Bro Elo Mau Datang

Maret 22, 2010 pukul 8:58 am | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | 4 Komentar
Tag: ,

Tulisan Ibrani klasik, contoh utama di Alkitab, dituangkan di dalam pola komunikasi ribuan tahun yang silam.
Contoh saja 5 kitab Musa, paling tidak tertulis 3400 tahun yang lalu. Tulisan ini tidak memiliki tanda baca, tidak memiliki apapun di dalam kekayaan penanda-penanda kalimat. Bahkan yang membuat para pemula frustasi memelajarinya adalah semua huruf merupakan konsonan, sehingga satu huruf konsonan di dalam konteks tertentu bisa berubah pembacaannya. Sangat sulit, terutama jika dihubungkan dengan bentuk kalimat yang selalu terbagi menjadi dua jenis feminine dan maskulin, dan terkadang ada kata-kata bahkan yang seharusnya mengikuti pola feminine tetapi di dalam hal tertentu adalah masculine….

Untuk “mengisi” vokal di dalam setiap konsonan itu maka dibuatlah standarisasi di sekitar 750-900 M, yang kemudian dikenal sebagai standarisasi terhebat dan disebut MASORETIC, dilakukan oleh para kaum terpelajar. Alkitab memang menjadi pusat budaya Israel, dan oleh karena itu tujuan memvokalisasi adalah untuk mempermudah pembacaan dan mengerti akan konteks dan tujuan-tujuan lainnya di dalam membaca,mempelajari dan menerjemahkan Alkitab, dls. Dan Kristen pada umumnya menggunakan Alkitab ini sebagai sumber untuk menerjemahkan ke dalam bahasa lainnya.

Pada saat Dead Sea Scroll ditemukan, mungkin pada penerjemah akan “jantungan”. Tetapi setelah dilakukan penelitian, makna, doktrin (pengajaran), tidak ada satupun yang berubah jika dibanding dengan MASORETIC. Penambahan huruf jelas ada, itupun kalau kita tahu teknik vokalisasi maka kita akan sadar, itu bukan suatu perusakan terhadap Alkitab, sebab contohnya untuk kata yang mau divokalkan dengan o atau u maka akan ditambahkan konsonanvav, lengkap dengan peraturannya, d.l.s

Kita mengambil satu contoh kalimat, dari bahasa “gaul’ orang Jakarta, di dalam sense bacaan Alkitab jaman klasik yang sudah divokalisasi…
“bro elo mau datang”…
ingat Alkitab berbahasa Ibrani, sumber segala terjemahan tidak mengenal CAPSLOCK.
Kalimat ini bisa diartikan bermacam-macam jika diterjemahkan dengan teknik bahasa Indonesia masa kini:
1a. Bro, Elo mau datang
1b. Bro, Elo mau datang?
1c. Bro, elo mau datang?
2. Bro Elo, mau datang

Kita ambil dua contoh saja,
Yang pertama bagian a.
Jika kita baca maka ada seseorang yang memberitahukan kepada seseorang yang lain, yang ia sapa dengan sebutan bro, dan memberitahukan kepada dia bahwa seseorang yang bernama Elo mau datang, tidak dijelaskan datang kemana dan waktunya kapan. Dan sepertinya kalimat ini bisa kita lihat hampir senada dengan yang di bagian 2. Ada 3 oknum di sini.

Yang pertama bagian b.
Jika kita baca maka ada seseorang yang memberitahukan kepada seseorang yang lain, yang ia sapa dengan sebutan bro, dan bertanya kepada dia bahwa seseorang yang bernama Elo apakah mau datang, tidak dijelaskan datang kemana dan waktunya kapan. Ada 3 oknum di sini.

Yang pertama bagian c.
Jika kita baca maka ada seseorang yang memberitahukan kepada seseorang yang lain, yang ia sapa dengan sebutan bro, dan bertanya kepada dia bahwa seseorang itu yang disapa dengan sapaan “gaul” Jakarta elo, apakah mau datang, tidak dijelaskan datang kemana dan waktunya kapan. Jadi hanya 2 orang yang sedang berkomunikasi dan hanya bercerita tentang mereka berdua saja.

Kalimat yang sederhana ini bisa membuat kita frustasi, bayangkan jika orang yang tidak mengerti tetapi coba-coba mengutip-ngutip sepotong-sepotong..bisa bahaya… ini saya sebut sebagai sesuatu yang bisa membuat MAMPUS. Sebab tidak banyak orang seperti Apolos, yang rendah hati bisa menerima “ketidaktahuannya”…dan setelah menerima dengan kerendahan hati, ia semakin melimpah…

Iklan

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ Lae Parhobas

    Sangat menggairahkan posting lae ini… saya sangat suka krn begitu banyak yg lae gali ttg kebudayaan dan bahasa yg melatar belakangin penulisan kitab suci BIBEL itu. Memang benar lae kata teman saya BIBEL itu adalah Basic Information Before Leaving earth

    .
    .
    Segala Puji dan Hormat bagi ALLAH Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yg beroleh kasih pengenalan krn kasih setia Roh KUDUS.
    Amen haleluyah.

    Salam kasih laeku…

    • salam kasih juga lae… Tuhan Yesus kiranya terus melimpahi kita dengan hikmadNYA yang tidak terukur…

  2. Btw, masalah ‘jantungan’, jantungnya tetap sehat kan?

    • yah sehat-sehat saja.. cuman kalau pola makan tidak benar (ingat makanan utama adalah Firman)… lalu tidak suka olah raga (ingat olah raga kita adalah melakukan segala perbuatan Kristus).. maka bisa mampus oleh penyakit jantung…

      kira-kira begitu neng Fitri…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: