Jangan lihat saya

Maret 22, 2010 pukul 2:39 pm | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | 11 Komentar
Tag: ,

Setiap kita diajak untuk bertumbuh, dan kalau bagi kita segala dunia ini terbuka…. maka:
Jangan melihat si Jubah Kuning ber-Salib itu, tetapi jika kita matang maka firman ini menjadi indah…

Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu. Mazmur 26:3

Tujukanlah mata kita hanya kepada DIA, Yang setia dan Yang benar.
Dan bagi yang masih menggunakan Jubah Kuning bersalib, hayo buktikan kita benar-benar berjubahkan kemenangan, jangan menjadi pengecut-pengecut….

tetapi firman memang telah mengurung semuanya.. sebab ada juga tertulis, “Nama TUHAN dilecehkan oleh karena perbuatan umatNYA sendiri”…

Anak-anak kecil, fokuslah sama YESUS-nya… sebab hanya DIA yang mengaku BENAR dan SETIA….

Iklan

11 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Saya rada bingung maksudmu : Jubah Kuning Bersalip itu maksudnya apaan ya ? Mengapa kamu mengatakan soal kuning2 juga ?

  2. Luk. 10:21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
    .
    .

    Tuhan menyembunyikan setiap apa yg tersirat dan yg tersurat dari setiap firmanNya. Sdr terkasih Parhobas mencoba menggali hikmat itu utk kami semua termasuk dia juga yg dipakai Roh Kudus utk memberi warning/peringatan spy Setiap yg Percaya kpd Kristus haruslah mengikutin perintahNya. Janganlah Kristus itu hanya spt pakaian (simbol) yg dikenakan tanpa pernah mengikutin perintah NYa.
    .
    Dengan artian bukan setiap orang Kristen yg mengenakan jubah keKristenan dapat disebut pelaku Kebenaran Kristen walaupun mereka memegang Bibel dan atribut Kristen lainnya, justru mereka bukanlah orang Kristen yg mengerti kehendak Kristus. Lihatlah sumber pengharapan dalam Kristus yg pada awalnya adalah Kepala Gereja.
    .
    warna kuning hanya warning peringatan/hati2
    tanda salib hanyalah simbol2 keagamaan.
    Salib itulah sumber kepercayaan yg dapat dipercaya.
    anak kecil adalah lambang sikap manusia yg percaya tanpa selalu banyak tanya tentang karya keselamatan anugerah Kristus itu.
    .
    Mat. 19:14 Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”
    .
    Menerima Kristus harus melepaskan segala akal budi dan pikiran sisa dosa nenek moyang kita. Penerimaanmu akan DIA akan mengubah hatimu kpd pengetahuan yg sama sekali sangat baru. Spt anak2 kecil.. PERCAYA SAJA,

    Salam kasih

    • @lovepassword,…

      Berterimakasih kepada lae Sihotang yang dalam hal ini menjelaskan jauh lebih dalam makna “sketsa” di atas…

      Jadi semisal lovepassword mau melihat KRISTUS, jangan lihat kelakuan saya, kelakuan manusia d.l.s tetapi lihatlah KRISTUS itu sendiri…sebab saya bisa salah suatu saat, saya bisa capek suatu saat, artinya saya tidak konstan… tetapi Kristus adalah tetap, dari dulu sekarang dan selamanya…ketika suatu saat saya salah, dan suatu saat yang lain bertobat, dan Anda tidak tahu pertobatan saya, malah terus membuat kesalahan saya sebelumnya sebagai batusandungan, maka itu menjadi kesalahan Anda sendiri…

      Jika kita dewasa kita mengerti bahwa terkadang kelakuan seseorang bisa menjadi motivasi ke kita, tetapi kita harus sadar terkadang seseorang itu bisa juga jatuh dalam rupa-rupa pencobaan, sebab setiap orang berbeda maka berbeda juga cobaannya, dan karena berbeda iman percaya maka berbeda pula penyelesaiannya…

      Contoh, Paulus pernah berselisih tajam dengan Barnabas…tetapi jangan karena ia pernah berselisih menjadikan legalisasi bahwa kita bisa berselisih dan mengesampingkan Firman yang disampaikan Roh Kudus melalu Paulus supaya umat Allah hendaknyalah jangan berselisih… Jadi baca Alkitab dengarlah Firman itu, jangan orangnya…dengarlah suara TUHAN dan jangan menjadi batusandungan kepada orang lain…

      Note:
      bukan perkara mengetahui segala sesuatu, tetapi adalah perkara menerima segala sesuatu dengan hati yang damai…

  3. Hmmmmm…..kalian sedemikian merendah, rasanya nggak tahu sopan santun kalo aku kebanyakan ngedumel kan.

    Yah kadang kita memang perlu belajar juga pada kehidupan anak-anak kecil , yang melihat hampir tanpa beban. Justru kitalah yang membuat beban itu 🙂

    @RAS : Kali penjelasanmu lumayan mempesona. Hi Hi Hi. Kata lumayan itu nggak usah kamu bold , soalnya aku memuji ini rada serius lho.

  4. Percaya ala anak kecil :

    Anak Kecil adalah anak yang percaya penuh kepada bunda dan ayahnya. Bergantung seratus persen kepada orang tuanya kan. Seakan tidak punya daya. Oke deh semua bisa melihat itu kan.

    Tetapi jangan lupa percaya ala anak kecil adalah percaya yang dipenuhi keinginan untuk mencoba-coba
    Jika kamu melarang anakmu memasukkan kelereng di hidungnya. Besok-besok mungkin beneran kelereng itu dimasukkan ke hidungnya. Hi Hi Hi. Jika Adam dilarang makan buah ya besoknya dia makan buah. Hi Hi hi

    Anak kecil adalah anak yang selalu bertanya. Semua orang tua tahu bahwa anak yang bertanya bukan berarti tidak percaya kepada ayah ibunya tetapi karena anak tersebut ingin tahu lebih lanjut dan keinginan tahuan anak dipandang baik karena berarti anak tersebut kreatip kan?

    Sayang sekali agamawan tercinta dari berbagai agama mereduksi dua point ini yang berjalan secara seimbang.

    Percaya bagi orang dewasa berarti tidak bertanya.

    Padahal siapa yang meragukan kepercayaan anak pada bundanya. Tetapi siapapun juga melihat bahwa anak yang cerdas justru selalu bertanya .

    Agamawan yang sok dewasa mereduksi sisi baik anak-anak hanya sekedar PERCAYA. Mereka lupa bahwa menjadi anak2 berarti Selalu Kritis melihat segala hal dan mempertanyakan semua hal.

    Lihatlah anak2mu dan tanyakan pada dirimu : Jika anakmu bertanya padamu apakah anakmu tidak percaya padamu ? Hi Hi Hi

    Dunia orang dewasa duhhhhh…. bahkan untuk menjadi seperti anak2 pun dipelintir menjadi anak2 yang bisanya cuma percaya tanpa rasa ingin tahu, tanpa rasa kritis.

    Spt anak2 kecil.. PERCAYA SAJA ???

    Bukan PERCAYA SAJA sayangku cintaku.
    Mengkritisi segala hal , mempertanyakan segala hal di dalam kepercayaan itu. Itulah percaya ala anak kecil.

    SALAM Semuanya

    • @lovepassword

      hubungan pribadi seseorang kepada TUHAN mencermintakan pendapatnya, diartikel sebelah saya buat khusus untuk itu…

      Kenapa ada kata “PERCAYA SAJA” di dalam terminologi Kristen?..
      Itu tidak lain karena INJIL itu sendiri…

      Ini diikrarkan orang Kristen pada umumnya dengan alasan sbb:

      Hidup ini seperti sedang terjatuh ke dalam jurang, di bawah jurang ada api yang menyala, siap membakar siapa saja…
      Memang di dalam jatuh menuju api itu segala sesuatu bisa diraih, kenikmatan, kekayaan, dan kepuasan lainnya… yang bisa membutakan akan panasnya api di bawah jurang dimana kita sedang jatuh…

      Lalu di dalam kejatuhan itu, ada “seutas tali” yang menggelantung dari langit,… ujungnya tidak terlalu jelas, tetapi tali itu ada, dan di salah satu simpulnya tertulis.. kalau kamu pegang tali ini maka kamu tidak akan jatuh… kamu harus memanjat, percayalah tali ini kuat dan sanggup membawa kamu kepada “ketidakjatuhan”….

      Injil adalah “tali” itu, dan yang “samar tidak terlihat itu” adalah darah YESUS…

      Jurang kejatuhan itu adalah kematian, karena kita semua pasti mati maka berita Injil harus diketahui semua orang, sehingga pada saat jurang yang dalam itu menganga menuju mati kekal, tentu untuk siapa saja tanpa terkecuali, maka tidak ada lagi alasan bahwa ia tidak mengetahui tentang semua KESELAMATAN oleh TALI itu dan bahwa kalau tidak percaya dan memanjat dari tali itu pasti mati terbakar di jurang dalam itu… jadi sangat adil bagi TUHAN untuk membakarnya di dalam jurang api…orang dia tidak percaya…

      Memanjat ke tali itu karena percaya lalu bertanya di jalan itu tidak apa-apa,…

      Bertanya itu hak Anda… siapa saja berhak bertanya… tetapi jika kita tidak mau menerima jawaban itu sama saja dengan anak bandel, yang kadang harus dijewer, sebab ada tertulis, “jika kamu menyayangi anakmu maka kamu harus menghajar dia jika salah…”

  5. @ Lovepasword
    .
    .
    Meneruskan ketrg sdr terkasih Parhobas , saya ingin menekankan bhw dlm keKristenan itu Allah itu tidak dapat dipahamin dgn sempurna . Nah justru itulah Kristus memperumpamakan , bhw setiap yg menerimaNya harus bersikap spt anak-anak kecil., krn setiap anak-anak kecil tidak akan pernah membandingkan akalnya dalam menerima perintah orang tuanya. Itu makanya Kristus menunjukkan Allah itu adalah BAPA kita spy kamu mengerti kita ini adalah anak-anak yg senantiasa percaya spt kasih bapa kpd anak2nya.
    .
    .
    Kamu lihat SALIB itu di gbr atas bukan ? Nah , itulah lambang penderitaan yg seharusnya tidak perlu banyak ditafsirkan para manusia yg menganggap dirinya sangat rendah di hadapan Allah. Tetapi bagi manusia yg menganggap sepi dan tdk ada arti salin itu maka salib adalah lambang penghukuman bagi mereka yg tidak percaya kpd ALLAH.
    .
    .
    Cuman sayangnya, nanti kau bilang pula kami ini.., spt ibu-ibu menasehatin balita…

  6. saya ingin menekankan bhw dlm keKristenan itu Allah itu tidak dapat dipahamin dgn sempurna

    ===> Perasaan kemarin2 Parhobass justru sok memahami Allah deh. Menurutnya aku hanya paham tentang Allah , bukan memahami Allah. Hi Hi Hi. Kesannya dia memahami Allah kan . Entah memahaminya sempurna apa nggak ya mana kutahu.

    Tapi gini yah : Dalam agama manapun ya memang Allah itu tidak mungkin bisa dipahami dengan sempurna, karena keterbatasan manusia . Ibaratnya gambaran kasarnya kalo air seteko dimasukkan ke gelas dimana ukuran gelas lebih kecil dari teko ya mana muat gelas menampung isi teko selururuhnya kan ? Jadi kalimatnya ini bisa dipahami.

    Saya cuma mau ngomong silahkan saja mau percaya , tetapi kalo sudut pandangnya percaya ala anak kecil seperti omonganmu. Ya percaya itu ya seperti itu :

    Anak Kecil itu percaya pada ibunya, anak kecil tergantung sepenuhnya kepada orang tuanya. Tetapi itu semua tidak menghalangi anak kecil untuk mempertanyakan apa saja. Itu jelas dan bisa kamu lihat dimana saja. Hi Hi Hi

    Jadi plis deh : Jangan mereduksi anak kecil itu semacam robot yang bisanya cuma percaya , tanpa boleh bertanya tanpa boleh mengkritisi setiap hal. Anak kecil yang seperti itu , anak kecil yang bisanya cuma percaya nggak pernah mempertanyakan ajaran ibunya sama sekali, mungkin anak kecil yang teraniaya itu. Anak kecil yang dibesarkan oleh orang tua yang membungkam kreatifitas.

    Ketika Yesus ngomong surga di tangan anak2 kecil, menurutmu gambaran anak kecil di benakmu itu sejenis makhluk hidup yang bisanya cuma ngangguk ngangguk yah. Kalo menurutku sih anak kecil itu ya anak kecil yang senangnya berlari-larian, bisa jungkair balik koprol, setiap ada yang aneh protes tanya sama ibunya.
    Itu anak kecil yang sehat yang bisa kamu lihat di sekeliling kamu. Tetapi para pendeta , para agamawan rupanya memilih membutakan matanya sehingga wujud anak kecil yang notabene bisa mereka lihat disekelilingnya dengan segala hiruk pikuknya , dengan segala keceriaannya direduksi menjadi sejenis makhluk hidup yang bisanya cuma mengangguk.

    Apalagi kalo sudut pandangnya : Hajar melulu. Hi Hi Hi …

    Salah ? Hajar . Pokoknya kamu harus percaya pada ibumum, nak – kalo kamu bertanya lagi kau akan kuhajar. :d Whaduh …?

    Lihatlah dua sisi ini bersama-sama :
    Menjadi anak kecil berarti memang tergantung mutlak dengan orang tuanya . Tetapi menjadi anak kecil juga berarti selalu berani bertanya memprotes, mengkritisi apa saja. Cuma orang dewasa yang bisanya mathuk manthuk, nggak mudeng tapi kadang kan malu bertanya. Kalo anak kecil mah. Kamu tanggapi juga dia tanya terus , ada yang aneh asing sedikit pasti juga bertanya. Coba kamu hitung saja sehari dia tanya berapa kali, memprotes berapa kali. Hi Hi Hi…

    Jangan bayangkan anak kecil itu sejenis makhluk hidup yang bisanya cuma mengangguk. Duh…?

    Kalian membuat dikotomi yang salah, karena di dunia orang dewasa kepercayaan diidentikkan dengan tidak bertanya, tidak memprotes. Lha itu kan di duniamu di dunia manusia dewasa. Lha di dunia anak kecil ya walaupun anak kecil percaya betul sama ibunya, tergantung mutlak dengan ibunya ya tiap hari juga protes terus bertanya terus.

    Yang membuat tafsir anak kecil bisanya cuma percaya itu pasti sejenis engkong-engkong yang kurang menghayati rasanya jadi anak kecil.

    Kalo kalian selama ini nggak sadar kalo anak-anak itu hobinya bertanya , memprotes dan mengkritisi apa saja yang aneh baginya, hobinya bermain, dsb mulai sekarang perhatikan saja anak2 kecil lebih seksama. 😀

    Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”

    Mengapa menurutmu di ayat itu anak kecil datang pada Yesus ? Jawabannya sederhana saja : Rasa ingin tahu mereka , hobi mereka bermain membawa mereka kesana. Tapi dunia orang dewasa yang antik menanggapinya berbeda. Hi Hi Hi

    SALAM Semuanya…

    • @lovepassword

      kata Anda:

      Perasaan kemarin2 Parhobass justru sok memahami Allah deh. Menurutnya aku hanya paham tentang Allah , bukan memahami Allah. Hi Hi Hi. Kesannya dia memahami Allah kan . Entah memahaminya sempurna apa nggak ya mana kutahu.

      Anda suka memecah belah memang kawan (nasehat atau penghakiman? Anda yang memilih/merenungkan)… tidak bagus buat kesehatan…

      Lovepassword, apa bedanya “mengenal tentang Allah” dan “mengenal Allah”
      bandingkan dengan kutipan berikut:

      Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

    • @ Lovepasword

      Perasaan kemarin2 Parhobass justru sok memahami Allah deh. Menurutnya aku hanya paham tentang Allah , bukan memahami Allah. Hi Hi Hi. Kesannya dia memahami Allah kan . Entah memahaminya sempurna apa nggak ya mana kutahu.
      .
      .
      Jujur ya, bukan krn saya seiman sehingga saya menghormatin dan mengasihi pak Parhobas ini.. , tetapi banyak posting dan komentar beliau kamu pelintir kearah yg membawa persepsi yg sangat salah. Nah, saya menerangkannya langsung to the point spy pikiran ngawur itu jgn makin menyeruak. Yang dimaksud pak Parhobas ttg pemahaman Allah itu bukan spt yg kamu maksudkan, tetapi berupaya menggiring arah pikiranmu ke satu pengakuan yg benar. Jadi kamu spt kata beliau berupaya hanya melaga dan membentrokkan pendapat yg mendukungnya. Saya ingatkan aja ya Lov.. itu tidak baik bagi kesehatanmu Tentang kesehatan roh dan jasmani tanya juga kpd sdr saya yg juga saya kasihi mr sectiocadavaries..

  7. @Parhobass : Memang jelas saya lagi nyambit kamu , mengapa juga kamu sedemikian membanggakan pemahamanmu terhadap Allah ? tapi substansinya mungkin bolehlah : Manusia memang harus berusaha memahami Allah atau keinginan Allah kan dalam batas2 yang ditulis dalam Kitab Suci kan ? Tetapi dalam semua usahanya itu seperti kata RAS ada kesadaran bahwa semua usaha manusia itu terbatas. Manusia yang lemah hina dina penuh keterbatasan tentu tidak bisa sepenuhnya memahami yang Maha. Maksudku gitu lho … biar kau kusambit sedikit kan ya nggak banyak-banyak hi hi hi

    Saya suka memacah belah ya ? Substansinya mungkin bukan itu. Hi Hi hi . Bagaiman kalo kamu melihat ini dulu Kis 23:6 ???

    Kalian jagoan neon bersahabat karip pula, tentu saja mustahil bin oon yang memecah belah kalian. Aku kan cuma meminjam idemu dan itu kulakukan di depanmu kan? jadi kalo kamu protes bisa langsung protes. Seperti aku kemarin itu lho yang protes karena kurasa kamu memelintir ucapanku soal agama itu kebodohan , padahal aku nggak bilang gitu. Lha kalo memang ada salah2 tangkep semuanya juga boleh protes ya… termasuk kamu tentu.

    Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

    ===> Saya rasa mudah memahami ayat itu kan. Manusia yang masuk surga itu yang memahami Allah dalam arti tahu apa yang dilarang dan diperintahkan serta melaksanakan itu semua seturut ajaran utusan Allah . Itu oke-oke saja. Bagus..bagus saja kan ?

    SALAM Parhobass
    SALAM RAS

    SALAM Semuanya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: