רוּחַ

Maret 23, 2010 pukul 9:06 am | Ditulis dalam Apologet | 5 Komentar
Tag: ,

רוּחַ, ru-ach.
Bisa diartikan angin/udara atau nafas (Untuk mempersingkat angin/udara atau nafas saya subsitusi saja di kalimat berikutnya sebagai “udara”…. “udara” yang dikeluarkan oleh hidung setiap yang hidup disebut juga ru-ach, “udara” yang bergerak di sekitar kita disebut juga ru-ach.

Oleh “udara” yang keluar dari hidung kita, bisa mencerminkan keadaan kita. Di dalam keadaan emosi “udara” itu akan terlihat lebih tertahan, di dalam keadaan terisak “udara” itu akan sedikit keras tetapi berbentuk pulse, di dalam keadaan senang biasanya “udara” itu keluar dari mulut karena terbahak, d.l.s…

Atau “udara” yang berputar-putar, tornado, itu bisa menjelaskan tentang keadaan yang buruk, “udara” yang sepoi bisa mengartikan “damai”,… d.l.s… “Udara” berada di mana-mana…

Jadi “udara” mencerminkan karakter, ekspresi dan keadaan tertentu. Dengan kosa kata dan pengertian demikian inilah manusia menggambarkan tentang hakekat ALLAH, ALLAH Yang meskipun tidak kelihatan, tetapi kita dapat merasakan hadiratNYA… Melihat TUHAN melalui ciptaanNYA atau melalui wahyu terbesarNYA, YESUS yang disebut juga Kristus.

ALLAH hakekatNYA adalah ROH…IA berada dimana-mana, baik di surga maupun di bumi.

Sebelum melakukan penciptaan segala isi bumi yang teratur, ALLAH memperlihatkan karakterNYA yang teratur, maha kuasa dan baik,ruach elohim dikatakan melayang-layang di atas permukaan air. (Kejadian 1:2)

YESUS adalah ROH yang menjadi daging, Firman ALLAH yang menjadi manusia, sehingga melalu daging, manusia Yesus, manusia dapat melihat dengan jelas karakter dari ALLAH.

Mazmur 150:6 Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!
Setiap apapun yang mengandung “udara”, nafas bagi yang hidup, suara-suara bagi yang mengeluarkan bunyi-bunyian, marilah memuji TUHAN…

Yesus kita sebut “Bapa” karena dari DIA-lah penebusan darah…
Roh Kudus kita sebut “Bapa” karena dari DIA-lah peneguhan, pengurapan
Bapa kita sebut “Bapa” karena dari DIA-lah segala sesuatu berasal
ALLAH YANG Esa kita sebut BAPA karena DIA adalah sumber dari segala roh

Iklan

5 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Membaca posting lae ini , kadang saya tersenyum karena ada manusia yg dapat menjabarkan segala pengetahuan rohaniah pdhal dia tidak percaya/menerima Roh Allah

    Tidak satupun manusia dapat memahami ALLAH yg sebenarnya jikalau bukan karena Roh Allah. Karena Roh Allah itu sudah jauh2 hari sebelum ada sejarah telah mengatakan apa yg ada di dalam diri Allah. Sekalipun manusia dapat mengenal Allah dari ajaran2 manusia tetapi pengenalan yg sebenarnya hanya dari ROH ALLAH yg ada didalam diri setiap org2 percaya Dia. Karena RohNya mengerjakan apa yg ada dalam pikiran Allah dan mewujudkan dalam karya Allah. Tanda-tanda yg menyertai itu adalah tekad manusia yg mempercayaiNya dan hidup menurut Roh Allah.

    • @lae Sihotang,

      mengenal tentang Allah itu dapat dilakukan oleh siapa saja lae, bisa dengan membaca literatur2 dan Alkitab itu sendiri…

      tetapi mengenal Allah adalah sama dengan hidup bersama Allah.
      Bagaimana kita hidup bersama ALLAH? yaitu dengan menerima ALLAH itu sendiri..
      Bagaimana Allah bisa hadir di dalam kita? yaitu dengan Karunia pengurapan ROH KUDUS…

      Dan karena hanya ROH KUDUS yang mengenal ALLAH, maka ROH KUDUS memampukan kita mengenal ALLAH…

      Pengenalan kita memang tidak sempurna, tetapi ROH KUDUS Yang sempurna melakukan segala ketidaksempurnaan itu sehingga menjadi layak bagi DIA ALLAH segala allah…

      Kita bisa tahu ALLAH MAHA KUDUS, jika kita mengakui bahwa memang kita tidak sanggup kudus, sehingga demikian kita tahu bahwa TUHAN berkata benar.. sebab IA BENAR… dan karena kita tidak kudus, dan ALLAH KUDUS, maka untuk “bersatu” dengan DIA, kita dikuduskan oleh DIA, anugerah terbesar, dan berita ini harus diberitakan…bahwa ALLAH YANG KUDUS berkenan dan mau menguduskan siapa saja yang mau dikuduskan…

      Terpujilah ALLAH Yang Baik dan Setia itu…

      • Jawabanmu ini sedemikian romantis…

      • @lovepassword;

        semisal lovepassword mengenal YESUS lebih jauh, maka bahasamu bisa juga menjadi romantis…romantis karena memang fokus, tidak membawa-bawa “tanah” dikala menakar “emas”…

  2. Perasaan nggak ada hubungannaya deh romantis sama fokus . Emangnya ada yah … ? 🙂

    tidak membawa-bawa “tanah” dikala menakar “emas”… ===> bahasamu benar2 tingkat tinggi Mister Parhobass…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: