DIA Benar

Maret 25, 2010 pukul 8:43 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 7 Komentar
Tag: , , ,

Benar

Benar

Sebelum pertandingan dimulai, dua pentinju akan mengucapkan “janji-janji”.
“Saya akan meng-KO dia di ronde 3, itu paling lambat, karena pukulan saya sangat kuat”,… kira-kira begitulah kata si sabuk Biru itu.
Dan di dalam bertanding si sabuk Merah, setelah merasakan pukual-pukulan si sabuk biru, akan benar-benar merasakan pukulannya, dan apakah “janji-janji” si sabuk Biru sebelumnya benar apa tidak akan dapat ia buktikan.

TUHAN kita juga mengucapkan banyak janji. Janji untuk menyertai mereka yang takut kepada DIA, dan janji menghukum mereka yang menolakNYA. Mungkin keturunan Abraham menjadi contoh yang nyata bagi kita, khususnya bangsa yang dilahirkan oleh Yakub. Diberkati dan dihancurkan, dibimbing dan dihajar.
Ia juga berjanji akan kasih setia yang tidak menuntut balas… begitu banyak janji…

Dan jika kita tidak pernah menyelami janji TUHAN, baik segala kebaikan dan hukuman, biarpun kita “dibakar”, dihajar habis-habisan tetapi tidak bertobat, karena kita menganggap sepi hukuman TUHAN, secara kasat mata kita telah berkata ALLAH sebagai pendusta…(baca Wahyu 2:22; 9:21; 16:19; 16:11, 1 Yohanes 1:10)

Mazmur 33:4 Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.

dan

Mazmur 33:12 Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri!

Serta tertulis,

1 Timotius 6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.

Jika kita bukan peserta pertandingan, pertandingan iman, bagaimana kita bisa merasakan “pukulan”, kalau kita tidak bisa merasakan “pukulan” bagaimana kita bisa mengetahui ALLAH adalah Benar dengan segala janjiNYA. Jika kita tidak mengakui ALLAH adalah Benar, bukankah itu penolakan dan ketidakpercayaan?
Kita menginjak bumi ciptaanNYA, dan menghirup napas anguerahNYA, tetapi kita menolak dan tidak mempercayai DIA, Yang memberiNYA…..???

Iklan

7 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Jadi ingat, pergumulan Yakub sampai pagi hari. 😀 :mrgreen:

    • hehehehe….

      sekiranya kita percaya bahwa TUHAN adalah MAHA, maka kita tidak perlu sampai seprti Yakub untuk bergumul begitu kuat, tetapi seberapa keraspun hati kita, TUHAN dengan HIKMATNYA mau dan rela meladeni kita, karena IA MENGASIHI kita…. dan “pergumulan” Yakub menjadi “pergumulan” kita juga, sebab setiap hari kita bergumul dengan hati nurani sendiri dan dengan ROH KUDUS yang diam di dalam kita….

      • Kamu lupa satu hal Par : Dalam pergumulan itu Yakub menang. Tulisannya gitu.

      • @lovepassword;

        Ya dia menang,….pada akhirnya dia diberkati toh? kalau dia tidak menang ia tidak akan diberkati…

        setiap hari kita juga bergumul dengan TUHAN, kalau kita tidak menang kita pasti sudah mati dari dulu…

        itulah arti doa yang terjawab,… kita berdoa supaya TUHAN berkenan menjawab doa kita…kita mungkin sampai menangis-nangis… kadang marah sama TUHAN…(mungkin lovepassword pernah juga begitu)… lalu setelah beberapa lama….taaadddaaaa… jawaban doa kita tercapai… itu artinya kita MENANG…koq bisa? ya begitulah, kita manusia yang tidak ada bandingnya di hadapan TUHAN, tetapi ketika kita memohon TUHAN mau dan rela…..

  2. Ya dia menang,….pada akhirnya dia diberkati toh? kalau dia tidak menang ia tidak akan diberkati

    ===> masak gitu ya ?

    Apa hubungannya menang kalah sama diberkati?
    Apa hubungannya juga doa dikabulkan sama tidak dikabulkan sama diberkati ? Bisa saja karena kamu diberkati maka doamu yang antik nggak dikabulkan kan? Karena Tuhan punya planning yang lebih baik daripada rencana manusia ?

    Jadi yah : Saya rasa nggak ada korelasinya itu.
    Menurutku sih gitu. Jangan menghubung-hubungkan antara berkat, rahmah, dsb dengan Tuhan harus selalu nurut sama manusia dong…

    • @lovepassword

      kalau Yakub kalah maka ia tidak diberkati…. kalau Doa Anda tidak bisa menggerakkan belas kasihan TUHAN ( atau memenangkan belas kasihan TUHAN), maka Anda tidak akan pernah berkata :”Doaku dikabulkan”

      yang bilang Tuhan harus selalu nurut sama manusia itu siapa kawan?

      saya masih agak “stress” dan “dongkol” sama Anda kadang2, mbok yang dibaca dengan seksama gitu lho….

      • @ Lovepasword

        Yang membuat kamu tidak memahami adalah kekerasan dan ketegaranmu yg menganggap semua agama adalah sama. Itu makanya saya sangat mengerti arti kedongkolan sdr Parhobas dalam meladenin pertanyaan dan komentarmu. Saya hanya dapat lawan debat paling keras dari berbagai blog kaum Muslim hanya dari Filar Biru dan Hanifa, tetapi mereka tidak pernah ngeyel dan tidak berusaha memahami apa yg mereka tidak ketahui . Dalam setiap berdebat kamu selalu memasukan pikiran orang lain untuk mangacaukan alur dialog yg sudah sistematis. Hanya satu point saya dapat dari kamu bhw kamu cukup sopan dan sedikit beraliran Agnostik (maaf kalau salah) . Jadi tolong perhatikan warning dari sdr Parhobas itu …


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: