Jatuh

Maret 26, 2010 pukul 12:55 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 30 Komentar
Tag:

jatuh

jatuh

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan jatuh sbb:

ja·tuh v
1 (terlepas dan) turun atau meluncur ke bawah dng cepat karena gravitasi bumi (baik ketika masih dl gerakan turun maupun sesudah sampai ke tanah dsb): tabung kaca itu — dan hancur;
2 turun banyak (harga, nilai, dsb); merosot: harga mobil di pasar bebas –;
3 sampai ke …; tiba di …; kena pd …; tembus ke …; ditujukan ke: jalan kecil ini — ke Kampung Ambon; teranglah sindiran itu kpd saya — nya;
4 bertepatan dng; berbetulan dng; tepat pd: perayaan triwindu — pd hari Selasa, tanggal 15 bulan Maret;
5 berhenti memegang kekuasaan (tt pemerintah, kabinet, dsb):
6 bangkrut (tt toko, kongsi, dsb);
7 kalah atau dirampas musuh (kota, benteng, dsb);
8 tidak lulus (dl ujian); gagal (dl usaha); sangat menderita (rugi, sengsara, dsb);
9 tidak tahan lagi (oleh godaan, penderitaan, cobaan, dsb);
10 menjadi (sakit, miskin, cinta, dsb): — miskin;
busuk kerbau, — berdebuk, pb perbuatan yg kurang baik lambat laun akan ketahuan orang lain juga;

Tentu kita tertarik dengan point 1;

jatuh : 1 (terlepas dan) turun atau meluncur ke bawah dng cepat karena gravitasi bumi (baik ketika masih dl gerakan turun maupun sesudah sampai ke tanah dsb): tabung kaca itu — dan hancur;

Seperti gambar di atas, itu juga jatuh. Sebuah apple jatuh ke tanah. Sebuah buah Apple yag jatuh tidak mungkin bisa kembali ketampuknya sendiri. Ia sama sekali akan terpisah dari “kesatuan”-nya dengan pohon tempat ia menerima makanan untuk ia simpan….

Demikian inilah digambarkan sebagai manusia yang pertama ketika melanggar perintah ALLAH….disebut Jatuh ke dalam dosa

Baca Kejadian 2 dan Kejadian 3 untuk melihat proses Jatuh-nya manusia ke dalam dosa.

Note:
Artikel ini untuk melanjut artikel di Penyelematan

Iklan

30 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ Parhobas

    Makin kita melihat indahnya pengenalan kita akan Allah, makin kita merasa perlu utk meningkatkan pelayanan kita thd sesama kita. Pengenalan yg mendatangkan berkat ini tidak diberikan agar kita nikmatin sendiri saja. Makin sempurna pengenalan kita akan Allah, makin kita ingin mewujudkan apa yg baru kita ketahui tentang Allah itu ke dlm perbuatan baik utk sesama manusia yg ingin mengenalNya. Allah akan memberikan segala-galanya melalui kita , apabila kita makin mengenal DIA dgn lebih baik.

    Shalom ma laeku

    • @lae Sihotang

      shalom juga lae

  2. Ku kira tadi sedang jatuh cinta. 😀

  3. Kalo jatuh ya bangun, jatuh lagi bangun lagi.

    Kalo nggak berani jatuh, bayi nggak mungkin bisa berjalan bahkan berlari.

    Itulah makanya Yesus mengajarkan belajarlah dari anak-anak ..Hi Hi Hi ..Anak2 pemilik kerajaan surga. 🙂

    Karena anak2 itu berani jatuh. Lha karena berani jatuh , berani bangun ya mereka sukses. Dari nggak bisa jalan malah bisa berlari sampai koprol jungkir balik.

    Coba kamu bayangkan bayi sampai bisa berjalan itu harus mengalami jatuh berapa kali ? ratusan bahkan ribuan kali itu. 😀

    Jangan jatuh karena jatuh memang sakit. Tetapi selalu kita ingat juga, setiap seorang bayi terjatuh , ibunya berteriak menyemangati bayinya supaya bangun lagi. 🙂

    SALAM

    SALAM lagi deh

    • @lovepassword

      terimakasih atas penjelasan Anda….

      setiap kali kita jatuh memang harus bangkit kembali karena TUHAN kita akan memaafkan kita 70 kali 70 kali 70…..dst…

      tetapi setiap kejatuhan kita itu bukan perkara bayi yang sedang belajar untuk berdiri….tidak menampik memang bahwa ada bayi-bayi iman, yang masih terus belajar berdiri di atas landasan iman yang kokoh,….karena memang TUHAN terkadang susah dicari….

      sayangnya ADAM/HAWA adalah buah karya ALLAH yang pertama, sangat dipastikan ADAM/HAWA sangat akrab dan saling mengenal, tidak seperti kita yang terkadang sangat susah mengenal DIA… dan di dalam pengenalannya yang penuh akan ALLAH itu, ADAM/HAWA jatuh ke jurang kematian…. bukan sedang jatuh ke lantai untuk berdiri lagi, seperti kita sekarang…dan memang tidak menutup kemungkinan juga ada diantara kita manusia sekarang ini yang jatuh ke jurang kematian tanpa disadari…..
      Artinya pilihan ADAM/HAWA untuk mensyukuri karya ALLAH yang lain dan tidak melakukan larangan TUHAN itu semuanya masih berlaku sampai sekarang…. jadi kalau kita sayang sama anak kita, maka jangan membuat kutuk di darah kita untuk kita salurkan kepada mereka, terutama menyalurkan ajaran-ajaran sesat, yang salah satunya adalah TUHAN itu tidak terlalu KUDUS sehingga kita bisa melanggar kekudusannya sesekali, sebab IA MAHA KASIH….(ini membenturkan ALLAH kepada ALLAH itu sendiri, sesatnya…)

      • Lho saya tidak sedang membenturkan Allah Maha Suci dengan Allah Maha Pengasih dan Penyayang lho. Saya kan ngomong : Jangan berbuat salah karena yang namanya setiap perbuatan apapun apalagi kesalahan ya wajar jika ada konsekuensinya. Ini point satu. Tetapi bagaimanapun kita juga harus melihat sisi lain, bahwa yang namanya manusia itu adalah tempatnya salah, lupa, dsb. Manusia itu diberi rasa ingin tahu, diberi kreatifitas, dsb untuk belajar . Lha dalam proses itu mau tidak mau, walaupun kamu tidak suka bersalah, ya pasti manusia akan mengalami bersalah.

        Bayi yang tidak berani terjatuh tidak akan bisa berjalan . Karena itulah setiap ibu ayah sedunia menyemangati bayinya yang jatuh bangun. Bukan menyuruhnya nggak berani jatuh. Baru kemudian dunia anak2 berubah menjadi dunia orang dewasa dimana kejatuhan memalukan dan kesalahan diharamkan.

        Apa dampaknya ? Kebanyakan bayi pasti sukses, dalam arti kebanyakan bisa berjalan kan , walaupun ada yang perlu jatuh 100 kali mungkin ada yang lebih banyak/lebih lama lagi. Tetapi dalam dunia manusia dewasa yang lebih kebanyakan dosa tetapi sok anti kesalahan, kita melihat setiap salah memalukan/kegagalam/kejatuhan memalukan. Akibatnya apa ? Lebih sedikit manusia dewasa yang sukses daripada bayi. Hi Hi Hi…

        Belajarlah dari anak2 karena mereka masih putih bersih. Setidaknya bukankah Yesus sendiri mengatakan merekalah pemilik kerajaan surga.
        Anak2 selalu bangun ketika terjatuh. Anak2 tidak membuat dikotomi antara rasa ingin tahu dan tidak beriman. Hanya dalam dunia manusia dewasa yang sok tahu yang membuat dikotomi bahwa yang namanya iman berarti tidak bertanya.

        Yesus jelas nyambit orang dewasa, lha saking kebangetennya, dulu orang dewasa menolak anak2 yang datang kan ? Sekarang mereka membuat penolakan dengan cara lain lagi. Menafsirkan yang tidak faktual , seolah-olah yang dimiliki anak2 cuma rasa percaya.

        Anak2 memang tergantung mutlak dengan orang tuanya seperti manusia tergantung kepada Tuhannya, tetapi anak2 juga figur yang berani bertanya, punya rasa ingin tahu, setiap jatuh bangun lagi. Bukan sejenis burung yang bisanya mengangguk-angguk.

        Tafsir bahwa anak2 cuma identik dengan percaya adalah cara orang dewasa menolak anak2 secara utuh seperti dulu ketika orang2 dewasa menolak kehadiran anak2 yang ingin mendengar ajaran.

        sayangnya ADAM/HAWA adalah buah karya ALLAH yang pertama, sangat dipastikan ADAM/HAWA sangat akrab dan saling mengenal, tidak seperti kita yang terkadang sangat susah mengenal DIA… ===> Sangat dekat iya, tetapi tentu ada sisi keterbatasan manusia dalam mengenal Allah. Lagipula jika memang sudut pandangnya manusia diajar untuk bertanggung jawab atas segala kesalahan pada satu sisi, serta manusia di sisi lain harus berani bersalah karena proses terus menerus untuk memperbaiki diri. Itu tidak bisa secara substansial kita anggap melanggar kesucian Allah. Mengapa ? Ya manusia yang bersalah kan dihukum. Tetapi hukuman itu tidak membunuh manusia.

        Berarti segala aspek masuk : Mulai dari Maha Suci, Maha Pengasih dan Penyayang, serta Maha Tahu juga masuk.

        Kalo menurutku sih gitu.

        Saya tidak menyuruh manusia atau bahkan anak2 untuk berbuat salah. Intinya cuma dua : Walaupun kamu takut salah kamu juga pasti salah karena kamu manusia. 🙂 Setiap kesalahan memang ada konsekuensinya. Betul itu. Tetapi jangan sampai karena takut salah manusia tidak berbuat apa-apa. Seperti masa jaman kegelapan di Eropa hi hi hi.

        SALAM

      • @lovepassword

        penjelasanmu bisa diterima jika menganggap Adam/hawa masih seperti anak kecil belum matang atau belum dewasa…
        nyatanya semua perumpamaanmu itu hanya menyentuh “jika” itu…

        sementara ADAM/HAWA tercipta dewasa, matang, dan dianggap cukup untuk bisa memilih, makanya ia dikasih HUKUM,
        jadi perumpamaan dan penjelasannya harus diawali dari dalam keadaan apa ADAM/HAWA diciptakan…

        Dan oleh karena itu, semua penjelasanmu mengenai “anak” bisa diterima. Dan sepertinya tidak perlu dibeberkan panjang lebar, karena sekali lagi, ADAM/HAWA bukan anak kecil seperti gambaran Anda…

        Jika seorang mengenal ALLAH, maka tentu sudah tidak ada kosakata COBA-COBA, di dalam bahasa ALKITAB dikatakan MENGUJI ALLAH,…. dan memang tepat, anak kecil yang belum tahu baik dan buruk tidak adil dihukum. Tetapi semisalpun kita tidak setia, DIA tetap setia, karena DIA tidak bisa menyangkal DIRI-NYA…kata Alkitab demikian.

        Jadi sekarang, lovepassword masih anak-anak yang harus terus bertanya, atau seorang dewasa yang sudah siap untuk menjawab?

        daripada kita penuh retorika, mari kita buktikan bahwa kita mengenal ALLAH, bagaimana?

      • Jadi sekarang, lovepassword masih anak-anak yang harus terus bertanya, atau seorang dewasa yang sudah siap untuk menjawab?

        ===> Jangan sok dewasa Par, Yesus saja sebel ngedumel melihat murid2nya yang sok dewasa. Hi Hi Hi. Kalo kamu tidak bisa menjadi anak2 bukankah menurut Yesus , anak2 pemilik kerajaan surga ? 🙂 😉 hiks 🙂

        daripada kita penuh retorika, mari kita buktikan bahwa kita mengenal ALLAH, bagaimana? ===> Saya tidak bilang saya cukup mengenal Allah, kau buktikan saja sendiri klaim kau itu. Saya nggak berani kebesaran gaya membuat klaim aneh-aneh.

        Silahkan saja jika kau memang mau membuktikan. Cuma aku rada heran saja caranya gimana membuktikan klaim seperti itu.

        Salam Par…

        Senang ngobrol denganmu….

      • @lovepassword

        Jangan sok dewasa Par, Yesus saja sebel ngedumel melihat murid2nya yang sok dewasa.

        dan

        Saya tidak bilang saya cukup mengenal Allah, kau buktikan saja sendiri klaim kau itu. Saya nggak berani kebesaran gaya membuat klaim aneh-aneh.

        seep, saya akan semakin membuktikan apa yang Anda sebut sebagai klaim saya, yang sebenarnya saya tidak mengatakan saya sudah dewasa, semisalpun demikian, yang saya harapkan dari Anda adalah untuk dewasa di dalam KRISTUS…, karena memang anak-anak suka bertanya toh? dan anak-anak yang baik sepertinya bisa menerima jawaban, lain hal dengan orang dewasa tetapi seperti anak kecil yang bandel, tentu susah untuk menerima didikan…
        dengan senang hati saya akan terus bertumbuh, salah satunya bukti adalah menulis semakin baik di blog ini, jadi semoga Anda terus datang menyapa saya di blog ini, sehingga dapat melihat buktinya…karena hanya itu bukti yang dapat saya berikan kepada Anda di dunia maya ini…
        caranya antara lain, bagi saya, yaitu mengatakan yang dikatakan Alkitab dan tidak mengatakan yang tidak dikatakan Alkitab…memang sudut pandang bisa berbeda, karena karunia berbeda, jadi dengan rendah hati saya harus siap dihajar oleh setiap “pengetahuan” yang datang dari ALLAH…semisal saya salah, saya harus terima dikoreksi, jangan keras kepala, dan semoga TUHAN rela dan mau menunjukkan kesesatan saya, sebab Alkitab berkata: “TUHAN yang bisa menunjukkan bahwa kita sesat”.

        Kalo kamu tidak bisa menjadi anak2 bukankah menurut Yesus , anak2 pemilik kerajaan surga ? 🙂 😉 hiks 🙂

        Bukan menjadi anak-anak lovepassword, tetapi menjadi seperti anak-anak, sekali lagi, menjadi seperti…itu lebih ditekankan atau dikelaskan di 1 Korintus 14:20 Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu dan 1 Petrus 2:2-3 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan

        artinya jadilah seperti anak-anak di dalam hal sikap pasrah sempurna kepada ALLAH, dan yang mau diajar jika melakukan kejahatan.

  4. Seperti lagu Kristina “Jatuh Bangun”. 😀

  5. Om – om sekalian, kok statnya cuma 9600-an?
    Stat blog saya malah sudah 27.000-an.

    • @Fitri
      Yah, memang blog ini belum ada 1 tahun,
      parhobass.wordpress.com tuh yang sudah ultah 1 tahunnn

      kalau blognya fitri mah udah hebat, malah udah rank 3/10 kan yah….

    • @ Fitri

      Blog di sini adalah blog pembelajaran. Bukan blog tanding siapa yg terpintar. Setiap yg bertanya dan berpendapat akan diberikan oleh-oleh kasih karunia dan pengenalan Firman Allah yg menghidupkan.

    • stat itu dilihat di mana yah, saya juga mau lihat stat blog saya? thanks.
      🙂

      • Yah, kamu tinggal pasang stat di widget blogmu setelah kamu log in.

        Atau kamu lihat saja statistik blogmu di Dasbor. Gampang kok.

        Tapi kalau untuk pasang PR dan Alexa seperti di blogku, itu kamu harus copy codenya dulu. Baru di pasang di widget, pakai teks.
        PR dan Alexa, aku minta tolong sama temanku supaya di pasangkan. Soalnya aku nggak bisa.

  6. Blog ini memang bukan blog buat bertanding. Tapi ada baiknya juga kan kalau berusaha meningkatkan pengunjung supaya banyak orang yang belajar dari blog ini.

    Ada baiknya jika berkomentar menampilkan link dalam nama, sehingga orang-orang bisa meng-klik nama langsung terhubung. Seperti nama saya yang bisa di klik.

    • Whuahahaha…klo gitu masih menang aku donk (sombong.com)….pengunjungnya dah 23.500-an padahal masih 7 bulanan whuehehehe…cuman ndak kupasang di blog, aku ppantau dari ruang admin aja.

      Btw, aku juga ndak mau tanding2an pengunjung.
      Apa kabar mbak Fitri 🙂 ?

      GBU

      • wakakaka…saya sudah 70 ribu, padahal baru setahun… (ga ada yg nanya ya)… saya emang ga masang link di nickname saya, krn banyak orang yang kecewa setelah masuk blog saya, hahaha

  7. Sok jadi pemenang, padahal masih kalah ama Fitri ?
    BTW, Mbak Fitri, e-book kemarin dah jadi di download lom ?

    GBU

    • @penuai
      e-book yang mana ya?

  8. @all

    buat yang sudah senior2 di dalam jumlah, mbok ya dibantu gitu lho adik2 kelasnya hehehehe

  9. He he he he he 😀

  10. @Parhobass tercinta :

    anak-anak yang baik sepertinya bisa menerima jawaban===> Kalo itu mah bukan jamannnya CBSA Par.. Itu jaman Belanda dulu ketika murid cuma boleh ngangguk-ngangguk kepada gurunya. 🙂

    Menulis makin baik artinya kamu mengenal Allah semakin baik, teorimu menarik tetapi juga aslinya nggak ada korelasinya sih. Semakin lama kamu menulis tentu saja kamu semakin terampil Par. Begitu juga semakin lama semakin intens kamu belajar maka kamu semakin mahir. Sekarang pun tulisan kamu memang menunjukkan kamu memang mahir kok 🙂 cuma kadang2 pelit , ngasih tulisan terlalu pendek sehingga mungkin saja mengundang banyak persepsi. 🙂

    ===============================
    Bukan menjadi anak-anak lovepassword, tetapi menjadi seperti anak-anak, sekali lagi, menjadi seperti…itu lebih ditekankan atau dikelaskan di 1 Korintus 14:20 Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu dan 1 Petrus 2:2-3 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan

    ==> Jawabanmu manis juga tetapi sayangnya saya tidak sependapat. Anak2 yang dimaksud Yesus konteks suasananya jelas memang sedemikian ceria , sedemikian hiruk pikuk menurutku karena itulah itu menjadi gangguan bagi kekhusukan/keseriusan orang dewasa.

    Ibaratnya gambaran kasarnya Par : ada gerombolan balita atau anak TK tertarik melihat kerumunan. Lha kelakuan anak2 yang mbeling-mbeling , kelakuan anak2 yang penuh ingin tahu itu mengganggu para orang dewasa yang sedang mendengarkan ceramah. Gampangannya gitu.

    Jadi konteks anak2 yang diucapkan Yesus jelas bukan anak2 model beo ngangguk-ngangguk tetapi anak2 yang utuh , anak2 yang memang tergantung pada orantuanya tetapi juga anak2 yang lengkap dengan segala kebandelan dan rasa ingin tahunya.

    Tafsir anak2 cuma bisa percaya, jelas tafsir yang tidak tepat yang bahkan tidak sesuai dengan konteks ayat yang diomongkan Yesus. Mungkin saja anak2 itu tertarik dengan kerumunan lalu masuk dan bermain mengganggu di situ tetapi itu dibiarkan bahkan diakomodasi Yesus , bahkan kalo mereka koprol jungkir balik kayaknya Yesus ya oke-oke saja tuh. Yang sok kebesaran gaya kan muridnya karena sok dewasa kan ?Menurutku sih gitu.

    Kalo menurutku rasa ingin tahu tidak bisa dibenturkan dengan percaya. Lha karena itulah sebaiknya contoh anak2 kecil itu perlu dilihat lebih utuh. Secara faktual kita bisa melihat anak itu bagaimana serta menurut konteks ayat2 yang diomongkan Yesus jelas tidak tepat jika kita melihat bahwa anak2 adalah anak2 yang hanya bisa percaya . Anak2 waktu itu adalah anak2 yang sedemikian dinamis sehingga mengganggu status quo murid2 Yesus yang sok dewasa.

    SALAM Par

    • @lovepassword

      oklah kalau Anda bersikeras begitu,…

      jadilah seperti anak-anak kecil…
      bagi lovepassword, berarti bebas melakukan “keributan”…
      bagi yang lain, berarti:
      1 Korintus 14:20 Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu dan
      1 Petrus 2:2-3 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan

      ingat lovepassword “seperti anak kecil” bukan berarti semua atribut anak kecil yang harus diambil, tetapi ada hal positip di dalamnya yang patut ditiru…karena Alkitab berkata :”semua ciptaan TUHAN menceritakan kebaikan dan kuat kuasa TUHAN…”

  11. ingat lovepassword “seperti anak kecil” bukan berarti semua atribut anak kecil yang harus diambil, tetapi ada hal positip di dalamnya yang patut ditiru…karena Alkitab berkata :”semua ciptaan TUHAN menceritakan kebaikan dan kuat kuasa TUHAN…”

    ===> Saya rasa itu pola pikir yang sangat sok dewasa, justru karena pola pikir sok dewasa itu telah dilakukan oleh murid2 Yesus pada jamannya dengan menghalangi anak2 yang ingin datang pada Yesus .

    Lha bedanya kamu dengan murid Yesus pada jaman itu ? Mereka menolak anak2 secara fisik, lha kamu menolak anak2 dengan membuat dikotomi anak yang baik harus begini harus begitu.

    Padahal konteksnya jelas : Pada waktu itu anak2 dengan segala hiruk pikuknya dipandang sebagai gangguan bagi orang dewasa. Lha sekarang sih masih sama. Lha Yesus bisa menerima anak2 tukang koprol jungkir balik, anak2 yang serba ingin tahu dan lincah itu.

    Rasanya mustahil jika kamu melihat konteks ayat yang menceritakan Yesus itu ,jika kamu simpulkan anak2 hanya dari sisi percaya saja Parhobass.

    Pertama : Anak2 tertarik , tertarik dengan apa? Ya tertarik dengan kerumunan orang banyak dong ikut nimbrung. Apa anak2 tertarik mendengarkan kotbah ? Yang bener saja Mister? Itu kan pola pikir orang dewasa yang menutup mata dunia anak2 seperti apa ? Dalam konteks ayat itu : Lebih masuk akal jika kita melihat bahwa adanya keramaian menarik perhatian anak2 karena naluri dasar anak2 demikian. Mereka penuh rasa ingin tahu. Jadi anak2 datang kepada Yesus bukan karena percaya sayangku cintaku…tetapi karena rasa ingin tahu apa yang sedang terjadi. Lha orang dewasa yang sok tahu tetapi pura2 tidak tahu mencoba membuat tafsir aneh yang mengaitkannnya dengan percaya penuh hanya bisa mengangguk.

    Kedua : Anak2 pada waktu itu dipandang sebagai gangguan orang dewasa. Lha sekarang juga masih kan ??? Bedanya dulu penolakan secara fisik, sekarang secara fisik juga masih ada. Misalnya tulisan besar2 di pamflet atau selebaran atau apalah : Jangan membawa anak2 atau apapun yang sejenis dengan itu . Mengapa ? Karena memang anak2 dipandang sebagai gangguan. Tetapi itu bukan monopoli Kristen saja tentu. 🙂 Lha penolakan juga diwujudkan dengan cara memelintir sifat anak, dengan membuat dikotomi antik yang khas orang dewasa.

    Rasa ingin tahu dibenturkan dengan percaya. Padahal coba kamu lihat : DI dunia anak2 , mereka memang lemah sehingga tergantung pada orang tuanya kan. Tetapi bukan berarti kalo mereka percaya kepada orang tuanya, mereka tidak bertanya, tidak kritis bahkan tidak membantah. Kalo nggak sreg ya dibantah. Bahkan sehari bisa bertanya ratusan kali itu. Lha wong ngajari orang tuanya saja bisa kok. Kamu lihat saja kelakuan anak TK kalo nggak percaya . Dan itu oke2 saja , semua anak kreatip dan sehat melakukan itu.
    Yesus tahu ini tetapi murid-muridnya tidak. Karena mereka sok dewasa tetapi menutup mata dengan realitas sederhana ini yang aslinya juga bisa mereka lihat.

    kemudian kehidupan terus bergulir, manusia dewasa berusaha mati2 an memasukkan virus2 gaya hidup dan pikiran orang dewasa. Ada sisi baiknya tentu , tapi jelas ada sisi jeleknya : Di dunia manusia yang sok dewasa. Yang namanya iman berarti percaya tanpa bertanya. Percaya dengan mematikan rasa ingin tahu. Sesuatu yang sebenarnya bisa ada secara harmonis tidak saling mematikan di dunia anak2. Karena itu wajar sajalah jika dalam banyak agama , anak2 cukup dimuliakan. Karena dianggap lebih bersih, dsb seperti kertas. Dalam Kristen pun yang ada sisi ini dimana manusia harus menjadi seperti anak2 untuk masuk surga.
    Lha anehnya orang dewasa, mereka membuat rumusan aneh yang sebenarnya tidak sesuai realitas tentang bagaimana menjadi anak2 itu.
    Akibatnya yah banyak dari manusia sok dewasa yang cuma jadi keledai-keledai pengusung Kitab Suci. Sesuatu yang dikritik dalam banyak agama, termasuk dikritik Yesus ketika Yesus mencela muridnya yang melarang anak2 mendekat.

    ingat lovepassword “seperti anak kecil” bukan berarti semua atribut anak kecil yang harus diambil, tetapi ada hal positip di dalamnya yang patut ditiru…karena Alkitab berkata :”semua ciptaan TUHAN menceritakan kebaikan dan kuat kuasa TUHAN…” ===> Anak2 yang diterima Yesus dalam konteks ayat itu jelas anak2 yang utuh, yang justru karena rasa ingin tahunya, karena hobi bermain mereka, membuat mereka tertarik dengan keramaian yang ada di sekitar mereka.

    Kalau ada yang mengartikan anak2 yang bisanya cuma percaya. Itu justru tidak masuk akal dan menyimpang total dengan konteks apa yang sedang terjadi pada waktu itu.
    Kalo anak2 sedemikian sok dewasanya sok manisnya , saya rasa murid2 Yesus dan semua orang dewasa tidak eprlu repot2 mencegah mereka mendekat. Karena figur2 manusia sok tua melihat potensi gangguan itulah maka mereka menghalangi. Konteks ayat itu memang begitu. Tidak perlu diartikan lain yang malah aneh jika dilihat dari konteks ayat itu.

    Saya rasa gitu sih.

    Ada dua hal yang perlu dilihat .
    Pertama : Kita bisa melihat anak2 itu bagaimana. Lihat saja sendiri nggak usah mengarang indah kan ? Kamu toh bisa melihat anak2 di sekelilingmu

    Kedua : Kamu perhatikan konteks atau suasana yang sedang terjadi dalam cerita itu bagaimana ?

    Dari kedua hal ini , saya rasa kamu bisa melihat bahwa tafsir sok dewasa yang mengatakan bahwa sisi bagus anak2 cuma percaya ngangguk ngangguk adalah tafsir yang tidak saja tidak tepat tetapi bahkan memelintir konteks yang terjadi pada waktu itu. Sebab anak2 pada waktu itu tidak datang karena percaya tetapi karena rasa ingin tahu mereka terhadap kehidupan.

    SALAM Parhobass.
    GBU

    • @lovepassword

      saya sudah katakan di atas, terserah Anda kalau Anda masih merasa ingin menjadi anak-anak…

      Anda tinggal mengambil hal-hal apa yang bisa kita tiru dari anak-anak,… sebab kita tidak selamanya menjadi anak-anak bukan?

      memang ada orang yang usianya sudah 60 tahun, tetapi masih seperti anak-anak…tentu kita tidak mau demikian bukan? kalau dari logika Anda di atas seh sepertinya ingin tetap menjadi anak-anak sampai akhir hayat…

      tetapi gini lovepassword, memang umumnya kita masih ingin seperti anak-anak di dalam hal “ingin coba-coba”, tetapi harus diingat ada juga tertulis :”Jangan kamu mencobai ALLAH”… artinya apa? Lovepassword mungkin sudah mengenal kata ALLAH mengasihi manusia dan IA sanggup menghidupkan orang mati,… tetapi Anda coba-coba minum racun untuk membuktikan IA mengasihi Anda dan IA sanggup menghidupkan Anda, itu namanya konyol, itu namanya orang dewasa usia tetapi masih seperti anak-anak….

  12. ”Jangan kamu mencobai ALLAH”… artinya apa? Lovepassword mungkin sudah mengenal kata ALLAH mengasihi manusia dan IA sanggup menghidupkan orang mati,… tetapi Anda coba-coba minum racun untuk membuktikan IA mengasihi Anda dan IA sanggup menghidupkan Anda, itu namanya konyol, itu namanya orang dewasa usia tetapi masih seperti anak-anak….

    ===> Oh masalahnya bukan mencobai atau nggak. Masalahnya adalah : Walaupun saya percaya Allah Maha Kuasa , saya juga percaya bahwa tidak ada yang mengharuskan Allah berbuat melakukan apapun sesuai keinginan manusia 🙂 . Jadi yah ..rasanya saya belum terlalu ekstrim untuk minum racun. 🙂

    kalau dari logika Anda di atas seh sepertinya ingin tetap menjadi anak-anak sampai akhir hayat…===> perasaan seingatku kalo nggak bisa menjadi seperti anak2, kamu nggak bakal masuk surga deh. 🙂

    Dan ingat menjadi anak2 itu sekedar soal percaya. Hi hi hi

    Percaya bagus-bagus saja tetapi semua hal perlu dielaborasi, perlu dipertanyakan . Seperti anak2 yang selalu bertanya terhadap segala hal dan itu tidak bisa didikotomikan dengan tidak percaya dengan orang tuanya.

    Semua anak2 itu tergantung mutlak dengan orang tuanya. tetapi Semua anak2 juga cerewet bertanya sehari puluhan kali. Jadilah seperti anak-anak sedikit Parhobass, minimal kamu jadi rada awet muda. he he he…

    SALAM Parhobass
    GBU

    • @lovepassword

      biar ngga retorika, coba lovepassword minum racun untuk membuktikan TUHAN mengasihi Anda…

      tepat kawan, menjadi seperti anak-anak, tetapi bukan menjadi anak-anak…

      tubuhnya dewasa tetapi kelakuannya anak-anak, biar ngga retorika, sampai tua, tidur ajah di keteknya emakmu sampai Anda kakek-kakek…..

      kan gitu toh,….

  13. @ Lovepasword

    Memanglah kau ini … selalu seperti sudah mengerti padahal tidak pernah sampai kapanpun mau mengerti . Ah tahe,..

  14. […] link tambahan bisa baca: aku juga tahu koq jatuh […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: