. Muslim tidak percaya Yesus mati disalib. Para pengikut Yesus mati syahid oleh karena pemberitaan mereka kepada banyak orang bahwa Yesus mati disalib, bangkit, dan naik ke surga; pemberitaan kabar gembira kepada banyak orang bahwa Dia telah mengalahkan maut, sehingga maut tidak akan berkuasa lagi kepada orang-orang yang percaya kepadaNya. Hanya oleh karena pemberitaan kabar gembira inilah, para murid-murid Yesus, pengikut Yesus awal-awal, penginjil, hingga sekarang, mati dibunuh. Siapa yang tidak senang bahwa manusia tahu dan mengimani bahwa maut telah dikalahkan oleh Yesus sehingga bahwa hanya percaya kepada Yesus lah manusia bisa hidup dalam kekekalan di surga? Alkitab sudah mencatatnya: Iblis.

    Kehadiran Saksi Yehova secara legal di berbagai negara itu urusan hukum yang menghargai hak asasi manusia, tidak ada sangkut pautnya dengan dogma yang dianut. Mereka menggunakan injil yang berbeda, juga adalah hak mereka yang dilindungi oleh konstitusi negara masing-masing. Vatikan dan Institusi Protestan menggugat Saksi Yehova secara hukum? Hi hi hi…geli saya mendengar pertanyaan anda ini. Tapi saya bisa maklum karena melihat latar belakang agama anda. Jadi ingat kasus Lia Eden, saya.

  41. @ropan
    Anda sekarang berkelit bahwa sumber asal usul Yahya (yang anda yakini benar itu) adalah dari Wikipedia.
    :
    Dalam postingan fanya menulis:
    .
    Tentang nama ibu Yahya a.s. sejujurnya fanya peroleh dari Wikipedia, bukan dari Quran —> so, nothing to do with Al Quran OK?
    :
    Tentang kelahiran dan ayah Nabi Yahya a.s. fanya jumpai dalam Al Qur’an surat Ali-’Imrân: 38-41
    :
    fanya sekarang mengerti mengapa jawaban ropan sering ga nyambung, tampaknya ropan juga punya masalah dalam membaca dan memahami tulisan dengan benar …….

  42. Dear Fanya,
    Anda berdiskusi tetapi anda sudah tidak jujur, dan ketidakjujuran anda itu sudah saya telanjangi, tapi anda masih berkukuh melakukan pembenaran? Atau sebenarnya anda tidak paham apa yg sekarang kita diskusikan?

    Sebelumnya anda mengatakan:

    Umat Islam memang mengimani eksistensi Nabi Yahya bin Zakharia anak dari Elisabet, saudara sepupu Maria, ibu Nabi Isa. Zakharia adalah seorang imam dari rombongan Abia yang bertugas di Bait Allah. Al Qur’an mencatat dengan jelas bahwa nama ybs adalah Yahya.a.s.

    Berikutnya Anda menulis:
    Tentang nama ibu Yahya a.s. sejujurnya fanya peroleh dari Wikipedia, bukan dari Quran —> so, nothing to do with Al Quran OK?

    Tentang kelahiran dan ayah Nabi Yahya a.s. fanya jumpai dalam Al Qur’an surat Ali-’Imrân: 38-41

    Kemungkinan bahwa anda tidak berbohong dalam persoalan orangtua nabi Yahya ini adalah……bahwa anda sebenarnya bukan termasuk umat Islam, karena jika anda umat Islam anda harus membuktikan kebenaran perkataan anda ini berasal dari ayat alquran yang anda kutip (Ali-’Imrân: 38-41):

    “Zakharia adalah seorang imam dari rombongan Abia yang bertugas di Bait Allah”.

    (Ingat ya, sdr fanya, anda hanya mengakui bahwa yg anda peroleh dari Wikipedia itu adalah hanya tentang ibu Yahya, sedang tentang kelahiran dan ayat Nabi Yahya itu anda akui berasal dari alquran).

    Jika anda tidak bisa buktikan kalimat di atas berasal dari alquran namun anda berkeras bahwa anda tidak sedang berbohong, maka silahkan anda jelaskan apa maksud anda dengan perkataan anda ini:

    Umat Islam memang mengimani eksistensi Nabi Yahya bin Zakharia anak dari Elisabet, saudara sepupu Maria, ibu Nabi Isa. Zakharia adalah seorang imam dari rombongan Abia yang bertugas di Bait Allah.

    Umat Islam mana yg mengimani Nabi Yahya, yg berayah imam Zakharia (dari rombongan Abia yg bertugas di bait Allah) dan beribu Elisabet? (jika catatan orangtua Yahya seperti tertulis di atas itu bukan dari alquran (istilah anda: —> so, nothing to do with Al Quran OK?)

    Anda harus menyangkal pernyataan anda sendiri ttg ayah dan ibu Yahya ini jika anda masih berkeras bahwa Yahya dan Yohanes Pembaptis adalah dua sosok yg berbeda!

  43. Kira2 apa arti dari perumpamaan tsb? Secara harafiah?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: